cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.p4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnal.p4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Core Subject : Education, Social,
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Community Service
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 346 Documents
SOSIALISASI PENGENALAN KARANTINA HEWAN IKAN DAN TUMBUHAN SEBAGAI UPAYA DALAM MENDUKUNG KEAMANAN HAYATI DI KOTA GUNUNGSITOLI Jesika Idam Kasih Zebua; Ayu Damai Kristiani Zebua; Emmanuel Orudugo Waruwu; Kalvin Berkat Waruwu; Meisumarni Tafonao; Wendi Julisman Zendrato; Lestari Zebua; Destriman Laoli
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.13735

Abstract

ABSTRACT The increasing movement of animals, fish, plants, and their derivative products poses a significant risk of spreading animal diseases, fish diseases, and plant pests, thereby threatening biosecurity. However, public understanding of the functions and roles of animal, fish, and plant quarantine in preventing these risks remains relatively limited. This community service program aimed to enhance public knowledge and awareness of the importance of quarantine implementation as a strategic measure to support biosecurity. The activity was conducted at the North Sumatra Animal, Fish, and Plant Quarantine Office, Gunungsitoli Service Post, involving 26 participants. The methods employed included educational outreach, lectures, interactive discussions, and question-and-answer sessions. The program was evaluated through observations of participants' engagement and responses throughout the activities. The results indicated that participants actively engaged in all sessions and demonstrated improved understanding of biosecurity concepts, the roles and functions of the Indonesian Quarantine Agency, quarantine procedures, and the importance of regulating the movement of quarantine carriers to prevent the introduction, spread, and transmission of pests and diseases across regions. The outreach program made a positive contribution to increasing public awareness of compliance with quarantine regulations as part of protecting biological resources and strengthening the national biosecurity system. Therefore, continuous educational outreach is essential to broaden public understanding and enhance the effectiveness of quarantine implementation at the regional level. ABSTRAK Mobilitas lalu lintas hewan, ikan, tumbuhan, serta produk turunannya yang semakin meningkat berpotensi menjadi media penyebaran hama, penyakit hewan, penyakit ikan, dan organisme pengganggu tumbuhan yang dapat mengancam keamanan hayati. Namun, tingkat pemahaman masyarakat mengenai fungsi dan peran karantina hewan, ikan, dan tumbuhan dalam mencegah risiko tersebut masih relatif rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penyelenggaraan karantina sebagai upaya mendukung keamanan hayati. Kegiatan dilaksanakan di Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara Pos Pelayanan Gunungsitoli dengan melibatkan 26 peserta. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyampaian materi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi terhadap partisipasi peserta serta respons yang diberikan selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias dan mengalami peningkatan pemahaman mengenai konsep keamanan hayati, fungsi Badan Karantina Indonesia, prosedur tindakan karantina, serta pentingnya pengawasan lalu lintas media pembawa dalam mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya hama serta penyakit antarwilayah. Kegiatan sosialisasi ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan karantina sebagai bagian dari upaya perlindungan sumber daya hayati dan penguatan sistem keamanan hayati nasional. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi secara berkelanjutan perlu terus dilakukan untuk memperluas pemahaman masyarakat dan mendukung efektivitas penyelenggaraan karantina di tingkat daerah.
TES DAN KONDISI FISIK ATLET KABADDI KABUPATEN LOMBOK BARAT Diah Lukitasari; Noor Akhmad; Astrid Octavia Bahari; Fadli Zainuddin; Ali Muhaimin; Baiq Satrianingsih; Srisukarni Srisukarni
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.13777

