cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 540 Documents
IDENTIFIKASI KEBERAGAMAN PESERTA DIDIK SEBAGAI DASAR IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKUSIF: KAJIAN LITERATUR PSIKOLOGI PENDIDIKAN Rahmatia Thahir; Zaitun Zaitun; Anisa Anisa; Fatimah Azis
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9054

Abstract

ABSTRACT Inclusive education positions learner diversity as the main strength in the learning process, encompassing students with special needs as well as differences in learning styles, cognitive abilities, socio-emotional characteristics, and cultural backgrounds. In the practice of inclusive education, a commonly encountered problem is the suboptimal process of identifying learner diversity as the basis for instructional design; therefore, this study analyzes the utilization of the identification process in designing effective and equitable inclusive learning. This study employs a literature review method with a descriptive qualitative approach through stages of searching, selection, and content analysis of national and international scholarly articles published over the past ten years. The findings indicate that the success of inclusive education is influenced by educators’ ability to understand individual learner characteristics through continuous identification processes. The challenges faced include limitations of identification instruments, diverse teacher competencies, inadequate policy support, and limited parental involvement. To address these challenges, the implementation of instructional strategies such as differentiated instruction, Universal Design for Learning (UDL), and collaborative approaches is considered effective in accommodating learner diversity. The conclusion of this study emphasizes that the identification of learner diversity is a key element in realizing humanistic, equitable, and transformative education. ABSTRAK Pendidikan inklusif menempatkan keberagaman peserta didik sebagai kekuatan utama dalam proses pembelajaran yang mencakup peserta didik berkebutuhan khusus serta perbedaan gaya belajar, kemampuan kognitif, karakter sosial-emosional, dan latar belakang budaya. Dalam praktik pendidikan inklusif, permasalahan yang sering dijumpai adalah belum optimalnya proses identifikasi keberagaman peserta didik sebagai dasar perancangan pembelajaran; oleh karena itu, kajian ini menganalisis pemanfaatan proses identifikasi tersebut dalam merancang pembelajaran inklusif yang efektif dan berkeadilan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui tahapan penelusuran, seleksi, dan analisis isi terhadap artikel ilmiah nasional dan internasional dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif dipengaruhi oleh kemampuan pendidik dalam memahami karakteristik individual peserta didik melalui proses identifikasi yang berkelanjutan. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan instrumen identifikasi, kompetensi guru yang beragam, dukungan kebijakan yang belum optimal, serta keterlibatan orang tua yang terbatas. Untuk merespons tantangan tersebut, penerapan strategi pembelajaran seperti differentiated instruction, Universal Design for Learning (UDL), dan pendekatan kolaboratif dinilai efektif dalam mengakomodasi keberagaman peserta didik. Simpulan kajian ini menegaskan bahwa identifikasi keberagaman peserta didik merupakan elemen kunci dalam mewujudkan pendidikan yang humanis, adil, dan transformatif.
GAPS IN MANAGING BLENDED LEARNING PROCESSES IN BORDER AREA SCHOOLS: EVIDENCE FROM BENGKAYANG, INDONESIA Yosua Damas Sadewo; Pebria Dheni Purnasari; Totok Victor Didik Saputro; Silvester Silvester; Nurselam Hassen Yimer
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9288

