cover
Contact Name
Konradus Silvester Jenahut
Contact Email
silvesterjenahut@gmail.com
Phone
+6282213331314
Journal Mail Official
ejournal.edukasitematik@gmail.com
Editorial Address
Jalan Ir. Soekarno Nomor 06, Kelurahan Fontein, Kecamatan Kota Raja Kota Kupang - Provinsi Nusa Tenggara Timur, 85112
Location
Kab. kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar
Published by Universitas San Pedro
ISSN : -     EISSN : 27468011     DOI : https://doi.org/10.59632
Core Subject : Education,
Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar adalah jurnal ilmiah yang menerima dan menerbitkan artikel hasil penelitian (research article) yang berfokus pada isu-isu terkini dalam praktik pendidikan, pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi dalam konteks pendidikan sekolah dasar. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah akademik bagi para peneliti, pendidik, dan praktisi pendidikan dalam menyebarluaskan gagasan, inovasi, serta hasil penelitian yang dapat berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan dasar yang lebih efektif dan berkualitas. Adapun ruang lingkup topik yang dapat diangkat meliputi: Inovasi Pembelajaran di Sekolah Dasar, Kurikulum Pendidikan di Sekolah Dasar, Evaluasi, Asesmen, Penilaian, dan Penelitian Pembelajaran di Sekolah Dasar, Pengembangan Media Pembelajaran, Strategi, Model, Metode, dan Teknik Pembelajaran di Sekolah Dasar, Praktik Pembelajaran di Era Digital pada Sekolah Dasar, Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar, Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar, Pendidikan dan Pelatihan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar, dan Topik lain yang relevan.
Articles 125 Documents
Implementasi Prinsip-Prinsip Deep Learning dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar Fauziah, Ulfa Nur; Arman, Arman; Ramadani, Syafira; Mahfuroh, Laelatul; Adetia, Mai Fika; Sutari, Dwi
Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 3 (2025): Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/edukasitematik.v6i3.677

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Meaningful, Joyful, dan Mindful Learning dalam pembelajaran berbasis Deep Learning di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif metode studi kasus yang dilaksanakan di UPT SD Negeri 1 Pringsewu Barat, Lampung, selama September–Oktober 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala sekolah dan guru, observasi proses pembelajaran, dan analisis dokumen. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Meaningful Learning terwujud melalui strategi pengaitan materi dengan pengalaman nyata siswa, Joyful Learning tampak dari suasana kelas yang menyenangkan dan interaktif, sedangkan Mindful Learning terlihat dari praktik refleksi siswa dan guru terhadap proses belajar. Integrasi ketiga pendekatan tersebut menghasilkan pengalaman belajar yang lebih mendalam, relevan, dan holistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran berbasis Deep Learning dengan mengintegrasikan ketiga dimensi tersebut mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dasar yang lebih adaptif dan humanis.
Analisis Hubungan Keterampilan Proses Sains dan Berpikir Kreatif dalam Proyek STEAM pada Siswa Sekolah Dasar Yana, Annisa Ulfa; Nur'aini, Devi Ayu
Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 3 (2025): Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/edukasitematik.v6i3.686

Abstract

Penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau memisahkan fokus pada salah satu keterampilan, sehingga kurang memberikan gambaran komprehensif tentang hubungan antara keterampilan proses sains (KPS) dan berpikir kreatif (KBK) dalam pembelajaran STEAM pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis korelasi dan kontribusi KPS dan KBK pada siswa sekolah dasar yang telah mengimplementasikan proyek STEAM dalam pembelajarannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 29 siswa kelas VI SDN 4 Banjar Agung tahun pelajaran 2025/2026. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi yang dikembangkan sesuai dengan indikator KPS dan KBK. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkana adanya hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara KPS dan KBK (r = 0,833; p < 0,05), serta KPS memberikan kontribusi sebesar 69,4% terhadap perkembangan KBK (R2 = 0,694). Temuan ini menegaskan bahwa implementasi proyek STEAM efektif dalam mengembangkan keterampilan proses sains dan berpikir kreatif siswa sekolah dasar.
Strategi Guru dalam Menerapkan Pendekatan Deep Learning di Sekolah Dasar Elita, Lintang; Arman, Arman; Oktavia, Nani; Puspita, Niken Ayu; Maulida, Mutiara; Sani, Muhammad Husni
Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 3 (2025): Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/edukasitematik.v6i3.673

