cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 540 Documents
MANAJEMEN SISTEM PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL Rusdi Kurniawan; Helsa Jumaipa WY; Andi Fitri Wahyu Ramadhani; Ahmad Subagyo; Rabiatul Adawiyah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13047

Abstract

The advancement of information technology has transformed educational practices and increased the need for systematic and integrated learning management. Learning system management plays a crucial role in improving educational effectiveness by optimizing the relationship among learning objectives, learners, educators, instructional methods, media, and assessment. This study aims to analyze the concept of learning system management, identify the main components of learning systems, and examine their implementation in improving educational quality in the digital era. The research employed a qualitative approach using a literature review method. Data were collected from books, national journal articles, and international journal articles published between 2015 and 2025. Data analysis was conducted through content analysis involving identification, classification, and synthesis of relevant literature. The findings reveal that learning system management consists of integrated functions of planning, organizing, implementation, and evaluation. The main components of a learning system include learning objectives, learners, educators, instructional materials, teaching methods, learning media, and assessment. Furthermore, the implementation of Learning Management Systems (LMS) has enhanced learning effectiveness by improving accessibility, flexibility, and efficiency in educational processes. Therefore, integrated learning system management is essential for improving educational quality and supporting sustainable learning in the digital era. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi telah mendorong perubahan paradigma dalam penyelenggaraan pendidikan sehingga diperlukan pengelolaan pembelajaran yang lebih sistematis dan terintegrasi. Manajemen sistem pembelajaran menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan efektivitas proses pendidikan karena mampu mengoptimalkan keterkaitan antara tujuan pembelajaran, peserta didik, pendidik, metode, media, dan evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep manajemen sistem pembelajaran, mengidentifikasi komponen-komponen utama sistem pembelajaran, serta mengkaji implementasinya dalam meningkatkan kualitas pendidikan pada era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh melalui kajian berbagai buku, artikel jurnal nasional, dan artikel jurnal internasional yang relevan dan dipublikasikan pada periode 2020–2025. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui proses identifikasi, klasifikasi, dan sintesis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sistem pembelajaran terdiri atas fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi yang saling terintegrasi. Komponen utama sistem pembelajaran meliputi tujuan pembelajaran, peserta didik, pendidik, materi, metode, media, dan evaluasi. Selain itu, pemanfaatan Learning Management System (LMS) terbukti mendukung efektivitas pengelolaan pembelajaran melalui peningkatan aksesibilitas, fleksibilitas, dan efisiensi proses belajar. Oleh karena itu, penerapan manajemen sistem pembelajaran yang terintegrasi menjadi kebutuhan penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di era digital.    
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN AGAMA KATOLIK Hastuti H. Anak Ampun; Irawati Sagala; Ermina Waruwu
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13049

