cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 612 Documents
URGENSI TSABAT DALAM Q.S. AL-ANKABUT: 2-4 DI TENGAH DISRUPSI TEKNOLOGI DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE Nur Janah; Komarudin Sassi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11657

Abstract

ABSTRACT The rapid development of digital technology and Artificial Intelligence (AI) has created new challenges for the religious life of Muslims, including information overload, digital identity crises, religious misinformation, and social pressures that may affect the quality of faith among Muslim generations. This study aims to analyze the concept of tsabat (steadfastness) in Q.S. Al-Ankabut verses 2–4, examine its relevance to the challenges posed by technological disruption and AI, and explore its implications for Islamic education. This research employed a qualitative library research approach using the thematic (maudhu‘i) interpretation method. Primary data were obtained from the Qur’an, Tafsir Al-Mishbah, and Tafsir Al-Azhar, while secondary data were drawn from scholarly articles and relevant literature. The findings reveal that tsabat represents steadfast faith developed through trials (fitnah) as a divine law (sunnatullah) to distinguish genuine believers from those who merely profess faith. In the contemporary context, technological advancement and AI can be understood as modern forms of faith-testing that require spiritual resilience, moral integrity, and critical thinking. The study concludes that the values of tsabat possess significant pedagogical relevance as a foundation for developing students’ character, enabling them to become adaptive, ethical, and responsible users of technology in accordance with Islamic values. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) telah menghadirkan berbagai tantangan baru bagi kehidupan keagamaan umat Islam, terutama berupa banjir informasi, krisis identitas digital, hoaks keagamaan, dan tekanan sosial yang berpotensi memengaruhi kualitas keimanan generasi Muslim. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep tsabat dalam Q.S. Al-Ankabut ayat 2–4, mengidentifikasi relevansinya terhadap tantangan era disrupsi teknologi dan AI, serta mengkaji implikasinya bagi pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan dan metode tafsir tematik (maudhu‘i). Sumber data primer meliputi Al-Qur’an, Tafsir Al-Mishbah, dan Tafsir Al-Azhar, sedangkan data sekunder berasal dari artikel ilmiah dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tsabat merupakan keteguhan iman yang dibentuk melalui proses ujian (fitnah) sebagai sunnatullah untuk membedakan antara orang yang benar-benar beriman dan yang hanya mengaku beriman. Dalam konteks kontemporer, perkembangan teknologi dan AI dapat dipahami sebagai bentuk ujian keimanan yang menuntut resiliensi spiritual, integritas moral, dan kemampuan berpikir kritis. Temuan ini menegaskan bahwa nilai tsabat memiliki relevansi pedagogis sebagai landasan pembentukan karakter peserta didik yang adaptif, berakhlak, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi sesuai dengan nilai-nilai Islam.
DINAMIKA PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE KOOPERATIF DAN ADAPTIF DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SANTRI DI MADRASAH DINIYAH PONDOK PESANTREN NURUL QODIRI Riki Apriyanto; Ikhwan Aziz Q; Leli Fertiliana Dea
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11662

