cover
Contact Name
Muhammad Khoiruddin Harahap
Contact Email
choir.harahap@yahoo.com
Phone
+6282251583783
Journal Mail Official
info@itscience.org
Editorial Address
ITScience Jl. Setia Luhur LK V No.18 A Medan Helvetia Medan, Sumatera Utara
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (JEBMA)
ISSN : -     EISSN : 27977161     DOI : 10.47709/jebma
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (JEBMA) adalah Jurnal Nasional dalam bidang ilmu ekonomi bisnis, manajemen dan akuntansi. JEBMA terbit tiga kali setahun, yaitu pada bulan Maret, Juli dan November. JEBMA bertujuan untuk mempromosikan hasil penelitian di bidang ekonomi bisnis, manajemen dan akuntansi yang berfokus pada penerbitan makalah berkualitas. Artikel yang diserahkan akan ditinjau oleh komite teknis Jurnal. Semua artikel yang dikirimkan harus berupa laporan asli atau hasil kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya, eksperimental atau teoritis, dan akan direview oleh reviewer. Artikel yang dikirim ke jurnal JEBMA tidak boleh dipublikasikan di tempat lain. Naskah harus mengikuti pedoman penulis yang disediakan oleh JEBMA dan harus ditinjau dan diedit. JEBMA diterbitkan oleh Information Technology and Science (ITScience), sebuah Lembaga Penelitian di Medan, Sumatera Utara, Indonesia.
Articles 856 Documents
Pengaruh Kualitas Konten Edukasi TikTok terhadap Minat Menabung pada Bank Syariah Indonesia : Peran Mediasi Brand Trust dan Literasi Keuangan Nur Afifa; Muhammad Fachmi
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.8873

Abstract

Perkembangan yang signifikan pada social commerce dan meningkatnya penggunaan TikTok sebagai sumber informasi keuangan di Indonesia menciptakan urgensi yang mendesak agar dapat memahami faktor teknis yang memicu minat menabung mahasiswa. Brand trust dan financial literacy diasumsikan menjadi faktor penentu utama minat menabung yang pada akhirnya memengaruhi keputusan penggunaan produk keuangan syariah, namun kombinasi keduanya dalam satu model mediasi di konteks konten edukasi TikTok dan Tabungan Emas BSI masih jarang diteliti. Tujuan dari Penelitian ini adalah menguji pengaruh konten edukasi TikTok terhadap Purchase Intention lewat Brand Trust serta financial literacy selaku variabel mediasi pada pengguna TikTok di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas dan cross- sectional survey. Data dikumpulkan dari 100 responden valid melalui kuesioner daring menggunakan metode purposive sampling. Analisis informasi memakai Partial Least Squares Structural Equation Modeling( PLS- SEM) dengan SmartPLS 4.1.1.8. Hasil penelitian ini menunjukkan penemuan bahwa lima hipotesis ditolak dan dua diterimah. Konten edukasi TikTok tidak mempengaruhi signifikan secara langsung terhadap Brand Trust, Financial Literacy, maupun minat menabung, sementara itu Brand Trust dan Financial Literacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menabung namun tidak terbukti memediasi pengaruh konten edukasi TikTok secara signifikan. Financial Literacy terbukti sebagai variabel dengan pengaruh langsung terkuat terhadap minat menabung. Hal ini dapat disimpulkan bahwa konten edukasi TikTok belum terbukti meningkatkan Brand Trust maupun Financial Literacy yang mendorong minat menabung mahasiswa pada Tabungan Emas BSI, dengan Financial Literacy dan Brand Trust berperan sebagai prediktor utama minat menabung secara independen tanpa dimediasi oleh konten edukasi TikTok. Kata Kunci :Konten Edukasi, Brand Trust, Literasi Keuangan, Minat Menabung
Pengaruh Defisit Anggaran terhadap Pertumbuhan Ekonomi: Peran Interaksi Stabilitas Politik di ASEAN-5 Riski Amalia Yusuf; Grace Natalia Marpaung
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.8907