Abstract

Learning independence is a key competency in the Merdeka Curriculum, but pre-research observations in class VII-2 at SMP RK Delimurni Diski showed that only 45% of students met the learning independence indicators, with initiative, self-confidence, discipline, and self-control still very low. This situation is made worse by the use of traditional lecture methods focused on the teacher, so students are only minimally actively involved in the learning process. The aim of this study is to describe the implementation of the Discovery Learning model and to analyze the improvement of students' learning independence in Catholic Religious Education at stage D in class VII-2 at SMP RK Delimurni Diski. This study adopts a Classroom Action Research (CAR) approach based on the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles with 34 students. Each cycle consists of four stages: planning, implementation, observation, and reflection. Data collection Data was collected through collaborative observation using observation sheets on student learning independence referring to six indicators, as well as teacher activity observation sheets, supported by photos and field notes. The results showed that the implementation of the Discovery learning model improved from an average of 87% in the first cycle to 97% in the second cycle. Student learning independence also significantly increased across all indicators, including independence from others from 74% to 86%, self-confidence from 75% to 86%, discipline from 75% to 90%, responsibility from 81% to 94%, initiative from 75% to 87%, and self-control from 73% to 88%. The study concluded that the Discovery Learning model is effective in enhancing student learning independence because it encourages active involvement in every stage of independently and meaningfully discovering concepts. ABSTRAK Kemandirian belajar merupakan kompetensi utama dalam Kurikulum Merdeka, namun hasil observasi pra-penelitian di kelas VII-2 SMP RK Delimurni Diski menunjukkan bahwa hanya 45% siswa yang memenuhi indikator kemandirian belajar, dengan indikator inisiatif, kepercayaan diri, kedisiplinan, dan kemampuan mengontrol diri yang masih sangat rendah. Situasi ini semakin buruk karena penggunaan metode ceramah tradisional yang berfokus pada guru, sehingga siswa hanya sedikit terlibat secara aktif dalam proses belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan penerapan model Discovery Learning dan menganalisis peningkatan kemandirian belajar siswa dalam pelajaran Agama Katolik pada tahap D di kelas VII-2 di SMP RK Delimurni Diski. Penelitian ini mengadopsi pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berdasarkan model Kemmis dan McTaggart, yang dilakukan dalam dua siklus dengan 34 siswa. Setiap siklus terdiri dari empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan kolaboratif dengan menggunakan lembar observasi tentang kemandirian belajar siswa yang merujuk pada enam indikator serta lembar observasi aktivitas guru, didukung dengan foto-foto dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Discovery mengalami peningkatan dari rata-rata 87% di siklus pertama menjadi 97% di siklus kedua. Kemandirian belajar siswa juga meningkat secara signifikan pada seluruh indikator, meliputi ketidaktergantungan terhadap orang lain dari 74% menjadi 86%, kepercayaan diri dari 75% menjadi 86%, kedisiplinan dari 75% menjadi 90%, tanggung jawab dari 81% menjadi 94%, inisiatif dari 75% menjadi 87%, dan kemampuan mengontrol diri dari 73% menjadi 88%. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa model Discovery Learning efektif meningkatkan kemandirian belajar siswa karena mendorong keterlibatan aktif dalam setiap tahapan penemuan konsep secara mandiri dan bermakna.    
STUDENTS’ EXPERIENCES IN USING PODCASTS TO ENHANCE ENGLISH LISTENING COMPREHENSION Elita Febrianti; Yustika Nur Fajriah; Wahid Hasim
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13050

Abstract

In order to comprehend spoken language and effectively engage in communication, listening is a crucial English language acquisition ability. However, a lack of exposure to real listening materials, new terminology, and pronunciation variations make it challenging for many English as a Foreign Language (EFL) learners to comprehend spoken English. Podcasts have become a popular educational tool that offers meaningful listening experiences and real listening input. The purpose of this study is to investigate how students use podcasts to improve their listening comprehension of English. This study used a qualitative descriptive design. Five pupils from a secondary school in Garut, West Java, Indonesia, took part. Semi-structured interviews and classroom observations were used to gather data. The interactive model put forth by Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing, was used to examine the data. The findings revealed four major themes: podcasts enhanced students’ listening comprehension, podcasts created enjoyable learning experiences, students encountered challenges during podcast listening activities, and podcasts increased students’ confidence in learning English. The findings indicate that podcasts provide meaningful listening exposure that supports listening development while creating a more engaging learning environment. Although students experienced difficulties related to unfamiliar vocabulary and pronunciation, they generally perceived podcasts as beneficial for improving listening comprehension. Therefore, podcasts can be considered an effective learning medium for supporting English listening instruction in EFL classrooms. ABSTRAK Untuk memahami bahasa lisan dan terlibat secara efektif dalam komunikasi, mendengarkan merupakan kemampuan penting dalam pemerolehan bahasa Inggris. Namun, kurangnya paparan terhadap materi mendengarkan yang sebenarnya, terminologi baru, dan variasi pengucapan membuat banyak pembelajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) kesulitan memahami bahasa Inggris lisan. Podcast telah menjadi alat pendidikan populer yang menawarkan pengalaman mendengarkan yang bermakna dan masukan mendengarkan yang nyata. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana siswa menggunakan podcast untuk meningkatkan pemahaman mendengarkan bahasa Inggris mereka. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Lima siswa dari sebuah sekolah menengah di Garut, Jawa Barat, Indonesia, berpartisipasi. Wawancara semi-terstruktur dan observasi kelas digunakan untuk mengumpulkan data. Model interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan, digunakan untuk memeriksa data. Temuan mengungkapkan empat tema utama: podcast meningkatkan pemahaman mendengarkan siswa, podcast menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, siswa menghadapi tantangan selama kegiatan mendengarkan podcast, dan podcast meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam belajar bahasa Inggris. Temuan menunjukkan bahwa podcast memberikan paparan mendengarkan yang bermakna yang mendukung pengembangan kemampuan mendengarkan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik. Meskipun siswa mengalami kesulitan terkait kosakata dan pengucapan yang tidak familiar, mereka umumnya menganggap podcast bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman mendengarkan. Oleh karena itu, podcast dapat dianggap sebagai media pembelajaran yang efektif untuk mendukung pengajaran mendengarkan bahasa Inggris di kelas EFL.
PENGARUH PENGELOLAAN WAKTU BELAJAR DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA AKUNTANSI SMK Yolanda Pratiwi; Ramdhansyah Ramdhansyah; Dede Ruslan; Andri Zainal; Ulfa Nurhayani
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13053