Abstract

ABSTRACT Educational disparities between urban and border areas remain a critical issue within Indonesia’s education system. One manifestation of this disparity is the uneven management of blended learning-based instructional processes. This study aims to examine the gaps in managing blended learning processes in border area schools, using Bengkayang Regency as the context of analysis. This study employs a literature review approach by analyzing national and international journal articles, government reports, and relevant educational statistical data. Data were analyzed using thematic analysis to identify patterns, challenges, and characteristics related to the management of blended learning in border areas. The findings indicate that the implementation of blended learning in border areas faces multiple constraints, including limited technological infrastructure, low teacher readiness, insufficient institutional support, and sociocultural conditions that are not yet conducive to digital learning. These findings suggest that the success of blended learning is not solely determined by technological availability, but also by the quality of contextual and realistic instructional management. This study is expected to contribute theoretically and practically to the development of blended learning management in border area schools. ABSTRAK Kesenjangan pendidikan antara daerah perkotaan dan perbatasan tetap menjadi isu kritis dalam sistem pendidikan Indonesia. Salah satu manifestasi kesenjangan ini adalah pengelolaan proses pembelajaran campuran yang tidak merata. Studi ini bertujuan untuk meneliti kesenjangan dalam pengelolaan proses pembelajaran bauran di sekolah-sekolah daerah perbatasan, dengan menggunakan Kabupaten Bengkayang sebagai konteks analisis. Studi ini menggunakan pendekatan tinjauan pustaka dengan menganalisis artikel jurnal nasional dan internasional, laporan pemerintah, dan data statistik pendidikan yang relevan. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, tantangan, dan karakteristik yang berkaitan dengan pengelolaan pembelajaran bauran di daerah perbatasan. Temuan menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran campuran di daerah perbatasan menghadapi berbagai kendala, termasuk infrastruktur teknologi yang terbatas, kesiapan guru yang rendah, dukungan kelembagaan yang tidak memadai, dan kondisi sosial budaya yang belum kondusif untuk pembelajaran digital. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran bauran tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga oleh kualitas pengelolaan pembelajaran yang kontekstual dan realistis. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi secara teoritis dan praktis terhadap pengembangan pengelolaan pembelajaran bauran di sekolah-sekolah daerah perbatasan.
FENOMENA BULLYING DI LINGKUNGAN SEKOLAH DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA DALAM PERSPEKTIF KAJIAN PEDAGOGIK Asep Sutisna; Maman Nuryaman; Nurdiatul Jahroh; Pajar Ramdani; Rudi Kurniawan; Tatang Suryana; Nana Herdiana Abdurrahman; Revita Yanuarsari
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9315

Abstract

ABSTRACT Bullying is a social phenomenon that still frequently occurs in schools and is a serious problem in the field of education. This behavior not only impacts the psychological condition of students, such as fear, anxiety, low self-esteem, and trauma, but also affects their social development and academic achievement. Bullying can appear in various forms, both physical, verbal, and psychological, which are influenced by individual factors, family environment, school culture, and the dynamics of social interactions in the community. This study aims to examine the factors causing bullying in the school environment and analyze efforts to overcome it through a pedagogical approach. This study employs a literature review method by examining and analyzing various relevant sources, including educational textbooks, scientific journals, and previous research findings. The results of the study indicate that the role of teachers as educators, mentors, and role models plays a significant role in preventing and overcoming bullying. In addition, the consistent implementation of character education, strengthening the values ​​of empathy and tolerance, and creating a safe, inclusive, and conducive school climate has been shown to be effective in reducing bullying behavior. Therefore, ongoing synergy is needed between teachers, students, parents, and the school to create a safe and comfortable learning environment that supports optimal student development. ABSTRAK Bullying merupakan fenomena sosial yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah dan menjadi salah satu permasalahan serius dalam dunia pendidikan. Perilaku ini tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis peserta didik, seperti munculnya rasa takut, kecemasan, rendah diri, dan trauma, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan sosial serta prestasi akademik mereka. Bullying dapat muncul dalam berbagai bentuk, baik fisik, verbal, maupun psikologis, yang dipengaruhi oleh faktor individu, lingkungan keluarga, budaya sekolah, serta dinamika interaksi sosial di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor penyebab terjadinya bullying di lingkungan sekolah serta menganalisis upaya penanggulangannya melalui pendekatan pedagogik. Metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini adalah studi pustaka dengan menelaah dan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan, seperti buku teks pendidikan, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran guru sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan memiliki kontribusi penting dalam mencegah dan mengatasi bullying. Selain itu, penerapan pendidikan karakter secara konsisten, penguatan nilai-nilai empati dan toleransi, serta penciptaan iklim sekolah yang aman, inklusif, dan kondusif terbukti efektif dalam menekan perilaku bullying. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang berkelanjutan antara guru, peserta didik, orang tua, dan pihak sekolah guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta didik secara optimal.
INTEGRASI AGAMA DAN SAINS DALAM PERSPEKTIF ISMAIL RAJI AL-FARUQI DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Fathia Saidah Fahriah; Amril Amril
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9429

