cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 739 Documents
ANALISIS MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V SDN 09 RANGKANG PADA PEMBELAJARAN IPAS DALAM PERSPEKTIF GENDER Agustina Ranti; Silvester Silvester
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.12608

Abstract

This study aims to describe and analyze the learning motivation of fifth-grade students at SDN 09 Rangkang in IPAS (Science and Social Studies) learning from a gender perspective. The uneven distribution of learning motivation between male and female students is a problem that needs in-depth study so that teachers can design gender-responsive learning. The study used a descriptive qualitative approach with 21 fifth-grade students as subjects, consisting of 13 male and 8 female students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana model encompassing data reduction, data presentation, and conclusion drawing, with validity tested through source triangulation. The results showed significant differences in learning motivation patterns between male and female students based on Sardiman (2023) six indicators of learning motivation. Female students generally show more stable and consistent motivation on the indicators of diligence in facing tasks, perseverance in facing difficulties, preferring to work independently, and ability to manage boredom on routine tasks. Meanwhile, male students are more enthusiastic about practice-based learning and more spontaneous in expressing opinions, although their motivation is more varied and situational. On the indicator of being able to maintain opinions, both gender groups still face self-confidence barriers with different characteristics. These findings imply the need for teachers to design gender-responsive, varied, and inclusive learning approaches so that all students' learning motivation can develop optimally. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis motivasi belajar siswa kelas V SDN 09 Rangkang pada pembelajaran IPAS ditinjau dari perspektif gender. Motivasi belajar yang tidak merata antara siswa laki-laki dan perempuan menjadi permasalahan yang perlu dikaji secara mendalam agar guru dapat merancang pembelajaran yang responsif gender. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 21 siswa kelas V yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pola motivasi belajar yang nyata antara siswa laki-laki dan perempuan berdasarkan enam indikator motivasi belajar menurut Sardiman (2023). Siswa perempuan secara umum menunjukkan motivasi yang lebih stabil dan konsisten pada indikator tekun menghadapi tugas, ulet menghadapi kesulitan, lebih senang bekerja mandiri, dan kemampuan mengendalikan kebosanan pada tugas-tugas rutin. Sementara itu, siswa laki-laki lebih antusias pada pembelajaran berbasis praktik dan lebih spontan dalam mengemukakan pendapat, meskipun motivasinya lebih variatif dan situasional. Pada indikator dapat mempertahankan pendapat, kedua kelompok gender masih menghadapi hambatan kepercayaan diri dengan karakteristik yang berbeda. Temuan ini mengimplikasikan perlunya guru merancang pendekatan pembelajaran yang responsif gender, variatif, dan inklusif agar motivasi belajar seluruh siswa dapat berkembang secara optimal.
ANALISIS KESALAHAN EJAAN BAHASA INDONESIA PADA TEKS DESKRIPSI KARYA SISWA KELAS VII SMPN 22 MATARAM Dwi Komala Sari; Siti Rohana Ariana Intiana; Pipit Aprilia Susanti
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.12668