Abstract

This research is motivated by the gap between traditional learning methods in Madrasah Diniyah and the demands of modern education that emphasize student activeness. The focus of this study is to examine the dynamics of learning through the integration of cooperative and adaptive methods to improve students’ learning outcomes at Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Nurul Qodiri, Central Lampung. The research method used is field research with a descriptive qualitative approach. Data were collected through non-participant observation, in-depth semi-structured interviews with educators and students, and documentation, which were then analyzed through stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing.  The results of the study show that the learning dynamics at the research site have undergone a positive transformation through a combination of the salafiyah system (sorogan and bandongan) with modern instructional innovations. The implementation of cooperative methods through small group division and adaptive methods through personal guidance has been proven to improve students’ learning outcomes multidimensionally, including cognitive aspects in understanding classical Islamic texts, affective aspects in the courage to express opinions, and social aspects in collaboration. This strategy successfully bridges differences in students’ basic abilities and overcomes linguistic barriers in understanding Arabic-language materials. However, its effectiveness is still constrained by limited time and infrastructure. The conclusion of the study emphasizes that synchronization between pesantren traditions and modern methods creates an inclusive educational ecosystem that is relevant to contemporary developments. This research recommends the need for a more systematic formulation of a “Salaf-Modern” curriculum and strengthening educators’ pedagogical competencies in managing the diversity of students’ learning characteristics to optimize learning efficiency in the future. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara metode pembelajaran tradisional di Madrasah Diniyah dengan tuntutan pendidikan modern yang mengedepankan keaktifan peserta didik. Fokus penelitian ini adalah mengkaji dinamika pembelajaran melalui integrasi metode kooperatif dan adaptif untuk meningkatkan hasil belajar santri di Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Nurul Qodiri, Lampung Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara mendalam semi-terstruktur kepada pendidik dan santri, serta dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika pembelajaran di lokasi penelitian telah mengalami transformasi positif melalui perpaduan sistem salafiyah (sorogan dan bandongan) dengan inovasi instruksional modern. Penerapan metode kooperatif melalui pembagian kelompok kecil dan metode adaptif melalui bimbingan personal terbukti mampu meningkatkan hasil belajar santri secara multidimensional, meliputi aspek kognitif dalam pemahaman kitab kuning, aspek afektif dalam keberanian berpendapat, serta aspek sosial dalam kerja sama. Strategi ini berhasil menjembatani perbedaan kemampuan dasar santri dan mengatasi hambatan linguistik dalam memahami materi berbahasa Arab. Meskipun demikian, efektivitasnya masih terhambat oleh keterbatasan waktu dan sarana prasarana. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa sinkronisasi antara tradisi pesantren dan metode modern menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan relevan dengan perkembangan zaman. Penelitian ini merekomendasikan perlunya formulasi kurikulum "Salaf-Modern" yang lebih sistematis dan penguatan kompetensi pedagogis pendidik dalam mengelola keragaman karakteristik belajar santri untuk mengoptimalkan efisiensi pembelajaran di masa depan.    
KONTEKSTUALISASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BERBASIS DEEP LEARNING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN MURID DI MADRASAH Mukhoyyaroh Mukhoyyaroh
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11663

Abstract

Methodological stagnation due to the dominance of a rigid, mechanistic memorization model in teaching foreign language rules in madrasas underlies this research. This problem triggers low analytical reasoning mastery and students' failure to use language functionally. The focus of this research is to examine the theoretical contextualization of Arabic language learning based on a deep learning approach to improve student understanding. The research steps were carried out using a library research method with descriptive-analytical specifications. Secondary data was collected independently through a search of reputable scientific publications in the Google Scholar database over a planned period from 2021 to 2026. The textual data was then processed through four mechanical stages: reference text reduction, instructional parameter categorization, conceptual interpretation, and theoretical synthesis based on document triangulation. The research findings indicate that deep learning through the integration of meaningful, mindful, and joyful learning elements can significantly minimize cognitive load. The combination of contextual visualization and digital interactive gamification techniques proved effective in transforming the perception of boring grammar into an enjoyable communicative activity. The main conclusion confirms that synchronizing lesson plans based on deep understanding successfully enhances students' critical thinking skills. Madrasah practitioners are recommended to adopt this instructional formula to create a technology-savvy, adaptive learning ecosystem. ABSTRAK Stagnasi metodologis akibat dominasi model hafalan mekanistik kaku pada pengajaran kaidah kebahasaan asing di madrasah melatarbelakangi penelitian ini. Masalah tersebut memicu rendahnya ketuntasan penalaran analitis dan kegagalan siswa dalam menggunakan bahasa secara fungsional. Fokus penelitian ini adalah mengkaji teoretis kontekstualisasi pembelajaran Bahasa Arab berbasis pendekatan deep learning untuk meningkatkan pemahaman murid. Langkah-langkah penelitian dijalankan menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan spesifikasi deskriptif-analitis. Pengumpulan data sekunder dihimpun secara mandiri melalui penelusuran publikasi ilmiah bereputasi pada basis data Google Scholar dalam rentang waktu terencana dari tahun 2021 hingga 2026. Data tekstual tersebut selanjutnya diolah melalui empat tahapan mekanis yang meliputi reduksi teks rujukan, kategorisasi parameter instruksional, interpretasi konseptual, serta sintesis teori berbasis triangulasi dokumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa deep learning melalui integrasi elemen meaningful, mindful, dan joyful learning mampu meminimalkan beban kognitif secara signifikan. Perpaduan visualisasi kontekstual dan teknik gamifikasi interaktif digital terbukti efektif mengubah persepsi tata bahasa yang menjemukan menjadi aktivitas komunikatif yang menyenangkan. Simpulan utama menegaskan bahwa sinkronisasi desain rencana pengajaran berbasis pemahaman mendalam sukses mendongkrak ketajaman berpikir kritis murid. Praktisi madrasah direkomendasikan mengadopsi formula instruksional ini guna melahirkan ekosistem belajar adaptif yang melek teknologi.  
KARAKTER MODERAT MAHASISWA PADA PERGURUAN TINGGI UMUM: MENGESKPLORASI SUMBER DAN POLA LITERASI AGAMA Ganjar Eka Subakti; Wawan Hermawan; Sarah Rahmadika; Asep Aziz Fauzi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11664

