cover
Contact Name
AS Ahmar
Contact Email
jpabdimas@ahmar.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpabdimas@ahmar.id
Editorial Address
Jalan Karaeng Bontomarannu No. 57 Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27981096     DOI : https://doi.org/10.35877/panrannuangku
The mission of Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat is to serve as the premier peer-reviewed, interdisciplinary journal to advance theory and practice related to all forms of outreach and engagement . This includes highlighting innovative endeavors; critically examining emerging issues, trends, challenges, and opportunities; and reporting on studies of impact in the areas of public service, outreach, engagement, extension, engaged research, community-based research, community-based participatory research, action research, public scholarship, service-learning, and community service. Focus The aims to provide a forum for international researchers on applied Society Development and Engagement to publish the original articles. Articles published by the focus and scope of community service activities are: 1. education, 2. social, 3. numan resource development, 4. healthty sciences, 5. appropriate technology, 6. juman development and national competitiveness, 7. small and medium enterprises and environmentally sound technological development, 8. and others topic in Community Service, Society Development and Engagement.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 158 Documents
Edukasi Prokes 5M dan Vaksinasi di Jemaat GPM Negeri Lama dalam Pencegahan COVID-19 Gress Masela; Nova Kakisina; Jonathan Soumokil; Jullia Hukubun; Theressa Kaimarehe; Maya Wakim; Mersye Heumasse; Glorify Latuihamallo; Jean Supusepa; Rachel Iwamony
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku685

Abstract

Gereja-gereja di seluruh dunia terlibat dalam upaya penghentian penyebaran virus COVID-19, termasuk Gereja Protestan Maluku (GPM). Karena itu, Jemaat GPM Negeri Lama juga memiliki peranan penting dalm hal ini. Melalui berbagai macam kesempatan, para pelayan mengajak umat untuk mengikuti anjuran pemerintah, yaitu memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan. Selain itu, demi meningkatkan kekebalan tubuh manusia terhadap COVID-19, pemerintah mendorong masyarakat untuk menerima vaksinasi. Namun, tidak semua orang memiliki kesadaran untuk menerima vaksinasi, termasuk sebagian warga Jemaat GPM negeri lama. Mereka yang menolak menerima vaksinasi memiliki banyak alasan. Berdasarkan analisis situasi dilapangan terdapat beberapa masalah yang ditemukan di jemaat GPM negri lama antara lain 1). Kurangnya kesadaran dan kepedulian jemaat GPM Negeri Lama mengenai prokes 5M, 2). Kurangnya kesadaran jemaat negri lama terhadap vaksinasi. Dalam pelaksanan PPM ini, ada 2 program yang akan dilakukan yakni: Program Sosialisasi dan Edukasi. Program pertama yang dilakukan ialah sosialisasi 5M, program kedua yang dilakukn ialah Edukasi mengenai vaksin. Luaran kegiatan ini telah dipublikasikan lewat youtube chanel “Gress Masela: https://youtube.com/channel/UCSnugicyugYoguHbZlDw_A”
Sosialisasi Edukasi dalam Upaya Meningkatkan Spiritualitas Umat pada Masa Pandemic COVID-19 Aletheia Pattiasina; Apin Manuhutu; Feronika Lambiombir; Denia Koritelu; Megawati Matital; Sadrak Wutres; Rivaldo Mail; Beatrix J.M. Salenussa; Martha Patty
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku686

