cover
Contact Name
Ida Leida Maria
Contact Email
jurnal.mkmi@gmail.com
Phone
+628114440454
Journal Mail Official
journal.mkmi@unhas.ac.id
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan Km.10, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 02162482     EISSN : 23564067     DOI : https://doi.org/10.30597/mkmi.v18i1
Core Subject : Health,
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia accepts scientific papers in the form of research reports (original research papers) with a focus on the development of public health issues problems in Indonesia, including the developments and main problems in the field of epidemiology; Health Promotion; Environmental Health, Occupational Health, and Safety, Health Administration and Policy, Biostatistics, Reproductive Health, Hospital Management, Nutrition Science, Health Information Systems in Regional of Indonesia.
Articles 406 Documents
Pengaruh Lama Kerja terhadap Tingkat Organizational Citizenship Behavior (OCB) Perawat Suku Bugis di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Labuang Baji Andi Indahwaty Sidin; Yahya Thamrin; Rifa’ah Mahmudah
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 15 No. 3: SEPTEMBER 2019
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.197 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v15i3.6164

Abstract

Bugis tribes is one of the most widely tribes spread in Indonesia known to have high enthusiasm, likes adventureand wandering.Their cultural value may affect to their performance in organization.This study aim was to analyzethe influence length of work employment on organizational citizenship behavior of bugineese nurse in the inpatientunit at Labuang Baji Hospital. This research is a quantitative research. The design used was analytic observationalwith a cross-sectional study approach. A sample of 98 nurses were selected by purposive sampling technique withthe Bugis tribe criteria. Data were analyzed using multiple linear regression tests. The results of the study showedthat all bugineese nurses at inpatient unit at Labuang Baji Hospital had a high OCB level. The results of the linearregression test between the length of employment and OCB showed that there was no effect between length ofemployment and OCB, with value of p = 0.203> 0.005. It was concluded that nurses had a high level of OCB, althoughwith different length of work, this was because the bugineese nurses had reflected the cultural value of siri ‘na pesse inthe form of matinulu (hard work), getteng (firm) and marenreng perru (loyal) when provided services in the hospital.
PERILAKU PENGGUNAAN KONDOM DENGAN KEJADIAN GONORE PADA WPS DI LOKALISASI KABUPATEN NABIRE PAPUA Gun Gun Rico Ardiyanto; Hesti Wahyuningsih Karyadini; Suryani Yuliyanti
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 12 No. 2: JUNI 2016
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.474 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v12i2.923

Abstract

Perilaku penggunaan kondom meliputi keteraturan, cara penggunaan, serta jenis kondom yang digunakan merupakan faktor yang dapat memengaruhi terjadinya infeksi Gonore. Perilaku penggunaan kondom yang tidak benar dapat memudahkan akses penularan infeksi Gonore terutama pada orang yang sering berhubungan seksual dan berisiko tinggi terhadap Infeksi Menular Seksual (IMS) seperti Wanita Pekerja Seks (WPS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku penggunaan kondom dengan kejadian Gonore pada WPS. Terdapat 70 WPS yang telah diwawancarai dengan 18 pertanyaan tentang perilaku penggunaan kondom dan diikuti dengan pemeriksaan swab vagina untuk mendiagnosis adanya Neisseria gonorrhoeae menggunakan pengecatan Gram. Dari WPS tersebut, 45 sampel didiagnosis positif Gonore, sedangkan 25 sampel lainnya negatif. Dari analisis data, hanya 5 sampel yang memiliki perilaku penggunaan kondom yang benar oleh karena teratur dalam menggunakan kondom, menggunakan kondom dengan cara yang sesuai prosedur, serta menggunakan jenis kondom yang tepat. Adapun 65 sampel lainnya memiliki perilaku penggunaan kondom yang tidak benar. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan perilaku penggunaan kondom dengan kejadian infeksi Gonore pada WPS. Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara perilaku penggunaan kondom dengan kejadian Gonore pada WPS.
PRAKTIK HYGIENE PENJAMAH DAN SANITASI PERALATAN MAKANAN JAJANAN ANAK SEKOLAH DASAR PADA SD DI KEL. ANTANG KEC. MANGGALA KOTA MAKASSAR Aisyah Puspitasari Suherman; Ruslan La Ane; Erniwati Ibrahim
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 2: JUNI 2013
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.565 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v9i2.448

