cover
Contact Name
Ebni Sholikhah
Contact Email
ebnisholikhah@uny.ac.id
Phone
+6282220388720
Journal Mail Official
kebijakan_pendidikan@uny.ac.id
Editorial Address
Prodi Kebijakan Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta Jln Colombo No 1, Karangmalang Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 2746007X     DOI : https://doi.org/10.21831/sakp.v10i2
Spectrum Analisis Kebijakan Pendidikan is an open access, and peer-reviewed journal. This journal focuses on publishing articles on student research results for undergraduate, postgraduate, and doctoral students. This journal is published every three months. The theme of this journal covers the results of research in the field of education and education policy.
Articles 314 Documents
IMPLEMENTASI KURIKULUM PENDIDIKAN BERBASIS BUDAYA DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER ANAK DI TK PEDAGOGIA Lukitasari, Findri
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 6, No 5 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v6i5.10105

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pelaksanaan kurikulum pendidikan berbasis budayadalam pengembangan karakter anak di TK Pedagogia. Pendekatan penelitian ini adalah diskriptif kualitatif.Subjek penelitian adalah Kepala Sekolah, Waka Kurikulum, guru, siswa, dan orang tua siswa. Teknikpengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan pencermatan dokumen. Data dianalisis dengan reduksidata, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber danteknik. Hasil penelitian adalah kurikulum pendidikan berbasis budaya merupakan hasil pengembanganKurikulum 2013 terintegrasi dengan pendidikan etika lalu lintas dan pendidikan inklusi. Pelaksanaankurikulum melalui penanaman nilai karakter dan kebiasaan dalam kegiatan seperti penggunaan bahasa Jawa,penggunaan pakaian adat Jawa, permainan tradisional Jawa, lagu daerah, tradisi masyarakat Jawa,kunjungan budaya, rambu-rambu dan tata tertib lalu lintas, serta pengembangan diri. Strategi pembelajaranadalah pengelompokan usia yaitu 4-5 tahun dan 5-6 tahun dengan metode bercakap-cakap, demonstrasi,unjuk kerja, dan bermain peran. Faktor pendukungnya berupa tersedianya peralatan, partisipasi wargasekolah, peraturan sekolah, dan keterlibatan orang tua siswa, sedangkan faktor penghambat berasal dariproses penilaian, rasa kesulitan siswa, perkembangan teknologi, pendanaan, dan kurangnya kerjasama orangtua. Hasil pembelajaran berupa perkembangan karakter dan sikap budaya anak sesuai dengan budaya Jawameliputi kesopanan, kegotongroyongan, kedisiplinan, dan toleransi.Kata kunci: Kurikulum, Pendidikan Berbasis Budaya, Budaya Jawa
PEMBENTUKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN DALAM ORGANISASI GREENPEACE REGIONAL YOGYAKARTA Putra, Pandu Faningsyah
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 5, No 2 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v5i2.5195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembentukan karakter peduli lingkungan dalam organisasi Greenpeace Regional Yogyakarta dan faktor pendukung serta faktor penghambat dalam pembentukan karakter peduli lingkungan dalam organisasi Greenpeace Regional Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subyek dari penelitian ini adalah relawan Greenpeace regional Yogyakarta dan Koordinator relawan. Sedangkan objek penelitian  adalah pembentukan karakter peduli lingkungan dalam organisasi Greenpeace regional Yogyakarta. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber dan teknik. Intrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti dengan menggunakan pedoman observasi, pedoman wawancara dan pedoman dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini adalah 1) Nilai-nilai karakter yang terdapat dalam organisasi Greenpeace Regional Yogyakarta adalah peduli lingkungan, cinta damai, kreatif, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, rasa ingin tahu, cinta tanah air, peduli sosial, dan tanggung jawab. 2) Pembentukan karakter peduli lingkungan dalam organisasi Greenpeace Regional Yogyakarta dilakukan melalui kegiatan-kegiatan kampanye isu lingkungan seperti Visit School, Earth Camp, Movie Screening, Basic Training, Training Social Media, Moratorium Hutan, Protect Paradise, Global Day Action, Bersih Pantai, Hari Peduli Sampah Nasional, Solarizing Borobudur,Tolak PLTU Batang, Buru Baru Festival, Hari Air Sedunia. 3) Faktor pendukung dalam pembentukan karakter peduli lingkungan dalam organisasi Greenpeace Regional Yogyakarta adalah banyak remaja dari seluruh Indonesia yang menempuh pendidikan tingkat tinggi di Yogyakarta, adanya SOP yang jelas, dukungan lain dalam bentuk dana dan fasilitas. Sedangkan faktor penghambatnya adalah ketika mahasiswa sedang menempuh ujian atau musim liburan, banyaknya kegiatan diluar Greenpeace, berkurangnya sumber daya manusia (SDM), dan komunikasi yang terbatas.  Kata kunci: pembentukan karakter, peduli lingkungan, Greenpeace Yogyakarta,
