cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14 Documents
Search results for , issue "vol. 6 no. 4 (2026)" : 14 Documents clear
KOPERASI DESA MERAH PUTIH DAN KEMANDIRIAN DESA DI INDONESIA: TINJAUAN GOVERNANCE DALAM PENGUATAN EKONOMI LOKAL Rosaria Oktaviani
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i4.13200

Abstract

Post-enactment of the Village Law in Indonesia, rural development has undergone transformation through strengthened village authority, fiscal decentralization, and local resource utilization; however, genuine village self-reliance continues to face critical structural challenges, including chronic dependence on intergovernmental fiscal transfers, restricted capital access, low added value of agrarian commodities, and fragile economic governance. This article aims to critically analyze the strategic role of the Merah Putih Village Cooperative (KDMP) as an instrument for local economic reinforcement and village self-reliance through a governance perspective. Employing a qualitative approach with a library research method, this study reviewed 38 peer-reviewed academic publications and credible policy documents published within the last five years, identified through structured search protocols. The secondary data were analyzed through systematic thematic condensation, governance-dimension coding, and comparative inter-literature synthesis to derive robust conceptual propositions. The findings indicate that KDMP plays a strategic role in consolidating fragmented local supply chains, expanding inclusive micro-financing, and elevating community collective bargaining power against rent-seeking intermediaries. Furthermore, the rigorous institutionalization of good governance principles—specifically transparency, downward accountability, democratic member participation, operational efficiency, and multi-actor collaborative governance—is a fundamental prerequisite for preventing institutional failure and sustaining enterprise viability. Consequently, KDMP functions not merely as an ordinary community-based economic enterprise, but as a vital local governance institution integrating social ownership and market efficiency to achieve resilient, long-term rural self-reliance. ABSTRAK Transformasi pembangunan desa pasca-Undang-Undang Desa mendorong penguatan kewenangan, kapasitas fiskal, dan pendayagunaan potensi lokal, tetapi kemandirian desa masih dihadapkan pada ketergantungan transfer pemerintah, keterbatasan akses modal, rendahnya nilai tambah komoditas, dan lemahnya tata kelola kelembagaan ekonomi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis urgensi pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai instrumen penguatan ekonomi lokal dan kemandirian desa dalam tinjauan governance. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) terhadap 38 literatur bereputasi terbitan lima tahun terakhir yang diseleksi melalui protokol penelusuran sistematis. Data sekunder dianalisis melalui tahapan kondensasi data, kategorisasi tematik relasi governance, dan sintesis komparatif antarliteratur guna merumuskan proposisi teoretis yang kredibel. Hasil kajian menunjukkan bahwa KDMP berfungsi strategis dalam mengonsolidasi rantai pasok komoditas desa, memperluas akses pembiayaan mikro inklusif, dan meningkatkan daya tawar kolektif masyarakat terhadap perantara pasar. Penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipasi aktif anggota, efisiensi operasional, dan kolaborasi multipihak (collaborative governance) terbukti menjadi determinan mutlak dalam memitigasi risiko kegagalan kelembagaan dan menjaga keberlanjutan usaha desa. Dengan demikian, KDMP tidak hanya berperan sebagai entitas bisnis kerakyatan, melainkan bertindak sebagai institusi tata kelola yang memadukan kepemilikan sosial dan efisiensi pasar demi mewujudkan kemandirian ekonomi desa yang berdaya tahan.  
STRATEGI PENGEMBANGAN BADAN USAHA MILIK DESA (STUDI KASUS BIDANG PAM (LAYANAN AIR BERSIH) PADA BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) SUKOMUKTI DESA SUKOREJOKULON KECAMATAN KALIDAWIR KABUPATEN TULUNGAGUNG Agilia Putri Andoko; Muhammad Anasrulloh; Ekbal Santoso
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i4.13510

