cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen Teknologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Manajemen Teknologi merupakan salah satu publikasi ilmiah yg diterbitkan oleh SBM ITB, dalam kerangka untuk mendorong pengembangan praktik dan teori manajemen di Indonesia melalui penyebarluasan temuan-temuan hasil riset di bidang sains dan kasus manajemen. Jurnal ini dikenal secara luas dikalangan praktisi dan akademisi di Indonesia sebagai 'The Indonesian Journal for the Science of Management' yang mencakup bidang-bidang antara lain: Knowledge and People Management, Operations and Performance Management, Business Risk, Finance and Accounting, Entrepreneurship, Strategic Business and Marketing and Decision Making and Strategic Negotiation. Jurnal Manajemen Teknologi ( ManTek ) sudah terakreditasi "B" berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 81/DIKTI/Kep/2011. Masa Berlaku 5 (lima) tahun sejak tanggal ditetapkan. Dan terindeks oleh Indonesian Publication Index (IPI), Google Schoolar. Print ISSN: 1412-1700; Online ISSN: 2089-7928
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 22 No. 3 (2023)" : 7 Documents clear
Exploring the Impulsive Buying Behavior on TikTok Live Platform Chandra, Hanry Caesar; Tanil, Silviyani; Sarendra, Tania Citra; Gunadi, Willy
Jurnal Manajemen Teknologi Vol. 22 No. 3 (2023)
Publisher : Unit Research and Knowledge, School of Business and Management, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2023.22.3.3

Abstract

Abstract. This study aimed to analyze the relationship between Influencer Credibility on the TikTok live platform, Customers' Hedonic Motives, and Online Impulsive Buying Behavior with the moderating effect of Sensory Shopping Experience. Using a self-selection sampling method, a questionnaire was used to gather the data from TikTok users who have experienced shopping impulsively in the TikTok live shopping event where an influencer becomes the host. Out of 297 questionnaires distributed, there were 263 completed responses that can be further analyzed. SEM-PLS was used to analyze the data from 263 samples and evaluate the hypotheses. The findings showed that Influencer credibility positively influences consumers' hedonic motives, which influence online impulsive buying behavior. On the other hand, the sensory shopping experience does not have a significant effect in moderating the relationship between hedonic motives and online impulsive buying behavior. Keywords: Influencer credibility, hedonic motives, online impulsive buying behavior, sensory shopping experience Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Kredibilitas Influencer pada platform TikTok Live, Motif Hedonik Pelanggan, Perilaku Pembelian Impulsif Online, dengan efek moderasi dari Pengalaman Belanja Sensorik. Metode sampling self-selection digunakan dalam penelitian ini, dengan menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data dari pengguna TikTok yang memiliki pengalaman berbelanja impulsif dalam TikTok live shopping di mana seorang influencer menjadi host. Dari 297 kuesioner yang didistribusikan, terdapat 263 tanggapan yang lengkap yang dapat dianalisis lebih lanjut. Analisis SEM-PLS digunakan untuk menganalisis data dari 263 sampel dan mengevaluasi hipotesis. Temuan menunjukkan bahwa Influencer Credibility secara positif mempengaruhi Motif Hedonik Pelanggan di mana motif tersebut mempengaruhi Perilaku Pembelian Impulsif Online. Namun, pengalaman belanja sensorik tidak memiliki pengaruh yang signifikan dalam memoderasi hubungan antara motif hedonik dan perilaku pembelian impulsif online. Kata kunci: Kreditibilitas influencer, motif hedonik, perilaku pembelian impulsif online, pengalaman belanja sensorik
Examining the Technical Issues in Teletherapy for Children with Developmental Delays Resandono, Debraldi; Basri, Mursyid Hasan
Jurnal Manajemen Teknologi Vol. 22 No. 3 (2023)
Publisher : Unit Research and Knowledge, School of Business and Management, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2023.22.3.2