Abstract

ABSTRACK The lack of objective data on athletes' physical condition has become one of the major challenges in the development of kabaddi in West Lombok Regency. This limitation prevents coaches from conducting evidence-based evaluations of athletes' physical abilities and designing training programs tailored to individual needs. This community service program aimed to conduct physical fitness testing and assessment of kabaddi athletes to establish baseline physical profiles for athlete mapping, training evaluation, and the development of data-driven training recommendations. The program employed a sport science approach consisting of coordination with stakeholders, preparation of equipment and testing instruments, participant orientation, physical fitness testing, data recording, descriptive analysis, and the delivery of recommendations to coaches and sport administrators. The assessment included anthropometric measurements, the Standing Broad Jump, Shuttle Run, 30-meter sprint, and the Bleep Test. The results showed that all testing procedures were successfully implemented, producing physical profiles of 37 athletes. The distribution of physical fitness levels was dominated by the moderate category (40.54%), followed by poor (29.73%), good (27.03%), and very poor (2.70%), while no athlete achieved the very good category. These findings provide objective baseline data that can be used for athlete evaluation, training program development, performance monitoring, and athlete selection. In addition, the program provided athletes and coaches with a better understanding of the importance of physical fitness assessment as an integral component of evidence-based athlete development. Overall, this community service program contributes to strengthening the implementation of data-driven and sport science-based kabaddi coaching in West Lombok Regency in a more systematic and sustainable manner. ABSTRAK Keterbatasan data objektif mengenai kondisi fisik atlet menjadi salah satu kendala dalam pembinaan cabang olahraga kabaddi di Kabupaten Lombok Barat. Kondisi tersebut menyebabkan pelatih belum memiliki dasar yang terukur dalam mengevaluasi kemampuan fisik atlet maupun menyusun program latihan yang sesuai dengan kebutuhan individu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan tes dan pengukuran kondisi fisik atlet kabaddi sebagai dasar pemetaan kemampuan fisik, evaluasi pembinaan, dan penyusunan rekomendasi program latihan berbasis data. Metode yang digunakan berupa pendekatan sport science melalui tahapan koordinasi dengan mitra, persiapan alat dan instrumen, sosialisasi, pelaksanaan tes kondisi fisik, pencatatan hasil, analisis deskriptif, serta penyampaian rekomendasi kepada pelatih dan pengurus. Komponen yang diukur meliputi antropometri, standing broad jump, shuttle run, lari 30 meter, dan bleep test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh rangkaian tes terlaksana dengan baik dan menghasilkan profil kondisi fisik 37 atlet, dengan distribusi tingkat kebugaran yang didominasi kategori sedang (40,54%), diikuti kategori kurang (29,73%), baik (27,03%), dan kurang sekali (2,70%), sementara belum terdapat atlet yang berada pada kategori baik sekali. Profil kondisi fisik tersebut memberikan data objektif yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar evaluasi, penyusunan program latihan, monitoring perkembangan atlet, dan proses seleksi. Selain itu, kegiatan ini memberikan pemahaman kepada atlet dan pelatih mengenai pentingnya evaluasi kondisi fisik sebagai bagian dari pembinaan olahraga prestasi. Kegiatan pengabdian ini berkontribusi dalam mendukung penerapan pembinaan kabaddi berbasis data dan sport science secara lebih sistematis dan berkelanjutan di Kabupaten Lombok Barat.
PENDEKATAN DEEP LEARNING DALAM PROSES PEMBELAJARAN PAI DI SMP NEGERI 1 ARONGAN LAMBALEK Sy Rohana; Marhamah Marhamah; Hanifuddin Jamin; Zikriati Zikriati; Suharman Suharman
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.13813

Abstract

ABSTRACT Deep learning is a learning approach that emphasizes conceptual understanding, critical thinking, collaboration, and meaningful learning, making it highly relevant to Islamic Religious Education (IRE) instruction. This community service program aimed to enhance teachers’ understanding and readiness to implement the deep learning approach in Islamic Religious Education at SMP Negeri 1 Arongan Lambalek. The program was conducted in September 2025 and involved Islamic Religious Education teachers as well as teachers from other subject areas. The implementation methods included webinars, interactive discussions, and documentation conducted in an integrated activity, while the evaluation employed a qualitative descriptive approach to describe the implementation process and participants’ responses to the deep learning approach. The results indicated that participants gained a better understanding of the principles, strategies, and practical implementation of deep learning in classroom instruction. The teachers also demonstrated a strong commitment to developing student-centered learning by serving as motivators, instructional designers, and facilitators of dialogue that foster critical thinking, conceptual understanding, and students’ religious character development. The program demonstrates that strengthening teachers’ professional capacity through webinars and collaborative discussions can effectively support the implementation of the deep learning approach in Islamic Religious Education, leading to more meaningful, reflective, and competency-oriented learning aligned with twenty-first-century educational demands. ABSTRAK Pembelajaran mendalam (deep learning) merupakan pendekatan yang menekankan pemahaman konseptual, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan pembelajaran yang bermakna sehingga relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan guru dalam mengimplementasikan pendekatan deep learning pada pembelajaran PAI di SMP Negeri 1 Arongan Lambalek. Kegiatan dilaksanakan pada September 2025 dengan melibatkan guru PAI dan guru mata pelajaran lainnya. Metode pelaksanaan meliputi webinar, diskusi interaktif, dan dokumentasi yang dilaksanakan dalam satu rangkaian kegiatan, sedangkan evaluasi kegiatan disusun menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggambarkan proses pelaksanaan serta respons peserta terhadap implementasi deep learning. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai prinsip, strategi, dan langkah penerapan deep learning dalam pembelajaran. Guru juga menunjukkan komitmen untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih berpusat pada peserta didik dengan berperan sebagai motivator, perancang pembelajaran, dan fasilitator dialog yang mendorong kemampuan berpikir kritis, pemahaman konseptual, serta penguatan karakter religius peserta didik. Kegiatan ini memberikan gambaran bahwa penguatan kapasitas guru melalui webinar dan diskusi dapat mendukung kesiapan implementasi pendekatan deep learning dalam pembelajaran PAI sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna, reflektif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi abad ke-21.
EDUKASI KESEHATAN KULIT MELALUI BUKU PEMBELAJARAN SANITASI DAN HYGIENE KECANTIKAN PADA MASYARAKAT Eti Herawati; Aniesa Puspa Arum; Dwi Atmanto; Tri Handayani; Savira Nur Irfany; Siti Nur Aisyah; Alamanda Sekar Pradita
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.14002

