cover
Contact Name
Maria Yulita C. Age
Contact Email
jurnalatmareksa@yahoo.com
Phone
+6281236374177
Journal Mail Official
cagemariayulita@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gatot Subroto, Km.3, Kel. Mautapaga, Kec. Ende Timur, Kab. Ende, NTT, 86317
Location
Kab. ende,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Atma Reksa : Jurnal Pastoral dan Kataketik
ISSN : 25277421     EISSN : 27979830     DOI : https://doi.org/10.53949/ar.v5i2
Atma Reksa : Jurnal Pastoral dan Kateketik. Jurnal Keagamaan Katolik, baik pendidikan keagamaan katolik, pastoral dan kateketik. Atma Reksa : Jurnal Pastoral dan Kateketik, telah ada sejak tahun 2016 dan diasuh oleh Dosen-dosen Stipar Ende
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 92 Documents
REVITALISASI ATMA REKSA: Wujud Integrasi Solidaritas Rasul Awam Maria Yulita C. Age
Atma Reksa : Jurnal Pastoral dan Kateketik Vol 6, No 1 (2021): Solidaritas dan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende, Jalan Gatot Subroto, KM 3. Tlp./Fax (0381) 250012

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53949/ar.v6i1.121

Abstract

Solidaritas adalah suatu sikap yang dapat dimiliki oleh setiap manusia yang didalamnya saling berkaitan dengan sebuah ungkapan perasaan seseorang atas rasa senasib dan sepenanggungan terhadap apa yang orang lain rasakan maupun kelompok itu sendiri. Solidaritas pun dapat diwujudnyatakan dalam sikap saling melayani rasul awam. Adapun rasul awam yang dimaksudkan dalam tulisan ini adalah para katekis atau guru agama. Artikel ini bertujuan memberikan gambaran tentang upaya menghidupkan kembali “atma reksa” yang berarti jiwa/roh pelayanan atau semangat melayani dalam diri rasul awam sebagai wujud solidaritas di masa pandemic. Konsili Vatikan II dengan tegas dan jelas telah memberikan keluhuran, panggilan, tugas perutusan, dan martabat kaum awam dalam dekrit Kerasulan Awam (Apostolicam Actuositatem). Metode yang digunakan dalam uraian ini adalah metode kepustakaan. Data dianalisis secara induktif dengan cara menguraikan hal-hal yang berkaitan dengan solidaritas kaum awam dalam terang roh pelayanan kemudian menarik kesimpulan atas uraian yang dipaparkan. Adapun hal-hal yang dipaparkan dalam tulisan ini antara lain makna atma reksa, gambaran tentang solidaritas rasul awam, dan wujud solidaritas rasul awam sebagai pendidik, sebagai petugas pastoral di masa pandemik.
PENGARUH PENERAPAN DISIPLIN BELAJAR TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWI ASRAMA PUTERI SEKOLAH TINGGI PASTORAL ATMA REKSA ENDE viktoria lelboy
Atma Reksa : Jurnal Pastoral dan Kateketik Vol 6, No 1 (2021): Solidaritas dan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende, Jalan Gatot Subroto, KM 3. Tlp./Fax (0381) 250012

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53949/ar.v6i1.95

Abstract

Tulisan ini berjudul “Pengaruh Penerapan Disiplin Belajar Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Mahasiswi di Asrama puteri Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende”. Tulisan ini dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan disiplin serta peningkatan belajar Mahasiswi asrama puteri  Sekolah Tinggi Pastoral  Atma Reksa Ende. Disiplin, adalah melatih melalui pengajaran atau pelatihan”. Disiplin berkaitan erat dengan proses pelatihan yang dilakukan oleh pihak yang memberi pengarahan dan bimbingan dalam kegiatan pengajaran. Disiplin menjadi peranan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif serta proses pembentukan pembelajaran yang teratur sekaligus penting bagi keberhasilan prestasi akademik bagi diri anak dan melalui penerapan disiplin di asrama dapat membantu kemampuan setiap anak untuk mencapai tujuan dan harapan. Belajar bukanlah suatu tujuan tetapi merupakan suatu proses untuk mencapai tujuan, yang merupakan langkah-langkah atau prosedur yang ditempuh. Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan.pengertian ini menitikberatkan pada interaksi antara individu dengan lingkungan. Didalam interaksi inilah terjadi serangkaian pengalaman-pengalaman belajar. Prestasi belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu disiplin belajar. Disiplin belajar bukan hanya tergantung pada faktor luar seperti orang tua, guru dan lingkungan tetapi yang paling penting disini adalah kedisiplinan diri sendiri. Cara disiplin belajar pada setiap mahasiswi untuk mencapai prestasi belajar berbeda-beda, seperti halnya disiplin mahasiswi asrama Stipar Ende. 
MENALAR HUBUNGAN AGAMA, PANCASILA DAN NEGARA DALAM MEMBANGUN MODERASI BERAGAMA DI ERA DISRUPSI DIGITAL Kristoforus Kopong
Atma Reksa : Jurnal Pastoral dan Kateketik Vol 6, No 1 (2021): Solidaritas dan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende, Jalan Gatot Subroto, KM 3. Tlp./Fax (0381) 250012