Abstract

Clean water supply in rural areas frequently encounters technical distribution problems and seasonal discharge fluctuations, requiring adaptive institutional governance. This study aims to analyze the development strategy of the Suko Mukti Village-Owned Enterprise (BUMDes) within the "Sumber Mukti" village clean water service unit in Sukorejokulon Village, Kalidawir District, Tulungagung Regency, along with its driving and constraining factors. A descriptive qualitative method with a case study design was employed. Data were gathered through field observation, documentation, and in-depth interviews with eight key informants selected purposively. The results indicate that enterprise development is pursued through local spring optimization, distribution network rehabilitation, volumetric tariff formulation, and institutional maintenance coordination. This initiative is supported by continuous water discharge, village government capital equity, and active community participation. Nonetheless, the enterprise still faces operational challenges, notably seasonal discharge drops during prolonged dry seasons and billing payment delays among several consumers. ABSTRAK Penyediaan air bersih di perdesaan sering kali menghadapi kendala teknis jaringan dan fluktuasi debit musiman, sehingga memerlukan tata kelola kelembagaan yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sukomukti pada unit usaha PAM Desa layanan air bersih (Sumber Mukti) di Desa Sukorejokulon, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, beserta faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap delapan informan kunci yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan unit usaha dilakukan melalui optimalisasi sumber mata air lokal, rehabilitasi jaringan transmisi dan distribusi, penataan sistem tarif berbasis volume, serta peningkatan koordinasi pemeliharaan. Keberhasilan program ini didukung oleh ketersediaan debit mata air alami, komitmen penyertaan modal pemerintah desa, serta partisipasi aktif warga. Meskipun demikian, unit usaha masih dihadapkan pada tantangan penurunan debit saat kemarau panjang dan tunggakan iuran bulanan dari sebagian kecil konsumen.    
STRATEGI GURU IPS MENGGUNAKAN PENDEKATAN DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPS KELAS VII SMP NEGERI 1 LUHAK NAN DUO Annisa Nur Rasyida; Sri Rahayu; Harisnawati Harisnawati
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i4.14753

Abstract

The implementation of the Independent Curriculum requires educators to design conscious, meaningful, and joyful learning through a deep learning approach. However, students in class VII.D1 at SMP Negeri 1 Luhak Nan Duo still struggle with critical thinking, constructing in-depth arguments, and relating social studies concepts to everyday phenomena. Based on these problems, this study aims to analyze the social studies teacher's strategies in applying the deep learning approach during the planning, execution, and assessment stages in class VII.D1 at SMP Negeri 1 Luhak Nan Duo, West Pasaman Regency. This study employed a descriptive qualitative approach. Informants were selected using purposive sampling, consisting of the school principal, vice principal for curriculum, one social studies teacher, and 30 students from class VII.D1. Data were collected through non-participant observation, in-depth interviews, and document review, then analyzed through data condensation, data display, and conclusion drawing. The results demonstrate that the teacher's strategies encompass three integrated stages. In the planning stage, the teacher designed teaching modules, student worksheets, landscape domino games, and authentic assessments. In the execution stage, the teacher stimulated mindful learning, meaningful learning, and joyful learning. In the assessment stage, the teacher carried out process assessments, dialogic feedback, and structured reflections. ABSTRAK Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut guru menghadirkan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui pendekatan deep learning. Namun, pada kenyataannya peserta didik kelas VII.D1 SMP Negeri 1 Luhak Nan Duo masih mengalami hambatan dalam berpikir kritis, berargumentasi secara mendalam, serta mengaitkan materi IPS dengan realitas lingkungan sekitar. Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru IPS dalam menerapkan pendekatan deep learning pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran di kelas VII.D1 SMP Negeri 1 Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Informan penelitian ditetapkan melalui teknik purposive sampling yang mencakup kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, satu orang guru IPS, dan 30 orang peserta didik kelas VII.D1. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi nonpartisipan, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui tahap kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru diwujudkan melalui tiga tahapan terstruktur. Pada tahap perencanaan, guru menyusun modul ajar, lembar kerja peserta didik (LKPD), media kartu domino bentang alam, serta instrumen asesmen autentik. Pada tahap pelaksanaan, guru menstimulasi kesadaran (mindful learning), kebermaknaan konsep (meaningful learning), dan suasana menyenangkan (joyful learning). Pada tahap evaluasi, guru menerapkan penilaian performa, pemberian balikan instruksional secara dialogis, serta kegiatan refleksi terpadu.  
STRATEGI MENGGERAKAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENGEMBANGKAN DESA WISATA PULESARI Bonivasius Tatebburuk; Sugiyanto Sugiyanto
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i4.15788

