cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 281 Documents
MANAJEMEN PESERTA DIDIK UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI PESERTA DIDIK MTsN 2 TANGGAMUS IDA EFIANA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i4.1887

Abstract

Management of students can be interpreted as an effort to regulate students starting from these students entering school until they graduate from school. Knezevich (1961) defines student management or pupil personnel administration as a service that focuses on the management, supervision and services of students in the classroom and outside the classroom such as: introduction, registration, individual services such as developing overall abilities, interests, needs until he is mature. at school. MTsN 2 Tanggamus provides services to students, – namely the accentuation of services on the similarities and differences of children, this gives birth to the thought of the importance of student management at MTsN 2 Tanggamus to regulate how the demands of these two kinds of services can be met at school. Student management at MTsN 2 Tanggamus aims to regulate student activities so that these activities support the teaching and learning process at school; furthermore, the teaching and learning process in schools can run smoothly, orderly and regularly so that it can contribute to the achievement of school goals and overall educational goals. ABSTRAKManajemen peserta didik dapat diartikan sebagai usaha pengaturan terhadap peserta didik mulai dari peserta didik tersebut masuk sekolah sampai dengan mereka lulus sekolah.  Knezevich (1961) mengartikan manajemen peserta didik atau pupil personnel administration sebagai suatu layanan yang memusatkan perhatian pada pengaturan, pengawasan dan layanan siswa di kelas dan di luar kelas seperti: pengenalan, pendaftaran, layanan individual seperti pengembangan keseluruhan kemampuan, minat, kebutuhan sampai ia matang di sekolah. MTsN 2 Tanggamus melakukan pelayanan terhadap siswa,– yakni aksentuasi pada layanan kesamaan dan perbedaan anak-anak, hal tersebut melahirkan pemikiran pentingnya manajemen peserta didik di MTsN 2 Tanggamus  untuk mengatur bagaimana agar tuntutan dua macam layanan tersebut dapat dipenuhi di sekolah. Manajemen peserta didik di MTsN 2 Tanggamus bertujuan mengatur kegiatan-kegiatan peserta didik agar kegiatan-kegiatan tersebut menunjang proses belajar mengajar di sekolah; lebih lanjut, proses belajar mengajar di sekolah dapat berjalan lancar, tertib dan teratur sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan secara keseluruhan.
COOPERATIF LEARNING TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA NISFUANA NISFUANA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i4.1888

Abstract

This study aims to collect and analyze data on efforts to improve mathematics learning outcomes through the Teams games tournament type cooperative learning model for students in class X IPS 1 MAN I Malang City. This study used two cycles of classroom action research with each cycle consisting of four stages, namely: planning, action, observation and reflection. The subjects of this study were students of class X IPS 1 MAN I Malang City in the 2022/2023 academic year. From the results of the analysis, it was found that student learning outcomes increased from cycle I by 41.03% with an average score of 7.32, which increased to 76.92% with an average score of 8.22 in cycle II. The conclusion of this study is that the cooperative learning model of the Teams games tournament type can improve the learning outcomes of students in class X IPS 1 MAN I Malang City, and this learning model can be used as an alternative to learning mathematics to improve student learning outcomes in other schools that have the same student character. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengumpulkan dan menganalisis data tentang upaya meningkatkan hasil belajar matematika melalui model pembelajaran kooperatif tipe Teams games tournament pada peserta didik kelas X IPS 1 MAN I Kota Malang. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas sebanyak dua siklus dengan setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu: Perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas kelas X IPS 1 MAN I Kota Malang Tahun Pelajaran 2022/2023. Dari hasil analisis didapatkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 41,03% dengan rata-rata nilai 7,32 mengalami peningkatan mencapai 76,92% dengan rata-rata nilai 8,22 pada siklus II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe Teams games tournament dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X IPS 1 MAN I Kota Malang, dan model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran matematika untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik di sekolah lain yang memiliki karakter peserta didik yang sama.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY MAPEL PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI DI SMPN 1 MANTIAT PARI YANTI YANTI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i4.1889

