cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 263 Documents
DISCOVERY LEARNING MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MATERI ANIMALIA PADA SISWA SMA KELAS X NUR AIDAH
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i2.2363

Abstract

Preliminary study results in SMA N 1 Pecangaan Jepara found many students consider learning boring biology. The immediate impact of these symptoms is declining learning outcomes. This is evident from the classical learning outcomes o f only 58% of students reach the embassy. Although the learning process is considered successful if the results of the study in a minimum of 85% reach the KKM. Based on the explanation above, there needs to be troubleshooting by hitting discovery learning model. Research aims to improve the activity and learning outcomes of Animalia material. This class action research is done in SMA N 1 Pecangaan class X MIPA 1 year lesson 2018/2019, number of students 36 people 13 male and 23 female. The results showed an average study cycle of 1 83%, while the cycle of 2 was 85%. The average learning result cycle of 1 is 77.4 while the cycle of 2 is 86.4. The conclusion of this study is that application of discovery Learning Learning model can be active and learning outcomes of XMIPA 1 students in Animalia material. ABSTRAKHasil studi pendahuluan di SMA N 1 Pecangaan Jepara ditemukan banyak kalangan pelajar menganggap belajar biologi membosankan. Dampak langsung dari gejala ini adalah menurunnya hasil belajar. Hal ini terlihat dari hasil belajar klasikal hanya 58% siswa mencapai KKM. Padahal proses pembelajaran dianggap berhasil jika hasil belajar secara klasikal minimal 85% mencapai KKM. Berdasarkan uraian di atas perlu adanya pemecahan masalah dengan meneraplan model pembelajaran discovery learning. Tujuan penelitian untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada materi animalia. Penelitian tindakan kelas ini di lakukan di SMA N 1 Pecangaan kelas X MIPA 1 tahun pelajaran 2018/2019, jumlah siswa 36 orang 13 orang laki-laki dan 23 orang perempuan. Hasil penelitian menunjukan rata-rata keaktifan belajar siklus 1 sebesar 83%, sedangkan siklus II sebesar 85%. Rata-rata hasil belajar siklus 1 sebesar 77,4 sedangkan siklus II sebesar 86,4. Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa X MIPA 1 pada materi Animalia.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN KECERDASAN NUMERIK SISWA SMP NUR ALAMSYAH
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i2.2364

Abstract

This research is a development research carried out in order to produce instruments that can be used to determine the numerical abilities of students of Cibarusah Middle School 2 Negri. Numerical ability instruments are arranged based on the dimensions and indicators of numerical abilities which consist of mathematical calculations, logical thinking, problem solving, and recognizing numerical patterns and their relationships while the mathematics learning outcomes instruments are arranged based on basic competencies and indicators related to data processing material . The instrument is presented in the form of an ordinary multiple choice test totaling 30 questions with 4 answer choices. Instrument development testing includes the stages of needs analysis, theoretical analysis, compiling grids, implementing grids into items, validation tests, reliability tests, and difficulty levels. The results of this study indicate that all items on the numerical ability instrument have validity with a criterion value or r table of 0.374, a significant level of ? = 0.01 and high reliability with a reliability coefficient value of 0.901. ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang dilakukan guna menghasilkan instrumen yang dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan numerik siswa Sekolah Menengah Pertama. Instrumen kemampuan numerik disusun berdasarkan dimensi serta indikator kemampuan numerik yang terdiri dari perhitungan secara matematis, berpikir logis, pemecahan masalah, dan mengenali pola-pola numerik serta hubungan-hubungannya sedangkan instrumen hasil belajar matematika disusun berdasarkan kompetensi dasar dan indikator yang berkaitan dengan materi pengolahan data. Instrumen disajikan dalam bentuk tes pilihan ganda biasa berjumlah 30 butir soal dengan 4 pilihan jawaban. Uji coba pengembangan instrumen mencakup tahapan analisis kebutuhan, analisis teoritik, menyusun kisi-kisi, mengimplementasikan kisi-kisi menjadi butir soal, uji validasi, uji reliabilitas, dan tingkat kesukaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh butir soal pada instrumen kemampuan numerik memiliki validitas dengan besarnya nilai kriteria atau r tabel sebesar 0,374 taraf signifikan ? = 0,01 dan reliabilitas yang tinggi dengan nilai koefisien reliabilitas sebesar 0,901.
UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING YULI WAHYUNINGSIH; NANI APRILIA; RINA SUCI WULANDARI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i2.2379

