cover
Contact Name
Nurul Rochmah
Contact Email
nurul-rochmah@untag-sby.ac.id
Phone
+6285964020699
Journal Mail Official
jurnalextrapolasi@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Jl. Semolowaru 45
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Extrapolasi
ISSN : 16938259     EISSN : 2721978X     DOI : https://doi.org/10.30996/ep.v20i02
Core Subject : Engineering,
Focus and Scope Extrapolasi is published by Department of Civil Engineering Faculty of Technology, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. The Extrapolasi editorial is very open in accepting articles related to : Building Materials and Structures Constructions Technology Constructions Management, Road and Bridge Engineering Earthquake Engineering, Geotechnical Engineering, Hydraulic Structures and Drainage Structural Engineering, Surveying and Geo-Spatial Engineering Transportation Engineering.
Articles 147 Documents
PERSEPSI KONTRAKTOR TERHADAP STANDAR KUALITAS PEKERJAAN BETON BERTULANG PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG DI KABUPATEN SUMENEP ., Rahmawan
EXTRAPOLASI Vol 5 No 02 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v5i02.818

Abstract

Sumber daya manusia dalam hal ini kontraktor sebagai penyelenggara proyek mempunyai latarbelakang yang berbeda dengan pemilik proyek dan sumber daya manusia merupakan sumber daya utamadalam suatu proyek kontruksi. Perbedaan latar belakang antara penyelenggara proyek (kontraktor) denganpemilik proyek (pemerintah Kabupaten Sumenep) akan mengakibatkan timbulnya permasalahan terkaitsasaran proyek yang diinginkan oleh pemilik proyek khususnya pada pekerjaan beton bertulang. Sehinggadengan perbedaan latar belakang tersebut, sangat diperlukan suatu penelitian yang mampu memberikangambaran mengenai persepsi kontraktor sebagai penyelenggara proyek terhadap standar kualitas pekerjaanbeton bertulang pada pembangunan gedung di Kabupaten Sumenep. Beton bertulang adalah beton yangditulangi dengan luas dan jumlah tulangan yang tidak kurang dari nilai minimum, yang disyaratkan denganatau tanpa prategang, dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material bekerja bersama-samadalam menahan gaya yang bekerja. Pemecahan masalah dalam penelitian ini menggunakan metodediskriptif. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sample. Uji validitas dilakukan dengan metodekorelasi Product Moment dan uji reliabilitas dilakukan dengan metode Alpha Cronbach’s. Analisis datayang digunakan adalah analisis diskriptif dan analisis faktor. Hasil analisis faktor menyatakan nilai ujiBarlett’s Test of Sphericity sebesar 567,012 dan nilai KMO sebesar 0,719 (memenuhi syarat kecukupandata) dengan signifikansi 0,000 dan persepsi kontraktor terhadap standar kualitas pekerjaan beton bertulangterdiri dari 5 faktor. Standar kualitas yang paling dominan terdiri dari variabel air, variabel tempatpenyimpanan, variabel campuran beton, variabel cetakan dan acuan, variabel tulangan dan variabelpemadatan. Diharapkan kontraktor meningkatkan pemahaman terhadap standar kualitas pekerjaan betonbertulang pada proyek pembangunan gedung. Penelitian ini bisa dikembangkan untuk mengetahui kualitaspekerjaan beton bertulang ditinjau dari pelaksanaan di lapangan. Kata kunci : kontraktor, beton bertulang, analisis faktor.
EVALUASI PROYEK REHABILITASI PEMBANGUNAN GEDUNG DI TINJAU BERDASARKAN WAKTU DAN BIAYA PENGERJAAN (Studi Kasus : Proyek Pembangunan MTsN Paron Kab. Ngawi) Widhiarto, Herry; Nugroho, Meriana Wahyu
EXTRAPOLASI Vol 7 No 01 (2014)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v7i01.959