Abstract

The purpose of this study is to describe the use of guided Discovery learning methods in increasing the understanding and interest of students in the subjects of Christian religious education and ethics. The subjects in this study were students of class VIII (eight) semester I totaling 15 people. This research uses a qualitative métode with a case study approach. The results showed that there was a significant increase in the average score of Christian religious education (PAK) and ethics lessons and the number of students who scored more than minimum completion criteria (KKM). Pthere is cycle I the average value of learners is 78, in cycle II the average value increases to 82 and in cycle III the average value of learners is 85. The percentage of students completed in cycle I was 73.33%, cycle II was 86.67% and cycle III was 100%. This shows that the use of guided discovery methods is effective in increasing the interest and achievement of students in the subjects of Christian religious education (PAK) and ethics. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan metode pembelajaran guided Discovery dalam meningkatkan pemahaman dan minat peserta didik mata pelajaran pendidikan agama kristen dan budi pekerti. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII (delapan) semester I yang berjumlah 15 orang. Penelitian ini menggunakan métode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan untuk nilai rerata pelajaran pendidikan agama kristen (PAK) dan budi pekerti dan jumlah peserta didik yang mendapatkan nilai lebih dari kriteria ketuntasan minimal (KKM). Pada siklus I nilai rerata peserta didik adalah 78, pada siklus II nilai rerata meningkat menjadi 82 dan pada siklus III nilai rerata peserta didik adalah 85. Persentase jumlah peserta didik yang tuntas pada siklus I sebesar 73,33%, siklus II sebesar 86,67% dan siklus III sebesar 100%. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan metode guided discovery efektif dalam meningkatkan minat dan prestasi peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan agama Kristen (PAK) dan budi pekerti.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI BENTUK ALJABAR KELAS VII-B MTsN 5 JOMBANG MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK LULUK FARIDA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i4.1890

Abstract

This research is Classroom Action Research (CAR) using a scientific approach. The problem formulated in this study is how the results of research on material in algebraic forms for class VII-B students at MTsN 5 Jombang use a scientific approach? The aim is to find out class action research on algebraic material in class VII-B students at MTsN 5 Jombang using a scientific approach. The research was conducted on class VII-B students at MTsN 5 Jombang for the 2022/2023 school year with a total of 31 students. The instrument used in this research is the learning achievement test. The learning outcomes test is a class action research ability test in the form of problems/questions that focus more on algebraic material. This research was conducted in 2 cycles with each cycle consisting of 2 meetings. The results of students' answers in this study were analyzed using data analysis techniques used in qualitative analysis, consisting of four stages, namely data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The learning activity of students in the first cycle was included in the quite active category with an average value of 74.03. Student scores increased by 15.32 from the initial test score of 58.71. In cycle II, students' learning activities increased to an average of 82.58, an increase of 8.55 compared to the results of test scores in cycle I. Based on work indicators, it was concluded that mastery of algebraic concepts in class VII-B students of MTsN 5 Jombang could be improved through a scientific approach. ABSTRAKPenelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan saintifik. Masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah bagaimana hasil penelitian materi bentuk aljabar pada peserta didik kelas VII–B MTsN 5 Jombang dengan menggunakan pendekatan saintifik?. Tujuannya adalah untuk mengetahui penelitian tindakan kelas materi bentuk aljabar pada peserta didik kelas VII-B MTsN 5 Jombang dengan menggunakan pendekatan saintifik. Penelitian dilaksanakan pada peserta didik kelas VII-B MTsN 5 Jombang tahun ajaran 2022/2023 dengan jumlah peserta didik sebanyak 31 anak. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes hasil belajar. Tes hasil belajar sebagai tes kemampuan penelitian tindakan kelas berupa masalah/soal yang lebih menitik beratkan pada materi bentuk aljabar. Penelitian ini dilakukan dengan 2 siklus dengan setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Hasil jawaban peserta didik dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik análisis data yang digunakan dalam análisis kualitatif, terdiri dari empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keaktifan belajar peserta didik pada siklus pertama termasuk kategori cukup aktif dengan memiliki rata-rata nilai 74,03. Nilai peserta didik meningkat sebesar 15,32 dari nilai tes awal 58,71. Pada siklus II aktivitas belajar peserta didik meningkat menjadi rata-rata sebesar 82,58 meningkat sebesar 8,55 dibanding hasil nilai tes pada siklus I. Berdasarkan indikator kerja, disimpulkan bahwa penguasaan konsep aljabar pada peserta didik kelas VII-B MTsN 5 Jombang dapat ditingkatkan melalui pendekatan saintifik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TEKNIK JIGSAW DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH PADA SISWA KELAS XII SMA NEGERI 1 PURWANEGARA KRISPALIANA PUJIWATI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i4.1891