IMPLEMENTASI PROGRAM SEKOLAH RAMAH ANAK (SRA) DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 7 YOGYAKARTA Heru, Muhammad
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 7, No 2 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v7i2.13076

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang implementasi program Sekolah Ramah Anak (SRA) di Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Yogyakarta. Mengidentifikasi faktor yang mendukung dan menghambat implementasi program Sekolah Ramah Anak (SRA).Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Kepala Sekolah SMP Negeri 7 Yogyakarta atau mewakili ,guru, orang tua dan peserta didik. Seting penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 7 Yogyakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan teknik.Hasil penelitian menunjukan bahwa: Komunikasi dilakukan oleh Kepala Sekolah kepada guru dan wali murid. Sumber Daya berupa sumber daya manusia maupun sumber daya sarana prasarana dan sumber daya alokasi waktu. Disposisi berupa sikap positif dalam mengimplementasikan Program Sekolah Ramah Anak. Struktur Birokrasi yaitu tidak adanya struktur organisasi tentang program sekolah ramah anak dan hanya disesuaikan dengan struktur organisasi sekolah. Faktor Pendukung berupa sikap positif dan dukungan dari berbagai pihak serta adanya komitmen pihak sekolah untuk terus mengimplementasikan Program Sekolah Ramah Anak. Faktor Penghambat berupa kurangnya sarana dan prasarana dalam memenuhi kebutuhan anakKata Kunci: Sekolah Ramah Anak, Implementasi Program, SRA.AbstractThis study aims to describe the implementation of Child Friendly School (SRA) program at Junior High School 7 Yogyakarta. Identify factors that support and impede the implementation of Child Friendly School (SRA) programs.This research uses descriptive qualitative research type. Principal 7 JHS Yogyakarta or represent, teachers, parents and learners. This research setting is done at 7 JHS Yogyakarta. Techniques of data collection using observation, interviews, and documentation. With the stages of data collection, data reduction, and data presentation. The validity of the data using source triangulation techniques and techniques.The results showed that: Communication done by the Principal to teachers and guardians of pupils. Resources in the form of human resources as well as infrastructure resources and time allocation resources. Disposition in the form of positive attitude in implementing Child Friendly School Program. Bureaucracy structure is the absence of organizational structure of child friendly school program and only adapted to school organizational structure. Supporting factors include positive attitudes and support from various parties and the commitment of the school to continue to implement the Child Friendly School Program. Inhibiting factors are lack of facilities and infrastructure in meeting the needs of childrenKeywords: Child Friendly School, Program Implementation, SRA.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KELAS TAHFIDZ AL-QUR’AN DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU (SDIT) LUQMAN AL-HAKIM SURAKARTA Maarif, Ikhwan
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 8, No 4 (2019): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v8i4.15869

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan kelas tahfidz, pelaksanaan pembelajaran di kelas tahfidz, serta faktor pendukung dan penghambat implementasi kebijakan kelas tahfidz Al-Qur’an di SDIT Lukman al Hakim Surakarta. Penelitian kebijakan kelas tahfidz ini mengacu pada teori Edward III mengenai empat aspek pokok yaitu komunikasi, sumberdaya, disposisi dan struktur organisasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan model Miles and Huberman yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian (1) implementsi kebijakan kelas tahfidz SDIT Luqman al-Hakim Surakarta: a) Komunikasi dilakukan melaui sarasehan dengan mengundang salah satu ustadz sebagai pembicara, yang melibatkan pengembang pesantren atau balitbang, kepala sekolah, tim kelas tahfidz, serta dewan asaatidz. b) Sumberdaya didukung dengan ketersediaan SDM yang berkompeten. Sumber pendanaan berasal dari orang tua siswa dan dana BOS. c) Disposisi pelaksana kebijakan kelas tahfidz berkomitmen melaksanakan kewajibanya semaksimal mungkin. d) Struktur