Abstract

The sustainability of a tourism village is fundamentally determined by the capacity of social capital and the capability of local human resources to manage rural attractions. This study aims to analyze the strategies for mobilizing human resources in Pulesari Hamlet to develop Pulesari Tourism Village, Sleman Regency. A descriptive qualitative approach was employed in this research. Primary data were gathered through participant observation and in-depth interviews with five key committee members, complemented by institutional documentary reviews. Data were analyzed interactively through data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The results reveal that human resource mobilization strategies are implemented through a blend of participatory leadership, deliberate consensus, functional task rotation, multi-stakeholder partnerships, and local homestay asset utilization. Nevertheless, the management continues to encounter challenges concerning an aging leadership demographic, limited digital literacy, and private residential land tenure constraints. Consequently, revitalizing organizational regeneration and providing consistent thematic workshops serve as vital strategic measures to reinforce the competitiveness of this community-based tourism village. ABSTRAK Keberlanjutan desa wisata sangat ditentukan oleh kapasitas modal sosial serta keandalan sumber daya manusia lokal dalam mengelola daya tarik perdesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi menggerakkan sumber daya manusia di Padukuhan Pulesari dalam mengembangkan Desa Wisata Pulesari, Kabupaten Sleman. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi partisipatif serta wawancara mendalam dengan lima pengurus kunci, yang didukung penelusuran dokumen kelembagaan desa wisata. Analisis data berlangsung secara interaktif melalui reduksi dan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi menggerakkan sumber daya manusia dijalankan melalui perpaduan kepemimpinan partisipatif, musyawarah mufakat, rotasi tugas fungsional, kemitraan lintas pemangku kepentingan, serta pendayagunaan aset hunian warga (homestay). Namun demikian, pengelola masih menghadapi kendala penuaan usia pengurus, keterbatasan penguasaan literasi digital, serta keterikatan status kepemilikan lahan milik warga. Oleh karena itu, penguatan regenerasi kepengurusan dan fasilitasi lokakarya tematik secara berkelanjutan menjadi langkah krusial dalam memperkokoh daya saing desa wisata berbasis komunitas ini.  
IMPLEMENTASI MODEL PJBL PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VIII DI SMP NEGERI 4 SAMARINDA Angela Silvia; Aulia Rahuma
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i4.15875

Abstract

Social Studies instruction frequently faces obstacles regarding low active student engagement in contextual concept construction. This study aims to describe the implementation of the Project-Based Learning (PjBL) model assisted by pop-up media in Grade VIII Social Studies at SMP Negeri 4 Samarinda, while analyzing constraints encountered by teachers and students. A descriptive qualitative design was employed, with informants selected via purposive sampling, consisting of one Social Studies teacher and five students from class VIII-6. Data collection was carried out through classroom observations, in-depth interviews, and curriculum documentation analyses. Interactive data analysis applied data condensation, data display, and conclusion drawing verified through source and method triangulation. The findings revealed that PjBL implementation proceeded through three sequential stages: planning, executing the pop-up project, and conducting authentic assessments. Primary constraints stemmed from instructional time management, disparities in group collaboration, and technological operational barriers. ABSTRAK Pembelajaran IPS masih menghadapi tantangan berupa rendahnya keterlibatan aktif peserta didik dalam mengonstruksi pemahaman kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Project-Based Learning (PjBL) berbantuan media pop-up pada mata pelajaran IPS di kelas VIII SMP Negeri 4 Samarinda, sekaligus menganalisis kendala yang dihadapi oleh pendidik dan peserta didik. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan penentuan subjek melalui purposive sampling, yang mencakup satu guru IPS dan lima peserta didik kelas VIII-6. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan telaah dokumen kurikulum. Analisis data interaktif menerapkan prosedur reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PjBL terlaksana secara terstruktur melalui tiga tahapan pokok, yaitu perencanaan, pelaksanaan proyek pembuatan media pop-up, dan evaluasi autentik. Kendala utama bersumber dari manajemen alokasi jam pelajaran, disparitas partisipasi kerja sama kelompok, serta keterbatasan pengoperasian media digital.  
STRATEGI GURU PPKN DALAM MENGINTEGRASIKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS NILAI-NILAI PANCASILA DI KELAS VII SMP NEGERI 7 SAMARINDA Monika Monika; Novita Majid; Nur Fitri Handayani; Suryaningsi Suryaningsi
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i4.15877

