cover
Contact Name
Maria Yulita C. Age
Contact Email
jurnalatmareksa@yahoo.com
Phone
+6281236374177
Journal Mail Official
cagemariayulita@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gatot Subroto, Km.3, Kel. Mautapaga, Kec. Ende Timur, Kab. Ende, NTT, 86317
Location
Kab. ende,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Atma Reksa : Jurnal Pastoral dan Kataketik
ISSN : 25277421     EISSN : 27979830     DOI : https://doi.org/10.53949/ar.v5i2
Atma Reksa : Jurnal Pastoral dan Kateketik. Jurnal Keagamaan Katolik, baik pendidikan keagamaan katolik, pastoral dan kateketik. Atma Reksa : Jurnal Pastoral dan Kateketik, telah ada sejak tahun 2016 dan diasuh oleh Dosen-dosen Stipar Ende
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 92 Documents
MENELAAH KESULITAN GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN STRATEGI PEMBELAJARAN DARI RUMAH DI SDK MABHAMBAWA DAN SDI WITU KECAMATAN KEO TENGAH-NAGEKEO Catarina Florida Kumanireng
Atma Reksa : Jurnal Pastoral dan Kateketik Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Pastoral dan Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende, Jalan Gatot Subroto, KM 3. Tlp./Fax (0381) 250012

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53949/ar.v6i2.132

Abstract

Strategi pembelajaran merupakan salah satu bagian penting yang menentukan pencapaian tujuan pembelajaran. Tugas guru adalah merancang dan mengimplementasikan strategi pembelajaran secara efektif untuk mengoptimalkan proses pembelajaran. Merebaknya pandemi covid-19 mengubah sistem kehidupan manusia di segala bidang tidak terkecuali bidang Pembelajaran di sekolah. Dampak yang terasa dalam yaitu perubahan sistem pembelajaran dari ruangan kelas menjadi pembelajaran dari rumah (BDR). Keadaan ini merupakan tantangan bagi para guru di SDK Mabhambawa dan SDI Witu. Realitas yang terjadi pada para guru di SDK Mabhambawa dan SDI Witu adalah mereka mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan strategi pembelajaran dari rumah. Fokus masalah yang diteliti mengenai bagaimana kesulitan-kesulitan yang dihadapi para guru dalam mengimplementasikan strategi pembelajaran dari rumah? Bagaimana upaya yang ditempuh untuk membantu para guru mengatasi kesulitan dalam mengimplementasikan strategi pembelajaran dari rumah? Tujuan penelitiannya yaitu, mendeskripsikan kesulitan-kesulitan para guru dalam mengimplementasikan strategi pembelajaran dari rumah dan mendeskripsikan solusi-solusi sebagai upaya untuk membantu para guru mengatasi kesulitan dalam mengimplementasikan strategi pembelajarandari rumah. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode observasi dan wawancaraHasil penelitian ditemukan, kesulitan utama yang dialami para guru dalam mengimplementasikan strategi pembelajaran adalah: kesulitan penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi dan kesulitan penggunaan media pembelajaran, karena tata ruang belajar di rumah yang kurang mendukung. Oleh karena itu dibutuhkan juga upaya dari kepala sekolah agar dapat mebantu guru mengatasi kesulitan yang dihadapi dalam penerapan strategi pembelajaran.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENGUKURAN KREATIVITAS DALAM PELAJARAN AGAMA KATOLIK SISWA SMP WAWONATO TAHUN AJARAN 2021/2022 Oktavianus Supriyanto Seni
Atma Reksa : Jurnal Pastoral dan Kateketik Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Pastoral dan Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende, Jalan Gatot Subroto, KM 3. Tlp./Fax (0381) 250012