Abstract

The ability of religious and national literacy among students today is questionable, considering that some of the actions of them display low religious literacy skills. Therefore, this study aims to explore the sources and patterns of religious literacy so as to describe the moderate character of students in public universities. This study uses a qualitative approach phenomenological method, where the data is collected through questionnaires and interviews which are then analyzed through description, find essential statements, group into units of meaning, reflect and construct, and report the results of the study. The number of respondents was 102 people from Public Universities with various kinds of science. The results showed several findings including; 1). The source of information that most students use is 'offline and online' with a total of 26 respondents. However, when compared between offline and online, the majority of students with a total of 39 respondents prefer to look for information sources online and only 32 respondents choose to look for information sources offline. 2) In terms of the practice of practicing religious information obtained by students, the majority are more to sharia or worship as many as 35 respondents and at least (one respondent) practices in terms of aqidah. 3). In case of moderate behavior. Students can be said to behave moderately because the majority of respondents with a total of 39 people discuss ethically, full of prudence and responsibility. Where these characteristics are evidence that respondents have behaved moderately. ABSTRAK Kemampuan literasi agama dan kebangsaan di kalangan mahasiswa dewasa ini patut dipertanyakan, mengingat beberapa tindakan dari mereka mempertontonkan kemampuan literasi agama yang rendah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sumber dan pola literasi agama sehingga menggambarkan karakter moderat mahasiswa pada perguruan tinggi umum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode fenomenologi, di mana datanya dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara yang kemudian dianalisis melalui deskripsi, menemukan pernyataan esensial, mengelompokkan ke dalam unit makna, merefleksikan dan mengontruksi, dan melaporkan hasil penelitian. Jumlah responden sebanyak 102 orang yang berasal dari Perguruan Tinggi Umum dengan berbagai macam keilmuan. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan diantaranya; 1). Sumber informasi yang paling banyak mahasiswa gunakan ialah  ‘offline dan online’ dengan jumlah 26 responden. Namun, jika dibandingkan antara yang offline dan online, mayoritas mahasiswa dengan jumlah 39 responden lebih memilih mencari sumber informasi secara online dan hanya 32 responden memilih mencari sumber informasi  secara offline. 2) Dalam hal praktik pengamalan informasi keagamaan yang didapatkan mahasiswa, mayoritas lebih kepada syariah atau ibadah sebanyak 35 responden dan paling sedikit (satu responden) mengamalkan dalam hal aqidah. 3). Dalam hal perilaku moderat. Mahasiswa bisa dikatakan berperilaku moderat karena mayoritas responden dengan jumlah 39 orang melakukan pendiskusian secara etis, penuh  kehati-hatian dan tanggungjawab. Dimana ciri-ciri tersebut merupakan bukti bahwa responden sudah berperilaku moderat.  
CONSTRUCTIVE SCREEN TIME IN ROBLOX STUDIO: ADULT PERSPECTIVES AND CHILDREN’S LEARNING Sean Alistair Setiawan; Ni Luh Sekar Astuti
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11665

