cover
Contact Name
Rika Puspita Sari MZ
Contact Email
rika_puspita@um-palembang.ac.id
Phone
+6282281007455
Journal Mail Official
jurnalediblefpump@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani 13 Ulu Palembang telp (0711)511731 email : edible@um-palembang.ac.id http://jurnal.um-palembang.ac.id/edible
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Edible : Jedb
ISSN : 23014199     EISSN : 24432113     DOI : https://doi.org/10.32502/jedb.v9i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Edible discusess the relust of agricultural research in the field of food science and technology. Jurnal ini membahas tentang hasil-hasil penelitian pertanian di bidang ilmu dan teknologi pangan, Seperti : Pasca Panen,Pengolahan Pangan, Rekayasa Pangan, Gizi Pangan , Mikrobiologi Pangan Serta Pangan lainnya yang belum disebutkan. Merupakan hasil dari penelitian dosen Fakultas Pertanian UM Palembang dan penulis dari luar Universitas Muhammadiyah Palembang.
Articles 106 Documents
PEMBUATAN TEPUNG PEMPEK DENGAN JENIS IKAN YANG BERBEDA Wulandari, Nanda; Murtado, Asep Dodo; Yani, Ade Vera
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 4, No 1 (2015): Edible
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v4i1.476

Abstract

Pembuatan Tepung Pempek Dengan Jenis Ikan Yang Berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu dari tepung pempek yang dihasilkan dari berbagai jenis ikan yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan dilaboratorium Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang dan Balai Riset dan Standarisasi Industri Palembang pada bulan Maret sampai dengan bulan Agustus 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara non faktorial dengan faktor pelakuan jenis ikan yang berbeda terdiri dari tiga perlakuan dan diulang sebanyak empat kali. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah analisis kimia adalah kadar protein dan kadar karbohidrat, uji fisik meliputi derajat keputihan dan rendemen serta uji inderawi meliputi warna dan aroma menggunakan metode hedonik. Perlakuan I1 berpengaruh sangat nyata terhadap kadar protein tepung pempek dengan kadar protein tertinggi 18,54 %, perlakuan I2 berpengaruh sangat nyata terhadap kadar karbohidrat tepung pempek dengan kadar tertinggi 73,31%, perlakuan I3 berpengaruh sangat nyata terhadap derajat keputihan tepung pempek dengan nilai 89,43% serta rendemen I2 berpengaruh sangat nyata pada tepung pempek dengan nilai 53,32%. Hasil uji inderawi menggunakan metode hedonik berpengaruh nyata terhadap warna dan aroma. Untuk warna tertinggi terdapat pada perlakuan I3 dengan nilai 3,91 (kriteria agak disukai) dan untuk aroma tertinggi terdapat pada perlakuan I1 yaitu tepung pempek ikan gabus dengan nilai 3,87 (kriteria agak disukai).
PENERAPAN MANAJEMEN MUTU: TAPE UBI KAYU DALAM KEMASAN BAMBU Muchsiri, Mukhtarudin
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 1, No 1 (2012): Edible
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v1i1.481

Abstract

Tapai Ubi kayu merupakan produk pangan fermentasi yang merupakan salah satu jenis pengolahan modern yang minimal kehilangan nutria dalam proses dan maksimal dalam ketersediaan nutrisi yang dapat diserap tubuh. Kenyataannya masih banyak produksi pangan fermentasi termasuk tapai ubi kayu yang diproses secara tradisional. Proses fermentasi ubi kayu secara tradisional sering dikaitkan dengan higinitas dan sanitasi yang rendah. Kemasan tapai ubi kayu juga menjadi perhatian karena tidak beranjak dari daun dan plastik, sehingga tidak mampu menahan tekanan. Oleh karena itu ditawarkan konsep manajemen mutu dan kemasan yang sederhana, elegan dan memenuhi criteria fungsi kemasan yaitu kemasan bambu.
KEHILANGAN VITAMIN C PADA CUKA PEMPEK AKIBAT PENYIMPANAN DARI PERLAKUAN PENAMBAHAN ASAM DAN JENIS ASAM Alhanannasir, Alhanannasir
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 2, No 1 (2013): Edible
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v2i1.486

