cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
plusminus@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Pahlawan No 32, Sukagalih, Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 27982904     EISSN : 27982920     DOI : -
Core Subject : Education,
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2798-2904 & e-ISSN: 2798-2798) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Plusminus terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Maret, Juli, dan November. Penerbit Plusminus adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2022)" : 15 Documents clear
Kemampuan Representasi Matematis Siswa Berbantuan Aplikasi Wingeom pada Masa Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Fuad Hidayat; Puji Lestari
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 3 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i3.2204

Abstract

Media pembelajaran yang digunakan belum sesuai dengan kebutuhan siswa khususnya pada materi Geometri Ruang sehingga kurang efektif untuk mengoptimalkan kemampuan representasi matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan representasi matematis siswa kelas XII MIPA di salah satu MAN di Ciamis Tahun Pelajaran 2021/2022. Metode dalam penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen penelitian berupa instrumen tes. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan. Hasil penelitian menunjukan persentase 12,50% siswa masuk kategori tinggi, 70,83% siswa pada kategori sedang, dan 16,67% siswa pada kategori rendah. Disimpulkan bahwa kemampuan representasi matematis siswa kelas XII MIPA di salah satu MAN di Darussalam Ciamis pada materi Geometri Ruang berada pada kategori sedang.The learning media used are not in accordance with the needs of students, especially in the material of Spatial Geometry so that it is less effective in optimizing students' mathematical representation abilities. This study aims to determine the mathematical representation abilities of class XII MIPA at one of MAN in Ciamis students in the 2021/2022 academic year. The method in this research is descriptive research with a qualitative approach. The research instrument is a test instrument. Data analysis techniques consist of data reduction, data presentation, and inference. The results showed that the percentage of 12.50% of students was in the high category, 70.83% of students were in the medium category, and 16.67% of students were in the low category. It was concluded that the mathematical representation ability of class XII MIPA students at one of MAN in Ciamis in Spatial Geometry material was in the medium category.
Aplikasi Geogebra Classic terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa pada Materi Transformasi Geometri Arief Hidayatulloh Afhami
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 3 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i3.1878

Abstract

Media pembelajaran diperlukan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa di Indonesia yang rendah. Media yang dianggap efektif diantaranya yaitu aplikasi Geogebra Classic. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi GeoGebra Classic dalam pembelajaran terhadap pemahaman konsep matematika siswa pada materi transformasi geometri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif jenis quasi eksperimental desain The One-Group Pretest-Posttest Control Design. Instrumen berbentuk tes kemampuan pemahaman konsep matematika. Populasi penelitian yaitu siswa kelas XI salah satu SMAN di Trenggalekdengan sampel 31 siswa kelas XI MIPA 2. Teknik analisis data menggunakan uji paired sample t test berbantuan SPSS 26.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh penggunaan aplikasi GeoGebra Classic dalam pembelajaran terhadap pemahaman konsep matematika siswa pada materi transformasi geometri. Pengaruh tersebut berefek kuat dengan persentase 97,7%. Aplikasi GeoGebra Classic dapat menjadi alternatif media terbaik untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika. Learning media is needed to improve students' ability to understand mathematical concepts in Indonesia, which is low. One of the media that is considered effective is the Geogebra Classic application. This research was conducted to determine the effect of using the GeoGebra Classic application in learning on students' understanding of mathematical concepts in geometric transformation material. The research uses a quantitative approach with the type of quasi-experimental design One-Group Pretest-Posttest Control Design. The instrument is in the form of a test of students' ability to understand mathematical concepts. The research population was students of class XI at a senior high school in Trenggalek with a sample of 31 students of class XI MIPA 2 as the experimental class. The data analysis technique used the paired sample t-test assisted by SPSS 26.0 for Windows. The results showed that there was an effect of using the GeoGebra Classic application in learning on students' understanding of mathematical concepts in geometric transformation material. This influence has a strong effect with a percentage of 97.7%. The GeoGebra Classic application can be the best alternative media to improve the ability to understand mathematical concepts.
Instrumen Three-Tier Test Berbasis Kemampuan Representasi Matematis untuk Mengetahui Miskonsepsi Siswa Siti Salamah; Utin Desy Susiaty; Yadi Ardiawan
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 3 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i3.2205