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53949/ar.v6i2.139

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui pengukuran nilai kreativitas dalam mata pelajaran Agama Katolik untuk peserta didik SMP Wawonato (2) pengembagan model pengukuran nilai kreativitas terkait mata pelajaran Agama Katolik untuk SMP Wawonato, dan (3) Mengetahui tingkat nilai kreativitas terkait mata pelajaran Agama Katolik SMP Wawonato.Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Developmenti). Setelah instrumen disusun dilanjutkan dengan proses pengembangan instrumen melalui beberapa tahapan. Tahap pertama adalah model awal, kemudian dilakukan dengan validasi ahli, yaitu oleh praktisi dan Foccus Group Discussion (FGD). Tahap kedua adalah uji coba I, Uji Coba II dan diseminasi instrumen final.Hasil penelitian ini adalah (1) guru melakukan evaluasi nilai kreativitas tidak menggunakan angket (2) diperolehnya produk final instrumen pengukuran nilai kreativitas siswa dalam pembelajaran (a) terbentuk 4 indikator nilai kreativitas siswa dalam pembelajaran, yaitu pertama, kemampuan menjawab masalah Agama Katolik secara tepat (Fluency), kedua kemampuan menjawab masalah agama katolik melalui yang tidak baku (Flexibility), ketiga kemampuan menjawab masalah agama katolik dengan menggunakan bahasa, cara, idenya sendiri(Orisinil). Keempat kemampuan memperluas jawaban masalah agama katolik, memunculkan masalah baru (Elaboration). (b) Instrumen pengukuran nilai kreatifitas siswa dalam pelajaran agama katolik telah memenuhi validitas butir, validitas konkuren, validitas konstruk dan reliabilitas. Dari angket awal yang berjumlah 30 butir faktual, setelah dilakukan uji validitas butir dan analisis faktor terdapat 18 butir instrumen yang valid dengan tingkat reliabilitasnya sebesar 0,849. (3) hasil diseminasi instrumen final menunjukkan kecendrungan nilai ingin tahu siswa dalam pembelajaran di SMP Wawonato Tahun Ajaran 2021/2022 dalam kategori sedang, yaitu dengan rerata sebesar 53,34.
BENTUK-BENTUK PENALARAN PARAGRAF ARGUMENTASI MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN KEAGAMAAN KATOLIK STIPAR ENDE Maria Yulita C. Age
Atma Reksa : Jurnal Pastoral dan Kateketik Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Pastoral dan Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende, Jalan Gatot Subroto, KM 3. Tlp./Fax (0381) 250012

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53949/ar.v6i2.138

Abstract

Penalaran adalah proses berpikir yang sistematik dan logis untuk memperoleh sebuah simpulan (pengetahuan atau keyakinan). Dalam membuat karangan, baik karangan ilmiah maupun nonilmiah, penulis tidak sekedar menuangkan gagasan, tetapi terdapat fase-fase yang harus dilalui, yakni fase persiapan, penulisan (penuangan gagasan atau pengetahuan), dan perbaikan (pengeditan dan revisi). Selain melalui fase-fase tersebut, menulis karangan juga merupakan proses bernalar. Oleh karena itu, kemampuan bernalar harus dikuasai dalam kegiatan menulis sehingga pengungkapan ide atau gagasan benar-benar tertata secara sistematik agar mendapat simpulan yang sahih. Penelitian ini bertujuan menggambarkan bentuk penalaran dalam karangan mahasiswa Prodi Pendidikan Keagamaan Katolik Stipar Ende.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik studi dokumentasi. Peneliti mengambil data yang berupa paragraf argumentasi dari guru Bahasa Indonesia. Data tersebut ditulis oleh mahasiswa saat jam perkuliahan Bahasa Indonesia berlangsung. Setelah data terkumpul peneliti menganalisis teks dengan membaca seluruh sumber data untuk memahami data secara mendalam dan terperinci, selanjutnya peneliti mengidentifikasi data yang meliputi bentuk penalaran, data-data tersebut kemudian disalin dalam tabel pengumpulan data dan dimanfaatkan sebagai bahan  analisis  selanjutnya.  Teknik analisis data yang digunakan  dalam penelitian ini adalah analisis mengalir. Menurut model alir analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penalaran dalam paragraf argumentasi mahasiswa Prodi Pendidikan Keagamaan Katolik Stipar Ende terdiri atas penalaran quasi logis (penalaran transitivitas dan hubungan timbal balik), penalaran generalisasi, penalaran kausalitas (sebab-akibat, sebab-akibat-sebab-akibat-akibat, sebab-akibat-akibat, sebab-sebab-akibat, sebab-akibat-sebab-akibat, akibat- akibat-akibat, sebab-akibat-akibat-akibat, sebab-sebab-akibat-akibat, akibat-sebab, sebab-akibat-sebab, akibat-sebab-sebab, akibat-sebab-sebab, akibat-sebab-akibat, sebab-sebab-sebab-akibat), dan bentuk penalaran koeksistensial (tindakan).
KAJIAN SEMIOTIKA SAUSSURE ATAS SIMBOL PANCASILA PADA BANGUNAN GEREJA SANTO DONATUS BHOANAWA Maria Yulita C. Age
Atma Reksa : Jurnal Pastoral dan Kateketik Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Pastoral dan Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende, Jalan Gatot Subroto, KM 3. Tlp./Fax (0381) 250012

