cover
Contact Name
Ida Leida Maria
Contact Email
jurnal.mkmi@gmail.com
Phone
+628114440454
Journal Mail Official
journal.mkmi@unhas.ac.id
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan Km.10, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 02162482     EISSN : 23564067     DOI : https://doi.org/10.30597/mkmi.v18i1
Core Subject : Health,
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia accepts scientific papers in the form of research reports (original research papers) with a focus on the development of public health issues problems in Indonesia, including the developments and main problems in the field of epidemiology; Health Promotion; Environmental Health, Occupational Health, and Safety, Health Administration and Policy, Biostatistics, Reproductive Health, Hospital Management, Nutrition Science, Health Information Systems in Regional of Indonesia.
Articles 406 Documents
PENYALAHGUNAAN OBAT KERAS OLEH BURUH BANGUNAN DI PERGUDANGAN PARANGLOE INDAH KOTA MAKASSAR Ridwan M. Thaha; Nurhikmah Baharuddin; Muhammad Syafar
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 12 No. 2: JUNI 2016
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.53 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v12i2.928

Abstract

Mengonsumsi obat keras/resep menjadi populer di masyarakat saat ini. Data BNNP Kota Makassar pada tahun 2011 menunjukkan bahwa buruh merupakan urutan ketiga terbanyak yang menjadi tersangka penyalahgunaan obat-obatan yang di tangani oleh POLDA di Sulawesi Selatan dari tahun 2009 sampai 2011. Studi kualitatif dengan rancanganfenomenologi dilakukan untuk mengetahui perilaku penyalahgunaan obat keras oleh buruh bangunan di pergudangan Parangloe Indah Kota Makassar. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam danobservasi langsung terhadap 11 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan tidak mengetahui ten tang obat keras dan dampak yang bisa terjadi. Informan memperoleh obat keras dari apotik yang sudah menjadi langganannya. Informan memberikan respon positif dan negatif terhadap adanya penyalahgunaan obat yang terjadi di lingkungannya. Kurangnya pengetahuan membuat informan melakukan penyalahgunaan terhadap obat keras, alasannya bahwa obat tersebut merupakan suatu kebutuhan untuk bekerja sebagai buruh bangunan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa buruh bangunan di kawasan Pergudangan Parangloe Indah mengonsumsi obat keras untuk kebutuhan bekerja agar tidak merasa lelah.
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN HIV DAN AIDS TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM LABUANG BAJI MAKASSAR Sutriani Sutriani
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 4: DESEMBER 2013
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.947 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v9i4.455

Abstract

Jumlah orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) semakin meningkat sehingga kebutuhan terhadap layanan kesehatan juga semakin meningkat. Rumah Sakit Labuang Baji adalah salah satu rumah sakit yang ditunjuk pemerintah untuk memberikan layanan HIV dan AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan HIV dan AIDS pada dimensi kehandalan (reliability), ketanggapan (responsivenes), kepastian jaminan (assurance), kemampupahaman (empathy) dan penampilan fisik (tangible) terhadap kepuasan pasien di RSU Labuang Baji. Metode penelitian adalah observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional study dengan besar sampel sebanyak 192 responden yang diambil secara accidental sampling. Uji analisis yang digunakan, yaitu uji chi square dengan α=0,05 dan uji koefisien phi untuk melihat kekuatan hubungan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara kualitas pelayanan HIV dan AIDS berdasarkan reliability (p=0,000 dan φ=0,259), responsiveness (p=0,000 dan φ=0,357), assurance (p=0,000 dan φ=0,393), empathy (p=0,000 dan φ=0,326), tangible (p=0,000 dan φ=0,446), dengan kepuasan pasien di RSU Labuang Baji Makassar. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kehandalan, ketanggapan, kepastianm jaminan, kemampupahaman, penampilan fisik terhadap kepuasan pasien.
Pengaruh Teknik Bernyanyi dan Permainan Kartu Bergambar Terhadap Sikap dan Perilaku Gizi Pada Anak Taman Kanak-Kanak Eri Virmando; Sapja Anantanyu; Kusnandar Kusnandar
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 14 No. 2: JUNI 2018
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.13 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v14i2.3884

