cover
Contact Name
-
Contact Email
didin@untag-sby.ac.id
Phone
+6281249846916
Journal Mail Official
jurnaltanda@gmail.com
Editorial Address
Nginden Intan Timur XV No. 11 Surabaya
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 27970477     DOI : -
TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra ber e-ISSN 2797-0477 ini adalah jurnal open access, peer-review dua bulanan dalam satu tahun yang diterbitkan oleh Aksiologi Surabaya. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra ini mendorong artikel asli tentang berbagai isu dalam Studi Bahasa dan Sastra, tidak terbatas pada filsafat, sastra, linguistik, antropologi, sejarah, studi budaya, seni, dan ilmu informasi yang berfokus pada studi dan penelitian budaya Indonesia. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra menerima publikasi komposisi seimbang dari artikel penelitian teoritis atau empiris berkualitas tinggi, studi komparatif, studi kasus, makalah review, makalah eksplorasi, dan resensi buku. Semua manuskrip yang diterima akan dipublikasikan secara online.
Articles 99 Documents
PERKAWINAN USIA DINI DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERCERAIAN DI INDONESIA Jehaman, Naldianus
TANDA Vol 4 No 05 (2024): BAHASA DAN SASTRA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v4i05.2002

Abstract

Praktik perkawinan dini yang terjadi di Indonesia saat ini semakin meningkat. Peraturan perundang-undangan yang dikemukan oleh pemerintah belum cukup memadai untuk menyelesaiakan persoalan yang teradi. Hal ini terjadi oleh karena kurangnya kepekaan atau kesadaran dari masyarakat akan persoalan yang terjadi. Tujuan dari penulisan karya ini ialah untuk mencari tahu faktor penyebab terjadinya praktik perkawinan dini, dampak dari pernikahan dini dan juga upaya seperti apa yang hendak diperbuat agar praktik tersebut dapat berkurang dan menghilang. Tujuan lain dari riset penulisan karya ini ialah agar menyadarkan pembaca atau masyarakat luas akan bahaya dari praktik perkawinan dini yang terjadi. Menyadarkan masyarakat akan betapa penting pengetahuan atau pendidikan terhadap anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode pnulisan kualitatif dengan cara mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti buku-buku dan jurnal. Hasil penelitian membuktikan bahwa faktor yang menyebabkan pernikahan dini ialah perkembangan teknologi, faktor ekonomi, faktor lingkungan keluarga dan faktor pendidikan. Selain faktro yang berpengaruh penulis juga menemukan berbagai macam dampak yang terjadi seperti: dampak terhadap kejiwaan, dampak terhadap kesehatan dan juga dampak sosial.
ANALISIS NILAI SOSIAL-RELIGIUS DALAM TRADISI BERSIH DESA DI DESA SONOAGENG KABUPATEN NGANJUK Rina, Rina; Wahyu, Bagus
TANDA Vol 2 No 04 (2022): BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v2i04.1184

Abstract

This study aims to describe the role of village clean traditions, as well as describe the socio-religious values ​​in village clean traditions. The formulation of the problems in this research includes 1.) How is the role of village clean traditions in the village of Sonoageng, Nganjuk district? 2.) How to realize socio-religious values ​​in the village clean tradition in Sonoageng village, Nganjuk district? This research uses a qualitative approach, data collection techniques using literature. The research findings show that clean village traditions in the Javanese perspective are considered as a form of community gratitude to the Almighty for the abundance of sustenance that has been given. This research can be concluded that social values ​​that can be used as a guide in everyday behavior.
KESENIAN SEBAGAI CERMIN IDENTITAS BUDAYA Aliya Nabilatunnisa, Salsa; Salsabilah, Alfa
TANDA Vol 2 No 04 (2022): BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v2i04.1793