Abstract

Makanan jajanan masih berisiko terhadap kesehatan karena penanganannya sering tidak hygienis yang  memungkinkan makanan jajanan terkontaminasi oleh mikroba beracun sehingga membahayakan kesehatan jutaan sekolah anak sekolah dasar. Hygiene penjamah dan sanitasi peralatan yang tidak memenuhi syarat dalam mengolah makanan dapat memberikan dampak berupa penyakit bawaan makanan atau foodborne diseases yang merupakan masalah kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran praktik hygiene penjamah dan sanitasi peralatan pangan jajanan anak sekolah dasar pada SD di Kelurahan Antang Kecamatan Manggala Kota Makassar.  Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan deskriptif. Sebanyak 10 orang penjamah dan 14 sampel peralatan dari 7 kantin terpilih secara exshautive sampling. Hasil penelitiam menunjukkan dari 10 penjamah, untuk persyaratan hygiene penjamah kebersihan tangan 10 penjamah tidak memenuhi syarat, sedangkan kebersihan pakaian, rambut, kesehatan diri 10 penjamah memenuhi syarat. Persyaratan sanitasi peralatan 5 kantin tidak memenuhi syarat. Pemeriksaan kualitas bakteriologis menunjukkan semua sampel memiliki jumlah kumas melebihi batas cemar mikroba, yaitu 100 koloni/cm2  berkisar antara 220-2700 koloni/cm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah persyaratan hygiene penjamah, untuk kategori kebersihan tangan semua penjamah tidak memenuhi syarat (TMS), untuk kebersihan pakaian kerja, kebersihan rambut, dan kesehatan diri semua penjamah memenuhi syarat (MS).
ASUPAN KALSIUM DAN TINGKAT KECUKUPAN KALSIUM PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN JEMBER Galih Purnasari; Dodik Briawan; Cesilia Meti Dwiriani
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 12 No. 4: DESEMBER 2016
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.723 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v12i4.1546

Abstract

Kalsium selama kehamilan selain penting bagi kesehatan tulang ibu dan janin, diperlukan pula untuk mencegah hipertensi dalam kehamilan. Wanita hamil di negara berkembang umumnya memiliki asupan kalsiumyang rendah. Selama ini belum banyak data mengenai asupan kalsium pada ibu hamil di Indonesia. Penelitian ini secara umum bertujuan menganalisis asupan kalsium pangan dan tingkat kecukupan kalsium pada ibu hamil di Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan desaincross-sectional. Wawancara mengenai konsumsi pangan dilakukan kepada 96 orang ibu hamil yang dipilih secara purposive pada bulan Januari sampai Februari 2016 menggunakan food frequency questionnaire semi-kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 81.2% ibu hamil memiliki tingkat kecukupan kalsium yang berada dalam kategori kurang. Asupan kalsium dari pangan memenuhi 67.6% EAR(Estimated Average Requirement) kalsium ibu hamil. Terdapat hubungan signifikan antara frekuensi konsumsi susu dan olahannya (r=0.721, p=0.000), lauk hewani (r=0.595, p=0.000), sayuran (r=0.463, p=0.000), dan jajanan (r=0.429, p=0.000) dengan tingkat kecukupan kalsium subjek. Penelitian ini menunjukkan pentingnya pendidikan gizi tentang konsumsi gizi seimbang selama kehamilan dan perlunya suplementasi kalsium sebagai salah satu program untuk memenuhi kebutuhan kalsium ibu hamil dan dalam rangka pencegahan hipertensi dalam kehamilan.
PERILAKU IBU TERHADAP PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN BALITA PENDERITA DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BELAWA Haryati Ningsih; Muh Syafar; Mappeaty Nyorong
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 10 No. 1: MARET 2014
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.776 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v10i1.482

