cover
Contact Name
Ujang Nendra Pratama
Contact Email
pspisijogja@gmail.com
Phone
+6281904216139
Journal Mail Official
sendratasik@isi.ac.id
Editorial Address
Gedung Rektorat Lama Jl. Parangtritis Km. 6.5 Sewon Bantul Yogyakarta 55188 Indonesia
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Performing Arts Education
ISSN : -     EISSN : 27750884     DOI : https://doi.org/10.24821/ijopaed
Indonesian Journal of Performing Arts Education (IJOPAED) merupakan jurnal bidang Pendidikan Seni Pertunjukan. Jurnal ini bertujuan untuk mempromosikan penelitian dan kajian pada pendidikan seni pertunjukan terintegrasi (lingkup pedagogi drama, tari, musik). IJOPAED menyambut naskah-naskah yang belum diterbitkan guna memajukan publikasi ilmiah terkait Pendidikan Seni Pertunjukan baik dalam area pendidikan dasar, menengah, kejuruan, maupun pendidikan tinggi, serta pendidikan yang sifatnya non-formal (sanggar dan studio seni). Pertimbangan utama adalah menyajikan naskah dengan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran, serta ulasan kebijakan-regulasi ataupun laporan best practice. Penciptaan karya seni pertunjukan yang dilengkapi dengan beberapa kajian kependidikan yang kuat juga dapat dipertimbangkan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2022)" : 6 Documents clear
Interpretasi Makna Gramatis dan Psikologis Tembang Macapat dengan Analisis Hermeneutika Schleiermacher Anarbuka Kukuh Prabawa; Muh Mukti
Indonesian Journal of Performing Arts Education Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ijopaed.v2i2.7113

Abstract

AbstractThis study aims to reveal the philosophical meanings behind the Macapat song with grammatical and psychological interpretations through Schleiermacher's hermeneutic theory. This study is qualitative with a literature study technique using Schleiermacher's philological and hermeneutic approach analysis. Philology is used to identify words in the Macapat songs sentence from fiber texts, including Serat Wulangreh, Wedhatama, and others. Meanwhile, Schleiermacher's hermeneutics focuses on being used as an analytical tool to interpret the relationship between the meaning of the word (grammatical) and the meaning of the author's expression (psychological). The results of the study found the meaning of moral messages from 11 kinds of Macapat songs, each of which has its own philosophy, the sequence includes Maskumambang, Mijil, Sinom, Kinanthi, Asmaradana, Gambuh, Dhandhanggula, Durma, Pangkur, Megatruh, and Pocung. The connection of the 11 Macapat songs represents the stages of human life, from the womb to death. The philosophical meaning behind the Macapat song is a reminder of one's awareness of its origins and acts as a true human being who always includes God in every step.AbstrakKajian ini bertujuan untuk mengungkap makna-makna falsafah dibalik tembang Macapat dengan interpretasi gramatikal dan psikologikal melalui teori hermeneutika Schleiermacher. Metode kajian ini berjenis kualitatif dengan teknik studi literatur menggunakan analisis pendekatan filologi dan hermeneutik Schleiermacher. Filologi digunakan untuk mengidentifikasi kata pada kalimat tembang Macapat dari naskah-naskah serat, antara lain: Serat Wulangreh, Wedhatama, dan selainnya. Sementara hermeneutika Schleiermacher terfokus digunakan sebagai alat analisis untuk menafsirkan keterkaitan antara makna kata (gramatic) dengan makna ungkapan ekspresi dari pengarang (psychological). Hasil kajian ditemukan makna pesan moral dari 11 macam tembang Macapat yang masing-masing mempunyai falsafah tersendiri, urutannya meliputi Maskumambang, Mijil, Sinom, Kinanthi, Asmaradana, Gambuh, Dhandhanggula, Durma, Pangkur, Megatruh, dan Pocung. Keterkaitan ke-11 tembang Macapat merupakan representasi tahap kehidupan manusia sejak dari alam kandungan hingga meninggal. Kesimpulannya bahwa makna falsafah dibalik tembang Macapat merupakan pengingat kesadaran seseorang akan asal muasalnya dan berlaku menjadi manusia sejati yang senantiasa mengikutsertakan Tuhan dalam setiap langkahnya. 
Menggali Nilai Multikultural dalam Pelatihan Tari pada Program Gubuk Nusantara di Teluk Sebong Kepulauan Riau Arbi Ntan Era Komala
Indonesian Journal of Performing Arts Education Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ijopaed.v2i2.7329

