cover
Contact Name
I Made Gami Sandi Untara
Contact Email
gamisandi@gmail.com
Phone
+62362-21289
Journal Mail Official
gamisandi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pulau Menjangan No 27, Banyuning, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng – Bali 81119
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Vidya Darśan : Jurnal Mahasiswa Filsafat Hindu
ISSN : -     EISSN : 27155447     DOI : -
Vidya Darśan: Jurnal Mahasiswa Filsafat Hindu merupakan jurnal ilmiah yang fokus publikasi ilmiahnya pada bidang ilmu Filsafat. Segala pemikiran ilmiah dalam jurnal diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya bidang ilmu Filsafat dan Filsafat Hindu. Jurnal Vidya Darśan terbit setahun dua kali yakni edisi Mei dan November. Dikelola dan dikembangkan oleh Program Studi Filsafat Hindu STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja.
Articles 92 Documents
Ketuhanan Dalam Siwa Siddhanta Luh Kartika Dewi; Ni Putu Sinta Oktaviani; Putu Eka Arsadi
Vidya Darsan: Jurnal Mahasiswa Filsafat Hindu Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/vidyadarsan.v2i1.888

Abstract

The journal entitled Deity in Siwa Siddhanta was chosen based on the author's idea, this journal is organized based on various understandings. This journal focuses on Shiva Siddhanta. Saiva Siddhanta is an understanding which contains the teachings of Lord Siva. In this journal, we review how the history of the development of Shiva Siddhanta from India to Indonesia, what are the sources of Shiva Siddhanta's teachings and how the application of Shiva Siddhanta in Bali. The author takes this title so that those who read this journal can understand the essence of the Divinity journal in Shiva Siddhanta. Hinduism in the archipelago or Hinduism in Bali is characterized by the Shiva Siddhanta sect. Although the teachings or sect of Siwa Siddhanta originated from India, in Bali, Siwa Siddhanta has united with the existing culture in the archipelago.
KONSEP KETUHANAN MENURUT PRESPEKTIF SAMKYA DARSANA Astu Arya Putra; Kadek Yuli Wahyu Astini
Vidya Darsan: Jurnal Mahasiswa Filsafat Hindu Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/vidyadarsan.v1i2.595

Abstract

Philosophy is a rational aspect of religion and is an integral part of religion. Hinduism has a view called Darsana. Darśana is a part of Hindu writing which requires sharpness of intelligence, reasoning, and feeling, because the main problem discussed is the essence of the whole Vedic understanding in philosophy. The Hindu philosophy has a very noble, noble, unique and systematic value. Where Hindu philosophy has six views called Sad Darsana. In general, every Sad Darsana discusses the main teachings of Hinduism starting from the concept of God, cosmology, soul / spirit and so forth. In this article we will discuss the concept of God from the perspective of Samkhya Darsana. Samkhya Darsana is one part of the Sad Darsana. Seeking knowledge through true Samkhya Darsana, in the Samkhya philosophy outlines three methods, namely: Pratyaksa pramana or direct observation; Anumana pramana (inference); Apta Vakya. Therefore, in the concept of God, Samkhya believes in two elements namely Purusa and Prakerti, both elements are believed to be the origin of the creation of the universe and its contents.
Tujuan Hidup Manusia Menurut Advaita Vedanta Dan Pengaruh Era Globalisasi Kadek Widiastuti
Vidya Darsan: Jurnal Mahasiswa Filsafat Hindu Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/vidyadarsan.v3i1.2556

Abstract

Manusia adalah makluk berpikir (homo sapiens), kemampuan berpikir tersebut yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya dan mengangkat derajat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna di alam semesta. Kemampuan berpikirnya manusia dapat menolong dirinya sendiri dari beban hidup. Manusia dari generasi ke generasi pikirannya berkembang sehingga dapat mempermudahnya dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Darsana sebagai sistem filsafat yang berarti pandangan terhadap sesuatu memiliki 6 aliran, salah satunya adalah Vedanta Darsana. Vedanta atau Uttara Mimamsa merupakan puncak filsafat berdasarkan ajaran Upanisad, salah satu dari tiga aliran Vedanta adalah Advaita Vedanta. Tujuan hidup menurut Advaita Vedanta penting untuk dipahami oleh umat Hindu agar memiliki pedoman atau petunjuk arah dalam menjalani kehidupan. Era Globalisasi seperti saat ini bukan hanya berdampak positif, namun membawa dampak negatif pula bagi kehidupan manusia terutama dalam hal menetukan tujuan Hidup.
Kedudukan Perempuan Dalam Kisah Mahabharata (Studi Terhadap Nilai-Nilai Feminisme Dalam Penokohan Dewi Drupadi) Ni Putu Ida Sulistia; Untung Suhardi
Vidya Darsan: Jurnal Mahasiswa Filsafat Hindu Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/vidyadarsan.v3i1.2546