Abstract

This study aims to improve student learning outcomes in historical subjects using cooperative learning models. This research was conducted at SMA Negeri 1 Purwanegara, in semester 2 of the 2018/2019 academic year. This research uses Classroom Action Research. This research was conducted in 2 cycles because the increase in learning outcomes had been achieved, in one cycle consisting of one meeting. The implementation of this study uses the Jigsaw Cooperative Learning learning model. Based on the results of the pre-cycle it was known that the students' learning completeness reached 45% or 9 students completed with an average score of 70.7 after using the Jigsaw cooperative learning model in the first cycle the students' learning completeness reached 55% or 11 students completed with an average of 72, 7. Based on the results of this study, it can be seen that the students' learning mastery has increased, but this mastery has not met the research success indicator, which is 75%, therefore it is necessary to have cycle II. The research results in cycle II obtained an average class of 76 and the completeness level reached 80% or as many as 16 students completed. The results of the second cycle of research have met the indicators of research success, namely the value obtained is more than (>) 72 with a learning completeness level of 75%. So it can be concluded that learning history with the Jigsaw Cooperative Learning learning model can improve student learning outcomes in class XII IPA 1 SMA Negeri 1 Purwanegara even semester in the 2018/2019 Academic Year. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejaran dengan menggunakan model pembelajaran cooperative learning. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Purwanegara, pada semester 2 tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (Clasroom Action Research). Penelitian ini dilakukan 2 siklus karena peningkatan hasil belajar telah tercapai, dalam satu siklus terdiri dari satu pertemuan. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning teknik Jigsaw. Berdasarkan hasil prasiklus diketahui ketuntasan belajar siswa mencapai mencapai 45% atau 9 siswa tuntas dengan rata-rata nilai 70,7 sesudah menggunakan model pembelajaran cooperative learning teknik Jigsaw pada siklus I ketuntasan belajar siswa mencapai 55% atau 11 siswa tuntas dengan rata-rata 72,7. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa ketuntasan belajar siswa meningkat, akan tetapi ketuntasan ini belum memenuhi indikator keberhasilan penelitian yaitu sebesar 75%, oleh sebab itu diperlukan adanya siklus II. Hasil penelitian pada siklus II diperoleh rata-rata kelas mencapai 76 dan tingkat ketuntasan mencapai 80% atau sebanyak 16 siswa tuntas. Hasil penelitian siklus II sudah memenuhi indikator keberhasilan penelitian yaitu nilai yang didapatkan lebih dari (>) 72 dengan tingkat ketuntasan belajar mencapai 75%. Sehingga dapat disimpulkan bahawa pembelajaran sejarah dengan model pembelajaran Cooperative Learning teknik Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Purwanegara semester genap Tahun Pelajaran 2018/2019.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN CAMTASIA STUDIO UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFITAS BELAJAR SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 11 MEDAN SRI MINARTI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i4.2021

