cover
Contact Name
Muhammad Khoiruddin Harahap
Contact Email
choir.harahap@yahoo.com
Phone
+6282251583783
Journal Mail Official
info@itscience.org
Editorial Address
ITScience Jl. Setia Luhur LK V No.18 A Medan Helvetia Medan, Sumatera Utara
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (JEBMA)
ISSN : -     EISSN : 27977161     DOI : 10.47709/jebma
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (JEBMA) adalah Jurnal Nasional dalam bidang ilmu ekonomi bisnis, manajemen dan akuntansi. JEBMA terbit tiga kali setahun, yaitu pada bulan Maret, Juli dan November. JEBMA bertujuan untuk mempromosikan hasil penelitian di bidang ekonomi bisnis, manajemen dan akuntansi yang berfokus pada penerbitan makalah berkualitas. Artikel yang diserahkan akan ditinjau oleh komite teknis Jurnal. Semua artikel yang dikirimkan harus berupa laporan asli atau hasil kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya, eksperimental atau teoritis, dan akan direview oleh reviewer. Artikel yang dikirim ke jurnal JEBMA tidak boleh dipublikasikan di tempat lain. Naskah harus mengikuti pedoman penulis yang disediakan oleh JEBMA dan harus ditinjau dan diedit. JEBMA diterbitkan oleh Information Technology and Science (ITScience), sebuah Lembaga Penelitian di Medan, Sumatera Utara, Indonesia.
Articles 856 Documents
Green Banking Disclosure dan Bank’s Environmental Performance: Peran Mediasi Green Finance Pada Perbankan Indonesia Atika Aulia; Lia Uzliawati
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.9106

Abstract

Perbankan memiliki peran strategis dalam agenda sustainable finance karena pengungkapan keberlanjutan dan pembiayaan hijau dapat mencerminkan komitmen bank terhadap tanggung jawab lingkungan. Namun, bukti empiris mengenai bagaimana Green Banking Disclosure memengaruhi Bank’s Environmental Performance, baik secara langsung maupun melalui Green Finance, masih terbatas, khususnya pada konteks perbankan Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Green Banking Disclosure terhadap Bank’s Environmental Performance dengan Green Finance sebagai variabel mediasi pada bank yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2021–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan 10 bank sampel, sehingga menghasilkan 40 observasi. Data dianalisis menggunakan regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Green Banking Disclosure dan Green Finance berpengaruh positif dan signifikan terhadap Bank’s Environmental Performance. Namun, Green Banking Disclosure tidak berpengaruh signifikan terhadap Green Finance, sehingga Green Finance tidak mampu memediasi pengaruh Green Banking Disclosure terhadap Bank’s Environmental Performance. Temuan ini menunjukkan bahwa pengungkapan green banking pada perbankan Indonesia telah berkontribusi terhadap kinerja lingkungan, tetapi belum sepenuhnya diterjemahkan ke dalam implementasi pembiayaan hijau. Penelitian ini memperkaya literatur green banking dan sustainable finance dengan menunjukkan bahwa pengaruh Green Banking Disclosure terhadap Bank’s Environmental Performance lebih dominan terjadi secara langsung dibandingkan melalui Green Finance.
Pengaruh Social Media Interactivity terhadap Purchase Intention melalui Parasocial Relationship pada YouTube Live Streaming Rifki Arifin; Dini Alamanda; Dwi Nurhayati
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.9112