Abstract

Screen time in childhood is often discussed primarily in terms of risk, restriction, and duration, while less attention is given to the educational potential of constructive digital engagement. This study examines whether Roblox Studio can function as a medium for positive screen time by exploring two linked perspectives: adults’ understanding of passive versus constructive screen time and children’s learning experiences while engaging with Prank Tower, a Roblox Studio game developed as a digital artifact. The study used an exploratory mixed-method design combined with a project-based digital artifact approach. Data were collected through online questionnaires from 23 parents or teachers and 31 student players aged 9 to 15. Quantitative responses were analyzed using descriptive statistics, while open-ended responses were examined through thematic analysis. The findings indicate that students experienced the game as enjoyable and challenging, and their self-reports suggested persistence after failure as well as perceived use of patience, timing, and problem-solving during gameplay. Adult respondents generally acknowledged that screen time can be beneficial, but many remained uncertain about how to distinguish constructive engagement from passive consumption. The study contributes to current debates on children’s media use by showing that screen time quality, digital task design, and adult guidance are central to understanding how digital platforms such as Roblox Studio may support constructive forms of engagement for Generation Alpha. ABSTRAK Waktu layar pada anak umumnya lebih sering dibahas dari sisi risiko, pembatasan, dan durasi penggunaan. Sementara itu, potensi edukatif dari keterlibatan digital yang bersifat konstruktif masih belum banyak mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemungkinan pemanfaatan Roblox Studio sebagai bentuk bentuk keterlibatan digital yang konstruktif, dengan menelaah dua aspek yang saling berkaitan, yaitu pemahaman orang dewasa tentang perbedaan antara waktu layar pasif dan konstruktif serta pengalaman belajar anak saat memainkan Prank Tower, sebuah permainan yang dikembangkan sebagai artefak digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksploratif dengan metode campuran yang dipadukan dengan pengembangan artefak digital berbasis proyek. Data diperoleh melalui kuesioner daring yang melibatkan 23 orang tua atau guru dan 31 siswa berusia 9 hingga 15 tahun. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif, sedangkan respons terbuka dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memandang permainan sebagai aktivitas yang menyenangkan sekaligus menantang. Mereka juga melaporkan adanya ketekunan setelah mengalami kegagalan, serta penggunaan kesabaran, pengaturan waktu, dan kemampuan pemecahan masalah selama bermain. Di sisi lain, responden dewasa pada umumnya mengakui bahwa waktu layar dapat memberikan manfaat, namun masih terdapat keraguan dalam membedakan keterlibatan yang bersifat konstruktif dengan konsumsi pasif. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas waktu layar, desain aktivitas digital, dan pendampingan orang dewasa merupakan faktor penting dalam memahami bagaimana platform seperti Roblox Studio dapat dimanfaatkan untuk mendukung keterlibatan digital yang lebih bermakna bagi Generasi Alpha.    
PELAKSANAAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH TAHAP PEMBIASAAN DALAM MENUMBUHKAN MINAT MEMBACA MURID Hasni Rachman; Yulius Mataputun; Robert Masreng; Ewendi W. Mangolo; Albaiti Albaiti; Diki Kurniawan
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11666