Abstract

Kurangnya pemahaman siswa dalam menerjemahkan soal dan ketelitian mengerjakannya sehingga berakibat jawaban siswa tidak maksimal. Melihat permasalahan tersebut, maka diperlukanlah instrumen tes untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development bertujuan untuk mengembangkan instrumen three-tier test untuk mengetahui miskonsepsi. Penelitian ini menggunakan rancangan 4D yang terdiri dari define, design, develop, dan disseminate; dan dimodifikasi menjadi 3D yang dibatasi sampai tahap develop. Adapun subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII di salah satu SMP di Sungai Raya sebanyak 15 orang. Teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik pengukuran dan teknik komunikasi tidak langsung, dengan menggunakan instrumen tes, lembar validasi, dan angket. Kesimpulan dari penelitian ini instrumen Three-Tier Test berbasis kemampuan representasi matematis untuk mengetahui miskonsepsi siswa pada materi Statistika di kelas VIII siswa SMP di Sungai Raya layak untuk digunakan sebagai instrumen dalam pembelajaran dengan rata-rata kevalidannya adalah 86,21% dan rata-rata kepraktisannya 90,75% dengan kriteria masing-masing sangat valid dan sangat prakris.The lack of understanding of students in translating questions and the accuracy of doing them so that the student's answers are not optimal. Seeing these problems, a test instrument is needed to identify student misconceptions. This study used the Research and Development method intending to develop a three-tier test instrument to find out misconceptions. This study uses a 4D design consisting of defining, designing, developing, disseminating; and modifying into 3D which is limited to the development stage. The subjects of this study were 15 class VIII students at one of the junior high schools in Sungai Raya. The data collection technique uses measurement techniques and indirect communication techniques, using test instruments, validation sheets, and questionnaires. This study concludes that a three-tier test instrument based on mathematical representation ability to find out students' misconceptions about statistics in grade VIII junior high school students in Sungai Raya is feasible to use as an instrument in learning with an average validity of 86.21% and an average practicality of 90 .75% with each criterion being very valid and very practical.
Pembelajaran Team Quiz Berbantuan Quizizz Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Dharis Salamah; Maryono Maryono
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 3 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i3.1965

Abstract

Rendahnya motivasi belajar matematika siswa menyebabkan hasil belajar matematika tidak maksimal. Diperlukan metode pembelajaran yang dinilai efektif untuk memberikan pengaruh positif terhadap motivasi dan hasil belajar matematika siswa, misalnya pembelajaran team quiz berbantuan aplikasi quizizz. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pembelajaran team quiz berbantuan aplikasi quizizz terhadap motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Penelitian quasi experiment ini berdesain Pretest-Posttest control group. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas VII salah satu MTs Negeri di Tulungagung, dengan sampel masing-masing 30 siswa kelas VII F sebagai kelas eksperimen dan kelas VII G sebagai kelas kontrol. Metode pengumpulan data dilakukan dengan tes dan kuesioner. Data dianalisis dengan uji-t dan uji manova. Hasil penelitian yaitu terdapat pengaruh metode pembelajaran team quiz berbantuan aplikasi quizizz terhadap motivasi dan hasil belajar matematika siswa. Metode pembelajaran team quiz berbantuan aplikasi quizizz dapat menjadi alternatif pilihan efektif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa. The low motivation to learn mathematics causes students' learning outcomes to be not optimal. A learning method is needed that is considered effective to have a positive influence on students' motivation and learning outcomes in mathematics, for example, team quiz learning with quizizz application assistance. This study aims to determine the effect of team quiz learning with quizizz application assistance on learning motivation and student learning outcomes. This quasi-experimental study has a pretest-posttest control group design. The research population was all students of class VII at one of the state MTs in Tulungagung, with a sample of 30 students from class VII F as the experimental class and class VII G as the control class. Methods of data collection are done by tests and questionnaires. Data were analyzed by t-test and manova test. The results of the study show the influence of the team quiz learning with quizizz application assistance on students' motivation and learning outcomes in mathematics. The team quiz learning with quizizz application assistancecan be an effective choice to increase student motivation and learning outcomes in mathematics.
Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Realistic Mathematics Education pada Materi Teorema Pythagoras Juraima Fitri; Dewi Yuliana Fitri; Lucky Heriyanti Jufri
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 3 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i3.2176

Abstract

Bahan ajar yang tersedia belum mampu membuat siswa untuk berpikir aktif, terutama pada materi Teorema Pythagoras. Tujuan penelitian adalah untuk menghasilkan LKPD berbasis Realistic Mathematic Education (RME) yang valid dan praktis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Research and Development dengan mengacu pada model pengembangan Plomp. Instrumen yang digunakan yaitu lembar validasi, lembar angket praktikalitas, dan pedoman wawancara. Uji kepraktisan melibatkan 6 orang siswa kelas VIII di salah satu SMP di Padang. Berdasarkan hasil penilaian validator diperoleh persentase penilaian akhir kevalidan 85% (sangat valid). Nilai akhir uji coba kepraktisan dengan guru dan siswa diperoleh persentase 88,1% (sangat praktis). Disimpulkan bahwa LKPD berbasis Realistic Mathematics Education pada materi Teorema Pythagoras sudah layak digunakan. The available teaching materials have not been able to make students think actively, especially in the Pythagorean Theorem material. The research aims to produce a valid and practical Realistic Mathematics Education (RME)-based LKPD. The type of research used is Research and Development research concerning the Plomp development model. The instruments used were validation sheets, practicality questionnaires, and interview guidelines. The practical test involved 6 grade VIII students of one of the SMP in Padang. Based on the results of the validator's assessment, the percentage of the final validity assessment was 85% (very valid). The final value of practicality trials with teachers and students obtained a percentage of 88.1% (very practical). It was concluded that the LKPD based on Realistic Mathematics Education on the Pythagorean Theorem material was appropriate to use.
Media Pembelajaran Matematika Menggunakan Smart Apps Creator pada Materi Bilangan Bulat di Sekolah Dasar Fikri Arnandi; Nurfadilah Siregar; Dona Fitriawan
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 3 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i3.2194