birokrasi kelas tahfidz di bawah kontrol kepala sekolah dan kaur tahfidz sebagai penanggungjawab kelas tahfidz. (2) Faktor pendukung: input siswa karena ada seleksi awal, guru yang berkomitmen, kebijakan yang mudah dipahami, dan peran orang tua siswa untuk mengawal hafalan siswa di rumah. Sedangkan faktor penghambat yaitu siswa tidak serius ketika menghafal dan murojaah; siswa kurang murojaah hafalan; guru yang izin; alokasi waktu menghafal, setoran dan murojaah yang belum jelas; dan guru tahfidz yang diperoleh belum sesuai dengan standarisasi.Kata kunci: Implementasi kebijakan, kelas tahfidz, tahfidz al-Qur’an, SDIT Luqman al-Hakim SurakartaAbstractThe study aimed to analyze the implementation policy, learning process, supporting and inhibiting factors of the Tahfidz class policy at SDIT Luqman al-Hakim Surakarta. The study was based on the theory of policy implementation by Edward III consisting of four main aspects i.e. communication, resources, dispositions, and bureaucratic structure. Data collection techniques used in this study were interviews, observation, and document study. Data analysis was done by using Miles and Huberman model consisting of three procedures i.e. data reduction, data display, and conclusion drawing or verification. The research result: 1) the implementation of the Tahfidz class policy at SDIT Luqman al-Hakim Surakarta: a) Communication is done through a gathering by inviting one of the clerics as speakers, which involves the committee of pesantren or balitbang, the school principal, the Tahfidz classroom management team and the board of asaatidz. b) resources, competent human resources. Sources of funding came from students' parents and BOS funds c) dispositions, the policy's executing agents committed to fulfilling their respective obligations effectively. d) bureaucratic structure of class tahfidz is under the control of the principal and kaur tahfidz has the responsibility to manage a tahfidz class. 2) the supporting factors: student input because there are initial selection, committed teachers, easy-to-understand policies, and parental role in helping the students learn to memorize Holy Qur’an at home. Meanwhile, the inhibiting factors include students who are not serious about deposits, murojaah and memorizing the Holy Qur'an; students who do not attempt to apply rote memorization strategy; teacher absenteeis; allocation of memorization time, deposits and murojaah are unclear, and tahfidz teachers obtained are not in accordance with standardizatio
PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL MEMBATIK DALAM MENGEMBANGKAN KEARIFAN LOKAL DI SMA NEGERI 1 BANTUL Utami, Rospita Fajar
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 5, No 6 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v5i6.5331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami muatan lokal membatik dalam mengembangkan kearifan lokal dilihat dari aspek pembelajaran, upaya, dan faktor yang ada di SMA Negeri 1 Bantul.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa SMA N 1 Bantul dengan informan penelitian yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru muatan lokal membatik dan siswa yang ditentukan dengan teknik serial selection of sample units dengan ciri-ciri memiliki nilai tinggi dan prestasi dalam membatik. Objek penelitian adalah muatan lokal membatik yang berfokus kepada pembelajaran, upaya dan faktor yang dilakukan sekolah dalam mengembangkan kearifan lokal membatik. Setting penelitian ini adalah di SMA N 1 Bantul karena telah memiliki laboratorium batik, dan juga batik yang digunakan sebagai seragam adalah hasil karya siswa. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan kajian dokumen. Penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik.Hasil dari penelitian ini adalah: 1.) Muatan lokal membatik diwajibkan dalam Surat Keputusan Bupati Bantul No.5A Tahun 2010 yang dilaksanakan SMA Negeri 1 Bantul. Mulai tahun 2014/2015; 2.) Metode pembelajaran yang digunakan adalah  metode ceramah, metode pendampingan, dan metode tugas; 3.) Upaya yang dilakukan sekolah untuk mengembangkan kearifan lokal membatik di SMA Negeri 1 Bantul adalah sebagai berikut: a.) Dari segi produk: Hasil membatik sebagai seragam sekolah(identitas sekolah); b.) Dari segi proses: Menggunakan pewarna alami dalam membatik; c.) Dari segi hasil: Hasil membatik untuk fashion show dan pameran; d.) Dari segi program berkelanjutan: Ikut serta dalam kegiatan membatik dan lomba membatik; 4.) Faktor pendukung pembelajaran muatan lokal membatik di SMA Negeri 1 Bantul adalah dengan pendanaan dari pemerintah Kabupaten Bantul, SMA Negeri 1 Bantul telah menyediakan sarana prasarana yang cukup memadai seperti sarana pembuangan dan juga studio batik yeng merangkap ruang pameran. Faktor penghambat pembelajaran muatan lokal  membatik di SMA Negeri 1 Bantul yaitu kurangnya tenaga pengajar dalam membatik, tidak boleh memakai koran dalam membatik tetapi memakai kain sebagai alas untuk membatik, dan sulitnya siswa memanajemen waktu membuat batik dengan baik. Kata Kunci: Muatan Lokal, Membatik, Kearifan Lokal 