Abstract

Meningkatnya pemanfaatan YouTube live streaming sebagai media pemasaran digital telah mengubah cara perusahaan dan influencer berinteraksi dengan konsumen melalui komunikasi secara real-time. Namun, hasil penelitian terdahulu mengenai peran Influencer Credibility, Social Media Interactivity, dan Parasocial Relationship dalam memengaruhi Purchase Intention masih menunjukkan temuan yang beragam, sehingga memerlukan kajian lebih lanjut, khususnya pada konteks YouTube live streaming. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Influencer Credibility dan Social Media Interactivity terhadap Parasocial Relationship, serta menguji pengaruh Parasocial Relationship dan Product Involvement terhadap Purchase Intention. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori cross-sectional. Data diperoleh melalui survei daring terhadap 220 pengguna YouTube di Indonesia yang pernah menyaksikan live streaming dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Social Media Interactivity, Parasocial Relationship, dan Product Involvement berpengaruh positif terhadap Purchase Intention, sedangkan Influencer Credibility tidak berpengaruh signifikan terhadap Parasocial Relationship. Selain itu, Parasocial Relationship terbukti memediasi pengaruh Social Media Interactivity terhadap Purchase Intention, tetapi tidak memediasi pengaruh Influencer Credibility, sementara Product Involvement tidak memoderasi hubungan antara Parasocial Relationship dan Purchase Intention. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi yang interaktif memiliki peran yang lebih penting dibandingkan kredibilitas influencer dalam membangun Parasocial Relationship yang mendorong Purchase Intention pada YouTube live streaming. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur pemasaran digital sekaligus menjadi masukan bagi perusahaan dan influencer dalam merancang strategi pemasaran berbasis live streaming yang lebih interaktif dan efektif.
Peran Kepercayaan Konsumen dalam Memediasi Pengaruh Live Streaming, Online Customer Review, dan Influencer Credibility terhadap Purchase Decision pada Pengguna TikTok Shop Bilqis Aulia Nafasya; Dini Turipanam Alamanda; Dwi Nurhayati
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.9131

Abstract

Abstrak: Perkembangan social commerce telah mengubah perilaku konsumen dalam proses pengambilan keputusan pembelian. Berbagai strategi pemasaran digital seperti live streaming, online customer review, dan influencer credibility dipandang mampu memengaruhi purchase decision namun peran kepercayaan konsumen sebagai variabel mediasi masih memerlukan kajian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh live streaming, online customer review, dan influencer credibility terhadap purchase decision melalui kepercayaan konsumen pada pengguna TikTok Shop di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 313 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data analisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa live streaming, online customer review, dan influencer credibility berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan konsumen. Selain itu, kepercayaan konsumen serta ketiga variabel tersebut juga berpengaruh terhadap purchase decision. Hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen mampu memediasi pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap purchase decision. Kepercayaan konsumen memiliki peran penting dalam menjelaskan mekanisme pembentukan keputusan pembelian pada TikTok Shop. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan literatur perilaku konsumen digital dan social commerce, serta memberikan implikasi praktis bagi pelaku usaha dalam meningkatkan efektivitas strategi pemasaran melalui optimalisasi live streaming, pengelolaan ulasan konsumen, dan pemanfaatan influencer yang kredibel. Kata kunci: Influencer Credibility, Kepercayaan Konsumen, Live Streaming, Online Customer Review, Purchase Decision
Pendekatan Ekonomi Sirkular Sebagai Model Keberlanjutan Usaha Melalui Strategi Keuangan Pada UMKM Industri Tempe di Cikarang Utara Rina Nurjanah; Adibah Yahya; Oom Tikaromah; Dede Puspa Pujia; Taufik Hidayat; Putri Kurniawati
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.9139

