cover
Contact Name
Ethyca Sari
Contact Email
lppmwb@gmail.com
Phone
+6282332683839
Journal Mail Official
lppmwb@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cimanuk No.20, Darmo, Kec. Wonokromo, Kota SBY, Jawa Timur 60241
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
ISSN : 23029471     EISSN : 27151255     DOI : https://doi.org/10.47560/keb.v10i1
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kebidanan menerbitkan artikel ilmiah terkait masalah kebidanan dan kesehatan. Jurnal ini ada sejak tahun 2012 dan terbit dua kali dalam satu tahun di bulan Mei dan November.
Articles 133 Documents
HUBUNGAN KESEPIAN DENGAN KECANDUAN INTERNET PADA REMAJA DI SMP CAHAYA SURABAYA Halawa, Aristina; Djoko Tjahjono, Hendro; Mulyaningrum, Dewi
Bahasa Indonesia Vol 14 No 2 (2025): Jurnal kebidanan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/7cx1mw03

Abstract

Latar belakang: Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami kesepian akibat perubahan sosial dan psikologis yang mereka alami. Kesepian yang berkepanjangan dapat mendorong remaja untuk mencari pelarian melalui internet, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kecanduan internet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kesepian dengan kecanduan internet pada remaja di SMP Cahaya Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan metode cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 151 siswa kelas VIII di SMP Cahaya Surabaya yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner UCLA Loneliness Scale Version i3 untuk mengukur tingkat kesepian dan Internet Addiction Test i(IAT) untuk mengukur tingkat kecanduan internet. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman. Hasil: Pada penelitian ini responden yang menunjukkan kesepian rendah sebanyak i68,2% sedang yang mengalami kecanduan internet ringan sebanyak i60,9%. Dengan p-value i0,003. Semakin tinggi tingkat kesepian yang dialami remaja, semakin besar kemungkinan mereka mengalami kecanduan internet. Kesimpulan: Kesepian memiliki hubungan positif dengan kecanduan internet pada remaja. Oleh karena itu, diperlukan intervensi dari pihak sekolah, keluarga, dan tenaga pendidik untuk mengurangi kesepian dan mengontrol penggunaan internet pada remaja agar tidak berlebihan.
PENGARUH EDUKASI KEPERAWATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA  DALAM PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK BALITA Sari, Ethyca
Bahasa Indonesia Vol 14 No 2 (2025): Jurnal kebidanan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/3ztqdr87

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis pada anak balita yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas hidup di masa depan. Salah satu faktor yang berperan penting dalam pencegahan stunting adalah tingkat pengetahuan orang tua. Edukasi keperawatan menjadi upaya promotif dan preventif yang dapat meningkatkan pemahaman orang tua terkait pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi keperawatan terhadap tingkat pengetahuan orang tua dalam pencegahan stunting pada anak balita. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen rancangan one group pre-test and post-test. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Kelurahan Putat Jaya pada bulan Oktober 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang tua yang memiliki anak balita, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur untuk mengukur tingkat pengetahuan orang tua. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi keperawatan, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang (60%). Setelah diberikan edukasi keperawatan, terjadi peningkatan tingkat pengetahuan dengan sebagian besar responden berada pada kategori baik (66,7%). Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya pengaruh signifikan edukasi keperawatan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan orang tua. Simpulan penelitian ini adalah edukasi keperawatan berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan orang tua dan dapat dijadikan sebagai intervensi efektif dalam upaya pencegahan stunting pada anak balita.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN TEMPAT PERSALINAN PADA PASIEN HAMIL TRIMESTER IIIDI POLI RUMAH SAKIT PREMIER SURABAYA Primihastuti, Dianita; Santiasari, Retty Nirmala; Yuliana, Erna
Bahasa Indonesia Vol 14 No 2 (2025): Jurnal kebidanan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/hqghg822

Abstract

Latar belakang: jumlah pasien yang melahirkan di RS. Premier Surabaya dari April sampai  Juni 2024 mengalami penurunan, hal ini berbanding terbalik dengan jumlah kunjungan pasien hamil di poli kandungan yang jumlahnya sangat banyak. Perencanaan yang adekuat mencakup pemilihan tempat bersalin yang tepat, yang melibatkan pertimbangan seperti kualitas pelayanan, ketersediaan tenaga penolong, fasilitas yang dimiliki dan kemampuan pembiayaan, karena setiap klinik atau rumah sakit memiliki tarif yang berbeda. Sebab pemilihan tempat bersalin memberikan pengaruh terhadap keberhasilan proses persalinan serta perawatan yang diterima ibu baik selama pe$rsalinan hingga kelahiran bayi. Tujuan penelitian: mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pe$milihan tempat persalinan pada pasien ibu hamil Trimester III di poli RS Premier Surabaya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik, dengan sampel 65 orang dan diambil secara consecutive sampling. Data penelitian diperoleh dari hasil kuesioner dengan karakteristik responden (pekerjaan, pendidikan, penghasilan, jarak, pelayanan dokter, pelayanan perawat dan harga). Analisis bivariat dilakukan dengan uji Kruskal wallis. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil dari faktor pekerjaan ibu dengan nilai value p < 0.171, pendidikan ibu memiliki p > 0.028, status ekonomi  memiliki  p > 0.021, jarak memiliki p < 0.155, pe$layanan dokter memiliki p < 0.815, pelayanan perawat memiliki p < 0.660 dan harga memiliki p < 0.001, yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Diskusi: Pendidikan ibu, status ekonomi dan harga memiliki hubungan dengan pemilihan tempat persalinan. Sedangkan pekerjaan ibu, jarak, pelayanan dokter dan pelayanan perawat tidak memiliki hubungan dengan pemilihan tempat persalinan.