cover
Contact Name
Tonni Limbong
Contact Email
tonni.budidarma@gmial.com
Phone
+6281267058001
Journal Mail Official
alexander_naununu@ust.ac.id
Editorial Address
Jl. Setiabudi No. 479 F Tanjungsari, Medan, Provinsi Sumatera Utara, 20132
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Logos
ISSN : 14125943     EISSN : 27767485     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Logos memuat artikel hasil penelitian tentang ilmu Filsafat dan Teologi yang dikaji secara empiris dan sesuai kaidah ilmiah sebagai refleksi kritis yang sistematis atas iman khususnya iman Katolik dengan fokus kajian Teologi, Filsafat, Kajian Sosial, Naluri dan Iman, Teknologi pada Teologi dan Filsafat, Pendidikan Agama dan kepercayaan tentang kebenaran pokok-pokok iman Katolik dalam terang wahyu Ilahi, yaitu tradisi dan Kitab Suci, selanjutnya mengenai pelaksanaan iman dalam hidup sehari-hari.
Articles 230 Documents
USAHA MENGGAPAI KESALEHAN DALAM ISLAM Yuwono, Yohanes H.
LOGOS Vol 3 No 1 (2004): Januari 2004
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v3i1.394

Abstract

An effort to gain holiness is a spiritual activity. In Islam, this spiritual activity cannot be done out of exoteries deeds, that is why it looks real and visible, especially in our country where Muslims are majority; this activity is performed by most of our countrymen and countrywomen, so it attracts the mass media to report. The direct consequent is that the faithful of other religions, especially the Christians feel themselves as outsiders. As they watch their Muslim brothers and sisters doing their devotion, they (at least in their hearts) criticize, judge and make comparison with their religious pieties. To know the deep meaning of islamic pieties first of all we have to understand the spirituality of Islam so that we can avoid unfair and subjective comparison. This study is intended to widen our horizon of mind and as we learn from our Muslim brothers and sisters let us practice our piety intensively as they do.
KASIH YESUS KRISTUS DI SALIB: Jawaban Tuntas atas Misteri Penderitaan Manusia Ara, Alfonsus
LOGOS Vol 16 No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v16i1.561

Abstract

Penderitaan berasal dari kodrat manusia sebagai makhluk ciptaan yang terbatas dan dosa-dosa yang dilakukan manusia sendiri. Namun, penderitaan itu dikalahkan oleh kasih Yesus di salib. Dalam “kasih” Yesus, manusia akan menemukan dan memahami cakupan makna fundamental dan definitif dari penderitaan itu sendiri. Karena kasih, Dia memberikan rela tinggal bersama manusia yang menderita, memikul penderitaan manusia serta wafat di salib demi keselamatan manusia. Gereja dipanggil untuk masuk ke dalam kehidupan Yesus yang menderita dan wafat di salib karena kasih-Nya demi keselamatan umat manusia. Hanya dengan cara demikian, Gereja mampu menjelaskan dan bisa menjadi jalan keselamatan bagi orang-orang yang belum mengenal dan mengimani Yesus Kristus sebagai Allah dan Penebus
PERANAN AGAMA DALAM PEMBANGUNAN KABUPATEN SAMOSIR Simanullang, Gonti
LOGOS Vol 12 No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v12i1.862

Abstract

Agama pasti memberi peranan signifikan dalam pembangunan manusia, sebab agama-agama mengajarkan kepada para penganutnya hal-hal yang secara moral baik dan benar. Bahwa beberapa penganut agama belum berperilaku sesuai dengan ajaran agamanya, sebagaimana terdapat dalam Statistik Kabupaten Samosir, tidaklah dengan sendirinya meniadakan atau menyangkal peranan agama dalam pembangunan masyarakat. Sarasehan tentang “Peranan Agama dalam Pembangunan Kabupaten Samosir” yang diorganisir oleh Pemerintah Kabupaten Samosir dan dihadiri oleh tokoh-tokoh agama dan masyarakat bertujuan untuk mendongkrak relevansi dan kontribusi agama, khusunya para penganut agama, dalam meningkatkan kehidupan bermasyarakat yang lebih baik, adil, jujur dan damai. Untuk tujuan itu, salah satu peranan signifikan agama yang dielaborasi dalam tulisan ini adalah edukasi moral. Karena mayoritas besar penganut agama yang terdapat di Kabupaten Samosir adalah Kristen, maka edukasi moral itu didekati dari sudut kekristenan. Edukasi moral itu terkadung dalam Alkitab, khususnya dalam dekalog atau Sepuluh Perintah Allah. Tiga abad sebelum kekristenan, landasan moral ini telah digariskan oleh Aristoteles.
HISTORIA ECCLESIASTICA RUFINUS DARI AQUILEIA DAN HISTORIA ECCLESIASTICA THEODORETUS DARI CYRRUS (Sebuah Studi Perbandingan) Situmorang, Sihol
LOGOS Vol 10 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v10i2.878

