cover
Contact Name
Rika Puspita Sari MZ
Contact Email
rika_puspita@um-palembang.ac.id
Phone
+6282281007455
Journal Mail Official
jurnalediblefpump@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani 13 Ulu Palembang telp (0711)511731 email : edible@um-palembang.ac.id http://jurnal.um-palembang.ac.id/edible
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Edible : Jedb
ISSN : 23014199     EISSN : 24432113     DOI : https://doi.org/10.32502/jedb.v9i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Edible discusess the relust of agricultural research in the field of food science and technology. Jurnal ini membahas tentang hasil-hasil penelitian pertanian di bidang ilmu dan teknologi pangan, Seperti : Pasca Panen,Pengolahan Pangan, Rekayasa Pangan, Gizi Pangan , Mikrobiologi Pangan Serta Pangan lainnya yang belum disebutkan. Merupakan hasil dari penelitian dosen Fakultas Pertanian UM Palembang dan penulis dari luar Universitas Muhammadiyah Palembang.
Articles 110 Documents
KARAKTERISTIK KIMIA PEMPEK IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus var ) DENGAN PENAMBAHAN ISOLATE SOY PROTEIN Haisa, Haisa; Murtado, Asep Dodo
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 13, No 2 (2024): Edible : Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v13i2.9254

Abstract

Pempek merupakan makanan khas Palembang. Umumnya terbuat dari ikan gabus, tenggiri dan ikan kakap. Upaya inovasi produk pempek dengan ikan budidaya seperti ikan lele sangkuriang yang melimpah dan mudah diperoleh serta penambahan Isolate Soy Protein (ISP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Isolate Soy Protein terhadap karakteristik kimia pempek ikan lele. Metode yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan 5 perlakuan yaitu V0 (0 % ISP), V1 (2 % ISP), V2 (4% ISP), V3 (6% ISP) dan V4 (8% ISP) dan 3 kali ulangan. Parameter yang diamati adalah kadar protein dan kadar air pempek yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ISP berpengaruh nyata terhadap karakteristik kimia pempek ikan lele. Kadar protein tertinggi terdapat pada perlakuan V4 dengan nilai rata-rata 20,19% dan terendah pada dengan nilai rata-rata 11,36%. Kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan V0 dengan nilai rata-rata 60,17% dan terendah pada perlakuan V4 dengan nilai rata-rata 55,99%.
KARAKTERISTIK KIMIA BOLU KOJO DENGAN PERBANDINGAN TEPUNG SUKUN DAN TEPUNG TERIGU Mukholadun, Kgs M. Wildan; Alhanannasir, Alhanannasir
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 13, No 1 (2024): Edible : Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v13i1.9637

Abstract

Salah satu jenis bolu khas Provinsi Sumatera Selatan, dan cukup terkenal di kota Palembang dan sekitarnya yaitu Bolu Kojo. Bolu kojo memiliki tekstur yang padat dan lembut, gurih  dan berwarna hijau. Buah sukun berpotensi sebagai bahan Inovatif untuk pengembangan produk bolu kojo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbandingan tepung sukun dan tepung terigu terhadap karakteristik kimia bolu kojo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan perlakuan perbandingan tepung sukun dan tepung terigu. Perbandingan tepung sukun dan tepung terigu yaitu 30 % : 70 % (D1), 40 % : 60 % (D2), 50 : 50 % (D3), 60 % : 40% (D4), dan 70 % : 30 % (D5) dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan tepung sukun dan tepung terigu berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air dan kadar karbohidrat pada bolu kojo. Nilai kadar air terendah terdapat pada perlakuan D1 dengan nilai rata-rata 36,728% dan nilai tertinggi terdapat pada perlakuan D5 dengan nilai rata-rata 40,635%. Nilai kadar karbohidrat tertinggi terdapat pada perlakuan D5 dengan nilai rata-rata 46,838% dan nilai terendah terdapat pada perlakuan D1 dengan nilai rata-rata 42,740%.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA) TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA DAN FISIK CUKO KENTAL Yani, Ade Vera; Dasir, Dasir; Prayoga, Ananda Riski
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 14, No 1 (2025): Edible : Jurnal penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v14i1.9987

Abstract

Cuko pempek adalah saus pendamping yang disajikan bersama pempek untuk membantu meningkatkan rasa pempek. Tanaman rosella memiliki potensi sebagai antioksidan, zat pewarna alami, antibakteri dan sumber pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa) terhadap karakteristik fisik, kimia dan organoleptik Pada Pembuatan Cuko Kental. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang dan di Laboratium Universitas Sriwijaya pada bulan Agustus sampai dengan September 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara non faktorial dengan lima perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali ulangan. Faktor Penelitiannya adalah cuko kental dengan penambahan ekstrak bunga rosella 3 %, 6 %, 9 %, 12 %, 15 %. Peubah yang diamati meliputi uji viskositas dan uji kadar vitamin c. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan ekstrak bunga rosella berpengaruh tidak nyata terhadap viskositas dan kadar vitamin C cuko kental. Viskositas tertinggi terdapat pada perlakuan R5 (11.01 mPa.s). Kadar vitamin c tertinggi terdapat pada perlakuan R5 (20.20 mg).
PENGARUH PERBANDINGAN TEPUNG TAPIOKA DAN TEPUNG TERIGU TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA BROWNIES KUKUS Suyatno, Suyatno; Dasir, Dasir; Tamba, Khairunissa BR
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 14, No 1 (2025): Edible : Jurnal penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v14i1.9988