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53949/ar.v7i1.145

Abstract

Memperbincangkan Pancasila tidak hanya sekadar menempatkan Pancasila pada ruang hampa yang penuh dengan indoktrinisasi yang tidak memiliki makna. Nilai Pancasila merupakan nilai abstrak yang perlu diformulasikan dalam tataran kehidupan praksis, sehingga nilai Pancasila tidak sekadar melangit tetapi membumi. Pancasila serta simbol kelima butir Pancasila idealnya terpampang di bangunan atau ruangan gedung pemerintahan, rumah-rumah jabatan Presiden, Wakil Presiden, Gubernur, lembaga pendidikan, tetapi simbol Pancasila tersebut juga terpampang secara jelas dan nyata di bangunan gedung gereja Katolik St. Donatus Bhoanawa, Kevikepan Ende, Keuskupan Agung Ende. Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji makna dan mengetahui tujuan dibalik pemasangan simbol Pancasila pada bagian bangunan gereja Kuasi St. Donatus Bhoanawa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yakni, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data selanjutnya dianalisis menggunakan teori semiotika Ferdinand de Saussure tentang bahasa yang merupakan suatu sistem tanda, dan setiap tanda tersusun dari dua bagian, yakni signifier (penanda) dan signified (petanda). Hasil penelitian menunjukan bahwa simbol Pancasila (penanda) yang menjadi bagian dari bangunan gereja kuasi St. Donatus Bhoanawa tidak terlepas dari konteks historis, geografis, kultural, teologis dan pastoral (petanda) serta bentuk konkretisasi atas slogan 100% Katolik, 100% Indonesia dan Pembumian Pancasila sebagai komitmen kebangsaan. Karena itu, simbol Pancasila (penanda) yang menjadi bagian dari bangunan gereja St. Donatus Bhoanawa tidak dapat dimaknai (petanda) secara arbitrer (mana suka) melainkan tanda yang memiliki makna tertentu berdasarkan konteks yang melatarbelakangi pemasangan simbol Pancasila tersebut. Masyarakat Indonesia hendaknya mulai membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pembumian Pancasila dalam tindakan yang nyata.
KOMPONEN TUJUAN DALAM NEW TAXONOMY MARZANO & KENDALL DAN RELEVANSINYA BAGI PENDIDIK Fransiskus Soda Betu
Atma Reksa : Jurnal Pastoral dan Kateketik Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Pastoral dan Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende, Jalan Gatot Subroto, KM 3. Tlp./Fax (0381) 250012

