cover
Contact Name
Nurul Rochmah
Contact Email
nurul-rochmah@untag-sby.ac.id
Phone
+6285964020699
Journal Mail Official
jurnalextrapolasi@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Jl. Semolowaru 45
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Extrapolasi
ISSN : 16938259     EISSN : 2721978X     DOI : https://doi.org/10.30996/ep.v20i02
Core Subject : Engineering,
Focus and Scope Extrapolasi is published by Department of Civil Engineering Faculty of Technology, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. The Extrapolasi editorial is very open in accepting articles related to : Building Materials and Structures Constructions Technology Constructions Management, Road and Bridge Engineering Earthquake Engineering, Geotechnical Engineering, Hydraulic Structures and Drainage Structural Engineering, Surveying and Geo-Spatial Engineering Transportation Engineering.
Articles 147 Documents
STUDI KELAYAKAN PROYEK PENGENDALIAN BANJIR PADA DAS KALI BUNTUNG KABUPETAN SIDOARJO BERDASARKAN ANALISIS BIAYA MANFAAT DAN EFISIENSI BIAYA Miarso, Bambang Tjatur
EXTRAPOLASI Vol 7 No 02 (2014)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v7i02.965

Abstract

Kabupaten Sidoarjo merupakan daerah yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dan sangat strategis, hal ini tercermin dari pesatnya pembangunan dikawasan wilayah ini. Dari tahun ke tahun pembangunan industri dan pemukiman sangat dominant, sehingga mengakibatkan terjadinya perubahan tata guna lahan (land use) yang sangat berarti bagi sistem pengaliran air. Tujuan penelitian ini adalah Untuk menganalisis rencana pembangunan proyek “Dam” di daerah aliran sungai (DAS) kali Buntung dengan menggunakan standar pembebanan biaya yang paling efisien, sesuai dengan metode pembebanan biaya dengan menggunakan analisis “Activity Based Costing”, Untuk menganalisis rencana pembangunan proyek “Dam” di daerah aliran sungai (DAS) kali Buntung dengan menggunakan analisis biaya manfaat (Cost Benefit Analysis) dalam pengambilan keputusan proyek, dan untuk mengetahui apakah proyek pembangunan “Dam” di kali Buntung dapat efektif digunakan untuk pengendalian banjir di Kabupaten Sidoarjo.  Penelitian ini menggunakan populasi adalah sepanjang daerah aliran sungai (DAS) di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis pembebanan biaya berdasarkan metode ”activity based costing” (ABC), analisis biaya dan manfaat untuk perencanaan proyek pengendali banjir.  Hasil dari penelitian ini adalah keputusan pembangunan 1 (satu) buah DAM pada tahun 2010, maka dapat melakukan penghematan dari PAD Kabupaten Sidoarjo sebesar :  Rp 799,124,507,943.89 -2,914,352,597.95,-. = Rp 796,210,155,345.94,-, dengan hasil NPV proyek pembangunan 1 (satu) buah DAM yang > 0, maka keputusan pembangunan proyek 1 (satu) buah DAM di DAS Kali Buntung Sidoarjo dapat diterima, Dengan melihat besarnya tingkat efektivitas biaya sebesar 97,34%, maka dapat disimpulkan bahwa keputusan investasi dengan proyek 1 (satu) Dam dapat memberikan manfaat yang cukup besar terhadap pengendalian banjir pada DAS Kali Buntung selama prediksi tahun 2010 sampai dengan 2013.Kata kunci : Efisien, Bemanfaat (Net Present Value) dan Efektif
PENJADWALAN WAKTU PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG TELKOM GROUP SURABAYA DENGAN METODE PERT (PROGRAM EVALUATION AND REVIEW TECHNIQUE) Suryanto, Kelik; Widhiarto, Herry; Beatrix, Michella; Fatmawati, Laily Endah
EXTRAPOLASI Vol 17 No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v17i1.3617