Abstract

The sharp dichotomy between religious knowledge and science in the modern education system has triggered a significant epistemological crisis and moral degradation among Muslims. This study aims to explore and analyze Ismail Raji Al-Faruqi's thoughts on the integration of religion and science through the concept of the Islamization of knowledge, and its relevance in Islamic Religious Education (PAI) learning. By applying a qualitative approach based on library research methods, this study examines in depth Al-Faruqi's fundamental works along with contemporary interpretations of his ideas. The research findings show that Al-Faruqi made the principle of monotheism the absolute epistemological foundation for reuniting revelation and reason, while simultaneously rejecting secularism that separates the two. Through the formulation of twelve steps of the Islamization of knowledge, he attempted to reconstruct the structure of modern science to align with Islamic values ​​​​for the sake of achieving the welfare of the people and spiritual balance. In its implementation in PAI learning, this concept is applied by harmoniously integrating naqli arguments and scientific phenomena, so that science is understood as a manifestation of God's power. The main conclusion emphasizes that internalizing this integrative paradigm is very urgent to produce a complete generation of Muslims, namely individuals who have high intellectual intelligence as well as strong faith and morals in facing global challenges. ABSTRAK Dikotomi yang tajam antara ilmu agama dan sains dalam sistem pendidikan modern telah memicu krisis epistemologi dan degradasi moral yang signifikan di kalangan umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi mengenai integrasi agama dan sains melalui konsep Islamisasi ilmu pengetahuan, serta relevansinya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Dengan menerapkan pendekatan kualitatif berbasis metode studi kepustakaan, penelitian ini menelaah secara mendalam karya-karya fundamental Al-Faruqi beserta interpretasi kontemporer terkait gagasannya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Al-Faruqi menjadikan prinsip tauhid sebagai fondasi epistemologis mutlak untuk menyatukan kembali wahyu dan akal, sekaligus menolak sekularisme yang memisahkan keduanya. Melalui rumusan dua belas langkah Islamisasi ilmu, ia berupaya merekonstruksi bangunan ilmu pengetahuan modern agar selaras dengan nilai-nilai Islam demi tercapainya kesejahteraan umat dan keseimbangan spiritual. Dalam implementasinya pada pembelajaran PAI, konsep ini diterapkan dengan mengintegrasikan dalil naqli dan fenomena ilmiah secara harmonis, sehingga sains dipahami sebagai manifestasi kekuasaan Allah. Simpulan utama menegaskan bahwa internalisasi paradigma integratif ini sangat mendesak untuk mencetak generasi Muslim yang utuh, yakni pribadi yang memiliki kecerdasan intelektual tinggi sekaligus kekokohan iman dan akhlak dalam menghadapi tantangan global.
MENGELOLA PERILAKU GURU YANG MENCERMINKAN KEMATANGAN MORAL, EMOSIONAL, DAN SPIRITUAL SESUAI DENGAN KODE ETIK GURU Fenia Marliana; Irawan Irawan
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9430