Abstract

Abstract. Medical digitization has advanced in developing countries, improving work efficiency. Teletherapy has emerged from this advancement. Nevertheless, teletherapy has encountered obstacles, such as software and hardware issues. Problems arose from technological factors such as slow connectivity, inadequate hardware specs, and poor audiovisual. This study aims to examine the technical issues related to teletherapy for children with developmental delays. By implementing descriptive statistical approaches with 43 participants, we found that patients struggled to be involved in teletherapy, resulting in the need for special guidance in the process. Therapists felt their clients' places were extremely crowded, and the low video quality of their devices hampered their ability to conduct optimal observations. Patients had a higher level of satisfaction and interest than therapists, meaning the patients would likely continue to be involved in the future. We also came up with another finding indicating that confidentiality has not become a major concern since building an intimate therapeutic relationship and learning to operate technology are still top priorities. Henceforth, implementing teletherapy would need a solid strategy in the future. Keywords: Children, digitization, technical issues, teletherapy, therapists Abstrak. Digitalisasi kesehatan mengalami kemajuan di negara-negara berkembang, sehingga meningkatkan efisiensi kerja. Teleterapi muncul dari kemajuan ini. Meski demikian, teleterapi memiliki berbagai kendala, seperti masalah perangkat lunak dan keras. Masalah muncul dari faktor teknologi seperti konektivitas lambat, spesifikasi perangkat keras yang tidak memadai, dan audiovisual yang buruk. Studi ini bertujuan untuk mengkaji permasalahan teknis terkait teleterapi untuk anak-anak dengan keterlambatan perkembangan. Dengan menerapkan pendekatan statistik deskriptif terhadap 43 partisipan, kami menemukan bahwa pasien kesulitan untuk terlibat dalam teleterapi, sehingga memerlukan bimbingan khusus dalam prosesnya. Terapis merasa tempat klien mereka sangat ramai, dan kualitas video yang rendah pada perangkat mereka menghambat kemampuan mereka untuk melakukan observasi yang optimal. Para pasien memiliki tingkat kepuasan dan minat yang lebih tinggi dibandingkan para terapis, di mana para pasien kemungkinan besar akan terus terlibat di masa mendatang. Kami juga menemukan temuan lain yang menunjukkan bahwa kerahasiaan belum menjadi perhatian utama karena membangun hubungan terapeutik yang intim dan belajar mengoperasikan teknologi masih menjadi prioritas utama. Untuk selanjutnya, penerapan teleterapi akan memerlukan strategi yang solid ke depannya. Kata kunci: Anak-anak, digitalisasi, permasalahan teknis, teleterapi, terapis
Consumer Insight During Covid-19: Understanding the Influence of Price Saving Benefits, Time Saving Benefits, and Food Safety Risk Perception To Consumer Intention On Online Food Delivery Nadlifatin, Reny; Rahmanqa, Alifio; Razif, Mohammad; Persada, Satria Fadil
Jurnal Manajemen Teknologi Vol. 22 No. 3 (2023)
Publisher : Unit Research and Knowledge, School of Business and Management, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2023.22.3.1