Abstract

The low completion of students' basic competency scores, indicated by draft data that 54.4 percent of students have not reached the minimum completion criteria, is the background to this research activity. These operational problems trigger inefficiencies in mastering financial reporting concepts and limited cognitive retention of students in deepening advanced accounting material. The main focus of this scientific study is to analyze the influence of study time management and learning independence partially or simultaneously on Basic Accounting learning outcomes. The steps of the quantitative approach with the ex post facto method are operated using a standardized Likert scale questionnaire and a documentation study of mid-term exam scores. Sampling is carried out using a total sampling technique involving the entire active population of 68 tenth grade students at SMK Negeri 1 Patumbak. The actual data processing procedure is executed through multiple linear regression analysis modeling using statistical software. The research findings empirically prove a positive functional contribution that is unidirectional and significant through the formation of the estimation formula Y = 20.202 + 0.834X1 + 0.804X2. The main conclusion confirms that strengthening self-study schedule management and minimizing instructional dependency has proven highly effective in boosting student academic achievement. Vocational education practitioners are recommended to consistently draft self-regulation guidance programs. ABSTRAK Rendahnya ketuntasan nilai kompetensi dasar siswa yang ditunjukkan oleh data draf bahwa sebanyak 54,4 persen siswa belum mencapai kriteria ketuntasan minimal melatarbelakangi kegiatan penelitian ini. Masalah operasional tersebut memicu inefisiensi penguasaan konsep pelaporan keuangan serta keterbatasan retensi kognitif siswa dalam mendalami materi akuntansi lanjutan. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah menganalisis pengaruh pengelolaan waktu belajar dan kemandirian belajar secara parsial maupun simultan terhadap hasil belajar Akuntansi Dasar. Langkah-langkah pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto ini dioperasikan menggunakan kuesioner skala Likert terstandardisasi serta studi dokumentasi nilai ujian tengah semester. Penarikan sampel dijalankan menggunakan teknik total sampling yang melibatkan seluruh populasi aktif sejumlah 68 siswa kelas sepuluh di SMK Negeri 1 Patumbak. Prosedur pengolahan data aktual dieksekusi melalui permodelan analisis regresi linier berganda menggunakan perangkat lunak statistik. Temuan penelitian secara empiris membuktikan kontribusi positif fungsional yang searah dan signifikan lewat bentukan rumus estimasi Y = 20,202 + 0,834X1 + 0,804X2. Simpulan utama menegaskan bahwa penguatan tata kelola jadwal belajar mandiri serta minimalisasi ketergantungan instruksional terbukti sangat andal mendongkrak capaian prestasi akademik siswa. Praktisi pendidikan kejuruan direkomendasikan menyusun draf program bimbingan regulasi diri secara konsisten.    
PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI MYOB DAN LITERASI DIGITAL TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 7 MEDAN Arif Immanuel Anakampun; Sondang Aida Silalahi; Ramdhansyah Ramdhansyah; Andri Zainal; Ulfa Nurhayani
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13054