Abstract

AbstractScheduling project implementation time is an important part of achieving construction project success. Scheduling is an activity to determine the time the activities needed to complete the work. The effect of scheduling on the construction project can have an impact on the project revenue itself, because the longer the time needed, the operational costs will also increase. One method in determining the time scheduling of a project work is PERT (Program Evaluation and Review Technique) Method. The application of PERT method in scheduling project implementation time is to arrange PDM network, Microsoft Project Program can help in planning networking and finding work items that are included in the critical path, estimating three times, namely optimistic time (to), pessimistic time (tp), and most likely time. Then calculate the activity time (Te), Standard Deviation (S), Variation of activities (Ve), and find the probability value. The implementation of the TelkomGroup Surabaya Building project is planned to be built in two buildings consisting of 7 floors of building equipment and 17 floors of the main building. The planning of the construction of the TelkomGroup Surabaya building is planned within 665 days, with the PERT method the project implementation time can be optimized to 576 days with the opportunity to reach only 0.14%..AbstrakPenjadwalan waktu pelaksanaan proyek merupakan bagian yang penting untuk mencapai keberhasilan proyek konstruksi. Penjadwalan adalah kegiatan untuk menentukan waktu kegiatan – kegiatan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan. Pengaruh dari penjadwalan terhadap proyek kostruksi dapat berdampak pada pendapatan proyek itu sendiri, sebab semakin lama waktu yang dibutuhkan maka biaya operasional juga akan semakin membengkak. Salah satu metode dalam menentukan penjadwalan waktu dari suatu pekerjaan proyek adalah Metode PERT (Program Evaluation and Review Technique). Penerapan Metode PERT dalam penjadwalan waktu pelaksanaan proyek adalah menyusun jaringan kerja PDM, Program Microsoft Project dapat membantu dalam merencanakan jaringan kerja dan mencari item pekerjaan yang termasuk kedalam lintasan kritis, memperkirakan tiga waktu yaitu waktu optimis (to), waktu pesimis (tp), dan waktu paling memungkinkan. Kemudian menghitung waktu aktifitas (Te), Deviasi Standar (S), Variasi kegiatan (Ve), dan mencari nilai probabilitas. Pelaksanaan proyek Gedung TelkomGroup Surabaya direncanakan akan dibangun dua gedung yang terdiri dari 7 lantai gedung perangkat dan 17 lantai gedung utama. Perencanaan pembangunan Gedung TelkomGroup Surabaya direncanakan dalam waktu 665 hari, dengan metode PERT waktu pelaksanaan proyek dapat dioptimalisasi menjadi 576 hari dengan peluang tercapai hanya sebesar 0,14%.
ANALISA PENETAPAN HARGA SEWA DENGAN METODE FRONT DOOR APPROACH DAN ASPEK FINANSIAL PADA RUSUNAWA NGELOM TAHAP II KABUPATEN SIDOARJO ., Rahmawan; Daruningtyas, Waluyani Retna
EXTRAPOLASI Vol 5 No 01 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v5i01.814