Abstract

Abstract. Technology has a significant impact on human existence, particularly in the phenomenon of online food delivery services. Every year, this makes online food shopping more appealing to the public. The study's goal is to compare consumers' willingness to use online meal delivery services during the Covid-19 pandemic to the new normal. The research methodology employed in the study was multivariate Structural Equation Modeling (SEM). Price savings benefits, time savings benefits, and food safety risk perceptions are all considered crucial and relevant in influencing customer intentions. The relevant data was acquired from online meal delivery customers by 299 data during the survey stage. A Google form was used to conduct the survey online. The Partial Least Square SEM approach will be utilized for the data analysis calculation stage. The findings of this investigation reveal three established hypothetical links. Data analysis revealed that Food Safety Risk Perception has a negative and significant impact on customer intentions. Customers' intentions are positively influenced by the Price Saving Benefit and the Time Saving Benefit is revealed to be the highest beta value. This study also discusses theoretical and practical contributions. Keywords: Online food delivery, price saving benefits, time saving benefits, food safety risk perceptions, consumer intention Abstrak. Teknologi memiliki dampak yang signifikan terhadap keberadaan manusia, khususnya dalam fenomena layanan pengiriman makanan. Setiap tahun, ini membuat belanja makanan online lebih menarik bagi masyarakat umum. Tujuan studi tersebut adalah membandingkan keinginan konsumen untuk menggunakan layanan pesan antar makanan online di masa pandemi Covid-19 dengan kenormalan baru. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah multivariat Structural Equation Modeling (SEM). Manfaat penghematan harga, manfaat penghematan waktu, dan persepsi risiko keamanan pangan semuanya dianggap penting dan cukup relevan dalam memengaruhi niat pelanggan. Data yang relevan diperoleh dari pelanggan pengiriman makanan online dengan jumlah 299 data selama tahap survei. Formulir Google digunakan untuk melakukan survei online. Pendekatan SEM Partial Least Square akan digunakan untuk tahap perhitungan analisis data. Temuan penyelidikan ini mengungkapkan tiga hubungan hipotetis yang mapan. Analisis data mengungkapkan bahwa Persepsi Risiko Keamanan Pangan memiliki dampak negatif dan signifikan terhadap niat pelanggan. Niat pelanggan dipengaruhi secara positif oleh Price Saving Benefit dan Time Saving Benefit ditemukan sebagai nilai beta tertinggi. Studi ini juga membahas kontribusi teoritis dan praktis. Kata kunci: Pengiriman makanan online, manfaat penghematan harga, manfaat penghematan waktu, persepsi risiko keamanan pangan, niat konsumen
Purchase Intention of Halal Lip Cosmetics on Shopee among Youth Generation: An Investigation using Theory of Planned Behavior Hanafiah, Ali; Laylatushufa, Nazilah; Ahmad, Fauziah Sh; Wibowo, Mas Wahyu; Nusraningrum, Dewi
Jurnal Manajemen Teknologi Vol. 22 No. 3 (2023)
Publisher : Unit Research and Knowledge, School of Business and Management, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2023.22.3.5

Abstract

Abstract. As the world's largest Muslim-majority country, Indonesia presents its Islamic Economic Landscape in the 2019-2024 Sharia Economic Masterplan, which features halal cosmetics as one of the six highlighted clusters. The leading research shows that Muslim women have expressed concerns regarding cosmetic product compliance with halal standards. This study aims to explore the specific purchase intentions of Indonesian Muslim young women regarding halal lip cosmetics, focusing on their preferences and behavioral intentions on a popular e-commerce platform (Shopee). This research object is Generation Z and Y Muslim women in Indonesia, totaling 210 respondents. This research employs a quantitative data analysis approach using the Smart-PLS 3.2.9 Variance-Based Structural Equation Model. All hypotheses significantly and positively affect the purchase intention of halal lip cosmetics on shopee. The findings indicate that the Theory of Planned Behavior (TPB) variables (Attitude- SubjectiveNorm- Perceived Behavioral Control) can still be applied to examine the behavioral intentions of young Indonesian Muslim women regarding the purchase of halal lip cosmetics. In addition, the extended variables of TPB (E-WOM and Brand Image) emerged as positive predictors of behavioral intention, indicating that further investigation of other variables as potential extensions of TPB is needed. Keywords: E-WOM, brand image, theory of planned behavior, purchase intention, shopee, halal lip cosmetics. Abstrak. Sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, Indonesia menampilkan Lanskap Ekonomi Islam dalam Masterplan Ekonomi Syariah 2019–2024, yang menampilkan kosmetik halal sebagai salah satu dari enam klaster yang disorot. Penelitian terkemuka menunjukkan bahwa wanita Muslim telah menyatakan keprihatinannya mengenai kepatuhan produk kosmetik terhadap standar halal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi niat pembelian dari Muslimah muda Indonesia terkait kosmetik bibir halal, dengan fokus pada preferensi dan niat perilaku mereka pada platform e-commerce populer (Shopee). Objek penelitian ini adalah generasi Z dan Y Muslimah di Indonesia sebanyak 210 responden. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan analisis data menggunakan Smart-PLS 3.2.9 Variance Based Structural Equation Model. Seluruh hipotesis berpengaruh terhadap niat pembelian kosmetik bibir halal di Shopee secara signifikan dan positif. Temuan menunjukkan bahwa variabel Theory of Planned Behavior (TPB) (Attitude- SubjectiveNorm- Perceived Behavioral Control) tetap dapat diterapkan untuk menguji niat Muslimah muda Indonesia mengenai pembelian kosmetik bibir halal. Selain itu, variabel yang diperluas dari TPB (E-WOM dan Citra Merek) muncul sebagai prediktor positif terhadap niat berperilaku, yang menunjukkan bahwa diperlukan penyelidikan lebih lanjut terhadap variabel lain sebagai potensi perluasan TPB. Kata kunci: E-WOM, citra merek, theory of planned behavior, niat beli, shopee, kosmetik bibir halal
Can Firm Size as a Moderating Variable Enhance Profitability in Islamic Banks in Indonesia? Sulistyandari; Kusumah, Alum; Fikri, Khusnul; Bakaruddin
Jurnal Manajemen Teknologi Vol. 22 No. 3 (2023)
Publisher : Unit Research and Knowledge, School of Business and Management, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2023.22.3.6

