cover
Contact Name
Rahmat Sutedi
Contact Email
sutedirahmat91@gmail.com
Phone
+6285323102454
Journal Mail Official
edupena.found@gmail.com
Editorial Address
Pondok Hijau Indah Blok Viola No.3 – Bandung
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JURNAL EDUPENA
Published by Yayasan Edupena
ISSN : 27223428     EISSN : 2774891X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Edupena diterbitkan oleh sebuah Yayasan yang bernama EDUPENA dengan Akta Notaris No. 1 tanggal 07 Juli 2018 dan SK MENKUMHAM RI No. AHU-0009222.AH.01.04.Tahun 2018 dengan Alamat: Pondok Hijau Indah Blok Viola No.3 – Bandung. Jurnal ini berisi tulisan hasil sebuah penelitian dan kajian dalam bidang pendidikan yang belum pernah diterbitkan dalam media apapun. Artikel diperoleh dari penulis dengan latarbelakang berbagai bidang dan lembaga, seperti Guru, Kepala Sekolah, Pengawas, Dosen, dll.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 48 Documents
PENERAPAN PENDEKATAN CONCRETE PICTORIAL ABSTRACT (CPA) UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG KELILING DAN LUAS DAERAH BANGUN DATAR PADA SISWA KELAS IV SDN 2 BINANGUN TAHUN AJARAN 2019/2020 HASAN KURNIAWAN, WISNU; SUHARTONO; SALIMI, MOH.
JURNAL EDUPENA Vol. 1 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : JURNAL EDUPENA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan langkah-langkah pendekatan CPA, (2) meningkatkan pembelajaran matematika, (3) mendeskripsikan kendala dan solusi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan tes. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan pendekatan CPA dilaksanakan dengan tiga langkah yaitu concrete, pictorial, dan abstract; (2) pendekatan CPA dapat meningkatkan pembelajaran matematika tentang bangun datar, terbukti dengan adanya peningkatan persentase ketuntasan siswa, yaitu pada siklus I= 87,71% dan meningkat pada siklus II= 88,09%; (3) kendala penelitian ini yaitu media tidak digunakan saat menjelaskan, siswa jarang bertanya, siswa pasif dalam kelompok, siswa tidak bekerja sama, siswa asyik bermain sendiri, siswa tidak memperhatikan arahan dari guru. Adapun solusinya yaitu penjelasan materi menggunakan media, guru memberikan kesempatan bertanya dan motivasi, siswa membagi tugas dalam kelompok, siswa bekerja sama dengan membagi tugas, guru memperagakan pengukuran di depan kelas, guru meningkatkan penguasaan pengelolaan kelas, siswa menirukan arahan guru dalam pemecahan masalah. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan pendekatan Concrete Pictorial Abstract (CPA) dapat meningkatkan pembelajaran matematika tentang keliling dan luas bangun datar pada siswa kelas IV SDN 2 Binangun tahun ajaran 2019/2020.
MANAJEMEN PELAKSANAAN TES DIAGNOSTIK AWAL DI SEKOLAH DASAR PASCA BELAJAR DARI RUMAH UNTUK MENGIDENTIFIKASI LEARNING LOSS KOMALAWATI, RINA
JURNAL EDUPENA Vol. 1 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : JURNAL EDUPENA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik secara holistik, meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pada masa Pandemi Covid-19, setiap satuan pendidikan dihimbau oleh pemerintah untuk melaksanakan Belajar dari Rumah (BDR) untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19 secara masif. Pelaksanaan BDR banyak menimbulkan polemik dan masalah dikarenakan berbagai kendala dalam pelaksanaannya, seperti berkurangnya waktu belajar, ketidaksiapan orang tua, sulitnya sinyal internet, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya. Kendala-kendala tersebut mengindikasikan bahwa pelaksanaan pembelajaran selama BDR berjalan secara tidak normal dibandingkan pembelajaran tatap muka pada umumnya. Ketidaknormalan pelaksanakan pembelajaran selama BDR diduga akan menyebabkan learning loss utamanya defisit kompetensi siswa yang tentunya akan berdampak buruk bagi siswa dan sistem pendidikan secara nasional jika tidak segera diatasi. Upaya awal untuk mengatasi bahaya learning loss adalah mengidentifikasi keberadaannya melalui penilaian diagnostik awal, di antaranya melalui tes untuk aspek pengetahuan. Tes diagnostik awal dilaksanakan untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan siswa dalam menguasai materi ajar tertentu pasca-BDR dan mengetahui penyebabnya agar dapat dirumuskan tindak lanjut berupa intervensi pembelajaran yang relevan dengan kekurangan siswa. Pelaksanaan tes diagnostik awal ini harus dikelola dengan baik oleh berbagai pihak terkait, terutama guru dan kepala sekolah sesuai dengan peran masing-masing. Guru berperan dalam mengembangkan soal tes diagnostik awal, sementara kepala sekolah memfasilitasi dan memonitor pelaksanaan tes diagnostik awal agar sesuai dengan tujuannya untuk mengatasi learning loss pasca-BDR.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PECAHAN PADA SISWA KELAS III SDN SEKECAMATAN KARANGSAMBUNG TAHUN AJARAN 2020/2021 Fildzah Kholishotul Azizah; Wahyudi; Moh. Salimi