Abstract

Kabupaten Sidoarjo merupakan daerah dengan tingkat perkembangan ekonomi yang cukup pesat. Halini dikarenakan Kabupaten Sidoarjo merupakan wilayah penyangga bagi Kota Surabaya. Salah satu upayameningkatkan kualitas lingkungan dan mengurangi lingkungan kumuh adalah dengan membangunlingkungan dan menyediakan tempat tinggal yang layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Tujuandari penelitian ini adalah Mengetahui dan menganalisa tarif sewa yang akan dikenakan berdasarkan frontDoor approach pada rusunawa Ngelom Tahap II di Kabupaten Sidoarjo serta mengetahui kondisi finansialrusunawa Ngelom Tahap II di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode frontdoor approachdimana perhitungan dimana besaran nilai terhadap biaya –biaya seperti biaya modal pembangunan, biayapemeliharaan, biaya operasional serta biaya penggantian alat atau sarana terhadap real estate, apartemen atauhunian sewa yang akan diluncurkan di pasaran dihitung dan dipertimbangkan sebagai pedoman penetapanharga sewa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah : 1) Penetapan harga sewa berdasarkan metode FrontdoorApproach dan didasarkan pada keseimbangan antara pendapatan sewa dengan pengeluaran, serta denganmemperhatikan faktor kekosongan gedung sebesar 5%, diperoleh harga sewa sebesar Rp. 225.000 per unitsarusun per bulan. 2) Berdasarkan hasil analisis terhadap aspek finansial yang ditinjau dari kriteria penilaiandengan metode Payback Period (PP), diketahui bahwa pembangunan Rusunawa Ngelom Tahap II diKabupaten Sidoarjo tidak mendapatkan keuntungan untuk dilaksanakan karena PP sebesar 325 tahun lebihbesar dari waktu pengembalian yang disyaratkan yaitu 40 tahun (358 > 40). Untuk Net Present Value (NPV)dengan nilai (- 23.466.784.153) dan dari hasil analisis Profitability Index (PI), dapat diketahui bahwapembangunan rusunawa Ngelom Tahap II sebenarnya belum menguntungkan untuk dilaksanakan karenanilai PI = -0,64 < 1.Kata kunci : Penetapan Sewa, Rusunawa, Aspek Finansial
ANALISIS ALTERNATIF DESAIN BANGUNAN JEMBATAN DENGAN VALUE ENGINEERING Busri, M. Hasan
EXTRAPOLASI Vol 7 No 01 (2014)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v7i01.955

Abstract

Planning or design phase of the bridge construction project is often not optimal, which affects the amount of waste and unnecessary costs of the construction phase of the bridge so that the application of Value Engineering efforts could be a solution to optimize the value of the benefits while reducing costs unnecessary.  Besides, designs and models of various bridge today requires us to be able to choose a model which bridges the most suitable and appropriate to the local natural conditions. This study was conducted to determine the structure of the bridge what is the most economical but still complied with the required strength. The bridge was built with spans of 40 m and a width of 7 m is equipped with 2 (two) sidewalk on the right and left. In this study, the analysis will be conducted on three types of bridges, namely precast bridge, bridge and bridge betonkonvensional steel frame. The method used is a value engineering analysis of the four models that will bridge over the pre-cast bridge, bridge frame of steel and conventional concrete bridge. In the value engineering method (value engineering), there are several steps that must be done is the information phase, the analysis phase function, the creative stage and phase of development.  The results showed that of the three (3) alternative bridge is a conventional concrete bridge, precast concrete bridge, and the bridge framework. Obtained by a conventional concrete bridge structures bridge the most economical, while for bridge steel frame and precast concrete bridge as an alternative.Keywords: Value Engineering, Bridge Building Structure, cost efficiency
OPTIMASI PEMANFAATAN LAHAN UNTUK MENDAPATKAN KEUNTUNGAN MAKSIMUM STUDI KASUS PADA PERUMAHAN GREENLAND DI DESA LABAN, KECAMATAN MENGANTI KABUPATEN GRESIK Widagdo, Joko
EXTRAPOLASI Vol 8 No 02 (2015)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v8i02.988