Abstract

Mastery of Indonesian spelling in accordance with the Indonesian Spelling Guidelines (EBI) Edition V is an important aspect in students' writing skills. However, various studies show that spelling errors are still frequently found in students' writing at various levels of education. Although many studies have been conducted on language errors, research specifically examining spelling errors in descriptive texts of grade VII students based on EBI Edition V is still limited, especially at SMPN 22 Mataram. Therefore, this study was conducted to describe the forms of spelling errors found in descriptive texts written by grade VII students of SMPN 22 Mataram. This study used a qualitative descriptive approach. The research data were descriptive texts written by grade VII students of SMPN 22 Mataram collected through documentation and listening methods with note-taking techniques. The data were analyzed using the intralingual matching method with the techniques of comparing, equating, and differentiating. The results showed that various spelling errors were still found, including letter usage errors, word usage errors, and punctuation errors. Letter usage errors were the most dominant form of error compared to word usage and punctuation errors. These findings indicate that students' understanding and application of EBI Edition V rules in writing descriptive texts are still not optimal. This research is expected to be an evaluation material for Indonesian language teachers in designing more effective writing learning and improving students' ability to apply Indonesian spelling rules correctly. ABSTRAK Penguasaan ejaan bahasa Indonesia yang sesuai dengan Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) Edisi V merupakan aspek penting dalam keterampilan menulis siswa. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kesalahan ejaan masih sering ditemukan dalam karya tulis siswa pada berbagai jenjang pendidikan. Meskipun kajian mengenai kesalahan berbahasa telah banyak dilakukan, penelitian yang secara khusus mengkaji kesalahan ejaan pada teks deskripsi siswa kelas VII berdasarkan EBI Edisi V masih terbatas, terutama di SMPN 22 Mataram. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan ejaan yang terdapat dalam teks deskripsi karya siswa kelas VII SMPN 22 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa teks deskripsi karya siswa kelas VII SMPN 22 Mataram yang dikumpulkan melalui metode dokumentasi dan metode simak dengan teknik catat. Data dianalisis menggunakan metode padan intralingual dengan teknik hubung banding menyamakan dan membedakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ditemukan berbagai kesalahan ejaan yang meliputi kesalahan penggunaan huruf, kesalahan penggunaan kata, dan kesalahan penggunaan tanda baca. Kesalahan penggunaan huruf merupakan bentuk kesalahan yang paling dominan dibandingkan dengan kesalahan penggunaan kata dan tanda baca. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pemahaman dan penerapan kaidah EBI Edisi V oleh siswa dalam menulis teks deskripsi masih belum optimal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi guru bahasa Indonesia dalam merancang pembelajaran menulis yang lebih efektif serta meningkatkan kemampuan siswa dalam menerapkan kaidah ejaan bahasa Indonesia secara tepat.
PENGARUH PENGGUNAAN GEMINI SEBAGAI ALAT BANTU PENULISAN TERHADAP KUALITAS KARYA ILMIAH MAHASISWA Nadhifah Imro'atun; Mochamad Chairudin
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9634

Abstract

Digital transformation in higher education has accelerated the integration of generative artificial intelligence as a tool to support academic writing, including Google Gemini, which offers potential benefits for improving the quality of students' scientific writing while raising concerns about academic integrity. We adopted quantitative techniques with exploratory associative designs. A quantitative technique with an explanatory associative design was adopted. The population consisted of 45 third-semester university students, all of whom were recruited as research participants through a total sampling. Data were obtained by a structured four-point Likert-scale questionnaire that has been evaluated for validity and reliability. Data analysis comprises descriptive statistics, the Shapiro–Wilk normality test, linearity testing, simple linear regression, and hypothesis testing using IBM SPSS Statistics. The results indicate that the level of Google Gemini usage is identified as high and has a positive and statistically significant effect on the quality of students’ scientific papers (p < 0.05), with a coefficient of determination of 47,7%.  These data indicate that Google Gemini acts as a technical support tool that promotes writing structure, academic language accuracy, argumentation coherence, and citation consistency, it is not the main predictor of academic quality. The study concludes that the appropriate and ethical usage of Google Gemini can contribute to boosting academic writing quality in higher education. ABSTRAKTransformasi digital dalam pendidikan tinggi mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan generatif sebagai alat bantu penulisan akademik, termasuk Google Gemini, yang berpotensi meningkatkan kualitas karya ilmiah mahasiswa namun juga menimbulkan kekhawatiran terkait integritas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Google Gemini terhadap kualitas karya ilmiah mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Qomaruddin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif eksplanatori. Populasi berjumlah 45 mahasiswa semester III yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berbasis skala Likert empat tingkat yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji linearitas, regresi linier sederhana, serta uji hipotesis menggunakan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Google Gemini berada pada kategori tinggi dan berpengaruh positif serta signifikan terhadap kualitas karya ilmiah mahasiswa (p < 0,05) dengan kontribusi determinasi sebesar 47,7%. Temuan ini menunjukkan bahwa Google Gemini berperan sebagai pendukung teknis dalam meningkatkan struktur penulisan, ketepatan bahasa akademik, koherensi argumentasi, serta konsistensi sitasi, namun bukan satu-satunya faktor penentu kualitas ilmiah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan Google Gemini secara proporsional dan etis dapat mendukung peningkatan mutu akademik mahasiswa di perguruan tinggi.  
ANALISIS KRITIS DEEP LEARNING MELALUI TELAAH MENGENAL DIRI Nurul Azizah; Selvia Dwi Rahmawati; Yunita Sekarning Tyas; Warni Dwi Astuti; Siti Fathiroh; Wardah Fichayati; Fauzi Annur
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.10663