Abstract

The purpose of this study was to create learning media using the Camtasia Studio application on the subject matter of the Food Digestive System in CD form and to determine the level of effectiveness of student learning with the existence of learning media. The media trial was conducted at SMA Negeri 11 Medan with 74 students in two classes as respondents. The data collection tool used was in the form of observation sheets of student activities and evaluation of the media given to students, teachers and students as well as multiple choice questions. Learning media is made using the main software Camtasia Studio and other supporting software such as Format Factory and Youtube. The feasibility test of learning media according to learning media experts (students and teachers) obtained an average percentage of 75.96%, and the results of a questionnaire on students' perceptions of the media obtained an average percentage of 76.32% and 81.21%. The results of the data analysis showed that the level of students' mastery of the use of instructional media was 78.38% and 78.11%. In class XI IPA 1 there were 31 students who completed (83.78%) of 37 students and in class XI IPA 2 there were 33 students (89.19%) who completed from 37 students, classically learning completeness had been fulfilled. Achievement of specific learning objectives (TPK) for both classes is 100%, and from the overall observation results are good. From this study it can be concluded that computer-based learning media with the Camtasia Studio application on the subject matter of the Food Digestive System in CD form for students of class XI IPA 1 and 2 at SMA Negeri 11 Medan in the 2012/2013 Academic Year is appropriate to be used as a learning medium and is able to improve student learning activities. ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk membuat media pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Camtasia Studio pada materi pokok Sistem Pencernaan Makanan dalam bentuk CD dan mengetahui tingkat efektifitas belajar siswa dengan adanya media pembelajaran. Uji coba media dilakukan di SMA Negeri 11 Medan dengan jumlah responden 74 siswa dalam dua kelas. Alat pengumpul data yang digunakan berupa lembar observasi aktivitas siswa dan evaluasi media yang diberikan kepada siswa, guru dan mahasiswa serta soal bentuk pilihan berganda. Media pembelajaran dibuat dengan menggunakan software utama Camtasia Studio dan software pendukung lain seperti Format Factory dan Youtube. Uji kelayakan media pembelajaran menurut ahli media pembelajaran (mahasiswa dan guru) memperoleh persentasi rata-rata sebesar 75,96%, dan hasil angket persepsi siswa terhadap media diperoleh persentase rata-rata sebesar 76,32% dan 81,21%. Hasil analisa data diperoleh bahwa tingkat penguasaan siswa terhadap penggunaan media pembelajaran adalah 78,38% dan 78,11%. Di kelas XI IPA 1 terdapat 31 siswa yang tuntas (83,78%) dari 37 siswa dan di kelas XI IPA 2 terdapat 33 siswa (89,19%) yang tuntas dari 37 siswa, secara klasikal ketuntasan belajar telah terpenuhi. Ketercapaian tujuan pembelajaran khusus (TPK) untuk kedua kelas adalah 100%, dan dari hasil observasi secara keseluruhan adalah baik. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis komputer dengan aplikasi Camtasia Studio pada materi pokok Sistem Pencernaan Makanan dalam bentuk CD untuk siswa kelas XI IPA 1 dan 2 di SMA Negeri 11 Medan Tahun Pembelajaran 2012/2013 layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran dan mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN NILAI HASIL BELAJAR IPA DI MTs NEGERI 1 KOTA BATAM JURAHMIN JURAHMIN
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i1.2159

Abstract

This study aims to improve science learning outcomes through the application of Jigsaw cooperative learning at MTs Negeri 1 Batam City. The type of research used is classroom action research with research subjects of class IX.5 students in semester II of the 2020/2021 Lesson, a total of 37 students. The instruments used in this study were observation sheets and science test instruments. Research data analysis techniques using qualitative and quantitative descriptive analysis. The results of the analysis of the research data show that the application of the Jigsaw cooperative learning model to the material on the Reproductive System and Disorders of the Human Reproductive System can increase the average score for science learning outcomes from 73.30 to 83.03. Thus, Jigsaw cooperative learning can improve science learning outcomes at MTsN 1 Batam. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw di MTs Negeri 1 Kota Batam. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian siswa kelas IX.5 semester II Tahun Pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 37 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan instrumen tes IPA. Teknis analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada materi Sistem Reproduksi dan Gangguan Sistem Reproduksi Manusia dapat meningkatkan skor rata-rata skor nilai hasil belajar IPA dari 73,30 menjadi 83,03. Dengan demikian, pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar IPA di MTsN 1 Batam.
PENGGUNAAN PARAGRAF DAN PERCAKAPAN PENDEK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN TATA BAHASA INGGRIS B. WIDI NUGROHO
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i1.2160