Abstract

Pandemic COVID-19 telah membawa pengaruh besar terhadap kehidupan normal masyarakat saat ini. Ruang perjumpaan yang biasanya terjadi secara luring (di luar jaringan) berubah menjadi pertemuan daring (di dalam jaringan) karena adanya anjuran physical distancing sebagai salah satu upaya untuk mencegah penularan COVID-19 yang merupakan kebijakan pemerintah pusat maupun daerah untuk dilaksanakan dalam lini kehidupan masyarakat, bahkan kebijakan tersebut kemudian membuat sinode Gereja Protestan Maluku pun harus mengatur kebijakan pelayanan. Untuk membantu kebijakan pelayanan tersebut kelompok 1 KKN Universitas Kristen Indonesia Maluku yang berada di Klasis Kota Ambon, kemudian melaksanakan berbagai program kegiatan yang bertujuan untuk mengedukasi umat agar mengetahui dengan benar tentang COVID-19 dan bagaimana meningkatkan spiritualitas umat dalam beribadah selama masa pandemic COVID-19. Program kegiatan ini menggunakan metode pemberian edukasi dan sosialisasi terkait COVID-19 dan upaya meningkatkan spiritualitas umat. Kegiatan ini berupaya untuk mengedukasi umat dan masyarakat tentang kesadaran menerapan 5M dan upaya meningkatkan spiritualitas umat dalam beribadah, baik secara offline dan online melalui webinar dengan menggunakan aplikasi zoom. Program kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pengadaan dan pemasangan spanduk penerapan protokol kesehatan 5M di 3 lokasi (jembatan Putih, tempat putar oto dan gereja Gloria yang baru), untuk mengedukasi anggota jemaat dan masyarakat agar sadar menerapkan protokol kesehatan 5M; Pengadaan dan pemberian Masker, sabun cuci tangan dan tissue sebanyak 13 buah sesuai jumlah sektor yang ada di Jemaat GPM Ebenhaezer yaitu 13 sektor pelayanan, dan Webinar tentang “Fenomena COVID-19 dan peningkatan spiritualitas umat” yang melibatkan beberapa jemaat di klasis kota Ambon yakni Jemaat GPM Ebenhaezer, Jemaat GPM Kategorial Polri Bukit Kasih, Jemaat GPM Bukit Doa, Jemaat GPM Syaloom, dan Jemaat GPM Imanuel. Kegiatan ini berdampak positif bagi jemaat dan masyarakat di klasis kota Ambon, terutama di Jemaat GPM Ebenheizer-Skip yang merupakan kawasan Zona Merah. Jemaat dan masyarakat menjadi lebih paham pentingnya menerapkan protokol kesehatan melalui giat 5M untuk menjaga kesehatan diri dan lebih memahami pentingnya spiritualitas umat dalam pelaksanaan ibadah dari dan di rumah di masa pandemic COVID-19 sebagai wujud mempertahankan kehidupan di tengah pandemic COVID-19.
Edukasi Pentingnya Vaksinasi dan Protokol Kesehatan 5M dalam Menghadapi COVID-19 pada Jemaat Waai Margaretha M. A. Apituley; Febryanti Sariwating; Aprilia F. Telussa; Stephany B. Sopacua; Helenna M. Tahitu; Wenly Lekahena; Mansye Ruhulesin; Megawatty Wuarlela; Adventia Liklikwatil; Jelly V. D. Tahitu
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku687

Abstract

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Infeksi virus Corona disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) dan pertamakali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua Negara termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan. Di Indonesia masuk pada awal Maret 2020. Dengan adanya virus corona ini pemerintah mengambil banyak tindakan salah satunya adalah Vaksinasi untuk mencegah atau meminimalisir penularan Covid 19 khususnya di Indonesia, namun yang menjadi masalahnya adalah banyak masayarakat yang masih acuh tahu dengan Vaksinasi ataupun dengan Protokol kesehatan 5M. Untuk membantu upaya pemerintah dalam mengahadapi masalah ini maka, Mahasiswa KKN Universitas Kristen Indonesia Maluku Fakultas Theologi Angkatan 2021 akan melakukan program-program guna mengedukasi masyarakat akan pentingnya Vaksinasi dan Protokol Kesehatan 5 M dalam menghadapi Virus Corona, selain itu Kegiatan KKN ini juga mengangkat masalah sampah yang terjadi di jemaat focus kelompok. Kegiatan dilakukan secara berkelompok dan dibimbing oleh instruktur KKN secara online. Setiap program akan dilakukan baik secara online maupun offline dengan penerapan protokol Kesehatan, program-program tersebut antara lain, sosialisasi vaksinasi dan protokol kesehatan 5M, Pembagian Masker dan Pembuatan Video Kreatif Vaksinasi dan beberapa kegiata lainnya sebagai pendukung. Semua kegiatan ini diharapkan untuk membantu dan membangun kesadaran Masyarakat untuk dapat mencegah Virus Corona ataupu menyelesaikan msalah yang ada dalam jemaat Waai. Kegiatan kelompok akan di khususkan pada jemaat Waai Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.
Peran Mahasiswa Teologi UKIM dalam Program Taat Protokol Kesehatan 5M dan Vaksinasi di Jemaat GPM Rehoboth Susi Rumthe; Hetreda Apalem; Lisela Rahadat; Jeanly Hukunala; Tasya Sinay; Vania Tanjaya; Ensia Wasaleruai; Dave Stenly Nenkeula; Aleta Apriliana Ruimassa
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku688

