cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 540 Documents
EFEKTIVITAS ASESMEN FORMATIF BERBASIS DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN TEKS ANEKDOT PADA SISWA KELAS X SMK MADINATUL HADID CILEGON: Studi quasi Eksperimen pada siswa kelas X SMK Madinatul Hadid Cilegon Purwanti Purwanti; Suhelvi Suhelvi; Hafidh Amanatul Mulki; Tatu Hidayah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.11576

Abstract

ABSTRACT The low effectiveness of conventional assessment in providing timely feedback and encouraging active student engagement remains a challenge in anecdotal text learning. Therefore, this study aimed to analyze the effectiveness of digital formative assessment using the Socrative application in teaching anecdotal texts to tenth-grade students at SMK Madinatul Hadid Cilegon. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental method using a nonequivalent control group design. The sample consisted of 60 students divided into an experimental class and a control class. Data were collected through learning achievement tests and questionnaires. Data analysis was conducted using IBM SPSS Statistics through homogeneity testing and the Mann–Whitney U Test because the data were not normally distributed. The results showed that the average learning achievement score of students in the experimental class was 88.00, which was higher than that of the control class at 67.33. The Mann–Whitney U Test revealed a significance value of 0.000 (< 0.05), indicating a significant difference in learning outcomes between the two groups. Furthermore, the effect size value of 0.60 indicated a large effect of digital formative assessment on improving student learning outcomes. The findings also demonstrated that the use of Socrative enhanced student engagement through real-time feedback during the learning process. Therefore, digital formative assessment using the Socrative application was proven effective in improving both learning outcomes and student engagement, making it a viable, interactive, and student-centered assessment alternative for anecdotal text learning ABSTRAK Rendahnya efektivitas asesmen konvensional dalam memberikan umpan balik yang cepat dan mendukung keterlibatan aktif siswa menjadi salah satu tantangan dalam pembelajaran teks anekdot di sekolah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas asesmen formatif berbasis digital menggunakan aplikasi Socrative dalam pembelajaran teks anekdot pada siswa kelas X SMK Madinatul Hadid Cilegon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 60 siswa yang terbagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar dan angket, sedangkan analisis data menggunakan bantuan IBM SPSS Statistics melalui uji homogenitas dan uji Mann-Whitney U Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen sebesar 88,00 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 67,33. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kedua kelompok. Selain itu, nilai effect size sebesar 0,60 menunjukkan bahwa penggunaan asesmen formatif berbasis digital memberikan pengaruh dalam kategori besar terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa aplikasi Socrative mampu meningkatkan keterlibatan siswa melalui pemberian umpan balik secara real-time selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, asesmen formatif berbasis digital menggunakan aplikasi Socrative terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan keterlibatan siswa, sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif asesmen yang inovatif, interaktif, dan berpusat pada siswa dalam pembelajaran teks anekdot.
SINERGI CATUR PUSAT PENDIDIKAN UNTUK MENCIPTAKAN EKOSISTEM PEMBELAJARAN AKTIF DAN EFEKTIF Ashifa Salsabila Putri; Dian Kusumawati; Meilan Tri Wuryani
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.11624