Abstract

The goal to be achieved from this classroom action research is to find out the increase in problema solving skills and student learning outcomes in the mathematics subject of flat shapes (triangles, quadrilaterals, and circles) as a result of using the problem based learning model in grade 1 Muhammadiyah Pakel Elementary School in the 2022/2023 academic year. Data collection techniques in this study used observation, interviews, tests, and documentation. While the data collection instruments used observation sheets, test questions, and documentation. Based on the results of research that has been conducted in class 1 at Muhammadiyah Pakel Elementary School for the 2022/2023 academic year, it can be concluded that: The application of the problema based learning model can improve students' problem solving skills. This is evidenced by an increase in the percentage of students' problema solving skills in a classical manner towards mathematics subject matter of flat shapes, namely in cycle I with a percentage of 70.53% in the good category, then in cycle II there was an increase with a percentage of 82.58% in the very good category with an increase in percentage of 12.05%. The application of problem based learning models can improve student learning outcomes. This is evidenced by an increase in learning completeness from 42.85% in the less category in the pre-cycle research, then increased to 71.42% in the good category in cycle I, and 85.71% in cycle II with the very good category. ABSTRAKTujuan yang ingin dicapai dari penelitian tindakan kelas ini adalah mengetahui peningkatan keterampilan pemecahan masalah dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran matematika pokok bahasan bangun datar (segitiga, segiempat, dan lingkaran) sebagai akibat dari penggunaan model problem based learning di kelas 1 SD Muhammadiyah Pakel tahun ajaran 2022/2023. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Sedangkan instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi, soal tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang tekah dilakukan di kelas 1 SD Muhammadiyah Pakel tahun ajaran 2022/2023 dapat disimpulkan bahwa: Penerapan model problem based learning dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah peserta didik. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan pada persentase keterampilan pemecahan masalah peserta didik secara klasikal terhadap mata pelajaran matematika materi bangun datar, yakni pada siklus I dengan persentase 70,53% kategori baik, kemudian pada siklus II mengalami peningkatan dengan persentase 82,58% kategori sangat baik dengan persentase peningkatan sebesar 12,05%. Penerapan model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan ketuntasan belajar dari 42,85% dengan kategori kurang pada penelitian Pra siklus, kemudian meningkat menjadi 71,42% dengan kategori baik pada siklus I, dan 85,71% pada siklus II dengan kategori sangat baik.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR, DISIPLIN BELAJAR SISWA DAN METODE MENGAJAR GURU TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA SISWA SMP WAHRI SOFYAN
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i2.2380

Abstract

This study aims to see whether students' learning motivation, student learning discipline and teacher's teaching methods influence directly or indirectly on the mathematical reasoning abilities of junior high school students. This type of research is quantitative research. The population of this study were students of class VII SMP Negeri 4 Masbagik, which consisted of 3 classes, while the sample was randomly selected using simple random sampling technique and class VII B was selected as the sample. The instrument used in this study was a questionnaire to see students' learning motivation, student learning discipline and students' perceptions of the teacher's teaching methods which consisted of 15 item statements and a test was used to see mathematical reasoning abilities which consisted of 5 questions in the form of essay questions. Data is analyzed using path analysis. The results showed that the direct effect of motivation on discipline and the direct effect of discipline on mathematical reasoning was not significant because the p-value was greater than 0.05, while the direct effect of teaching methods on learning discipline, teaching methods on mathematical reasoning and learning motivation on mathematical reasoning is significant because the p-value is less than 0.05. Indirectly learning discipline cannot mediate the relationship between learning motivation on mathematical reasoning and teaching methods on mathematical reasoning because the p-value is greater than 0.05. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk melihat apakah motivasi belajar siswa, disiplin belajar siswa dan metode mengajar guru berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap kemampuan penalaran matematika siswa SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 4 Masbagik yang berjumlah 3 kelas, sedangkan sampel dipilih secara acak dengan teknik simpel random sampling dan terpilih kelas VII B sebagai sampel. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket untuk melihat motivasi belajar siswa, disiplin belajar siswa dan persepsi siswa terhadap metode mengajar guru yang terdiri dari 15 item pernyataan dan tes digunakan untuk melihat kemampuan penalaran matematika yang terdiri dari 5 soal dalam bentuk soal uraian. Data di analisis dengan menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh langsung antara motivasi terhadap disiplin dan pengaruh langsung disiplin terhadap penalaran matematika tidak signifikan karena harga p-value lebih besar dari 0,05, sedangkan pengaruh langsung dari metode mengajar terhadap disiplin belajar, metode mengajar terhadap penalaran matematika dan motivasi belajar terhadap penalaran matematika signifikan karena harga p-value lebih kecil dari 0,05. Secara tidak langsung disiplin belajar tidak dapat memediasi hubungan antara motivasi belajar terhadap penalaran matematika dan metode mengajar terhadap penalaran matematika karena nilai p-value lebih besar dari 0,05.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS MATERI TEKS EKSPOSISI ANALISIS MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING KELAS XI-IPA-2 SMA NEGERI 2 TENGGARONG PADMA KIRTI VIRYA MURTI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i2.2381