Abstract

Tujuan penulisan sebuah karya historis, termasuk Sejarah Gereja, tak bisa dilepaskan dari penulisnya. Harapan, kegelisahan dan perjuangan penulis menjadi unsur yang turut menentukan pemilihan dokumen dan alur sejarah yang ia kemukakan. Rufinus dan Theodoretus memiliki kepentingan yang berbeda Dalam melaporkan peristiwa, baik mengenai relasi Gereja dan kekaisaran, maupun peristiwa internal Gereja. Rufinus menempatkan semua aktivitas misioner Gereja Katolik pada masa pemerintahan Kaisar Konstantinus dan bukan pada periode kekaisaran Konstansus. Dengan itu Rufinus mau menyatakan bahwa aktivitas misioner ini dapat terjadi karena kehendak yang Ilahi pada masa  pemerintahan seorang kaisar yang ideal, seorang princeps religiosus.  Theodoretus, uskup Cyrrus, hidup dalam periode kala sejumlah guncangan tengah menimpa baik Gereja maupun Kekaisaran Romawi. Sebagai pembela setia iman ortodoks, Theodoretus berhadapan dengan sejumlah aliran heritik dan kekafiran yang mengancam kedamaian dalam Gereja. Untuk itu, Theodoretus sangat menekankan pentingnya koalisi antara pemimpin Gereja dengan kaisar penganut ajaran iman ortodoks. Kerja sama itulah yang melahirkan damai baik dalam Gereja maupun Kekaisaran. Serangan terhadap kekafirkan, khususnya aliran heretik, dan penekanan peranan para rahib menjadi unsur dominan dalam Sejarah Gereja yang ditulis oleh Theodoretus. Untuk mencapai maksudnya, Thedoretus tak sungkan-sungkan memodifikasi alur sejarah.
DOSA ASAL MENURUT AGUSTINUS Situmorang, Sihol; Sihombing, Agustian Ganda
LOGOS Vol 17 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v17i1.1037

Abstract

Manusia adalah ciptaan Allah yang paling sempurna sekaligus sebagai pusat dan puncak segala ciptaan. Kepada manusia, yang diciptakan Allah menurut citra-Nya, Allah menganugerahkan rahmat khusus, yakni akal budi dan kehendak bebas. Namun, manusia salah menggunakan rahmat itu dan akhirnya jatuh ke dalam dosa. Keadaan ini dipahami sebagai dosa asal yang diwariskan kepada generasi manusia berikutnya. Esensi dan eksistensi dosa asal menjadi salah satu topik diskusi yang hangat di kalangan para teolog sejak permulaan kekristenan. Dalam tulisan ini diuraikan pemikiran seorang tokoh dan sekaligus teolog besar dalam Gerea, yakni Agustinus dari Hippo, seputar dosa asal. 
SCIENCE AS PERSONAL ART Michael Polanyi on the Role of Scientist’s Personal Involvement in Scientific Knowledge Tinambunan, Laurentius
LOGOS Vol 8 No 1 (2011): Januari 2011
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v8i1.267

Abstract

Sebagai pengetahuan yang mengandalkan data yang dapat dibuktikan dan prosedur ilmiah yang baku, pengetahuan ilmiah dianggap sebagai pengetahuan yang paling dapat dipercaya dan meyakinkan. Keilmiahan disamakan dengan bebas dari segala faktor subjek, karena keterlibatan subjek dianggap menodai kemurnian pengetahuan. Ilmuwan dalam pengertian yang demikian disamakan dengan mesin pencari kebenaran yang tidak memiliki kebebasan dan kreativitas. Pandangan ini, menurut Mikael Polanyi, tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Proses yang ditempuh oleh seorang ilmuwan dalam mengusahakan suatu penemuan, misalnya, tidak terlepas dari faktorfaktor personal yang tidak seluruhnya bisa dijelaskan dan ditetapkan secara baku. Berangkat dari pengalaman Michael Polanyi sebagai ahli dalam bidang fisika dan kimia, refleksinya mengenai bagaimana sesungguhnya ilmuwan bekerja menjadi lebih otentik dan aktual.
ANALISIS RETORIKA SEMITIK ALKITABIAH : Satu Upaya Hermeneutika Lintas Iman & Lintas Tekstual Solichin, Vitus Rubianto
LOGOS Vol 18 No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v18i2.1314