Abstract

This study aims to describe the synergy of the Four Centers of Education in creating an active and effective learning ecosystem, identify the supporting and inhibiting factors, and explain the impact of the synergy of the Four Centers of Education on improving student participation and the effectiveness of the learning process at MI-Tahfidzul Qur’an Muhammadiyah Sumberejo. The background of this study is based on the low level of student participation in learning activities, which are still predominantly teacher-centered, causing students to be less actively involved in the learning process. Education does not merely take place at school but also involves families, communities, and social media as environments that influence students’ learning development. This study employed a qualitative approach with a phenomenological method to understand the experiences and meanings perceived by educational stakeholders. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings revealed that the synergy among families, schools, communities, and social media was able to create an active, participatory, conducive, and contextual learning environment. This synergy was implemented through project-based learning, active communication between schools and parents, community involvement in learning activities, and the utilization of social media as a medium for information and educational purposes. Furthermore, the synergy of the Four Centers of Education had a positive impact on increasing students’ participation, critical thinking skills, communication skills, learning motivation, discipline, and the effectiveness of the learning process both inside and outside the classroom. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sinergi Catur Pusat Pendidikan dalam menciptakan ekosistem pembelajaran aktif dan efektif, mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat, serta menjelaskan dampak sinergi Catur Pusat Pendidikan terhadap peningkatan keaktifan dan efektivitas proses pembelajaran di MI Tahfidzul Qur’an Muhammadiyah Sumberejo. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru sehingga siswa kurang berpartisipasi secara optimal dalam proses belajar. Pendidikan pada dasarnya tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga melibatkan keluarga, masyarakat, dan media sosial sebagai lingkungan yang berpengaruh terhadap perkembangan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk memahami pengalaman dan makna yang dirasakan oleh para pelaku pendidikan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan media sosial mampu menciptakan lingkungan belajar yang aktif, partisipatif, kondusif, dan kontekstual. Sinergi tersebut diwujudkan melalui pembelajaran berbasis proyek, komunikasi aktif antara sekolah dan orang tua, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pembelajaran, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana informasi dan edukasi. Selain itu, sinergi Catur Pusat Pendidikan memberikan dampak positif terhadap meningkatnya keaktifan siswa, keterampilan berpikir kritis, kemampuan komunikasi, motivasi belajar, kedisiplinan, serta efektivitas proses pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERPUSAT PADA SISWA DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI GLOBAL: STUDI KASUS DI SMA MODERN AL RIFAIE 2 MALANG Hesim Muzedi; Zulfan Zahansyah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.11655

Abstract

This study aims to analyze the construction and implementation of learning models in improving students' global competencies at SMA Modern Al Rifaie 2 Malang, as well as to examine the supporting and inhibiting factors in their implementation and their implications for students' global competencies. This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving the principal, teachers, and students as the primary data sources. Data analysis was conducted using Miles and Huberman’s interactive model through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the learning models implemented at SMA Modern Al Rifaie 2 Malang are oriented toward student-centered learning, collaborative learning, and contextual learning approaches. The implementation of these learning models is carried out through discussions, presentations, group work, project-based learning, and problem-solving activities that encourage active student engagement. These learning models enhance students’ global competencies by strengthening intercultural communication skills, critical thinking, collaboration, and openness toward cultural diversity and global perspectives. Supporting factors include a conducive modern Islamic boarding school environment, teacher competence, school support, a collaborative culture, and the habituation of foreign language use. Meanwhile, inhibiting factors include differences in students’ language abilities, limited technological facilities, and varying levels of students’ self-confidence. Furthermore, students’ global competencies are developed through the integration of Islamic values such as tasamuh (tolerance), ta'awun (mutual assistance), and ukhuwwah (brotherhood), resulting in students who possess both religious character and global perspectives. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi dan implementasi model pembelajaran dalam meningkatkan kompetensi global siswa di SMA Modern Al Rifaie 2 Malang, serta mengkaji faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya beserta implikasinya terhadap kompetensi global siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru, dan siswa sebagai sumber data utama. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang diterapkan di SMA Modern Al Rifaie 2 Malang mengarah pada pendekatan student-centered learning, collaborative learning, dan pembelajaran kontekstual. Implementasi model pembelajaran dilakukan melalui diskusi, presentasi, kerja kelompok, pembelajaran berbasis proyek, dan pemecahan masalah yang mendorong keterlibatan aktif siswa. Model pembelajaran tersebut mampu meningkatkan kompetensi global siswa melalui penguatan kemampuan komunikasi lintas budaya, berpikir kritis, kerja sama, serta keterbukaan terhadap keberagaman budaya dan perspektif global. Faktor pendukung implementasi meliputi lingkungan pesantren modern yang kondusif, kompetensi guru, dukungan sekolah, budaya kolaboratif, dan pembiasaan penggunaan bahasa asing. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan bahasa siswa, keterbatasan fasilitas teknologi, serta tingkat kepercayaan diri siswa yang beragam. Selain itu, kompetensi global siswa juga dikembangkan melalui integrasi nilai-nilai Islam seperti tasamuh, ta'awun, dan ukhuwwah sehingga terbentuk karakter siswa yang religius sekaligus berwawasan global.
EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARRAN CLASSPOINT TERHADAP HASIL BELAJAR TEKS HIKAYAT SISWA SMK Ajeng Novita Damayanti; Wildan Fisabililhaq; Tatu Hilaliyah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.11954

