cover
Contact Name
Ardo Subagjo
Contact Email
ardosubagjo@math.upr.ac.id
Phone
+62536-3223376
Journal Mail Official
jpendidikan@fkip.upr.ac.id
Editorial Address
Kampus UPR Tunjung Nyaho Jln. H.Timang. Telp/Fax (0536)3223322 Palangka Raya
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan
ISSN : 1411481X     EISSN : 27230503     DOI : https://doi.org/10.52850/jpn.v21i2.2032
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan diterbitkan sejak bulan Juni 2000 dengan ISSN 1411-481X oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya (UPR). Jurnal Pendidikan diterbitkan dua kali setahun, setiap bulan Juni dan Desember. Jurnal Pendidikan berisi artikel-artikel hasil penelitian, studi analitis kritis/gagasan-gagasan inovatif di bidang pendidikan dengan tujuan untuk mengeksplorasi, mengembangkan, dan menjelaskan pengetahuan dan teknologi pendidikan terbaharu, agar para praktisi dan peneliti mendapat informasi tentang masalah terkini dari praktik terbaik yang ditulis oleh penulis dan peneliti di bidang pendidikan. Artikel-artikel yang diterbitkan juga dapat berupa hasil penelitian tindakan yang dilakukan oleh para praktisi pendidikan formal dan non formal.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 177 Documents
Meningkatkan Kosakata Bahasa Indonesia Anak Menggunakan Media Papan Flanel Aprila
JURNAL PENDIDIKAN Vol 19 No 2 (2018): JurnalPendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v19i2.915

Abstract

Perkembangan bahasa merupakan salah satu aspek yang perlu di kembangkan pada anak usia dini karena bahasa merupakan sarana untuk berkomunikasi sehingga anak dapat mengekspresikan ide, pikiran, dan perasaan kepada orang lain. Kosakata merupakan salah satu unsur penting dalam perkembangan bahasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh penggunaan media papan flanel terhadap kemampuankosakata bahasa indonesia anak. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen one-group pretest-posttest design.Populasi penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B1 TK Bahalap Mutiara Hati Palangka Raya yang berjumlah 21 orang anak. selain itu, pada teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan rumus uji-t untuk menghitung efektivitas treatment atau perlakuan. Hasil penelitian diperoleh dari perhitungan menggunakan uji-t diperoleh thitung14,962 sedangkan harga ttabel taraf signifikan sebesar 5% dengan db (N-1=21-1=20) maka harga ttabel adalah 2,086, dengan demikian dapat diketahui thitung(14,962) > ttabel (2,086), jika thitung lebih besar dari ttabel maka Ha diterima dan Ho ditolak.Artinya, terdapat pengaruh pada kemampuan kosakata bahasa Indonesia pada anak kelompok B1 di TK Bahalap Mutiara Hati Palangka Raya Tahun Ajaran 2017/2018.
Identifikasi Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Lingkaran di Kelas VIII MTS Islamiyah Palangka Raya Walter Punding
JURNAL PENDIDIKAN Vol 19 No 2 (2018): JurnalPendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v19i2.917

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mendeskripsikan kesalahanyang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal lingkaran kelas VIII MTsIslamiyah Palangka Raya 2) mendeskripsikan faktor yang menyebabkankesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal lingkaran kelasVIII MTs Islamiyah Palangka Raya.Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil 2018/2019 di kelas VIIIMTs Islamiyah Palangka Raya pada materi lingkaran. Pendekatan dalampenelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitiandilakukan dikelas VIII MTs Islamiyah Palangka Raya sebanyak 38 siswa.Subjek dipilih 4 siswa yang paling dominan/sering melakukan kesalahanditinjau dari 4 aspek kesalahan. Instrumen yang digunakan yaitu tessebanyak 4 soal, yang sebelumnya telah ditelaah oleh tiga orang rater yaitudua teman sejawat Program Studi Pendidikan Matematika dan satu guruMatematika MTs Islamiyah Palangka Raya. Metode pengumpulan datayang digunakan adalah tes dan wawancara. Analisis data dilakukan denganreduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut:a) kesalahan fakta yaitu siswa tidak teliti menuliskan apa yang diketahuidan ditanyakan, b) kesalahan konsep yaitu siswa kurang mampu memahamibentuk soal sehingga siswa tidak mampu menyimpulkan rumus untukpenyelesaian, c) kesalahan operasi yaitu siswa tidak mampu menyimpulkankonsep matematika dari soal tersebut sehingga siswa tidak mampumenyelesaikan operasi hitung dengan benar, d) kesalahan prinsip yaitusiswa tidak memahami soal dengan baik sehingga berdampak pada saatsiswa menyimpulkan rumus tersebut. Faktor penyebab siswa melakukankesalahan yaitu a) siswa tidak teliti dalam membaca soal, b) kelemahandalam menghitung, dan c) kesulitan dalam mentransfer pengetahuan.
Perbedaan Motivasi Belajar Sebelum dan Sesudah Pemberian Reinforcement Positif pada Anak Kelompok B2 TK Negeri Pembina Palangkaraya Nina Damayanti; Ignatia Imelda Fitriani
JURNAL PENDIDIKAN Vol 19 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v19i1.922

