cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
Jl. Brigjen Sudiarto No.347, Gemah, Kec. Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50191
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa
ISSN : 27156443     EISSN : 27156443     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa Merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh RSDJ Dr Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah dengan p-ISSN 2715-6443 ; e-ISSN 2715-6443 sebagai salah satu fasilitas untuk masyarakat luas baik perawat, dokter, dan tim kesehatan lain agar dapat mempublikasikan hasil penelitiannya terkait kesehatan jiwa baik pada kelompok sehat, resiko, maupun gangguan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa terbit setiap 6 bulan sekali yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Articles 25 Documents
Hubungan Derajat Narsisme dengan Kejadian Kecanduan Media Sosial pada Siswa SMK Ayu Mekar Sumila; Widodo Sarjana; Alifiati Fitrikasari; Linda Kartika Sari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa Vol 2 No 2 (2020): Agustus 2020, Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa
Publisher : RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama beberapa tahun terakhir, penggunaan media sosial telah menjadi aktivitas rekreasi yang semakin populer. Hasil survey yang dilakukan oleh APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia),A menyebutkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia tahun 2017 adalah 143,26 juta pengguna atau sekitar 54,68% dari total penduduk Indonesia. Individu mengunjungi situs media sosial untuk terlibat dalam berbagai jenis hiburan dan aktivitas sosial. Meskipun penggunaan media sosial ini dengan cepat menjadi fenomena modern yang normal, namun kekhawatiran seringkali dikemukakan mengenai potensi kecanduan penggunaan media sosial. Hubungan antara faktor kepribadian dan media sosial telah disebutkan dalam penelitian sebelumnya, salah satunya adalah narsisme. Narsisme dimanifestasikan dengan kecenderungan untuk bertindak berdasarkan impulsivitas dan grandiositas yang mempengaruhi individu dalam beraktifitas di media sosial. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara derajat narsisme dengan kejadian kecanduan media sosial pada pada siswa SMK. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel adalah siswa - siswi kelas X dan XI di SMK Mitra Karya Mandiri yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pemilihan sampel penelitian dilakukan dengan metode simple random sampling. Instrumen penelitian dengan menggunakan kuesioner NPI (Narcissistic Personality Inventory) versi Indonesia dan BSMAS (Bergen Social Media Addiction Scale) versi Indonesia. Analisis data menggunakan uji Somer’s D dan uji regresi linier. Penelitian ini diikuti oleh 160 responden. Terdapat hubungan yang bermakna antara derajat narsisme terhadap kejadian kecanduan media sosial dengan p value < 0,05. Terdapat hubungan yang bermakna antara derajat narsisme terhadap kejadian kecanduan media sosial
Hubungan Durasi Bermain Game Online dengan Kesehatan Mental pada Remaja Pria Sinsu Erik; Syenshie Wetik
Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa Vol 2 No 2 (2020): Agustus 2020, Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa
Publisher : RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Game online saat ini sangat diminati masyarakat Indonesia dan sudah sangat meluas pada semua kategori usia khususnya remaja. Permainan game online dapat membuat para pemain menjadi kecanduan dan apabila sudah sampai di tahap kecanduan game online akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan durasi bermain game online dengan kesehatan mental pada remaja pria di SMK Baramuli Airmadidi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 102 siswa pria dengan jumlah sampel adalah 102 responden. Pemilihan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tentang durasi bermain game online dan kuesioner observasi tentang kesehatan mental. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskripsi korelasi dengan metode cross sectional. Hasil analisa data menggunakan uji Gamma diperoleh p value 0,010. Hal ini berarti nilai p < dari nilai α (0,05) sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga disimpulkan, ada hubungan durasi bermain game online dengan kesehatan mental pada remaja pria di SMK Baramuli Airmadidi.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan Ibu Premenopause dalam Menghadapi Masa Menopause Velga Yazia; Delvi Hamdayani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa Vol 2 No 2 (2020): Agustus 2020, Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa
Publisher : RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pramenopause adalah fase antara 40 tahun dan dimulainya fase klimakterik. Sindroma premenopause dan menopause dialami oleh banyak perempuan hampir di seluruh dunia. 90% wanita menopause mengeluh mudah tersinggung, berasa takut, gelisah, dan mudah marah. kecemasan wanita memasuki masa premenopause meningkat tinggi yaitu 71,4%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan ibu premenopause menghadapi masa menopause. Penelitian ini menggunakan rancangan survey analitik cross sectional. Pengumpulan data dilakukan di RW 3 Kelurahan Gurun Laweh Puskesmas Nanggalo Padang dengan jumlah populasi 152 orang. Jumlah sampel pada penelitian ini 60 orang dan sampel diambil dengan propersional random sampling dengan cara wawancara terpimpin dengan menggunakan kuesioner, data diolah secara univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi dan secara Bivariat dengan menggunakan uji chi square. Data diolah dengan sistem komputerisasi menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara konsep diri (p = 0,000), tingkat pendidikan (p = 0,000), sosial ekonomi (p = 0,000) dan dukungan suami (p = 0,003) dengan tingkat kecemasan pada ibu dalam menghadapi masa menopause di RW 3 Kelurahan Gurun Laweh Puskesmas Nanggalo Padang.