Abstract

Teachers play a central role as role models who demand mastery of knowledge as well as moral, emotional, and spiritual maturity within the framework of the philosophy of science and the professional code of ethics. This study aims to analyze the management of teacher behavior at SDN Arjasari 03 to reflect personal and professional integrity according to ethical standards. Through a descriptive qualitative approach with intensive observation methods for three weeks in November 2025, in-depth interviews, and documentation studies, real behavioral patterns were found that align with teaching ethics. Field findings show strong indicators of moral maturity, specifically evidenced by the discipline of attendance of all teachers before 06.30 WIB and the application of the principle of objectivity in student assessment. In the emotional aspect, teachers demonstrate good self-regulation skills through self-calming techniques and a persuasive approach before giving reprimands, which impacts a conducive classroom climate. Spiritual maturity is reflected through the habit of consistent prayer at the beginning of learning throughout the class as a form of transcendental responsibility. This study concludes that the implementation of the five principles of the code of ethics—integrity, role model, emotional regulation, humanism, and spirituality—has been effective and has become a crucial foundation of school culture in shaping students' character, confirming that teacher behavior is a philosophical manifestation of dignified education. ABSTRAK Guru memegang peran sentral sebagai teladan yang menuntut penguasaan pengetahuan sekaligus kematangan moral, emosional, dan spiritual dalam bingkai filsafat ilmu dan kode etik profesi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan perilaku guru di SDN Arjasari 03 untuk mencerminkan integritas pribadi dan profesionalitas sesuai standar etika. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi intensif selama tiga minggu pada November 2025, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, ditemukan pola perilaku nyata yang selaras dengan etika keguruan. Temuan lapangan menunjukkan indikator kematangan moral yang kuat, dibuktikan secara spesifik dengan kedisiplinan kehadiran seluruh guru sebelum pukul 06.30 WIB serta penerapan prinsip objektivitas dalam penilaian siswa. Pada aspek emosional, guru menunjukkan kemampuan regulasi diri yang baik melalui teknik self-calming dan pendekatan persuasif sebelum memberikan teguran, yang berdampak pada iklim kelas yang kondusif. Kematangan spiritual terefleksi melalui pembiasaan doa awal pembelajaran yang konsisten di seluruh kelas sebagai bentuk tanggung jawab transendental. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi lima prinsip kode etik—integritas, keteladanan, regulasi emosi, humanisme, dan spiritualitas—telah berjalan efektif dan menjadi fondasi budaya sekolah yang krusial dalam membentuk karakter peserta didik, menegaskan bahwa perilaku guru adalah manifestasi filosofis dari pendidikan yang bermartabat.  
PERAN IBU DALAM MENDORONG ANAK PEREMPUAN MEREKA UNTUK MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE JENJANG LEBIH TINGGI Della Safitri; Dian Lestari; Dwi Arimbi; Fira Duwi Novita Sari; Maya Annisa; Mirza Syadat Rambe
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9431

Abstract

This article discusses the role of mothers in encouraging girls to continue their education to a higher level: Education is an important factor in improving the quality of life and future of girls. However, there are still various obstacles that prevent girls from continuing their education to a higher level, both economic and family environment factors. This article aims to discuss the role of mothers in encouraging girls' awareness of education to a higher level. The method used in writing this article is a literature study by reviewing various sources such as books, journals, and scientific articles that are relevant to the scientific topic. The results of the discussion show that mothers play an important role in encouraging girls' awareness of education through several forms of involvement, including providing motivation, managing household finances for the sake of continuing education, and providing guidance in making decisions about girls' education. Mothers' support in the form of attention, advice, and moral encouragement can increase girls' enthusiasm for learning and their confidence to continue their education. Thus, mothers play a very influential role in determining the success of girls' education to a higher level. ABSTRAK Artikel ini membahas peran ibu dalam mendorong anak perempuan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi : Pendidikan merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan masa depan anak perempuan. Namun, masih terdapat berbagai kendala yang menyebabkan anak perempuan tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik dari faktor ekonomi, maupun lingkungan keluarga . Artikel ini bertujuan untuk membahas peran ibu dalam mendorong kesadaran pendidikan anak perempuan ke jenjang yang lebih tinggi. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan dengan topik ilmiah. Hasil pembahasan menunjukan bahwa ibu berperan penting dalam mendorong kesadaran pendidikan anak perempuan melalui beberapa bentuk keterlibatan , antara lain memberi motivasi, mengelola keuangan rumah tangga demi keberlangsungan pendidikan serta pengarah dalam pengambilan keputusan pendidikan anak perempuan. Dukungan ibu yang berupa perhatian, nasihat, dan dorongan moral mampu meningkatkan semangat belajar serta kepercayaan diri anak perempuan untuk melanjutkan pendidikan. Dengan demikian, peran ibu sangat berpengaruh dalam menentukan keberhasilan pendidikan anak perempuan hingga kejenjang yang lebih  
ANALISIS KEMAMPUAN GURU PAI DALAM MENYUSUN MODUL AJAR DI MTS Willy Adam Ariyansyah; Mario Jufri; Samsul Hadi; Muhamad Nur Fiqih; Lovandri Dwanda Putra
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9432

