cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 374 Documents
EFEKTIVITAS ASESMEN FORMATIF BERBASIS DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN TEKS ANEKDOT PADA SISWA KELAS X SMK MADINATUL HADID CILEGON: Studi quasi Eksperimen pada siswa kelas X SMK Madinatul Hadid Cilegon Purwanti Purwanti; Suhelvi Suhelvi; Hafidh Amanatul Mulki; Tatu Hidayah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.11576

Abstract

ABSTRACT The low effectiveness of conventional assessment in providing timely feedback and encouraging active student engagement remains a challenge in anecdotal text learning. Therefore, this study aimed to analyze the effectiveness of digital formative assessment using the Socrative application in teaching anecdotal texts to tenth-grade students at SMK Madinatul Hadid Cilegon. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental method using a nonequivalent control group design. The sample consisted of 60 students divided into an experimental class and a control class. Data were collected through learning achievement tests and questionnaires. Data analysis was conducted using IBM SPSS Statistics through homogeneity testing and the Mann–Whitney U Test because the data were not normally distributed. The results showed that the average learning achievement score of students in the experimental class was 88.00, which was higher than that of the control class at 67.33. The Mann–Whitney U Test revealed a significance value of 0.000 (< 0.05), indicating a significant difference in learning outcomes between the two groups. Furthermore, the effect size value of 0.60 indicated a large effect of digital formative assessment on improving student learning outcomes. The findings also demonstrated that the use of Socrative enhanced student engagement through real-time feedback during the learning process. Therefore, digital formative assessment using the Socrative application was proven effective in improving both learning outcomes and student engagement, making it a viable, interactive, and student-centered assessment alternative for anecdotal text learning ABSTRAK Rendahnya efektivitas asesmen konvensional dalam memberikan umpan balik yang cepat dan mendukung keterlibatan aktif siswa menjadi salah satu tantangan dalam pembelajaran teks anekdot di sekolah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas asesmen formatif berbasis digital menggunakan aplikasi Socrative dalam pembelajaran teks anekdot pada siswa kelas X SMK Madinatul Hadid Cilegon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 60 siswa yang terbagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar dan angket, sedangkan analisis data menggunakan bantuan IBM SPSS Statistics melalui uji homogenitas dan uji Mann-Whitney U Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen sebesar 88,00 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 67,33. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kedua kelompok. Selain itu, nilai effect size sebesar 0,60 menunjukkan bahwa penggunaan asesmen formatif berbasis digital memberikan pengaruh dalam kategori besar terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa aplikasi Socrative mampu meningkatkan keterlibatan siswa melalui pemberian umpan balik secara real-time selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, asesmen formatif berbasis digital menggunakan aplikasi Socrative terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan keterlibatan siswa, sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif asesmen yang inovatif, interaktif, dan berpusat pada siswa dalam pembelajaran teks anekdot.
SINERGI CATUR PUSAT PENDIDIKAN UNTUK MENCIPTAKAN EKOSISTEM PEMBELAJARAN AKTIF DAN EFEKTIF Ashifa Salsabila Putri; Dian Kusumawati; Meilan Tri Wuryani
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.11624

Abstract

This study aims to describe the synergy of the Four Centers of Education in creating an active and effective learning ecosystem, identify the supporting and inhibiting factors, and explain the impact of the synergy of the Four Centers of Education on improving student participation and the effectiveness of the learning process at MI-Tahfidzul Qur’an Muhammadiyah Sumberejo. The background of this study is based on the low level of student participation in learning activities, which are still predominantly teacher-centered, causing students to be less actively involved in the learning process. Education does not merely take place at school but also involves families, communities, and social media as environments that influence students’ learning development. This study employed a qualitative approach with a phenomenological method to understand the experiences and meanings perceived by educational stakeholders. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings revealed that the synergy among families, schools, communities, and social media was able to create an active, participatory, conducive, and contextual learning environment. This synergy was implemented through project-based learning, active communication between schools and parents, community involvement in learning activities, and the utilization of social media as a medium for information and educational purposes. Furthermore, the synergy of the Four Centers of Education had a positive impact on increasing students’ participation, critical thinking skills, communication skills, learning motivation, discipline, and the effectiveness of the learning process both inside and outside the classroom. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sinergi Catur Pusat Pendidikan dalam menciptakan ekosistem pembelajaran aktif dan efektif, mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat, serta menjelaskan dampak sinergi Catur Pusat Pendidikan terhadap peningkatan keaktifan dan efektivitas proses pembelajaran di MI Tahfidzul Qur’an Muhammadiyah Sumberejo. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru sehingga siswa kurang berpartisipasi secara optimal dalam proses belajar. Pendidikan pada dasarnya tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga melibatkan keluarga, masyarakat, dan media sosial sebagai lingkungan yang berpengaruh terhadap perkembangan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk memahami pengalaman dan makna yang dirasakan oleh para pelaku pendidikan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan media sosial mampu menciptakan lingkungan belajar yang aktif, partisipatif, kondusif, dan kontekstual. Sinergi tersebut diwujudkan melalui pembelajaran berbasis proyek, komunikasi aktif antara sekolah dan orang tua, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pembelajaran, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana informasi dan edukasi. Selain itu, sinergi Catur Pusat Pendidikan memberikan dampak positif terhadap meningkatnya keaktifan siswa, keterampilan berpikir kritis, kemampuan komunikasi, motivasi belajar, kedisiplinan, serta efektivitas proses pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERPUSAT PADA SISWA DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI GLOBAL: STUDI KASUS DI SMA MODERN AL RIFAIE 2 MALANG Hesim Muzedi; Zulfan Zahansyah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.11655