Abstract

AbstractThis study aims to explain the multicultural values reflected in the Gubuk Nusantara training program for students in Teluk Sebong, Bintan Regency, Riau Islands Province. The Jagakarsa Art Studio initiates this annual program to create a collaborative forum between schools in Teluk Sebong District. This study uses an autoethnographic qualitative approach, in which the role of the researcher is not only as a research tool but also as part of the subject and object of research. Researchers are trainers who are part of the Gubuk Nusantara program from 2019 to 2022. Based on the study results, information was obtained that the Gubuk Nusantara training initiated by the Jagakarsa Art Studio has a role in developing multicultural values. This value is viewed from activities that can instill social sensitivity, awareness of differences and cultural diversity, and foster a sense of pride in cultural diversity in the collaboration space between participants. The relevant training participants are students of student age from elementary school to high school. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan nilai-nilai multikultural yang tercermin dalam program pelatihan Gubuk Nusantara untuk pelajar di Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Program ini merupakan program tahunan yang digagas oleh Sanggar Seni Jagakarsa untuk menciptakan wadah kolaborasi bersama antar sekolah yang berada di Kecamatan Teluk Sebong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif autoetnografi, di mana peran peneliti tidak hanya sebagai alat penelitian tetapi juga menjadi bagian dari subjek dan objek penelitian.Peneliti merupakan pelatih yang menjadi bagian dari program Gubuk Nusantara sejak tahun 2019 hingga 2022. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi bahwa pelatihan Gubuk Nusantara yang digagas oleh Sanggar Seni Jagakarsa memiliki peran dalam mengembangkan nilai multikultural. Nilai tersebut ditinjau dari kegiatan yang dapat menanamkan kepekaan sosial, menanamkan kesadaran adanya perbedaan dan keanekaragaman budaya, serta menumbuhkan rasa bangga keberagaman budaya dalam ruang kolaborasi antar peserta. Peserta pelatihan terkait merupakan masyarakat usia pelajar dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.  
Penerapan Metode Picture and Picture dalam Pembelajaran Tari di Sekolah Menengah Pertama Ira Shafira Kaban; Dilla Octavianingrum; Gandung Djatmiko
Indonesian Journal of Performing Arts Education Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ijopaed.v2i2.6762

Abstract

AbstractOnline dance art education requires the best learning process so that the delivery of material about space, time, and energy as elements of dance can be conveyed. The Picture and Picture method is a method that uses image media aids to explain or explain the material. This learning method prioritizes the existence of groups to sort the pictures into the correct order. This study aims to describe learning using the Picture and Picture method and determine dance learning changes. This research was conducted in class VII of SMP Negeri 1 Sewon. This study uses a qualitative descriptive research method. Data collection was obtained from observation, interviews, and documentation. Data analysis uses qualitative analysis presented in narrative text. The research results show that the dance learning process using the Picture and Picture method runs smoothly. The students experienced an increase and showed much interaction from what was initially passive. Online dance art learning becomes active by using the Picture and Picture method.. AbstrakPendidikan seni tari secara daring membutuhkan proses pembelajaran terbaik agar penyampaian materi ruang, waktu, dan tenaga sebagai elemen tari dapat tersampaikan. Metode Picture and Picture merupakan metode yang menggunakan alat bantu media gambar untuk menerangkan atau menjelaskan materi. Metode pembelajaran ini mengutamakan adanya kelompok-kelompok untuk mengurutkan gambar menjadi urutan yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran menggunakan metode Picture and Picture dan mengetahui adanya perubahan dalam pembelajaran tari. Penelitian ini dilakukan di kelas VII SMP Negeri 1 Sewon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data didapatkan dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif yang disajikan dengan teks naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran tari dengan menggunakan metode Picture and Picture berlangsung dengan lancar. Para siswa mengalami peningkatan dan menunjukkan banyak interaksi dari yang semula pasif. Pembelajaran seni tari daring menjadi aktif dengan menggunakan metode Picture and Picture.   
Studi Perspektif Antropologi Gaya Tari MakYong Muda di Sanggar Ledang Balai Tanjung Pinang Meilina Meilina; Atina Amalia Shulha; Meina Meina; Denny Eko Wibowo
Indonesian Journal of Performing Arts Education Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ijopaed.v2i2.7194