Abstract

Nutrition education in kindergarten children is an effort to increase awareness of healthy living behaviorin consumption of fruits and vegetables through Communication, Information, and Education (CIE). This studyaims to analyze the effect of nutritional education through the technique of singing and picture card games to theattitudes and nutritional behavior of kindergarten children. The design in this study was quasi-experimental, withpre-post test design with control group design. The subjects of this study were 68 students from 4 kindergartenschools in Tempilang Subdistrict, this study was conducted in January - March 2018. Nutrition education used wasa technique of singing, card game, and joint intervention. The results show that there are differences in nutritionalattitudes and behaviors in nutritional education. The combined intervention has the highest score on the attitudesand nutritional behavior of 7.38 ± 0.98 and 49.06 is significantly different from other intervention media. Therewas a change of good nutrition that increased after intervention (97,1%) from before intervention (95,6%) andchange of good nutrition behavior that increased after intervention (45,6%) before intervention (79,4%). Nutritioneducation through joint intervention provides a change in the improvement of nutritional attitudes and behaviorsin child kindergartens.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TERHADAP PERILAKU ANC Sumarni Sumarni
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 10 No. 4: DESEMBER 2014
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.619 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v10i4.496

Abstract

Tanda bahaya kehamilan, persalinan dan nifas harus ditangani dan dideteksi sejak dini dengan benar karena setiap tanda bahaya kehamilan, persalinan dan nifas bisa mengakibatkan komplikasi pada masa hamil, persalinan dan masa nifas. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya kehamilan, persalinan dan nifas terhadap perilaku ANC. Jenis penelitian yang digunakan dalah survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu hamil dengan umur kehamilan trimester tiga pada bulan Maret yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Latambaga yang berjumlah 59 orang. Sampel diambil dengan menggunakan metode total sampling yaitu teknik pengambilan jika jumlah populasi dijadikan sampel dalam penelitian. Analisis data dengan menggunakan uji chi square dan uji fisher exact. Hasil didapatkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya kehamilan, persalinan dan nifas terhadap perilaku ANC (p=0,034) dan tidak ada hubungan antara sikap ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya kehamilan, persalinan dan nifas terhadap perilaku ANC (p=0,062). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya kehamilan, persalinan dan nifas terhadap perilaku ANC dan tidak ada hubungan antara sikap ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya kehamilan, persalinan dan nifas terhadap perilaku ANC.
PENDERITA LEPRA DAN PERAN PERAWAT TERKAIT STIGMA PADA PENDERITA LEPRA: STUDI FENOMENOLOGI Dary Dary; Sakti O. Batubara
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 13 No. 3: SEPTEMBER 2017
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/mkmi.v13i3.2642

Abstract

Penderita lepra kerap mendapat stigma yang menyebabkan mereka ditolak di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan menguraikan stigma yang dialami oleh penderita lepra dan usaha perawat dalam memberikan edukasi dan advokasi bagi penderita lepra terkait stigma yang mereka alami. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam terhadap tujuh perawat dan delapan pasien lepra di Rumah Sakit Donorojo, Jepara, Jawa Tengah. Empat tema yang diperoleh dari penderita lepra, yakni: 1) Respons pasien saat didiagnosis menderita lepra, 2) Sikap dan perlakuan yang dialami penderita lepra, 3) Respons terhadap stigma, dan 4) Pendapat pasien lepra terhadap pelayanan kesehatan. Empat tema yang diperoleh menurut pandangan perawat adalah: 1) Memberikan promosi kesehatan, 2) Mendukung pasien dengan lepra untuk kembali ke lingkungan masyarakat, 3) Meyakinkan masyarakat untuk menerima penderita lepra, dan 4) Memberikan informasi kepada masyarakat tentang penyakit lepra. Berdasarkan hasil penelitian, bentuk stigma yang paling sering dialami oleh pasien adalah penolakan dan pengasingan. Kesimpulan, untuk mengurangi stigma pada pasien lepra, dibutuhkan kerja sama antara perawat, pasien penderita lepra, masyarakat, dan pemerintah (tokoh masyarakat).
Analisis Perilaku dan Faktor Penyebab Perilaku Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep di Surabaya Dewi Paskalia Andi Djawaria; Adji Prayitno Setiadi; Eko Setiawan
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 14 No. 4: DESEMBER 2018
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.943 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v14i4.5080