JURNAL EDUPENA Vol. 2 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : JURNAL EDUPENA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui ada tidaknya hubungan positif efikasi diri dengan hasil belajar matematika materi pecahan pada siswa kelas III SDN se-Kecamatan Karangsambung tahun ajaran 2020/2021 dan (2) mengetahui besarnya sumbangan efikasi diri terhadap hasil belajar matematika materi pecahan pada siswa kelas III SDN se-Kecamatan Karangsambung tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasi. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 263 siswa di sepuluh SDN di Kecamatan Karangsambung. Analisis data menggunakan uji korelasi pearson product moment dengan taraf signifikansi 0,05 dan menggunakan sumbangan efektif. Uji prasyarat analisis menggunakan normalitas dan linieritas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara efikasi diri dan hasil belajar matematika materi pecahan dengan nilai r hitung (0,403) > r tabel (0,121). Efikasi diri memberikan sumbangan terhadap hasil belajar matematika sebesar 16,3%. Hasil penelitian ini telah sesuai dengan teori yang ada dan didukung pula dengan penelitian yang relevan.
PENGARUH PENDEKATAN PROBLEM POSING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS Usep Soepudin; Tri Ajrun Mata Unli
Jurnal Edupena Vol. 2 No. 2 (2021): Volume 2, Nomor 2, Desember 2021
Publisher : Jurnal Edupena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan problem posing terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini dilakukan di SDN Cibogo pada tahun ajaran 2020/2021 dengan sampel penelitian siswa kelas V A sebanyak 21 orang dan siswa kelas V B sebanyak 21 orang. Metode penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan perhitungan N-gain untuk mengukur peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa, (uji-t) untuk mengetahui pengaruh penggunakan pendekatan problem posing terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa dan uji besar pengaruh (effect size) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pendekatan problem posing terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis dengan rata-rata N-gain pada kelas eksperimen diperoleh hasil sebesar 0,76 dengan kriteria “tinggi” dan rata-rata N-gain pada control diperoleh hasil sebesar 0,45 dengan kriteria “sedang” (2) adanya pengaruh penggunaan pendekatan problem posing terhadap kemampuan berpikir kritis matematis dengan hasil uji besar pengaruh (effect size) diperoleh d yaitu 1,93 dengan interpretasi “besar”. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh penggunaan pendekatan problem posing terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa Sekolah Dasar.
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA DI KELAS IX C Neli Dasweli
Jurnal Edupena Vol. 2 No. 2 (2021): Volume 2, Nomor 2, Desember 2021
Publisher : Jurnal Edupena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan pemahaman siswa dengan menggunakan model cooperative learning tipe Think Pair Share (TPS) tentang teks interaksi transaksional di kelas IX C SMP Negeri 9 Tasikmalaya semester 1 tahun pelajaran 2019/2020. Metode penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan empat langkah kegiatan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas kelas IX C SMP Negeri 9 Tasikmalaya tahun pelajaran 2019/2020. Adapun cara pengambilan data tersebut adalah melalui kegiatan yaitu studi dokumentasi, data hasil observasi, dan data hasil belajar. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini diolah dan dianalisa sehingga dapat dinterpretasikan dan digunakan untuk pembahasan hasil penelitian. Analisis data yang dilakukan antara lain analisis hasil evaluasi belajar siswa dan analisis hasil observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris pada materi teks interaksi transaksional dengan menggunakan model cooperative learning tipe Think Pair Share (TPS) berhasil memenuhi target KKM yaitu 75. Dengan demikian menunjukkan bahwa model cooperative learning tipe Think Pair Share (TPS) mempunyai dampak yang positif dan mampu meningkatkan hasil belajar siswa.
PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA PEMBELAJARAN DARING SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR Kamaludin Gumilar
JURNAL EDUPENA Vol. 2 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : JURNAL EDUPENA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi minimnya hasil belajar matematika pada kegiatan pembelajaran daring di masa pandemi covid-19. Penelitian ini difokuskan pada upaya peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model contextual teaching and learning (CTL) pada pembelajaran daring. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas yang mengadaptasi model Kemmis dan Mc.Taggart dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas VI SDN Utama 6 dengan jumlah 33 orang siswa. Berdasarkan analisis terhadap hasil observasi selama penelitian, hasil belajar siswa menunjukan peningkatan yang signifikan, dibuktikan dengan peningkatan nilai rata-rata dari pra siklus 46,5 meningkat menjadi 69,7 pada siklus I, kemudian meningkat menjadi 78,3 pada siklus II. Selain itu, persentase ketuntasan belajar klasikal pada pra-siklus berada pada titik 51,5 %, meningkat menjadi 72,7 % pada siklus I, lalu mengalami peningkatan kembali menjadi 87,9 % pada siklus II. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model contextual teaching and learning (CTL) dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa selama kegiatan pembelajaran daring.
ANALISIS KESALAHAN EJAAN DALAM KARANGAN SISWA KELAS IV SDN 4 KUTOSARI TAHUN AJARAN 2020/2021 Febriyanti Umi Khabibah; Suhartono; Rokhmaniyah
JURNAL EDUPENA Vol. 2 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : JURNAL EDUPENA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi berkaitan dengan keterampilan berbahasa, salah satunya menulis. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa hasil pembelajaran manulis masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran kaidah ejaan, kesalahan ejaan dalam karangan, dan alasan terjadi kesalahan ejaan dalam karangan siswa kelas IV. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian ini yaitu pembelajaran kaidah ejaan di kelas IV dengan menyelipkannya dalam materi tertentu yang ada hubungannya dengan kebahasaan. Kesalahan ejaan dalam karangan siswa yaitu pemakaian huruf (vokal, konsonan, diftong, kapital, miring, dan tebal), penulisan kata (dasar, berimbuhan, bentuk ulang, gabungan kata, kata depan, kata partikel, singkatan dan akronim, angka dan bilangan, serta kata ganti), pemakaian tanda baca (titik, koma, titik dua, tanda hubung, tanda pisah, tanda tanya, tanda seru, dan tanda petik, dan penulisan unsur serapan mengenai penulisan unsur asing yang penulisan dan pengucapannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Alasan terjadinya kesalahan ejaan yaitu faktor internal dan eksternal.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA BIDANG KAJIAN BILANGAN DI SEKOLAH DASAR BERBASIS MICRO LEARNING Sandi Budi Iriawan; Andhin Dyas Fitriani; Rosiana Muvlifa; Babang Robandi; Pupun Nuryani; Dina Mayadiana; Nana Djumhana; Asep Saepudin; Aprilia Eki Saputri
Jurnal Edupena Vol. 3 No. 1 (2022): Volume 3, Nomor 1, Juni 2022
Publisher : Jurnal Edupena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

“Matematika merupakan salah satu mata pelajaran di Sekolah Dasar (SD) dengan bidang kajian yang abstrak serta selalu menjadi topik pembicaraan sistem pendidikan secara nasional, terlebih di masa pandemi Covid-19 yang mana pembelajaran pada umumnya dilaksanakan dari rumah (BDR) menggunakan bahan ajar cetak dengan fokus terhadap materi-materi matematika yang esensial, termasuk untuk bidang kajian Bilangan. Bilangan merupakan salah satu bidang kajian pada mata pelajaran Matematika SD yang paling banyak dibelajarkan pada jenjang SD dan menjadi prasyarat untuk bidang kajian lainnya seperti Aljabar, Geometri, Pengukuran, dan Analisis Data. Bahan ajar cetak untuk muatan mata pelajaran Matematika yang digunakan selama BDR, baik yang dikembangkan oleh guru maupun oleh Kemdikbud dalam bentuk buku siswa atau buku teks cenderung dikemas tidak variatif memuat unsur teks, audio, visual, animasi, infografis, dan unsur lainnya serta memuat materi yang padat dengan jumlah halaman yang relatif banyak untuk dipelajari oleh siswa dengan durasi yang relatif lama. Bahan ajar