Abstract

The low reading activity index and the high challenge of equalizing organic literacy culture in urban Papua are the background to this research. This problem triggers the importance of optimizing character development to protect students from exposure to urban digital media distractions. The focus of this research is to analyze the implementation of the School Literacy Movement (GLS) in the habituation stage in fostering students' reading interest at SD Negeri Inpres Dok IX, Jayapura City. A qualitative, descriptive method approach was applied, where data were collected through participatory observation techniques, in-depth interviews with eleven key informants, and reinforced by documentation studies. Data analysis was conducted interactively using a cycle of reduction, data presentation, and triangulation-based verification. The research findings indicate that the 15-minute reading activity every morning has been effectively institutionalized as a routine to foster students' mental readiness to learn. The transformation of physical space through optimizing classroom reading corners and corridors as text-rich environments has been proven to provide intensive visual stimulation for the school ecosystem. The main conclusion confirms that strengthening sustainable literacy management based on local Papuan sociocultural wisdom has significantly succeeded in increasing students' self-confidence and expanding their vocabulary mastery. School management is recommended to implement a dynamic book rotation system across classes to prevent lifelong reader boredom. ABSTRAK Rendahnya indeks aktivitas membaca serta tingginya tantangan pemerataan budaya literasi organik di wilayah perkotaan Papua melatarbelakangi penelitian ini. Masalah tersebut memicu pentingnya optimalisasi penumbuhan budi pekerti guna membentengi peserta didik dari paparan distraksi media digital urban. Fokus penelitian ini adalah menganalisis pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) tahap pembiasaan dalam menumbuhkan minat membaca murid di SD Negeri Inpres Dok IX Kota Jayapura. Pendekatan kualitatif metode deskriptif diterapkan, di mana data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap sebelas informan kunci, serta diperkuat studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif menggunakan siklus reduksi, penyajian data, dan verifikasi berbasis triangulasi. Temuan riset menunjukkan bahwa aktivitas membaca 15 menit setiap pagi telah terlembaga secara efektif sebagai rutinitas penumbuh kesiapan mental belajar siswa. Transformasi ruang fisik melalui optimalisasi pojok baca kelas dan koridor sebagai lingkungan kaya teks terbukti memberikan stimulasi visual yang intensif bagi ekosistem sekolah. Simpulan utama menegaskan bahwa penguatan manajemen literasi berkelanjutan berbasis kearifan sosiokultural lokal Papua secara signifikan sukses meningkatkan kepercayaan diri dan memperluas penguasaan kosakata murid. Manajemen sekolah direkomendasikan menerapkan sistem rotasi buku yang dinamis lintas kelas guna mencegah kejenuhan pembaca sepanjang hayat.    
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU MELALUI SUPERVISI AKADEMIK BERBASIS COACHING DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Ganesha Ivanda Suliyanto; Ahmad Zainuri
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11667

Abstract

The large number of potential teachers who have not received appropriate guidance to develop optimally in elementary and secondary schools is the background to this research. This obstacle triggers the need to shift the supervision paradigm from a rigid supervision instrument to a space for equal professional dialogue. The focus of this research is to describe the principal's strategy in implementing coaching-based academic supervision to improve teacher professionalism in junior high schools. The research steps were carried out using a descriptive qualitative approach over a full semester, where data collection was obtained through in-depth interviews, participatory observation of discussion sessions, and documentation studies. Data analysis was conducted interactively, involving purposive selection of informants and validity testing via triangulation. The research findings indicate three main strategies that were successfully implemented: participatory planning based on individual teacher needs assessments, the implementation of guidance sessions using the GROW model, and the implementation of planned monthly cyclical evaluations. The main conclusion confirms that the integration of coaching methods in academic supervision has proven effective in shifting hierarchical relationships into collective partnerships that mutually foster educator self-agency. Principals are recommended to invest in this communication competency continuously to ignite the potential of teacher professionalism in the digital era. ABSTRAK Banyaknya guru potensial yang belum mendapatkan pendampingan tepat untuk berkembang secara optimal di lingkungan sekolah dasar dan menengah melatarbelakangi penelitian ini. Hambatan tersebut memicu perlunya pergeseran paradigma supervisi dari instrumen pengawasan yang kaku menjadi ruang dialog profesional yang setara. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi kepala sekolah dalam menerapkan supervisi akademik berbasis coaching guna meningkatkan profesionalisme guru di Sekolah Menengah Pertama. Langkah-langkah penelitian dijalankan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif selama satu semester penuh, di mana pengumpulan data diperoleh lewat teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif terhadap sesi diskusi, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif dengan melibatkan pemilihan informan secara purposif dan pengujian keabsahan via triangulasi. Temuan penelitian menunjukkan tiga strategi utama yang berhasil diterapkan: perencanaan partisipatif berbasis asesmen kebutuhan individual guru, pelaksanaan sesi bimbingan menggunakan model GROW, serta pelaksanaan evaluasi siklis bulanan yang terencana. Simpulan utama menegaskan bahwa integrasi metode coaching dalam supervisi akademik terbukti efektif menggeser relasi hierarkis menjadi kemitraan kolektif yang saling menumbuhkan agensi diri pendidik. Kepala sekolah direkomendasikan menginvestasikan kompetensi komunikasi ini secara berkelanjutan demi menyalakan potensi profesionalisme guru di era digital.  
PERAN PENGAWAS SEKOLAH DALAM PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH BINAAN SMP Naomi Kogoya; Yulius Mataputun; Juliana Waromi; C. Tanta; Robert Masreng; Monika Gultom
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11668