Abstract

Pertumbuhan ekonomi di negara-negara ASEAN-5 menunjukkan respons yang berbeda terhadap kebijakan defisit anggaran, sehingga mengindikasikan adanya faktor institusional yang memengaruhi efektivitas kebijakan fiskal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh defisit anggaran terhadap pertumbuhan ekonomi serta menguji peran interaksi stabilitas politik dalam hubungan tersebut. Penelitian menggunakan data panel lima negara ASEAN-5 selama periode 2011–2024 dengan metode Feasible Generalized Least Squares (FGLS) untuk mengatasi heteroskedastisitas. Model penelitian juga memasukkan inflasi, keterbukaan perdagangan, dan pembentukan modal tetap bruto sebagai variabel kontrol. Untuk memperkuat validitas hasil, penelitian melengkapi analisis menggunakan marginal effect, interaction plot, robustness check melalui Driscoll–Kraay, Panel Corrected Standard Errors (PCSE), estimasi tanpa periode COVID-19, serta analisis sensitivitas menggunakan variabel lag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa defisit anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan interaksi antara defisit anggaran dan stabilitas politik berpengaruh negatif sehingga stabilitas politik memperlemah pengaruh positif defisit anggaran terhadap pertumbuhan ekonomi. Analisis marginal effect memperlihatkan bahwa pengaruh positif defisit anggaran semakin menurun seiring meningkatnya stabilitas politik. Hasil robustness menunjukkan arah koefisien yang relatif konsisten meskipun tingkat signifikansinya berubah pada beberapa spesifikasi model. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas defisit anggaran di ASEAN-5 tidak hanya ditentukan oleh besarnya defisit anggaran, melainkan dipengaruhi oleh kondisi politik domestik.
Pengaruh Inflasi dan Pendapatan Rumah Tangga terhadap Partisipasi Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia Zulfahmi Syahputra Nasution; Salsabila Hasiana Tanjung
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.8947

Abstract

Abstrak: Latar belakang: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi penting dalam pembentukan kemampuan kognitif, sosial, emosional, dan karakter anak yang berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Namun, tingkat partisipasi PAUD di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, terutama yang berkaitan dengan kondisi ekonomi rumah tangga dan dinamika makroekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi dan pendapatan rumah tangga terhadap partisipasi pendidikan anak usia dini di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori (explanatory research) yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi dan pendapatan rumah tangga terhadap partisipasi pendidikan anak usia dini (PAUD) di Indonesia. Pendekatan kuantitatif dipilih karena mampu menjelaskan hubungan kausal antarvariabel melalui pengujian statistik yang objektif. Dengan rentang waktu 2020–2024 dan 38 provinsi, jumlah observasi penelitian Adalah 190. Penelitian ini menggunakan partisipasi paud (Y) dan inflasi (X1) berpengaruh negatif kemudian pendapatan rumah tangga (X2) berpengaruh positif. Kesimpulan: Temuan ini mengindikasikan bahwa stabilitas ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan faktor penting dalam mendukung pemerataan akses pendidikan anak usia dini. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang mampu menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat melalui program perlindungan sosial dan peningkatan pendapatan keluarga guna mendukung partisipasi PAUD yang lebih luas dan berkelanjutan di Indonesia. Kata kunci: inflasi, pendapatan rumah tangga, partisipasi pendidikan, ekonomi rumah tangga, akses Pendidikan
Kualitas Pengungkapan Lingkungan: Peran Environmental Performance, Reputasi KAP, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan dan Leverage dengan Biaya Lingkungan sebagai Variabel Moderasi Desiana Desiana; Ulfa Luthfia Nanda; Iwan Hermansyah
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.8966