Abstract

English grammar is still a problem for students in class X Language and Culture SMA Kolese De Britto for the 2021-2022 academic year. For the topic modal verb should, 21 out of 27 students (78%) did not meet the KKM score of 75. After the topic was re-taught and a remedial bill was held, 11 students (41%) did not reach the KKM score. The main factor for the low understanding of English grammar is learning grammar that is not contextual. Data collection was carried out using three instruments: 1) a self-observation sheet in the form of a checklist to ensure that all learning steps were carried out properly; 2) pre-test and post-test in each cycle to give an overview of the effect of action on students' understanding; and 3) an evaluative questionnaire for students to find out whether paragraphs and short conversations help students understand English grammar better. The findings show that the use of paragraphs and short conversations in learning grammar can improve understanding of English grammar, but has not been able to overcome the problem of low understanding of grammar. Comparison of the average pre-cycle test score with the final test average score of each post-action cycle showed an increase of 9.9 points (from 56.5 to 66.4) in cycles 1 and 12.4 points (from 56.5 to 68.9 ). 68.9) in cycle 2. ABSTRAKTata bahasa Inggris masih menjadi persoalan siswa kelas X Bahasa dan Budaya SMA Kolese De Britto tahun ajaran 2021-2022. Untuk topik modal verb should, 21 dari 27 siswa (78%) tidak memenuhi nilai KKM 75. Setelah topik tersebut diajarkan ulang dan diadakan tagihan remedial, 11 siswa (41%) tidak mencapai angka KKM. Faktor utama rendahnya pemahaman tata bahasa Inggris adalah pembelajaran tata bahasa yang tidak kontekstual. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga instrumen: 1) lembar observasi diri berbentuk daftar periksa untuk memastikan seluruh langkah pembelajaran dilakukan dengan baik; 2) tes awal dan tes akhir dalam setiap siklus untuk memberi gambaran tentang pengaruh tindakan terhadap pemahaman siswa; dan 3) kuesioner evaluatif untuk siswa untuk mengetahui apakah paragraf dan percakapan pendek membantu siswa memahami tata bahasa Inggris dengan lebih baik. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan paragraf dan percakapan pendek dalam pembelajaran tata bahasa dapat meningkatkan pemahaman tata bahasa Inggris, tetapi belum dapat mengatasi masalah rendahnya pemahaman tata bahasa. Perbandingan skor rerata tes prasiklus dengan skor rerata tes akhir masing-masing siklus pasca tindakan menunjukkan kenaikan sebesar 9,9 poin (dari 56,5 menjadi 66,4) dalam siklus 1 dan 12, 4 poin (dari 56,5 menjadi 68,9) dalam siklus 2. Perbandingan skor rerata tes awal dengan skor rerata tes akhir masing-masing siklus menunjukkan kenaikan sebesar 12,9 poin (dari 53,5 menjadi 66,4) dalam siklus 1 dan 28,3 poin (dari 40,6 menjadi 68,9) dalam siklus 2.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMAN 4 MUARO JAMBI DENGAN MEDIA BERVARIASI ELIA ROSITA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i1.2161

Abstract

This research was conducted on class XI.Mia.1 students at SMA Negeri 4 Muaro Jambi in the odd semester of the 2022/2023 academic year with a total of 30 students. The actions were carried out in 3 cycles, namely cycle I, cycle II and cycle II regarding KD 3.11 and 4.11 using varied media. The research data is in the form of a learning process which includes observations of activeness, attention, discipline and assignments/recitations and the results of evaluation of student learning which are collected using learning achievement tests. The results showed that there was an increase in students' understanding of the material for hydrocarbon compounds from the first cycle was moderate (35%) to good (74%) in cycle II and very good (91%) in cycle III. Likewise in the results of the learning evaluation, namely the post tests in cycle I, cycle II and cycle III experienced an increase from the average post test in cycle I which was 76.97 with 35% completeness while in cycle II the class average value was 81.41 with completeness 74% and 85.26 with 91% completeness in cycle III. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan pada Siswa kelas XI.Mia.1 SMA Negeri 4 Muaro Jambi semester ganjil Tahun Pelajaran 2022/2023 dengan jumlah siswa 30 orang. Tindakan dilakukan dalam 3, siklus, yaitu siklus I , siklus II dan siklus II tentang KD 3.11 dan 4.11 Menggunakan media bervariasi. Data hasil penelitian berupa proses pembelajaran yang meliputi pengamatan terhadap keaktifan, perhatian, kedisiplinan dan penugasan/ resitasi dan hasil evaluasi pembelajaran siswa yang dikumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman siswa terhadap materi senyawa hidrokarbon dari siklus I cukup (35%) menjadibaik (74%) pada siklus II dan sangat baik ( 91 %) pada siklus III . Demikian juga pada hasil evaluasi belajar yaitu post tes pada siklus I, siklus II dan siklus III megalami kenaikan dari rata-rata post tes pada siklus I adalah 76,97 dengan ketuntasan 35% sedangkan pada siklus II nilai rata-rata kelas 81,41dengan ketuntasan 74% serta 85,26 dengan ketuntasan 91 % pada siklus III.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI PROGRAM LINIER MELALUI PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING BERBANTUAN MICROSOFT TEAMS DIMASA PANDEMI COVID-19 DYAH SATYARINI RATNANINGRUM
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i1.2162