Abstract

Hermeneutical awareness in the biblical study is very important to underline in order to have a solid formation amidst the various approaches and methodological choices. This paper intends to present a method of interpretation which tends to be open and dialogical, which can be developed for studying other classical religious texts, perhaps even philosophical texts. The Rhetorical Analysis founded at Gregorian University at Rome, Italy, as a new method to understanding the bible can apparently be offered as a model of a cross-cultural hermeneutic that is across disciplines, and even inter-faiths. This rhetorical analysis is called “biblical” because it focuses on the specific characteristics of the biblical literary tradition itself. Rooted in Semitic culture, this tradition exhibits a marked tendency towards symmetrical and parallel compositions. This rhetorical method is called “semitic” to distinguish it from the classical one, which was developed in the Greco-Roman culture and which is often considered the only rhetoric in the world. The study of the various forms of parallelism and other rules that characterize the composition of the Semitic style helps us to determine the structure of the text more precisely, and thus of course leads to a more adequate understanding of the message it contains.
INTRODUKSI TEOLOGI (Bagian Pertama) Ara, Alfonsus
LOGOS Vol 11 No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v11i1.344

Abstract

Teologi adalah ilmu tentang Allah. Sebagai sebuah displin ilmu, teologimemiliki sumber yang otentik, daya kritik, metode dan sistem yang padu. perangkatperangkat ini sangat dibutuhkan agar inti kebenaran iman kepada Wahyu Allah dalam diri Yesus Kristus bisa dijelaskan dan dipertanggungjawabkan dengan akal manusia.
KRITIK RELIGIUS QOHELET (Pkh 4: 17-5: 6) (Semio-structural Approach) Isaak, Servulus
LOGOS Vol 3 No 2 (2004): Juni 2004
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v3i2.389

Abstract

Since last few decades biblical scholars introduce the so called ‘synchronic reading of the text’ as a method of interpretation. Some tend to call it holistic interpretation, others prefer to call it ‘aesthetic approach’, assuming that the Bible is a sort of artistry work based on the linguistic principles and philosophy of language. This approach goes to various directions such as narrative analysis, structuralism and a more simple structural analysis. Without undermining the validity of historic-critical method with its various steps of interpretation, this article aims to analyze Qoh 4: 17-5: 6 applying to some extend the semio-structural analysis. Scholars are debating on the notion of various terminologies applied in this approach. Hence, we will focus only on some basic linguistic concepts, without going too far into the complicated analysis of semiotic quadratic configuration, which would go beyond our purpose. Syntactic, argument, paradigmatic and semantic analysis in this article lead to highlight the universal semantic of the text. “Fear God!” is the key and the important capstone to understand the whole book of Qohelet, particularly the universal semantic of the pericope under analysis.
MANTAN ORDO KAPUSIN PROVINSI MEDAN DARI TAHUN 2000 HINGGA 2012: KAUSA PENGUNDURAN DIRI Simanullang, Gonti
LOGOS Vol 14 No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v14i1.405

Abstract

It is an undeniable fact that the number of young Capuchin candidates whohave not been ordained priests from 2000 to 2012 resign, at their own choice anddecision, from the Capuchin Order of Medan Province. This fact raises thequestion “Why did they withdraw from the Capuchin Order of the Province ofMedan?” To answer this question we used exploratory research and methods ofexit interview and exit questionary. It was found that there is a causalrelationship between the increasingly firm belief in the inability to live celibateand the reason for withdrawing from the Capuchin Order of the Province ofMedan. This finding is useful for finding ways that can help the CapuchinOrder of the Province of Medan be able to monitor early gifts of celibacy orfamily life in candidates, such as when candidates are still in postulancy ornovitiate.

Page 6 of 23 | Total Record : 230