Abstract

Abstract. This study aims to assess the impact of CAR, NPF, and BOPO variables on the profitability of Islamic commercial banks, considering firm size as a moderating variable. A quantitative methodology is used in this research, where secondary data is collected from the annual financial statements of Islamic commercial banks for the period of 2018 to 2021. The structural equation modelling (SEM) method is used to conduct data analysis. The research findings indicate that CAR has a significant positive effect on profitability, while NPF and BOPO have no significant effect. However, firm size is found to significantly moderate the effects of CAR and BOPO on profitability. The implications of this study highlight the importance of considering firm size in planning the policies and operational strategies of Islamic commercial banks to strengthen the relationship between these factors and the desired level of profitability. This study provides new insights into understanding the factors that influence the profitability of Islamic commercial banks and makes a significant contribution to the literature on Islamic banking.Keywords: Islamic Bank, Profitability, Capital Adequacy Ratio, Non-Performing Financing, Operational Expenses, Operational RevenueAbstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak variabel CAR, NPF, dan BOPO terhadap profitabilitas bank umum syariah, dengan mempertimbangkan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dimana data sekunder dikumpulkan dari laporan keuangan tahunan bank umum syariah yang mencakup periode 2018 hingga 2021. Metode Structural Equation Modeling (SEM) digunakan untuk melakukan analisis data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dalam hal profitabilitas, CAR menunjukkan dampak positif yang signifikan, sedangkan NPF dan BOPO tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Namun, ukuran perusahaan terbukti memoderasi pengaruh CAR dan BOPO terhadap profitabilitas secara signifikan. Implikasi dari penelitian ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan ukuran perusahaan dalam perencanaan kebijakan dan strategi operasional bank umum syariah untuk memperkuat hubungan antara faktor-faktor tersebut dan tingkat profitabilitas yang diinginkan. Penelitian ini memberikan wawasan baru dalam memahami faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas bank umum syariah dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap literatur perbankan syariah.Kata kunci: Bank Syariah, Profitabilitas, Rasio Kecukupan Modal, Pembiayaan Bermasalah, Beban Operasional, Pendapatan Operasional.
Digital Storytelling for Environmental Education on YouTube: Findings from Social Forestry Context Herutomo, Anton; Dhewanto, Wawan; Prasetio, Eko Agus
Jurnal Manajemen Teknologi Vol. 22 No. 3 (2023)
Publisher : Unit Research and Knowledge, School of Business and Management, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2023.22.3.4