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mewabah di dunia bahkan di Maluku terlebih khusus Jemaat GPM Rehoboth kurang lebih 1 tahun. Pandemi ini berdampak besar bagi berbagai aspek kehidupan warga jemaat. Namun banyak upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah, tenaga kesehatan maupun gereja dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Upaya yang dilakukan seperti peraturan untuk mematuhi Prokes 5M. Pada survey lapangan di sektor Sumber Kasih, Elefantin, Galilea dan Bethania ditemui bahwa masih kurangnya kesadaran warga jemaat untuk mematuhi Prokes 5M. Selain itu upaya yang juga dilakukan adalah melakukan program vaksinasi. Pada survey awal, melalui pembagian kuesioner di sektor Sumber Kasih Jemaat GPM Rehoboth, ditemukan bahwa masih minimnya pemahaman warga tentang manfaat dari vaksin. Hal tersebut dapat kita lihat dari hasil kuesioner pertama yang mengasilkan beberapa persoalan yang membuat warga jemaat masih takut untuk divaksin, di antaranya yatu: 1). Warga jemaat mempunyai penyakit bawaan, 2). Menganggap bahwa COVID-19 bukanlah masalah yang sulit sehingga merasa tidak membutuhkan vaksin, 3) Tidak yakin akan efektivitas vaksin COVID-19, 4). masih takut akan efek samping dari vaksin. 5). warga jemaat yang percaya akan isu tentang vaksin yang mengandung chip. Berdasarkan masalah yang ada, maka edukasi yang diimplementasikan dalam sektor Sumber Kasih adalah: 1). Melakukan sosialisasi vaksin melalui pengeras suara gereja, 2). Himbauan mengikuti vaksinasi melalui audio yang diputar sebelum kebaktian melalui pengeras suara gereja, 3). Melakukan sosialisasi lewat media luar ruangan tentang taat protokol kesehatan 5M. Seperti pemasangan spanduk taat protokol kesehatan 5M. Luaran kegiatan ini telah diupload pada chanel YouTube https://youtu.be/R8i3W9G6INg.
Edukasi Pentingnya Disiplin Protokol Kesehatan di Tengah Pandemic COVID-19 pada Jemaat GPM Eden Kudamati Helena Berhitu; Stensya Parera; Prily Sopacua; Yunet Salenussa; Regina Bembuain; Johan Robert Saimima
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku689

Abstract

Jemaat GPM Eden merupakan jemaat yang dilembagakan dari jemaat Rehoboth pada tanggal 12 februari 2012 yang dilakukan melalui tahap yang panjang. Yang mana tahun 2001 melalui persidangan ke 17 jemaat GPM Rehoboth di gedung gereja Getsemani diputuskan untuk dilakukan pemekaran jemaat, mengingat luasnya wilayah pelayanan dan jumlah anggota jemaat GPM rehobot yang terus bertambah. Dan dalam perjalanan waktu sampai sekarang, jemaat GPM Eden mengalami perkembangan baik dari pertambahan jumlah umat, unit dan sektor secara keseluruhan. Sesuai dengan keadaan yang terjadi pada saat ini juga dapat kita ketahui bahwa bangsa ini sedang dilanda dengan adanya COVID-19 dimana ditambah lagi dengan adanya varian baru yaitu varian delta. Hal ini dirasakan di kota Ambon terlebih khusus juga pada jemaat GPM Eden yang tidak terlepas juga dari dampak penyebaran Virus Corona. Untuk menghindari angka penderita yang terus meningkat, maka pemerintah memberikan pembatasaan kegiatan yang menimbulkan keramaian, menjaga jarak dan menjaga hygenitas pada masyarakat dalam melakukan kegiatan sehari-hari yang dikenal dengan peraturan protokol kesehatan. Hal yang pertama terlihat adalah pada sisi kebersihan, dan juga memperhatikan protokol kesehatan. Oleh karena itu tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengingatkan dan membantu pemahaman masyarakat tentang pelaksanaan protokol kesehatan selama pendemi COVID-19 yaitu dengan melakukan pembagian masker, pembagian tempat sampah, pembuatan spanduk mengenai tata cara pemutusan mata rantai COVID-19 dan pentingnya vaksinasi, adanya juga program saberling, bahkan penyemprotan yang di lakukan dalam Jemaat GPM Eden.
Sosialisasi dan Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 serta Penerapan Disiplin Protokol Kesehatan (5M) pada Mahasiswa Sektor Petra dan Elim Jemaat GPM Rehoboth Monike Hukubun; Yesintha Tahalele; Rikarson Tasidjwa; Risty A. Hattu; Madelin Koljaan; Maria A. Beruat; Indah Gracelia Tamtelahitu; Santy Leslesy
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku690