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53949/ar.v7i1.142

Abstract

Tujuan tulisan ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai  komponen tujuan dalam New Taxonomy dan bagaimana relevansinya bagi para pendidik. Tulisan ini menggunakan metode penelitian kepustakaan, yang mana, penulis mengambil referensi dari berbagai tulisan untuk diramu menjadi satu kesatuan pemikiran dalam suguhannya. Adapun hasil yang diperoleh, yakni (1) tujuan merupakan salah satu komponen dalam pengembangan kurikulum, (2) terdapat beberapa terma menyangkut tujuan, yakni aims, goals, objectives, purpose, ends, (3) tujuan dalam New Taxonomy Marzano & Kendall sebagai dasar bagi pengembangan pembelajaran, (4) adanya relevansi penting tujuan dalam New Taxonomy Marzano & Kendall bagi pendidik. Para pendidik perlu memiliki kemampuan tidak sebatas memahami, melainkan juga menerapkan komponen tujuan dalam desain kurikulum dan pembelajaran dengan menggunakan taksonomi baru. 
MISSIO CANONICA DAN IMPLEMENTASINYA BAGI TUGAS PANGGILAN PARA KATEKIS DI KUASI PAROKI SANTO DONATUS BHOANAWA efraem pea
Atma Reksa : Jurnal Pastoral dan Kateketik Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Pastoral dan Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende, Jalan Gatot Subroto, KM 3. Tlp./Fax (0381) 250012

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53949/ar.v7i1.143

Abstract

Hal yang melatarbelakangi penelitian ini ialah adannya kenyataan bahwa beberapa katekis di Kuasi Paroki St. Donatus Bhoanawa tidak melaksanakan tugas panggilannya sesuai dengan missio canonica yang telah diterima. Dengan penerimaan missio canonica, katekis diharapkan untuk bersikap loyal (setia) kepada Gereja dan terlibat aktif dalam karya pelayanan pastoral. Dan hal yang menarik perhatian peneliti ialah kendati telah menerima missio canonica beberapa katekis yang berkarya di Kuasi Paroki St. Donatus Bhoanawa tidak melaksanakan tugas panggilannya sebagaimana yang diharapkan oleh Gereja. Atas alasan itu, maka rumusan masalahnya adalah mengapa katekis tidak melaksanakan tugas panggilannya sesuai dengan missio canonica yang telah diterima. Karena itu tujuan penelitian ini ialah untuk mendapatkan keterangan tentang faktor-faktor yang memengaruhi katekis tidak melaksanakan tugas panggilannya sesuai dengan missio canonica yang telah diterima. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data, yakni observasi, studi dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi katekis tidak melaksanakan tugas panggilannya sesuai dengan missio canonica yang telah diterima adalah kesehatan dan usia yang semakin menua, komentar yang tidak membangun, relasi yang kurang baik dengan sesama katekis, kurang memiliki semangat pelayanan dan kesadaran untuk menjalankan missio canonica yang telah diterima, kesibukan melaksanakan tugas sebagai ASN dan tugas rumah tangga, lebih mengutamakan tugas sebagi guru di sekolah yang mendatangkan upah, kurang kerelaan diri untuk berkorban dalam tugas pelayanan pastoral, tugas lain sebagai mosalaki, alasan teknis lainnya dan tempat tugas di luar kota. Saran yang dianjurkan ialah katekis perlu melakukan pertemuan-pertemuan secara berkala untuk merancang kegiatan-kegiatan bersama demi melaksanakan tugas sesuai dengan missio canonica yang telah diterima.
KEHIDUPAN SPIRITUAL CALON KATEKIS DI ASRAMA PUTERA-PUTERI ST. SCOLASTIKA DAN ST. BENEDIKTUS ENDE viktoria lelboy
Atma Reksa : Jurnal Pastoral dan Kateketik Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Pastoral dan Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende, Jalan Gatot Subroto, KM 3. Tlp./Fax (0381) 250012