Abstract

This study aims to describe the strategies of Civic Education (PPKn) teachers in integrating learning media based on Pancasila values in Grade VII of SMP Negeri 7 Samarinda. The research adopted a descriptive qualitative design. Informants were selected using a purposive sampling technique, consisting of one PPKn teacher as the key informant and six seventh-grade students as supporting informants. Data collection was carried out through structured observation, semi-structured interviews, and documentation studies. Data analysis followed the interactive condensation model, with validity examined through source, technique, and time triangulation. The results revealed that integration strategies progressed through four stages: lesson planning, media selection, classroom implementation, and learning evaluation. The internalization of Pancasila values was achieved incrementally across moral knowing, moral feeling, and moral action dimensions. Key barriers regarding digital infrastructure and instructional time were resolved through alternative media utilization and reflective dialogues. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam mengintegrasikan media pembelajaran berbasis nilai-nilai Pancasila di kelas VII SMP Negeri 7 Samarinda. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pemilihan informan dilakukan melalui teknik purposive sampling, yang terdiri atas satu guru PPKn sebagai informan kunci dan enam peserta didik kelas VII sebagai informan pendukung. Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi terstruktur, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Analisis data menerapkan model kondensasi interaktif Miles dan rekannya, sedangkan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa strategi integrasi berlangsung melalui empat tahapan, yakni perencanaan, penyeleksian media, implementasi kelas, dan evaluasi hasil belajar. Internalisasi nilai Pancasila tercapai secara bertahap melalui dimensi pengetahuan moral (moral knowing), perasaan moral (moral feeling), dan tindakan moral (moral action). Hambatan utama berupa fasilitas penunjang digital dan alokasi waktu diatasi dengan pemanfaatan media alternatif serta dialog reflektif.    
EFEKTIVITAS LAYANAN KENAIKAN PANGKAT PADA BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN GOWA Andi Mega Putri Ayu Ningrat; Frida Chairunisa; Wahyu Nurdiansyah N; Ahmad Syarif; Andi Rasdiyanti
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i4.15878

Abstract

Civil servant promotion services represent a strategic apparatus career development instrument directly affecting work motivation, performance recognition, and civil apparatus welfare. This study aims to analyze the effectiveness of promotion services at the Personnel and Human Resources Development Agency (BKPSDM) of Gowa Regency amidst the digital transformation of civil service administration. A qualitative approach with a descriptive method was employed, involving eight key informants selected through purposive sampling techniques. Data collection was carried out through semi-structured interviews, passive participant observations, and administrative document reviews from February to April 2026. Data analysis followed the interactive model encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing based on Steers' three dimensions of organizational effectiveness: goal attainment, integration, and adaptation. The results reveal that promotion services at BKPSDM Gowa Regency have generally operated effectively through the implementation of the State Civil Apparatus Information System (SIASN), inter-agency coordination with the National Civil Service Agency (BKN) and regional apparatus organizations (OPD), and adaptation to recent promotion periodization regulations. However, service effectiveness remains sub-optimal due to administrative discrepancies, delayed document revisions from proposing agencies, and periodic system maintenance bottlenecks. ABSTRAK Layanan kenaikan pangkat merupakan instrumen strategis pembinaan karier Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdampak langsung pada motivasi kerja, pengakuan kinerja, dan kesejahteraan aparatur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas layanan kenaikan pangkat pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gowa di tengah transformasi digital layanan kepegawaian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang melibatkan delapan informan kunci yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif pasif, dan telaah dokumen administratif selama periode Februari hingga April 2026. Analisis data dilakukan melalui model interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan berdasarkan tiga dimensi efektivitas organisasi Steers, yaitu pencapaian tujuan (goal attainment), integrasi (integration), dan adaptasi (adaptation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan kenaikan pangkat pada BKPSDM Kabupaten Gowa secara umum telah berjalan efektif melalui implementasi Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN), koordinasi lintas sektor bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta adaptasi terhadap regulasi periodisasi kenaikan pangkat terbaru. Namun demikian, efektivitas layanan belum sepenuhnya optimal akibat kendala ketidaksesuaian data administratif, keterlambatan perbaikan berkas dari instansi pengusul, dan hambatan teknis koneksi sistem (maintenance).    
PENGARUH KOMITMEN TUGAS DAN KECERDASAN MENGHADAPI KESULITAN TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI LAPORAN KEUANGAN DI SMKN 6 MEDAN Hana Elisabet Simanjuntak; Ulfa Nurhayani; Andri Zainal; Ramdhansyah Ramdhansyah; Roza Thohiri
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i4.15879