cetak yang dikemas monoton tersebut menimbulkan kejemuan dan kelelahan bagi siswa, khususnya pada jenjang SD yang pada umumnya tidak mampu bertahan lama untuk belajar, membaca, dan menyimak penjelasan guru yang monoton dan tidak variatif. Bahan ajar untuk muatan mata pelajaran Matematika khususnya pada bidang kajian Bilangan pada jenjang SD perlu dikembangkan dan dikemas secara digital sesuai dengan kebutuhan belajar siswa saat ini dengan pendekatan micro learning agar tidak menjemukan siswa dalam mempelajarinya, memuat berbagai unsur (teks, audio, video, animasi, dan infografis), memuat materi yang penting saja dalam beberapa halaman, memungkinkan dipelajari siswa dalam durasi waktu yang relatif tidak terlalu lama (sekitar paling lama 5 menit), dan memungkinkan dipelajari siswa kapan saja dan dimana saja. Penelitian yang sedang dilakukan ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar Matematika pada bidang kajian Bilangan di SD berbasis micro learning. Hasil penelitian berupa draft bahan ajar Matematika pada bidang kajian Bilangan di SD berbasis micro learning yang terdiri atas: (1) satu set GBPM; (2) satu set naskah; (3) satu set bahan ajar, (4) 10 set infografis, (5) 10 set ppt, (6) 10 set audio podcast, (7) 10 set video eksplainer, dan (8) 10 set motion graphics (video animasi). Draft bahan ajar yang dihasilkan digunakan dalam pembelajaran di SD dan direfleksi, sehingga diperoleh produk berupa bahan ajar final pada mata pelajaran Matematika bidang kajian Bilangan di SD berbasis micro learning”.
MEWUJUDKAN SDN CURUG 02 MERDEKA MELALUI KEMITRAAN SEKOLAH DENGAN STRATEGI SALAM Endang Wahyudi
Jurnal Edupena Vol. 1 No. 1 (2020): Volume 1, Nomor 1, Juni 2020
Publisher : Jurnal Edupena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Best practice ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kualitas sarana dan prasarana sekolah yang disebabkan oleh kesadaran warga sekolah dalam membangun sekolah. Best practice ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil dari pengimplementasian strategi SALAM (Sadarkan, Alami, Lakukan, Awasi, dan Maksimalkan) dalam rangka mencapai visi sekolah MERDEKA (Mandiri, Edukatif, Religius, Empati, Kompetitif, dan Amanah) di SDN Curug 02 Kota Depok Jawa Barat melalui beberapa bentuk kegiatan kemitraan Tri Sentra Pendidikan. Penelitian terhadap best practice ini menggunakan instrumen berupa Lembar Analisis Kebutuhan Sekolah dan Lembar Penilaian Kualitas Sarana dan Prasarana Sekolah. Dari penelitian ini, didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa adanya peningkatan kesadaran warga sekolah, kelengkapan sarana dan prasarana sekolah, peningkatkan prestasi sekolah dalam bidang akademik maupun non akademik sehingga pada saat ini sekolah telah mendapatkan kriteria baik.
PEMBELAJARAN AMORA BERBASIS SISTEM AMONG KI HADJAR DEWANTARA DI SEKOLAH DASAR PADA ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Sandi Budi Iriawan
Jurnal Edupena Vol. 1 No. 1 (2020): Volume 1, Nomor 1, Juni 2020
Publisher : Jurnal Edupena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini merupakan hasil kajian tentang pembelajaran di sekolah dasar (SD) yang relevan pada Era Revolusi Industri 4.0, era dimana TIK mengambil alih peran setiap aspek pada tatanan kehidupan. Realita ini harus disikapi dengan bijaksana melalui pemanfaatan TIK secara cerdas untuk kepentingan pendidikan sehingga tidak tenggelam dalam arus transformasi masif dan proses pendidikan tetap relevan dengan hakikat pendidikan nasional. Pembelajaran Amora yang berbasis Sistem Among Ki Hadjar Dewantara merupakan sebuah model pembelajaran yang relevan dengan hakikat pendidikan nasional dan berlandaskan cinta kasih dengan mencari tahu kebutuhan peserta didik, memberikan sesuatu yang sesuai kebutuhan, memandirikan, dan memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi hidup peserta didik melalui proses pembelajaran yang memerdekakan. Langkah pembelajaran spesifik pada model pembelajaran Amora terdiri dari: rekontekstualisasi, repersonalisasi, redepersonalisasi, redekontekstualisasi, dan kontekstualisasi berlandaskan pada prinsip Panca Darma Sistem Among Ki Hadjar Dewantara sebagai dasar pelaksanaan proses pendidikan dengan mengintegrasikan TIK sebagai bentuk transformasi cara belajar pada Era Revolusi Industri 4.0.