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53949/ar.v7i1.144

Abstract

Doa merangkul pribadi bersangkutan dengan sesama dalam cinta Tuhan yang menghantar semua orang kearah transformasi diri menjadi pribadi yang lebih baik. Doa merupakan sesuatu yang secara spontan muncul dari kedalaman hati setiap orang untuk menanggapi situasi-situasi nyata. Melalui kegiatan-kegiatan kerohanian yang dilaksanakan bersama di asrama, dapat juga membangun nilai persaudaraan, seperti cintakasih, dan lebih lagi persahabatan, untuk diwujudkan menjadikan kenyataan. Penelitian bertujuan mendeskripsikan kehidupan spiritualitas anak asrama yang berdampak pada perubahan sikap dan prestasi belajar. Hasil penelitian mmenunjukkan bahwa dari sekian banyak anak asrama yang tinggal di Asrama St.Scolastika dan St. Benediktus memiliki prestasi belajar yang luar biasa dibandingkan dengan anak yang tidak tinggal di asrama.
MENYELAMI MAKNA LITURGI ADVENTUS (Sebuah Telaah Ilmiah Menurut Perspektif Teologi Liturgi) Fransiskus Yance Sengga
Atma Reksa : Jurnal Pastoral dan Kateketik Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Pastoral dan Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende, Jalan Gatot Subroto, KM 3. Tlp./Fax (0381) 250012

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53949/ar.v7i1.146

Abstract

Artikel ini merupakan sebuah pendalaman lanjut setelah dipaparkan pada kesempatan Rekoleksi Menyongsong Masa Advent dan Natal bagi para Imam dan Frater TOP se-Kevikepan Ende, di Rumah Bina Kerahiman Ilahi, Rabu, 07 Desember 2022. Dalam konteks Jurnal Atma Reksa, penulis membaginya dalam dua edisi. Yang pertama tentang Adventus dan berikutnya mengenai Natal. Untuk maksud itu, penulis memberi judul “Menyelami Makna Liturgi Adventus” (Sebuah telaah ilmiah menurut perspektif Teologi Liturgi). Untuk menerangi telaah ini, penulis melakukan penelitian kepustakaan dengan menggunakan sumber-sumber primer dan original. Uraian dimulai dengan membedah makna terminologi adventus untuk menemukan akar kata dan pengertian yang benar dan jernih. Selain itu, penulis juga melihat bagaimana istilah ini masuk dan berkembang dalam tradisi kristiani. Lebih jauh, uraian dilanjutkan dengan menelisik asal-usul Masa Adventus yang kemudian masuk dalam Liturgi Gereja Ritus Romawi. Setelah mengenal keberadaan dan hakikatnya dalam liturgi Gereja, penulis coba menyelami dua paradigma teologis yang terkandung dalam Masa Adventus itu sendiri. Tulisan dilanjutkan dengan menelaah perkembangan Perayaan Adventus dalam Liturgi Gereja hingga saat ini dan ditutup dengan menilik makna simbolis yang tercetus dari lingkaran atau korona advent; sebuah tradisi yang hidup dan terus berkembang dalam lingkup Gereja lokal. Kiranya telaah ilmiah ini boleh dijadikan sebagai acuan bagi sidang pembaca dan para pemerhati liturgi untuk terus berupaya mencari, mengenal, dan semakin mencintai Dia, Sang Misteri yang pada perayaan Natal sebagai kenangan akan kelahiran-Nya selalu dinantikan dan menginspirasi ziarah umat beriman menuju kepenuhannya pada akhir zaman, saat ketika Dia datang kembali dalam kemuliaan untuk menjadi Hakim yang adil dan Penyelamat.
Misdinar sebagai Wadah Pembinaan Iman Anak (Studi terhadap Kelompok Misdinar di Stasi St. Sebastianus Nanganesa Paroki St. Maria Immaculata-Ndona) Albertus Magnus Rea
Atma Reksa : Jurnal Pastoral dan Kateketik Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Pastoral dan Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende, Jalan Gatot Subroto, KM 3. Tlp./Fax (0381) 250012