Abstract

There is limited information regarding the behavior and determinant factors of non-prescribed use of antibioticsinSurabaya. The purpose of this study was to identify the behavior and the most influential factors in usingantibiotics without prescription. This was a cross sectional studyconducted insubjects who bought antibiotics withoutprescription in 90 pharmacies in Surabaya during December 2014-April 2015. Eight complex questions wereused to identify the behavior. The contributing factors of non-prescription behavior were identified by using twostatistical methods, including: descriptive analysis by comparing the mean of the questions in each factor theme,and factor analysis using orthogonal rotation (varimax). There were 267 respondents involved in this study. Themajority of respondents who bought antibiotics without prescription ranged from age 21-30 years old (36.33%),frequency buying antibiotics 1/month (45.70%), intended for themselves (56.55%), buying antibiotics soon afterthe symptoms appeared (33.70%), and intended for runny nose/flu indication (21.30%). Based on the descriptivestatistic, the theme “aspects that encourage” was found as the factor contributed to the use of antibiotics withoutprescription. The value of cumulative percent total variance found in the factor analysis method explained was48.03%, with the biggest value on the first factor that was 23.91%. The most influential factor was the ease of accessto get the antibiotics and the saving of money. The results of this study can be used to determine the appropriateintervention to deal with the use of antibiotics without prescription in the pharmacies.Considering the complexcauses of such behavior, pharmacist should not be blamed as the only cause of non-prescribed use of antibiotics.
KOMORBIDITAS DIABETES MELLITUS TERHADAP MANIFESTASI KLINIK DAN KUALITAS HIDUP PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU Andi Selvi Yusnitasari; Ida Leida M.Thaha; Muhammad Syafar
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 11 No. 2: JUNI 2015
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.599 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v11i2.529

Abstract

Komorbiditas diabetes mellitus dapat menjadi beban ganda (double burden) dalam penyelesaian penyakit menular dan kronik, hal ini terjadi karena TB dan DM berinteraksi satu sama lain yang dapat menyebabkan pelaksanaan pengobatan klinis menjadi lebih sulit dibandingkan dengan pengobatan pada penyakit tunggal TB atau DM. Penelitian ini bertujuan menganalisis besar risiko diabetes mellitus terhadap manifestasi klinikdan kualitas hidup pada penderita TB-DM dan TB tanpa DM. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan prospectif cohort study. Total sampel sebanyak 60 orang terdiri dari, 30 orang TB-DM dan 30 orang TB tanpa DM. Penarikan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji RR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DM meningkatkan risiko terhadap keparahan penyakit (RR=1,89;95%CI=1,01-3,55), gejala TB paru (RR=1,43;95%CI=0,90–2,26), dan kualitas hidup (RR=1,82;95%CI=1,07–3,10). Namun, adanya DM merupakan faktor protektif terjadinya status gizi tidak normal pada penderita TB paru (RR=0,80;95%CI=0,74–2,64). Setelah dilakukan analisis secara simultan menunjukkan bahwa DM berpengaruh terhadap manifestasi klinik dan kualitas hidup pada penderita TB paru.
Personal Hygiene Habits dan Kejadian Flour Albus Patologis pada Santriwati PP AL-Munawwir, Yogyakarta Umi Sa'adatun Nikmah; Hesty Widyasih
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 14 No. 1: MARET 2018
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.959 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v14i1.3714