Abstract

Inovasi dalam pengolahan produk pangan sering kali melibatkan modifikasi komposisi bahan dasar untuk menghasilkan tekstur dan cita rasa yang optimal. Tepung tapioka dan tepung terigu merupakan dua jenis tepung yang umum digunakan dalam produk berbasis kukus, di mana masing-m3asing memiliki karakteristik fisik dan kimia yang berbeda. Tujuan penelian ini untuk melihat pengaruh perbandingan tepung tapioka dan tepung terigu terhadap sifat fisik dan kimia brownies kukus dan formulasi terbaik. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan lima perlakuan perbandingan tepung tapioka dan tepung terigu yaitu 90 % : 10 % (T1), 70 % : 30 % (T2), 50 % : 50 % (T3), 30 % : 70 % (T4) dan 10 % : 90 % (T5) yang diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati yaitu kadar air, kadar gula total dan volume pengembangan brownies kukus yang dihasilkan. Analisis data menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNJ dengan taraf signifikansi 5 % dan 1 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan tepung tapioka dan tepung terigu berpengaruh sangat nyata terhadap kadai air, kadar gula total dan volume pengembangan brownies kukus. Perlakuan T5 merupakan perlakuan dengan nilai rata – rata tertinggi baik kadar air (33.67), kadar gula total (37.54), dan volume pengembangan (6.00) dan perlakuan T1 merupakan perlakuan dengan nilai rata – rata terendah baik kadar air (33.63), kadar gula total (35.29), dan volume pengembangan (3.79).
KARAKTERISTIK KIMIA PEMPEK IKAN KAKAP MERAH (LUTJANUS CAMPECHANUS) DENGAN PENAMBAHAN ISOLATE SOY PROTEIN idealistuti, idealistuti; Yani, Ade Vera; Rahman, Rike
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 14, No 1 (2025): Edible : Jurnal penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v14i1.10225

Abstract

Salah satu inovasi dalam pengembangan pempek sebagai makanan lokal Kota Palembang yaitu dengan penambahan Isolat Soy Protein (ISP). Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan isolate soy protein terhadap karakteristik kimia dan sensoris pempek ikan kakap merah (Lutjanus campechanus). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Universitas Muhammadiyah Palembang dan Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara Non Faktorial dengan lima perlakuan yaitu P0 (tanpa penambahan isolate soy protein), P1 (isolate soy protein 2 %), P2 (isolate soy protein 4 %), P3 (isolate soy protein 6 %), P4 (isolate soy protein 8 %). Parameter yang diamati meliputi analisis kimia (protein dan kadar air). Hasil menunjukan bahwa penambahan isolate soy protein berpengaruh nyata terhadap kadar air dan protein. Nilai kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan P0 dengan rata-rata 56,39 % dan terendah terdapat pada perlakuan P4  dengan rata-rata 52,31%. Nilai kadar protein tertinggi terdapat pada perlakuan P4 dengan rata- rata 23,05% dan terendah terdapat pada perlakuan P0 dengan rata-rata 10,39 %.
REVIEW : EFEKTIVITAS EKSTRAK BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM L) TERHADAP PERTUMBUHAN TOTAL MIKROBA, STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN ESCHERICHIA COLI PADA BAHAN PANGAN Anantasya, Galuh Mutia; Sari, Bela Indria; Suyatno, Suyatno; Sari MZ, Rika Puspita
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 14, No 1 (2025): Edible : Jurnal penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v14i1.10230

Abstract

Salah satu teknik pengawetan dengan menambahkan bahan tambahan pangan alami yaitu bawang putih. Review literatur  ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas ekstrak bawang putih (Allium sativum L.) sebagai penghambat pertumbuhan total mikroba, Staphylococcus aureus dan Escherichia coli pada tahu putih dan ikan bandeng. Metode yang digunakan yaitu studi literatur dengan menelaah tiga jurnal utama dan beberapa jurnal pendukung. Hasil kajian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak bawang putih mampu menurunkan  jumlah total mikroba (Total Plate Count /TPC) dan menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli secara signifikan dibandingkan kontrol pada tahu putih dan ikan bandeng. Efektivitasnya bervariasi tergantung jenis bahan pangan dan konsentrasi yang digunakan. Dibandingkan dengan larutan antibakteri komersial, ekstrak bawang putih memiliki efektivitas yang sama terhadap penghambatan Escherichia coli, namun tidak efektif untuk Staphylococcus aureus
SIFAT KIMIA PEMPEK IKAN TENGGIRI (Scomberomorus Commerson) DENGAN PENAMBAHAN ISOLATE SOY PROTEIN Dasir, Dasir
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 14, No 2 (2025): Edible : Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v14i2.10893