Abstract

The development of construction project currently becomes a more complicated case. The implementation of construction project is a series of interdependent activity through project management system from plan stage up to the implementation itself. The project management system involves the workforce, cost, time, equipment and others , and also schedule delay which effects cost consumming that must be ignored. This study analysis how to determine optimal project time & cost. This case study is performed on the renovation of MTsN Paron Ngawi Regency building. The secondary data involves project cost estimate, time schedule, price analysis list of materials and wages which are analysed further by acceleration crashing methode and overtime extention. From the acceleration process , proved that optimal project time of MTsN Paron Ngawi Regency renovation project is done by expediting the time into 56 days, while the total amount of optimal project cost is Rp. 194,041,862.00. The most optimal option of the acceleration is the augment of overtime, 1 hour,  which generates  project efficiency 0.35 %.Key words : time-cost trade off, optimal project cost, project management, crashing
ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI PEMBANGUNAN JALAN TEMBUS LAWANG - BATU Yudhanto W, Aryo
EXTRAPOLASI Vol 8 No 02 (2015)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v8i02.992

Abstract

Indikasi awal permasalahan jalan di ruas jalan Surabaya-Malang-Batu bermula dari gejala kepadatan lalu lintas dari Surabaya menuju Malang hingga Kota Batu dan sebaliknya, yang sudah sangat mengkhawatirkan sebagai akibat pencampuran antara arus lalu lintas lokal dan regional dalam menggunakan jalan Arteri dengan kecenderungan volume yang semakin bertambah sejalan dengan perkembangan wilayah dan peningkatan mobilitas penduduk. Untuk mengantisipasi hal tersebut, ditempuh langkah pengadaan jaringan jalan baru berupa pembangunan jalan tembus dari Lawang menuju Kota Batu dan sebaliknya.  Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kelayakan ekonomi rencana pembangunan jalan tembus lawang-batu, dengan melakukan analisis terhadap Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Tundaan dan Kecelakaan pada kondisi pra dan pasca pembangunan jalan tembus lawang-batu.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil perhitungan perkiraan keuntungan (Benefit) dari Pembangunan Jalan Tembus Lawang Batu dapat diketahui bahwa total keuntungan yang diperoleh hingga akhir proyek adalah sebesar Rp 7.100,55 Milyar. Jumlah tersebut diperoleh dari penghematan Biaya Operasi Kendaraan (BOK) sebesar Rp 3.004,11 Milyar, penghematan terhadap tundaan sebesar Rp 2.967,97 Milyar dan penghematan terhadap kecelakaan sebesar Rp 1.128,47 Milyar, sehingga dari segi keuntungan, rencana Pembangunan Jalan Tembus Lawang – Batu dinyatakan menguntungkan untuk dilaksanakan.  Dari hasil analisa kelayakan ekonomi, Pembangunan Jalan Tembus Lawang – Batu ternyata sangat menunjang perekonomian penduduk yang menghuni kawasan. Dilihat dari sisi finansial yang ditinjau dari kriteria penilaian kelayakan dengan metode  Benefit Cost Ratio (B/C-R) = 7,07 > 1, Nett Present Value (NPV) = Rp 5.363,88 milyar > 0, Internal Rate of Return (IRR) = 23% > 18%, maka dapat diambil kesimpulan bahwa rencana Pembangunan Jalan Tembus Lawang – Batu dinyatakan layak untuk dilaksanakan.Kata Kunci :   jalan tembus lawang - batu, level of service, panjang antrian kendaraan, travel time, biaya operasional kendaraan, tundaan, kecelakaan, analisis kelayakan ekonomi.
ANALISIS WAKTU DAN BIAYA KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN GEDUNG HIPERBARIK RUMAH SAKIT PARU JEMBER Witjaksana, Budi; Imron, Achmad
EXTRAPOLASI Vol 5 No 01 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v5i01.809

