cover
Contact Name
Indah Permatasari
Contact Email
indah@ittelkom-pwt.ac.id
Phone
+6281329288910
Journal Mail Official
jtece@ittelkom-pwt.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Telkom Purwokerto, Jl. D.I. Panjaitan No. 128, Purwokerto, 53147, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Telecommunication, Electronics and Control Engineering (JTECE)
Published by Universitas Telkom
ISSN : -     EISSN : 26548275     DOI : 10.20895/jtece
Core Subject : Engineering,
Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering is published twice a year, every January and July, with the scopes and focus of the research areas that are: Telecommunication: Modulation and Signal Processing, Information Theory and Coding, Antenna and Wave Propagation, Wireless and Mobile Communication, Radio Communication, Satellite Communication, Fiber Optic, Telecommunication Network and System, RADAR. Electronic: Microelectronic System, VLSI Design, Biomedical Instrument, Embedded System, Robotics, Communication Electronic, Optoelectronic, Internet of Things, Adaptive System, System Identification. Control: Analog and Digital Control, Intelligent control, Programmable Logic Control (PLC), Control Theory and Applications, Process Control.
Articles 97 Documents
Perancangan Sistem Kontrol Otomatis dan Monitoring pada Ruang Pendingin dengan dua Sistem Refrigerasi Berbasis Web Menggunakan Dixell XR75CH dan Cataco Nugraha, Rico Adrian; Setiawan, Florentinus Budi; Pratomo, Leonardus Heru; Riyadi, Selamet
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 6 No 2 (2024): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v6i2.1267

Abstract

Jaman sekarang bahan pangan seperti buah, sayur, daging banyak beredar baik ekspor maupun impor, sehingga penyimpanan barang-barang tersebut dibutuhkan dalam bidang industri karena bila tidak dijaga dalam temperatur tertentu barang-barang tersebut akan rusak nilai jualnya. Karena itu peranan cold room sangat dibutuhkan di jaman sekarang. Cold room adalah suatu sistem pendinginan dalam ruangan yang dirancang menggunakan mesin kompresor, evaporator, dan komponen elektronik sebagai sistem kendalinya. Karena produk di dalam cold room sangatlah penting maka banyak rancangan cold room memiliki 2 sistem refrigerasi yang salah satu sistemnya sebagai backup bila sistem utama terjadi masalah. Masalahnya sistem backup masih dikendalikan manual dan sering terjadi masalah karena tidak pernah beroperasi. Perakitan modul kontrol cold room ini menggunakan thermosatat XR75CH, XWEB500D-PRO, dan Cataco sebagai sistem kendalinya. Komponen tersebut dipilih sebagai sistem kendali otomatis untuk mengendalikan 2 sistem refrigerasi, memberikan jadwal untuk sistem utama dan backup untuk beroperasi dengan seimbang, sehingga berbeda dengan sistem kontrol konvensional. Dari hasil perancangan modul kontrol cold room ini sistem utama dan backup dapat beroperasi bergantian secara otomatis, fungsi alarm juga dapat memanggil sistem backup dengan baik, fungsi kendali, monitoring, dan pengumpulan data dalam setiap metode pengujian dapat diperoleh dalam bentuk grafik temperatur dengan satuan waktu yang diperoleh dari XWEB.
Design of a Textile Antenna Using Metasurface Technology for Wireless Body Area Networks Sirait, Nurafifah; Fathurahman, Firhan; Alaydrus, Mudrik; Umaisaroh, Umaisaroh
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 6 No 2 (2024): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v6i2.1326

Abstract

Recently, continuous development and distinctive growth have been observed in implementing wearable sensors and flexible devices in real life. This paper shows a wearable textile antenna design based on a metasurface. It operates in the 3.5 GHz. A proposed model provides light on the metasurface's operation. The prototype of the textile antenna using taslan material was observed and exhibited a relative permittivity of 1.41. Based on these values, we designed a square antenna with an amount of parasitic square around modeled as a planar array. We observed the measured reflection coefficient of the three conditions and saw similar results of the reflection coefficient, which is around -25 dB at 3.5 GHz frequency, and the radiation diagram of the antennas reproduced the simulated one.
Sistem Pengendali Suhu pada Kandang Ayam Broiler Berbasis Kendali PID Pratama, Albilah Bayu Seno; Maulana, Yulian Zetta; Pujiharsono, Herryawan
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 6 No 2 (2024): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v6i2.1359