Abstract

Jemaat Rehoboth Klasis Pulau Ambon merupakan salah satu jemaat terbesar yang berada di wilayah pelayanan Gereja Protestan Maluku (GPM). Karena memiliki lokasi yang luas sehingga pegabdian kepada masyarakat dalam rangkaian Kuliah Kerja Nyata difokuskan kepada dua sektor pelayanan yaitu Sektor Elim dan Sektor Petra yang secara administratif berada di Kelurahan Wainitu tepatnya di kompleks Talake. Dalam konteks mitra ditemukan sejumlah mahasiswa perantauan yang menetap sebagai warga kos-kosan belum mengikuti vaksinasi dan dalam kesehariannya tidak menerapkan disiplin protokoler kesehatan. Penyabab utamanya adalah pihak mitra tidak terdaftar secara resmi pada RT/RW setempat dan tidak terdaftar secara resmi sebagai anggota Jemaat GPM Rehoboth sehingga tidak dilibatkan pada kegiatan-kegiatan jemaat. Berdasarkan persoalan mitra kelompok berinisyatif untuk membuka jejaring kerjasama dengan majelis jemaat agar melibatkan mahasiswa kos-kosan dalam kegitan vaksinasi yang nantinya akan berlangung. Serta kelompok melakukan sosialisasi dan pelaksanaan vaksinasi dan disiplin protokoler kesehatan kepada mitra. Sebagai langkah menciptakan kekebalan imunitas kelompok dan menciptakan masyarakat yang cerdas dalam menerapkan disiplin protokoler kesehatan, yang berguna dalam rangka mencegah penyebaran pandemi COVID-19.
Edukasi Taat Protokol Kesehatan 5M, Vaksinasi, serta Menjaga Kebersihan Lingkungan di Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Nehemia, Ambon Astria Dela Arabaling; Chiranti Dailangi; Yustin Matayane; Shyeren E. Tipruata; Emalda Latumeten; Nanuru, Ricardo Freedom
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku691

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mewabah di dunia bahkan di Maluku terlebih khusus Jemaat GPM Nehemia sekitar satu tahun lebih. Pandemi ini berdampak besar bagi berbagai aspek kehidupan warga jemaat. Namun banyak upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah, tenaga kesehatan maupun gereja dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Upaya yang dilakukan seperti peraturan untuk mematuhi Prokes 5M. Pada survey lapangan di sektor Gihon, Karmel, Maranatha, dan Irene ditemui bahwa masih kurangnya kesadaran warga jemaat untuk mematuhi Prokes 5M. Ada upaya yang juga dilakukan adalah melakukan sosialisasi tentang vaksinasi. Pada survey awal, melalui pendataan dan pembagian kuesioner di sektor Gihon dan Maranatha Jemaat GPM Nehemia, ditemukan bahwa masih minimnya pemahaman warga tentang manfaat dari vaksin. Hal tersebut dapat kita lihat dari hasil pendataan yang mengasilkan beberapa persoalan yang membuat warga jemaat masih takut untuk divaksin, di antaranya yatu: 1). Warga jemaat mempunyai penyakit bawaan, 2). Menganggap bahwa COVID-19 bukanlah masalah yang sulit sehingga merasa tidak membutuhkan vaksin, 3) Tidak yakin akan efektivitas vaksin COVID-19, 4). masih takut akan efek samping dari vaksin. 5). warga jemaat yang percaya akan isu tentang vaksin yang mengandung chip. Berdasarkan masalah yang ada, maka edukasi yang diimplementasikan dalam sektor Gihon dan Maranatha: 1). Melakukan sosialisasi vaksin melalui media zoom dan pengeras suara gereja, 2). Himbauan mengikuti vaksinasi melalui pengeras suara gereja, 3). Melakukan sosialisasi lewat media luar ruangan tentang taat protokol kesehatan 5M. Seperti pemasangan spanduk taat protokol kesehatan 5M. Selain itu menghimbau jemaat lewat spanduk serta melakukan kerja bakti di lingkungan jemaat sebagai kegiatan yang produktif sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang bersih.
Edukasi Vaksin dan Prokes 5M bagi Remaja-Pemuda Sebagai Gerakan Spiritualitas Pro Hidup Hadapi Pandemi COVID-19 di Jemaat Bethania dan Menara Kasih, Klasis GPM Kota Ambon Adam Lakarang; Lidya Parera; Bernhard Marantika; Charles Maloky; Febry Walaia; Marco Wedilen; Iluy Noija; Carollus de Queljoe; Eklefina Pattinama
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku692