Abstract

ABSTRACT Digital technological transformation requires educators to develop innovative learning activities that are interactive, adaptive, and student-centered. However, Indonesian language learning, particularly in the study of hikayat texts at vocational high schools, still faces challenges due to students’ low learning outcomes, the complex nature of archaic and court-centered language, and the dominance of conventional lecture-based teaching methods that limit student engagement. This study aims to examine the effectiveness of interactive digital learning media ClassPoint on students’ learning outcomes in hikayat text instruction. This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a posttest-only control group design. The sample consisted of two groups: an experimental class taught using ClassPoint and a control class taught using conventional methods. Data were collected through learning outcome tests and analyzed using assumption tests, an Independent Sample t-test, and N-Gain Score analysis assisted by SPSS. The results revealed that the experimental class achieved a higher post-test mean score (95.00) compared to the control class (85.67). Furthermore, the N-Gain analysis showed that ClassPoint achieved an effectiveness score of 79.72% (effective category), while the conventional method reached only 52.06% (less effective category). Therefore, it can be concluded that ClassPoint is significantly more effective in improving students’ learning outcomes in hikayat texts by fostering a more interactive, participatory, and enjoyable learning environment through formative assessment features and gamification elements. ABSTRAK Transformasi teknologi digital menuntut pendidik untuk mengembangkan inovasi pembelajaran yang interaktif, adaptif, dan berpusat pada siswa. Namun, pembelajaran bahasa Indonesia pada materi teks hikayat di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menghadapi kendala berupa rendahnya hasil belajar akibat karakteristik teks yang kompleks serta dominasi metode pembelajaran konvensional yang kurang melibatkan partisipasi aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan media pembelajaran digital interaktif ClassPoint terhadap hasil belajar siswa pada materi teks hikayat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experiment dan desain posttest-only control group. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan ClassPoint dan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan dianalisis menggunakan uji prasyarat, Independent Sample t-test, serta perhitungan N-Gain Score dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai post-test kelas eksperimen (95,00) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (85,67). Selain itu, nilai N-Gain menunjukkan efektivitas penggunaan ClassPoint sebesar 79,72% (kategori efektif), sedangkan metode konvensional hanya mencapai 52,06% (kategori kurang efektif). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan ClassPoint secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar teks hikayat karena mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, partisipatif, dan menyenangkan melalui fitur evaluasi formatif dan gamifikasi.
LINGKUNGAN SEKOLAH DAN PEMBENTUKAN KESADARAN RELIGIUS SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH: STUDI KASUS DI MIS AL-HUNAFA PALANGKA RAYA Khoirulloh Luthfi Muhammad; Iqbal Nur Hilmi; Muhammad Fazry; Andika Putra; Surawan Surawan
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10159