Abstract

The shift in the supervisory function of supervisors to become partners in the Freedom to Learn pillar to improve the quality of national education is the background to this research. This issue demands a reconstruction of supervisory governance in underdeveloped, frontier, and outermost (3T) regions that are vulnerable to managerial stagnation. The focus of this research is to analyze the role of school supervisors in supporting learning at SMP Negeri 4 Wamena, Jayawijaya Regency, Papua Mountains Province. A qualitative approach with an exploratory case study design was applied, where data were collected through participant observation, in-depth interviews with six selected informants, and a documentary study of the school profile that mentors 161 students. Data analysis techniques were carried out interactively through stages of condensation, data presentation, and drawing conclusions. The research findings reveal that the supervisory role has not been optimal and remains trapped in administrative-conventional patterns, as evidenced by the absence of an official work program since 2018 and minimal clinical supervision. The main conclusion confirms that the effectiveness of mentoring is systemically hampered by extreme geographic constraints, excessive workloads, and lack of access to electricity. This research recommends the implementation of the Reflection-Contextual Mentoring Model through an intensive block visit strategy and the use of local natural media to realize the equal distribution of sustainable education quality standards in the interior of Papua. ABSTRAK Pergeseran fungsi inspektif pengawas menjadi mitra pendamping dalam pilar Merdeka Belajar guna meningkatkan mutu pendidikan nasional melatarbelakangi penelitian ini. Masalah tersebut menuntut adanya rekonstruksi tata kelola kepengawasan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang rentan mengalami stagnasi manajerial. Fokus penelitian ini adalah menganalisis peran pengawas sekolah dalam pendampingan pembelajaran di SMP Negeri 4 Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus eksploratif diterapkan, di mana data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap enam informan terpilih, dan studi dokumentasi terhadap profil sekolah yang membina 161 siswa. Teknik analisis data dijalankan secara interaktif melalui tahapan kondensasi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa peran pengawas belum berjalan optimal dan masih terjebak pada pola administratif-konvensional, yang dibuktikan dengan ketiadaan program kerja resmi sejak 2018 serta minimnya supervisi klinis. Simpulan utama menegaskan bahwa efektivitas pendampingan terhambat secara sistemik oleh kendala geografis ekstrem, beban kerja berlebih, dan ketiadaan akses listrik. Riset ini merekomendasikan penerapan Model Pendampingan Refleksi-Kontekstual melalui strategi kunjungan blok intensif dan pemanfaatan media alam lokal demi mewujudkan pemerataan standar mutu pendidikan yang berkelanjutan di pedalaman Papua.    
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ULAR TANGGA INOVATIF PADA MATERI IMBUHAN KELAS V SD Regina Anggraini Darise; Evi Hasim; Wiwy Trianty Pulukadang; Rusmin Husain; Fidyawati Monoarfa
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11669