Abstract

Permasalahan konkrit yang terjadi akibat bertambahnya jumlah penduduk di daerah perkotaan adalah kekurangan lahan untuk tempat tinggal. Pemerintah daerah / kota tersebut telah melakukan berbagai macam usaha demi kesejahteraan warganya. Di kota dimana kita tinggal ini yaitu kota Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah ibu kota Jakarta. Saat ini Surabaya merupakan ibukota provinsi Jawa Timur yang memiliki luas sebesar 33.048 Ha dengan jumlah penduduk 2.765.487 jiwa. Besarnya jumlah penduduk di surabaya salah satunya disebabkan banyaknya urbanisasi yang terjadi dikarenakan Surabaya memiliki daya tarik dari segi pekerjaan, sarana pendidikan, fasilitas publik, sarana komersil dan lain-lain. Pembangunan perumahan di kota metropolitan seperti Surabaya sudah merupakan hal yang langka ini dikarenakan banyak faktor seperti lahan yang terbatas, kemacetan, padatnya penduduk dan kebisingan yang ditimbulkan daerah perkotaan. Salah satu wilayah yang berkembang dan saat ini mulai bermunculan bangunan perumahan akibat beberapa faktor diatas adalah wilayah kabupaten Gresik. Permasalahan awal yang sering muncul didalam pembangunan sebuah perumahan adalah kesulitan untuk menentukan proporsi tipe-tipe rumah yang akan di bangun dalam luasan tanah yang kita miliki. Permasalahan ini juga sedang dihadapi oleh pihak pengembang PT. Sinar Megah Development dimana berkedudukan sebagai pihak pengembang perumahan Greenland.  Berdasarkan semua perhitungan dengan analisis metode linear tentang pembangunan perumahan Greenland di desa. Laban, kec. Menganti, kabupaten. Gresik didapatkan kesimpulan bahwa perbandingan jumlah tipe rumah yang paling menguntungkan atau paling maksimal adalah pembangunan pada perencanaan III kemungkinan ke -2 dengan perbandingan 6 : 0 : 3 : 1. Dimana tipe 36           = 1512 unit, tipe 54 = 0 unit, tipe 70 = 756 unit dan Tipe 98= 252 Unit. Didapatkan keuntungan maksimum dengan perbandingan 6 : 0 : 3 : 1. Penjualan secara keseluruhan diperoleh keuntungan sebesar Rp. 503.657.280.000. Berdasarkan perhitungan menggunakan rumus Future Value atau FV harga jual setelah masa pembangunan selesai 1 tahun dengan suku bunga bank sebesar 12% adalah tipe 36        = Rp327.600.000 / unit, tipe 54 = Rp600.600.000 / unit, tipe 70 = Rp1.068.200.000 / unit dan Tipe 98= Rp1.825.040.000 / Unit.Kata kunci:     optimasi lahan perumahan, analisis linear progaming, analisis harga penjualan
PENGARUH PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU TERHADAP BIAYA MUTU PADA PROYEK KONSTRUKSI DERMAGA Mayasari, Chandra
EXTRAPOLASI Vol 6 No 02 (2013)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v6i02.837

Abstract

Membaiknya kondisi perekonomian Indonesia dan dimulainya era pasar bebas membuat perusahaanperusahaankonstruksi dituntut untuk meningkatkan mutu dengan meminimalisir biaya mutu. Oleh karenaitu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel sistem manajemen mutu terhadap biayamutu proyek konstruksi, khususnya konstruksi dermaga. Metode yang digunakan yaitu menentukan uji butirdengan menggunakan korelasi product moment ≥ 0,3 , menentukan uji validitas dengan menggunakananalisis faktor ≥ 60%, menentukan uji reliabilitas dengan menggunakan Alpha-Cronbach ≥ 0,6, selanjutnyamenggunakan analisa regresi linier berganda untuk menganalisis sampel tersebut. Dari hasil penelitiandapat dijelaskan bahwa pada variabel X1 (persyaratan dokumentasi) didapatkan angka signifikansi (sig)sebesar 0,906. Angka 0,906 > 0,05 artinya variabel X1tidak berpengaruh terhadap variabel Y (biaya mutu).Pada variabel X2 (tanggung jawab manajemen) didapatkan angka signifikansi (sig) sebesar 0,200. Angka0,200 > 0,05 artinya variabel X2tidak berpengaruh terhadap variabel Y (biaya mutu). Pada variabel X3(manajemen sumber daya) didapatkan angka signifikansi (sig) sebesar 0,773. Angka 0,773 > 0,05 artinyavariabel X3 tidak berpengaruh terhadap variabel Y (biaya mutu). Pada variabel X4 (realisasi produk)didapatkan angka signifikansi (sig) sebesar 0,725. Angka 0,725 > 0,05 artinya variabel X4 tidakberpengaruh terhadap variabel Y (biaya mutu). Pada variabel X5 (pengukuran, analisis & peningkatan)didapatkan angka signifikansi (sig) sebesar 0,234. Angka 0,234 > 0,05 artinya variabel X5 tidakberpengaruh terhadap variabel Y (biaya mutu).Kata kunci : biaya mutu, sistem manajemen mutu, regresi linier berganda, dermaga
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PASAR TRADISIONAL DESA PADANGSAMBIAN DI DENPASAR BALI PUJA, I MADE
EXTRAPOLASI Vol 8 No 01 (2015)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v8i01.979