Abstract

This study discusses the values of feminism within the characterization Goddess Draupadi. The research is research study a text by a method of literature available. In analyzing the problem of used the concept of the women , Mahabharata , the value of feminism and the goddess Drupadi characterization using a technique and interpretation. This study tries to answer feminine values the goddess Drupadi in Mahabrata. Drupadi born from a fire ceremony and to become a tributary of the king Drupada. Drupadi married to Pandawa who won a competition. Suffering drupadi also began when she married into five men at once was humiliated and sent to the palace. Due to the game of craps, Drupadi also be a victim of a bet by her husband. For revenge and justice for what has done the Kurawa, Drupadi make war upon insult Kurawa done. The feminine values indicated in characterization Drupadi is sacrifice women, allegiance to the husband and gender equality. In addition, the role of equality and social shown Drupadi among other women as the mother, women as managers of religion and women in community life. While the women in general in Mahabrata namely women as a symbol of glory, the successor of ancestral tradition of esteem and honor women. Feminine values that are in the goddess Drupadi penokohan is a good thing for role models all women in the now due to the existence and the women equivalent in community life
Pemahaman Konsep Tattwa Dengan Ketrampilan Filsafat Agama Pembelajaran Komperatif Mahasiswa Semester 3 STAHN Mpu Kuturan Singaraja Gede Palistayana
Vidya Darsan: Jurnal Mahasiswa Filsafat Hindu Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/vidyadarsan.v3i1.2552

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan pemahaman konsep tattwa dalam mata pelajaran agama Hindu mahasiswa semester III STAHN MPU KUTURAN SINGARAJA dan pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kreativitas ketrampilan filsafat agama mata tattwa mahasiswa STAH N MPU KUTURAN SINGARAJA. Dari observasi maka dalam refleksi ditetapkan bahwa tindakan yang digunakan untuk bekerja sama dalam kelompok telah mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang konsep tattwa dengan materi Filsafat Agama.
Mencapai Keseimbangan Diri Melalui Pengendalian Diri Menurut Ajaran Lontar Wrhaspati Tattwa Kadek Yuli Wahyu Astini
Vidya Darsan: Jurnal Mahasiswa Filsafat Hindu Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/vidyadarsan.v3i1.2547

Abstract

Tuhan merupakan aspek yang esensial pada setiap agama. Dalam setiap agama memiliki pandangan dan konsep yang berbeda tetapi agama memiliki kesamaan yang bertujuan untuk mengatur kehidupan manusia. Setiap agama berusaha untuk membuat setiap manusia agar terhubung dengan tuhan Tuhan. Dengan berbagai cara yang diajarkan agama untuk dapat terhubung dengan Tuhan itu sendiri. Melaui berbagai pendekatan terhadap wahyu atau Kitab Suci. Salah satu Lontar yang sangat terkenal di Bali yang dijadikan pedoman dasar dalam agama Hindu untuk menghubungkan diri kepada Tuhan yaitu Lontar Wrhaspati Tattwa. Lontar Wrhaspati Tattwa adalah sebuah susastra Hindu yang didalamnya terdapat ajaran kebenaran atau hakekat kebenaran dharma melalui dialog antara Bhagawan Wrhaspati dengan Iswara (Tuhan). Menurut Lontar Wrhaspati Tattwa terdapat beberapa jalan agar setiap manusia mampu terhubung dengan Tuhan, salah satunya melalui Yoga yang disebut dengan Sadangayoga. Jika seorang yogi yang melakukan Sadangayoga ini secara teratur dan didasari oleh Dasasila, maka ia akan terhubung dengan Tuhan. Bukan hanya itu, seseorang juga mampu mengendalikan dan menjauhkan diri dan pikirannya dari sifat Awidya sehingga akan tercapainya keseimbangan diri. Melalui keseimbangan diri seseorang akan merasakan sebuah kebahagiaan, kebebasan dan kesejahteraan pada kehidupan yang ia jalani.
Implementasi Ajaran Catur Purusa Artha Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Ni Wayan Yuni Astuti; Ayu Aprianti
Vidya Darsan: Jurnal Mahasiswa Filsafat Hindu Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/vidyadarsan.v3i1.2553