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan  terhadap  kandungan vitamin C pada cuka pempek dari perlakuan jenis jeruk dan penambahan asam, dan untuk mengetahui pengaruh  lama penyimpanan  terhadap kehilangan vitamin C. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang berlangsung dari bulan April sampai bulan September 2012. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan penambahan asam (A) dan jenis asam (J) dengan enam kombinasi perlakuan dan tiga kali ulangan. Pengamatan meliputi Vitamin C saat sudah dibuat atau proses dan setelah penyimpanan selama 6 hari. Perlakuan penambahan asam (A) berpengaruh sangat nyata terhadap vitamin C. Nilai rata-rata tertinggi kadar vitamin C 1,169 pada perlakuan A2 (setelah pemanasan) dan, nilai rata-rata terendah kadar vitamin C 0,967 pada perlakuan A1.  Perlakuan jenis asam (J) berpengaruh sangat nyata terhadap vitamin C. Nilai rata-rata tertinggi kadar vitamin C 1,338 pada perlakuan J2 (jeruk kunci), nilai rata-rata terendah kadar vitamin C 0,751 pada perlakuan J3 (jeruk lemon). Perlakuan kombinasi perlakuan penambahan asam (A) dan perlakuan jenis asam (J) terhadap vitamin C berpengaruh tidak nyata dan terhadap vitamin C.  Nilai rata-rata terendah kadar vitamin C 0,627 pada perlakuan A1J3, nilai rata-rata tertinggi kadar vitamin C 1,465 pada perlakuan A2J2.
KARAKTERISTIK SENSORIS PERMEN “PANDANUS HARD CANDY” DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI EKSTRAK DAUN PANDAN Iswandi, Donni; Murtado, AD; Domonita, Heni
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 2, No 1 (2013): Edible
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v2i1.519

Abstract

This study aims to determine the range of concentrations of pandan leaf extract against candy "pandanus hard candy". This research has been carried out in the Laboratory of the Faculty of Agriculture, University of Muhammadiyah Palembang October 2012 to April 2013. This research method using a randomized block design arranged in a non-factorial consisted of five treatments extraction repeated five times with each treatment is D1 (pandan extract 5 ml, glucose syrup 350g, 190 g sugar, and margarine 5 g), D2 (pandan extract 10 ml, glucose syrup 350g, 190 g sugar, and margarine 5 g), D3 (15 ml pandan extract, glucose syrup 350g, 190 g sugar, and margarine 5 g), D4 (pandan extract 20 ml , glucose syrup 350g, 190 g sugar, and margarine 5 g), and D5 treatment (25 ml pandan extract, glucose syrup 350g, 190 g sugar, and margarine 5 g). Parameters observed in the study consisted of chemical analysis covering the water content and vitamin C, while sensory consists of color and flavor. The results showed that the formulation very significant effect on the moisture content, vitamin C. Organoleptic assessment showed that the formulation significantly affect the flavor, color, "Pandanus Hard Candy". From the results of the study concluded that D5 treatment produces candy "Pandanus Hard Candy" with the best water content (2,169%), vitamin C (4,359 mg/100g), color (4,00), aroma (3,66) and the sense of (3,76) with the criteria somewhat favored until as well as preferred by the panelists.
KAJIAN MUTU DAN NILAI TAMBAH PERBANDINGAN KEONG SAWAH DAN JAMUR TIRAM PUTIH PADA PEMPEK LENJER Farado, Chairiel; Dasir, Dasir; Yani, Ade Vera
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 6, No 1 (2017): Edible
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v6i1.627