Abstract

ABSTRACT Rapid social, cultural, and technological changes have made reflective thinking and character development essential components of contemporary education, while educational practices continue to emphasize academic achievement over holistic personal growth. This study explores how deep learning and self-awareness are represented in Tara Westover's novel Educated and examines their relevance to character development in contemporary educational contexts. The study employed a library research design using a content analysis approach, with Educated as the primary data source, supported by 26 relevant scholarly publications published within the last five years. The analysis focused on identifying and interpreting representations of mindful learning, meaningful learning, and joyful learning to examine their relationship with the protagonist's identity development. The findings reveal that the educational experiences portrayed in the novel foster reflective awareness, critical thinking, emotional resilience, independence, and the courage to construct an authentic identity. Furthermore, deep learning extends beyond the acquisition of knowledge by enabling individuals to interpret life experiences in ways that contribute to character formation. This study broadens the conceptual understanding of deep learning by demonstrating that literary works can represent reflective learning processes and serve as a conceptual resource for developing more contextual character education that emphasizes the cultivation of self-awareness. ABSTRAK Perkembangan sosial, budaya, dan teknologi menempatkan kemampuan reflektif serta pembentukan karakter sebagai kebutuhan penting dalam pendidikan, sementara praktik pembelajaran masih cenderung menitikberatkan pada pencapaian akademik. Kajian ini mengeksplorasi bagaimana deep learning dan proses mengenal diri direpresentasikan dalam novel Educated karya Tara Westover serta maknanya bagi penguatan karakter di era kontemporer. Analisis dilakukan melalui library research dengan pendekatan analisis isi terhadap novel sebagai sumber utama yang diperkaya oleh 26 publikasi ilmiah relevan terbitan lima tahun terakhir. Proses analisis diarahkan pada identifikasi dan interpretasi representasi mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning untuk memahami keterkaitannya dengan perkembangan identitas tokoh utama. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pengalaman pendidikan dalam novel menjadi ruang refleksi yang mendorong berkembangnya kesadaran diri, kemampuan berpikir kritis, ketahanan emosional, kemandirian, serta keberanian membangun identitas secara autentik. Pembelajaran mendalam juga tampak tidak terbatas pada penguasaan pengetahuan, tetapi berkembang menjadi proses memaknai pengalaman hidup yang berkontribusi terhadap pembentukan karakter. Kajian ini memperluas perspektif deep learning dengan menunjukkan bahwa karya sastra dapat merepresentasikan proses pembelajaran reflektif sekaligus menjadi rujukan konseptual bagi pengembangan pendidikan karakter yang lebih kontekstual dan berorientasi pada penguatan self-awareness.
PERAN APLIKASI EDUKASI TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA DAN KOGNITIF PADA ANAK USIA DINI DI KOTA BANJARMASIN Muhammad Agus Safrian Nur
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11050

Abstract

ABSTRACT Language and cognitive development are fundamental aspects of early childhood education that lay the groundwork for future learning success. Along with the advancement of digital technology, educational applications are increasingly utilized as interactive learning media expected to support optimal child development. However, the actual role and effectiveness of these applications in field-based learning, particularly in integrating language and cognitive development, still require deeper investigation. This study aims to analyze the role of educational applications on the language and cognitive development of early childhood in Banjarmasin. This study employed a qualitative approach with a multi-site design across several early childhood education institutions. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and subsequently analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that educational applications play a crucial role in enhancing children's language skills (vocabulary, instruction comprehension, verbal communication) and supporting cognitive development (logical thinking, problem-solving, simple decision-making). This effectiveness is influenced by the child's ability level and becomes optimal when supported by teacher guidance. In conclusion, educational applications serve as a tool that simultaneously integrates language and cognitive development in early childhood education in Banjarmasin. ABSTRAK Perkembangan bahasa dan kognitif merupakan aspek fundamental dalam pendidikan anak usia dini yang menjadi dasar bagi keberhasilan belajar pada tahap selanjutnya. Seiring perkembangan teknologi digital, aplikasi edukasi mulai banyak digunakan sebagai media pembelajaran interaktif yang diharapkan mampu mendukung perkembangan anak secara optimal. Namun, efektivitas dan peran nyata penggunaan aplikasi edukasi dalam konteks pembelajaran di lapangan, khususnya dalam mengintegrasikan perkembangan bahasa dan kognitif, masih perlu dikaji lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran aplikasi edukasi terhadap perkembangan bahasa dan kognitif anak usia dini di Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain multi-situs pada beberapa lembaga pendidikan anak usia dini. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi edukasi berperan penting dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak (kosakata, pemahaman instruksi, komunikasi verbal) dan mendukung perkembangan kognitif (berpikir logis, pemecahan masalah, pengambilan keputusan sederhana). Efektivitas ini dipengaruhi oleh tingkat kemampuan anak dan menjadi optimal dengan pendampingan guru. Simpulan penelitian menegaskan bahwa aplikasi edukasi berfungsi sebagai sarana yang mengintegrasikan perkembangan bahasa dan kognitif secara simultan dalam pembelajaran anak usia dini di Kota Banjarmasin.
PENERAPAN MEDIA LINEWEBTOON KOMIK UNTUK MENINGKATKAN LITERASI MEMBACA SISWA DI KELAS V SD KRISTEN TUTUWARU Rita Marlin Ratuhalono; Dovila Johansz; Cristianti Costafina Kilikily
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11256