Abstract

This study aims to analyze the construction and implementation of learning models in improving students' global competencies at SMA Modern Al Rifaie 2 Malang, as well as to examine the supporting and inhibiting factors in their implementation and their implications for students' global competencies. This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving the principal, teachers, and students as the primary data sources. Data analysis was conducted using Miles and Huberman’s interactive model through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the learning models implemented at SMA Modern Al Rifaie 2 Malang are oriented toward student-centered learning, collaborative learning, and contextual learning approaches. The implementation of these learning models is carried out through discussions, presentations, group work, project-based learning, and problem-solving activities that encourage active student engagement. These learning models enhance students’ global competencies by strengthening intercultural communication skills, critical thinking, collaboration, and openness toward cultural diversity and global perspectives. Supporting factors include a conducive modern Islamic boarding school environment, teacher competence, school support, a collaborative culture, and the habituation of foreign language use. Meanwhile, inhibiting factors include differences in students’ language abilities, limited technological facilities, and varying levels of students’ self-confidence. Furthermore, students’ global competencies are developed through the integration of Islamic values such as tasamuh (tolerance), ta'awun (mutual assistance), and ukhuwwah (brotherhood), resulting in students who possess both religious character and global perspectives. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi dan implementasi model pembelajaran dalam meningkatkan kompetensi global siswa di SMA Modern Al Rifaie 2 Malang, serta mengkaji faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya beserta implikasinya terhadap kompetensi global siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru, dan siswa sebagai sumber data utama. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang diterapkan di SMA Modern Al Rifaie 2 Malang mengarah pada pendekatan student-centered learning, collaborative learning, dan pembelajaran kontekstual. Implementasi model pembelajaran dilakukan melalui diskusi, presentasi, kerja kelompok, pembelajaran berbasis proyek, dan pemecahan masalah yang mendorong keterlibatan aktif siswa. Model pembelajaran tersebut mampu meningkatkan kompetensi global siswa melalui penguatan kemampuan komunikasi lintas budaya, berpikir kritis, kerja sama, serta keterbukaan terhadap keberagaman budaya dan perspektif global. Faktor pendukung implementasi meliputi lingkungan pesantren modern yang kondusif, kompetensi guru, dukungan sekolah, budaya kolaboratif, dan pembiasaan penggunaan bahasa asing. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan bahasa siswa, keterbatasan fasilitas teknologi, serta tingkat kepercayaan diri siswa yang beragam. Selain itu, kompetensi global siswa juga dikembangkan melalui integrasi nilai-nilai Islam seperti tasamuh, ta'awun, dan ukhuwwah sehingga terbentuk karakter siswa yang religius sekaligus berwawasan global.
EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARRAN CLASSPOINT TERHADAP HASIL BELAJAR TEKS HIKAYAT SISWA SMK Ajeng Novita Damayanti; Wildan Fisabililhaq; Tatu Hilaliyah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.11954

Abstract

ABSTRACT Digital technological transformation requires educators to develop innovative learning activities that are interactive, adaptive, and student-centered. However, Indonesian language learning, particularly in the study of hikayat texts at vocational high schools, still faces challenges due to students’ low learning outcomes, the complex nature of archaic and court-centered language, and the dominance of conventional lecture-based teaching methods that limit student engagement. This study aims to examine the effectiveness of interactive digital learning media ClassPoint on students’ learning outcomes in hikayat text instruction. This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a posttest-only control group design. The sample consisted of two groups: an experimental class taught using ClassPoint and a control class taught using conventional methods. Data were collected through learning outcome tests and analyzed using assumption tests, an Independent Sample t-test, and N-Gain Score analysis assisted by SPSS. The results revealed that the experimental class achieved a higher post-test mean score (95.00) compared to the control class (85.67). Furthermore, the N-Gain analysis showed that ClassPoint achieved an effectiveness score of 79.72% (effective category), while the conventional method reached only 52.06% (less effective category). Therefore, it can be concluded that ClassPoint is significantly more effective in improving students’ learning outcomes in hikayat texts by fostering a more interactive, participatory, and enjoyable learning environment through formative assessment features and gamification elements. ABSTRAK Transformasi teknologi digital menuntut pendidik untuk mengembangkan inovasi pembelajaran yang interaktif, adaptif, dan berpusat pada siswa. Namun, pembelajaran bahasa Indonesia pada materi teks hikayat di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menghadapi kendala berupa rendahnya hasil belajar akibat karakteristik teks yang kompleks serta dominasi metode pembelajaran konvensional yang kurang melibatkan partisipasi aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan media pembelajaran digital interaktif ClassPoint terhadap hasil belajar siswa pada materi teks hikayat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experiment dan desain posttest-only control group. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan ClassPoint dan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan dianalisis menggunakan uji prasyarat, Independent Sample t-test, serta perhitungan N-Gain Score dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai post-test kelas eksperimen (95,00) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (85,67). Selain itu, nilai N-Gain menunjukkan efektivitas penggunaan ClassPoint sebesar 79,72% (kategori efektif), sedangkan metode konvensional hanya mencapai 52,06% (kategori kurang efektif). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan ClassPoint secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar teks hikayat karena mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, partisipatif, dan menyenangkan melalui fitur evaluasi formatif dan gamifikasi.