Abstract

Research on the topic "Quality Review and Analysis of the Added Value By Comparison Apple Snail (Pila ampullacea) and White Oyster Mushroom On Making Pempek Lenjer", using a randomized block design (RAK) which were arranged in a non factorial by comparison apple snail (Pila ampullacea) and white oyster mushroom factors which consists of five levels of treatment factor and repeated 4 (four) times. The parameters were observed in this study, chemical analysis includes the levels of protein and fiber content on pempek lenjer. Organoleptic test covering the aroma, taste and color with hedonic test and the level of elasticity with ranking test on pempek lenjer. While the analysis of the added value includes the added value on pempek lenjer from white oyster mushroom and apple snail. While organoleptic tests include aroma, taste and color with preference level test which conducted on pempek lenjer by comparison apple snail and white oyster mushroom. The highest protein content was found at S4 treatment (apple snail 100%: white oyster mushroom 0%) with an average value 14.02%. And the lowest protein content was found at S0 treatment (apple snail 0%: 100% white oyster mushroom) with an average value 5.98%. The highest fiber content was found at S0 treatment (apple snail 0%: 100% white oyster mushroom) with an average value 2.19% and lowest fiber content was found at S4 treatment (100% apple snail: white oyster mushroom 0%) with an average value 0.03%. The highest pleasure levels value of pempek lenjer aroma was found in S2 treatment (apple snail 50%: white oyster mushroom 50%) with an average value of 3.95 (rather preferred criteria). The highest pleasure levels value of pempek lenjer taste was found in S2 treatment (apple snail 50%: 50% of white oyster mushroom) with an average value 4.00 (preferred criteria). The highest pleasure levels value of the pempek lenjer colors was found in the treatment S1 (apple snail 0%: white oyster mushroom 100%) with an average value 4.30 (preferred criteria).
PENGARUH KONSENTRASI DAN BAGIAN TEPUNG BATANG, DAUN DAN BUNGA KECOMBRANG (Nicolaia spesiosa Horan) TERHADAP JUMLAH MIKROBA CUKO PEMPEK SELAMA PENYIMPANAN Andriansyah, Riki; Muchsiri, Mukhtarudin; Alhanannasir, Alhanannasir
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 6, No 1 (2017): Edible
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v6i1.632

Abstract

The aims of research to determined the total microbial of cuko pempek by preservatives such as flour stems, leaves and flowers kecombrang and to determine the organoleptic properties of the color, flavor and aroma cuko pempek before and after 12 days of storage. This research has been conducted in labaratorium Faculty of Agriculture, University of Muhammadiyah Palembang and the laboratory of Research and Industry Standards Palembang in July until August 2016. This study uses a randomized block design (RAK) arranged as factorial with the addition of flour treatment factor stems, leaves and flowers kecombrang on making cuko pempek which consists of three groups and consists of nine treatment factors were repeated three times. The parameters were observed in the study include chemical analysis (pH), microbiological (TPC and Gram Strain) and organoleptic (color, taste and aroma) cuko pempek based preference level using hedonic scale. Concentration flour stems, leaves and flowers kecombrang very significant effect on the number of microbes and organoleptic cuko pempek after storage. Treatment K3C3 (flour interest kecombrang 3%) had the lowest total microbes after 12 days of storage with the value of the average 1,10x 10² sel/g. best value preference level of the color, flavor and aroma cuko pempek after 12 days of storage are in treatment K3C3 (flour flower kecombrang 3%) with the average value color 3,55, flavor 4,00 dan aroma 3,75.
PENAMBAHAN CARBOXY METHYL CELLULOSE (CMC) TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA, FISIKA DAN SENSORIS SAUS CUKO PEMPEK Iman, Nur; Dasir, Dasir; Alhanannasir, Alhanannasir
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 5, No 1 (2016): Edible
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v5i1.637