KEBIJAKAN OTONOMI DAERAH DALAM MENOPTIMALKAN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DI KABUPATEN WONOGIRI Anggita, Dhanu
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 7, No 6 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v7i6.13165

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk megetehui kebijakan otonomi daerah dalam mengembangkan pembiayaan pendidikan, serta faktor pendorong dan penghambat dalam meningkatkan pembiayaan pendidikan di Kabupaten Wonogiri.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskritif. Subyek penelitian adalah pegawai Dinas Pendidikan, pegawai DPPKAD, dan pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Pendidikan, kantor DPPKAD, dan Dewan Pendidikan Kabupaten Wonogiri. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan cara trianggulasi sumber dan teknik.Hasil penelitian ini menunjukan bawah di Kabupaten Wonogiri masih tergantung pada dana perimbangan dari pusat. Setiap tahunnya mengalami peningkatan pendapatan, namun diikuti juga peningkatan belanja untuk anggaran pendidikan. Pemerintah Kabupaten Wonogiri selalu mengupayakan cara untuk selalu meningkatkan anggaran pendidikan di setiap tahunnya. Karena di Kabupaten Wonogiri, pendidikan menjadi prioritas utama dalam rencana pembangunan strategis. Semua instansi sudah mendukung renstra tersebut, namun banyaknya kendala yang dihadapi, membuat rencana tersebut sedikit terhambat. Sepertihalnya lemahnya perkembangan PAD kabupaten Wonogiri, menjadi salah satu faktor penghambat. Namun Pemerintah Kabupaten Wonogiri selalu berusaha mengoptimalkan supaya PAD di setiap tahunnya mengalami peningkatan. Hal ini dilakukan dengan merenovasi tempat wisata, mengoptimalkan Sumber Daya Alam yang dimiliki, dan memberi pelayanan yang mudah dalam penarikan pajak.Kata kunci: otonomi daerah, pembiayaan pendidikan, Kabupaten WonogiriAbstractThis study aims to identify the regional autonomy obligation in optimizing the education funding, and also the influencing and inhibiting factors in optimizing the education funding in Wonogiri Regency.This study used descriptive qualitative approach and was conducted in Office for Management of Regional Revenue, Finance, and Assets (Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Aset Daerah/DPPKAD), and Education Board of Wonogiri Regency. The research subjects are the employees of Education Office, employees of Office for Management of Regional Revenue, Finance, and Assets (DPPKAD), and the administrators of Education Board of Wonogiri Regency. In this research, data collecting techniques used were observation, interview, and study documentation. Meanwhile, the data validity was tested by using source and technique triangulation. Furthermore, from the data obtained, the researcher also conducted data reduction, data display, and conclusion drawing.The research result shows that the budget in Wonogiri Regency still depends on the fiscal balance fund from the central government. From the local regulation of the local government678 Jurnal Kebijakan Pendidikan Vol. 7 Nomor 6 Tahun 2018budget (Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah/Perda APBD) of Wonogiri Regency, each year it has increase in the revenue, but also followed by the increase in the expenditure of education budget. Wonogiri Regency government also always strives the attempts for increasing the education budget in each year. Education sector becomes the main priority in both long term and short term strategic development plan in Wonogiri Regency. All of the institutions support that strategic development plan, despite several numbers of obstacle faced by the government that makes the plan is a bit obstructed. The low rate of the Local Own-source Revenue in Wonogiri Regency becomes one of the inhibiting factors; however, Wonogiri Regency government always attempts to make the Local Own-source Revenue increases in each year. One of the attempts realized is by renovating the tourism places and optimizing the natural resources in Wonogiri Regency, and also by facilitating the ease in the service of tax collection.Keywords: regional autonomy, education funding, Wonogiri Regency.