Abstract

Gedung Hiperbarik 3 lantai Rumah Sakit Paru Jember terletak di Jalan Nusa Indah Jember, jalanprotokol yang strategis, mudah di jangkau oleh setiap masyarakat yang membutuhkan. Areal tanah gedungyang direncanakan merupakan satu komplek dengan gedung Rumah Sakit Paru Jember yang lama, sehinggasecara operasional mempermudah para dokter menangani pasien antara gedung lama dan gedung Hiperbarik.Permasalahan yang dialami adalah pada waktu pelaksanaan waktu kontrak selama 100 hari, pekerjaan inimengalami keterlambatan selama 21 hari. Terhitung mulai terima SPK kontraktor bekerja selama 16 harimenyelesaikan pondasi, selanjutnya harus menunggu pemasangan mesin Hiperbarik dari Australia. Setelahmesin tersebut terpasang, struktur kolom baru dipasang. Sehingga mengakibatkan keterlambatan. Darikenyataan tersebut diperlukan penelitian yang bertujuan untuk (1) Mendapatkan lama waktu pelaksanaanpembangunan, (2) Mendapatkan besar biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan pembangunan. Dari hasildiagram network, maka dapat disimpulkan bahwa (1)pelaksanaan proyek pembangunan gedung hiperbarikrumah sakit paru Jember dapat dilakukan selama 99 hari. (2) Biaya proyek yang diperlukan untukpembangunan adalah sebesar Rp Rp3,23 Milyar. Biaya maksimum per minggu yang diperlukan pada saatkegiatan paling cepat sebesar Rp569,50 Juta, dengan jumlah tenaga kerja maksimum per minggu sebesar 257orang. Setelah dilakukan pergeseran jadwal aktivitas dan penambahan jumlah tenaga kerja, ternyata biayaproyek yang diperlukan pada saat kegiatan mengalami keterlambatan 21 hari sebesar Rp3,36 Milyar. Biayamaksimum per minggu yang diperlukan sebesar Rp387,50 Juta dan jumlah tenaga kerja maksimum perminggu sebesar 212 orang. Dengan demikian pelaksanaan proyek pembangunan gedung hyperbarik rumahsakit paru Jember saat kegiatan mengalami keterlambatan 21 hari, perlu dilakukan penambahan biaya sebesarRp132,73 Juta yang awalnya sebesar Rp3,23 Milyar menjadi sebesar Rp3,36 Milyar.Kata kunci : hiperbarik, keterlambatan, diagram network
KAJIAN ASPEK TEKNIS DAN ASPEK BIAYA INVESTASI PROYEK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA PADA ATAP BETON GEDUNG (Studi Kasus RS Mitra Keluarga Kenjeran Surabaya) Yuliananda, Subekti
EXTRAPOLASI Vol 6 No 02 (2013)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v6i02.841

