cover
Contact Name
Rahmat Sutedi
Contact Email
sutedirahmat91@gmail.com
Phone
+6285323102454
Journal Mail Official
edupena.found@gmail.com
Editorial Address
Pondok Hijau Indah Blok Viola No.3 – Bandung
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JURNAL EDUPENA
Published by Yayasan Edupena
ISSN : 27223428     EISSN : 2774891X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Edupena diterbitkan oleh sebuah Yayasan yang bernama EDUPENA dengan Akta Notaris No. 1 tanggal 07 Juli 2018 dan SK MENKUMHAM RI No. AHU-0009222.AH.01.04.Tahun 2018 dengan Alamat: Pondok Hijau Indah Blok Viola No.3 – Bandung. Jurnal ini berisi tulisan hasil sebuah penelitian dan kajian dalam bidang pendidikan yang belum pernah diterbitkan dalam media apapun. Artikel diperoleh dari penulis dengan latarbelakang berbagai bidang dan lembaga, seperti Guru, Kepala Sekolah, Pengawas, Dosen, dll.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 48 Documents
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN LISTRIK DINAMIS DENGAN MODEL INKUIRI TERBIMBING UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PRODUK Burhanuddin
Jurnal Edupena Vol. 1 No. 1 (2020): Volume 1, Nomor 1, Juni 2020
Publisher : Jurnal Edupena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran yang meliputi RPP, LKS, BAS, dan THB. Model pengembangan perangkat yang digunakan adalah model pengembangan 4-D yang direduksi menjadi 3-D (define, design, and develop) dengan menggunakan metode One Group Pretest and Posttest Design. Penelitian ini dilakukan pada kelas IX.C, IX.D dan IX.E materi listrik dinamis di SMPN 2 Peukan Baro. Pengumpulan data menggunakan tiga teknik yaitu tes, kuesioner dan observasi sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dianalisis serta diperoleh beberapa temuan yaitu: (1) Validitas meliputi: (a) Validasi RPP kategori cukup baik, BAS kategori cukup baik, LKS kategori cukup baik, THB umumnya valid, (b) Rata-rata keterbacaan BAS sebesar 77,17%, (c) Rata-rata tingkat kesulitan BAS sebesar 28,77%; (2) kepraktisan meliputi: (a) keterlaksanaan pembelajaran dengan kategori cukup baik, (b) kendala-kendala selama PBM. (3) keefektifan yang meliputi: (a) hasil melatihkan keterampilan proses sains dengan N(g) 0,76 untuk kelas IX.C; 0,72 untuk kelas IX.D dan 0,65 untuk kelas IX.E. (b) hasil belajar produk siswa dengan N(g) 0,75 untuk kelas IX.C; 0,74 untuk kelas IX.D dan 0,71 untuk kelas IX.E, (c) Respon siswa terhadap PBM adalah positif dan (d) Tingkat aktivitas siswa dikategorikan cukup baik. Berdasarkan hasi penelitian ini, disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran listrik dinamis dengan model inkuiri terbimbing layak diterapkan pada siswa SMP kelas IX untuk melatihkan keterampilan proses sains dan meningkatkan hasil belajar produk.
PENGGUNAAN MEDIA KANCING BERWARNA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA PADA MATERI OPERASI HITUNG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT Ami Roni Fahmy Ramdhany
Jurnal Edupena Vol. 1 No. 1 (2020): Volume 1, Nomor 1, Juni 2020
Publisher : Jurnal Edupena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran matematika dengan menggunakan media kancing berwarna dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan kognitif siswa setelah pembelajaran menggunakan media kancing berwarna pada materi Operasi Hitung Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat. Penelitian ini menggunanakan metode Penelitian Tinakan kelas Model Kemmis & Mc Taggart melalui dua siklus. Subjek penelitian sebanyak 24 orang siswa. Semua siswa tersebut adalah siswa kelas IV SD di salah satu sekolah dasar di kabupaten Bandung. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi pelaksanaan pembelajaran dan tes pada setiap akhir siklus. Berdasarkan hasil penelitian, peningkatan kemampuan kognitif siswa dibuktikan dengan indeks gain rata-rata skor kelas dari siklus I ke siklus II sebesar 0,70 dengan interpretasi sedang.