Abstract

Suhu dan kelembapan yang optimal pada peternakan ayam perlu dijaga untuk mengoptimalkan pertumbahan ayam pada masa brooding. Namun, di peternakan konvensional, terkadang terjadi perubahan suhu dan kelembapan mendadak yang berada di luar suhu optimal untuk perkembangan ayam brooding. Peternakan ayam broiler pada periode brooding (umur 14 hari) memiliki set poin suhu berkisar antara 30-35°C. Kelembapan relatif pertumbuhan pada ayam adalah antara 60% sampai 70%. Dalam penelitian ini dibuatlah sistem untuk mengendalikan suhu menggunakan prototype pada kandang ayam menggunakan pengontrol PID. Penalaan yang digunakan menggunakan metode tunning Ziegler Nichols. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pengendali PID mendapatkan hasil error steady state yang lebih baik yaitu 0.6%, dibandingkan metode konvensional yang 2.6%. Untuk time settling, kinerja sistem menggunakan pengendali PID adalah sebesar 21.33 menit, lebih cepat dibandingkan metode konvensional yaitu 21.73 menit. Sehingga bisa disimpulkan bahwa pengendali PID dengan penalaan Ziegler Nichols menghasilkan kinerja yang lebih baik dibandingkan metode konvensional. Selanjutnya, diharapkan bahwa metode pengendalian PID dengan penalaan yang paling sesuai bisa diterapkan di kandang ayam terutama pada masa brooding, karena terbukti bisa mempertahankan suhu di tengah gangguan.
Implementation of LoRaWAN on Energy Monitoring System on the Onion Leaf Pest Light Trap device Enriko, I Ketut Agung; Kuswanda, Kuswanda; Kurnianto, Danny; Gustiyana, Fikri Nizar
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 6 No 2 (2024): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v6i2.1370

Abstract

Shallot cultivation is a significant livelihood for farmers due to the high selling value of the harvest. However, most farmers still control shallot pests by excessively spraying pesticides, leading to concerns about excess residue on the plants. Physical control methods, such as installing light traps on plantations, have been attempted, but their manual operation is inefficient for farmers' working time and prone to wasting electrical energy due to negligence. In this research, the light trap will be optimized by implementing an automatic light monitoring and control system, allowing farmers to estimate the cost of electricity used and adjust usage according to their needs. The LYNX32 BOARD LoRa plays an important role as a data processor, connected to the LDR sensor to enable automatic light activation, and the PZEM-004T sensor to monitor the voltage and current of the light trap, transmitting this data via LoRa communication. In this research, automatic control operates based on the light intensity, and LoRa can transmit data up to a distance of 250 meters under line-of-sight (LOS) conditions. The PZEM-004T sensor has good accuracy for voltage, with an error of 0.08%, while the error percentage for current and power is 13.26% and 5%, respectively.
Comparative Analysis of Resource Utilization on 2.4 GHz and 5.8 GHz Wireless LAN Network Frequencies (OpenWrt Firmware Case Study) Santosa, Ria; Haq, Abdul; Khanif, M.
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 6 No 2 (2024): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v6i2.1394

Abstract

The purpose of this study is to analyze the comparison of the use of dual-band wireless router device resources on the 2.4 GHz 802.11n standard network and 5.8 GHz 802.11ac standard using a 40 MHz frequency using the Linksys EA7500 version 2 router with OpenWrt firmware case study with supporting IPerf3 and HTop applications. The research results obtained in the study compare throughput and resource usage using wireless LAN networks at frequencies of 2.4 GHz and 5.8 GHz. The use of 5.8 GHz frequency in the same frequency (40MHz) range results in higher throughput, which has practical implications for network engineers and researchers. While using CPU and RAM at a frequency of 2.4 GHz, it is concluded that every 1% utilization of the CPU can transfer data at 0.78 Mbit/sec, or 6.24 MBps, and for a frequency of 5.8 GHz, it is 1.11 Mbit/sec, or 8.88 MBps. While in the use of RAM, it is concluded that every 1% of RAM can be used to transfer data 0.32 Mbit/sec or 2.56 MBps for frequency 2.4 GHz and frequency 5.8 GHz, which is 1.32 Mbit/sec or 10.56 MBps.
Sistem Monitoring dan Controlling “Smart Waste” Berbasis Internet of Things Menggunakan Modul ESP 32 Lianawati, Yosita; Mahendra, Christy; Sugianto, Gerson Manuel; Mendrofa, Syukur Jaya; Setiani, Angelica Lulu; Baraga, Bernarditus Yordan
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 6 No 2 (2024): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v6i2.1400