Abstract

Tujuan tulisan ini adalah Untuk mengetahui Upaya yang dapat dilakukan untuk menanamkan nilai Catur Purusa Artha untuk membentuk karakter peserta didik. Tulisan naskah ini menggunakan metode kualitatif. Jenis data primer dengan cara wawancara berstruktur yang bersifat terarah, mengajukan daftar pertanyaan sesuai masalah, tetapi peneliti sebelum wawancara membuat catatan pertanyaan sesuai dengan masalah. Sumber data skunder didapat dengan kepustakaan, dari berbagai kitab suci Hindu, karya sastra buku tentang ekonomi serta artikel lain. Dari hasil pembahasan menunjukkan bahwa: Upaya yang dapat dilakukan untuk menanamkan nilai Catur Purusa Artha untuk membentuk karakter peserta didik adalah meliputi; (1) Dharma, Dharma adalah tujuan hidup umat Hindu yang pertama. Dalam hal ini umat Hindu harus melaksanakan semua kegiatannya dengan landasan ajaran agama yakni kebenaran, kesetiaan, kejujuran dan hukum. (2) Artha, Artha adalah tujuan hidup umat Hindu yang kedua. Maksudnya adalah bahwa umat Hindu boleh saja mempunyai tujuan untuk mengumpulkan atau mencari Artha dalam pengertiannya sebagai harta benda, kekayaan, uang dan benda-benda lainnya (3) Kama, Kama adalah tujuan hidup umat Hindu yang ketiga. Kama adalah hakekat kepuasan rohani dan jasmani. Kama dapat pula berarti nafsu atau keinginan yang dapat memberikan kepuasan baik kepuasan jasmani, kepuasan nafsu maupun kepuasan rohani yang semuanya merupakan hakekat yang dibutuhkan oleh manusia (4) Moksa, Moksa merupakan tujuan hidup yang ke empat umat Hindu. Dalam Agama Hindu Moksa merupakan tujuan yang tertinggi. Moksa adalah juga hakekat yang paling tinggi dan mulia. Ia merupakan sommum bonum dalam tata filsafat Hindu yang berhasil atau tidaknya akan tergantung pula pada tepatnya pengalaman Dharma
Urgensi Ajaran Tattwa Dalam Prgram Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar I Nyoman Pancaria
Vidya Darsan: Jurnal Mahasiswa Filsafat Hindu Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/vidyadarsan.v3i1.2548

Abstract

Tattwa merupakan salah satu bagian penting dari tri kerangka dasar agama Hindu. Tattwa dalam agama hindu adalah inti sari dari agama hindu yang memuat tentang kebenaran secara nyata (skala) dan tidak nyata (niskala) mengenai Tuhan dan segala ciptaannya. Pembahasan pada jurnal ini bertujuan untuk membuka wawasan pembaca mengenai pentingnya mempelajari Tattwa di perguruan tinggi. Pada program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar pembelajaran tentang ajaran tattwa dipandang kurang relevan, karena banyaknya dasar pemikiran bahwa di sekolah dasar tidak ada mata pelajaran tattwa. Namun, yang menjadi urgensi ajaran tattwa dalam program studi PGSD adalah pengetahuan dan wawasan pendidik tentang pendidikan agama, pemahaman pendidik mengenai filsafat Agama Hindu, serta penerapan moral seorang guru, sehingga dapat menjadi seseorang yang patut digugu dan ditiru. Urgensi ajaran tattwa dalam Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar ini ditulis berdasarkan pemikiran pribadi penulis serta beberapa literasi mengenai ajaran tattwa dan prospek ke depan dari seorang calon guru di sekolah dasar. Karena dirasa ajaran tattwa dalam agama Hindu ini cukup penting untuk bekal para calon pendidik nantinya, tidak hanya calon pendidik Agama Hindu, tetapi juga pendidik di luar fokus agama hindu murni.
Pengamalan Ajaran Tattwa Melalui Penerapan Tri Kaya Parisudha I Komang Romi Agustina
Vidya Darsan: Jurnal Mahasiswa Filsafat Hindu Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/vidyadarsan.v3i1.2554