Tingkat Spiritualitas Berhubungan dengan Tingkat Depresi pada Lansia Abi Yoga; Aris Setyawan; I Made Moh Yanuar Saifudin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa Vol 2 No 2 (2020): Agustus 2020, Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa
Publisher : RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambahan umur pada lanjut usia akan menimbulkan berbagi masalah baik secara fisik, sosial, dan perubahan psikologi yang membawa dampak negatif bagi kehidupan lansia. Gangguan mental seperti depresi menjadi salah satu gangguan mental yang terjadi karena kondisi hidup yang tidak sesuai harapan. Spiritualitas dapat digunakan sebagai sumber koping yang adaptif karena dengan terpenuhinya kebutuhan spirituaitas dapat menenangkan hati di dalam jiwa sehingga dapat mencegah depresi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat spiritualitas dengan tingkat depresi lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Unit Budi Luhur Kasongan Bantul Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif (non eksperiment). Rancangan penelitian menggunakan deskriftif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 80 lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Unit Budi Luhur Kasongan Bantul Yogyakarta. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling yaitu sebanyak 38 lansia. Hasil uji kendall-tau pada penelitian ini menunjukkan hasil bahwa nilai koefisien korelasi sebesar -0,767 dan signifikan sebesar 0,000 yaitu (P) < 0,1. Maka penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat spiritualitas dengan tingkat depresi pada lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Unit Budi Luhur Kasongan Bantul Yogyakarta. Terdapat hubungan antara tingkat spiritualitas dengan tingkat depresi pada lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Unit Budi Luhur Kasongan Bantul Yogyakarta.
Social Engagement Berhubugan dengan Tingkat Depresi pada Lansia Iswandi Zulfahmi; Aris Setyawan; I Made Moh. Yanuar Saifudin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa Vol 2 No 3 (2020): Desember 2020 : Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa
Publisher : RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambahan umur pada lanjut usia dapat menimbulkan berbagai masalah baik secara fisik, mental, serta perubahan kondisi sosial yang dapat mengakibatkan penurunan pada peran-peran sosialnya. Hal ini akan mengakibatkan lansia secara perlahan menarik diri dari hubungan dengan masyarakat sekitar sehingga dapat mempengaruhi interaksi sosial atau bisa disebut social engagement. Maka berkurangnya interaksi sosial pada lansia dapat menyebabkan perasaan terisolir, sehingga lansia lebih banyak menyendiri dan akhirnya depresi, maka hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara social engagement dengan Tingkat Depresi pada Lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Unit Budi Luhur Kasongan Bantul Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian non-eksperimen korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 80 lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Unit Budi Luhur Kasongan Bantul Yogyakarta. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling yaitu 34 lansia. Hasil uji kendall-tau pada penelitian ini menunjukkan hasil bahwa nilai koefisien korelasi sebesar -0,765 dan signifikan sebesar 0,000 yaitu (P) < 0,1. Maka penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara social engagement dengan tingkat depresi pada lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Unit Budi Luhur Kasongan Bantul Yogyakarta. Ada hubungan yang signifikan antara social engagement dengan tingkat depresi pada Lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Unit Budi Luhur Kasongan Bantul Yogyakarta.