Abstract

Sampah semakin meningkat setiap hari, dan pengolahan sampah masih merupakan proses yang membutuhkan waktu yang lama dan seringkali menjadi sumber penyakit. Melalui perkembangan teknologi penulis membuat sebuah inovasi untuk penanganan sampah dengan Internet of Things untuk melakukan monitoring dan controlling untuk memilah sampah berdasarkan kategori sampah organic dan sampah plastik. Hasil dari pemilahan sampah tersebut akan dimasukkan ke proses pencacahan sampah dan menghasilkan bahan mentah pupuk dari hasil pencacahan sampah organic dan biji plastik dari hasil pencacahan sampah plastic. Pengguna dapat melakukan controlling dan akan mendapatkan hasil notifikasi jika tempat penyimpanan pencacahan sudah mencapai berat lebih dari 4 kg melalui aplikasi Whatsapp. pengujian Sistem Monitoring dan Controlling “Smart waste” berbasis Internet of Things menggunakan modul ESP 32 dilakukan sebanyak 30x percobaan dan mendapatkan hasil keberhasilan sebesar 86,67%.
Rancang Bangun Sistem Automatic Transfer Switch (ATS) 1 Phase Berbasis Outseal PLC Mega V.3 Untuk Instalasi Listrik Rumah Tangga kurniawan, Arif; Haryudo, Subuh Isnur
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 6 No 2 (2024): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v6i2.1432

Abstract

Ketersediaan listrik yang berkelanjutan menjadi kebutuhan utama dalam berbagai aspek kehidupan saat ini. Pemadaman listrik yang tidak terduga dari sumber utama (PLN), seringkali mengganggu aktivitas konsumen. Oleh karena itu, diperlukan sumber listrik cadangan yang berfungsi sebagai back-up daya saat terjadi pemadaman. Sistem Automatic Transfer Switch (ATS) berbasis PLC berfungsi untuk menjaga aliran daya listrik dan membutuhkan daya listrik dari sumber cadangan (baterai) dalam waktu yang singkat. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sistem Automatic Transfer Switch (ATS) 1 Phase berbasis Outseal PLC Mega V.3 untuk mengatur perpindahan sumber utama (PLN) ke sumber cadangan secara otomatis dan manual. Outseal PLC Mega V.3 digunakan sebagai kontrol utama dengan sensor tegangan PZEM-004T untuk mendeteksi gangguan tegangan dan proteksi keadaan overvoltage dan undervoltage. PLC dipilih sebagai kontrol utama karena memiliki kemudahan untuk mengatur semua output pada sistem ATS yang dibuat dengan bentuk pemograman berupa diagram ladder serta mengurangi penggunaan relai atau kontaktor dan membuat wiring lebih mudah dipahami. Metode pengendalian menggunakan program visual (ladder diagram) yang dibuat melalui software Outseal Studio. Penelitian ini mendukung pengembangan teknologi otomasi anak bangsa dan memberikan kemudahan akses serta pembelajaran bagi masyarakat dalam merancang dan memahami sistem ATS berbasis Outseal PLC. Hasil penelitian ini menghasilkan data yang dapat diketahui meliputi lama waktu perpindahan ATS dari PLN ke baterai sebesar 5,20 detik, lama waktu perpindahan ATS dari baterai ke PLN sebesar 5,11 detik. Pengujian sensor tegangan PZEM-004t memperoleh rata-rata eror sebesar 0,00632%. Pengujian sistem ATS terhadap beban terpasang diperoleh data konsumsi tegangan dan arus beban terhadap inverter lebih besar daripada ketika sumber daya listrik dari PLN.
Prototype PPG (Photoplethysmography) Secara Real-time sebagai Pendeteksi Dini Gangguan Detak Jantung Dilengkapi dengan Visual Graph pada Android Mulyani, Sri; Zarory, Hilman; Ullah, Aulia; Jufrizel, Jufrizel
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 6 No 2 (2024): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v6i2.1460