Abstract

Reading literacy is a fundamental competency that determines student success across all levels of education. However, the reading literacy of fifth-grade students at SD Kristen Tutuwaru in Maluku Barat Daya Regency remains low, characterized by poor reading interest and difficulty in comprehending reading materials due to conventional teaching methods that have not optimally utilized digital media. This study aims to determine the improvement of reading literacy among fifth-grade students at SD Kristen Tutuwaru through the implementation of Line Webtoon comic media. The research employed Classroom Action Research using the Kemmis and McTaggart model conducted across two cycles with 12 students as research subjects. Data collection techniques included tests, observations, documentation, and interviews, while data analysis utilized a quantitative descriptive approach. The findings revealed progressive improvement in students’ average reading literacy scores, increasing from 50.83 during the pre-cycle to 61.67 in Cycle I and further rising to 80.83 in Cycle II. The classical learning completeness percentage also improved from 35.72% in the pre-cycle to 50% in Cycle I and reached 100% in Cycle II. Based on these findings, it can be concluded that the implementation of Line Webtoon comic media effectively enhances reading literacy of fifth-grade students at SD Kristen Tutuwaru. ABSTRAK Literasi membaca merupakan salah satu kompetensi fundamental yang sangat menentukan keberhasilan peserta didik dalam proses pendidikan di berbagai jenjang. Namun demikian, kemampuan literasi membaca siswa kelas V SD Kristen Tutuwaru Kabupaten Maluku Barat Daya masih tergolong rendah, yang ditandai dengan rendahnya minat baca serta kesulitan siswa dalam memahami isi bacaan akibat proses pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan belum memanfaatkan media digital secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan literasi membaca siswa kelas V SD Kristen Tutuwaru melalui penerapan media Line Webtoon komik. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek penelitian sebanyak 12 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dokumentasi, dan wawancara, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata literasi membaca siswa secara bertahap, yaitu dari 50,83 pada pra-siklus meningkat menjadi 61,67 pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 80,83 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar klasikal juga mengalami peningkatan dari 35,72% pada pra-siklus menjadi 50% pada siklus I hingga mencapai 100% pada siklus II. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan media Line Webtoon komik terbukti efektif meningkatkan literasi membaca siswa kelas V SD Kristen Tutuwaru.    
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR MENGGUNAKAN MEDIA RODA PUTAR BACA Didin Asriyanti; Anna Mariyani; Husna Imro’athush Sholihah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11488