Abstract

The low absorption rate of vocational education graduates into the workforce and the mismatch between competencies and industry needs in the modern era are the background to this research activity. These operational issues trigger career anxiety and mental unpreparedness among young graduates to compete in the digital job market. The main focus of this scientific study is to analyze the magnitude of the influence of the use of the Mind Your Own Business (MYOB) application and digital literacy partially on the work readiness of eleventh-grade accounting students at SMK Negeri 7 Medan. The steps of the quantitative approach with the ex post facto method are operated using a standardized Likert scale questionnaire. Sampling was carried out using a proportional random sampling technique involving 136 students from a total population of 207 people. The actual data processing procedure was executed using Structural Equation Modeling based on Partial Least Squares (SEM-PLS) through SmartPLS 4 software. Quantitative data empirically revealed a significant positive influence on MYOB mastery with a path coefficient value of 0.804 and a p-value of 0.000, as well as digital literacy with a path coefficient value of 0.472 and a p-value of 0.000. The main conclusion confirms that the integration of accounting software skills and digital skills has proven to be very reliable in boosting students' instructional competitiveness in a sustainable manner. ABSTRAK Rendahnya tingkat penyerapan lulusan pendidikan vokasi ke dunia kerja serta adanya ketidaksesuaian kompetensi dengan kebutuhan industri pada era modern melatarbelakangi kegiatan penelitian ini. Masalah operasional tersebut memicu timbulnya kecemasan karier dan ketidaksiapan mental bagi para lulusan muda untuk bersaing di pasar kerja digital. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah menganalisis besaran pengaruh penggunaan aplikasi Mind Your Own Business (MYOB) dan literasi digital secara parsial terhadap kesiapan kerja siswa kelas sebelas akuntansi di SMK Negeri 7 Medan. Langkah-langkah pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto ini dioperasikan menggunakan kuesioner skala Likert terstandardisasi. Penarikan sampel dijalankan via teknik proportional random sampling yang melibatkan 136 siswa dari total populasi sebanyak 207 orang. Prosedur pengolahan data aktual dieksekusi menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Data kuantitatif secara empiris menyingkap pengaruh positif signifikan pada penguasaan MYOB dengan nilai path coefficient sebesar 0,804 dan p-value sebesar 0,000, serta literasi digital dengan nilai path coefficient sebesar 0,472 dan p-value sebesar 0,000. Simpulan utama menegaskan bahwa integrasi kemahiran perangkat lunak akuntansi dan kecakapan digital terbukti sangat andal mendongkrak daya saing instruksional siswa secara berkelanjutan.  
PENGARUH AKTIVITAS BERMAIN MENGGUNAKAN MEDIA PLAYDOUGH TERHADAP KREATIVITAS ANAK USIA DINI Fifqi Fauziah Rohmah; Gia Nikawanti; Dhea Ardiyanti
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13061

Abstract

ABSTRACT Creativity is an important aspect that should be stimulated from an early age because it contributes to the development of children's thinking skills, problem-solving abilities, and expression of ideas. However, learning activities in Early Childhood Education (ECE) institutions are still often dominated by structured activities, limiting children's opportunities to explore and express their creativity. This study aims to analyze the effect of playdough-based play activities on the creativity of children aged 3–4 years in a playgroup setting. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The participants consisted of children aged 3–4 years who were assigned to an experimental group and a control group. Data were collected through observations based on creativity indicators and activity documentation, and were analyzed using the Mann–Whitney U test and N-Gain Score analysis. The results revealed a significant difference between the two groups, with a significance value of 0.000 (p < 0.05). The experimental group achieved a Mean Rank of 17.92, which was higher than that of the control group (7.08), while the N-Gain Score of the experimental group reached 42.72%, categorized as moderate. These findings indicate that the use of playdough as a learning medium is effective in enhancing the creativity of children aged 3–4 years. ABSTRAK Kreativitas merupakan salah satu aspek penting yang perlu distimulasi sejak usia dini karena berkontribusi terhadap perkembangan kemampuan berpikir, pemecahan masalah, dan ekspresi ide anak. Namun, pelaksanaan pembelajaran di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih sering didominasi oleh aktivitas yang bersifat terstruktur sehingga kesempatan anak untuk bereksplorasi secara kreatif belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh aktivitas bermain menggunakan media playdough terhadap kreativitas anak usia 3–4 tahun di Kelompok Bermain (Kober). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experimental melalui rancangan Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas anak usia 3–4 tahun yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi berdasarkan indikator kreativitas serta dokumentasi kegiatan, kemudian dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney U dan N-Gain Score. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Kelompok eksperimen memperoleh Mean Rank sebesar 17,92, lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 7,08, sedangkan nilai N-Gain kelompok eksperimen mencapai 42,72% dengan kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media playdough efektif dalam meningkatkan kreativitas anak usia 3–4 tahun.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PUZZLE HURUF HIJAIYAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR DAN DAYA INGAT ANAK Fitriyah Handayani; Yayan Nurbayan; Gia Nikawanti
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13062