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53949/ar.v6i1.123

Abstract

Moderasi beragama terutama di era disrupsi digital merupakan hal yang sangat urgen bagi bangsa Indonesia.  Salah satu argumen penting hadirnya moderasi beragama di Indonesia adalah keragaman dan keberagamaan yang diyakini sebagai takdir Tuhan. Keragaman  dan keberagamaan meniscayakan adanya perbedaan, dan setiap perbedaan potensial melahirkan benturan dan konflik, seperti konflik antaragama, agama dengan Pancasila dan agama dengan negara. Hal ini dapat menimbulkan ketidakseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia. Oleh karena itu, setiap warga bangsa dan umat beragama perlu memahami pola hubungan antaragama, agama dengan Pancasila dan agama dengan negara serta menjadikan pola hubungan itu sebagai entry point dalam membangun moderasi beragama di era disrupsi digital. 
PERAN RELAWAN KELOMPOK KASIH INSANIS DALAM MENGANGKAT MARTABAT ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA DI KABUPATEN ENDE Kristoforus Kopong
Atma Reksa : Jurnal Pastoral dan Kateketik Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Pastoral dan Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende, Jalan Gatot Subroto, KM 3. Tlp./Fax (0381) 250012

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53949/ar.v6i2.136

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mencari tahu peran relawan KKI dalam mengangkat martabat ODGJ di Kabupaten Ende dan tantangannya. Riset ini menggunakan menggunakan metode kualitatif. Hasil riset menunjukkan ternyata KKI telah melakukan perannya dalam mengangkat martabat ODGJ dengan cara membantu dan melayani ODGJ. Terkait dengan itu KKI melakukan pendataan dan mengunjungi OGDJ, memberi obat, memberi makan, memandikannya, memberi pakian layak pakai, membebaskan ODGJ dari pasung, melakukan advokasi kesehatan jiwa, pemberdayaan  ODGJ untuk membangkitan fungsi produksi dan penggalian dana. Selain itu, KKI juga melawan stigma masyarakat dengan cara mengedukasi keluarga dan masyarakat melalui seminar-seminar dan melalui media massa serta media sosial. Dalam melasanakan peran-perannya tersebut, KKI mengalami tantangan-tantangan baik datang dari ODGJ berat, maupun sikap keluarga ODGJ dan stigma masyarakat terhadap OGDJ.  
BENTUK-BENTUK PENALARAN PARAGRAF ARGUMENTASI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 ENDE Maria Yulita C. Age
Atma Reksa : Jurnal Pastoral dan Kateketik Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Pastoral dan Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende, Jalan Gatot Subroto, KM 3. Tlp./Fax (0381) 250012