Abstract

Skin health and beauty are important aspects of daily life that are significantly influenced by the proper application of sanitation and hygiene, both in personal care and in beauty practices within the community. The community of Kelurahan, Sukmajaya District, Depok City, West Java, generally still has limited understanding of the importance of sanitation and hygiene in skin beauty care, making them susceptible to various skin problems such as irritation, acne, and infection caused by poor sanitation habits, the use of unsterilized beauty tools, and the use of contaminated or expired cosmetic products. This community service activity focuses on improving public knowledge regarding the definitions, types, functions, purposes, and practical steps of applying sanitation and hygiene in skin beauty care. The method used includes stages of community needs analysis, the development of a learning book as an educational medium, and socialization and mentoring on the use of the book for the target community. The learning book was systematically compiled, covering basic concepts of skin health and beauty, definitions and indicators of sanitation and hygiene, up to practical steps for daily implementation. The results show that the use of this learning book was effective in increasing the knowledge and awareness of the target community regarding the importance of skin beauty sanitation and hygiene, as demonstrated by an improvement in understanding before and after the educational activity was conducted. Thus, this activity is expected to encourage behavioral change toward a clean and healthy lifestyle in order to prevent future skin health problems. ABSTRAK Kesehatan dan kecantikan kulit merupakan aspek penting dalam kehidupan sehari-hari yang sangat dipengaruhi oleh penerapan sanitasi dan hygiene yang tepat, baik dalam perawatan pribadi maupun dalam praktik kecantikan di lingkungan masyarakat. Masyarakat Kelurahan Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, umumnya masih memiliki pemahaman yang terbatas mengenai pentingnya sanitasi dan hygiene dalam perawatan kecantikan kulit, sehingga rentan mengalami berbagai gangguan kulit seperti iritasi, jerawat, dan infeksi akibat kebiasaan sanitasi yang kurang baik, penggunaan alat kecantikan yang tidak steril, serta pemakaian produk kosmetik yang telah terkontaminasi atau kedaluwarsa. Kegiatan pengabdian ini berfokus pada peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai definisi, macam, fungsi, tujuan, serta langkah-langkah penerapan sanitasi dan hygiene dalam kecantikan kulit. Metode yang digunakan meliputi tahapan analisis kebutuhan masyarakat, penyusunan buku pembelajaran sebagai media edukasi, serta sosialisasi dan pendampingan penggunaan buku kepada masyarakat sasaran. Buku pembelajaran disusun secara sistematis mulai dari konsep dasar kesehatan dan kecantikan kulit, definisi dan indikator sanitasi-hygiene, hingga langkah praktis penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan buku pembelajaran ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat sasaran terhadap pentingnya sanitasi dan hygiene kecantikan kulit, hal ini sesuai dengan hasil penelitian pelaksanaan hasil pre-test dan post-test meningkat dengan skor pada waktu pre-test 69,8 dengan peningkatannya adalah 20% yang ditunjukkan melalui peningkatan pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan edukasi dilaksanakan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat ke arah pola hidup bersih dan sehat guna mencegah timbulnya gangguan kesehatan kulit di masa mendatang.
PELATIHAN MENGUKUR VALIDITAS SOAL ESAI DAN CAMPURAN UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR Agus Agung Permana; Pinta Deniyanti Sampoerno; Ellis Salsabila; Qorry Meidianingsih; Wardani Rahayu; Ajeng Wijayanti; Cyintias Hanum Fuad
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.14005

