cover
Contact Name
Tonni Limbong
Contact Email
tonni.budidarma@gmial.com
Phone
+6281267058001
Journal Mail Official
alexander_naununu@ust.ac.id
Editorial Address
Jl. Setiabudi No. 479 F Tanjungsari, Medan, Provinsi Sumatera Utara, 20132
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Logos
ISSN : 14125943     EISSN : 27767485     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Logos memuat artikel hasil penelitian tentang ilmu Filsafat dan Teologi yang dikaji secara empiris dan sesuai kaidah ilmiah sebagai refleksi kritis yang sistematis atas iman khususnya iman Katolik dengan fokus kajian Teologi, Filsafat, Kajian Sosial, Naluri dan Iman, Teknologi pada Teologi dan Filsafat, Pendidikan Agama dan kepercayaan tentang kebenaran pokok-pokok iman Katolik dalam terang wahyu Ilahi, yaitu tradisi dan Kitab Suci, selanjutnya mengenai pelaksanaan iman dalam hidup sehari-hari.
Articles 230 Documents
SEBUAH TANGGAPAN ATAS EMPAT DOKUMEN YANG DIKELUARKAN DAN DISAHKAN OLEH KONFERENSI WALI GEREJA INDONESIA TENTANG PEMBARUAN KARISMATIK KATOLIK INDONESIA Simanullang, Gonti
LOGOS Vol 10 No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v10i1.884

Abstract

The Indonesian bishops have issued four documents in which they state their pastoral responses to the Indonesian Catholic Charismatic Renewal (CCR). The 1993 Various Charisms, One Spirit, addressed to all Catholics of Indonesia, gives significant attention to CCR Service Committees at various levels and briefly the term ‘baptism in the Holy Spirit’. The 1995 The Renewal of Christian Lifewas a revision of the 1983 Pastoral Guidelines,is particularly addressed to Indonesian CCR and speaks of issues among which are ‘baptism in the Holy Spirit’, praying in tongues, and Service Committees. These 1993 and 1995 documents will be reviewed since they speak, although briefly, about the issue of ‘baptism in the Holy Spirit’. This article is a critical comment on the documents and recommends their  need for revision.
AGRESIVITAS DAN VIOLENSIA Simorangkir, Hieronymus
LOGOS Vol 1 No 1 (2002): Januari 2002
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v1i1.212

Abstract

There is a number of distinctions regarding the nature of aggression and itsfunction. Therefore it is necessary to elucidate clear differences between theactive engagement in gaining mastery over the environment for survival’ssake, and self defence with force when threatened, and enjoyment oftorturing, controlling, or killing without provocation or real need. Of theseexplanations it would elucidatively appear that aggression and violencediffer, but both interact one another.
PERKAWINAN DALAM KITAB SUCI PERJANJIAN BARU Stanislaus, Surip
LOGOS Vol 15 No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v15i2.320

Abstract

Kepada jemaat di Tesalonika Paulus menasihati agar umat Kristenmenghayati dan menghargai perkawinan dengan menjauhkan diri daripercabulan dan seks bebas (1Tes 4:3-8). Kepada jemaat di Korintus punia mengecam percabulan dan segala bentuk penyelewengan seksualkarena bertentangan dengan etika Kristen dan kekudusan perkawinan(1Kor 5-7). Dalam Surat-surat Pastoralnya ia juga melawan aliran sesatyang bertendensi anti perkawinan, emansipatif dan tidak menghargaianak-anak (1Tim 3:4; 5:14; Tit 2:4-5). Oleh karena itu, Paulus memberitata tertib dalam hidup berumah tangga yang mengatur hubungansuami-isteri dan orang tua-anak (Ef 5:22-6:4 bdk. 1Ptr 3:1-7). SedangkanYesus menegaskan bahwa hubungan suami-isteri yang telahdipersatukan oleh Allah itu tidak boleh diceraikan manusia (Mrk 10:2-12; Mat 19:3-12).
IMAN KRISTIANI KEPADA ALLAH YANG SATU Sugiyono, Paulus Bagus
LOGOS Vol 15 No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v15i1.334

Abstract

Penghayatan iman umat Kristiani begitu khas. Umat Kristiani percaya kepada Allah yang Satu. Untuk menjelaskan pernyataan ini, penulis menggunakan bahan bacaan berupa bagian buku tulisan Joseph Ratzinger (Paus Benediktus XVI) yang berjudul Prolegomena to the Subject of God. Berbicara mengenai Allah yang Satu dalam kepercayaan Kristiani, kita tentu tidak dapat melepaskan diri dari konsep yang khas, yakni Allah Tritunggal.
PEMBAPTISAN ADALAH PENGAKUAN DAN PEMAKLUMAN SEBAGAI MILIK KRITUS Mahulae, Kristinus C.
LOGOS Vol 2 No 1 (2003): Januari 2003
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v2i1.350

