Logos
Jurnal Logos memuat artikel hasil penelitian tentang ilmu Filsafat dan Teologi yang dikaji secara empiris dan sesuai kaidah ilmiah sebagai refleksi kritis yang sistematis atas iman khususnya iman Katolik dengan fokus kajian Teologi, Filsafat, Kajian Sosial, Naluri dan Iman, Teknologi pada Teologi dan Filsafat, Pendidikan Agama dan kepercayaan tentang kebenaran pokok-pokok iman Katolik dalam terang wahyu Ilahi, yaitu tradisi dan Kitab Suci, selanjutnya mengenai pelaksanaan iman dalam hidup sehari-hari.
Articles
230 Documents
NILAI UNITAS (MONOGAM) PERKAWINAN KATOLIK DALAM TERANG BIBLIS
Halawa, Arius Arifman
LOGOS Vol 14 No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : UNIKA Santo Thomas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54367/logos.v14i2.338
Perkawinan merupakan sebuah perpaduan dari dua kehidupan, yakni seorang laki-laki dan seorang perempuan, yang disatukan dalam sebuah kesatuan sakramental. Kesatuan ini menjadi sempurna dalam kesatuan cinta. Pada gilirannya, kesatuan tersebut, menuntut sebuah usaha yang serius, baik dari suami maupun isteri. Saat ini untuk mencapai kesatuan tersebut bukanlah hal yang mudah. Pasangan seharusnya berjuang melawan banyak tekanan dan tantangan. Kesetiaan, antara satu dengan yang lainnya, adalah salah satu dari persoalan-persoalan yang paling problematik dalam hidup perkawinan saat ini. Tulisan ini mencoba untuk menemukan dasar-dasar ajaran mengenaikesucian perkawinan dan sifat perkawinan yang satu (unitas) dari dimensi biblis. Kitab Suci merupakan Sabda Allah sendiri yang menjadi referensi vital bagi umat beriman dalam menghidupi imannya. Pengajaran lebih lanjut mengenai unitas perkawinan dari dimensi Kitab Suci ini paling tidak akan membawa penyadaran baru bagi para umat dalam menghayati panggilan hidup berkeluarga (sebagai suami dan istri) dalam kerangka iman; Secara khusus tentang panggilan hidup berkeluarga yang didalamnya termuat tentang kesucian perkawinan serta sifatnya yang satu dan tak terceraikan.Â
WATCH AND PRAY THAT YOU MAY NOT ENTER INTO TEMPTATION
Mahulae, Kristinus C.
LOGOS Vol 2 No 2 (2003): Juni 2003
Publisher : UNIKA Santo Thomas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54367/logos.v2i2.355
Peristiwa kebangkitan Yesus dari mati sungguh menjadi peristiwa yang menggugah dan mengesankan bagi jemaat perdana. Peristiwa kebangkitan mendorong mereka untuk merenungkan kembali kehadiran dan kehidupan Yesus selama berkarya di Palestina. Kata dan tindakan Yesus mereka refleksikan dalam cahaya kebangkitan. Salah satu peristiwa yang mereka renungkan, yang berkaitan erat dengan situasi mereka, dan yang dapat memberikan jawapan atas pengalaman mereka ialah Doa Yesus di taman Getsemane (Mrk 14, 32-42). Peristiwa itu, yang dipaparkan Markus, samasekali bukanlah ciptaan dan karangan jemaat perdana. Inti dan nukleus kisah adalah peristiwa Yesus sebelum Kisah Sengsara-Nya. Inti dan nukleus itulah yang dikembangkan. Tidak benarlah pendapat yang mengatakan bahwa lukisan atas peristiwa itu adalah ciptaan jemaat perdana. Kisah, yang dipaparkan dalam Mrk 14, 32-42, merupakan bagian integral dari injil Markus. Injil Markus mengemukakan bahwa Yesus Anak Allah dengan setia melaksanakan tugas perutusan-Nya sampai akhir. Dia adalah tetap Anak Allah, walau harus mengalami penderitaan demi perwujudan Kerajaan Allah.
PARA MALAIKAT : Tinjauan Teologis – Kultural atas Peran Malaikat
Sabato, Salvatore
LOGOS Vol 4 No 2 (2005): Juni 2005
Publisher : UNIKA Santo Thomas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54367/logos.v4i2.399
In the religious life of the Middle East and in the Christian Bible, the role of angels is very broad and important. The angels are prominent religious figures one cannot just neglect. To understand their presence, every religion, included monotheistic religions, expresses it in cults, literatures and arts in forms of painting, sculptures, music, etc. The Angels are considered as “ghosts†who abide in one layer (stratum) of skies located in the middle and become medium between “the invisible†(God) and “the visible†(Human Being). The significance and the main function of the angels are as ‘Mesenger’ to reveal or to interpret the wishes of those who delegate them and also to protect human being. Finally, the angels become raw material of “cultivation†by the human being itself, without loosing their functions and roles.