Abstract

Problem-solving ability is an essential competency for vocational high school students, particularly in completing complex financial accounting cycles. This study aimed to analyze the effect of task commitment and adversity quotient on students' problem-solving ability in financial statement material at SMK Negeri 6 Medan. A quantitative approach with an ex post facto method was employed. The research population comprised 60 eleventh-grade students majoring in Accounting and Institutional Finance, all of whom were selected as the sample through total sampling. Data collection instruments included Likert-scale questionnaires and essay tests measuring problem-solving skills, both of which met validity and reliability standards. Data were analyzed using multiple linear regression analysis via statistical software. The findings demonstrated that task commitment had a positive and significant effect on problem-solving ability. Furthermore, adversity quotient also exerted a positive and significant effect on problem-solving performance. Simultaneously, both independent variables significantly contributed to students' problem-solving ability with a high coefficient of determination. Consequently, fostering academic dedication and mental resilience serves as a strategic pathway to enhance student achievement in financial accounting. ABSTRAK Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kompetensi esensial bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya dalam menyelesaikan siklus akuntansi keuangan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komitmen tugas (task commitment) dan kecerdasan menghadapi kesulitan (adversity quotient) terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi laporan keuangan di SMK Negeri 6 Medan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode ex post facto. Populasi penelitian mencakup 60 siswa kelas XI Program Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner skala Likert dan tes uraian pemecahan masalah yang telah teruji validitas serta reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda berbantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian membuktikan bahwa komitmen tugas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah. Selain itu, kecerdasan menghadapi kesulitan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah. Secara simultan, kedua variabel independen memberikan kontribusi signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah dengan koefisien determinasi yang tergolong tinggi. Dengan demikian, penguatan komitmen belajar dan ketangguhan mental siswa menjadi faktor determinan dalam keberhasilan penyusunan laporan keuangan.    
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA PADA ELEMEN UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI KELAS IV SD 05 PADANG PASIR KOTA PADANG Ferdy Fahrurrazi; Yesi Anita; Atri Waldi; Fardatil Aini Agusti
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i4.15880