Abstract

This community service activity is motivated by the demand to improve teachers' pedagogical competence in planning, implementing, and evaluating learning outcomes comprehensively. The main problem in the field shows that elementary school (SD) teachers in Gegerbitung District, Sukabumi Regency, still need to improve their analytical skills to validate the test instruments they construct independently, especially for essay and mixed-type questions. The purpose of this activity is to provide theoretical and practical training on item validity calculation techniques to ensure evaluation instruments accurately measure learning achievement. The activity used an educative-participatory method that included material presentation, interactive discussion, and simulation assisted by data processing software. The face-to-face activity held at SMP Negeri 1 Gegerbitung was attended by 12 participants. Program evaluation was conducted through cognitive assessments (pre-test and post-test) and participant response questionnaires. The analysis results showed a 22% increase in the participants' average score, rising from 63 (63%) in the pre-test to 85 (85%) in the post-test, with 100% of participants agreeing that the training materials were highly systematic and applicable. The conclusion of this service is that the training proved effective in enhancing teachers' cognitive and technical abilities to validate assessment instruments, thereby supporting the development of reliable item banks at the institutional level. ABSTRAK Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan peningkatan kompetensi pedagogik guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi hasil pembelajaran secara komprehensif. Permasalahan utama di lapangan menunjukkan bahwa guru-guru Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, masih membutuhkan peningkatan keterampilan analitis untuk memvalidasi instrumen tes yang mereka susun secara mandiri, terutama pada bentuk soal esai dan campuran. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam melakukan analisis validitas butir soal melalui pelatihan dan pendampingan. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode edukatif-partisipatif yang meliputi pemaparan materi, diskusi interaktif, serta simulasi perhitungan statistik dan peranti lunak pengolah angka. Kegiatan yang diselenggarakan secara luring di SMP Negeri 1 Gegerbitung ini diikuti oleh 12 peserta. Evaluasi program dilakukan melalui pengukuran kognitif (pre-test dan post-test) serta angket respons peserta. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata peserta sebesar 22%, yakni dari 63 (63%) pada pre-test menjadi 85 (85%) pada post-test, serta seluruh peserta (100%) menyatakan setuju bahwa materi pelatihan sangat sistematis dan aplikatif. Simpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan terbukti efektif meningkatkan kemampuan kognitif dan teknis guru dalam memvalidasi instrumen penilaian, sehingga berpotensi mendukung pengembangan bank soal yang andal di tingkat satuan pendidikan.
PENGUATAN SULAM OTOMATIS BERBASIS INOVASI, LITERASI NUMERASI, DIGITAL MARKETING UNTUK KEMANDIRIAN EKONOMI MASYARAKAT Rusmini Rusmini; Kartika Sari Lubis; Linda Wahyuni; Kayla Khairani; Dinda Prasasti; Aizat Ramadhan
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.12303