Abstract

In the primitives they believed that certain waters can be impregnated with the power of deity. The rites of purifications tended to assume the character of rites of consecration or initiation. A gentile was unclean, and so could be admitted into Jewish communions with a tebilah, a ritual bath of purification. In Qumran Community and Essenes the lustrations were effective for the cleansing of moral impurity. One of them was John the Baptist. The baptism of John was a bath of purification for the coming of the Reign of God. The first christians proclaimed the gospel with joyous certainty. The response to that good news was called for in terms of repentance, faith and baptism. Baptism is an overt, public act that expresses inward decision and intent, since it is performed in the open, and not in secret, it becomes by its nature a confession of faith. The name of the Lord is called over the baptized, therefore he dedicates himself to the Lord and he is appropriated for Him.
METAFISIKA MASA KINI: Suatu Ulasan atas Metafisika Herman Berger Snijders, Adelbert
LOGOS Vol 4 No 2 (2005): Juni 2005
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v4i2.395

Abstract

The metaphysics of Herman Berger (1924 - ) may be called Transcendental Thomism. Berger himself calls his metaphysics, Hermeneutics. The original text of the metaphysics of Thomas Aquinas is ambiguous. The intuition of Thomas is a metaphysics of being. The relation between beings and essence is a relation between act (of being) and potency. Being is prior to the essence. But in the beginning the metaphysics of Thomas seems to be a metaphysics of essences. The ground of uniqueness is not being but the essence. In the theory of representationism the startingpoint is a dualism of immanence and transendence. As long as the startingpoint is a kind of dualism, there is no way to know the correspondence between knowledge (immanent) and the reality outside (transcendent). The transcendental method asks “what kind of (pre)- knowledge makes me aware that my knowledge is finite”. That is only possible by the presence of an infinite knowledge. Our knowledge is at the same time infinite and finite, immanent and transcendent, divine and human. The first is pre-nowledge; complete but implicit, vague and needs to be expressed conceptually. The latter is explicit but never complete. Anexplicitation is true in so far it expresses the implicit knowledge. A concept is clear but never complete because it is universal, while reality is concrete and individual. The pre-knowledge is “as wide as all the reality”; it is the ground for judging whether an explanation is true or not. All beings have a vertical relation to Being because they are contingens. Every uniqueness is a gift. There are degrees of uniqueness and everything has its own individuality according to its being.
DOA Jalan Menuju Kontemplasi Situmorang, Sihol
LOGOS Vol 16 No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v16i1.353

Abstract

Doa temasuk bagian integral, pusat dan essensi setiap agama. Sebagai homo religiosus, manusia memiliki tradisi menyangkut pemahaman, penghayatan dan cara berdoa. Di balik aktivitas berdoa, manusia menyadari bahwa kehidupan di dunia ini tidak sepenuhnya berada dalam kontrolnya. Manusia tergantung kepada YANG LAIN, yang oleh Rudolf Otto disebut mysterium tremendum et fascinosum (Misteri yang menggetarkan dan sekaligus menawan). Dalam tradisi Kristen, doa berakar dalam Kitab Suci. Perjanjian Baru, khususnya Injil, menceritakan Yesus sebagai pendoa. Secara khusus dituliskan momen istimewa ketika Yesus berdoa. Ia memilih tempat yang sunyi dan berdoa sepanjang malam. Yesus juga mengkritisi isi dan cara berdoa. Ia mengajarkan doa Bapa Kami yang menjadi salah satu doa pokok Gereja. Relasi personal dengan Allah Bapa-Nya mendasari setiap doa Yesus. Dalam artikel ini dipaparkan beberapa unsur penting dalam doa, yakni apa itu berdoa, cobaan saat berdoa, waktu dan sikap doa, cara berdoa dan menjadi doa. Gagasan tersebut diramu dari pemikiran sejumlah mistikus Kristen awal dan pandangan Bapa-bapa Gereja.
INDAHNYA PANGGILAN TUHAN : Butir-butir Refleksi Surat Apostolik Paus Fransiskus dalam Tahun Hidup Bakti Situmorang, Sihol
LOGOS Vol 12 No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v12i2.863