Abstract

AbstractMak Yong art is a form of Malay traditional art. MakYong dance is theatrical performance art, part of a drama that tells the story of human life. Stories include conversations, dance and acting moves, and scripts for the actors. MakYong comes from several areas that started from Nara Yala, spread to Kelantan, and entered Indonesia. This study aims to determine the study of the Mak Yong Muda dance style in Ledang Balai Studio, Tanjung Pinang, Riau Archipelago. The theory of style studies is linked to the observation of the Mak Yong Dance from the view or perspective of Dance Anthropology. The dance style in question is the emblematic style and the assertive style. This research uses qualitative methods to explore whether there is factual information or events that happened. The results of the research show that Mak Yong Muda presents folklore. Some standards are still not to be removed in the Mak Yong Dance performance in the aspects of dance and script movements. The emblem and assertive styles in the dance seem to influence each other from the actor's story and the dancers at Ledang Balai. Experts, humanists, artists, and residents must contribute to preserving this art. AbstrakKesenian Tari MakYong merupakan salah satu bentuk seni tradisi Melayu. Tari MakYong merupakan seni pertunjukkan teater, bagian dari drama yang menceritakan kisah hidup manusia. Cerita dalam bentuk percakapan, gerak lakon maupun gerak tari, serta naskah tertulis untuk para pelakon. MakYong bersumber dari beberapa daerah yang berawal dari Nara Yala, menyebar ke Kelantan hingga masuk ke Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui studi gaya Tari MakYong Muda yang ada di Sanggar Ledang Balai, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Teori studi gaya dikaitkan ke observasi Tari MakYong dalam pandangan atau perspektif Antropologi Tari. Gaya tari yang dimaksud ialah gaya emblem dan gaya asertif. Penelitian menggunakan metode kualitatif guna menelusuri sendiri apakah terdapat informasi fakta atau kejadian yang benar terjadi. Hasil penelitian diketahui bahwa kesenian MakYong Muda ini membawakan cerita rakyat. Terdapat pakem-pakem yang tidak dihilangkan dalam pertunjukan Tari MakYong pada aspek gerak tari dan naskah. Gaya emblem dan gaya asertif pada tari terlihat saling mempengaruhi dari cerita pelakon dan para penari yang ada di Ledang Balai. Para pakar, budayawan, seniman, dan warga setempat perlu berkontribusi sehingga kesenian ini tetap dilestarikan. 
Meningkatkan Keterampilan Bernyanyi Paduan Suara dengan Metode Euritmika Dalcroze di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan Yogyakarta Dio Brevi Fonda; Dilla Octavianingrum; Hana Permata Heldisari
Indonesian Journal of Performing Arts Education Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ijopaed.v2i2.7511