Abstract

Permasalahan Pasar tradisional di Desa Padangsambian Denpasar Bali ialah tidak dapat menampung jumlah pedagang dan pengunjung yang semakin ramai. Sehubungan dangan itu, salah  satu pemecahan masalah tersebut adalah dengan melakukan pembangunan pasar tradisional.  Dalam proses pembangunan diperlukan analisis studi kelayakan investasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pembangunan dan berapa besar biaya investasi pasar tradisional Desa Padangsambian di Denpasar Bali dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dari aspek finansial. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara interview, observasi dan dokumentasi. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan studi kelayakan aspek keuangan yang meliputi Net Present Value, Internal Rate of Return, dan Payback Period.   Hasil kesimpulan dalam penelitian ini menunjukan bahwa : a) Proyek Pasar Tradisional ini berlokasi di Desa Padang Sambian, Denpasar Provinsi Bali menelan investasi sebesar Rp. 6.608.446.000,- dengan masa investasi 10 tahun. Dibangun saat tingkat suku bunga pada posisi 12% / tahun dengan laju inflasi menurut data BPS Propinsi Bali yaitu 4,014%;  b) Stand yang dibangun sebanyak 108 lapak/los dan 108 kios. Disewakan dengan harga sewa Rp. 400.000,- per bulan untuk kios dan Rp. 300.000,- per bulan untuk lapak/los; dan  c) Analisa kelayakan menunjukan bahwa proyek pasar tradisional ini layak untuk dijalankan dengan perolehan Net Present Value menghasilkan nilai positif yaitu sebesar Rp. 1.213.909.306,-, Internal Rate of Return lebih tinggi dari tingkat suku bunga 12% yaitu 16,06%, dan Payback Period terjadi pada tahun ke 4 bulan ke 9 lebih cepat dari masa investasi.Kata Kunci : Studi Kelayakan Investasi 
THE OPTIMIZATION EFFECTIVE GREEN TO REDUCE THE QUEUE IN INTERSECTION SEKARSARI MOJOKERTO CITY Soewartono, Edhi
EXTRAPOLASI Vol 6 No 01 (2013)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v6i01.828

Abstract

One of the few intersections in Mojokerto Town conflict that has four arms crossing congestion isSekarsari such as Jl. Gajah Mada, Jl. Empunala, Jl. Resident Pamuji most frequent congestion at peak hourswhere heavy traffic flows and vehicle frequency is high enough, to know how much effective green optimumis needed to resolve conflicts, determining the most effective phase, aims and objectives of this study is toprovide an evaluation in order to improve the level of service at the intersection of the four arms Sekarsari,and to provide an alternative solution of the problem of traffic jams that occur at the intersection. Byperforming calculations and analysis of existing conditions, at a time get Allred, congestion, trafficflow.,intersection, traffic light signals. At each approach is only 2 seconds and degree of saturation on theapproach A = 0.95, B = 0:52 approach, approach C = 0.76, D = 0.76 approach. These results do not fit likethe recommended Dirjen Bina Marga, the degree of saturation is less than 0.85 for signalized intersections.To do some remedial alternatives for traffic signal. Researchers try 8 alternative traffic signal. The alternativecalculation to get the result that is considered the most appropriate and optimal traffic signal setting 3 phase,approach B, left and widening approach D direct turn A (originally 8,5 m to 10 m) and approach C (originally8.5 m to 8.75 m ). With this alternative, get results in 95 seconds cycle time, Allred Time for A = 5detikapproach, approach deik B = 7, C = 5 second approach, approach D = 2 seconds, the degree of saturationapproach to approach A = B = C , approach D = 0.80.Key word:effective green, intersection
ANALISIS KELAYAKAN PEMBANGUNAN GEDUNG SERBAGUNA DI KOTA LAMONGAN Ariawarman, Rounaz Perdana
EXTRAPOLASI Vol 7 No 02 (2014)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v7i02.970