Abstract

Penulisan jurnal penelitian ini adalah dirancang untuk mengetahui pengamalan ajaran tattwa melalui penerapa Tri Kaya Parisudha oleh umat Hindu terutama umat hindu di Bali. Metode penelitian yang digunakan pada penulisan jurnal ini adalah metode kualitatif deskriptif. dimana dalam hal ini setting kondisi dan situasi sebagai data langsung menggunakan pendekatan fenomenologis. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwasanya untuk bisa menerapkan ajaran tattwa dengan baik di kehidupan sehari-hari haruslah didasari dengan sikap prilaku manusia yang baik dimana dalam agama hindu disebut Tri Kaya Parisudha atau Tiga prilaku manusia yang disucikan mencakup manacika, wacika, kayika. Namun pada penulisan jurnal ini akan lebih cenderung ke arah penerapan ajaran tatwa dimana tatwa merupakan sebuah filosofi kebenaran, kita mempercayai bahwa dengan memiliki dan menerapkan ketiga prilaku yang disucikan (Tri Kaya Parisudha) tersebut pengamalan ajaran tatwa akan sangat mudah untuk dilakukan. Di Bali sendiri bagi umat hindu Tri Kaya Parisudha dianggap sebagai sebuah dasar dalam setiap pelaksanaan kegiatan mulai dari kegiatan sehari-hari hingga upacara keagamaan.
Vaisudhaiva Kutumbakam, Humanisme dan Harmoni Sosial (Telaah Filsafat Kemanusiaan Agama Hindu sebagai Kompendium Mengkonstruksi Tatanan Masyarakat yang Konformis) Ketut Agus Nova
Vidya Darsan: Jurnal Mahasiswa Filsafat Hindu Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/vidyadarsan.v3i1.2550

Abstract

Konteks kehidupan individu dan ekspresi untuk hidup bersama dalam ruang masyarakat, dihadapkan pada sebuah tantangan inhern. Tantangan inhern tersebut adalah kompleksitas latar belakang tiap anggota masyarakat. Kompleksitas tersebut meliputi perbedaan latar belakang suku, agama, ras dan antar golongan. Semakin majemuk suatu masyarakat, maka semakin besar potensi terjadinya konflik horizontal. Terjadinya konflik sosial (horizontal), tidak bisa dilepaskan dari hakikat individu sebagai homo conflictus. Dibutuhkan sebuah formula yang dapat dipergunakan sebagai “katup” berbasis agama Hindu untuk menjaga harmoni sosial. Tesis yang dapat dipergunakan sebagai horizon untuk melihat realitas sosial, khususnya menginternalisasikan aspek humanisme dalam setiap individu didalam menjaga sistem sosial agar terhindar dari dampak konflik adalah konsepsi vaisudhaiva kutumbakam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplanasi bahwa ada konstruksi berpikir filosofis mengenai kemanusiaan dalam agama Hindu yang dapat diinternalisasikan dalam menjaga struktur dan sistem sosial agar tetap harmoni. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif-eksploratif. Tahapan dalam penelitian ini dimulai dengan proses pengumpulan data, interpretasi data dan penarikan konklusi. Vaisudhaiva kutumbakam sebagai sebuah ajaran filsafat kemanusiaan, memberikan suatu horizon dan stimulasi dalam membangun tatanan masyarakat yang stabil, ajeg, konformis, serta mengajarkan etika tanggung jawab dalam membangun social equilibrium. Hindu sebagai agama kemanusiaan dan agama universal, ingin memberikan solusi mengenai permasalahan keberagaman yang dijadikan dasar dalam membangun narasi konflik. Melalui konsep tersebut, agama Hindu juga ingin menyatakan bahwa perbedaan adalah kenisyanaan, yang harus diafirmasi keberadaannya

Page 5 of 10 | Total Record : 92