Abstract

The digital era and the implementation of the Merdeka Curriculum require Islamic Religious Education (PAI) teachers to be able to effectively integrate technology, pedagogy, and content through the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) framework in the preparation of teaching modules. This research aims to analyze the TPACK ability of PAI teachers at MTs Negeri 1 Bantul in developing teaching modules and to identify the challenges faced. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach through in-depth interviews and a review of related literature. The results of the research show that PAI teachers have adequate mastery of the core components (TK, CK, PK), as evidenced by the use of digital tools such as Canva, Kahoot!, and Quizizz in the learning process. However, integrative abilities in the Technological Pedagogical Knowledge (TPK) and Technological Content Knowledge (TCK) aspects still show variation and are not evenly distributed. The main obstacles found include gaps in students' digital facilities, variations in students' technological competence, time constraints, and challenges in meaningfully integrating Islamic values into digital activities. The conclusion of this research emphasizes that TPACK ability is a crucial dynamic competence for PAI teachers to create innovative and contextual learning. Systemic support in the form of integration-based training and infrastructure strengthening is needed to optimize the quality of teaching modules in the digital era. ABSTRAK Era digital dan penerapan Kurikulum Merdeka menuntut guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk mampu mengintegrasikan teknologi, pedagogi, dan konten secara efektif melalui kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam penyusunan modul ajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan TPACK guru PAI di MTs Negeri 1 Bantul dalam menyusun modul ajar serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam dan tinjauan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki penguasaan yang memadai pada komponen inti (TK, CK, PK), yang dibuktikan dengan penggunaan perangkat digital seperti Canva, Kahoot!, dan Quizizz dalam proses pembelajaran. Namun, kemampuan integratif pada aspek Technological Pedagogical Knowledge (TPK) dan Technological Content Knowledge (TCK) masih menunjukkan variasi dan belum merata. Hambatan utama yang ditemukan meliputi kesenjangan fasilitas digital siswa, variasi kompetensi teknologi peserta didik, keterbatasan waktu, serta tantangan dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman secara bermakna ke dalam aktivitas digital. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa kemampuan TPACK merupakan kompetensi dinamis yang krusial bagi guru PAI untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif dan kontekstual. Diperlukan dukungan sistemik berupa pelatihan berbasis integrasi dan penguatan infrastruktur untuk mengoptimalkan kualitas modul ajar di era digital..
IMPLEMENTASI METODE TILAWATI DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN SISWA KELAS 1 MADRASAH IBTIDAIYAH Moch. Nur Tian Darmawan Widayat; Asmaji Muchtar; Toha Makhsun
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9462