PENERAPAN METODE FIELD TRIP PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI BEBAS Dini Fajar Julita; Kamaludin Gumilar
Jurnal Edupena Vol. 1 No. 1 (2020): Volume 1, Nomor 1, Juni 2020
Publisher : Jurnal Edupena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap kemampuan menulis puisi bebas siswa melalui penerapan metode field trip. Tujuan tersebut didasari oleh permasalahan dimana siswa mengalami kesulitan dalam menuangkan ide ke dalam bentuk puisi bebas. Penelitian ini berupaya mengungkapkan proses pembelajaran dan peningkatan kemampuan menulis puisi bebas setelah penerapan metode field trip. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Telas, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan sebanyak dua siklus, Siklus I kegiatan menulis puisi bebas langsung dilakukan di lokasi field trip dengan perolehan nilai rerata siswa 65,7, dengan persentase ketuntasan belajar 59%. Berkaca pada proses pembelajaran pada siklus sebelumnya, kegiatan menulis puisi pada siklus II dilakukan di dalam kelas setelah pulang dari field trip. Perolehan nilai rerata siswa meningkat jadi 72,8 dengan persentase ketuntasan belajar 100%. Data tersebut menunjukkan penerapan metode field trip pada pembelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi bebas.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN LITERASI DAN NUMERASI DI SEKOLAH DASAR SESUAI FRAMEWORK ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM Julaeha
Jurnal Edupena Vol. 1 No. 2 (2020): Volume 1, Nomor 2, Desember 2020
Publisher : Jurnal Edupena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran merupakan interaksi yang terjadi antarsiswa, siswa dengan guru dan sumber belajar agar terjadi perubahan perilaku pada diri siswa dari berbagai aspek perilaku, baik sikap, pengetahuan, maupun keterampilan. Perubahan perilaku pada diri siswa dapat diketahui oleh guru melalui penilaian yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari pembelajaran. Penilaian dapat dilakukan oleh siapapun tergantung kebutuhannya, di antaranya oleh guru pada tingkat satuan pendidikan dan pemerintah pada tingkat nasional. Penilaian secara nasional telah lama dilaksanakan oleh pemerintah melalui Ujian Nasional (UN) dengan tujuan untuk menguji kompetensi siswa secara individual, baru mulai tahun 2021 ini pada setiap satuan pendidikan (SD, SMP, SMA/SMK) akan dilaksanakan asesmen nasional, yang terdiri atas Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Asesmen nasional dilakukan untuk mengevaluasi sistem, bukan untuk menguji siswa secara individual. Dengan kata lain, asesmen nasional ditujukan untuk memotret mutu setiap satuan pendidikan pada jenjang kelas V SD, VIII SMP, dan XI SMA/SMK, sehingga dapat dirumuskan tindak lanjut yang relevan oleh setiap pihak yang terlibat. Fokus AKM adalah kemampuan siswa yang dijadikan sampel terkait literasi dan numerasi yang merupakan kemampuan mendasar yang penting untuk hidup siswa. Hal ini mendasari bagaimana pembelajaran literasi dan numerasi dilaksanakan pada setiap jenjang pendidikan, termasuk SD agar relevan dengan kerangka kerja (framework) AKM. Peran kepala sekolah sangat dominan dalam mengelola pembelajaran literasi dan numerasi pada setiap jenjang kelas di SD sehingga dapat dilaksanakan sesuai dengan framework AKM.
GELIGA MEMBANGUN KELUARGA LITERAT DI GUGUS CIHANJUANG Lilis Sumarni
Jurnal Edupena Vol. 1 No. 2 (2020): Volume 1, Nomor 2, Desember 2020
Publisher : Jurnal Edupena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini merupakan hasil best practice yang bertujuan untuk mewujudkan keluarga literat di Gugus Cihanjuang Kabupaten Bandung Barat Jawa Barat melalui program Geliga yang mendukung Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Adapun tujuan penulisan best practice ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) pelaksanaan program Geliga untuk menunjang GLS dan meningkatkan kualitas pendidikan berbasis kemitraan sekolah; (2) peran serta keluarga dalam memperkuat program GLS; dan (3) dampak program Geliga terhadap peningkatan minat baca atau budaya literasi membaca peserta didik. Pelaksanaan program Geliga melibatkan seluruh warga Gugus Cihanjuang Kabupaten Bandung Barat beserta keluarga peserta didik yang berpartisipasi dalam program Geliga untuk mewujudkan keluarga literat di Gugus Cihanjuang. Geliga merupakan akronim dari Gerakan Literasi Keluarga yang merupakan bagian dari Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang berbasis keluarga dengan tahapan yang spesifik menggunakan strategi Jumara, Sawarna sarupa, Ngamprak, Malampah, dan Banar, meliputi: (1) Analisis kebutuhan dan sosialisasi program Geliga (perencanaan), (2) Implementasi program Geliga dengan tahapan Jumara, Sawarna sarupa, Ngamprak, Malampah, dan Banar (pelaksanaan) dengan melibatkan orang tua peserta didik dalam kegiatan membaca di rumah, mempresentasikan hasil bacaan, dan memberikan reward bagi peserta didik yang telah mencapai target yang telah ditetapkan dan (3) Evaluasi proses dan hasil program Geliga secara transparan melibatkan pengawas sekolah, guru, dan orang tua peserta didik (evaluasi). Hasil best practice menunjukkan ketercapaian program Geliga dalam menunjang GLS di Gugus Cihanjuang, peningkatan partisipasi orang tua peserta didik dalam pelaksanaan program GLS, dan peningkatan minat baca serta budaya literasi membaca peserta didik yang berdampak pada peningkatan prestasi peserta didik dan sekolah bina di Gugus Cihanjuang. Pengawas sekolah menyimpulkan bahwa program Geliga dapat mewujudkan keluarga literat yang berdampak pada tumbuhnya karakter peserta didik di sekolah bina Gugus Cihanjuang sebagai bagian dari visi kepengawasan sekolah.