Abstract

This research was motivated by the low learning interest and motivation of fifth-grade students at SDN 03 Batudaa on affixes due to the use of monotonous conventional methods. The main problem focused on the lack of concrete media, which resulted in student boredom and difficulty mastering linguistic concepts. To address this, an innovative snakes and ladders media was developed through Research and Development using the ADDIE model, encompassing analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data collection was conducted through observation, interviews, and validation questionnaires. The quantitative research results showed a very high level of feasibility, with scores from media experts of 96.47%, material experts of 95.55%, and language experts of 91.42%. Furthermore, the practitioner assessment reached 95.48%, categorizing the product as highly feasible. Implementation on fifteen students demonstrated that this media was able to increase learning motivation through a game-based learning approach. The main conclusion of this research confirms that the use of innovative snakes and ladders is effective as a means of evaluation and increases students' memory retention of affixes in depth. This development has proven effective in transforming a passive classroom atmosphere into a more dynamic, interactive, and lively one. The media facilitates cognitive understanding through engaging visualizations and physical activities, making it highly suitable for elementary school children. The implementation of this modified educational game is highly recommended to achieve high-quality academic graduation standards. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar serta motivasi siswa kelas V SDN 03 Batudaa pada materi imbuhan akibat penggunaan metode konvensional yang monoton. Masalah utama difokuskan pada kurangnya media konkret yang mengakibatkan siswa jenuh dan sulit menguasai konsep kebahasaan. Untuk mengatasi hal itu, dilakukan pengembangan media ular tangga inovatif melalui metode Research and Development dengan model ADDIE meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan lewat observasi, wawancara, serta angket validasi. Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan tingkat kelayakan sangat tinggi dengan skor ahli media 96,47%, pakar materi 95,55%, serta ahli bahasa 91,42%. Selain itu, penilaian praktisi mencapai 95,48% sehingga produk masuk kategori sangat layak. Implementasi pada lima belas peserta didik membuktikan bahwa media ini mampu meningkatkan motivasi belajar melalui pendekatan game based learning. Simpulan utama riset ini menegaskan bahwa penggunaan ular tangga inovatif efektif sebagai sarana evaluasi sekaligus peningkat retensi memori siswa terhadap materi imbuhan secara mendalam. Pengembangan ini terbukti mampu mentransformasi suasana kelas yang awalnya pasif menjadi lebih dinamis, interaktif, dan riang. Media tersebut memfasilitasi pemahaman kognitif melalui visualisasi yang menarik serta aktivitas fisik yang sangat sesuai bagi anak tingkat dasar. Kehadiran permainan edukatif modifikasi ini sangat direkomendasikan untuk diterapkan guna mewujudkan standar kelulusan akademik yang berkualitas.    
PENGARUH PERSEPSI PADA PEMBELAJARAN ASWAJA DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP AMALIAH IBADAH BAGI PESERTA DIDIK DI MTS Erni Setyowati; Subandi Subandi; Agus Setiawan
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11670

Abstract

This study aims to determine the effect of students’ perceptions in Aswaja learning and the school environment on students’ religious practices (amaliah ibadah) at MTs Ma’arif 06 Seputih Raman. This research employed a quantitative approach with a correlational research design. The sample consisted of 99 students. Data were collected through questionnaires, observation, and documentation. The research instruments were tested for validity and reliability, with a Cronbach’s Alpha value of 0.978, indicating a very high level of reliability. The results showed that the data were normally distributed with a significance value of 0.300 (> 0.05). Partially, students’ perceptions in Aswaja learning had a significant effect on religious practices with a significance value of 0.000 (< 0.05). The school environment also had a significant effect on religious practices with a significance value of 0.000 (< 0.05) and was identified as the most dominant variable. Simultaneously, both variables had a significant effect on students’ religious practices with a significance value of 0.000 (< 0.05). The coefficient of determination test showed an R Square value of 0.990, meaning that students’ perceptions in Aswaja learning and the school environment contributed 99% to students’ religious practices. Thus, it can be concluded that both learning perception and school environment have a very strong influence in improving students’ religious practices. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi peserta didik dalam pembelajaran Aswaja dan lingkungan sekolah terhadap amaliah ibadah peserta didik di MTs Ma’arif 06 Seputih Raman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 99 peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan hasil Cronbach’s Alpha sebesar 0,978 yang menunjukkan tingkat reliabilitas sangat tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi sebesar 0,300 (> 0,05). Secara parsial, persepsi peserta didik dalam pembelajaran Aswaja berpengaruh signifikan terhadap amaliah ibadah dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05). Lingkungan sekolah juga berpengaruh signifikan terhadap amaliah ibadah dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05) dan merupakan variabel yang paling dominan. Secara simultan, kedua variabel tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap amaliah ibadah dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05). Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan nilai R Square sebesar 0,990, yang berarti bahwa persepsi peserta didik dalam pembelajaran Aswaja dan lingkungan sekolah memberikan kontribusi sebesar 99% terhadap amaliah ibadah peserta didik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa persepsi pembelajaran dan lingkungan sekolah memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam meningkatkan amaliah ibadah peserta didik.