Abstract

Kesenian memegang peranan penting dalam menggambarkan dan mempertahankan identitas budaya suatu komunitas. Dalam hal ini, kesenian tidak sekadar berfungsi sebagai media hiburan, melainkan juga sebagai sarana untuk mengekspresikan nilai-nilai budaya, sejarah, dan tradisi yang diturunkan dari generasi ke generasi. Tulisan ini membahas bagaimana kesenian, dalam wujud tari, musik, seni rupa, maupun kerajinan, berperan sebagai cermin identitas budaya dalam masyarakat. Dengan menganalisis berbagai contoh kesenian tradisional dari beragam wilayah di Indonesia, tulisan ini memperlihatkan bahwa kesenian tidak hanya mencerminkan ciri-ciri budaya suatu komunitas, tetapi juga memperkuat rasa kebanggaan dan solidaritas bersama. Melalui kajian mengenai hubungan antara kesenian dan identitas budaya, tulisan ini juga menekankan tantangan dalam menjaga keberlangsungan kesenian tradisional di masa globalisasi.
KOMODIFIKASI TARI KECAK SEBAGAI PRODUK WISATA GLOBAL DAN DAMPAKNYA TERHADAP NILAI-NILAI SPIRITUAL MASYARAKAT BALI Asha Bertha, Averil; Febbriana Herlinda Larasati, Aulia
TANDA Vol 2 No 04 (2022): BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v2i04.1827

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi Tari Kecak dari ritual sakral menjadi produk pariwisata global melalui metode studi pustaka. Analisis dilakukan terhadap berbagai literatur akademis, dokumen sejarah, laporan penelitian, dan publikasi ilmiah yang membahas perkembangan Tari Kecak dari tahun 1930-an hingga saat ini. Hasil kajian menunjukkan adanya pergeseran signifikan dalam bentuk, fungsi, dan makna Tari Kecak sebagai akibat dari komodifikasi pariwisata. Studi literatur mengungkapkan bahwa meskipun komodifikasi membawa dampak ekonomi positif, terjadi dilema dalam mempertahankan nilai-nilai spiritual asli. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran signifikan dalam aspek ritualistik dan spiritual Tari Kecak, di mana sebagian besar pertunjukan kini berorientasi pada kepentingan wisata. Namun, penelitian juga menemukan bahwa masyarakat Bali telah mengembangkan mekanisme adaptif yang unik, dengan memisahkan secara tegas antara pertunjukan untuk wisatawan dan ritual sakral yang masih dipertahankan keasliannya. Strategi ini memungkinkan koeksistensi antara nilai ekonomi dan spiritual, meskipun tetap menimbulkan tantangan dalam hal regenerasi dan transmisi nilai-nilai tradisional. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pemahaman tentang dinamika pelestarian warisan budaya dalam era globalisasi, serta menyoroti pentingnya keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan pelestarian nilai-nilai spiritual dalam konteks masyarakat tradisional. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang dinamika perubahan budaya dalam konteks pariwisata global dan pendekatan manajemen pariwisata budaya yang lebih holistik dan berkelanjutan, dengan penekanan pada pelibatan aktif masyarakat lokal dalam pengambilan keputusan dan pentingnya pendekatan berkelanjutan dalam pengelolaan warisan budaya.
HUBUNGAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA: Kebudayaan Agama Dalam Masyarakat Indonesia Susmala, Wira; Ayu Trihapsari , Dian
TANDA Vol 2 No 04 (2022): BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v2i04.1828

Abstract

The State of Indonesia was awarded by the Almighty with richness and cultural diversity. Indonesia is an archipelagic country. With the number of islands more than that found by people who have different tribes, races, religions, and ethnicities. This is what makes Indonesia culturally diverse. Indonesian people must be able to live side by side with one another. This award should be grateful because it can be a strength and pride for Indonesia. However, this diversity can also be a threat, challenge, and disturbance for the Indonesian people. Through literature study we can find out how the Pancasila precepts, namely the third precept, are the unifying basis in cultural diversity. This research uses library research method. With an approach approach, namely the study of literature to collect information by reviewing sources related to Pancasila and the diversity of Indonesian culture. From the results of the literature study, it can be said that the values of the precepts of the Indonesian Unity in the diversity of Indonesian culture are fostering an attitude of nationalism, fostering an attitude of tolerance, mutual respect and respect for differences, and fostering unity and unity in diversity.
SEDEKAH LAUT DAN MUSIK PENGIRING DALAM KEHIDUPAN NELAYAN DESA WATUWURI KECAMATAN WULUHAN KABUPATEN JEMBER PROVINSI JAWA TIMUR Novita Sari, Adella
TANDA Vol 2 No 04 (2022): BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v2i04.1845