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53949/ar.v7i1.147

Abstract

Anak memiliki peran penting dalam Gereja. Anak adalah harapan Gereja dalam melanjutkan karya pewartaan di dunia. Anak dapat mengambil bagian dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan Gereja khususnya dalam perayaan liturgi, misalnya sebagai petugas liturgi (misdinar) dalam suatu perayaan. Keterlibatan sebagai misdinar, membentuk dan mengarahkan anak-anak untuk memberi dirinya kepada Tuhan dan sesama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana misdinar telah menjadi wadah pembinaan iman anak di Stasi St. Sebastianus Martir Nanganesa, Paroki St. Maria Immaculata-Ndona. Berdasarkan hasil wawancara dengan para narasumber kelompok misdinar sudah menjadi salah satu wadah pembinaan iman anak. Kegiatan-keigatan yang ada dalam kelompok misdinar telah membantu mendewasakan iman sertamembuat anak memiliki kerelaan hati untuk melayani Tuhan.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan instrumen utama adalah wawancara. Artinya bahwa penelitian ini dapat dihasilkan dari pengumpulan data-data dalam bentuk kata-kata. Untuk mendapatkannya, peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yakni, metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa misdinar sebagai wadah pembinaan iman anak di Stasi St. Sebastianus Martir Nanganesa, Paroki St. Maria Immaculata-Ndona, telah menjalankan tugasnya dengan baik. Memang pembinaan terhadap anak-anak misdinar belum dilakukan secara maksimal oleh para pembina, namun sebagai sebuah wadah, kelompok misdinar membantu anak-anak berkembang dalam imannya. Hal ini terlihat dalam pembinaan menjelang komuni pertama. Anak-anak yang terlibat dalam kelompok misdinar, memiliki pengetahuan yang cukup tentang iman Katolik.
MEWUJUDKAN PANGGILAN KEMURIDAN KRISTUS DAN IDENTITAS ECCLESIA DI TENGAH KERAGAMAN AGAMA Anselmus Dore Woho Atasoge; Yosef Aurelius Woi Bule
Atma Reksa : Jurnal Pastoral dan Kateketik Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Pastoral dan Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende, Jalan Gatot Subroto, KM 3. Tlp./Fax (0381) 250012

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53949/jar.v7i2.155

Abstract

Menjadi orang-orang kristiani tidak hanya menjalankan ritual keagamaan secara ketat dan detail serta mengejawantahkan tuntutan keagamaan secara individual maupun komunal.  Satu hal yang membuat orang-orang kristiani menjadi semakin ‘serani’, menjadi sungguh Katolik, pengikut Yesus adalah menjadi murid bagi Sang Guru, Yesus Kristus di dalam dunia yang diwarnai oleh keragaman agama. Kajian kualitatif berbasis studi pustaka ini  menyelisik ‘kemuridan sejati’ orang-orang kristiani zaman sekarang dengan belajar pada murid-murid Sang Guru di tanah Palestina duaribu tahun silam sebagai jalan untuk menegaskan jati diri ‘ecclesia’ yang melekat dalam diri orang-orang kristiani di hadapan kenyataan multireligius. Kajian ini menemukan bahwa ‘kemuridan sejati’ orang-orang kristiani dan jati diri ‘ecclesia’ yang melekat dalam diri orang-orang kristiani merupakan modal sosio-religi bagi pengikut Kristus dalam mengimplementasikan jalinan relasional yang kohesif dan membangun komunitas kemanusiaan dengan kaum beragama-beriman yang lain. Kemuridan sejati orang-orang kristiani dan jati diri ‘ecclesia’ menjadi basis epistemologi kehidupan yang dialogis di tengah kenyataan multireligius. Kajian ini diharapkan menyumbang bagi khazanah keilmuan di bidang pastoral dan humaniora.

Page 9 of 10 | Total Record : 92