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan kepada pemuda-remaja untuk mengikuti vaksin dan mematuhi protokol kesehatan 5M, serta melakukan gerakkan spiritualitas pro hidup dengan aksi bersih lingkungan, mengajak teman sebaya disiplin menggunakan protokol kesehatan 5M. Berbagai cara digunakan untuk memutuskan mata rantai penyebaran Virus Corona. Cara ini dalam masa Pandemi COVID-19 digunakan untuk mewujudkan gerakan spiritualitas pro hidup kepada pemuda dan remaja, juga dengan cara, memberi penjelasan tentang Vaksin, mematuhi protokol kesehatan 5M dan disiplin melakukan gerakan spiritualitas pro hidup dengan merawat diri dan juga merawat teman/orang lain. Ada pun metode pembinaan dimulai dari rencana, pelaksanaan, membangun kerja sama dengan mitra dan pelaksanaan kegiatan. Model gerakan spiritualitas pro hidup yang digunakan adalah mendampingi dan mendorong pemuda remaja mengambil keputusan untuk vaksin dan tetap mematuhi protokkol kesehatan agar pemuda remaja dapat menggerakkan teman sebaya untuk displin protokol kesehatan 5M dan mengikuti vaksin dalam merawat hidup di masa Pandemik COVID-19. Gerakan spiritualitas pro hidup bagi pemuda dan remaja sangat penting bagi masa depan mereka untuk menumbuhkan iman mereka sebagai karya Allah yang menyelamatkan pemuda dan remaja gereja di masa pandemik.
Sosialisasi Aplikasi Penyedia Jasa Khusus Rental Mobil Berbasis Android Susano, Adhi; Fitriansyah, Aswin; Sarwandianto, Achmad
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku705

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini berkembang sangat pesat. Kemajuan akan ilmu pengetahuan dan teknologi telah berperan penting di dalam masyarakat. Setiap waktu, setiap hari dan setiap detik selalu muncul teknologi baru. Tujuan pengabdian ini adalah untuk membuat sebuah aplikasi yang efektif bagi CV. Obet Cipta Usaha dalam penyewaan mobilnya. Aplikasi membantu perusahaan dalam mengelola data-data karyawan,supir,mobil, dan transaksi dengan mudah sehingga proses penyewaan mobil lebih cepat dan efisien. Dan laporan data-data di atas yang dapat langsung di lihat pada aplikasi tersebut. Aplikasi ini juga membantu pelanggan untuk melakukan penyewaan mobil dan mengetahui informasi tentang ketersediaan mobil yang akan di sewa tanpa harus datang ke tempat. Pengabdian ini menggunakan tekik, yaitu observasi lapangan, wawancara,kearsipan (dokumentasi). Hasil pengabdian ini berupa aplikasi yang digunakan dalam penyewaan mobil. Jadi peneliti ini telah berhasil membuat aplikasi Penyedia Jasa Khusus Rental Mobil berbasis Android yang bertujuan untuk membantu pengguna memudahkan dalam melakukan penyewaan mobil tanpa harus datang ke tempat.
Penyuluhan Peningkatan Produktivitas Usaha Kelompok Nelayan Melalui Penerapan Manajemen Agribisnis Perikanan di Kabupaten Batu Bara Retno, Ria
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku760

Abstract

Agrobisnis perikanan tangkap tradisional adalah nelayan yang memanfaatkan sumber daya perikanan dengan peralatan tangkap tradisional, operasi penangkapan yang relative sederhana dan modal usaha yang kecil. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan agar kelompok nelayan dapat mengetahui bagaimana menjalankan manajemen agribisnis perikanan khususnya dibidang tangkap. Metode yang digunakan adalah metode presentasi dan demostrasi. Sosialisasi tentang peningkatan produktivitas usaha kelompok nelayan melalui penerapan manajemen agribisnis perikanan di Kabupaten Batu Bara ini sangat bermanfaat terhadap kelompok nelayan ikan, hal ini terbukti dari semangat kelompok masyarakat yang cukup antusias dalam mengikuti sosialisasi mulai dari awal sampai akhir.

Page 3 of 16 | Total Record : 158