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sedekah laut dan musik mendampingi dalam kehidupan nelayan di Desa Watuwuri, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jeember, Provinsi Jawa Timur. Sedekah laut merupakan tradisi yang dilakukan oleh para nelayan sebagai bentuk rasa syukur dan permintaan keselamatan dalam melakukan kegiatan pancing, sedangkan musik yang menyertainya yang seringkali digunakan dalam upacara ini, memiliki makna budaya dan spiritual yang dalam. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur, dengan mengumpulkan berbagai sumber referensi yang relevan mengenai budaya lokal, tradisi nelayan, dan hubungan antara ritual dan kehidupan sosial-ekonominya. Melalui pendekatan ini, penelitian ini mencoba menggali lebih dalam ke dalam makna dan dampak sedekah laut dan musik yang menyertainya di kesejahteraan sosial, ekonomi dan spiritual komunitas nelayan di Desa Watuwuri . Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan lebih banyak wawasan tentang keberlanjutan tradisi ini dalam menghadapi perubahan zaman dan pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat lokal.
PATRIARCHAL PRACTICE AGAINST WOMAN CHARACTER’S IN PAT BARKER’S THE SILENCE OF THE GIRLS Firdausiyah, Fira; Rahayu, Anik Cahyaning
TANDA Vol 5 No 01 (2025): SASTRA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v5i01.2026

Abstract

Various cultural problems have existed from the past to the present life of society. One of them is patriarchal culture or patriarchal practice. Patriarchal practice can be known through various writings on social media and literary works. This article deals with patriarchal practice happening in a literary work, in this case, in a novel entitled The Silence of The Girls written by Pat Barker. The aims of the research are to describe the patriarchal practice portrayed in the novel and the women’s struggle to face the patriarchal practice done by the men. This novel tells about Briseis, the main character, and the other two woman characters, who experience domination and oppression from man characters. In conducting the research, Sylvia Walby's theory of patriarchy is employed. In addition, this study is designed by using a qualitative descriptive method that focuses on presenting data directly through observation. Besides, feminist literary criticism is applied because this study focuses on the issue of women's equality. The results of the study shows that men dominate by abusing their power. The men are more powerful than the women by controlling, oppressing mercilessly with violence and sexuality such as rape, without considering their throne as women. Therefore, the women cannot voice what they want to convey because their voices are rejected, and they do not have the right to speak out, which can result in losing their identity as women. However, Brises and the other women build a community and solidarity to strengthen them, so that they can survive in facing patriarchal practices by strengthening each other and giving the best support. Moreover, they can strengthen self-awareness to achieve prosperity and freedom. Those are women’s manner to be able to survive during the war and to face men’s domination.
DYSTOPIAN SOCIETY IN ADAM SILVERA’S THEY BOTH DIE AT THE END Sofiana, Azizah Putri regina; Andayani, Ambar
TANDA Vol 5 No 01 (2025): SASTRA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v5i01.2029