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasibelajar anak sebelum dan sesudah pemberian reinforcement positifpada peserta didik Di TK Negeri Pembina Palangkaraya. SubjekPenelitian adalah anak TK Negeri Pembina Palangkaraya yangberjumlah 24 orang anak. Instrument yang di gunakan dalampenelitian ini adalah pre-test dan post-test untuk mengetahuiperbedaan motivasi belajar anak dan hasil evaluasi pengamatanpeserta didik.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yaitu dimanajenis penelitian kuantitatif ini merupakan data yang berbentuk angka, atau data kuantitatif anak yang diangkakan dengan menguraikan danmenggambarkan Perbedaan Motivasi Belajar Sebelum dan SesudahPemberian Reinforcement Positif Pada Anak Kelompok B2 TK NegeriPembina Palangkaraya. Hasil perhitungan analisis Uji t dengan taraf signifikan 5%maka diperoleh t Tabel 2,069 dan N 24 taraf signifikan 5% adalah (thitung 15,26 > t tabel 2,069), Ini berarti bahwa terdapat perbedaanmotivasi belajar sebelum dan sesudah pemberian reinforcementpositif pada anak TK Negeri Pembina Palangkaraya. Selain itu darihasil perhitungan pre-test dan post-test dapat terlihat perbedaanbahwa (hasil post-test 301 > hasil pre-test 188 ) ini berarti pemberianreinforcement positif dapat memberi pengaruh positif terhadapmotivasi belajar anak. Dengan demikian dapat diketahui bahwahipotesa yang di ajukan terbukti kebenarannya, terdapat perbedaanmotivasi belajar sebelum dan sesudah pemberian reinforcementpositif pada anak kelompok B2 TK Negeri Pembina Palangkaraya(Ha)t hitung lebih besar dari (Ho) t tabel Maka Ha diterima dan Hoditolak.
Identifikasi Kesalahan Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal Cerita Kubus dan Balok Berdasarkan Taksonomi Anderson Di Kelas VIII MTS Muslimat NU Palangka Raya Walter Punding
JURNAL PENDIDIKAN Vol 19 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v19i1.925

Abstract

Materi kubus dan balok merupakan materi paling dasar untukmempelajari bangun ruang lainnya. Akan tetapi, masih banyak pesertadidik yang melakukan kesalahan saat mengerjakan soal cerita kubus danbalok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesalahan apa saja yangdilakukan peserta didik kelas VIII MTs Muslimat NU Palangka Rayatdalam menyelesaikan soal cerita kubus dan balok berdasarkantaksonomi Anderson serta mendeskripsikan penyebab kesalahannya.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenisdeskriptif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-April 2017.Subjek penelitian sebanyak 37 peserta didik dari kelas VIII-C MTsMuslimat NU Palangka Raya. Wakil subjek yang diwawancaraisebanyak enam peserta didik yang dipilih berdasarkan hasil tes.Instrumen dalam penelitian ini ditelaah oleh tiga orang rater dandinyatakan valid. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian tesdan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan meliputi mereduksidata, menyajikan data, dan menarik kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang palingbanyak dilakukan peserta didik dalam menyelesaikan soal cerita kubusdan balok berdasarkan taksonomi Anderson yaitu kesalahan memahami- konseptual dan kesalahan mengevaluasi-prosedural. Kesalahan yangpaling sedikit dilakukan peserta didik adalah kesalahan menganalisis- konseptual. Penyebab peserta didik melakukan kesalahan adalahterbiasa mengerjakan soal tanpa menuliskan yang diketahui danditanyakan, terpaku pada rumus di buku, tidak memahami konsep secarautuh, tidak teliti memaknai soal, tidak teliti dalam menghitung, kurangmemahami materi yang berkaitan, tidak dapat membedakan informasiyang relevan dan tidak dalam soal, menganggap soal susah sebelummencobanya, serta tidak memeriksa kembali jawaban.
Indeks Ketidakwajaran Skor Berdasarkan Teori Respon Butir Ditinjau dari Model Penskoran Sugiharto
JURNAL PENDIDIKAN Vol 19 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v19i1.926