Abstract

Automated embroidery holds significant potential to support community economic development. However, many automated embroidery entrepreneurs still face challenges related to product innovation, financial management, and the use of digital marketing. This community service program aims to strengthen the capacity of automated embroidery entrepreneurs through training in innovation, numeracy, and digital marketing. This program was implemented at the Nurul Hasanah Automatic Embroidery Business Group, located in Saentis Village, Percut Sei Tuan Subdistrict, Deli Serdang Regency, North Sumatra, Indonesia. The implementation method consisted of five stages: situation analysis, program planning, training and mentoring, practical implementation, and evaluation. Training activities focused on innovation in automatic embroidery design, financial management based on numeracy literacy, and digital marketing using social media platforms. The results of the activities showed that participants were able to develop a more diverse range of automatic embroidery products, improve their understanding of business calculations, and utilize digital platforms for product promotion. Participant motivation increased by 7.19%, from 57.24% before the training to 64.43% after the activities, indicating an increase in participants' motivation and engagement. This program contributed positively to strengthening entrepreneurial capacity and expanding market opportunities. Therefore, integrating innovation, numeracy literacy, and digital marketing can be an effective strategy to enhance community economic sustainability and independence. ABSTRAK Sulam otomatis memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan ekonomi masyarakat, namun mitra pelaku usaha masih menghadapi tantangan terkait inovasi produk, pengelolaan keuangan, dan pemanfaatan pemasaran digital. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas mitra usaha sulam otomatis melalui pelatihan inovasi, literasi numerasi, dan digital marketing. Pelaksanaan program bertempat di Kelompok Usaha Sulam Otomatis Nurul Hasanah di Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Metode implementasi mencakup lima tahapan: analisis situasi, perencanaan program, pelatihan dan pendampingan, implementasi praktis, serta evaluasi program. Kegiatan difokuskan pada pembaruan desain sulam, pengelolaan keuangan berbasis numerasi, dan promosi melalui media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan mitra mampu mengembangkan variasi produk yang lebih beragam, meningkatkan pemahaman perhitungan bisnis, serta memanfaatkan platform digital secara optimal. Motivasi mitra mengalami peningkatan sebesar 7,19% yaitu dari 57,24% sebelum pelatihan menjadi 64,43% setelah kegiatan diselesaikan. Program ini berkontribusi positif dalam memperkuat kapasitas kewirausahaan serta memperluas jangkauan pasar mitra. Integrasi inovasi, literasi numerasi, dan digital marketing menjadi strategi efektif dalam menciptakan keberlanjutan dan kemandirian ekonomi masyarakat.    
MODEL COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PELAKSANAAN PROGRAM DESA TANGGUH BENCANA Ilham Nurul Khoiri; Endang Murti; Agus Wiyaka
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.13185

Abstract

The high vulnerability to hydrometeorological disasters in urban areas demands the strengthening of community preparedness independently and sustainably through a collaboration-based approach among actors. This study analyzes the implementation of the Disaster Resilient Village/Sub-district (Destana) program in Nambangan Kidul Sub-district, Madiun City, to map the cooperative relationship patterns between the government, Regional Disaster Management Agency (BPBD), sub-district, volunteers, and the community. The analytical framework evaluates four dimensions of collaborative governance: starting conditions, institutional design, facilitative leadership, and collaborative processes. This qualitative case study research collected data through observation, in-depth interviews, and documentation, which were analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The evaluation results indicate that the implementation of Destana has been running quite well through role division, disaster training, simulations, and the utilization of digital communication channels. Nevertheless, substantive obstacles remain, such as operational budget constraints, the lack of specific standard operating procedures at the sub-district level, and uneven community participation. This study concludes that collaborative governance is able to strengthen local community preparedness, although its sustainability requires institutional capacity building and cross-sectoral coordination synchronization. ABSTRAK Tingginya kerentanan bencana hidrometeorologi di kawasan perkotaan menuntut penguatan kesiapsiagaan masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan melalui pendekatan berbasis kolaborasi antaraktor. Penelitian ini menganalisis implementasi program Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana) di Kelurahan Nambangan Kidul, Kota Madiun, guna memetakan pola hubungan kerja sama antara pemerintah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kelurahan, relawan, dan masyarakat. Kerangka analisis mengevaluasi empat dimensi collaborative governance, yaitu kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, dan proses kolaboratif. Penelitian kualitatif studi kasus ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil evaluasi mengindikasikan bahwa pelaksanaan Destana berjalan cukup baik melalui pembagian peran, pelatihan kebencanaan, simulasi, dan pemanfaatan saluran komunikasi digital. Meskipun demikian, hambatan substantif masih ditemukan berupa keterbatasan anggaran operasional, ketiadaan standar operasional prosedur khusus tingkat kelurahan, serta partisipasi warga yang belum merata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa collaborative governance mampu memperkuat kesiapsiagaan komunitas lokal, namun keberlanjutannya memerlukan penguatan kapasitas kelembagaan serta sinkronisasi koordinasi lintas sektor.    
PENINGKATAN SELF-EFFICACY DIGITAL SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PELATIHAN DESAIN MENGGUNAKAN CANVA Nurul S A Saifuddin; Bonar Hutapea
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.13718