Abstract

Fluor albus is fluid secretion from the woman’s genitals (vagina) and divided into physiological and pathological.Fluor albus is not a disease but most indication of gynecological problems. The most common cause ofpathological fluor albus is infection. Personal hygiene habits are an important factor to avoid an infection whichcauses fluor albus. This study aims to know the correlation between personal hygiene habits with occurrence ofpathological fluor albus, that used cross sectional method with santri as research population in Pondok PesantrenAl-Munawwir Komplek Q. The sampling used purposive and random sampling, with sampling size 106 santri, andused personal hygiene habits and fluor albus questionnaires to collect data. Data analysis used chi-square testand Coefficient Contingency test. Results of the study showed that 52 % santri had bad personal hygiene habitsand 75,5% santri were indicated pathological fluor albus. Statistical tests showed p=0.000 and C=0,517 whichmeans there were positive and significant correlation between personal hygiene habits with occurrence of pathologicalfluor albus. This is indicating when someone has bad personal hygiene habits, so they are experiencingpathological fluor albus.
Pengaruh Pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Kesehatan terhadap Upaya Kesehatan Anak melalui Posyandu di Indonesia Berdasarkan Data IFLS Tahun 2014 Nia Priyatiningsih; Atik Nurwahyuni
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 15 No. 3: SEPTEMBER 2019
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.641 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v15i3.6286

Abstract

Health Operational Aid Fund (BOK) is an effort of the Indonesian government to reduce mortality ofnewborns and toddlers, where in 2017 mortality rate of newborns reached 15 per 1000 live births and 32 per1000 live births for toddlers. BOK funds are used as operational costs for health workers/cadres in carrying outpromotional and preventive activities outside the building. This study aims to explain the effect of BOK funds onchild health efforts through on Integrated Health Center (IHC). This study used a secondary data study of 2014IFLS, with a cross-sectional study design and logit econometric model approach. Respondents in this study wasparents who have children aged 0-59 months, number of respondents was 4,417. Data processing used the STATAapplication. Results of study showed that children who were brought to IHC were significantly associated withp-value <0.1 on maternal education status, economic status and BOK Fund. Educational status has a p-valueof 0.087, economic status has a p-value of 0.019, and BOK funds have a p-value of 0.0001. BOK funds do notdirectly affect children’s health, but the utilization of BOK fund by health workers/cadres can provide awarenessof mothers who have toddlers to maintain children’s health through on IHC.
PENGARUH PENERAPAN MUATAN LOKAL ILMU GIZI BERBASIS MAKANAN KHAS DAERAH GORONTALO TERHADAP PERILAKU GIZI SISWA SMU DI KOTA GORONTALO Nurdin A. Dali
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 3: SEPTEMBER 2013
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.877 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v9i3.454

Abstract

Pendidikan muatan lokal ilmu gizi berbasis makanan khas daerah Gorontalo ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang gizi dan kesehatan. Tujuan penelitian adalah mengetahui perilaku siswa, pengaruh materi dan metode pada perilaku siswa, perbedaan perilaku siswa yang menerapkan mulok dan tidak menerapkan. Jenis penelitian adalah survei analitik dengan desain cross sectional study. Sampel adalah seluruh siswa kelas sebelas, yaitu 34 dan 39 siswa. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara materi dengan pengetahuan dan sikap, p=0,000 dan p=0,031<0,05. Materi dengan tindakan tidak menunjukkan hubungan, p=0,790. Tidak terdapat hubungan antara metode mengajar dengan pengetahuan dan tindakan, p=0,183 dan p=0,217. Metode dengan sikap menunjukan hubungan, p=0,037. Tidak terdapat perbedaan antara pengetahuan dan sikap, p=0,817 dan p=0,733. Untuk tindakan menunjukan perbedaan yang bermakna, p=0,044. Kesimpulannya adalah tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap siswa SMA yang menerapkan mulok ilmu gizi berbasis makanan khas daerah Gorontalo dan yang tidak menerapkan sedangkan untuk praktik/ tindakan menunjukan perbedaan yang bermakna.