Abstract

AbstractThe problem underlying this research is that many students need help becoming skilled at singing choirs due to the lack of variation in the learning methods used. This study aims to determine the impact of applying the Dalcroze Eurythmic method to choral singing skills. The classroom action research design was carried out using a mixed methods approach. Data collection techniques with observation, interviews, questionnaires, and skills tests. The validation technique in this study used technical triangulation, content validation, and construct validation. The reliability test was carried out quantitatively with the alpha formula. Data analysis using descriptive qualitative and quantitative. The results showed increased singing skills in the extracurricular choir at SMK Muhammadiyah 1 Moyudan Yogyakarta. From the pre-cycle treatment - cycle I result, it was found that the percentage of students' completeness was 36.67%. Furthermore, in cycle I - cycle II, there was a change in the percentage of student completeness by 83.33%. Based on changes in the value of student learning outcomes, there is a significant increase due to the implementation of Eurythmic Dalcroze as a learning method to sing.AbstrakPermasalahan yang mendasari penelitian ini adalah banyak siswa yang mengalami kesulitan untuk terampil bernyanyi paduan suara, hal ini disebabkan karena kurangnya variasi metode pembelajaran yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan metode Euritmika Dalcroze dalam keterampilan bernyanyi paduan suara. Desain penelitian tindakan kelas dilaksanakan dengan pendekatan metode campuran. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, angket, dan tes keterampilan. Teknik validasi pada penelitian ini menggunakan triangulasi teknik, validasi isi, dan validasi konstruk. Uji reliabilitas dilakukan secara kuantitatif dengan rumus alfa. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan bernyanyi pada ekstrakurikuler paduan suara SMK Muhammadiyah 1 Moyudan Yogyakarta. Dari hasil perlakuan prasiklus - siklus I ditemukan persentase ketuntasan siswa sebanyak 36,67%. Selanjutnya pada siklus I - siklus II terjadi perubahan persentase ketuntasan siswa sebanyak 83,33%. Sehingga berdasarkan perubahan nilai hasil belajar siswa tersebut ternyata ada peningkatan signifikan karena implementasi Euritmika Dalcroze sebagai metode belajar bernyanyi.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter pada Tari Sufi di Pondok Pesantren Maulana Rumi Bantul Fatih Ridlwan Munier; Gandung Djatmiko; Sarjiwo Sarjiwo
Indonesian Journal of Performing Arts Education Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ijopaed.v2i2.7499

Abstract

AbstractCharacter education is all efforts to direct, train, and foster good values to grow a wise personality and positively contribute to the environment and broader society. Character education can also be conveyed through dance through movements, costumes, and musical accompaniment. The purpose of this study is to describe the values of character education in Sufi Dance. This study used a qualitative research method, the object of research being the Sufi Dance at the Maulana Rumi Sewon Islamic Boarding School, Bantul. Data collection techniques used were interviews, observation, and literature study. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and data verification stages. Sufi dance is an expression of love that arises from the spiritual journey of Maulana Rumi. Through value analysis, there are seven character education values in Sufi Dance, including religious character, tolerance, hard work, peace-loving, social care, responsibility, and humility. AbstrakPendidikan karakter adalah segala upaya untuk mengarahkan, melatih, dan memupuk nilai-nilai baik agar menumbuhkan kepribadian yang bijak, sehingga dapat memberikan kontribusi yang positif kepada lingkungan dan masyarakat luas. Pendidikan karakter juga dapat disampaikan melalui sebuah tarian, baik dalam bentuk gerakan, bentuk kostum, maupun iringan musik yang digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang termuat dalam Tari Sufi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan objek penelitian Tari Sufi di Pondok Pesantren Maulana Rumi Sewon, Bantul. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Tari Sufi merupakan ekspresi rasa cinta yang muncul dari perjalanan spiritual seorang Maulana Rumi. Melalui analisis nilai, terdapat tujuh nilai pendidikan karakter yang ada pada Tari Sufi, diantaranya adalah karakter religius, toleransi, kerja keras, cinta damai, peduli sosial, tanggung jawab, dan rendah hati. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6