Abstract

ABSTRACT Low ability among early childhood learners in recognizing hijaiyah letters remains a challenge in learning at RA Ar-Rohmah, Purwakarta Regency, mainly due to the use of abstract teaching methods that lack concrete learning media. This condition has resulted in suboptimal development of children’s thinking skills and memory in recognizing the symbols and sounds of hijaiyah letters. Therefore, there is a need for more concrete learning media that are appropriate to the developmental characteristics of early childhood. This study aims to analyze the effect of using hijaiyah puzzle game media on the thinking skills and memory of early childhood learners in recognizing hijaiyah letters. This research employed a quantitative approach with a Pre-Experimental One-Group Pretest-Posttest Design. The participants were children aged 5–6 years selected using purposive sampling. Data were collected through oral tests, questionnaires, and documentation, and analyzed using descriptive statistics as well as the Wilcoxon Signed-Rank Test and Cohen’s r. The results show an improvement in children’s abilities after the implementation of the hijaiyah puzzle media. The hypothesis test yielded a significance value of 0.000 (< 0.05) with an effect size of 0.619, which is categorized as strong. These findings indicate that the hijaiyah puzzle media is effective in improving children’s thinking skills and memory in recognizing hijaiyah letters and can serve as an innovative learning alternative in early childhood education. ABSTRAK Rendahnya kemampuan anak usia dini dalam mengenal huruf hijaiyah masih menjadi tantangan dalam pembelajaran di RA Ar-Rohmah Kabupaten Purwakarta, terutama karena penggunaan metode pembelajaran yang masih bersifat abstrak dan kurang memanfaatkan media konkret. Kondisi ini berdampak pada kurang optimalnya kemampuan berpikir dan daya ingat anak dalam mengenali simbol serta bunyi huruf hijaiyah. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang lebih konkret dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan media permainan puzzle hijaiyah terhadap kemampuan berpikir dan daya ingat anak usia dini dalam mengenal huruf hijaiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian adalah anak usia 5–6 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes lisan, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta uji Wilcoxon Signed-Rank Test dan Cohen’s r. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan anak setelah penggunaan media puzzle hijaiyah. Uji hipotesis menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (<0,05) dengan effect size 0,619 yang termasuk kategori kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa media puzzle hijaiyah efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir dan daya ingat anak dalam mengenal huruf hijaiyah serta dapat menjadi alternatif pembelajaran inovatif di pendidikan anak usia dini.
EFEKTIVITAS PBL DENGAN PENDEKATAN ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEPTUAL PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN FIQIH KELAS VIII DI MTS TSAMROTUL HUDA KECAPI Muhammad Shodiqul Wafa; Nusrotus Sa’idah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13211