KULTUR SEKOLAH DALAM MEWUJUDKAN PENDIDIKAN BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL BATIK DI SMA NEGERI 1 SOKARAJA Abiyoga, Berlian Bima
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 1 (2021): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v10i1.17351

Abstract

This research aimed to describe school culture in the realization of Batik local content based education in 1 Sokaraja State Senior High School. The focuses of this study were deep explaination of school culture which was Batik local content based education and how to realize it. This research used descriptive qualitative approach. Data were collected using observation, interview, and documentation. Data analysis was done using interactive analysis model by Miles and Huberman namely data condensation, data presentation, and drawing conclusion. The data were validated using technique and source triangulations. The results of this study indicated that physically and behaviorally 1 Sokaraja State Senior High School has supported the school culture of Batik local content based education. Three basic layers of school culture were assumptions, values, and artifacts. The assumptions of the founders of Batik local content based education at 1 Sokaraja State Senior High School who strongly wanted to elevate the local culture of Banyumas Batik underlie the formation of  Batik local content based education. The values that applied were the value of cleanliness, the value of discipline, the culture of courtesy, the value of achievement, and the cultivation of local values. Then, the artifacts were in the forms of supporting facilities, efforts, and programs that support the Batik local content based education.Keywords: School Culture, Local Content based Education, Batik
PARTISIPASI ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN PRESTASI NON AKADEMIK ANAK DI SMP NEGERI 2 PRACIMANTORO Lestari, Anita Dwi
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 6, No 6 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v6i6.10116

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk partisipasi orangtua dalam meningkatkanprestasi non akademik anak di SMP Negeri 2 Pracimantoro serta faktor pendukung dan penghambatpartisipasi orangtua dalam meningkatkan prestasi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitiankualitatif deskriptif. Setting penelitian di SMP Negeri 2 Pracimantoro. Subjek penelitian adalahOrangtua, siswa, Kepala Sekolah dan guru pembimbing ekstrakurikuler. Teknik pengumpulan datayang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisisdata yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data (display data) dan penarikan kesimpulan.Teknik keabsahan data yang digunakan adalah trianggulasi sumber dan teknik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) bentuk partisipasi orangtua dalam meningkatkanprestasi non akademik anak di SMP Negeri 2 Pracimantoro didukung partisipasi dalam pemilihansekolah, partisipasi dalam komite sekolah, partisipasi dalam pembiayaan sekolah, partisipasi dalammengatasi masalah anak. Dalam setiap bentuk partisipasi orangtua ditunjukkan dalam bentukpartisipasi secara fisik dan non fisik. Bentuk partisipasi fisik diwujudkan dalam bentuk tenaga,fasilitas, dana dan jasa. Sedangkan dalam bentuk non fisik meliputi pemikiran, sumbangan ide ataugagasan serta motivasi; (2) Faktor pendukung yaitu semangat dan minat anak mengikuti kegiatanekstrakurikuler disekolah, kesadaran orangtua untuk meberikan fasilitas, serta adanya kerjasamaorangtua dengan pihak sekolah. Faktor penghambat yang mempengaruhi partisipasi orangtua adalahmasalah transportasi, serta menurunnya semangat anak karena banyak kegiatan yang diikutidisekolah.Kata kunci: partisipasi, orangtua, non akademik.