Abstract

Laporan WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) tahun 2022 menyatakan bahwa terdapat ekspansi pertambangan nikel yang sebagian besar di dalam kawasan hutan sehingga saat ini Indonesia tengah dihadapkan pada tantangan lingkungan yang cukup signifikan. Hal ini berisiko mempercepat laju deforestasi dan meningkatkan emisi gas rumah kaca ke atmosfer yang berlawanan dengan upaya global untuk menguranginya. Pemerintah menyatakan komitmennya untuk mendukung agenda global dalam upaya pengurangan limbah dan polusi di mana memerlukan lebih banyak perusahaan yang memiliki komitmen terhadap lingkungan. Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor yang dapat mendorong pengungkapan lingkungan perusahaan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Environmental Performance, Reputasi KAP, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, dan Leverage terhadap Kualitas Pengungkapan Lingkungan dengan Biaya Lingkungan sebagai Variabel Moderasi pada Perusahaan Pertambangan untuk periode 2021-2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dan data yang dianalisis adalah data sekunder. Sumber data adalah laporan tahunan perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021-2024. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, menghasilkan 13 perusahaan yang diamati selama 4 tahun, dengan total 52 unit observasi. Penelitian ini menganalisis data menggunakan Regresi Linier Berganda dan menerapkan Moderated Regression Analysis (MRA) untuk menguji pengaruh variabel moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Environmental Performance, Reputasi KAP, dan Profitabilitas tidak mempengaruhi Kualitas Pengungkapan Lingkungan, sedangkan Ukuran Perusahaan dan Leverage mempengaruhi Kualitas Pengungkapan Lingkungan. Selain itu, Biaya Lingkungan berfungsi sebagai Variabel Moderasi, di mana variabel ini melemahkan hubungan antara Profitabilitas dengan Kualitas Pengungkapan Lingkungan, namun justru memperkuat hubungan Leverage terhadap Kualitas Pengungkapan Lingkungan
Literasi Keuangan dan Perilaku Keuangan UMKM: Sebuah Tinjauan Literatur Sistematis dan Analisis Bibliometrik Adriana Lopi; Lorena Prawita Febbyana
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.8992

Abstract

Literasi keuangan dan perilaku keuangan memiliki peran penting dalam mempertahankan eksistensi dan menumbuhkembangkan umkm yang menimbulkan peningkatan penelitian mengenai hal ini sehingga diperlukan kajian literatur secara menyeluruh untuk memetakan perkembangan penelitian serta mensintesis temuan-temuan yang telah ada.Berbagai penelitian yang telah ada sebelumnya, menunjukkan bahwa ada dampak yang ditimbulkan dari literasi keuangan maupun perilaku keuangan, namun beberapa temuan masih bertentangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perkembangan penelitian mengenai literasi keuangan dan perilaku keuangan , melihat factor-faktor yang dipengaruhi oleh literasi maupun perilaku keuangan umkm serta menemukan gap penelitian dan peluang penelitian yang dapat memberikan peta jalan atau arah bagi peneliti lain di masa depan untuk menetukan topik-topik baru. Menggunakan metode systematic literatur review (SLR) dengan panduan PRISMA dan analisis bibliometric dengan bantuan aplikasi VosViewer untuk mensintesis penelitian pada basis data scopus, ditemukan 60 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan tema literasi keuangan dan perilaku keuangan umkm terus meningkat dan lebih banyak dibahas pada negara-negara berkembang terutama di Asia. Faktor yang paling dipengaruhi oleh literasi keuangan dan perilaku keuangan adalah keberlanjutan umkm, kinerja umkm, inklusi keuangan, kinerja keuangan, keputusan keuangan dan perilaku keuangan. Topik - topik seperti financial inclusion, ,dynamic capability, business sustainability, merupakan topik-topik yang dapat dikaitkan dengan literasi keuangan maupun perilaku keuangan untuk peluang penelitian ke depannya.
Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Perilaku Keuangan Menggunakan Layanan Kredit Digital Pada Kalangan Gen Z Di Jatinegara Sari Laraswati; Novelia Utami
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.8996