Abstract

Tak bisa dipungkiri bahwa tarekat religius atau hidup bakti adalah harta yang tak tergantikan bagi Gereja. Kehadiran dan sumbangannya sungguh telah mewarnai dan menghiasi Gereja dan perutusannya sepanjang masa. Kaum religius laksana garda depan bagi karya misioner Gereja lewat karya pastoral, pendidikan, sosial maupun kesehatan. Kesadaran akan sumbangan besar kaum religius inilah kiranya yang mendorong pemimpin Gereja senantiasa memberi dukungan kepada hidup bakti dengan menerbitkan sejumlah dokumen penting, khususnya sejak Konsili Vatikan II. Gereja berharap bahwa kaum religus berbuah lebih subur lagi untuk memperlihatkan keindahan, kesuburan dan kesempurnaan Kerajaan Allah. Paus Fransiskus menetapkan tahun 2015sebagai Tahun Hidup Bakti sebagai suatu ajakan untuk semakin menghargai sumbangan karisma dan kesaksian kaum religius. Tahun ini menjadi momentum untuk bersyukur sekaligus kesempatan untuk berefleksi bagi tarekat hidup bakti secara khusus dan bagi seluruh Gereja secara umum.Dengan demikian tugas perutusan yang diterima dari Sang Misionaris Agung lebih berbuah lagi.
ECONOMIC TRINITY AND IMMANENT TRINITY Revisiting the Basic Axiom of Karl Rahner Janggat, Hilarius
LOGOS Vol 10 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v10i2.879

Abstract

Karl Rahner memberikan sumbangan besar bagi revitalisasi diskursus tentang Trinitas pada abad ke-20 hingga abad ini. Revitalisasi itu dipercik oleh aksioma dasarnya: “Trinitas ekonomik adalah Trinitas imanen, dan Trinitas imanen adalah Trinitas ekonomik”. Singkatnya, “Trinitas ekonomik adalah Trinitas imanen, dan sebaliknya”. Yang dimaksud  dengan Trinitas ekonomik ialah Trinitas yang mengkomunikasikan  dirinya dalam misi keselamatan Yesus Kristus dan dalam pengudusanRoh Kudus. Sedangkan Trinitas imanen ialah Trinitas di dalam dirinya sendiri yang absolut dan transenden, independen dari dunia ciptaan dan kebutuhannya. Pernyataan identitas Trinitas ekonomik (Bapa, Putra dan Roh Kudus) koresponden dengan Trinitas imanen. Itu berarti tidak ada dua Trinitas. Trinitas tetap satu. Penjaminnya ialah inkarnasi Putra Allah. Tanpa inkarnasi, kita tidak tahu apa-apa tentang Trinitas. Bagian pertama aksioma itu mengacu kepada Kristologi, sedangkan bagian kedua kepada Trinitas. Teologi modern lebih mempertahankan kesatuan antara Kristologi dan Trinitas. Itulah sebabnya kita tidak dapat mereduksikan Trinitas imanen kepada Trinitas ekonomik atau menghilangkan bagian kedua dari aksioma dasar itu. Kristologi dan Trinitas salingberhubungan, tidak terpisahkan.  
SIKAP JUJUR MENDASARI TANGGUNG JAWAB Nadeak, Largus
LOGOS Vol 17 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v17i1.1038

Abstract

“Tidak ada orang yang tidak membantah jika seorang dalam pusaran kasus”, demikian komentar Mahfud MD ketika dirut Asabri membantah bahwa tidak ada korupsi di Asuransi ini. Ungkapan Ibu guru bahasa Inggris saya juga meyakinkan bahwa orang Indonesia terbiasa berdalih. Pilihan berdalih merupakan tindakan tidak jujur dan berentetan dengan ketidaksediaan orang menghadapi dan menerima konsekuensi tindakan, atau tidak mau bertanggung jawab. Tulisan ini menjelaskan bahwa satu sikap yang sangat hakiki yang perlu dilatih dan dibiasakan agar orang bertanggung jawab adalah sikap jujur. Sikap ini tampak dalam pilihan menyatakan kenyataan yang sebenarnya sekaligus membentuk orang berintegritas, yaitu mewujudnyatakan apa yang dikatakan. Sikap ini akan mengoptimalkan kebaikan serta mengakui dan memperbaiki kesalahan. Tanggung jawab personal dijamin oleh keujuran personal yang memancar dari hati nurani yang kuat yang diterangi oleh sinar ilahi dalam iman. Kejujuran personal hendaknya ditopang oleh kolektivitas yang bermutu yang melindungi kebenaran. Kebersamaan jujur dan bertanggung jawab menjadi pelaku dan sekaligus kondisi agar terjadi kedamaian sejati dan kesejahteraan bersama (bonum commune). Kebersamaan beriman harus kuat menghayati pesan Allah, “Orang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi penghianat dirusak oleh kecurangannya” (Amsal 11, 3).

Page 8 of 23 | Total Record : 230