PANGGILAN KRISTIANI, GEREJA, FILSAFAT DAN PANCASILA
Suseno, Franz Magnis
LOGOS Vol 17 No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : UNIKA Santo Thomas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54367/logos.v17i2.803
In this paper the author reflects on the vocation of Catholic places for the study of philosophy and theology. Believing the gospel, Christians are called to give witness to its redeeming power. But almost from the very beginning Christians felt the need to understand what they believe. From this need rose theology and philosophy. Protestantism, enlightenment and secularism posed new challenges. Aware of them the Catholic Church, since the Council of Trent, obliges her priests to study philosophy and theology. The author then suggests that not only future priests, but also religious sisters, brothers and lay people should get a solid philosophical and theological formation. Our teaching of philosophy should be open also to non-Catholics and non-Christians. Our philosophical and theological institutions must not be inward looking, but enter into the intellectual discourse of the whole society. Turning to Indonesia the author shows that state philosophy Pancasila poses an intellectual challenge for Catholic philosophers they should take up. As a closing note the author points to new challenges the Catholic Church faces after the Second Vatican Council. Indonesian Catholic philosophers and theologians should take an active part in facing them.
COMMUNION AND DIALOGUE FOR MISSION IN THE CONTEXT OF ASIA
Simanullang, Gonti
LOGOS Vol 13 No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : UNIKA Santo Thomas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54367/logos.v13i1.868
Gereja Katolik adalah Gereja yang berciri misioner. Dimensi misioner ini diterima dari Allah Tritunggal. Karena itu Gereja tidak ada tanpa misi. Karena misilah maka Gereja didirikan. Namun demikian dalam konteks Asia di mana terdapat agama-agama besar dunia, tidaklah mudah melaksanakan misi apabila misi dimengerti secara sempit yakni mewartakan Yesus Kristus sebagai satusatunya Juruselamat kepada orang yang belum menjadi warga Gereja. Berdialog dengan penganut agama yang berbeda pada level hidup sehari-hari merupakan kewajiban bagi penganut agama yang berbeda di Asia, tak terkecuali umat Katolik. Di sanalah umat Katolik memberi kesaksian tentang imannya yang menawan bagi penganut agama lainnya sebab bukan jumlah umat yang menjadi tekanan utama, melainkan Kerajaan Allah makin dialami umat beriman yang saling berinteraksi.
MARIA BUNDA ALLAH ADALAH BUNDA TIAP ORANG BERIMAN
Mahulae, Kristinus C
LOGOS Vol 10 No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : UNIKA Santo Thomas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54367/logos.v10i1.883
Santa Maria, yang mengandungkan serta melahirkan Yesus, dengan setia menyertai Yesus Puteranya dalam jalan salibNy sampai ke detikdetik terakhir Yesus tergantung di kayu salib. Maria dengan setia mendampingi para murid/rasul yang merasa ketakutan di hadapan orang-orang Yahudi sampai turunnya Roh Kudus yang dijanjikan. Maria dengan setia mendampingi jemaat perdana. Dengan cepat jemaat perdana melihat dan merenungkan hidup Maria. Jemaat berimanmenyapa Maria dengan sapaan malaekat Gabriel ‘salam Maria penuh rahmat, Tuhan sertamu’. Kemudian salam ini dikembangkan jemaat beriman dengan menambahkan kata-kata Elisabeth ketika dia dikunjungi Maria. Dengan cepat jemaat beriman menyampaikan permohonan kepada Maria, agar Maria mendoakan tiap orang beriman ‘santa Maria bunda Allah, doakanlah kami’. Doa ini telah menjadi harta karun gereja katolik dan kaum beriman. Maria yang disapa dan didoakan menjawab kaum beriman dengan penampakan-penampakan dirinya yang sudah terjadi beberapa kali di tempat-tempat yang berbeda. Kiranya tulisan ini membangun dan mendorong kita untuk makin mendekatkan diri kita kepada Maria, bunda Yesus, agar dia juga menjadi bunda kita orang beriman kepada Yesus Puteranya.