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53949/ar.v6i2.131

Abstract

Penalaran adalah proses berpikir yang sistematik dan logis untuk memperoleh sebuah simpulan (pengetahuan atau keyakinan). Dalam membuat karangan, baik karangan ilmiah maupun nonilmiah, penulis tidak sekedar menuangkan gagasan, tetapi terdapat fase-fase yang harus dilalui, yakni fase persiapan, penulisan (penuangan gagasan atau pengetahuan), dan perbaikan (pengeditan dan revisi). Selain melalui fase-fase tersebut, menulis karangan juga merupakan proses bernalar. Oleh karena itu, kemampuan bernalar harus dikuasai dalam kegiatan menulis sehingga pengungkapan ide atau gagasan benar-benar tertata secara sistematik agar mendapat simpulan yang sahih. Penelitian ini bertujuan menggambarkan bentuk penalaran dalam karangan siswa ke.las X SMA Negeri 1 EndePenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik studi dokumentasi. Peneliti mengambil data yang berupa paragraf argumentasi dari guru Bahasa Indonesia. Data tersebut ditulis oleh siswa saat jam pelajaran Bahasa Indonesia berlangsung. Setelah data terkumpul peneliti menganalisis teks dengan membaca seluruh sumber data untuk memahami data secara mendalam dan terperinci, selanjutnya peneliti mengidentifikasi data yang meliputi bentuk penalaran, data-data tersebut kemudian disalin dalam tabel pengumpulan data dan dimanfaatkan sebagai bahan analisis selanjutnya. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis mengalir. Menurut model alir analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penalaran dalam paragraf argumentasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Ende terdiri atas penalaran quasi logis (penalaran transitivitas dan hubungan timbal balik), penalaran generalisasi, penalaran kausalitas (sebab-akibat, sebab-akibat-sebab-akibat-akibat, sebab-akibat-akibat, sebab-sebab-akibat, sebab-akibat-sebab-akibat, akibat-akibat-akibat, sebab-akibat-akibat-akibat, sebab-sebab-akibat-akibat, akibat-sebab, sebab-akibat-sebab, akibat-sebab-sebab, akibat-sebab-sebab, akibat-sebab-akibat, sebab-sebab-sebab-akibat), dan bentuk penalaran koeksistensial (tindakan).
KORUPSI: ABSENNYA KEADILAN DAN CINTA (Studi terhadap Deus Caritas Est art. 28) Albertus Magnus Rea
Atma Reksa : Jurnal Pastoral dan Kateketik Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Pastoral dan Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende, Jalan Gatot Subroto, KM 3. Tlp./Fax (0381) 250012

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53949/ar.v6i2.137

Abstract

Kasus korupsi masih menjadi penyakit bagi bangsa Indonesia. Setiap tahun, aparat penegak hukum, masih terus menangkap, mengadili, dan menghukum para pelaku korupsi. Gereja Katolik turut memperhatikan masalah-masalah sosial yang dihadapi bangsa-bangsa di dunia ini. Perhatian Gereja terhadap persoalan sosial ini, kemudia dibahas dibahas oleh Paus Emeritus Benediktus XVI dalam ensikliknya Deus Caritas Est, yang menyoroti secara khusus tentang Keadilan dan Kasih. Pembahasan ini didasarkan pada pengalaman dan kenyataan yang terjadi dalam dunia dewasa ini. Benediktus XVI, sadar bahwa kedua hal ini masih belum terwujud dan terlaksana dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, Benediktus XVI ingin mengajak kembali umat Allah agar sadar akan kedua keutamaan Kristiani ini. Dalam tulisan ini, kami ingin membahas salah satu masalah keadilan dan kasih yang terjadi di Indonesia yakni korupsi. Korupsi menjadi persoalan yang paling sering muncul dan bahkan “akrab” dengan negara Indonesia. Munculnya korupsi menjadi kenyataan pengikaran terhadap keadilan dan kasih yang terus diperjuangkan oleh Gereja. Kami ingin meninjau persoalan korupsi ini dari ajaran Gereja, terutama ensiklik Deus Caritas Est.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENGUKURAN KREATIVITAS DALAM PELAJARAN AGAMA KATOLIK SISWA SMP WAWONATO TAHUN AJARAN 2021/2022 Oktavianus Supriyanto Seni
Atma Reksa : Jurnal Pastoral dan Kateketik Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Pastoral dan Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende, Jalan Gatot Subroto, KM 3. Tlp./Fax (0381) 250012