Abstract

ABSTRACT Improving students' conceptual understanding in fiqh learning remains a challenge because the learning process in Islamic junior high schools (madrasahs) is generally teacher-centered and has not fully engaged students in critical thinking and problem-solving activities. This condition highlights the need to implement more contextual and participatory instructional models. This study aimed to analyze the effect of the Problem Based Learning (PBL) method integrated with the Role Playing approach on the conceptual understanding of eighth-grade students in fiqh learning at MTs Tsamrotul Huda Kecapi. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. The research sample consisted of two classes selected through purposive sampling, comprising 26 students in the experimental class and 24 students in the control class. Data were collected through pretest and posttest assessments using 17 test items that met the validity and reliability criteria (Cronbach's Alpha = 0.716). Data were analyzed using normality testing, homogeneity testing, and the independent sample t-test. The results showed that the mean posttest score of the experimental class was higher than that of the control class, with an independent sample t-test significance value of < 0.001 (p < 0.05), indicating a statistically significant difference between the two groups. These findings demonstrate that the implementation of the Problem Based Learning method through the Role Playing approach effectively improves students' conceptual understanding in fiqh learning. The integration of these two instructional approaches creates a more active, contextual, collaborative, and meaningful learning environment, making it a viable alternative strategy for improving the quality of fiqh instruction in madrasahs. ABSTRAK Peningkatan pemahaman konseptual peserta didik pada pembelajaran fikih masih menjadi tantangan karena proses pembelajaran di madrasah umumnya berpusat pada guru dan belum sepenuhnya melibatkan peserta didik dalam aktivitas berpikir kritis maupun pemecahan masalah. Kondisi tersebut mendorong perlunya penerapan model pembelajaran yang lebih kontekstual dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh metode Problem Based Learning (PBL) melalui pendekatan Role Playing terhadap pemahaman konseptual peserta didik kelas VIII pada mata pelajaran fikih di MTs Tsamrotul Huda Kecapi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental tipe nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu 26 peserta didik pada kelas eksperimen dan 24 peserta didik pada kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes pretest dan posttest menggunakan 17 butir soal yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas (Cronbach's Alpha = 0,716). Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, dengan nilai signifikansi independent sample t-test sebesar < 0,001 (p < 0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penerapan metode Problem Based Learning melalui pendekatan Role Playing efektif meningkatkan pemahaman konseptual peserta didik pada pembelajaran fikih. Integrasi kedua pendekatan tersebut mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, kolaboratif, dan bermakna sehingga layak dijadikan alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran fikih di madrasah.
DATA-DRIVEN DECISION MAKING DALAM PEMBELAJARAN: SEBUAH TINJAUAN SISTEMATIS TENTANG PERAN, TANTANGAN, DAN PRAKTIK GURU Luthfi Yacob; Adam Pinaria; Yunita Septiani; Ahmad Subagyo; Rabiatul Adawiyah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13561

Abstract

ABSTRACT Digital transformation in education has significantly increased the availability of school data; however, its use to support teachers' instructional decision-making remains limited. This study aims to analyze the role of Data-Driven Decision Making (DDDM) at the classroom level, identify major barriers to its implementation, and formulate effective teaching practices for meaningful data utilization. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted following the PRISMA 2020 guidelines. The review process included identification, screening, eligibility assessment, quality appraisal using the Mixed Methods Appraisal Tool (MMAT) 2018, and thematic synthesis of 13 primary studies published between 2021 and 2025 from both international and national databases. The findings reveal three major barriers to effective DDDM implementation: limited instructional data literacy among teachers, cultural resistance reflected in deficit thinking, and the dominance of a compliance-oriented school culture. Conversely, successful implementation is supported by decision-driven data collection, the institutionalization of collaborative data teams within Professional Learning Communities, and the establishment of psychological safety by school leaders to encourage reflective data use. The study concludes that successful DDDM implementation depends primarily on strengthening human capacity and transforming organizational culture rather than relying solely on technological advancement. These findings provide important implications for improving Data-Based Planning (Perencanaan Berbasis Data/PBD) policies in Indonesia by strengthening teachers' data literacy, fostering collaborative learning cultures, and creating supportive school environments for evidence-based decision making. ABSTRAK Transformasi digital di bidang pendidikan menghasilkan ketersediaan data yang semakin melimpah di sekolah, namun pemanfaatannya sebagai dasar pengambilan keputusan instruksional oleh guru masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Data-Driven Decision Making (DDDM) pada tingkat kelas, mengidentifikasi berbagai hambatan implementasinya, serta merumuskan praktik guru yang efektif dalam memanfaatkan data untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Proses penelitian meliputi identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, penilaian kualitas menggunakan Mixed Methods Appraisal Tool (MMAT) 2018, serta sintesis tematik terhadap 13 artikel primer yang diterbitkan pada periode 2021–2025 dari basis data internasional dan nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi DDDM di tingkat kelas masih menghadapi tiga hambatan utama, yaitu rendahnya literasi data instruksional guru, resistensi budaya berupa bias kognitif (deficit thinking), serta dominasi budaya kepatuhan administratif (compliance culture). Sebaliknya, praktik yang terbukti efektif meliputi penerapan pengumpulan data berbasis keputusan (decision-driven data collection), penguatan kolaborasi melalui tim data dalam Komunitas Belajar, dan penciptaan keamanan psikologis oleh pimpinan sekolah untuk mendorong penggunaan data secara reflektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi DDDM lebih ditentukan oleh peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan transformasi budaya organisasi dibandingkan oleh ketersediaan teknologi semata. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi penguatan kebijakan Perencanaan Berbasis Data (PBD) di Indonesia melalui peningkatan literasi data guru, pengembangan budaya kolaboratif, dan penciptaan lingkungan sekolah yang mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti.
PENGARUH KEGIATAN MENGANYAM KERTAS PITA BERBENTUK KETUPAT TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B Made Sudiantini; Ni Wayan Risna Dewi; Kadek Ari Wisudayanti
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13699