Abstract

Penambahan Carboxy Methyl Cellulose (CMC) terhadap karakteristik kimia, fisika, dan sensoris saus cuko pempek. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan Carboxy Methyl Cellulose (CMC) terhadap karakteristik kimia, fisika, dan sensoris saus cuko pempek. Penelitian ini Alhamdulillah telah dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian Univeritas Muhammadiyah Palembang dan Laboratorium Kimia dan Mikrobiologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Palembang Maret 2015 sampai dengan bulan Agustus 2015.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara non faktorial dengan faktor perlakuan penambahan CMC yang terdiri dari lima tingkat faktor perlakuan yaitu 1,0%, 1,5%, 2,0%, 2,5%, dan 3,0% yang diuji sebanyak empat kali ulangan. Adapun parameter yang diamati dalam penelitian ini, untuk analisis kimia meliputi kadar gula total dan pH dan uji fisik viskositas. Sedangkan uji organoleptik meliputi aroma dan rasa pada saus cuko pempek menggunakan uji hedonik. Hasil penelitian berpengaruh sangat nyata terhadap kadar gula total, pH, dan viskositas saus cuko pempek. Kadar gula total tertinggi terdapat pada perlakuan C5 dengan nilai rata-rata 33,720% dan kadar gula total terendah terdapat pada perlakuan C1 dengan nilai rata-rata 32,803%, pH tertinggi terdapat pada perlakuan C5 dengan nilai rata-rata 6,60 dan pH terendah terdapat pada perlakuan C1 dengan nilai rata 6,05, dan viskositas tertinggi terdapat pada perlakuan C5 dengan nilai rata-rata 400,53 dan viskositas terendah terdapat pada perlakuan C1 dengan nilai rata 17,38. Hasil analisis uji organoleptik dengan uji hedonik pada aroma dan rasa saus cuko pempek. Berdasarkan uji friedman pada aroma diperoleh nilai T-kritik sebesar 0,59. Nilai tersebut jumlahnya lebih kecil (<) dari nilai F-tabel 0,05 pada derajat bebas (4,96) sebesar 2,46. Berarti penambahan CMC (Carboxy Methyl Cellulose) berpengaruh tidak nyata terhadap aroma saus cuko pempek dan tidak dilakukan uji lanjut (Uji Conover), dan rasa diperoleh nilai T-kritik sebesar 0,48. Nilai tersebut jumlahnya lebih kecil (<) dari nilai F-tabel 0,05 pada derajat bebas (4,96) sebesar 2,46. Berarti penambahan CMC (Carboxy Methyl Cellulose) berpengaruh tidak nyata juga terhadap rasa saus cuko pempek dan tidak dilakukan uji lanjut (Uji Conover).
PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR PADA PEMBUATAN KERUPUK IKAN SEPAT SIAM Muchsiri, Mukhtarudin; Idealistuti, Idealistuti; Ambiyah, Rizal
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 7, No 1 (2018): Edible: Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v7i1.1656

Abstract

ABSTRACT The objective of this research is to know the fortification of different flour moring on the resulting crayfish cracker, to know the fortification of different maize flour on the protein content and the water content of the resulting Siam sponge crackers and to know the fortification of different kelor leaf flour on the color, the aroma , taste and crunchiness of fish crackers. This research was conducted in the laboratory of Agriculture Faculty of Muhammadiyah University of Palembang and in the laboratory of Research Center and Industrial Standardization of Palembang in April 2017 until April 2018. This research used Randomized Block Design (RAK), hedonic test and test ranking. Fortification of kelor leaf flour significantly affected protein content and water content of Siamese fish crackers. The highest protein content and the lowest water content of Siamese fish crackers were found in treatment of P3 (fortification of 3% moringa flour from fish meat weight) with an average value of 10.79% and 13.58%. The result of organoleptic test of fish crackers of siamese fish is done to the color, aroma, taste and the level of crispness. The result of hedonic test of color, flavor, taste and crunchiness of Siamese fish cracker cracker with the highest favorite level value is found in P3 treatment (fortification of 3% moringa flour from fish meat weight) with an average value of 3.50 (preferred criteria) 3.95 (criteria rather preferred by panelists), 4.30 (criteria favored by panelists) and 0.48 (crunching criteria). ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan tepung daun kelor yang berbeda pada kerupuk ikan sepat siam yang dihasilkan, mengetahui penambahan tepung daun kelor yang berbeda pada kadar protein dan kadar air kerupuk ikan sepat siam yang dihasilkan dan mengetahui penambahan tepung daun kelor yang berbeda pada  warna, aroma, rasa dan tingkat kerenyahan  kerupuk ikan sepat siam yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang dan di laboratorium Balai Riset dan Standardisasi Industri Palembang  pada bulan April 2017 sampai dengan bulan April 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), uji hedonic dan uji ranking. Penambahan  tepung daun kelor berpengaruh sangat nyata terhadap kadar protein dan kadar air kerupuk ikan sepat siam. Kadar protein tertinggi dan kadar air terendah kerupuk ikan sepat siam terdapat pada perlakuan perlakuan P3 (Penambahan tepung daun kelor 3% dari berat daging ikan) dengan nilai rata-rata 10,79% dan 13,58%. Hasil uji organoleptik kerupuk ikan sepat siam dilakukan terhadap warna, aroma, rasa dan tingkat kerenyahan. Hasil uji hedonik warna, aroma, rasa dan tingkat kerenyahan kerupuk ikan sepat siam dengan nilai tingkat kesukaan tertinggi terdapat pada perlakuan P3 (Penambahan  tepung daun kelor 3%  dari berat daging ikan) dengan  nilai rata-rata 3,50 (kriteria agak disukai), 3,95 (kriteria agak disukai panelis), 4,30 (kriteria disukai panelis) dan 0,48 (kriteria renyah).
NILAI SENSORIS AROMA DAN RASA PEMPEK DARI JENIS OLAHAN DAGING IKAN PATIN (Pangasius pangasius)DAN PERBANDINGAN TEPUNG TAPIOKA Nasir, Alhanan; Dasir, Dasir; Patimah, Siti
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 8, No 1 (2019): Edible : Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v8i1.3442