KEBIJAKAN PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT MENGIKUTI PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Hermawati, Destyana
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 5, No 3 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v5i3.5215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Kebijakan Peningkatan Partisipasi Masyarakat Mengikuti Pendidikan Dasar di Kabupaten Gunungkidul; (2) Pelaksanaan Kebijakan; (3) Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Pelaksanaan Kebijakan. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif. Penelitian dilakukan di Dinas Dikpora Kabupaten Gunungkidul selama bulan April-Mei 2016. Subjek penelitian adalah pejabat dinas yang terdiri dari Kepala Dinas, Kepala Bidang, Kepala Seksi dan Staff. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis menggunakan model interaktif Miles and Huberman yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kebijakan Peningkatan Partisipasi Masyarakat Mengikuti Pendidikan Dasar di Kabupaten Gunungkidul tersusun dalam Kebijakan Penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun dan Rintisan 12 Tahun dan terbagi dalam enam program; (2) Pelaksanaan Kebijakan telah didukung dengan komunikasi dari komponen internal dan eksternal, sumber daya manusia yang sejalan dengan kebijakan, sumber keuangan, komitmen dari pihak internal dinas dan eksternal, dan struktur birokrasi yang baku. . Pencapaian APK/APM/APS tingkat SD/SMP yang tinggi, Angka Putus Sekolah serta Angka Mengulang yang menurun. (2) Faktor Pendukung: komitmen dan dukungan seluruh pihak. Faktor Penghambat: keterbatasan SDM dan anggaran serta pemahaman masyarakat.Kata kunci: Kebijakan Pendidikan, Partisipasi Masyarakat, Pendidikan Dasar
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI IMPLEMENTASI PERDA NO 5 TAHUN 2011 DI SD N WARUNGBOTO YOGYAKARTA Belasuni, Berlian
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 7, No 3 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v7i3.13088

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang Pendidikan Karakter Melalui Implementasi Perda No 5 Tahun 2011 di SD N Warungboto Yogyakarta. Adapun yang akan dibahas dalam penelitian ini antara lain tentang nilai karakter yang ditanamkan pada peserta didik melalui pendidikan berbasis budaya, peran pendidik kaitannya dengan pendidikan karakter, program sekolah yang berkaitan dengan pendidikan karakter, metode penanaman pendidikan karakter, evaluasi pendidikan karakter, hasil pendidikan karakter melalui pendidikan berbasis budaya.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa, guru dan kepala sekolah. Seting penelitian ini dilakukan di SD Negeri Warungboto Yogyakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan teknik.Hasil penelitian menunjukan bahwa: Pendidikan Karakter di SD N Warungboto Yogyakarta mengembangkan nilai target berupa kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kegamaan, peduli lingkungan, dan kreativitas. Dari nilai target diatas diimplementasikan ke dalam program sekolah dan didukung dengan kegiatan-kegiatan sekolah. Sekolah menggunakan 4 metode penanaman pendidikan karakter yaitu inkulkasi nilai, keteladanan, fasilitasi, dan pengembangan ketrampilan. Dalam mengevaluasi pendidikan karakter melalui pendidikan berbasis budaya dilakukan dengan monitoring dan pencatatan pelanggaran siswa oleh guru. Adapun Kepala Sekolah memiliki peran terhadap proses monitoring melalui fungsi controlling terhadap pelaksanaan program.Kata Kunci: pendidikan karakter, implementasi, perda no 5 tahun 2011.AbstractThis research aims to describe about character education through the implementation of Perda No. 5 years 2011 in SD N Warungboto Yogyakarta. As will be discussed in this study, among others, about the value of a character that is instilled in students through education-based culture, the role of educators in relation to character education,This research uses qualitative descriptive study types. The subject of this research is the students, teachers and the principal. This research was conducted in settings for SD Negeri Warungboto Yogyakarta. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. With the stages of data collection, data reduction, and presentation of data.The research results showed that: character education in SD N Warungboto Yogyakarta developed target values be honesty, discipline, responsibility, kegamaan, care for the environment, and creativity. From the above target values implemented into schools and programs supported by the activities of the school. The school uses 4 methods of cultivation of the character education i.e. inkulkasi value, example, facilitation, and development skills.Keywords: character education, implementation, local regulation no 5 year 2011

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 14, No 4 (2025): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 14, No 3 (2025): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 14, No 2 (2025): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 14, No 1 (2025): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 13, No 4 (2024): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 13, No 3 (2024): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 13, No 2 (2024): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 13, No 1 (2024): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 4 (2023): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 3 (2023): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 2 (2023): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 1 (2023): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 11, No 4 (2022): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 11, No 3 (2022): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 11, No 1 (2022): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 4 (2021): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 3 (2021): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 2 (2021): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 1 (2021): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 9, No 3 (2020): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 9, No 2 (2020): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 9, No 1 (2020): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 8, No 4 (2019): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 8, No 3 (2019): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 8, No 2 (2019): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 8, No 1 (2019): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 6 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 5 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 4 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 3 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 2 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 1 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 8 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 7 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 6 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 5 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 4 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 3 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 2 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 1 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 7 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 6 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 5 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 4 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 3 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 2 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 1 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 4, No 2 (2015): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 4, No 1 (2015): spektrum analisis kebijakan pendidikan More Issue