Abstract

Reading ability is one of the important aspects of learning in elementary school. Reading is also a language skill that must be mastered at the beginning of education, namely the elementary school level. This study aims to improve students' initial reading ability through the reading wheel media. This study is based on the low initial reading ability of grade I students at SDN 1 Tamanrejo. The research subjects were 24 students. This study used a classroom action research (CAR) approach, developed by Kemmis and Mc Taggart. Which consists of 4 stages: planning, implementation, observation, and reflection. Data collection techniques include documentation, interviews, observations, and tests. Data validity was tested by triangulation of sources and methods. The achievement indicator in the study is said to be successful if the student's ability score has reached 80%, then the study must be stopped. The results of the study show that the use of the reading wheel media successfully improves teacher skills, student activities, and students' initial reading abilities. This is evidenced by the acquisition of cognitive results in cycle I, as many as 15 students with a percentage of 62.5% were able to complete the KKTP, while in cycle II it increased by 24 students with a percentage of 100% were able to complete the KKTP. Student activity in cycle I obtained an average score of 18 with a good category and in cycle II there was an increase again with an average score of 21 including the very good category. Meanwhile, it can be seen that teacher skills in cycle I obtained a score of 17 with a good category, and in cycle II there was an increase again with a score of 19 in the very good category. Thus, the use of the rotating reading wheel media able to improve initial reading skills in Indonesian language lessons. ABSTRAK Kemampuan membaca merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran di sekolah dasar. Membaca juga merupakan keterampilan berbahasa yang wajib dikuasai pada awal menempuh pendidikan yaitu jenjang SD. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil kemampuan membaca permulaan siswa melalui media roda putar baca. Penelitian ini didasari karena rendahnya kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SDN 1 Tamanrejo. Subjek penelitian berjumlah 24 siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK), yang dikembang oleh kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari 4 tahapan yaitu, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi dokumentasi, wawancara, observasi, dan tes. Validitas data diuji dengan triangulasi sumber dan metode. Indikator ketercapaian pada penelitian dikatakan berhasil jika nilai te kemampuan siswa sudah mencapai 80% maka penelitian harus di hentikan. Hasil penelitian menunjukan penggunaan media roda putar baca berhasil meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa, serta kemampuan membaca permulaan siswa. Hal tersebut dibuktikan pada perolehan hasil kognitif pada siklus I sebanyak 15 siswa dengan persentase 62,5% mampu tuntas KKTP, sedangkan pada siklus II meningkat sebanyak 24 siswa dengan persentase 100% mampu tuntas KKTP. Aktivitas siswa pada siklus I didapat skor rata-rata 18 dengan kategori baik dan pada siklus II terjadi peningkatan lagi dengan skor rata-rata 21 termasuk kategori sangat baik. Sedangkan terlihat keterampilan guru pada siklus I mendapatkan skor 17 dengan kategori kategori baik, serta pada siklus II terjadi peningkatan lagi dengan skor 19 pada kategori sangat baik. Dengan demikian penggunaan media roda putar baca  mampu meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada pelajaran bahasa Indonesia.    
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW, TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT), DAN KONVENSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP AL-KAUTSAR CIMAHI Sinta Bella; Nafisatusa’adah Nafisatusa’adah; Sabrina Izzatul Jannah; Rahayu Kariadinata; Elis Wulan
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.12043

Abstract

The effectiveness of the Jigsaw, Teams Games Tournament (TGT), and conventional learning models on students’ learning outcomes in Islamic Religious Education at SMP Al-Kautsar Cimahi is the focus of this study. The selection of an appropriate learning model is an important factor in improving the quality of the learning process and students’ academic achievement. Jigsaw and TGT, as cooperative learning models, encourage active student participation through collaboration and group interaction, while the conventional model tends to be teacher-centered. The data analyzed consisted of students’ learning outcome scores obtained from classes implementing the three learning models. Data analysis was conducted through normality testing, homogeneity testing, and the Kruskal–Wallis test. The results of the normality test indicated that not all data groups were normally distributed, while the homogeneity test showed that the variances among the groups were homogeneous. Therefore, hypothesis testing was carried out using the Kruskal–Wallis test. The analysis revealed a significance value of 0.425 (> 0.05), indicating that there was no statistically significant difference in students’ learning outcomes among the Jigsaw, TGT, and conventional learning models. However, the mean rank values showed that the Jigsaw model achieved the highest average rank compared to the TGT and conventional models, indicating a tendency to produce better learning outcomes. These findings suggest that all three learning models can be effectively implemented in Islamic Religious Education classes according to the characteristics of the learning materials and students’ needs, with the Jigsaw model demonstrating relatively greater potential for improving learning outcomes.   ABSTRAK Efektivitas model pembelajaran Jigsaw, Teams Games Tournament (TGT), dan konvensional terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Al-Kautsar Cimahi menjadi fokus kajian dalam artikel ini. Pemilihan model pembelajaran yang tepat merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. Model Jigsaw dan TGT sebagai bagian dari pembelajaran kooperatif menawarkan keterlibatan aktif peserta didik melalui kerja sama kelompok, sedangkan model konvensional cenderung berpusat pada guru. Data yang dianalisis berupa hasil belajar peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan ketiga model tersebut. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji Kruskal-Wallis. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa tidak seluruh kelompok data berdistribusi normal, sedangkan hasil uji homogenitas menunjukkan bahwa variansi data bersifat homogen. Oleh karena itu, pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,425 (>0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar peserta didik antara penggunaan model pembelajaran Jigsaw, TGT, dan konvensional. Meskipun demikian, nilai mean rank menunjukkan bahwa model Jigsaw memiliki peringkat rata-rata tertinggi dibandingkan model TGT dan konvensional, sehingga memiliki kecenderungan menghasilkan hasil belajar yang lebih baik. Temuan ini menunjukkan bahwa ketiga model pembelajaran dapat digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam sesuai dengan karakteristik materi dan kebutuhan peserta didik, dengan model Jigsaw sebagai alternatif yang relatif lebih unggul dalam meningkatkan hasil belajar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS IV SD NEGERI MOAIN Nofia Lenora Serandoma; Samuel P Ritiauw; Jems Sopacua
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.12114