Abstract

The teacher's role in the teaching and learning process is no longer conveying knowledge but fostering knowledge and guiding students to learn on their own, because student success largely depends on their ability to learn independently and monitor their own learning. The ability to self-discovery and self-study is considered learnable, that is, students must learn a variety of existing and appropriate strategies as well as how to use the correct strategies. Therefore, learning is very important for every teacher to understand as well as possible about the student learning process so that he can provide guidance and provide an appropriate and harmonious learning environment for students. The aim of this research was to find out how to improve students' understanding of the reading material of the Analytical Exposition text by using the Creative Problem Solving Learning model. This action research was conducted in 3 cycles. From the results of the actions taken it is proven to be able to improve student achievement by achieving ideal standards. From 59.82% in Cycle I, it can increase in cycle 2 to 70.55% and cycle 3 to 82.41%, and classically it has achieved completeness. The results of this action research show that learning with the Creative Problem Solving Learning model can increase students' understanding of class XI-IPA-2 with completeness reaching 100%, thus the Creative Problem Solving Learning model is effective in increasing students' understanding of English reading content, especially in text material Exposition of Analysis at Tenggarong Seberang 2 Public High School, Kutai Kartanegara Regency. ABSTRAKPeran guru dalam proses belajar mengajar bukan lagi menyampaikan pengetahuan melainkan memupuk pengetahuan serta membimbing siswa untuk belajar sendiri, karena keberhasilan siswa sebagian besar bergantung pada kemampuannya untuk belajar secara mandiri dan memonitor belajar mereka sendiri. Kemampuan untuk menemukan sendiri dan belajar sendiri dianggap dapat dipelajari yakni siswa harus belajar berbagai macam strategi yang ada dan tepat juga bagaimana menggunakan strategi yang benar. Oleh karena itu, belajar penting sekali bagi setiap guru memahami sebaik-baiknya tentang proses belajar siswa agar ia dapat memberikan bimbingan dan menyediakan lingkungan belajar yang tepat dan serasi bagi siswa. Tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatkan pemahaman siswa pada materi bacaan teks Eksposisi Analisis dengan menggunakan model Pembelajaran Creative Problem Solving. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam 3 siklus. Dari hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan prestasi siswa dengan mencapai standar ideal. Dari 59,82 % pada Siklus l, dapat meningkat pada siklus 2 menjadi 70,55 % dan siklus 3 mencapai 82,41 %, dan secara klasikal telah mencapai ketuntasan. Hasil penelitian tindakan ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model Pembelajaran Creative Problem Solving dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas XI-IPA-2 dengan ketuntasan mencapai 100 %, dengan demikian model Pembelajaran Creative Problem Solving efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa pada isi bacaan Bahasa Inggris khususnya dalam materi teks Eksposisi Analisis di SMA Negeri 2 Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT-BASED LEARNING BERBANTUAN ALAT PERAGA EDUKATIF PADA PELAJARAN MATEMATIKA DI SMP AN NUR FUADI BANGKALAN NUR AINI S; RIA FAULINA; NOFIA ALFA RIZKY
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i2.2382