Abstract

ABSTRACT Fine motor development forms an essential foundation for young children as it supports participation in learning activities that require precise hand–eye coordination. Initial observations conducted at TK Sathya Sai Kumara indicated that many children in Group B had not yet demonstrated optimal fine motor performance, highlighting the need for learning experiences that are engaging, meaningful, and developmentally appropriate. This study explored the effectiveness of ribbon weaving in creating ketupat as a learning activity to enhance children's fine motor development while simultaneously introducing elements of local culture. A quantitative approach employing a quasi-experimental method with a Posttest-Only Control Group Design was implemented. The study involved 32 children, consisting of 16 participants in the experimental group and 16 in the control group. Fine motor performance was assessed through a validated observation instrument, and the collected data were analyzed using descriptive statistics followed by normality and homogeneity tests before hypothesis testing with the Independent Samples t-Test using IBM SPSS Statistics version 27. The findings demonstrated that children who participated in the ribbon-weaving activity achieved higher levels of fine motor development than those receiving conventional classroom instruction. These results suggest that weaving ribbon into ketupat is an effective instructional alternative for strengthening fine motor skills while enriching early childhood learning through meaningful integration of local cultural heritage. ABSTRAK Kemampuan motorik halus berkembang melalui pengalaman belajar yang memberi kesempatan kepada anak untuk melakukan aktivitas manipulatif secara berulang, terarah, dan sesuai dengan tahap perkembangannya. Kondisi di TK Sathya Sai Kumara memperlihatkan bahwa anak Kelompok B masih memerlukan stimulasi yang lebih bervariasi karena sejumlah keterampilan yang melibatkan koordinasi mata dan tangan belum berkembang secara optimal. Atas dasar tersebut, penelitian ini mengevaluasi penggunaan kegiatan menganyam kertas pita dalam pembuatan ketupat sebagai alternatif pembelajaran yang memadukan latihan motorik dengan pengenalan budaya lokal. Kajian dilaksanakan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui Quasi Experimental dengan rancangan Posttest-Only Control Group Design. Seluruh peserta didik Kelompok B dilibatkan sebagai sampel, terdiri atas 32 anak yang terbagi menjadi 16 anak pada kelompok eksperimen dan 16 anak pada kelompok kontrol. Data diperoleh melalui observasi menggunakan lembar penilaian perkembangan motorik halus yang telah divalidasi. Analisis dilakukan secara deskriptif dan dilanjutkan dengan uji normalitas, uji homogenitas, serta Independent Samples t-Test menggunakan IBM SPSS Statistics versi 27. Hasil analisis menunjukkan bahwa anak yang mengikuti kegiatan menganyam memperoleh capaian motorik halus yang lebih tinggi dibandingkan kelompok yang mengikuti pembelajaran konvensional. Temuan tersebut menegaskan bahwa kegiatan menganyam kertas pita dalam pembuatan ketupat dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan keterampilan motorik halus sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual melalui pengenalan budaya lokal sejak usia dini.