Abstract

Makanan khas merupakan identitas suatu daerah yang dapat membedakan dengan daerah lain, termasuk pempek. Salah satu upaya meningkatkan mutu pempek yaitu dengan menambahakan sumber protein nabati seperti isolate soy protein (ISP). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan ISP terhadap karakteristik kimia pempek ikan tenggiri dan menentukan formulasi terbaik berdasarkan sifat kimianya. Metode yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara non faktorial dengan lima perlakuan penambahan ISP sebanyak 0 % (I0), 2 % (I1 ), 4 % (I2 ), 6 % (I3 ) dan 8 % (I4), masing-masing sebanyak 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan isolate soy protein berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air dan kadar protein. Nilai kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan I0 dengan rata-rata 55,94 % dan terendah terdapat pada perlakuan I4 dengan rata-rata 54,42 %. Nilai kadar protein tertinggi terdapat pada perlakuan I4 dengan rata-rata 18,44 % dan terendah terdapat pada perlakuan I0 dengan rata-rata 12,45 %.
SIFAT SENSORIS PEMPEK IKAN TENGGIRI (Scomberomorus commerson) DENGAN PENAMBAHAN ISOLATE SOY PROTEIN Murtado, Asep Dodo
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 14, No 2 (2025): Edible : Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v14i2.10895

Abstract

Inovasi pempek harus terus dikembangkan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu kimia (nilai gizi) maupun mutu sensorisnya. Salah satu upaya tersebut yaitu dengan menambahkan  isolate soy protein (ISP) pada pembuatan pempek ikan tenggiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan isolate soy protein pada mutu sensori pempek tenggiri dan penerimaan panelis terhadap warna, aroma, rasa dan kekenyalannnya. Metode uji sensori atau organoleptik yang digunakan adalah uji hedonik dengan parameter warna, aroma, rasa dan kekenyalan pempek pada lima perlakuan penambahan isolate soy protein yaitu I0 (0 %), I1 (2 %), I2 (4 %), I3 (6 %), dan I4 (8 %). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ISP berpengaruh nyata terhadap warna, aroma, rasa dan kekenyalan pempek tenggiri. Respon skor penilaian kesukaan tertinggi panelis terhadap  warna, aroma, rasa dan kekenyalan terdapat pada perlakuan I2 masing-masing dengan nilai rata-rata 4,12 (kriteria disukai panelis), 3,92 (kriteria agak disukai panelis), 4,08 (kriteria disukai panelis) dan 4,20 (kriteria disukai panelis).
PENGARUH PERBANDINGAN TEPUNG UBI UNGU (Ipomoea batatas L.) DAN BEKATUL BERAS (Oryza sativa L.) TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK BRONIS KUKUS Suyatno, Suyatno; Restyaningsih, Mega Bella
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 14, No 2 (2025): Edible : Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v14i2.10900

Abstract

Bronis kukus merupakan salah satu jenis kue yang cukup populer di Indonesia. Upaya inovasi bronis menggunakan tepung ubi ungu dan bekatul beras untuk menghasilkan cita rasa yang unik. Perbandingan tepung ubi ungu dan bekatul beras berpengaruh nyata terhadap volume pengembangan, warna, aroma, rasa dan berpengaruh sangat nyata terhadap tekstur bronis kukus. Metode organoleptik yang digunakan adalah metode uji hedonik untuk parameter warna, aroma, rasa, sementara uji ranking untuk parameter tekstur. Hasil menunjukkan bahwa respon skor warna, aroma dan rasa tertinggi terdapat pada perbandingan tepung ubi ungu 50 % : bekatul beras 50 %, masing-masing dengan nilai rerata 3,88 (kriteria agak disukai), 4,20 (kriteria disukai), 3,32 (kriteria agak disukai). Respon tekstur dengan kriteria paling lembut  terdapat pada perbandingan tepung ubi ungu 20 % : bekatul beras 80 %dengan nilai rerata 1,44.  
PENGARUH PERBANDINGAN TEPUNG UBI UNGU (Ipomoea batatas L.) DAN BEKATUL BERAS (Oryza sativa L.) TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA BRONIS KUKUS Idealistuti, Idealistuti; Restyaningsih, Mega Bella
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 14, No 2 (2025): Edible : Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v14i2.10901

Abstract

Bronis kukus merupakan salah satu jenis kue yang cukup populer di Indonesia. Kue ini dikenal dengan teksturnya yang lembut dan rasa manis yang khas. Penelitian ini menggunakan metode RAK (Rancangan Acak Kelompok) non faktorial dengan perlakuan perbandingan tepung ubi ungu dan bekatul beras dan diulang sebanyak 3 kali ulangan. Hasil menunjukan bahwa perbandingan tepung ubi ungu dan bekatul beras merah berpengaruh sangat nyata terhadap kadar gula total dan kadar air bronis kukus. Kadar gula total tertinggi bronis kukus terdapat pada perbandingan tepung ubi ungu 80 %: bekatul beras 20 %dengan nilai rerata 32,76 %, dan Kadar air tertinggi bronis terdapat pada perbandingan tepung ubi ungu 80 %: bekatul beras 20 %dengan nilai rerata 28,62 %.

Page 11 of 11 | Total Record : 110