Abstract

ABSTRACT At the elementary school level, learning to read the Qur’an serves as a fundamental foundation for instilling religious competence while shaping children’s character from an early age. This study aims to describe the implementation of the Tilawati method in improving Qur’anic reading skills among first-grade students at Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pembangunan UIN Jakarta. The research employed a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through observations, interviews, and document analysis. The participants included the head of the madrasah, a certified Tilawati teacher, first-grade students, and their parents. The findings indicate that the Tilawati method was implemented through classical instruction, individual practice, and continuous evaluation, emphasizing the principles of talaqqi musyafahah, the use of the rost melody, and habituation in reading with tartil. The implementation was supported by teacher competence, the availability of learning facilities, a religious school environment, and parental involvement in assisting learning at home. The identified challenges included variations in students’ initial abilities and limited instructional time. Overall, the implementation of the Tilawati method demonstrated positive results in enhancing students’ Qur’anic reading skills, particularly in fluency, accuracy of makhraj pronunciation, application of tajwid rules, and the cultivation of proper etiquette in recitation. This study contributes to the development of Qur’anic learning strategies that are contextually relevant, systematically structured, and aligned with the developmental characteristics of early childhood learners in formal educational settings. ABSTRAK Pada jenjang sekolah dasar, kegiatan belajar membaca Al-Qur’an menjadi landasan utama dalam menanamkan kemampuan religius sekaligus membentuk kepribadian anak sejak dini. Penelitian ini diarahkan untuk menguraikan penerapan metode Tilawati dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada siswa kelas I Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pembangunan UIN Jakarta. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui kegiatan observasi, wawancara, serta telaah dokumentasi. Partisipan dalam penelitian ini mencakup kepala madrasah, guru Tilawati yang telah memiliki sertifikasi, siswa kelas I, dan orang tua siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Tilawati diterapkan melalui tahapan pembelajaran klasikal, individual, dan evaluasi berkelanjutan dengan menekankan prinsip talaqqi musyafahah, penggunaan lagu rost, dan pembiasaan membaca tartil. Implementasi metode ini didukung oleh kompetensi guru, ketersediaan sarana pembelajaran, lingkungan madrasah yang religius, serta keterlibatan orang tua dalam pendampingan belajar di rumah. Kendala yang teridentifikasi dalam pelaksanaannya mencakup adanya variasi kemampuan awal antar siswa serta terbatasnya waktu yang tersedia untuk proses pembelajaran. Secara umum, penerapan metode Tilawati menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa, khususnya pada aspek kelancaran, ketepatan pengucapan makhraj, penerapan kaidah tajwid, serta pembinaan adab dalam membaca. Studi ini memberikan sumbangan bagi pengembangan strategi pembelajaran Al-Qur’an yang relevan dengan konteks, tersusun secara terarah, serta selaras dengan karakteristik perkembangan anak usia dini di lingkungan pendidikan formal.
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU PAI DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS DAN SOSIAL PESERTA DIDIK DI MADRASAH TSANAWIYAH Ahmad Fuad Basyir; Asmaji Muchtar; Toha Makhsun
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9477

Abstract

ABSTRACT Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam/PAI) plays a significant role in shaping students’ religious and social character, particularly in addressing the challenges of globalization and rapid technological advancement. However, the internalization of these values continues to face various challenges, stemming from environmental influences, digital media exposure, and limitations in instructional strategies. This study was conducted to examine and describe the strategies implemented by Islamic Religious Education teachers in fostering and developing students’ religious and social character at MTs Pembangunan Jakarta. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and document analysis. The research subjects included Islamic Religious Education (PAI) teachers, students, and school leaders as well as educational staff within the school environment. Data were analyzed systematically through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The findings indicate that the efforts of Islamic Religious Education teachers in cultivating students’ religious and social character are realized through role modeling, habituation of worship practices, integration of character values into the learning process, and reinforcement through religious and extracurricular activities. These strategies contribute positively to improving students’ discipline in worship, empathy, responsibility, and cooperation. Nevertheless, the study also identified obstacles, particularly the influence of social media and peer environments. Therefore, integrated collaboration among teachers, school administrators, and parents is essential to strengthen the continuous and sustainable development of students’ character. ABSTRAK Pendidikan Agama Islam (PAI) menempati posisi yang signifikan dalam proses pembentukan karakter keagamaan dan sosial peserta didik, khususnya dalam menghadapi dinamika globalisasi serta perkembangan teknologi yang semakin pesat. Namun, proses internalisasi nilai-nilai tersebut masih menghadapi berbagai kendala, baik dari faktor lingkungan, media digital, maupun keterbatasan strategi pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji dan mendeskripsikan strategi yang diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Islam dalam membina serta mengembangkan karakter religius dan sosial peserta didik di MTs Pembangunan Jakarta. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data yang dilakukan melalui kegiatan observasi, wawancara, serta studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini mencakup guru Pendidikan Agama Islam (PAI), peserta didik, serta unsur pimpinan dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah. Data dianalisis dengan mengikuti tahapan reduksi data, penyajian atau display data, serta proses verifikasi dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam membangun karakter religius dan sosial peserta didik diwujudkan melalui pemberian keteladanan, pembiasaan praktik ibadah, pengintegrasian nilai-nilai karakter ke dalam kegiatan pembelajaran, serta penguatan melalui aktivitas keagamaan dan program ekstrakurikuler. Strategi tersebut berkontribusi positif terhadap peningkatan kedisiplinan beribadah, sikap empati, tanggung jawab, dan kerja sama peserta didik. Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya hambatan berupa pengaruh media sosial dan lingkungan pergaulan. Dengan demikian, diperlukan kolaborasi yang terintegrasi antara guru, pihak sekolah, dan orang tua guna memperkokoh proses pembinaan karakter peserta didik secara konsisten dan berkesinambungan.
DIGITAL READING AND VOCABULARY DEVELOPMENT THROUGH LEARNING MANAGEMENT SYSTEM: A REVIEW OF INDONESIAN EFL STUDIES IN THE POST-PANDEMIC ERA Muhammad Andrie Bagia; Dwita Laksmita Rachmawati
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9501