Abstract

Peran ibu sangatlah penting dalam kejadian diare yang dialami balita karena ibu merupakan tokoh utama yang paling bertanggungjawab terhadap tumbuh kembang balita. Berdasarkan laporan dinas kesesehatan tahun 2011 hingga 2012 sebanyak 12.942 balita yang menderita diare di Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pemilihan informan dilakukan dengan metode purposive sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan kriteria tertentu. Sehingga terpilih 11 orang informan yang terdiri dari 8 orang ibu penderita diare, 2 orang bidan desa, dan 1 orang petugas Puskesmas Belawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan yang dilakukan ibu dalam upaya pencegahan dan pengobatan penyakit diare anak balita adalah menjaga kebersihan sanitasi lingkungan rumah, memberikan makanan yang bergizi, memberikan ASI, mencuci tangan dengan sabun dan memotong kuku. Pengobatan yang dilakukan jika balitanya mulai terserang diare adalah memberikan pertolongan pertama dengan pemberian oralit dan daun jambu biji untuk dimasak dan dikunyah hal ini dipercaya dapat membantu mengurangi gejala diare. Namun, adapula ibu balita yang membawa balitanya berobat ke bidan desa dan ke puskesmas terdekat. Kesimpulannya adalah pencegahan diare pada balita dilakukan dengan adanya promosi kesehatan, perlindungan khusus, diagnosis dini dan pengobatan segera.
FORMULASI KEBIJAKAN KOMUNIKASI UNTUK PELAKSANAAN PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN Aji Muhawarman; Dumilah Ayuningtyas; Miananiarti Misnaniarti
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 13 No. 2: JUNI 2017
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.525 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v13i2.1980

Abstract

Komunikasi adalah faktor penting dalam keberhasilan implementasi kebijakan dan program pemerintah. Beberapa temuan hasil riset dan pemberitaan di media menunjukkan bahwa masih terdapat kebijakan danprogram kesehatan yang belum berhasil mencapai target, yang mungkin disebabkan karena tidak berjalannya fungsi komunikasi secara optimal. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk menganalisis proses kebijakan dan menghasilkan formulasi kebijakan komunikasi publik (berupa rancangan pedoman). Desain penelitian deskriptif menggunakan metodologi kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, focus group discussion dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan fungsi komunikasi yang dijalankan telah mengalamikemajuan, tetapi masih ada permasalahan dan tantangan, baik internal maupun eksternal, antara lain belum memiliki pedoman komunikasi yang dijadikan acuan dalam mengarahkan, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan fungsinya sehari-hari dan mengatur hal-hal kehumasan yang mendasar dan menyeluruh. Disimpulkan bahwa fungsi komunikasi yang dijalankan Unit Hubungan Masyarakat Kementerian Kesehatan belum berjalan secara optimal. Direkomendasikan segera adanya pedoman yang mengatur fungsi komunikasi secara terintegrasidan komprehensif dalam hal kelembagaan, kegiatan, tata laksana kerja dan sumber daya. Hasil penelitian ini diharapkan akan diadopsi menjadi regulasi dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan kesehatan di Indonesia.
Penentuan Lokasi TPA dengan Pendekatan Spasial di Pulau Kecil Kota Makassar Agus Bintara Birawida; Bukroanah Amir Makkau; Indra Dwinata
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 14 No. 3: SEPTEMBER 2018
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.788 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v14i3.4810

Abstract

Solid waste is an environmental issue that currently still occurs in the islands, especially for small islands.Every year waste disposed into the sea continues to experience levels caused by community activities around theisland. The aimof the research is to determine the best point in the location of the Final Waste Disposal Site (TPA).This research uses descriptive method with spatial approach. Retrieval of data to determine locations in GPS locationand measurement in the field. The results showed that the GPS coordinate points and the objectives of themeasurement purposes, namely the slope of the slope, the distance between the coast and land, the land function,including the air of the ground, and the capacity of the available land for locations on Kodingareng Lompo Islandlatitude 119.26514o and longitude of -5.14793o placed in the center of the island. Sanitary landfill is the most suitabletype of landfill to be applied on Kodingareng Lompo Island.
STATUS GIZI DAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA PENGGUNA GIGITIRUAN PENUH DI KOTA MAKASSAR Bahruddin Thalib; Khumairah Nur Ramadhani; Asmawati Asmawati
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 11 No. 1: MARET 2015
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.256 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v11i1.515