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah padakelompok siswa yang mengerjakan soal empat pilihan, proporsi skorwajar siswa yang dikoreksi dengan model penskoran PS lebih besardibandingkan siswa yang dikoreksi dengan model penskoran CS.Penelitian ini dilaksanakan pada 5 SMP negeri maupun swastadi kota Palangka Raya. Pengumpulan data dilaksanakan pada akhirsemester genap tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakaneksperimen dengan menggunakan model perbandingan proporsi.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model penskoran. Modelpenskoran yang digunakan terdiri atas dua model yakni modelpenskoran CS dan PS. Variabel terikatnya adalah proporsi skor wajarberdasarkan indeks kewajaran skor yang dihitung berdasarkan teorirespon butir dengan menggunakan logistik satu parameter. Rancanganpenelitian yang digunakan adalah penelitian komparatif, yaitumembandingkan proporsi berdasarkan indeks kewajaran yangdiperoleh. Dalam melakukan perbandingan dianalisis secara terpisahterhadap dua kelompok, yaitu siswa dengan pengoreksian model correctscore dan punishment score. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa siswayang dikoreksi dengan model penskoran punishment score mempunyaiindeks kewajaran yang tidak lebih baik dibandingkan dengan indekskewajaran siswa pada model penskoran correct score.
Penggunaan Media Wingeom untuk Meningkatkan Ketuntasan Hasil Belajar Matematika pada Materi Geometri Bangun Ruang Sisi Datar Ardo
JURNAL PENDIDIKAN Vol 19 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v19i1.927