PENERAPAN PENDEKATAN CONCRETE PICTORIAL ABSTRACT (CPA) UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG KELILING DAN LUAS DAERAH BANGUN DATAR PADA SISWA KELAS IV SDN 2 BINANGUN TAHUN AJARAN 2019/2020 Wisnu Hasan Kurniawan; Suhartono; Moh. Salimi
Jurnal Edupena Vol. 1 No. 2 (2020): Volume 1, Nomor 2, Desember 2020
Publisher : Jurnal Edupena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan langkah-langkah pendekatan CPA, (2) meningkatkan pembelajaran matematika, (3) mendeskripsikan kendala dan solusi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan tes. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan pendekatan CPA dilaksanakan dengan tiga langkah yaitu concrete, pictorial, dan abstract; (2) pendekatan CPA dapat meningkatkan pembelajaran matematika tentang bangun datar, terbukti dengan adanya peningkatan persentase ketuntasan siswa, yaitu pada siklus I= 87,71% dan meningkat pada siklus II= 88,09%; (3) kendala penelitian ini yaitu media tidak digunakan saat menjelaskan, siswa jarang bertanya, siswa pasif dalam kelompok, siswa tidak bekerja sama, siswa asyik bermain sendiri, siswa tidak memperhatikan arahan dari guru. Adapun solusinya yaitu penjelasan materi menggunakan media, guru memberikan kesempatan bertanya dan motivasi, siswa membagi tugas dalam kelompok, siswa bekerja sama dengan membagi tugas, guru memperagakan pengukuran di depan kelas, guru meningkatkan penguasaan pengelolaan kelas, siswa menirukan arahan guru dalam pemecahan masalah. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan pendekatan Concrete Pictorial Abstract (CPA) dapat meningkatkan pembelajaran matematika tentang keliling dan luas bangun datar pada siswa kelas IV SDN 2 Binangun tahun ajaran 2019/2020.
MANAJEMEN PELAKSANAAN TES DIAGNOSTIK AWAL DI SEKOLAH DASAR PASCA BELAJAR DARI RUMAH UNTUK MENGIDENTIFIKASI LEARNING LOSS Rina Komalawati
Jurnal Edupena Vol. 1 No. 2 (2020): Volume 1, Nomor 2, Desember 2020
Publisher : Jurnal Edupena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik secara holistik, meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pada masa Pandemi Covid-19, setiap satuan pendidikan dihimbau oleh pemerintah untuk melaksanakan Belajar dari Rumah (BDR) untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19 secara masif. Pelaksanaan BDR banyak menimbulkan polemik dan masalah dikarenakan berbagai kendala dalam pelaksanaannya, seperti berkurangnya waktu belajar, ketidaksiapan orang tua, sulitnya sinyal internet, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya. Kendala-kendala tersebut mengindikasikan bahwa pelaksanaan pembelajaran selama BDR berjalan secara tidak normal dibandingkan pembelajaran tatap muka pada umumnya. Ketidaknormalan pelaksanakan pembelajaran selama BDR diduga akan menyebabkan learning loss utamanya defisit kompetensi siswa yang tentunya akan berdampak buruk bagi siswa dan sistem pendidikan secara nasional jika tidak segera diatasi. Upaya awal untuk mengatasi bahaya learning loss adalah mengidentifikasi keberadaannya melalui penilaian diagnostik awal, di antaranya melalui tes untuk aspek pengetahuan. Tes diagnostik awal dilaksanakan untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan siswa dalam menguasai materi ajar tertentu pasca-BDR dan mengetahui penyebabnya agar dapat dirumuskan tindak lanjut berupa intervensi pembelajaran yang relevan dengan kekurangan siswa. Pelaksanaan tes diagnostik awal ini harus dikelola dengan baik oleh berbagai pihak terkait, terutama guru dan kepala sekolah sesuai dengan peran masing-masing. Guru berperan dalam mengembangkan soal tes diagnostik awal, sementara kepala sekolah memfasilitasi dan memonitor pelaksanaan tes diagnostik awal agar sesuai dengan tujuannya untuk mengatasi learning loss pasca-BDR.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PECAHAN PADA SISWA KELAS III SDN SEKECAMATAN KARANGSAMBUNG TAHUN AJARAN 2020/2021 Fildzah Kholishotul Azizah; Wahyudi; Moh. Salimi