Abstract

This research aims to determine how the implementation of the Project-Based Learning teaching model, supported by educational aids, for mathematics lessons at SMP An Nur Fuadi Bangkalan. The researcher hypothesized that there would be a difference in student learning outcomes before and after the implementation of the Project-Based Learning teaching model with educational aids. This research is a quantitative study with a one-group pretest-posttest experimental design, where the researcher measured the variables before (pretest) and after (posttest) the intervention/research. The sample used was one class group consisting of 14 students, from which pretest and posttest scores were collected. The pretest and posttest scores were processed and analyzed using a paired two-sample t-test. The analysis results indicate that both samples' scores are normally distributed. Then, the obtained t-value is 4.28711, and the t-table value is 2.16037, which means that the t-value is greater than the t-table value, leading to the rejection of the null hypothesis (H0). Therefore, it can be concluded that there is a significant difference in the learning outcomes of students at SMP An Nur Fuadi Bangkalan before and after the implementation of the Project-Based Learning teaching model with the educational aids. The student response questionnaire results indicate that the majority of students at SMP An Nur Fuadi Bangkalan responded positively to the implementation of the Project-Based Learning teaching model in mathematics, with an average percentage of students giving positive responses of 85.71%. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran Project-Based Learning berbantuan alat peraga edukatif pada pelajaran matematika di SMP An Nur Fuadi Bangkalan. Peneliti membuat hipótesis yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkan model pembelajaran Project-Based Learning berbantuan alat peraga edukatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimental tipe one grup pre test – post test dimana peneliti melakukan pengukuran antar variabel yang dilakukan sebelum (pre test) dan sesudah (post test) tindakan/ penelitian. Sampel yang digunakan adalah satu kelompok kelas yang terdiri dari 14 siswa yang kemudian diambil nilai pre test dan post test. Hasil nilai pre test dan post test diolah dan dianalisis menggunakan uji-t dua sampel berpasangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua sampel nilai berdistribusi normal. Kemudian diperoleh nilai  dan nilai   yang berarti  sehingga  ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa SMP An Nur Fuadi Bangkalan sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran Project-Based Learning berbantuan alat peraga edukatif. Hasil angket respon siswa menunjukkan bahwa sebagian besar siswa di SMP An Nur Fuadi Bangkalan memberikan respon positif terhadap hasil penerapan model pembelajaran Project Based Learning pada mata pelajaran matematika dengan persentase rata-rata siswa yang memberikan respon positif sebesar 85,71%.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI KOOPERATIF LEARNING GROUP INVESTIGATION PADA PESERTA DIDIK KELAS V DI SD NEGERI 38 GRESIK RIDLWAN RIDLWAN
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i3.2505

Abstract

Learning is a process of effort carried out by an individual to obtain a new change in behavior as a whole, as a result of the individual's own experience in interaction with his environment. Meanwhile, achievement is the result of efforts made to produce changes which are expressed in the form of symbols to show the ability to achieve work results within a certain time. The knowledge, experience and skills obtained will shape the student's personality, broaden the student's personality, broaden the horizons of life and improve the student's abilities. Cooperative learning is a learning system that gives students the opportunity to work together with fellow students in structured tasks and in this system the teacher acts as a facilitator. The Group Investigation method is a learning method designed to train higher thinking skills such as analyzing and evaluating. Students work in groups to produce a project or assignment that becomes the central point of learning activities. ABSTRAKBelajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Sedangkan prestasi merupakan hasil usaha yang dilakukan dalam menghasilkan perubahan yang dinyatakan dalam bentuk simbol untuk menunjukkan kemampuan pencapaian dalam hasil kerja dalam waktu tertentu. Pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang diperoleh akan membentuk kepribadian siswa, memperluas kepribadian siswa, memperluas wawasan kehidupan serta meningkatkan kemampuan siswa. Kooperatif learning adalah sistem pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas terstruktur dan dalam sistem ini guru bertindak sebagai fasilitator. Metode Group Investigation merupakan metode pembelajaran yang dirancang untuk melatih kemampuan berfikir yang lebih tinggi seperti menganalisis dan mengevaluasi. Siswa bekerja dalam kelompok untuk menghasilkan suatu proyek atau tugas yang menjadi titik sentral kegiatan belajar.
PENINGKATAN NILAI MORAL SISWA MELALUI CERITA THE OLD WOMAN AND THE EAGLE PADA PLATFORM LETREADASIA.ORG YULI ROHMIYATI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i3.2506

