cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 612 Documents
ANALISIS MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V SDN 09 RANGKANG PADA PEMBELAJARAN IPAS DALAM PERSPEKTIF GENDER Agustina Ranti; Silvester Silvester
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.12608

Abstract

This study aims to describe and analyze the learning motivation of fifth-grade students at SDN 09 Rangkang in IPAS (Science and Social Studies) learning from a gender perspective. The uneven distribution of learning motivation between male and female students is a problem that needs in-depth study so that teachers can design gender-responsive learning. The study used a descriptive qualitative approach with 21 fifth-grade students as subjects, consisting of 13 male and 8 female students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana model encompassing data reduction, data presentation, and conclusion drawing, with validity tested through source triangulation. The results showed significant differences in learning motivation patterns between male and female students based on Sardiman (2023) six indicators of learning motivation. Female students generally show more stable and consistent motivation on the indicators of diligence in facing tasks, perseverance in facing difficulties, preferring to work independently, and ability to manage boredom on routine tasks. Meanwhile, male students are more enthusiastic about practice-based learning and more spontaneous in expressing opinions, although their motivation is more varied and situational. On the indicator of being able to maintain opinions, both gender groups still face self-confidence barriers with different characteristics. These findings imply the need for teachers to design gender-responsive, varied, and inclusive learning approaches so that all students' learning motivation can develop optimally. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis motivasi belajar siswa kelas V SDN 09 Rangkang pada pembelajaran IPAS ditinjau dari perspektif gender. Motivasi belajar yang tidak merata antara siswa laki-laki dan perempuan menjadi permasalahan yang perlu dikaji secara mendalam agar guru dapat merancang pembelajaran yang responsif gender. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 21 siswa kelas V yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pola motivasi belajar yang nyata antara siswa laki-laki dan perempuan berdasarkan enam indikator motivasi belajar menurut Sardiman (2023). Siswa perempuan secara umum menunjukkan motivasi yang lebih stabil dan konsisten pada indikator tekun menghadapi tugas, ulet menghadapi kesulitan, lebih senang bekerja mandiri, dan kemampuan mengendalikan kebosanan pada tugas-tugas rutin. Sementara itu, siswa laki-laki lebih antusias pada pembelajaran berbasis praktik dan lebih spontan dalam mengemukakan pendapat, meskipun motivasinya lebih variatif dan situasional. Pada indikator dapat mempertahankan pendapat, kedua kelompok gender masih menghadapi hambatan kepercayaan diri dengan karakteristik yang berbeda. Temuan ini mengimplikasikan perlunya guru merancang pendekatan pembelajaran yang responsif gender, variatif, dan inklusif agar motivasi belajar seluruh siswa dapat berkembang secara optimal.
ANALISIS KESALAHAN EJAAN BAHASA INDONESIA PADA TEKS DESKRIPSI KARYA SISWA KELAS VII SMPN 22 MATARAM Dwi Komala Sari; Siti Rohana Ariana Intiana; Pipit Aprilia Susanti
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.12668

Abstract

Mastery of Indonesian spelling in accordance with the Indonesian Spelling Guidelines (EBI) Edition V is an important aspect in students' writing skills. However, various studies show that spelling errors are still frequently found in students' writing at various levels of education. Although many studies have been conducted on language errors, research specifically examining spelling errors in descriptive texts of grade VII students based on EBI Edition V is still limited, especially at SMPN 22 Mataram. Therefore, this study was conducted to describe the forms of spelling errors found in descriptive texts written by grade VII students of SMPN 22 Mataram. This study used a qualitative descriptive approach. The research data were descriptive texts written by grade VII students of SMPN 22 Mataram collected through documentation and listening methods with note-taking techniques. The data were analyzed using the intralingual matching method with the techniques of comparing, equating, and differentiating. The results showed that various spelling errors were still found, including letter usage errors, word usage errors, and punctuation errors. Letter usage errors were the most dominant form of error compared to word usage and punctuation errors. These findings indicate that students' understanding and application of EBI Edition V rules in writing descriptive texts are still not optimal. This research is expected to be an evaluation material for Indonesian language teachers in designing more effective writing learning and improving students' ability to apply Indonesian spelling rules correctly. ABSTRAK Penguasaan ejaan bahasa Indonesia yang sesuai dengan Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) Edisi V merupakan aspek penting dalam keterampilan menulis siswa. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kesalahan ejaan masih sering ditemukan dalam karya tulis siswa pada berbagai jenjang pendidikan. Meskipun kajian mengenai kesalahan berbahasa telah banyak dilakukan, penelitian yang secara khusus mengkaji kesalahan ejaan pada teks deskripsi siswa kelas VII berdasarkan EBI Edisi V masih terbatas, terutama di SMPN 22 Mataram. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan ejaan yang terdapat dalam teks deskripsi karya siswa kelas VII SMPN 22 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa teks deskripsi karya siswa kelas VII SMPN 22 Mataram yang dikumpulkan melalui metode dokumentasi dan metode simak dengan teknik catat. Data dianalisis menggunakan metode padan intralingual dengan teknik hubung banding menyamakan dan membedakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ditemukan berbagai kesalahan ejaan yang meliputi kesalahan penggunaan huruf, kesalahan penggunaan kata, dan kesalahan penggunaan tanda baca. Kesalahan penggunaan huruf merupakan bentuk kesalahan yang paling dominan dibandingkan dengan kesalahan penggunaan kata dan tanda baca. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pemahaman dan penerapan kaidah EBI Edisi V oleh siswa dalam menulis teks deskripsi masih belum optimal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi guru bahasa Indonesia dalam merancang pembelajaran menulis yang lebih efektif serta meningkatkan kemampuan siswa dalam menerapkan kaidah ejaan bahasa Indonesia secara tepat.