Gambaran Deprivasi Afek, Emosional dan Isolasi Sosial pada Lansia Kesepian Rina Anggraeni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa Vol 2 No 3 (2020): Desember 2020 : Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa
Publisher : RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lanjut usia tidak hanya ditandai dengan adanya kemunduran fisik, kondisi lanjut usia dapat pula berpengaruh terhadap kondisi psikologis. Kondisi psikologis ini akan berdampak pada kebahagiaan lansia. Masalah psikologis yang paling banyak terjadi pada lansia adalah kesepian. Prevalensi lansia yang mengalami kesepian di Amerika sebesar 62%, dan di Indonesia menunjukkan angka kesepian ringan sebesar 69%, kesepian sedang 11%, kesepian berat 2%, dan sisanya sebanyak 16% tidak mengalami kesepian. Faktor risiko yang dapat terjadi akibat kesepian diantaranya yaitu: deprivasi afek, deprivasi emosional, dan isolasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Deprivasi Afek Emosional Dan Isolasi Sosial Pada Lansia Kesepian Di Desa Sendangdawuhan Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling dan design deskriptif analisis. Responden berjumlah 60 responden berusia 60–90 tahun dan mengalami kesepian dengan menggunakan total sampling. Hasil penelitian ini diperoleh mayoritas usia lansia yang mengalami kesepian adalah 68.02 tahun, mayoritas perempuan yang mengalami kesepian sebanyak 38 orang (63.3%). Mayoritas tingkat pendidikan responden adalah tidak sekolah/ tidak tamat SD sebanyak 41 responden (68.3%). Responden yang mengalami deprivasi afek dengan skor >5 sebanyak 41 responden. Responden yang mengalami deprivasi emosional dengan skor >56.82 sebanyak 34 responden. Responden yang mengalami isolasi sosial dengan skor >27.50 sebanyak 26 responden. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan petugas kesehatan perlu melakukan kegiatan posyandu lansia secara rutin pada masing-masing RW dan melakukan kegiatan senam lansia serta terapi lainnya seperti: TAK, konseling, dan pendidikan kesehatan tentang resiko kesepian lansia untuk mengurangi tingkat kesepian pada lansia.
Stres Berhubungan dengan Prestasi Belajar pada Siswa Kelas 7 Anggita Farah Salekha; Tati Suryati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa Vol 2 No 2 (2020): Agustus 2020, Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa
Publisher : RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prestasi belajar merupakan hasil evaluasi belajar siswa yang telah memenuhi atau melewati Kriteria Ketuntasan Minimal yang telah ditetapkan sekolah dan ditunjukkan dengan nilai berupa angka. Berdasarkan data dari American College Health Assosiation, pada tahun 2009 stres merupakan hambatan prestasi akademik yang paling banyak dialami oleh siswa[32]. Stres adalah ketidakmampuan individu mengatasi frustrasi, tekanan, konflik atau krisis yang akan menimbulkan efek positif maupun negatif. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan stres dengan prestasi belajar siswa kelas 7 di Pondok Pesantren Al – Ghozali Bogor. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 70 orang. Teknik sampel dengan purposive sampling. Hasil uji statistic chi square didapatkan nilai p – value = 0,024 (α < 0,05), ada hubungan yang bermakna antara stres dengan prestasi belajar. Sebanyak 54 siswa mengalami stres dan 45 orang diantaranya memiliki prestasi yang kurang baik.