Abstract

Moral values play an important role in shaping student character. Teaches students about how to behave properly in various life situations. However, in recent years, deviant behavior among students has increased, requiring solutions to reduce it. The aim of this research is to examine the moral values in the story The old woman and The eagle on the letsreadasia.org platform to increase students' moral values. The type of research used is descriptive qualitative with data analysis steps referring to Miles and Huberman's theory in Sugiyono, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. This research uses Nurgiyantoro's theory to produce 11 moral values, namely critical thinking, respecting individual uniqueness, respecting others, self-esteem and courage, don't be arrogant/selfish, don't hurt or harm others, accept yourself, empathy, friendship, kindness and avoidance. Negative effect. It is hoped that the application of moral values from this story can contribute to preventing deviant behavior, such as bullying and violence at school. So, the story The Old Woman and The Eagle on LetsReadAsia.org can be an effective tool for improving students' moral values, forming positive characters, providing valuable guidance for educators and authorities in shaping a better society in the future. ABSTRAKNilai moral berperan penting dalam membentuk karakter siswa. Mengajarkan siswa tentang bagaimana berperilaku dengan baik dalam berbagai situasi kehidupan. Akan tetapi beberapa tahun terakhir ini prilaku menyimpang di kalangan siswa semakin meningkat sehingga membutuhkan solusi untuk menguranginya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji nilai moral dalam cerita The old woman and The eagle pada platform letsreadasia.org untuk meningkatkan nilai moral siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah analisis data mengacu teori Miles dan Huberman dalam Sugiyono, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori Nurgiyantoro dengan menghasilkan 11 nilai moral yaitu Berfikir kritis, Menghormati keunikan individu, menghargai orang lain, Harga diri dan keberanian, Jangan arogan / egois, Jangan menyakiti atau merugikan orang lain, Menerima diri sendiri, Empati, Persahabatan, Kebaikan dan Menghindari pengaruh negatif. Diharapkan penerapan nilai-nilai moral dari cerita ini dapat berkontribusi dalam mencegah perilaku menyimpang, seperti bullying dan kekerasan di sekolah. Sehingga, cerita The Old Woman and The Eagle pada LetsReadAsia.org dapat menjadi alat efektif untuk meningkatkan nilai moral siswa, membentuk karakter yang positif, memberikan panduan berharga bagi pendidik dan pihak berwenang dalam membentuk masyarakat yang lebih baik di masa depan.
PENERAPAN PETA PIKIRAN MELALUI PENGAMATAN OBJEK SECARA LANGSUNG DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI PESERTA DIDIK KELAS VIII MTS NEGERI 1 BALIKPAPAN RIDA HARIATI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i3.2507