Abstract

In this era there are many novels that deal with reflections of injustice, suffering, social control, and moral issues. This thesis entitled Dystopian Society in Adam Silvera’s They Both Die At The End discusses the characteristics of dystopia reflected in Adam Silvera’s They Both Die at the End and the literary elements that reflect dystopian literature through narration or dialog in the novel. The writer uses Chung’s (2011) theory to describe the characteristic of dystopian society as well as what elements of novel showing dystopian. This research uses qualitative method, with extrinsic and intrinsic approaches used in this research. The results show that there are five characteristics of dystopian society found in the novel i.e. information and independence are controlled and restricted, citizens live in constant fear, there is understanding that one always being watched, prevalence of propaganda, and a leader or idol figure is followed blindly by most of the people, the individual is dehumanized, only the collective matters, and conformity is valued above almost everything else. These dystopian characteristics form a society organized by a large technological system Death Cast, which is each society does not get a chance to feel freedom or fully control their own lives. The second conclusion discusses the literary elements in Adam Silvera’s They Both Die at the End reflect dystopian literature. Moreover, the theme, plot, character, and setting of the story all reflect dystopian literature through technological domination and dehumanization in society.
THE METAPHOR OF MODALITY IN THE BOOK CONVERSATIONS ON LOVE BY NATASHA LUNN: Metafora Modalitas dalam Buku Conversations on Love karya Natasha Lunn Nabillah, Bilqis; Garnida, Susie Chrismalia
TANDA Vol 5 No 01 (2025): SASTRA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v5i01.2031

Abstract

The metaphor of modality is a language variation in the expression of modality. Analyzing the metaphor of modality is essential to see the validity of the speaker’s statement in interpersonal communication. The theory of the metaphor of modality by Halliday and Matthiessen (2014) was applied to see the use of the metaphor of modality in the self-development book. This study aimed to find the types and values of the metaphor of modality used by speakers during conversations in the book. The method of this study was descriptive qualitative. This study found 53 data containing the metaphor of modality in the book Conversations on Love by Natasha Lunn. The data were categorized into types and values of probability, obligation, and inclination. The type of probability has 40 data, the type of obligation has 6 data, and the last type of inclination has 7 data. Then, the value of metaphor of modality was found with a median value of 28 data, a high value of 23 data, and a low value of 2 data.
FILSAFAT SENI KARL MARX SEBAGAI UPAYA MEMBUDAYAKAN LITERASI DAN MELITERASIKAN BUDAYA DI SIKKA Manuk, Andreas Geleda; Wea, Vinsensius; Dju, Yohanes
TANDA Vol 5 No 01 (2025): SASTRA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v5i01.2042

Abstract

Berbicara tentang seni memang tidak akan pernah ada habisnya. Seni itu sendiri menarik untuk dikaji, menyitkan dahi ketika dibahas tetapi indah bila dipandang. Seni dan eksistensi manusia merupakan dua hal yang tidak terpisahkan sebab, seni merupakan sarana ekspresi jiwa yang paling indah sekaligus menjadi cerminan tujuan hidup manusia. Dari segi historisitasnya, seni sebetulnya sudah ada sejak zaman Yunani kuno, bahkan seni itu sendiri muncul bersamaan dengan kehadiran manusia. Dengan kata lain, eksistensi seni dan manusia saling bersamaan. Seni itu sendiri lahir karena keberadaan manusia. Tanpa manusia, seni tidak dapat diketahui. Hal ini disebabkan karena masing-masing filsuf di zaman modern dan postmodernisme melihat dan mengamati seni dengan berbagai pandangan yang sangat bervariatif. Filsuf tersebut ialah Karl Marx. Karl Marx mempelajari dan memahami secara sungguh-sungguh arti dan hakikat dari seni. Selama menggeluti ilmu hukum dan filsafat, Marx menyempatkan diri untuk mempelajari sejarah sastra termasuk estetika klasik Jerman. Di Universitas Bonn, Marx memperhatikan teori-teori seni dan sastra sebesar perhatiannya pada yurisprudensi. Ketertarikan Marx pada dunia seni tidak hanya sebatas teori tetapi juga sajak-sajak. Di Bonn misalnya, Marx menulis puisi-puisi filsafat dan mengerjakan sebuah buku latihan sajak. Dari sekian karya awalnya, terhitung sudah empat puluh puisi yang dibuat pada babak pertama imajinasi dramatiknya. Di masa inilah, Marx kemudian mendalami lebih serius tentang seni. Seni Marx berpengaruh besar dalam literasi masyarakat terlebih khusus pelajar yang ada di Sikka.

Page 7 of 10 | Total Record : 99