Abstract

RS Mitra Kelurga Kenjeran merupakan salah satu rumah sakit yang terletak di kota Surabaya bagianTimur. Rumah Sakit ini mendapatkan suplai dari PLN dengan kebutuhan beban serempak sebesar 655,305kW. Tingginya pemakaian beban dan potensinya sinar matahari pada siang hari dapat dimanfaatkan sebagaisumber energi listrik dengan memanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Namun adanyaketerbatasan lahan dalam penempatan panel surya sebagai salah satu komponen dari PLTS menjadikankendala tersendiri, sehingga dicoba melakukan kajian dengan memanfaatkan atap beton gedung RS MitraKeluarga Kenjeran Surabaya sebagai tempa panel surya. PLTS yang akan dikembangkan ini direncanakanuntuk dapat mensupplai 30% dari kebutuhan beban listrik dengan sistem sebagai tenaga listrik tambahan.Besar energi yang dibangkitkan PLTS direncanakan sebesar 53,3 kWp, yang dihasilkan dari panel suryasebanyak 180 buah dengan kapasitas panel surya 300 Wp. Biaya energi PLTS dengan panel surya 300 Wpadalah Rp. 13.100/kWh. Analisis kelayakan investasi dilakukan dengan menggunakan NPV, PI danDiscounted Payback Period (DPP) untuk menentukan hasil bahwa investasi PLTS layak untuk dilaksanakan.Hasil analisa NPV menunjukan nilai positif Rp. 4.631.532,-, sedangkan hasil analisa PI menunjukan nilaipositif 1,0025 dan Discounted Payback Period (DPP) masih dibawah umur proyek 25 tahun yaitu 24 tahun 8bulan. Simpulan dari kajian ini adalah investasi proyek PLTS pada RS Mitra Keluarga Kenjeran Surabayaberdasarkan aspek teknis dan aspek biaya layak dilaksanakan, namun demikian perlu ada kajian aspek sosiallingkungannya.Kata kunci : PLTS, LCC, NPV, RS
PENGARUH EFISIENSI ALAT BERAT PADA PEKERJAAN JALAN PROYEK PEMBENAHAN PABRIK ASAM PHOSPAT PT. PETROKIMIA GRESIK JAWA TIMUR Hartantyo, Sugeng Dwi
EXTRAPOLASI Vol 8 No 02 (2015)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v8i02.983

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui cara menghitung waktu efisiensi alat berat khususnya untuk item pekerjaan tanah (earth work) pada pekerjaan pembangunan jalan Proyek Pembenahan Pabrik Asam Phospat PT. Petrokimia Gresik. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui seberapa besar keuntungan yang didapatkan dari hasil efisiensi alat berat berat khususnya untuk item pekerjaan tanah (earth work) pada pekerjaan pembangunan jalan Proyek Pembenahan Pabrik Asam Phospat PT. Petrokimia Gresik. Menetapkan bahwa untuk waktu pelaksanaan item pekerjaan tanah (earth work) hanya membutuhkan waktu kurang lebih 9 hari dari waktu rencana yang dijadwalkan memakan waktu sekitar 5 minggu. Dengan adanya efisiensi waktu yang berujung pada percepatan waktu pelaksanaan proyek, maka akan berpengaruh terhadap anggaran proyek yang akan dikeluarkan. Semakin cepat pelaksanaan suatu proyek, maka semakin kecil pula biaya operasional yang akan dikeluarkan. Sehingga, profit (keuntungan) dari pengerjaan proyek tersebut juga akan semakin bertambah. Untuk item pekerjaan tanah (earth work) sesuai dengan perhitungan dapat diperoleh keuntungan sebesar Rp 214.450.505,00 (Dua Ratus Empat Belas Juta Empat Ratus Lima Puluh Ribu Lima Ratus Lima Rupiah).Kata kunci: alat berat, efisiensi waktu dan biaya
ALTERNATIF LAIN ANALISIS STRUKTUR JALAN PERKERASAN LENTUR PADA PEMBANGUNANJALAN LINGKAR SELATAN KOTA PASURUAN Oetomo, Wateno
EXTRAPOLASI Vol 6 No 01 (2013)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v6i01.832