Abstract

Low student learning outcomes in the subject of Natural and Social Science (IPAS) represent a primary challenge faced at SD Negeri Moain, where most fourth-grade students failed to meet the established Minimum Completion Criteria (MCC). This condition demanded an innovative learning approach capable of fostering active student participation. This study aimed to determine the improvement of student learning outcomes in IPAS through the implementation of the Two Stay Two Stray (TSTS) cooperative learning model. A Classroom Action Research (CAR) design based on the Kemmis and McTaggart model was employed, conducted across two cycles, each comprising stages of planning, acting, observing, and reflecting. The research subjects consisted of 10 fourth-grade students at SD Negeri Moain. Data were collected through learning outcome tests, observation, and documentation. Results demonstrated significant improvements: the average score increased from 63 in the pre-cycle to 67 in Cycle I, and reached 75 in Cycle II, while classical completion rates rose from 10% to 50%, and ultimately achieved 100% in Cycle II. This study concludes that the implementation of the Two Stay Two Stray learning model effectively improved student learning outcomes in IPAS at SD Negeri Moain and is recommended as an alternative instructional strategy in elementary schools. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) menjadi permasalahan utama yang ditemukan di kelas IV SD Negeri Moain, di mana sebagian besar siswa belum mampu mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan. Kondisi tersebut mendorong dilakukannya penelitian untuk mencari solusi melalui penerapan model pembelajaran yang lebih inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV SD Negeri Moain melalui penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS). Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 10 siswa kelas IV SD Negeri Moain. Teknik pengumpulan data mencakup tes hasil belajar, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan: nilai rata-rata siswa meningkat dari 63 pada pra-siklus menjadi 67 pada siklus I, dan mencapai 75 pada siklus II, dengan ketuntasan klasikal meningkat dari 10% menjadi 50%, dan akhirnya mencapai 100% pada siklus II. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray terbukti efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV SD Negeri Moain dan dapat direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran sekolah dasar.  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN IPS BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA PADA SEKOLAH MTS MU’ALLIMIN NWDI PANCOR Sariatul Aini; Muh. Fahrurrozi; Muhamad Juaini
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.12233

Abstract

ABSTRACT Social Studies (IPS) learning plays a crucial role in developing students' 21st-century skills. However, its implementation in schools remains predominantly teacher-centered and focused on rote memorization, resulting in limited connections between learning materials and students' real-life experiences. This condition highlights the need for a more contextual learning approach through the integration of local wisdom. This study aims to examine the effect of a local wisdom-based Social Studies learning model on improving students' skills at MTs Mu'allimin NWDI Pancor. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental design with a Nonequivalent Control Group Design. The sample consisted of 68 seventh-grade students divided into an experimental group and a control group. The research procedures included administering a pre-test, implementing local wisdom-based Social Studies learning in the experimental group and conventional instruction in the control group, followed by a post-test. Data were collected through classroom observations and a skills test measuring critical thinking, communication, and collaboration skills. The data were analyzed using statistical tests to determine the differences between the two groups. The findings indicate that the local wisdom-based Social Studies learning model has a positive and significant effect on improving students' skills. The experimental group achieved a higher mean post-test score than the control group. Therefore, the local wisdom-based learning model is more effective than conventional instruction in enhancing students' skills. ABSTRAK Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki peran penting dalam mengembangkan keterampilan abad ke-21, namun pelaksanaannya di sekolah masih cenderung berorientasi pada hafalan sehingga kurang mengaitkan materi dengan konteks kehidupan siswa. Kondisi tersebut mendorong perlunya penerapan model pembelajaran yang kontekstual melalui pemanfaatan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal terhadap peningkatan keterampilan siswa di MTs Mu'allimin NWDI Pancor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (Nonequivalent Control Group Design). Sampel penelitian berjumlah 68 siswa kelas VII yang dibagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Tahapan penelitian meliputi pemberian pre-test, pelaksanaan pembelajaran berbasis kearifan lokal pada kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional pada kelas kontrol, kemudian diakhiri dengan post-test. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes keterampilan yang mencakup aspek berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik untuk menguji perbedaan hasil kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan keterampilan siswa. Kelompok eksperimen memperoleh rata-rata nilai post-test yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Dengan demikian, pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan keterampilan siswa.