Abstract

Character education at the Madrasah Ibtidaiyah level is a crucial formative phase, yet it is often confined to controlled classroom environments. This creates a sociological gap regarding how public open spaces can serve as catalysts for character building amidst the challenges of urban modernity in Palangka Raya. This study aims to analyze the utilization of the schoolyard at MIS Al-Hunafa Palangka Raya as a prophetic pedagogical instrument in shaping students' religious awareness. The primary focus is to describe the decentralization of religious activities through the "Gema Qur’ani" program in open spaces. Using a qualitative intrinsic case study method, data were gathered through participant observation, in-depth interviews with teachers and upper-level students, and visual documentation. Data analysis was conducted inductively through reduction, display, and verification to validate value transformation. The results indicate that routine collective murajaah every morning in the schoolyard effectively trains students' self-regulation and focus despite a dynamic environment. The presence of teachers as interactive tajwid facilitators strengthens the internalization of values, ensuring the activity is not merely mechanistic. This study concludes that the synergy between the physical environment and pedagogical guidance successfully transforms oral routines into real-life principles, manifested in increased worship discipline, honesty, and noble character in students' daily lives. ABSTRAK Pendidikan karakter di Madrasah Ibtidaiyah merupakan fase krusial yang menentukan struktur kognitif dan afektif siswa, namun sering kali hanya difokuskan pada ruang kelas yang terkendali. Hal ini memicu kekosongan sosiologis mengenai bagaimana ruang terbuka publik dapat berfungsi sebagai katalisator karakter di tengah tantangan modernitas kota Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan halaman sekolah di MIS Al-Hunafa Palangka Raya sebagai instrumen pedagogi profetik dalam membentuk kesadaran religius siswa. Fokus utama penelitian adalah mendeskripsikan strategi desentralisasi kegiatan keagamaan melalui program "Gema Qur’ani" di ruang terbuka. Menggunakan metode kualitatif studi kasus intrinsik, data dihimpun melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru dan siswa kelas atas, serta dokumentasi visual. Analisis data dilakukan secara induktif melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi untuk memvalidasi transformasi nilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rutinitas murajaah kolektif setiap pagi di halaman sekolah efektif melatih regulasi diri dan fokus siswa meski dalam lingkungan yang dinamis. Kehadiran guru sebagai fasilitator tajwid interaktif memperkuat internalisasi nilai sehingga kegiatan tidak bersifat mekanistik. Simpulan penelitian menegaskan bahwa sinergi lingkungan fisik dan bimbingan pedagogis berhasil mentransformasi rutinitas lisan menjadi prinsip hidup nyata yang bermanifestasi pada peningkatan disiplin ibadah, kejujuran, serta akhlakul karimah siswa dalam kehidupan sehari-hari.    
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA MATERI IPA Sapna Trisnayanti; Lutfi Fadilah; Hanif Amrulloh
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.10380

Abstract

This study aimed to determine the effect of the Jigsaw cooperative learning model on the science learning outcomes of fourth-grade elementary school students. The study employed a quantitative approach using an experimental method with a One Group Pretest–Posttest Design. The participants consisted of 21 fourth-grade students of MI Ma'arif NU 5 Sekampung. Data were collected through learning achievement tests administered before and after the treatment and analyzed using descriptive statistics and a paired sample t-test with IBM SPSS Statistics. The findings indicated that the implementation of the Jigsaw cooperative learning model improved students' learning outcomes, as reflected by the increase in the posttest mean score. Hypothesis testing revealed a significant difference between students' learning outcomes before and after the implementation of the Jigsaw cooperative learning model. Furthermore, the effect size analysis indicated that the model had a very large effect on improving students' learning outcomes. Therefore, the Jigsaw cooperative learning model can be used as an effective alternative to improve science learning outcomes in elementary schools. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar siswa kelas IV pada materi IPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain One Group Pretest–Posttest Design. Penelitian dilaksanakan pada 21 siswa kelas IV MI Ma'arif NU 5 Sekampung. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan paired sample t-test dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw meningkatkan hasil belajar siswa, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata setelah perlakuan. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Analisis effect size juga menunjukkan bahwa model pembelajaran memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa sekolah dasar.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR PADA MATA PELAJARAN IPA Melda Sari; Nur Laili; Hanif Amrulloh
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.10397