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53949/ar.v6i2.135

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui pengukuran nilai kreativitas dalam mata pelajaran Agama Katolik untuk peserta didik SMP Wawonato (2) pengembagan model pengukuran nilai kreativitas terkait mata pelajaran Agama Katolik untuk SMP Wawonato, dan (3) Mengetahui tingkat nilai kreativitas terkait mata pelajaran Agama Katolik SMP Wawonato.Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Developmenti). Setelah instrumen disusun dilanjutkan dengan proses pengembangan instrumen melalui beberapa tahapan. Tahap pertama adalah model awal, kemudian dilakukan dengan validasi ahli, yaitu oleh praktisi dan Foccus Group Discussion (FGD). Tahap kedua adalah uji coba I, Uji Coba II dan diseminasi instrumen final.Hasil penelitian ini adalah (1) guru melakukan evaluasi nilai kreativitas tidak menggunakan angket (2) diperolehnya produk final instrumen pengukuran nilai kreativitas siswa dalam pembelajaran (a) terbentuk 4 indikator nilai kreativitas siswa dalam pembelajaran, yaitu pertama, kemampuan menjawab masalah Agama Katolik secara tepat (Fluency), kedua kemampuan menjawab masalah agama katolik melalui yang tidak baku (Flexibility), ketiga kemampuan menjawab masalah agama katolik dengan menggunakan bahasa, cara, idenya sendiri(Orisinil). Keempat kemampuan memperluas jawaban masalah agama katolik, memunculkan masalah baru (Elaboration). (b) Instrumen pengukuran nilai kreatifitas siswa dalam pelajaran agama katolik telah memenuhi validitas butir, validitas konkuren, validitas konstruk dan reliabilitas. Dari angket awal yang berjumlah 30 butir faktual, setelah dilakukan uji validitas butir dan analisis faktor terdapat 18 butir instrumen yang valid dengan tingkat reliabilitasnya sebesar 0,849. (3) hasil diseminasi instrumen final menunjukkan kecendrungan nilai ingin tahu siswa dalam pembelajaran di SMP Wawonato Tahun Ajaran 2021/2022 dalam kategori sedang, yaitu dengan rerata sebesar 53,34.
MEMAHAMI TRADISI "KURE” DAN RELEVANSINYA BAGI IMAN UMAT DI PAROKI HATI KUDUS YESUS NOEMUTI KECAMATAN MIOMAFO TIMUR – KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA viktoria lelboy
Atma Reksa : Jurnal Pastoral dan Kateketik Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Pastoral dan Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende, Jalan Gatot Subroto, KM 3. Tlp./Fax (0381) 250012

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53949/ar.v6i2.125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh Tradisi Kure’ terhadap iman umat di Paroki Hati Kudus Yesus Noemuti, apa yang menjadi faktor penyebab munculnya dinamika tradisi Kure’ dan relevansinya terhadap kehidupan iman umat di Paroki Hati Kudus Yesus Noemuti. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Etnografi merupakan salah satu strategi kualitatif, di mana peneliti menyelidiki suatu kelompok kebudayaan di lingkungan yang alamiah dalam periode waktu yang cukup lama dalam pengumpulan data utama, data observasi partispatif dan data wawancara. Etnografi merupakan deskripsi atas suatu kebudayaan untuk memahami suatu pandangan hidup dari sudut pandang penduduk asli dan untuk mencapai hasil yang diharapakan dalam penelitian ini juga digunakan penafsiran data yang merupakan kegiatan yang tidak terlepas dari analisis data. Secara umum penafsiran merupakan penjelasan yang terperinci tentang arti yang sebenarnya dari data yang diperoleh. Penafsiran dilakuan dengan cara mengajukan pertanyaan yang substantif, yang berkenaan dengan masalah penelitian ini, yakni faktor penyebab dan dampak dari kure’ bagi iman umat katolik paroki Hati Kudus Yesus Noemuti. Secara substantif, masalah ini didalami dari perspektif tertentu, yakni perspektif pastoral Gereja Katolik. Penafsiran harus menjawabi permasalahan pastoral berdasarkan dua fokus masalah tersebut. Sedangkan menghubungkan hasil analisis dengan literatur yang ada dimaksudkan untuk memberikan landasan kajian lebih jauh terhadap hasil analisis, juga untuk mendapatkan cara berpikir alternatif untuk menjawabi pertanyaan-pertanyaan pendalaman terhadap hasil temuan penelitian. Sedangkan berkaitan dengan hal ketiga, yakni refleksi ilmiah atas masalah yang dikaji dilakukan baik secara pribadi maupun secara bersama. Hal ini membutuhkan kemampuan peneliti untuk sungguh-sungguh memahami fokus masalah yang dikaji, temuan-temuan yang diperoleh, dan kemampuan untuk memilah dan menghubung-hubungkan antarbagian dari hasil temuan tersebut agar dapat diperoleh suatu kesimpulan. Dalam hubungan dengan kegiatan pastoral, kure’ dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh, yang tak terlepas dari persiapan Gereja untuk perayaan Trihari Suci. Kure’ bersifat kasih (mempersatukan) seorang dengan yang lain di ume mnasi-ume mnasi selama hari-hari persiapan, dan pelayanan bersifat kasih persaudaraan.                                  
MENELISIK KONSEP, TERMINOLOGI, LANDASAN BIBLIS DAN TEOLOGIS INKULTURASI SEBAGAI PROSES INKARNASI INJIL DALAM BUDAYA-BUDAYA GEREJA LOKAL [Sebuah Telaah Kritis Menurut Perspektif Teologi Liturgi] Fransiskus Yance Sengga
Atma Reksa : Jurnal Pastoral dan Kateketik Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Pastoral dan Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende, Jalan Gatot Subroto, KM 3. Tlp./Fax (0381) 250012