Prestasi Belajar Siswa Korban Bullying Indayatus Muslikhah; Mariyati Mariyati; Tri Sakti Widyaningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa Vol 2 No 3 (2020): Desember 2020 : Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa
Publisher : RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan kegiatan yang dilakukan secara berulang – ulang dari seorang siswa atau kelompok siswa yang memiliki kekuasaan. Bentuk bullying di sekolah terdiri dari bullying fisik, verbal, dan sosial. Siswa yang menjadi korban bullying cenderung tidak mendapat dukungan sosial, tidak percaya diri terhadap kemampuan yang dimiliki dan kesulitan bersosialisasi sehingga tidak mempunyai motivasi belajar yang berdampak terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tindakan bullying dengan prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2020, dengan populasinya adalah siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Bulu Kabupaten Rembang yang menjadi korban bullying sebanyak 56 siswa. Tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan responden 30 siswa terdiri dari 16 perempuan dan 14 laki- laki. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Uji statistik yang digunakan adalah uji SPSS. Jenis bullying yang terjadi antara lain bullying fisik 7 siswa (23,3%) , bullying verbal 14 siswa (46,7%)dan bullying relasional 9 siswa (30%). Data dianalisa menggunakan uji non parametrik rank spearman didapatkan nilai p value= 0,000 yang berarti terdapat hubungan tindakan bullying dengan prestasi belajar anak korban bullying.
Beban Kerja Berhubungan dengan Stres Kerja Perawat Anna Nur Hikmawati; Nova Maulana; Devi Amalia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa Vol 2 No 3 (2020): Desember 2020 : Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa
Publisher : RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tenaga keperawatan adalah salah satu tenaga kesehatan yang juga ikut dalam melaksanakan penanganan terhadap pasien yang ada di rumah sakit. Tenaga keperawatan merupakan the Caring Profession yang memiliki peranan penting dalam menghasilkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit berdasarkan pendekatan bio-psiko-sosial-spiritual. Tenaga keperawatan yang melayani di pelayanan rawat inap cenderung memiliki beban kerja yang lebih banyak dibandingkan ruangan lainnya. Beban kerja yang berlebih merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya stress kerja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner. Metode pengambilan sampel adalah total sampling Populasi pada penelitian ini adalah semua perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul Yogyakarta yang berjumlah sebanyak 33 responden. Analisis data penelitian ini menggunakan uji Kendall’s Tau. Hasil analisis menggunakan uji Kendall’s Tau diperoleh nilai p value =0,02 <(α = 0.05), yang artinya Ho ditolak Ha diterima. Adanya Hubungan Antara Beban Kerja Dengan Stres Kerja Perawat Di Rawat Inap Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul Yogyakarata
Pasien Depresi dengan Gangguan Kepribadian Borderline yang Mendapatkan Terapi Psikofarmaka dan Psikoterapi Psikodinamik Tommy Raharja; Innawati Jusup
Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa Vol 3 No 1 (2021): April 2021: Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa
Publisher : RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Depresi adalah gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan suasana hati yang tertekan, kehilangan minat atau kesenangan, penurunan energi, perasaan bersalah atau rendah diri, gangguan tidur atau nafsu makan dan konsentrasi yang buruk. Saat ini, diperkirakan 350 juta orang terkena depresi di seluruh dunia. Borderline Personality Disorder (BPD) ditandai pola mendalam ketidakstabilan hubungan interpersonal, citra diri, dan ditandai impulsivitas. Prevalensi BPD ± 2%. Kasus depresi dengan BPD yang terjadi pada seorang perempuan berusia 21 tahun ini mendapat terapi berupa Fluoxetine 1x20mg, Clobazam 1x10mg, dan Psikoterapi Psikodinamik.Tujuan penelitian untuk menambah gambaran lebih banyak tentang penanganan depresi dengan BPD. Penelusuran dilakukan dengan database PubMed, Cochrane, Tripdatabase, Medscape menggunakan kata kunci pencarian Depression AND Borderline AND Psychotherapy AND Pharmacotherapy. Penelusuran dibatasi menggunakan penyaringan jurnal terbitan 10 tahun terakhir, subjek penelitian manusia. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa SSRI dengan Psikoterapi Psikodinamik merupakan penanganan yang cukup efektif untuk menangani depresi dengan BPD. Target terapi dari farmakoterapi adalah untuk mencapai kondisi remisi sempurna pada pasien. Strategi dari terapi BPD adalah mengatasi kesulitan hubungan interpersonal. Sebagian besar intervensi psikologis spesifik BPD melibatkan terapi multimodal. SSRI dengan Psikoterapi Psikodinamik adalah penangangan yang cukup efektif dan dapat dipertimbangkan untuk menangani depresi dengan BPD.

Page 2 of 3 | Total Record : 25