Abstract

Pengembangan media pembelajaran berbasis android menggunakan Smart Apps Creator bertujuan untuk membantu efektivitas dan efisiensi dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan dari pembelajaran yang ada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan model ADDIE yaitu; melakukan analisis kinerja dan analisis kebutuhan; merancang media pembelajaran; mengembangkan dan mengreasikan materi media pembelajaran; implementasi hasil pengembangan melihat respons kepada siswa sekolah dasar kelas 6; dan evaluasi dengan melakukan uji kelayakan media pembelajaran melalui expert judgment tiga orang validator ahli media. Respons siswa diperoleh melalui angket respons terkait pengembangan media Smart Apps Creator pada materi bilangan bulat sekolah dasar dengan hasil sangat positif. Berdasarkan uji kelayakan media pembelajaran, diperoleh rata-rata persentase kelayakan dengan interpretasi yang baik. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis android menggunakan Smart Apps Creator sangat layak digunakan sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran materi bilangan bulat di sekolah dasar. The development of android-based learning media using Smart Apps Creator aims to help effectiveness and efficiency in the teaching and learning process achieve existing learning goals. The method used in this research is the development of the ADDIE model, which consists of performance analysis, designing learning media, developing, and creating learning media materials, the implementation of the development results saw the responses to the 6th-grade elementary school students; and evaluation by conducting a feasibility test of learning media through an expert judgment of three media expert validators. Student responses are obtained through related response questionnaires about the development of elementary school integers subject related to very positive results. That’s because of learning medium like this is a new and fun thing that can attract students’ interest. Based on the feasibility test of this learning media, the average percentage of eligibility was obtained with good interpretation. Thus, android-based learning media using Smart Apps Creator is very feasible to use as one of the alternatives in learning integer subjects in elementary school.
Kecemasan Matematika terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas XI Ratna Ratna; Amran Yahya
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 3 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i3.1908

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa di Indonesia rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhinya yaitu kecemasan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kecemasan matematika terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas XI SMA. Penelitian ex-post facto ini merupakan penelitian Causal Comparative Research. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas XI salah satu SMA Negeri di Tinambung, dengan sampel sebanyak 48 siswa yang dipilih dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data berbentuk instrumen angket kecemasan matematika dan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensian dengan uji regresi linear sederhana. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kecemasan matematika terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika, dengan kontribusi 15,4%. Faktor kecemasan siswa pada matematika perlu diperhatikan dengan baik oleh guru untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika. Students' mathematical problem-solving ability in Indonesia is low. One of the factors that influence it is anxiety. This research was conducted to determine the effect of math anxiety on the math problem-solving abilities of class XI high school students. This ex-post facto research is a Causal Comparative Research study. The study population was all students of class XI at one of the State Senior High Schools in Tinambung, with a sample of 48 students selected by cluster random sampling technique. The data collection technique was in the form of a mathematical anxiety questionnaire and a mathematical problem-solving ability test. Data analysis was carried out descriptively and inferentially with a simple linear regression test. The test results show that there is an effect of math anxiety on math problem-solving abilities, with a contribution of 15.4%. The student's anxiety factor in mathematics needs to be properly considered by the teacher to improve the ability to solve mathematical problems.
Kontribusi Kecerdasan Emosional Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika Muhamad Farhan; Arif Rahman Hakim; M. Tohimin Apriyanto
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 3 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i3.1867