Abstract

Prevalensi kehilangan seluruh gigi pada lansia di Indonesia cukup tinggi, khususnya di Kota Makassar. Kehilangan gigi yang tidak disertai dengan penggantian gigi palsu akan menggangu asupan nutrisi yang akan berdampak pada kesehatan secara umum yang pada akhirnya akan mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penggunaan gigitiruan penuh dengan status gizi dan kualitas hidup pada lansia di Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Penentuan lokasi penelitian menggunakan stratified random sampling, yaitu Kecamatan Ujung Tanah, Tamalate, dan Ujung Pandang. Sebanyak 283 lansia usia 60 tahun keatas diperoleh dengan purposive sampling bersedia mengikuti penelitian dengan pernyataan persetujuan. Penentuan status gizi menggunakan IMT sedangkan kualitas hidup yang berkaitan dengan kesehatan rongga mulut diperoleh dengan wawancara menggunakan OHIP-14. Hasil analisis chi square menunjukkan ada hubungan antara penggunaan gigi tiruan penuh dengan status gizi dan kualitas hidup pada lansia yang dilihat pada setiap dimensi OHIP-14 (p≤0,05). Kesimpulan penelitian ini, yaitu terdapat hubungan penggunaan gigi tiruan penuh dengan status gizi dan kualitas hidup pada lansia di Kota Makassar, sehingga dapat dikatakan penggunaan gigi tiruan penuh pada lansia akan meningkatkan status gizi dan kualitas hidupnya.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT GINJAL KRONIK PADA PENDERITA HIPERTENSI DI INDONESIA Saniya Ilma Arifa; Mahalul Azam; Oktia Woro Kasmini Handayani
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 13 No. 4: DESEMBER 2017
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.291 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v13i4.3155

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) berkontribusi pada beban penyakit dunia karena prevalensinya terus meningkat dan menempati beban biaya kesehatan paling tinggi kedua di Indonesia setelah penyakit jantung. Hipertensi merupakan salah satu faktor dominan yang menyebabkan penyakit ginjal kronik. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian PGK pada penderita hipertensi di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Data bersumber dari data sekunder hasil Riskesdas tahun 2013. Data dianalisis menggunakan chi square dan regresi logistik. Didapatkan prevalensi PGK pada penderita hipertensi di Indonesia sebesar 0,5%. Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel usia kategori 45-54 tahun (OR=4,7; p<0,05; 95% CI=1,103-20,125), usia kategori 55-64 tahun (OR=4,7; p<0,05; 95%CI=1,094-20,434), jenis kelamin (OR=1,78; p<0,05; 95% CI=1,072-2,967), riwayat DM (OR=4; p<0,05; 95% CI=1,926-8,444), dan riwayat batu ginjal (OR=132,2; p<0,05; 95% CI=79,5- 219,9) dengan kejadian PGK pada penderita hipertensi di Indonesia. Riwayat DM, riwayat batu ginjal dan kadar kolesterol total merupakan variabel dominan kejadian PGK pada penderita hipertensi di Indonesia.
Status Gizi, Status Kesehatan dan Gaya Hidup pada Wanita Lakto Vegetarian dan Non Vegetarian Widya Astuti; Hadi Riyadi; Faisal Anwar; Ni Ketut Sutiari
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 15 No. 2: JUNI 2019
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.386 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v15i2.6223

Abstract

Vegetarian diet is one of the lifestyle changes. The aims of this study was to analyse the differences of nutritionalstatus, health status, and lifesytle and to analyse correlation between nutritonal status, health status, withlifestyle in lakto vegetarian groups and non lakto vegetarian groups. The design of this study was cross-sectionalstudy include 80 women aged 40-65 years old and was conducted in Bali Province. Data were analyzed using ManWhitney U Test and difference test and Rank Spearman relationship test. This research was funded by Neys-vanHoogstraten Foundation, the Netherlands. The measurement of characteristic of subjek and lifestyle used questioner.The measuerment of body weight used digital scales. Body height was measurement used staturemater,blood pressure was measurement used sphygmomanometer and Hb levels used cyanmethemoglobin. Nonvegetariangroup had higher proportion of obesity and hypertension (50%; 37,5%) than lacto vegetarian groups. Lactovegetarian groups had higher anemia status than non vegetarian groups. The result show there were significantdifferences between nutritional status and consumption coffee into two groups (p<0,05). There were show nocorrelation between nutritonal status, health status, with lifestyle (p>0.05). This study indicates lacto vegetariangroup had better nutritional status, health status, and lifestyle than non-vegetarian group. Lacto-vegetarian grouphad higher risk of anemia.