Abstract

Salah satu dynamic mathematics software yang dapat dijadikanmedia sebagai inovasi pembelajaran konsep geometri adalah Wingeom. Program ini dapat digunakan untuk membantu pembelajaran geometridan pemecahan masalah geometri. Tujuan penelitian ini adalah untuk:1) mengetahui aktivitas siswa selama proses pembelajaran kooperatiftipe STAD berbantuan aplikasi Wingeom pada materi Bangun Ruang, 2)mengetahui aktivitas guru selama proses pembelajaran kooperatif tipeSTAD berbantuan aplikasi Wingeom pada materi Bangun Ruang, dan 3)mengetahui hasil belajar siswa setelah diimplementasikan pembelajarankooperatif tipe STAD berbantuan aplikasi Wingeom pada materi BangunRuang.Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-3 SMPNegeri 8 Palangka Raya tahun ajaran 2016/2017 yang terdiri dari 37siswa. Subjek penelitian ini dipilih karena dalam kelas tersebut belumpernah diadakan penelitian implementasi model pembelajaran kooperatifSTAD berbantuan aplikasi Wingeom pada materi bangun ruang. Datadiambil menggunakan observasi dan tes hasil belajar matematika.Hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan: 1)aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung terjadipeningkatan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Siswa terlihat semakinbersemangat dalam pembelajaran, 2) aktivitas guru selama prosespembelajaran kooperatif STAD berbantuan aplikasi Wingeom sudahsesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yang telah dibuat padaRPP, guru dapat menyediakan informasi yang dibutuhkan siswa,menyampaikan materi dengan berbantuan aplikasi Wingeom danmengarahkan siswa untuk berpikir dan mendefinisikan mengenai konsep- konsep materi bangun ruang., dan 3) hasil belajar siswa tidak tercapaidan tuntas. Hal tersebut dapat dilihat mulai dari hasil tes 1 diperolehketuntasan belajar klasikal 81,82 %, hasil tes 2 diperoleh ketuntasanklasikal 82,35 %, hasil tes 3 diperoleh ketuntasan klasikal 79,41 , hasiltes 4 diperoleh ketuntasan klasikal 88,24 % dan tes akhir diperolehketuntasan klasikal 78,13 %.
Hubungan Kreativitas Belajar dan Interaksi Sosial di Sekolah dengan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMN 3 Palangka Raya Tahun Ajaran 2016/2017 Uminastuti; Radikasari
JURNAL PENDIDIKAN Vol 19 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v19i1.928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hubungankreativitas belajar dengan hasil belajar matematika siswa; (2)hubungan interaksi sosial di sekolah dengan hasil belajarmatematika siswa; (3) hubungan kreativitas belajar dan interaksisosial di sekolah dengan hasil belajar matematika siswa.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPNegeri 3 Palangka Raya Tahun Ajaran 2016/2017 sebanyak 321siswa dan sampel diambil menggunakan sampel random samplingsebanya 180 siswa. Angket digunakan untuk digunakanmemperoleh data kreativitas belajar dan interaksi sosial disekolah, sedangkan data hasil belajar matematika diambil denganmenggunakan tes hasil belajar. Seluruh instrumen telah divalidasidengan uji coba di kelas VIII-5 SMP Negeri 2 Palangka Raya. Analisis data menggunakan analisis korelasi dan analisis regresi.Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) Adahubungan positif yang signifikan serta ada pengaruh yangsignifikan kreativitas belajar dengan hasil belajar matematikasiswa kelas VIII SMP Negeri 3 Palangka Raya. 2) Ada hubunganpositif yang signifikan tetapi pengaruh yang tidak signifikaninteraksi social di sekolah dengan hasil belajar matematik siswakelas VIII SMP Negeri 3 Palangka Raya. 3) Ada hubunganpositif yang signifikan dan pengaruh yang signifikan kreativitasbelajar dan interaksi sosial di sekolah dengan hasil belajarmatematika siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Palangka Raya.
Penerapan Problem-Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Emy Artuti; A’an Syahputra
JURNAL PENDIDIKAN Vol 19 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v19i1.929

Abstract

Pemecahan masalah berhubungan erat dengan berpikir kritis, dimana untuk dapat belajar matematika melalui pemecahan masalah, siswajuga harus belajar bagaimana berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui apakah problem-based learning dapat meningkatkan kemampuanberpikir kritis siswa.Penelitian ini dilaksanakan di SMPS Golden Christian School yangberlokasi di Jalan Pangrango no. 30 – 34, Palangka Raya, KalimantanTengah. Subjek penelitian adalah siswa-siswi kelas VII tahun ajaran2017/2018. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah kata-kata dantindakan yang diperoleh dari hasil observasi, catatan lapangan, angket, danhasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah PenelitianTindakan Kelas (PTK), karena PTK adalah penelitian yang dilakukan guru dikelasnya sendiri dengan cara: 1) merencakan, 2) melaksanakan, dan 3)merefleksikan tindakan. Penelitian ini hanya diadakan sebanyak 1 sikluskarena hasil yang diinginkan telah diperoleh pada siklus 1.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa aktivitas siswamasuk ke dalam kategori baik , sebanyak siswadinyatakan tuntas, sebanyak siswa memiliki kemampuanberpikir kritis yang meningkat, dan respon siswa positif . Hasiltersebut mengindikasikan seluruh indikator yang ditetapkan sebelumnyaterpenuhi. Hal ini berarti model pembelajaran problem-based learning dapatmeningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Pembelajaran Konstruktivis Pada Ssistem Persamaan Linear Dua Peubah Janu Pinardi
JURNAL PENDIDIKAN Vol 19 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v19i1.930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penguasaan sistem materi persamaan linear dua peubah antara siswa yang diajarkan secara konvensional dengan siswa yang diajarkan dengan pendekatan konstruktivis. Pengumpulan data melalui tes uraian bentuk cerita yang dilanjutkan dengan kegiatan penyuntingan, pengkodean, penyekoran dan tabulasi. Instrumen yang digunakan untuk keperluan pengumpulan data terdiri dari 10 butir soal dengan materi sistem persamaan linear dua peubah. Populasi penelitian tersebar dalam enam kelas. Pengambilan sampel kelas dilakukan dengan teknik random dengan cara undian kelas dan diperoleh dua kelas sampel, dimana satu kelas diajar dengan cara konvensional dan satu kelas diajar dengan pendekatan konstruktivis. Sebagai variabel bebas adalah cara mengajar konvensional (X1) dan cara mengajar dengan pendekatan konstruktivis (X2), sedangkan sebagai variabel tak bebas adalah prestasi belajar matematika (Y). Analisis data untuk uji hipotesis penelitian ini digunakan uji beda mean t. yang terlebih dahulu telah memenuhi uji persyaratan analisis yakni uji homogenitas. Selanjutnya penelitian menyimpulkan bahwa (1) kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal sistem persamaan linear dengan dua peubah yang diajar dengan pendekatan konstruktivis lebih tinggi daripada kemampuan siswa yang diajar dengan pendekatan konvensional biasa, (2) berdasarkan data hasil penelitian, persentase kesalahan terbesar dalam menyelesaikan soal-soal sistem persamaan linear dengan dua peubah, terjadi pada kemampuan siswa dalam merumuskan masalah dalam kalimat matematika yang tepat (modeling)
Penerapan Permainan Bisik Berantai Melalui Layanan Informasi Untuk Meningkatkan Konsentrasi Siswa Dalam Belajar di Kelas X di SMAN 1 Kurun Oktaviani Karuniaty Sangalang; Merson Sangalang
JURNAL PENDIDIKAN Vol 18 No 2 (2017): Jurnal Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v18i2.934