Abstract

Lemahnya penerapan kecerdasan emosional dalam pembelajaran matematika menyebabkan matematika dianggap sulit oleh siswa. Hal ini menjadi sebab munculnya krisis motivasi dalam belajar matematika. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui secara empiris kontribusi kecerdasan emosional terhadap motivasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa salah satu SMP Islam Terpadu di Jakarta Selatan, dengan sampel 69 siswa. Instrumen yang digunakan berupa angket kecerdasan emosional dan angket motivasi belajar siswa, masing-masing 30 pernyataan dengan acuan skala Likert. Analisis data dilakukan dengan analisis korelasional teknik regresi sederhana berbantuan SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan kecerdasan emosional memberikan kontribusi yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika yaitu sebesar 14,3%, sedangkan 85,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Kecerdasan emosional perlu diperhatikan dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. The weak application of emotional quotient in learning mathematics causes mathematics to be considered difficult by students. This is the cause of the emergence of a crisis of motivation in learning mathematics. This research was conducted to empirically determine the contribution of emotional quotient to students' learning motivation. The research method used is the survey method. The research population is all students of one of the Integrated Islamic Middle Schools in South Jakarta, with a sample of 69 students. The instruments used were emotional quotient questionnaires and student learning motivation questionnaires, each containing 30 statements concerning the Likert scale. Data analysis using correlational analysis with a simple regression technique assisted by SPSS 16.0. The results showed that emotional quotient made a significant contribution to students' motivation in learning mathematics, namely 14.3%, while 85.7% was influenced by other variables not examined. Emotional intelligence needs to be considered in learning mathematics to increase student learning motivation.
Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP Ditinjau dari Adversity Quotient Filian Yunita Sari; Sukestiyarno Sukestiyarno; Walid Walid
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 3 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i3.2172

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif penting dimiliki agar dapat dimanfaatkan ketika melakukan penyelesaian masalah matematis. Penelitian kualitatif deskriptif dilakukan guna mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa SMP ditinjau dari Adversity Quotient. Penelitian dilakukan pada 6 siswa kelas VIII di salah satu SMP di Belitang.  Keenam siswa dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pemberian tes, angket, dan melakukan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa tipe AQ climbers mampu memenuhi indikator fluency, flexibility, dan novelty, siswa tipe campers memenuhi indikator fluency dan flexibility, dan siswa tipe AQ quitters hanya memenuhi satu indikator yaitu fluency. Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa berbeda-beda bergantung pada tipe Adversity Quotient yang dimiliki.The ability to think creatively is important to have so that it can be utilized when solving mathematical problems. Descriptive qualitative research was conducted to determine the creative thinking skills of junior high school students in terms of Adversity Quotient. The research was conducted on 6 grade VIII students at a junior high school in Belitang. The six students were selected using a purposive sampling technique. Data were collected by administering tests, and questionnaires, and conducting in-depth interviews. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and conclusion. The research findings show that AQ climbers-type students can meet the indicators of fluency, flexibility, and novelty, campers-type students fulfill the indicators of fluency and flexibility, and AQ quitters-type students only fulfill one indicator, namely fluency. Students' mathematical creative thinking ability varies depending on the type of Adversity Quotient they have.
Model Pembelajaran Somatic, Auditory, Visual, Intellectual untuk Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa SMK Dhita Ayu Mahardika; Agung Cahya Gumilar; Elly Retnaningrum
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 3 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i3.2027

Abstract

Proses pembelajaran yang disajikan guru dipandang belum merangsang siswa untuk mengoptimalkan seluruh indra yang dimilikinya. Perlu model/strategi pembelajaran yang mampu mengoptimalkan seluruh indra siswa sehingga proses pembelajaran lebih optimal yang berdampak terhadap optimalnya pemahaman siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, kuasi eksperimen, pretest-posttest control group design, dimana populasinya adalah siswa kelas X di salah satu SMK di Bandung, dan dengan menggunakan teknik purposif sampling maka diperoleh sampel kelas X AKL 2 dan X AKL 3.  Kelas X AKL 2 sebagai kelas eksperimen dan X AKL 3 sebagai kelas kontrol. Metode penelitian adalah metode eksperimen dengan menggunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Somatic, Auditory, Visual, Intellectual berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman matematis siswa di SMK; dan model pembelajaran Somatic, Auditory, Visual, Intellectual memiliki pengaruh yang lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa SMK. The learning process presented by the teacher is seen as not stimulating students to optimize all their senses. Learning models/strategies are needed that can optimize all of the student's senses so that the learning process is more optimal which has an impact on optimal student understanding. This research is quantitative, quasi-experimental, pretest-posttest control group design, where the population is students of class X at an SMK in Bandung, and by using a purposive sampling technique, samples of class X AKL 2 and X AKL 3 are obtained. Class X AKL 2 is the experimental class and X AKL 3 is the control class. The research method is an experimental method using an independent sample t-test. The results showed that the Somatic, Auditory, Visual, and Intellectual learning models affected students' mathematical understanding abilities in SMK; and Somatic, Auditory, Visual, and Intellectual learning models have a better effect compared to conventional learning models in improving the mathematical understanding abilities of SMK students.

Page 1 of 2 | Total Record : 15