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53949/ar.v6i2.134

Abstract

Artikel ini secara khusus bertujuan untuk menelisik beberapa istilah yang berkaitan dengan inkulturasi. Hal ini penting terutama untuk memahami fenomena-fenomena yang lahir dan berkembang di tanah misi [Gereja lokal] dalam kaitan dengan karya evangelisasi dalam kesatuan dengan Gereja universal. Dengan cara ini, kiranya hasil telaahan terhadap konsep dan terminologi yang ada, pada gilirannya dapat menemukan term yang lebih tepat untuk mendefinisikan proses inkarnasi Injil dalam budaya. Selain itu, kiranya upaya cermat ini dapat membantu untuk menemukan alasan-alasan akan kebutuhan inkarnasi Injil dalam budaya dan bagaimana semangat kristiani itu diperkenalkan ke dalam budaya lokal.            Selanjutnya, telaah kritis ini akan dilanjutkan dengan menemukan pijakan-pijakan biblis dan teologis yang secara ilmiah dapat dijadikan sebagai landasan bagi proses inkulturasi. Untuk sumber-sumber biblis, akan diangkat dua teks dari Perjanjian Lama yakni Kej. 12:1-3 dan Yes. 66: 18-21 dan dua teks dari Perjanjian Baru antara lain Mat. 28: 18-20 dan Kis. 10:34-36. Lebih jauh, mengenai sumber-sumber teologis, mencakup diskursus mengenai Inkarnasi sebagai titik tolak inkulturasi yang berpuncak pada misteri Paskah Kristus. Landasan teologis ini juga dicerahi dengan prinsip paradigmatik dari inkulturasi yang berpijak pada kehadiran dan karya Roh Kudus sebagai prinsip discernment dari inkulturasi. Kiranya kajian sederhana ini dapat menjadi acuan bagi siapa pun yang sudah, sedang, dan akan terus berjuang untuk semakin membuat Injil berakar, hidup, dan memberi daya ilahi dalam dan pada budaya-budaya lokal sehingga segala bentuk tata peribadatan dan perayaan liturgis semakin mendapat tanggapan dan partisipasi umat yang lebih aktif, sadar, dan total. Umat merayakan misteri iman [ lex orandi] yang ia pahami, ia yakini [lex credendi], dan karena itu menggerakkannya untuk menghidupi nilai-nilai iman itu dalam kesehariannya [lex vivendi]. Akhirnya, guna mendukung kajian ilmiah di atas, penulis melakukan studi kepustakaan dengan menggunakan sumber-sumber primer. Sumber-sumber asli ini kemudian dipelajari, dianalisis, dan ditelaah menurut perspektif teologi liturgi.
PATRIS CORDE: IKHTIAR MENATA REKSA PASTORAL KELUARGA DI KEUSKUPAN AGUNG ENDE efraem pea
Atma Reksa : Jurnal Pastoral dan Kateketik Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Pastoral dan Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende, Jalan Gatot Subroto, KM 3. Tlp./Fax (0381) 250012

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53949/ar.v6i2.130

Abstract

Artikel Patris Corde: ikhtiar menata reksa pastoral keluarga di Keuskupan Agung Ende, memaparkan kajian teoritis dan praktis tentang penataan karya pastoral Gereja Lokal KAE. Penataan pastoral keluarga sesuai pilihan arah dasar karya pastoral keuskupan Agung Ende tahun 2022-2027. Sebuah  kebijakan pastoral bersama yang bertujuan untuk mempertahankan hakikat perkawinan yang monogami dan tak terceraikan serta keluarga yang bahagia dan sejahtera. Pilihan ini menunjukkan betapa penting sebuah disain pastoral perkawinan pada saat ini. Karena  faktanya banyak pasangan suami/istri katolik yang kandas dalam menjalankan ajaran dasar perkawinan katolik. Lalu, bagaimana pandangan Gereja dalam menanggapi persoalan tersebut? Karena itu, salah satu pilihan baik Uskup,  Pastor Paroki maupun Fungsionaris Pastoral keluarga hendaknya merancang tata pastoral perkawinan dan hidup berkeluarga terang Surat Apostolik Patris Corde, dalam semangat St. Yosef sebagai pelindung gereja dan keluarga untuk  mencegah terjadinya perkawinan yang tidak sah dan gagal.

Page 8 of 10 | Total Record : 92