Abstract

Kesehatan jantung adalah faktor vital dalam menjaga kesehatan tubuh manusia. Salah satu teknologi terkini untuk pemantauan kesehatan jantung adalah PPG (Photoplethysmography), yang memberikan data esensial mengenai detak jantung dan kondisi kardiovaskular. Namun, teknologi PPG yang dikembangkan sebelumnya seringkali terbatas pada perangkat yang tidak portabel dan sulit untuk mendapatkan data kestabilan irama jantung yang lebih mendetail. Penelitian ini bertujuan mengembangkan prototype PPG secara real-time dengan visualisasi grafis di platform android. Perancangan perangkat keras melibatkan sensor MAX30102, Arduino Uno, dan modul ESP8266. Bagian perangkat lunak mencakup pengembangan antarmuka pengguna menggunakan Cocos2d-x dan Android Studio, memungkinkan visualisasi sinyal PPG, pengukuran BPM (Beat Per Minute), serta statistik seperti rata-rata BPM, 10 periode sinyal, dan standar deviasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa prototype mampu menampilkan sinyal PPG dengan baik dan stabil dalam 4.07 detik setelah penempatan jari pada sensor, menghasilkan nilai BPM dalam 5.92 detik, nilai rata-rata BPM dalam 11.49 detik, dan memulihkan stabilitas sinyal dalam 3.27 detik setelah gangguan input. Error mencapai 2.91% untuk nilai BPM dan 2.13% untuk nilai rata-rata BPM. Penelitian ini menggunakan alat deteksi detak jantung secara real-time dengan respon dan akurasi yang baik.
Implementasi Kendali PID pada Kecepatan Motor DC Sebagai Media Pembelajaran Berbasis Arduino dan LabVIEW Azim, Fauzan; Ullah, Aulia; Jufrizel, Jufrizel; Faizal, Ahmad
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 6 No 2 (2024): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v6i2.1461

Abstract

Pemahaman konsep kendali PID merupakan elemen penting dalam elektronika instrumentasi, terutama di sektor industri. Pembelajaran yang masih menggunakan metode simulasi, tentu hasilnya tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat media pembelajaran sistem kendali PID praktis dengan tampilan antarmuka yang inovatif dan informatif untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa di bidang teknik kendali. Alat ini menggunakan Arduino Uno sebagai perangkat akuisisi data dan perangkat lunak LabVIEW sebagai antarmuka. Sensor IR Optocoupler LM393, sensor tegangan, dan sensor ACS712 digunakan untuk membaca kecepatan putaran, tegangan, dan arus motor DC. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem tanpa kendali menghasilkan kesalahan sebesar 16% sedangkan sistem dengan kendali PID menghasilkan kesalahan sebesar 4.4%. Selanjutnya, hasil pengujian terhadap gangguan kendali PID sistem mampu menjaga kestabilannya dengan baik dibandingkan tanpa kendali. Melalui uji evaluasi usability dengan mahasiswa sebagai responden menunjukkan nilai rata-rata sebesar 92,3 %. Jadi dengan demikian, alat ini dapat menjadi solusi efektif bagi mahasiswa untuk mempelajari konsep kendali PID secara langsung.
Characteristics of UHF Propagation Channels Due to the Impact of Vegetation on WSN in The Tropical Forests Kurniawati, Indah; Akbar, Ridho; Astomo, Reynanda Bagus
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 7 No 1 (2025): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v7i1.1494

Abstract

The use of wireless communication in a wireless sensor network, especially in smart gardens, requires information about the amount of attenuation caused by vegetation. Therefore, measurements were made of the Received Signal Strength Indicator (RSSI) received by the XBee S2C device in the Bamboo Forest area, Surabaya, for several different lengths of vegetation depth and antenna height. From the measurement results, it is known that there is no significant difference between RSSI for antenna heights of 1 m and 2 m, while better RSSI is obtained for antennas with a height of 3 m. The antenna used is a vertical monopole antenna for the 2.4 GHz frequency. This is because, at an antenna height of 3 m, the number of vegetation that becomes obstacles is less than that of antennas of 1 m and 2 m. From the measurement results, it is also known that with this antenna height, data packets can be received up to a vegetation depth of 80 m. Then, the attenuation resulting from the calculation shows that the resulting trend is in accordance with the attenuation trend with the Weissberger, ITU-R, and FITU-R models but with higher values. Differences in measurement methods, locations, obstacles, and different climates and weather can cause this. To predict attenuation at a certain vegetation depth distance, based on the results of the attenuation calculation, a linear equation for calculating attenuation as a function of distance is created of the attenuation calculation, a linear equation for calculating attenuation as a function of distance is created.

Page 8 of 10 | Total Record : 97