Abstract

Lalu lintas di kota – kota besar di di Indonesia pada umumnya dan di Jawa Timur khususnya, setiaptahun terus meningkat. Lalu lintas apa (kah) untuk angkutan orang dan barang sangat padat sehingga sejakdini perlu diketahui kebutuhan biaya konstruksi perkerasan jalan, dimaksudkan untuk memastikan berapabesar biaya yang harus disediakan untuk pembangunan. Untuk membangun jalan baru adalah berdasarkanperkembangan lalu lintas yang ada. Pembangunan jalan lingkar selatan Kota Pasuruan dimaksudkan agarkemacetan lalu lintas tidak semakin besar. Perencanaan perkerasan lentur jalan metode Bina Marga 1987 danperencanaan perkerasan lentur jalan metode AASTHO 1986 dengan data yang sama dimaksudkan untukmengetahui secara pasti perbedaan tebal perkerasan sekaligus perbedaan biaya. Berdasarkan hasil analisadiketahui bahwa dengan metode Bina Marga 1987 diperoleh tebal lapis permukaan Laston 10 cm, tebal LapisPondasi Atas 25 cm, tebal Lapis Pondasi bawah 50 cm dengan total biaya Rp. 15.084.165.000, - sedangkandengan metode AASTHO 1986 diperoleh tebal lapis permukaan Laston 10 cm, tebal Lapis Pondasi Atas 25cm, tebal Lapis Pondasi bawah 45 cm dengan total biaya Rp. 14.443.765.000,- sehingga selisih biaya Rp.640.400.000,- atau biaya lebih ekonomis 4,25 % .Kata Kunci : Jalan, Perkerasan Lentur, Biaya
OPTIMALISASI WAKTU DAN BIAYA DENGAN LINEAR SCHEDULING METHOD PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG ARSIP DINAS PEKERJAAN UMUM KALIMANTAN TENGAH DI PALANGKA RAYA ., Syayuti
EXTRAPOLASI Vol 8 No 01 (2015)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v8i01.974

Abstract

Linier Scheduling Method (LSM) adalah metode penjadualan yang khusus dipergunakan untuk proyek repetitif, tetapi sejauh mana penggunaan Linier Scheduling Method (LSM) pada pembangunan gedung bertingkat dan seberapa pengaruhnya. Dalam penelitian ini telah dicoba dengan menggunakan Linier Scheduling Method (LSM) tetapi tidak ada dampaknya pada pembangunan gedung bertingkat sedikit. Dapat diyakini untuk pembangunan gedung bertingkat banyak manfaat dari Linier Scheduling Method (LSM) sangat banyak. Setelah menggunakan Linier Scheduling Method (LSM), terbukti tidak perlu dilakukan dan oleh karena itu dilakukan cara biasa. Untuk menganalisis waktu dibutuhkan biaya sebesar Rp. 3.804.319.821,36 dengan waktu normal 207 hari kalender dengan orang-hari (man-days) 9 (2x12 OH). Biaya yang dibutuhkan tetap sebesar Rp. 3.804.319.821,36 dengan waktu percepatan 175 hari kalender. Biaya yang dibutuhkan dengan biaya lembur dalam 30 hari (1 bulan) sebesar Rp. 71.280.000,00 sehingga biaya total naik sebesar Rp. 3.875.599.821,36 dengan waktu percepatan 145 hari kalender dengan orang-hari (man-days) 9 (2x12 OH).  Proyek repetitif yang ditinjau adalah proyek dengan jenis yang sama, yaitu gedung bertingkat banyak. Dari masing – masing kegiatan tersebut dihitung berapa durasi proyek yang bisa dipercepat dengan memakai Linier Scheduling Method (LSM) sebagaimana yang telah disebutkan. Metode percepatan durasi dengan Linier Scheduling Method (LSM) bisa menguntungkan untuk dilakukan, dan layak untuk diterapkan apabila metode percepatan tidak bisa dilakukan.Kata Kunci : Percepatan waktu, optimalisasi.
EVALUASI LEVEL KINERJA GEDUNG 6 LANTAI DENGAN METODE NON-LINEAR TIME HISTORY ANALYSIS Rochmah, Nurul; Beatrix, Michella; Sutriono, Bantot
EXTRAPOLASI Vol 18 No 1 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v18i1.5214