Abstract

Latar Belakang: Keberlanjutan UMKM semakin dipengaruhi oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengintegrasikan strategi keuangan dengan praktik ekonomi sirkular. Literasi keuangan dan pemanfaatan financial technology (FinTech) dipandang sebagai faktor yang dapat meningkatkan kinerja keuangan, baik secara langsung maupun melalui penerapan ekonomi sirkular. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh financial literacy dan financial technology terhadap financial performance dengan circular economy sebagai variabel mediasi pada UMKM industri tempe di Cikarang Utara. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 68 pelaku UMKM yang dipilih menggunakan simple random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial literacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial performance serta circular economy. Circular economy juga berpengaruh positif terhadap financial performance dan mampu memediasi pengaruh financial literacy terhadap financial performance. Sebaliknya, financial technology berpengaruh positif langsung terhadap financial performance, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap circular economy sehingga mediasi circular economy pada hubungan tersebut tidak terbukti. Model penelitian memiliki kemampuan prediksi yang sangat tinggi dengan nilai R² sebesar 0,934 pada circular economy dan 0,977 pada financial performance. Kesimpulan: Peningkatan literasi keuangan menjadi faktor dominan dalam memperkuat praktik ekonomi sirkular sekaligus meningkatkan kinerja keuangan UMKM, sedangkan pemanfaatan FinTech lebih berperan dalam meningkatkan efisiensi transaksi keuangan dibandingkan mendorong implementasi ekonomi sirkular.
Analisis Social Return on Investment pada Program HUT ke-130 Bank Rakyat Indonesia (BRI) di BRI Office Yogyakarta Annisa Proklamadewi Zunaida; Syarifah Nudjmaun Sorraiya; Lutfi Anggriawan
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.8916

Abstract

Perkembangan konsep keberlanjutan mendorong perusahaan, termasuk sektor perbankan, untuk menciptakan nilai ekonomi yang sejalan dengan manfaat sosial dan lingkungan melalui berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR). Namun, sebagian besar evaluasi program CSR masih berfokus pada capaian output, sehingga nilai sosial, ekonomi, lingkungan, dan lembaga yang dihasilkan belum terukur secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai manfaat sosial dari kegiatan HUT BRI ke-130 yang diselenggarakan oleh BRI Regional Office Yogyakarta menggunakan pendekatan Social Return on Investment (SROI). Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan tahapan identifikasi stakeholder, pemetaan outcome, monetisasi manfaat menggunakan financial proxy, dan perhitungan nilai manfaat selama horizon waktu lima tahun dengan tingkat diskonto sebesar 9,28%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total present value manfaat program mencapai Rp745.029.331 dengan nilai investasi sebesar Rp169.010.000, sehingga diperoleh Net Present Value (NPV) sebesar Rp576.019.331 dan rasio SROI sebesar 4,41. Rasio tersebut menunjukkan bahwa setiap Rp1 investasi menghasilkan nilai sosial, ekonomi, lingkungan, dan lembaga sebesar Rp4,41. Kontribusi manfaat terbesar berasal dari outcome yang diterima secara langsung oleh masyarakat dan pelaku UMKM. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan perusahaan yang bersifat event-based memiliki kemampuan untuk menciptakan nilai sosial yang terukur bagi berbagai stakeholder. Penelitian ini memperluas penerapan SROI pada kegiatan perayaan perusahaan di sektor perbankan serta memberikan dasar empiris bagi evaluasi program CSR yang lebih terukur dan berorientasi pada penciptaan nilai.
Pengaruh Board Characteristics dan Koneksi Politik Terhadap Financial Distress Amprita Nurvitasari; Ari Nurul Fatimah; Atika
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.9068

Abstract

Risiko financial distress yang tercermin dari penurunan kinerja dan ketidakmampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban menunjukkan pentingnya stabilitas keuangan perusahaan dalam penilaian investor, terutama pada sektor property dan real estate. Sektor ini memiliki karakteristik investasi besar, siklus bisnis yang panjang, serta risiko keuangan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh board characteristics (meliputi ukuran dewan komisaris, woman on board of commissioner, woman on board of director, board education) serta koneksi politik terhadap financial distress yang berlandaskan pada agency theory. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan kausalitas. Penelitian ini menerapkan teknik purposive sampling dengan total 258 sampel. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda yang diolah menggunakan aplikasi SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa board education berpengaruh negatif terhadap financial distress. Woman on board of director berpengaruh positif terhadap financial distress. Sementara itu, ukuran dewan komisaris, woman on board of commissioner, dan koneksi politik tidak berpengaruh terhadap financial distress. Perusahaan disarankan agar dapat mempertimbangkan tingkat pendidikan sebagai salah satu kriteria dalam pengangkatan dewan direksi agar dapat meningkatkan kualitas keputusan strategis, sehingga dapat menekan risiko terjadinya financial distress.