Abstract

ABSTRACT The COVID-19 pandemic accelerated the adoption of Learning Management Systems (LMS) in English as a Foreign Language (EFL) instruction in Indonesia, and this practice has continued into the post-pandemic phase, particularly in the development of digital reading skills and vocabulary acquisition. This study aims to systematically examine empirical findings concerning the effectiveness of LMS in the Indonesian EFL context. The method employed was a systematic literature review following the PRISMA framework, analyzing twenty articles published between 2021 and 2025 through stages of identification, screening, eligibility assessment, and inclusion based on criteria requiring empirical studies focused on LMS use in Indonesian EFL settings and reporting data on reading or vocabulary outcomes. The data were analyzed using qualitative thematic synthesis to identify dominant patterns of findings. The results indicate that LMS expands access to authentic texts, enhances learning flexibility, and facilitates repeated exposure, contributing to improvements in reading comprehension and vocabulary mastery, particularly when combined with explicit tasks such as structured quizzes and digital glossaries. Its effectiveness is influenced by self-regulation, digital literacy, and the quality of instructional design. Conceptually, this review underscores the importance of integrating Self-Regulated Learning, managing Cognitive Load, and applying blended learning approaches as foundational principles for strengthening LMS-based EFL instructional design. ABSTRAK Pandemi COVID-19 mempercepat adopsi Learning Management System (LMS) dalam pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) di Indonesia dan praktik tersebut berlanjut pada fase pascapandemi, khususnya dalam pengembangan keterampilan membaca digital dan penguasaan kosakata. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara sistematis temuan empiris terkait efektivitas LMS dalam konteks EFL Indonesia. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan kerangka PRISMA terhadap dua puluh artikel terbitan 2021–2025 melalui tahapan identifikasi, penyaringan, uji kelayakan, dan inklusi berdasarkan kriteria artikel empiris, berfokus pada LMS dalam EFL Indonesia, serta melaporkan data membaca atau kosakata. Data dianalisis menggunakan sintesis tematik kualitatif untuk mengidentifikasi pola temuan utama. Hasil menunjukkan bahwa LMS memperluas akses teks autentik, meningkatkan fleksibilitas belajar, serta mendukung paparan berulang yang berdampak pada peningkatan pemahaman bacaan dan kosakata, terutama ketika disertai tugas eksplisit seperti kuis dan glosarium digital. Efektivitasnya dipengaruhi oleh regulasi diri, literasi digital, dan kualitas desain instruksional. Secara konseptual, kajian ini menegaskan pentingnya integrasi Self-Regulated Learning, pengelolaan Cognitive Load, dan pendekatan blended learning sebagai fondasi penguatan desain pembelajaran EFL berbasis LMS.