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X IPS 1 di SMAN 1Kurun dengan tujuan untuk mengetahui tingkat konsentrasi belajarsiswa kelas X IPS 1 di SMAN 1 Kurun, serta untuk mengetahuipelaksanaan layanan informasi dengan permainan bisik berantai danuntuk mengetahui hasil layanan informasi dengan bisik berantaiuntuk meningkatkan konsentrasi belajar siswa kelas X IPS 1 di SMAN1 Kurun. Dari hasil observasi yang dilakukan terdapat beberapamasalah yang berhubungan dengan konsentrasi belajar siswa sepertisiswa melamun atau sibuk sendiri saat materi diberikan, siswa tidakmenyimak dengan baik, siswa tidak aktif dalam belajar, siswa tidakmenyelesaikan tugas dengan baik, siswa malas bertanya, siswa tidakdapat menjawab pertanyaan guru dan siswa kurang rapi mencatatmateri pelajaran. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XIPS 1 di SMAN 1 Kurun yang berjumlah 31 orang siswa dalam1 kelas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakankelas yang dilaksanakan dalam dua siklus tindakan. Dalam satusiklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan,pengamatan dan refleksi. Data didapat melalui angket konsentrasibelajar dan observasi selama siklus berlangsung. Tingkat konsentrasibelajar dibagi menjadi 3 yaitu konsentrasi belajar tinggi, sedang danrendah. Dari tes awal diketahui ada 7 siswa yang berkonsentrasirendah, 12 siswa berkonsentrasi sedang dan 12 siswa berkonsentrasitinggi. Setelah siklus I, ada 3 siswa berkonsentrasi rendah, 8 siswaberkonsentrasi sedang, dan 20 siswa berkonsentrasi tinggi. Setelahdilakukan perbaikan di siklus II, tidak ada siswa yang berkonsentrasirendah, 2 siswa berkonsentrasi sedang, dan 29 siswa berkonsentrasitinggi. Secara keseluruhan terdapat peningkatan kemampuan siswadalam berkonsentrasi belajarnya. Terlihat dari hasil keseluruhan tesawal yaitu 15,6% meningkat pada siklus I yaitu 17,5% danmengalami peningkatan juga setelah dilakukan setelah dilakukansiklus II yaitu 21,2%. Hal tersebut disebabkan peningkatankemampuan siswa untuk fokus, konsentrasi dan melakukan prosespembelajaran aktif selama permainan bisik berantai.

Page 3 of 18 | Total Record : 177