Abstract

This research was carried out with the following objectives, namely first, to describe the learning achievements of writing elements in report texts resulting from observations of class VIII students at MTs Negeri 1 Balikpapan before applying mind maps through direct observation of objects. Second, to describe the achievement of skills in the elements of writing report texts based on observations. Class VIII students at MTs Negeri 1 Balikpapan after applying the Mind Map model through. The research subjects were 31 students in class VIII-8. This type of research is qualitative research. The research method applied is qualitative description. Based on the results of this research, it can be concluded as follows: There is a difference in the achievement of text writing skills as a result of observations at two meetings, namely, the first meeting, the achievement of report text writing skills as a result of observations of class VIII students at MTs Negeri 1 Balikpapan before applying the mind map technique through observing objects directly. immediately only got the lowest score of 63 with poor qualifications, and the highest score was only 89 with good qualifications. Meanwhile, during the second meeting, the skills in producing report texts resulting from observations of class VIII students at MTs Negeri 1 Balikpapan increased. This is indicated by the percentage of score obtained from the average statistical value of writing learning of 77.1%, an increase in the score obtained at the second meeting to 87.03%. Apart from that, after applying the mind map through direct observation of objects, learning achievement was at the lowest score of 82 with good qualifications and the highest score of 97 with very good qualifications. So that the qualification for low marks was no longer found in learning to write observation texts at the second meeting. So the learning achievements are in accordance with the target criteria for achieving learning objectives (KKTP) in learning the skill of writing observation report text, namely a minimum score of 81. ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut, yakni pertama, mendeskripsikan pencapaian pembelajaran elemen menulis pada teks laporan hasil oservasi peserta didik kelas VIII MTs Negeri 1 Balikpapan sebelum diterapkannya peta pikiran melalui pengamatan objek secara langsung, Kedua, mendeskripsikan pencapaian keterampilan elemen menulis teks laporan hasil observasi peserta didik kelas VIII MTs Negeri 1 Balikpapan sesudah diterapkan model Peta Pikiran melalui. Subjek penelitian ini siswa kelas VIII-8 yang berjumlah 31 peserta didik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskripsi kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut : Adanya perbedaan pencapaian keterampilan menulis teks hasil observasi pada dua kali pertemuan yakni, pertemuan pertama, keterampilan pencapaian menulis teks laporan hasil observasi peserta didik kelas VIII MTs Negeri 1 Balikpapan sebelum diterapkan teknik peta pikiran melalui pengamatan objek secara langsung hanya memperoleh nilai pada nilai terendah 63 dengan kualifikasi kurang, dan nilai tertingginya hanya memperoleh nilai 89 dengan kualifikasi baik. Sedangkan, pembelajaran pada pertemuan kedua, keterampilan memproduksi teks laporan hasil observasi peserta didik kelas VIII MTs Negeri 1 Balikpapan mengalami peningkatan . Hal ini ditandai dengan persentase perolehan skor hasil nilai statistik rata-rata pembelajaran menulis 77,1 % meningkat perolehan nilainya pada perrtemuan II menjadi 87,03 %. Selain itu setelah diterapkannya peta pikiran melalui pengamatan objek secara langsung, capaian pembelajaran berada pada nilai terendahnya 82 dengan kualifikasi baik dan nilai tertinggi 97 dengan kualifikasi sangat baik . Sehingga kualifikasi nilai kurang tidak ditemui lagi pada pembelajaran menulis teks observasi di pertemuan kedua. Jadi capaian pembelajaran telah sesuai dengan target kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) pada pembelajaran keterampilan menulis teks laporan hasil observasi yakni minimal nilai 81.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN METODE EKSPERIMEN PADA PESERTA DIDIK KELAS VII.2 SMP NEGERI 2 BANJAR MARGO SHOLEKHATUN SHOLEKHATUN
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i3.2508

Abstract

This research aims to improve science learning outcomes using experimental methods in class VII.2 students at SMP Negeri 2 Banjar Margo. This research is a type of classroom action research with research subjects of class VII.2 students at SMP Negeri 2 Banjar Margo, totaling 32 people consisting of 20 girls and 12 boys. The stages of research implementation in each cycle consist of four stages, namely (1) planning, (2) action, (3) observation, (4) reflection. Student activity data has increased from the 1st cycle to the 2nd cycle. Value of student learning outcomes. In the 1st cycle the average learning outcome score was 67 and there were still 10 students who scored below the KKM 70 (not yet completed). In the second cycle, the average score for student learning outcomes was 79.5 with a category of 97% complete, there was 1 student who still got a score below the KKM of 70. From these data it can be concluded that through experimental methods the science learning outcomes of class VII students can be improved. .2 Banjar Margo 2 Public Middle School. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA menggunakan metode eksperimen pada peserta didik kelas VII.2 SMP Negeri 2 Banjar Margo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan subyek penelitian peserta didik kelas VII.2 SMP Negeri 2 Banjar Margo yang berjumlah 32 orang terdiri atas 20 orang perempuan dan 12 orang laki-laki. Tahapan pelaksanaan penelitian setiap siklus terdiri atas empat tahapan yaitu (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi, (4) refleksi. Data aktivitas peserta didik mengalami peningkatan dari siklus ke-1 ke siklus ke-2. Nilai hasil belajar peserta didik. Pada siklus ke-1 nilai rata-rata hasil belajar adalah 67 dan masih ada 10 siswa yang mendapat nilai di bawah KKM 70 (belum tuntas). Siklus ke-2 nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 79,5 dengan kategori 97% tuntas, terdapat 1 siswa masih memperoleh nilai di bawah KKM 70. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar IPA peserta didik kelas VII.2 SMP Negeri 2 Banjar Margo.