Abstract

Science learning in elementary schools is still predominantly teacher-centered, resulting in limited student participation and suboptimal learning outcomes. This study aimed to analyze the effect of the Teams Games Tournament (TGT) learning model on the science learning outcomes of third-grade students at SD Nahdlatul Ulama Metro. This research employed a quantitative experimental approach using a One-Group Pretest–Posttest Design. The participants consisted of 28 students. Data were collected through learning achievement tests, observations, interviews, and documentation, and were analyzed using descriptive statistics and the Paired Sample t-Test. The findings indicated that the mean learning score increased from 63.00 in the pretest to 85.00 in the posttest. Statistical analysis revealed a significant difference between the pretest and posttest scores (Sig. < 0.05), indicating that the implementation of the Teams Games Tournament (TGT) model had a positive effect on students' science learning outcomes. Furthermore, the TGT model promoted a more active, collaborative, and engaging learning environment, making it a suitable alternative for improving science learning in elementary schools. ABSTRAK Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah dasar masih didominasi oleh pembelajaran yang berpusat pada guru sehingga partisipasi peserta didik dan hasil belajar belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) terhadap hasil belajar IPA peserta didik kelas III SD Nahdlatul Ulama Metro. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 28 peserta didik. Data dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar meningkat dari 63,00 pada pretest menjadi 85,00 pada posttest. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest (Sig. < 0,05), sehingga penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA peserta didik. Model TGT juga mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kolaboratif, dan menyenangkan sehingga layak dijadikan alternatif pembelajaran IPA di sekolah dasar.
IMPLEMENTASI INTERACTIVE SMARTBOARD UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR PADA PEMBELAJARAN IPAS Ridho Hendrawan; Masrurotul Mahmudah; Lutfi Fadilah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.10405

Abstract

This study aims to analyze the application of the Interactive Smartboard as an interactive learning medium in increasing students' learning interest in science learning for fifth-grade students at SD NU Metro. This research uses the Classroom Action Research (PTK) method with the Kemmis and McTaggart model, carried out in two cycles involving 29 students. Data collection techniques were conducted through questionnaires, observations, and interviews, while data analysis used a quantitative descriptive approach. The results of the study showed an increase in the completeness of students' learning interest after the application of the Interactive Smartboard. In the pre-cycle, students who reached completeness were 9 students (31.03%), increasing in Cycle I to 18 students (62.07%), and in Cycle II increased to 25 students (86.21%), thus meeting the established success indicators. In addition, the results of observations showed an increase in student involvement and active participation in the learning process Thus, it can be concluded that the use of Interactive Smart Boards can create learning that is more interactive, engaging, and meaningful, thereby being effective in increasing students' interest in learning Natural and Social Sciences in elementary schools. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Interactive Smartboard sebagai media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran IPAS pada siswa kelas V SD NU Metro. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan melibatkan 29 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, dan wawancara, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan minat belajar siswa setelah penerapan Interactive Smartboard. Pada pra-siklus, siswa yang mencapai ketuntasan sebanyak 9 siswa (31,03%), meningkat pada Siklus I menjadi 18 siswa (62,07%), dan pada Siklus II meningkat menjadi 25 siswa (86,21%), sehingga telah memenuhi indikator keberhasilan yang ditetapkan. Selain itu, hasil observasi menunjukkan peningkatan keterlibatan dan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan Interactive Smartboard mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan bermakna sehingga efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DEEP LEARNING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MATERI LARANGAN BUGHAT Annisaul Karimah; Muhammad Nur Hadi; Muhammada Muhammada; Anang Sholikhudin
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.11491