Abstract

Perkembangan teknologi finansial yang cepat, seperti layanan pinjaman digital dan paylater, menimbulkan risiko keuangan yang nyata bagi Gen Z. Meskipun banyak Gen Z yang mengetahui dasar-dasar keuangan, masih terdapat kesenjangan dalam pemahaman keuangan praktis. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku keuangan menggunakan layanan kredit digital kalangan Gen Z di Jatinegara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik porposive sampling kepada 100 responden yang diambil sebagai sampel penelitian yang berkriteria menggunakan layanan kredit digital, Gen Z berumur 15-29 tahun, dan domisili Jatinegara. Pengumpulan data primer melalui kuesioner yang disebarkan melalui Google Form dengan skala likert dan teknik analisis menggunakan software SPSS melalui serangkaian uji asumsi klasik, uji asosiatif, serta analisis regresi sederhana. Sedangkan data sekunder diambil dari jurnal terdahulu dan buku. Hasil dari uji regresi linier menghasilkan R 2 = 0,439; t = 8,755; tanda tangan. = 0,000 yang artinya Literasi Keuangan berkontribusi sebesar 43,9% terhadap Perilaku Keuangan. Secara parsial, dimensi pengetahuan keuangan, keterampilan keuangan, dan keyakinan keuangan memiliki korelasi positif yang bervariasi terhadap dimensi perilaku keuangan, di mana hubungan terkuat ditemukan pada dimensi keyakinan keuangan terhadap pengelolaan arus. Literasi Keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Keuangan Gen Z dalam menggunakan layanan kredit digital di Kecamatan Jatinegara. Peneliti berikutnya menyarankan untuk memperluas cakupan model penelitian dengan memasukkan variabel independen lain yang berpotensi, di luar model ini.
Employee Engagement sebagai Mediasi Disiplin dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan Pabrik Gula Venosa Putri Mirayudha; Hamidah Hendrarini; Ika Sari Tondang
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.9024

Abstract

Kinerja karyawan merupakan faktor penting dalam mendukung pencapaian target produksi perusahaan, khususnya pada industri gula yang memiliki karakteristik proses produksi yang kompleks dan padat karya. Fluktuasi produksi serta belum tercapainya target produksi di PG. Krembung Sidoarjo menunjukkan perlunya memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan dengan Employee Engagement sebagai variabel mediasi pada karyawan PG. Krembung Sidoarjo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 93 responden yang merupakan karyawan tetap PG. Krembung. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan aplikasi WarpPLS 8.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,194 dan p-value 0,026. Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan koefisien jalur sebesar 0,404 dan p-value <0,001. Employee engagement terbukti memediasi secara parsial pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan dengan nilai VAF sebesar 48,3%. Selain itu, Employee Engagement juga memediasi secara parsial pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan dengan nilai VAF sebesar 28,7%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan disiplin kerja dan motivasi kerja yang didukung oleh Employee Engagement yang tinggi dapat meningkatkan kinerja karyawan PG. Krembung Sidoarjo. Temuan ini memberikan kesan praktis bahwa peningkatan disiplin kerja dan motivasi kerja yang didukung oleh keterikatan karyawan dapat menjadi strategi efektif bagi perusahaan dalam meningkatkan kinerja karyawan dan mendukung tercapainya tujuan perusahaan. Kata kunci : Disiplin Kerja, Employee Engagement , Motivasi Kerja, Kinerja Karyawan
Di balik kinerja keuangan: Kualitas audit dalam hubungan manajemen laba, profitabilitas, dan nilai perusahaan Anton Adventus Kacaribu
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.9031

Abstract

Latar Belakang: Pelaporan keuangan yang kredibel memengaruhi penilaian pasar, tetapi mekanisme yang menghubungkan pilihan pelaporan manajerial dan kinerja operasi dengan nilai perusahaan melalui kualitas audit belum sepenuhnya dipahami. Tujuan: Penelitian ini menguji mediasi kualitas audit dalam hubungan manajemen laba dan profitabilitas dengan nilai perusahaan pada sektor properti dan real estat. Metode: Analisis menggunakan data panel seimbang 45 perusahaan tercatat di Indonesia selama 2020–2024, sehingga diperoleh 225 observasi perusahaan-tahun. Nilai perusahaan diproksikan dengan logaritma natural enterprise value; manajemen laba dengan akrual diskresioner berdasarkan model Modified Jones; profitabilitas dengan return on assets; dan kualitas audit dengan indikator afiliasi Big Four. Uji spesifikasi memilih model random effects untuk persamaan kualitas audit dan fixed effects untuk persamaan nilai perusahaan. Kedua model menggunakan kesalahan standar terkelompok pada perusahaan, sedangkan pengaruh tidak langsung diuji menggunakan uji Sobel. Hasil: Manajemen laba dan profitabilitas tidak berhubungan signifikan dengan kualitas audit maupun nilai perusahaan. Kualitas audit berhubungan negatif dengan nilai perusahaan (koefisien = -0.0672; p = 0.001). Pengaruh tidak langsung melalui kualitas audit tidak signifikan, baik untuk manajemen laba (p = 0.373) maupun profitabilitas (p = 0.322). Kesimpulan: Kualitas audit tidak memediasi kedua hubungan tersebut. Afiliasi Big Four lebih tepat dipandang sebagai atribut tata kelola tersendiri yang implikasi penilaiannya bergantung pada kondisi spesifik perusahaan. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas audit yang lebih tinggi tidak secara otomatis mengubah kinerja akuntansi atau diskresi pelaporan menjadi penilaian pasar yang lebih tinggi.
Pengaruh Komitmen Manajemen, Ukuran Perusahaan, dan Pertumbuhan Perusahaan terhadap Pengungkapan Green Accounting pada Perusahaan Manufaktur di Jawa Barat Periode 2022–2025 Winwin Yadiati; Silvani Rizki Amalia
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.9059