Abstract

ABSTRACT The rapid advancement of digital technology has not been fully accompanied by elementary school students' ability to utilize digital tools productively and creatively. This condition was also observed among sixth-grade students at SD Negeri 01 Ciherang, Cianjur Regency, who demonstrated relatively low levels of digital self-efficacy in using digital devices and applications. This community service program aimed to enhance students' digital self-efficacy through graphic design training using the Canva application. The program was implemented in the form of a workshop and hands-on practice conducted over two face-to-face sessions, consisting of a training session and an evaluation session, involving 14 sixth-grade students. Evaluation was carried out using a validated Likert-scale digital self-efficacy questionnaire administered before and after the training. The data were analyzed using a paired-samples t-test. The results revealed a significant improvement in students' digital self-efficacy, with the mean score increasing from 22.14 in the pre-test to 24.64 in the post-test (t(13) = −4.700, p < 0.001). This improvement indicates increased confidence among students in operating digital devices, utilizing the Canva application, and independently creating digital graphic designs. These findings suggest that Canva-based training is an effective and practical intervention for strengthening digital self-efficacy among elementary school students. Furthermore, this program may serve as an alternative strategy for supporting the implementation of digital literacy initiatives in elementary schools. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital belum sepenuhnya diikuti oleh kemampuan siswa sekolah dasar dalam memanfaatkan teknologi secara produktif dan kreatif. Kondisi tersebut juga ditemukan pada siswa kelas VI SD Negeri 01 Ciherang, Kabupaten Cianjur, yang menunjukkan tingkat self-efficacy digital relatif rendah dalam penggunaan perangkat dan aplikasi digital. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan self-efficacy digital siswa melalui pelatihan desain grafis berbasis aplikasi Canva. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop dan praktik langsung yang diselenggarakan melalui dua pertemuan tatap muka, yaitu sesi pelatihan dan sesi evaluasi, dengan melibatkan 14 siswa kelas VI. Evaluasi dilakukan menggunakan angket self-efficacy digital berskala Likert yang diberikan sebelum dan sesudah pelatihan. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-Test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan self-efficacy digital yang signifikan, dengan rerata skor meningkat dari 22,14 pada pre-test menjadi 24,64 pada post-test (t(13) = −4,700; p < 0,001). Peningkatan tersebut mengindikasikan bertambahnya keyakinan siswa dalam mengoperasikan perangkat digital, memanfaatkan aplikasi Canva, serta menghasilkan karya desain secara lebih mandiri. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis Canva merupakan alternatif intervensi yang efektif dan mudah diimplementasikan untuk mendukung penguatan self-efficacy digital siswa sekolah dasar. Kegiatan ini juga dapat menjadi salah satu strategi dalam mendukung pelaksanaan program literasi digital di lingkungan sekolah dasar.
OPTIMALISASI PEMASARAN DIGITAL UMKM MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN WEBSITE PRODUK DI DESA LULUT, KABUPATEN BOGOR Gunawan Wiradharma; Meirani Harsasi; Mario Aditya Prasetyo; Karina Pramita Ningrum; Khaerul Anam
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.14043

Abstract

ABSTRACT This Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat/PkM) was conducted as a follow-up to the evaluation of the previous community service program, which revealed that Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Lulut Village, Bogor Regency, had limited utilization of websites as digital marketing media. Most MSME owners still relied on conventional marketing and simple social media promotion, resulting in product information that was not presented comprehensively or professionally. This program aimed to improve the knowledge and skills of MSME owners in developing and managing product catalog websites as digital promotional media. The program employed a training and mentoring approach consisting of website marketing instruction, hands-on website development practice, mentoring, and evaluation through pretests and post-training questionnaires. A total of 30 MSME owners participated in the program. The pretest results indicated that 86.7% of participants did not yet have a product website, although 93.3% recognized the importance of websites as a source of product information for potential customers. The evaluation results showed that all participants (100%) considered the training beneficial for their businesses, 93.3% reported increased knowledge after the training, 100% understood the functions of product websites, 90.0% understood the importance of attractive website design, 83.3% understood how to manage product websites, and 96.7% expressed the need to develop a website or digital product catalog for their businesses. These findings indicate that the community service program contributed to strengthening the digital capacity of MSME owners through the utilization of websites as effective digital marketing media to enhance business competitiveness. ABSTRAK Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas hasil evaluasi program PkM tahun sebelumnya yang menunjukkan bahwa pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Lulut, Kabupaten Bogor, masih menghadapi keterbatasan dalam pemanfaatan website sebagai media pemasaran digital. Sebagian besar pelaku UMKM masih mengandalkan pemasaran konvensional dan media sosial sederhana sehingga informasi produk belum tersaji secara lengkap dan profesional. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam membuat serta mengelola website katalog produk sebagai media promosi digital. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan dan pendampingan yang meliputi pemberian materi mengenai website marketing, praktik pembuatan website produk, pendampingan, serta evaluasi melalui pretest dan kuesioner setelah pelatihan. Kegiatan diikuti oleh 30 pelaku UMKM. Hasil pretest menunjukkan bahwa sebagian besar peserta belum memiliki website produk, meskipun mereka telah menyadari pentingnya website sebagai media informasi bagi konsumen. Hasil evaluasi pelatihan menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat bagi peserta, meningkatkan pengetahuan mereka mengenai pemanfaatan website sebagai media pemasaran, serta memperkuat pemahaman tentang fungsi, pentingnya tampilan website yang menarik, dan cara pengelolaannya. Selain itu, peserta juga menunjukkan kesadaran akan pentingnya mengembangkan website atau katalog produk sebagai upaya mendukung pengembangan usahanya. Dengan demikian, kegiatan PkM ini memberikan kontribusi dalam memperkuat kapasitas digital pelaku UMKM melalui pemanfaatan website sebagai media pemasaran yang lebih efektif serta mendukung peningkatan daya saing usaha.
PENYULUHAN HUKUM: PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DALAM KESADARAN HUKUM SISWA SMA PASUNDAN 1 BANDUNG TENTANG AKIBAT HUKUM BULLYING Haswar Widjanarto; Agam Prawira
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.14290