Jurnal Edupena Vol. 2 No. 1 (2021): Volume 2, Nomor 1, Juni 2021
Publisher : Jurnal Edupena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui ada tidaknya hubungan positif efikasi diri dengan hasil belajar matematika materi pecahan pada siswa kelas III SDN se-Kecamatan Karangsambung tahun ajaran 2020/2021 dan (2) mengetahui besarnya sumbangan efikasi diri terhadap hasil belajar matematika materi pecahan pada siswa kelas III SDN se-Kecamatan Karangsambung tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasi. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 263 siswa di sepuluh SDN di Kecamatan Karangsambung. Analisis data menggunakan uji korelasi pearson product moment dengan taraf signifikansi 0,05 dan menggunakan sumbangan efektif. Uji prasyarat analisis menggunakan normalitas dan linieritas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara efikasi diri dan hasil belajar matematika materi pecahan dengan nilai r hitung (0,403) > r tabel (0,121). Efikasi diri memberikan sumbangan terhadap hasil belajar matematika sebesar 16,3%. Hasil penelitian ini telah sesuai dengan teori yang ada dan didukung pula dengan penelitian yang relevan.
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING MELALUI ZOOM MEETING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IV SDN CIMANDALA 01 Yayu Ikatati
Jurnal Edupena Vol. 2 No. 1 (2021): Volume 2, Nomor 1, Juni 2021
Publisher : Jurnal Edupena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi minimnya hasil belajar selama kegiatan pembelajaran daring di masa pandemi covid-19. Penelitian ini difokuskan pada upaya peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model discovery learning melalui pembelajran menggunakan zoom meeting. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas yang mengadaptasi model Kemmis dan Mc.Taggart dengan subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Cimandala 01 dengan jumlah 24 orang. Berdasarkan analisis terhadap hasil observasi selama penelitian, hasil belajar siswa menunjukan peningkatan yang signifikan, dibuktikan dengan peningkatan nilai rata-rata hasil belajar peserta didik dari siklus I sebesar 76, meningkat pada siklus II sebesar 88 dan pada siklus III sebesar 91. Selain itu, pencapaian persentase KKM mengalami peningkatan, pada siklus I sebesar 62,50%, meningkat pada siklus II menjadi 83,33% dan pada siklus III sebesar 95,83%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model discovery learning melalui zoom meeting dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran daring.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PENGOLAHAN DATA KELAS VI SD Ike Listiyowati
Jurnal Edupena Vol. 2 No. 1 (2021): Volume 2, Nomor 1, Juni 2021
Publisher : Jurnal Edupena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran matematika dengan metode pembelajaran pemecahan masalah cocok jika diterapkan pada siswa Sekolah Dasar kelas VI dengan materi pengolahan data bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian Pre- Experimental One – Group Pretest-Posttest Design. Dari hasil analisis nilai thitung dan nilai ttabel, disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima karena nilai thitung 17,390 > nilai ttabel1,721. Dengan kata lain terdapat pengaruh metode pembelajaran pemecahan masalah terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa untuk menyelesaikan soal pengolahan data dalam mata pelajaran matematika. Pretes didapatkan rata-rata kemampuan berpikir kreatif sebesar 62,12 dan postes sebesar 80,30. Maka penggunaan metode pembelajaran pemecahan masalah terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa untuk menyelesaikan soal pengolahan data dalam mata pelajaran matematika terjadi peningkatan sebesar 18,2%.Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan bahwa pemberian metode pembelajaran pemecahan masalah berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa untuk menyelesaikan soal pengolahan data dalam mata pelajaran matematika siswa kelas VI di Sekolah Dasar