BORU NI RAJA HATOBAN "Tinjauan Filsafat Anthropologis atas Kaum Perempuan di dalam Budaya Batak Toba"
Simamora, Serpulus T
LOGOS Vol 1 No 1 (2002): Januari 2002
Publisher : UNIKA Santo Thomas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54367/logos.v1i1.211
One of many definitions offered to explain human existence is that humanbeing is a paradoxal being. By paradoxical being one intends that the veryexistence of human being is perceived in its seemingly contradictoryexpression without being contradiction. Human being is materialspiritual,individual-social, etc. This paradoxical nature constitutes humanexistence. It affects essentially his/her personality, religion, act, culture,etc. Social status of women in Toba Batak culture is placed in suchparadoxical situation too. In one hand, they are invoked as “Boru niRaja†(the honored daughter), but on the other hand, they are treated as“hatoban†(slaves). This article seeks to show critically the place of TobaBatak women in Toba Batak culture. Our purpose, therefore, is to presentthe social status of Toba Batak women inherited culturally fromancestors. By critically we mean that we seek to present fairly the socialstatus of women in both its negative side and positive one.
PROBLEMATIKA JATUH CINTA : Sebuah Tinjuan Filosofis
Gunawan, Leo Agung Srie
LOGOS Vol 15 No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : UNIKA Santo Thomas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54367/logos.v15i2.319
Falling in love is the most phenomenal event in the history of human being.Discussion of falling in love is never finished talking about it. When lovers arefalling in love, they long for a perfect happiness in their heart. The onlypossibility to achieve this happiness is that the lovers live together as amanifestation of the unity of love. This union that is lived by them is expectedto take place in eternity. In the experience of falling in love, a couple of humanbeing, as if, live “across this world†in which they are tasting the divine life intotal happiness, perfect unity, and eternal life. Actually, the total happiness isexperienced as a partial happiness. This has the effect that the perfect unity isonly a dream because the unity is experienced in its imperfection. Furthermore,the eternity of love is only a romantic love in changing continuously. It is theexperience bringing falling in love with its serious problems. However, thosewho fall in love are really human beings who are still in their limitations.
CINTA DAN KEBENARAN ALLAH: CAHAYA UNTUK MENERANGI KEHIDUPAN MANUSIA Uraian Teologis atas Pandangan Paus Fransiskus dalam Ensiklik Lumen Fidei, Bab II, “Jika Engkau Tidak Percaya, Maka Engkau Tidak Akan Mengertiâ€
Ara, Alfonsus
LOGOS Vol 15 No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : UNIKA Santo Thomas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54367/logos.v15i1.332
Dunia membutuhkan kebenaran agar bisa membangun kehidupan yang harmonis dan damai. Namun, kebenaran yang dipegang teguh oleh dunia adalah kebenaran yang subyektif, bukan kebenaran yang obyektif sebab kebenaran-kebenaran itu lahir dari pemikiran manusia. Dunia membutuhkan kebenaran yang obyektif, yaitu kebenaran yang bersumber dari Allah. Kebenaran Allah tidak sesat (tidak salah) sebab bersumber dari cinta-Nya. Cinta Allah adalah kebenaran dan kebenaran Allah adalah kebenaran cinta. Cinta Allah adalah kebenaran sebab dinyatakan dalam tindakan-Nya, yaitu setia memberikan isi cinta-Nya demi keselamatan manusia.
THE MYSTERY OF GOD IN EPH 1:3-14 (A Study of Paul’s Teaching on the Mystery)
Stanislaus, Surip
LOGOS Vol 2 No 1 (2003): Januari 2003
Publisher : UNIKA Santo Thomas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54367/logos.v2i1.349
Bagi Paulus, misteri erat kaitannya dengan rahasia karya penyelamatan Allah yang telah memilih dan mengangkat manusia menjadi putera-puteri-Nya. Rahasia kehendak Allah itu telah dinyatakan oleh dan dalam Kristus Yesus dengan wafat dan kebangkitan-Nya. Ef 1:3-14 melukiskan bahwa dalam Kristus, Allah telah memilih manusia sebelum dunia dijadikan; oleh Kristus, Allah telah mengangkat manusia menjadi anak-anak-Nya; sebab di dalam Kristus dan oleh darah-Nya, manusia beroleh penebusan, yakni pengampunan dosa. Semua itu terjadi sesuai dengan rencana yang dari semula telah ditetapkan Allah di dalam Kristus Yesus sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam-Nya segala sesuatu yang ada di surga dan di bumi. Di dalam Kristus Yesus itu pula kita yang percaya kepada-Nya dimeteraikan dengan Roh Kudus yang menjamin kita akan memperoleh penebusan dan menjadikan kita milik Allah.