Abstract

Pengungkapan green accounting merupakan instrumen akuntabilitas lingkungan yang semakin krusial bagi industri manufaktur, namun tingkat penerapannya di Indonesia masih beragam dan cenderung rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh komitmen manajemen, ukuran perusahaan, dan pertumbuhan perusahaan terhadap pengungkapan green accounting pada perusahaan manufaktur di Jawa Barat periode 2022–2025. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan sampel 20 perusahaan manufaktur yang dipilih secara purposive sampling, menghasilkan 80 observasi data panel seimbang. Pengungkapan green accounting diukur dengan indeks berbasis Global Reporting Initiative (GRI). Data dianalisis menggunakan regresi data panel melalui perangkat lunak EViews dengan estimasi Common Effect Model yang dirobustkan terhadap dependensi antarunit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial komitmen manajemen, ukuran perusahaan, dan pertumbuhan perusahaan masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan green accounting. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan dengan koefisien determinasi sebesar 95,6%. Temuan ini menegaskan bahwa internalisasi tata kelola lingkungan pada level manajemen puncak, skala usaha, dan momentum pertumbuhan merupakan determinan utama akuntabilitas lingkungan korporasi.
Faktor Penentu dan Hambatan Transisi Sistem Administrasi Coretax di Kalangan Wajib Pajak Perorangan Nazriela Raya Ardani; Fadjar Harimurti; Aris Eddy Sarwono; Sinta Putriana
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.9086

Abstract

Peluncuran Sistem Administrasi Pajak Inti pada tanggal 1 Januari 2025 menandai modernisasi administrasi perpajakan Indonesia yang paling luas dalam dua dekade, namun peluncuran awal sistem ini disertai dengan keluhan operasional yang luas dari para pembayar pajak. Penelitian ini mengkaji determinan transisi ke Coretax dan mengidentifikasi hambatan utama yang dialami Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar di KPP Pratama Karanganyar. Berdasarkan Model Penerimaan Teknologi dan kerangka Teknologi-Organisasi-Lingkungan, penelitian ini mengadopsi desain studi kasus kuantitatif. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner Likert lima poin dari 109 wajib pajak orang pribadi yang dipilih secara purposive sampling, dengan ukuran minimum ditentukan melalui rumus Slovin dengan margin kesalahan 10%. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling pada SmartPLS 4.0, dilengkapi dengan analisis deskriptif rerata indikator. Model struktural menjelaskan 65,1% varian transisi Coretax (R² = 0,651) dengan relevansi prediktif yang kuat (Q² = 0,603). Literasi pajak digital (? = 0.324; t = 3.333), kesiapan infrastruktur teknologi (? = 0.297; t = 3.073) dan dukungan teknis (? = 0.357; t = 4.388) masing-masing memberikan pengaruh positif dan signifikan, dengan dukungan teknis menjadi prediktor paling dominan (f² = 0.241). Analisis deskriptif menemukan tiga hambatan nyata: kemampuan pelaporan pajak digital yang terbatas, ketidakcocokan perangkat, dan akses yang tidak merata ke layanan bantuan otoritas pajak. Temuan-temuan yang ada menunjukkan bahwa keberhasilan reformasi perpajakan digital di tingkat kantor tidak terlalu bergantung pada peraturan, melainkan pada kesiapan dan dukungan yang diberikan kepada wajib pajak, dan hal ini menawarkan agenda yang ditargetkan kepada Direktorat Jenderal Pajak untuk menstabilkan transisi tersebut.