Abstract

AbstractIndonesia is a ring of fire area where earthquakes frequently occur. By realizing this, buildings in Indonesia need to calculate earthquake loads based on SNI 03-1726-2019 to minimize victims due to building collapse when earthquakes occur.It is also necessary to evaluate the performance level of a building, in this case a 6-storey building located in the Malang area. For determining the level of performance, a method called Non-Linear Time History Analysis is used. In this calculation used San Fernando, Kobe and Landers ground motion.Based on the results from the evaluation using the Non-Linear Time History method got the maximum drift story 0.137 m that occurs in Kobe ground motion. So that the maximum total drift Dt / H is 0.137 / 21.95 = 0.0063 <0.01. Based on these results, the building performance level includes IO (Immediate Occupancy).  AbstrakIndonesia termasuk daerah ring of fire dimana suatu daerah yang sering terjadi gempa. Dengan menyadari hal tersebut, bangunan-bangunan yang ada di Indonesia perlu memperhitungkan beban gempa yang ada berdasarkan SNI 03-1726-2019 untuk meminimalisir korban akibat keruntuhan bangungan yang terjadi akibat gempa. Karena itu perlu juga untuk mengevaluasi level kinerja suatu gedung dalam hal ini gedung 6 lantai yang terletak di daerah Malang. Pada gedung ini untuk dapat diketahui level kinerjanya, maka, digunakan metode yang bernama Non-Linear Time History Analisis. Ground motion yang dipakai adalah San Fernando, Kobe dan LandersBerdasarkan hasil yang diperoleh dari evaluasi dengan metode Non-Linear Time History Analisis ini adalah maximum drift story terbesar adalah 0,137 m yang terjadi pada ground motion Kobe. Sehingga Maximum total driftnya Dt/H adalah 0,137/21,95 =0,0063<0,01. Berdasar hasil tersebut lever kinerja gedung termasuk IO (Immediate Occupancy).
REPLACEMENT VALUE ENGINEERING MATERIAL (AC BASE, AGGREGATE A AND AGGREGATE B) A CTB ON THE ROAD MAINTENANCE WORK PACKAGE WARU - TAMAN -KRIAN BY PASS WITH AASHTO 1993 METHOD Sulihanto A.W, R. Agus
EXTRAPOLASI Vol 6 No 01 (2013)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v6i01.823

Abstract

With the current economic conditions , construction projects are required to work more pressure oncosts while maintaining the quality of the project . One alternative that is applied to achieve the requiredfunctions with optimal cost and the end result is Value Engineering . The purpose of this study to applyValue Engineering in construction projects . One project in the works is a Road Maintenance Project Waru -Taman - Krian Bypass. Value engineering is a creative way and planned approach in order to identify andstreamline costs unnecessary . Value engineering is used to find an alternatives or ideas which aim to producea better cost / lower than previously planned with functional limitations and quality of the work . Applicationof Value Engineering work done on Aggregate Base . Value Engineering Analysis performed on RoadMaintenance Project Waru - Taman - Krian By Pass. The problem studied is how to bring out the alternativesas a substitute on the job Aggregate Base . This study aims to determine the amount of cost savings thatoccur after the implementation of the Value Engineering Aggregate base layer A , B with CTB. Measures ofValue Engineering work is composed of four (4) phases: the high cost of information includes theidentification and identification of unnecessary cost ( analysis function ) ; creative stage ; analysis phaseincludes the selection of alternative with profit and loss analysis , cost analysis of alternatives to stage of theproject life cycle as well as recommendations. By comparing construction costs between the base layerconstruction Aggregate Aggregate A and B with the construction of the foundation layer using CTB , thenthe cost is obtained as follows : a. The cost of construction material with foundation construction Aggregate Class A and B : Rp .260.503,77 per M1 x 5500 = Rp . 1.432.770.735,00b . Construction costs by using foundation materials Cement Trade Base ( CTB ) : Rp . 176.361,84 Per M1 x 5500 = Rp. 969.990.120,00The second calculation of the cost of construction can be analyzed , that the construction of the foundation materials CTB can cut costs. So the difference in cost of construction happening isRp . 462.780.615,00Keywords : Value Engineering , CTB .

Page 5 of 15 | Total Record : 147