Abstract

Abstract. Digital storytelling is a method of telling stories using digital media. This method can be used for educational purposes including environmental education to support sustainability mindset. This study aimed to explore the use of digital storytelling for environmental education on Youtube in the context of social forestry in Indonesia. The research method used was Focus Group Discussion (FGD) and analyses using thematic coding. The findings from 15 professionals and experts in 3 FGD sessions showed that digital storytelling with Youtube can be an effective tool for environmental education. This is because YouTube as a digital storytelling media captures the attention of viewers, helps them understand complex environmental concepts, and promotes alignment to support sustainability. Digital storytelling in YouTube can be used to build relationships and collaboration among viewers in local and regional scope. Keywords: Social innovation, digital storytelling, environmental sustainability, focus group discussion, youtube Abstrak. Digital storytelling adalah metode berkisah dengan menggunakan media digital. Metode ini dapat digunakan untuk tujuan pendidikan termasuk pendidikan lingkungan untuk mendukung pola pikir yang mendukung pelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan digital storytelling untuk pendidikan lingkungan hidup di Youtube, dengan konteks perhutanan sosial di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD) dan analisis menggunakan koding tematik. Temuan dari tiga sesi FGD menunjukkan bahwa digital storytelling dengan Youtube dapat menjadi sarana yang efektif untuk pendidikan lingkungan. Ini karena mendongeng digital menarik perhatian pemirsa, membantu mereka memahami konsep lingkungan yang kompleks, dan mendorong keselarasan untuk mendukung keberlanjutan. Berkisah melalui media digital dapat digunakan pula untuk membangun relasi dan kolaborasi antar pemirsa dalam lingkup lokal dan regional. Kata kunci: Inovasi sosial, cerita digital, pelestarian lingkungan, focus group discussion, youtube
Social Marketing in Social Media: Investigating the Precursor in Influencing Behaviors of Government Healthcare Campaign Hadiansyah, Laksmi Saraswati; Nasution, Reza Ashari
Jurnal Manajemen Teknologi Vol. 22 No. 3 (2023)
Publisher : Unit Research and Knowledge, School of Business and Management, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2023.22.3.7

Abstract

Abstract. Social media platforms have become a tool for spreading information in society, it enables the government to use this media for giving information to the public, especially in pandemic situations. Social media has revolutionized the way of reaching out to consumers and communicating with them. Branding in social media strategy is commonly used in advertising and product marketing but has not been widely used in the health communication field. In this study, we shine a light on the new way health communications marketing is reaching audiences with health messages. The information adoption process in social media might be a strategy for spreading trusted information on the internet, so this study aims to examine the precursor of this case. Using Structural Equation Model (SEM) we identify the relationship between variables influencing certain behaviors related to health content in social media. This study used snowballing technique for collecting data through online questionnaires with a sample of 297 respondents who were in accordance with the criteria of the population. We offer insight for future research on these topics by discussing the public marketing role in social media interaction. Our outcome of the study to serve as a platform to positively impact future research on information in social media regarding health is being delivered to society. Furthermore, the study may develop a socialization program to educate society, campaign for a healthy lifestyle, and health information media using social media. Keywords: Social marketing, social media, information adoption, sharing behavior, cet framework. Abstrak. Platform media sosial telah menjadi salah satu alat penyebaran informasi di masyarakat, sehingga pemerintah dapat memanfaatkan media tersebut untuk memberikan informasi kepada masyarakat, terutama dalam situasi pandemi. Media sosial telah merevolusi cara menjangkau konsumen dan berkomunikasi dengan mereka. Branding dalam strategi media sosial biasa digunakan dalam periklanan dan pemasaran produk namun belum banyak digunakan dalam bidang komunikasi kesehatan. Dalam studi ini, kami menyoroti cara baru pemasaran komunikasi kesehatan dalam menjangkau khalayak dengan pesan kesehatan. Proses adopsi informasi di media sosial dapat menjadi strategi penyebaran informasi terpercaya di internet, sehingga kami meneliti prekursor pada kasus ini. Dengan menggunakan Structural Equation Model (SEM) kami mengidentifikasi hubungan antara variabel yang mempengaruhi perilaku tertentu terkait konten kesehatan di media sosial. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data snowballing melalui kuesioner online dengan sampel 297 responden yang sesuai dengan kriteria populasi. Kami menawarkan wawasan untuk penelitian masa depan mengenai topik ini dengan mendiskusikan peran pemasaran publik dalam interaksi media sosial. Hasil penelitian kami berfungsi sebagai platform untuk mengedepankan penelitian di masa depan mengenai informasi di media sosial mengenai kesehatan yang disampaikan kepada masyarakat. Selanjutnya penelitian ini dapat mengembangkan program sosialisasi untuk mengedukasi masyarakat, mengkampanyekan pola hidup sehat, dan media informasi kesehatan melalui media sosial. Kata kunci: Social marketing, social media, information adoption, sharing behavior, cet framework

Page 1 of 1 | Total Record : 7