Abstract

This study aims to describe the improvement of Pancasila Education learning outcomes in the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia element by implementing the Problem Based Learning (PBL) model in grade IV SDN 05 Padang Pasir, Padang City. This research is a Classroom Action Research (CAR) adapted from the Kemmis and McTaggart model, covering planning, action, observation, and reflection conducted in two cycles. The subjects were teachers and 21 fourth-grade students in the 2025/2026 academic year. Data collection techniques utilized observation sheets, learning achievement tests, and documentation analyzed through qualitative and quantitative approaches. The results indicated that teaching module feasibility increased from 83.30% in cycle I meeting 1 to 94.79% in cycle I meeting 2, reaching 95.83% in cycle II. Teacher activity increased from 87.50% in cycle I to 94.00% in cycle II, while student activity improved from 85.71% in cycle I meeting 1 to 92.11% in cycle II. The average score of students' cognitive learning outcomes rose from 79.01 in cycle I meeting 1 to 84.05 in cycle I meeting 2, reaching 89.86 in cycle II with 100% classical mastery. Therefore, the Problem Based Learning model is effective in improving the learning process and student outcomes in elementary school Pancasila Education. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar Pendidikan Pancasila pada elemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) di kelas IV SDN 05 Padang Pasir Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang diadaptasi dari model Kemmis dan McTaggart, meliputi tahapan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri dari guru dan 21 orang peserta didik kelas IV pada tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, tes hasil belajar, serta dokumentasi yang dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas modul ajar meningkat dari 83,30% pada siklus I pertemuan 1 menjadi 94,79% pada siklus I pertemuan 2, dan mencapai 95,83% pada siklus II. Aktivitas guru meningkat dari 87,50% pada siklus I menjadi 94,00% pada siklus II, sedangkan aktivitas peserta didik meningkat dari 85,71% pada siklus I pertemuan 1 menjadi 92,11% pada siklus II. Rata-rata nilai hasil belajar pengetahuan peserta didik meningkat dari 79,01 pada siklus I pertemuan 1, menjadi 84,05 pada siklus I pertemuan 2, dan mencapai 89,86 pada siklus II dengan tingkat ketuntasan klasikal 100%. Dengan demikian, model Problem Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan proses dan hasil belajar Pendidikan Pancasila di sekolah dasar.    
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII PADA PELAJARAN PPKn DI SMPN 9 MATARAM Laela Mulyana; M. Zubair; Bagdwansyah Alqadri
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i4.15881

Abstract

This study aims to determine the effect of the Numbered Head Together (NHT) cooperative learning model on the learning outcomes of seventh-grade students in Civics education (PPKn) at SMPN 9 Mataram. This quantitative study utilized a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design. The study population comprised all seventh-grade students at SMPN 9 Mataram distributed across five classes. The sample was determined using a purposive sampling technique, consisting of class VII A (31 students) as the experimental group and class VII D (31 students) as the control group. Data were collected through multiple-choice cognitive learning outcome tests, model implementation observation sheets, and documentation. Data analysis techniques involved prerequisite tests (Shapiro-Wilk normality and Levene's homogeneity tests) and hypothesis testing using an independent samples t-test. The posttest hypothesis testing yielded a calculated t-value of 0.483 with a significance value (2-tailed) of 0.486. Because the significance value exceeded 0.05 (0.486>0.05) and the calculated t-value was lower than the critical t-table value (0.483<2.000), the null hypothesis (H_0) was accepted and the alternative hypothesis (H_a) was rejected. Based on these statistical results, it is concluded that the implementation of the Numbered Head Together cooperative learning model did not have a significant effect on the cognitive learning outcomes of seventh-grade Civics students at SMPN 9 Mataram compared to conventional instruction. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) terhadap hasil belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SMPN 9 Mataram. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi-experimental design) dengan bentuk nonequivalent control group design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VII SMPN 9 Mataram yang terbagi ke dalam lima kelas. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri atas kelas VII A (31 siswa) sebagai kelas eksperimen dan kelas VII D (31 siswa) sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar kognitif berbentuk pilihan ganda, lembar observasi keterlaksanaan model, serta dokumentasi. Teknik analisis data meliputi uji prasyarat analisis (uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji homogenitas Levene) serta uji hipotesis menggunakan independent samples t-test. Hasil pengujian hipotesis pada data posttest menunjukkan nilai t_"hitung"  sebesar 0,483 dengan nilai signifikansi (sig. 2-tailed) sebesar 0,486. Karena nilai signifikansi lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 (0,486>0,05) dan nilai t_"hitung"  lebih kecil daripada t_"tabel"  (0,483<2,000), maka H_0 diterima dan H_a ditolak. Berdasarkan hasil analisis tersebut, disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas VII pada mata pelajaran PPKn di SMPN 9 Mataram dibandingkan pembelajaran konvensional.    

Page 1 of 2 | Total Record : 14