Abstract

Pempek merupakan salah satu pangan yang berbahan nabati dan hewani, pempek mempunyai berbagai bentuk seperti pempek adaan, pempek lenjer, pempek pistel, pempek kulit, dan pempek panggang. Ikan patin (Pangasius pangasius) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang mudah dibudidayakan sehingga ketersediaan ikan patin terus meningkat. Ikan patin dapat dijadikan sebagai bahan baku pembutan pempek dengan dijadikan produk olahan surimi ikan patin. Tepung tapioka merupakan bahan tambahan tepung yang terbuat dari pati singkong yang ditambahkan dalam pembuatan pempek dengan perbandingan yang berbeda akan menghasilkan pempek dengan kadarprotein juga berbeda. Perlakuan jenis olahan daging ikan patin yang berbeda dengan perbandingan tepung tapioka akan menghasilkan pempek dengan kadar protein serta sensoris warna dan rasa yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan Faktorial menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor jenis olahan daging ikan patin dan faktor tepung tapioka yang membentuk enam kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali.Jenis olahan daging ikan patin dan tepung tapioka berpengaruh nyata terhadap aroma. Nilai kesukaan tertinggiterhadap aroma pada perlakuan I2T2 (surimi ikan patin 1,00 bagian : tepung tapioka 1,00 bagian) dengan nilai rata-rata 4,30 (kriteria suka) dan nilai terendah terhadap aroma pada perlakuan I1T3 dengan nilai rata-rata 3,20 (kriteria agak suka). Jenis olahan daging ikan patin dan tepung tapioka terhadap rasa pempek berpengaruh tidak nyata terhadap rasa pempek. Nilai kesukaan tertinggi terhadap rasa perlakuan I2T2 dengan nilai rata-rata 3,85 (kriteria agak suka) dan nilai kesukaan terendah terhadap rasa pada perlakuan I1T2 (daging lumat ikan patin 1,00 bagian : tepung tapioka 1,00 bagian) dengan nilai rata-rata 3,05 (kriteria agak suka).
Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Kandungan Formalin Pada Produk Terasi (Shrimp Paste) yang Diperdagangkan di Pasar Sentral Kota dan Pasar Sentral Wua-Wua Hardinata, Wayan; Karimuna, La; Asyik, Nur
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 8, No 1 (2019): Edible : Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v8i1.3449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan formalin pada terasi yang diperdagangkan di Pasar Sentral Kota dan Pasar Sentral Wua-Wua. Metode analisis yang digunakan yaitu metode Fenilhidrazin dan uji kuantitatif (Metode Titrasi). Uji kualitatif bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya formalin pada terasi, sedangkan uji kuantitatif bertujuan untuk mengetahui berapa kadar formalin yang terkandung pada terasi yang diperdagangkan di Pasar Sentral Kota dan Pasar Sentral Wua-Wua. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa sampel yang diambil dari 6 sampel Pasar Sentral Kota dan Pasar Sentral Wua-Wua 5 sampel positif mengandung formalin. Rata-rata persentase kadar formalin di lokasi Pasar Sentral Kota (A2) sebesar 77 mg/kg dan 54,6 mg/kg (A3). Pasar Sentral Wua-Wua (B1) 60 mg/kg, (B2) 66,7 mg/kg dan (B3) 107,2 mg/kg. Hasil penelitian menghasilkan simpulan  terdeteksinya penggunaan formalin pada 5 sampel produk terasi yang beredar di lokasi Pasar Sentral Kota dan Pasar Sentral Wua-Wua kota Kendari.

Page 2 of 11 | Total Record : 106