Abstract

ABSTRACT Bullying in the school environment is a social issue that can have negative impacts on students' psychological well-being, academic performance, and character development. The limited understanding among students regarding the forms, impacts, and legal consequences of bullying served as the basis for implementing a legal education program for senior high school students. This activity aimed to enhance students' legal awareness and understanding of bullying prevention, as well as the legal consequences that may be imposed on perpetrators under Indonesian laws and regulations. The study employed an empirical legal approach with a qualitative descriptive design, consisting of three stages: preparation, implementation, and evaluation. The educational materials were delivered using participatory methods, including interactive lectures, group discussions, case studies, and role-playing activities. The program was evaluated through observations and questionnaires administered to 10 participants. The results indicated that the legal education program improved students' understanding of the impacts of bullying, the importance of prevention, and the responsibility of every individual in creating a safe school environment. Based on the evaluation questionnaire, nine participants reported that they understood the materials presented, while one participant reported having a sufficient level of understanding. In addition, nine participants demonstrated an understanding of the procedures for reporting bullying incidents to the school authorities and expressed their willingness to report bullying if they witnessed or experienced such incidents. Nevertheless, three participants still expressed concerns about the possibility of bullying occurring within the school environment. Overall, the evaluation findings indicate that the legal education program was effective in improving students' legal awareness and understanding and can serve as an educational strategy to support the development of a safe, inclusive, and bullying-free school culture. ABSTRAK Bullying di lingkungan sekolah merupakan permasalahan sosial yang dapat memberikan dampak negatif terhadap kondisi psikologis, prestasi belajar, dan perkembangan karakter siswa. Rendahnya pemahaman siswa mengenai bentuk, dampak, serta konsekuensi hukum tindakan bullying menjadi dasar pelaksanaan kegiatan penyuluhan hukum kepada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum siswa mengenai pencegahan bullying serta akibat hukum yang dapat diterapkan terhadap pelaku berdasarkan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan hukum empiris dengan desain deskriptif kualitatif melalui tiga tahapan kegiatan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penyampaian materi dilakukan secara partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan role play. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi dan kuesioner terhadap 10 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan hukum mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai dampak bullying, pentingnya pencegahan, serta tanggung jawab setiap individu dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Berdasarkan hasil kuesioner evaluasi terhadap 10 peserta, sebanyak 9 peserta menyatakan telah memahami materi yang disampaikan, sedangkan 1 peserta menyatakan cukup memahami. Selain itu, 9 peserta memahami mekanisme pelaporan tindakan bullying kepada pihak sekolah dan menyatakan bersedia melaporkan apabila mengetahui atau mengalami tindakan bullying. Meskipun demikian, 3 peserta masih menyampaikan kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadinya bullying di lingkungan sekolah. Hasil evaluasi tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan hukum efektif meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum siswa serta dapat menjadi strategi edukatif dalam mendukung terciptanya budaya sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari bullying.