Abstract

ABSTRACT Fiqh learning, particularly on the topic of the prohibition of bughat (rebellion against legitimate authority), requires not only mastery of religious concepts but also students’ ability to understand their relevance to social life. In practice, student engagement in the learning process is often less than optimal when instruction is predominantly centered on teacher-led content delivery. This situation encouraged the implementation of the Deep Learning approach at MA As-Sholchah as an effort to create more meaningful learning experiences and enhance students’ learning motivation. This study employed a qualitative case study design involving one Fiqh teacher and 30 eleventh-grade students. Data were collected through observations, interviews, and documentation and were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The trustworthiness of the findings was strengthened through triangulation of data sources and collection techniques. The findings reveal that the integration of the principles of mindful learning, meaningful learning, and joyful learning transformed the classroom atmosphere into a more participatory learning environment. Students were not merely recipients of information; they actively engaged in discussions, case analyses, and reflective activities that fostered a deeper understanding of socio-religious issues. These changes were reflected in increased self-confidence, enthusiasm, and active participation throughout the learning process. By providing contextual and collaborative learning experiences, the Deep Learning approach contributed positively to strengthening students’ learning motivation while helping them develop a more comprehensive understanding of the Fiqh concepts being studied. ABSTRAK Pembelajaran Fiqih, khususnya pada materi larangan bughat, tidak hanya menuntut penguasaan konsep keagamaan, tetapi juga kemampuan siswa untuk memahami relevansinya dalam kehidupan sosial. Kenyataannya, keterlibatan peserta didik dalam proses belajar sering kali belum optimal ketika pembelajaran lebih banyak berfokus pada penyampaian materi oleh guru. Situasi tersebut mendorong penerapan pendekatan Deep Learning di MA As-Sholchah sebagai upaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan mampu menumbuhkan motivasi belajar siswa. Kajian ini dilakukan melalui studi kasus kualitatif dengan melibatkan satu guru Fiqih dan 30 siswa kelas XI. Informasi penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian ditafsirkan menggunakan analisis interaktif Miles dan Huberman. Keabsahan temuan diperkuat melalui triangulasi berbagai sumber dan teknik pengumpulan data. Temuan menunjukkan bahwa integrasi prinsip mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning mengubah suasana pembelajaran menjadi lebih partisipatif. Siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi, analisis kasus, dan kegiatan reflektif yang mendorong pemahaman lebih mendalam terhadap persoalan sosial-keagamaan. Perubahan tersebut tampak pada meningkatnya kepercayaan diri, antusiasme, serta keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Pengalaman belajar yang kontekstual dan kolaboratif menjadikan pendekatan Deep Learning berkontribusi positif dalam memperkuat motivasi belajar sekaligus membantu siswa membangun pemaknaan yang lebih utuh terhadap materi Fiqih yang dipelajari.
IMPLEMENTASI LAYANAN PENDIDIKAN BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS “SLOW LEARNER” DI SLB SAMUDRA LAVENDER Ramzi Al Bani Thariq; Putri Prihandini Agustin; Hesti Wahyu Widayanti; Mahsa Kamilah; Nova Estu Harsiwi
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.11528

Abstract

ABSTRACT Slow learners are children with special educational needs who require learning services tailored to their abilities and characteristics. Their slower learning pace often creates challenges in achieving optimal academic outcomes. This study aimed to analyze the implementation of educational services for slow learner students at Lavender Ocean Special School. The study employed a qualitative approach with a case study design. Research participants were selected through purposive sampling and consisted of classroom teachers who directly handled slow learner students. Data were collected through in-depth interviews and classroom observations, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. Data validity was ensured through technique triangulation by comparing interview and observation results. The findings revealed that slow learner students were grouped according to their ability levels and received learning support through direct instruction, modeling, and individualized assistance. Teachers also utilized contextual approaches and concrete learning media to facilitate students’ understanding. Learning evaluation was conducted through diagnostic, formative, and summative assessments integrated with Individualized Education Programs (IEPs). The main challenges included diverse student abilities within the same classroom, limited learning facilities, and the need for intensive guidance. Collaboration between teachers and parents played a crucial role in addressing these challenges. The study concludes that educational services that are flexible, concrete, and oriented toward individual student needs are essential for supporting the learning success of slow learner students in special education settings. ABSTRAK Anak slow learner memerlukan layanan pendidikan yang disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik belajarnya karena mengalami hambatan dalam memahami materi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus slow learner di SLB Samudra Lavender. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah guru kelas yang menangani peserta didik slow learner dan dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi kelas, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan pendidikan dilaksanakan melalui pengelompokan peserta didik berdasarkan tingkat kemampuan, penggunaan metode instruksi langsung, modelling, pendampingan individual, serta pemanfaatan media konkret dan pendekatan kontekstual. Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif yang dipadukan dengan Program Pembelajaran Individual. Kendala yang dihadapi meliputi heterogenitas kemampuan peserta didik, keterbatasan sarana pembelajaran, dan tingginya kebutuhan pendampingan. Untuk mengatasinya, guru menjalin kerja sama dengan orang tua dalam mendukung proses belajar anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa layanan pendidikan yang fleksibel, konkret, dan berorientasi pada kebutuhan individu berperan penting dalam mendukung keberhasilan belajar anak slow learner di SLB.