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi pembelajaran yang digunakan guru dalam menerapkan pendekatan deep learning di sekolah dasar serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan guru kelas tinggi di UPT SD Negeri 1 Sukoharjo I sebagai subjek utama. Data dikumpulkan menggunakan pedoman wawancara terbuka yang menyoroti strategi pembelajaran, pemanfaatan teknologi, serta praktik refleksi guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memahami deep learning sebagai pembelajaran berpusat pada siswa yang menekankan keterlibatan aktif, berpikir kritis, kolaborasi, dan kemampuan reflektif. Strategi yang diterapkan meliputi Problem Based Learning, diskusi kelompok, observasi lapangan, dan pembelajaran kontekstual yang relevan dengan pengalaman siswa. Guru juga memanfaatkan media digital untuk meningkatkan interaktivitas, meskipun masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan jaringan internet. Selain itu, guru menunjukkan komitmen profesional melalui pelatihan dan refleksi pembelajaran. Penelitian menyimpulkan bahwa implementasi deep learning berjalan positif, tetapi memerlukan dukungan sarana, kebijakan sekolah, dan pelatihan berkelanjutan agar dapat diterapkan secara lebih optimal.
Pelaksanaan P5 Bertema Kearifan Lokal di SD Naskat Yos Sudarso, Kepulauan Aru Victory, Bintang Lony Vera
Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 3 (2025): Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/edukasitematik.v6i3.703

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan P5 SD Naskat Yos Sudarso 1 Dobo. Penelitian ini dilatarbelakangi perlunya informasi kepada satuan pendidikan lainnya di Kabupaten Kepulauan Aru mengenai pelaksanaan P5 yang baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan instrumen berupa pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber informasi dalam penelitian ini adalah kepala satuan pendidikan, fasilitator fase A, dan fasilitator fase C. Pemilihan informan berdasarkan jabatan struktural sebagai kepala sekolah, wakil bidang kurikulum, dan wakil bidang kesiswaan yang diyakini memahami pelaksanaan P5 lebih baik. Hasil penelitian menunjukkan SD Naskat Yos Sudarso 1 Dobo melaksanakan P5 melalui prosedur bertahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan satuan pendidikan memilih koordinator dan fasilitator proyek, mengidentifikasi kesiapan sekolah, merancang dimensi yang ingin diasah dalam satu semester, merumuskan tema, dan menentukan alokasi waktu. Pada tahap pelaksanaan, satuan fasilitator membangun kesadaran peserta didik, mengeksplorasi permasalahan, menentukan peran setiap stakeholder, menyelesaikan proses pelaksanaan, dan menyusun pelaksanaan evaluasi. Tema yang diangkat SD Naskat Yos Sudarso 1 Dobo adalah kearifan lokal dengan topik pengolahan bahan mentah berupa ikan laut sumber daya alam terbesar di Kepulauan Aru menjadi makanan siap santap, lezat, dan lebih tahan lama seperti kecap, baso, dan nuget. Dapat disimpulkan bahwa SD Naskat Yos Sudarso 1 Dobo melaksanakan P5 melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sesuai panduan yang dikeluarkan oleh BSKAP Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Analisis Kesulitan Konseptual Siswa dalam Mempelajari Perkalian dan Pembagian di Sekolah Dasar Purbolinggo, Aliftha Balqis; Djafar, Marshanda Dwie; Rahmadiani, Zulfa Fatimah; Kowiyah, Kowiyah
Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 3 (2025): Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/edukasitematik.v6i3.691

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam kesulitan yang dialami siswa sekolah dasar dalam memahami konsep perkalian dan pembagian, faktor-faktor yang melatarbelakangi kesulitan tersebut, serta strategi pembelajaran yang diterapkan guru untuk mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan pada siswa kelas IV di salah satu sekolah dasar di Kota Bekasi. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru, observasi proses pembelajaran, dan analisis dokumentasi berupa catatan pembelajaran serta hasil kerja siswa, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa tidak hanya bersifat prosedural, tetapi terutama berakar pada lemahnya pemahaman konseptual perkalian sebagai penjumlahan berulang dan pembagian sebagai proses pengelompokan. Kesulitan tersebut dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal, seperti perbedaan kemampuan dan rendahnya minat belajar, serta faktor eksternal berupa kondisi kelas dan keterbatasan dukungan belajar di rumah. Guru merespons kondisi tersebut melalui penggunaan media konkret, permainan edukatif, media digital sederhana, serta bimbingan tambahan, meskipun implementasinya masih terkendala oleh keterbatasan waktu dan heterogenitas kemampuan siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa penanganan kesulitan belajar perkalian dan pembagian memerlukan pendekatan pembelajaran yang adaptif, kontekstual, dan terintegrasi dengan dukungan lingkungan belajar.

Page 13 of 13 | Total Record : 125