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menentukan : (1) nilai investasi dan waktu pengelolaan yang layak,  (2) mendapatkan harga sewa ruang Gedung Serbaguna, (3) mendapatkan lama waktu kerjasama yang paling optimal dengan pihak investor dengan menggunakan sistem kerjasama Build – Operate – Transfer (BOT). Setelah dilakukan analisis didapatkan bahwa Proyek pembangunan Gedung Serbaguna memerlukan dana investasi sebesar Rp 45.082.490.000. Dengan asumsi nilai yang diharapkan 8% per tahun,  inflasi 6,5% per tahun, serta lama investasi 20 tahun, maka didapatkan kelayakan waktu pengembalian nilai investasi selama 17 tahun 7 bulan. Nilai NPV > 0 yaitu sebesar Rp 8.110.306.740, nilai tingkat pengembalian investasi (IRR) sebesar 9,52%, BEP usaha penyewaan Gedung Serbaguna terjadi pada tahun ke 6 lebih 6 bulan, tepatnya pada tahun 2019. (2) Biaya sewa yang optimal untuk setiap jam adalah Rp 1.350.000, suku bunga per bulan dalam investasi Pembangunan Gedung Serbaguna di Kota Lamongan adalah sebesar 0,79%. (3) Waktu kerjasama dengan pihak investor pembangunan Gedung Serbaguna Lamongan dengan menggunakan sistem kerjasama Build – Operate – Transfer (BOT). Berdasarkan nilai Payback Period (PBP) dari usaha Gedung Serbaguna adalah 17 tahun 7 bulan, lebih cepat dibandingkan dengan masa investasi 20 tahun. Hal ini menjelaskan bahwa usaha Gedung Serbaguna ini layak untuk dijalankan, karena pengembalian investasi dibuktikan dari nilai PBP lebih cepat dari umur proyek yang direncanakan.Kata kunci : Gedung Serbaguna,  kelayakan investasi, Build Operate Transfer
PERBANDINGAN SIMPANGAN GEDUNG LANTAI RENDAH DENGAN MENGGUNAKAN 2 TIPE BRESING Rochmah, Nurul
EXTRAPOLASI Vol 17 No 2 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v17i2.4431

Abstract

AbstractIndonesia is one of the areas where earthquakes often occur, one reason is that Indonesia is located on the border of the oceanic plate, namely the pacific ocean and the continental plate, namely the Eurasian continent. Where in these areas plate shifts often occur which cause frequent earthquakes.In minimizing casualties due to building failure due to earthquakes, one of them is necessary to make a building that has sufficient ductility so that in this study using a steel structure building.In steel structures, to make the structure more resistant to lateral loads, it is necessary to apply bracing. In this study, we try to compare the eccentric and concentric bracing displacement in steel structure buildings.Based on the results obtained from the comparison of these displacements, it is found those displacements due to eccentric bracing is smaller than the concentric bracing  AbstrakIndonesia termasuk daerah yang sering terjadi gempa, salah sebabnya karena wilayah Indonesia terletak di daerah perbatasan lempeng samudera yaitu samudera pasisfik dan lempeng benua yaitu benua Eurasia. Dimana di daerah tersebut sering terjadi pergeseran lempeng yang menyebabkan sering terjadi gempa.Dalam meminimalisir korban akibat kegagalan bangunan akibat gempa salah satunya perlu membuat suatu bangunan yang mempunyai daktilitas yang cukup sehingga dalam penelitian ini memakai gedung struktur baja.Pada Struktur baja untuk lebih membuat struktur bisa tahan terhadap beban lateral maka perlu diberi bresing. Dalam penelitian ini mencoba untuk membandingkan simpangan bresing eksentrik dan konsentrik pada gedung struktur baja.Berdasarkan hasil yang diperoleh dari perbandingan simpangan tersebut, maka diperoleh simpangan akibat bresing eksentrik lebih kecil di banding bresing konsentrik.

Page 6 of 15 | Total Record : 147