Abstract

The goal to be achieved in this study is to determine the extent to which learning achievement in mathematics has increased in linear program material by applying the problem solving method assisted by Microsoft Teams during the Covid-19 pandemic. The data source for this research was students of class XI IPS 2 at SMAN 1 Kebomas, Gresik Regency, East Java Province with a total of 35 students. Time This research was conducted from 26 July to 27 October 2020 in the odd semester of the 2020/2021 school year for 4 months. The data collected is quantitative and qualitative data. Quantitative data is data obtained from the results of formative tests in each cycle. While the qualitative data is in the form of observations in each learning cycle. The data obtained is then converted with success criteria to find out whether student learning outcomes can be known how to improve. The results of the research on the application of the Microsoft Teams-assisted problem solving method during the Covid-19 pandemic to improve mathematics learning achievement in linear program material in class XI IPS 2 SMAN 1 Kebomas in the pre-cycle found only 8 students or 22.86% of all students. In cycle I there were a number of students who succeeded in increasing their learning outcomes by increasing by 8 to 16 students or 45.71%. In cycle II students who succeeded in increasing their learning outcomes reached 27 students or 77.41%. Student achievement in the pre-cycle with a class average of 50.17 and in the first cycle the class average was 65.03 and in the second cycle the class average was 82.40. From the research data obtained, it shows that the mathematics learning achievement in linear program material with the application of the problem solving method assisted by zoom metting during the Covid-19 pandemic has been successful so that it is feasible to be implemented at SMAN 1 Kebomas Gresik. ABSTRAKTujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peningkatan prestasi belajar Matematika materi program linier dengan penerapan metode problem solving berbantuan Microsoft teams dimasa pandemi covid-19. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2 SMAN 1 Kebomas Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur dengan jumlah ssiswa 35 siswa. Waktu Penelitian ini dilaksanakan pada 26 Juli sampai dengan 27 Oktober 2020 di semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021 selama 4 Bulan. Data yang dikumpulkan adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif adalah data yang diperoleh dari hasil tes formatif pada setiap siklus. Sedangkan data kualitatif berupa hasil observasi pada tiap siklus pembelajaran. Data yang diperoleh kemudian konversikan dengan kriteria keberhasilan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa dapat diketahui bagaimana peningkatannya. Hasil penelitian penerapan metode problem solving berbantuan Microsoft teams dimasa pandemi covid-19 untuk meningkatkan prestasi belajar Matematika materi program linier pada siswa kelas XI IPS 2 SMAN 1 Kebomas pada pra siklus didapatkan hanya 8 siswa atau 22,86% dari seluruh siswa. Pada siklus I ada sejumlah siswa yang berhasil meningkatkan hasil belajar bertambah 8 menjadi siswa 16 atau 45,71%. Pada siklus II siswa yang berhasil meningkat hasil belajarnya mencapai 27 siswa atau 77,41%. Prestasi belajar siswa pada pra siklus dengan rata-rata kelas 50,17 dan pada siklus I rata-rata kelas 65,03 serta pada siklus II rata-rata kelas 82,40. Dari data penelitian yang didapatkan menunjukan bahwa prestasi belajar Matematika materi program linier dengan penerapan metode problem solving berbantuan zoom metting dimasa pandemi covid-19 ini telah berhasil hingga layak untuk diterapkan di SMAN 1 Kebomas Gresik.