cover
Contact Name
Didik Efendi
Contact Email
di2kefendi@gmail.com
Phone
+628970102345
Journal Mail Official
admin@ejurnalkotamadiun.org
Editorial Address
Sekretariat PGRI Kota Madiun Jl.Tanjung Manis, Madiun
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru
ISSN : 27218767     EISSN : 27221067     DOI : -
Core Subject : Education,
Berisi karya ilmiah tentang usaha-usaha pengembangan pendidikan,Hasil dari penelitian dari insan pendidik dan insan yang peduli dengan pendidikan,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 108 Documents
Model Pembelajaran Partisipatif Sebagai Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas VI Mata Pelajaran IPA Materi Ciri-Ciri Khusus Pada Tumbuhan Di SDN Kencong 01 Kecamatan Kencong Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2017/2018 Gatot Muryanto
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 1 No 1 (2020): Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan pengalaman mengajar terhadap pembelajaran mata pelajaran IPA siswa kelas VI SDN Kencong 01 Kecamatan Kencong Kabupaten Jember, terdapat 8 (47%) siswa dari 17 siswa yang sudah tuntas belajarnya dan sisanya sebanyak 9 siswa belum tuntas atau masih berada di bawah nilai KKM yaitu sebesar 68 jauh dibawah ketuntasan klasikal, ketuntasan secara klasikal yaitu kelas dikatakan tuntas belajarnya apabila kemampuan daya serap belajar siswa (KKM) mencapai 85%. Hal tersebut merupakan indikator bahwa proses belajar mengajar yang dilakukan guru kurang berhasil, sehingga untuk mengetahui penyebab-penyebab ketidakberhasilan tersebut perlu diadakan penelitian tindakan kelas, agar dapat dibuat rencana perbaikan pembelajaran, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara optimal, metode yang dipandang tepat dalam penelitian ini adalah metode Kooperatif Model Partisipatif. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : untuk memperoleh jawaban yang konkrit, dan memuaskan dalam pembelajaran materi Ciri-ciri Khusus Pada Tumbuhan dalam hal-hal berikut ini : (1) Untuk mengetahui keefektifan dari penerapan metode pembelajaran kooperatif model Partisipatif dalam pembelajaran IPA pada siswa kelas VI SDN Kencong 01 (2) Untuk mengetahui penerapan langkah-langkah metode pembelajaran kooperatif model Partisipatif dalam pembelajaran IPA pada siswa kelas VI SDN Kencong 01 Kecamatan Kencong (3) mengetahui perubahan prestasi siswa kelas VI SDN Kencong 01 Kecamatan Kencong Jember setelah pembelajaran mata pelajaran dengan penerapan metode pembelajaran kooperatif model Partisipatif. Analisis ketuntasan hasil belajar pada siklus 1 mencapai 71% dengan nilai rata – rata 73, dan pada siklus 2 mencapai 88% dengan nilai rata – rata 82. Berdasarkan analisis ketuntasan belajar pada siklus 2, maka dapat dikatakan bahwa siswa kelas VI SDN Kencong 01 Kecamatan Kencong telah mencapai ketuntasan belajar secara klasikal. Kelas dikatakan tuntas belajarnya apabila terdapat minimal 85% siswa yang telah mencapai ≥ 68
Meningkatkan Hasil Aktivitas Belajar Dengan Menggunakan Pendekatan Kontekstual Model Kooperatif Dalam Pembelajaran Penjaskes Pada Semester Ganjil Di Kelas IX-C Tahun Pelajaran 2019/2020 Di SMP Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tuharna, S.Pd.
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 1 No 1 (2020): Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan menggunakan pendekatan Kontekstual Model Kooperatif Dalam Pembelajaran Berdasarkan data yang yangdiperoleh dari siklus I sampai dengan Siklus III menunjukkan adanya perubahan kearah peningkatan aktivitas belajar siswa untuk pencapaian tujuan penelitian. Pada siklus I Aktifitas guru yang dominan adalah menjelaskan materi (25,71%) dan aktivitas guru dalam memeriksa pemahaman siswa, memberi umpan balik dan mengklarifikasi materi yang kurang jelas (22,85%). Aktivitas pendahuluan yang muncul sebanyak 20%. Aktivitas guru-guru dalam memberi motivasi siswa dalam kelompok kooperatif sebanyak 4,28%. Aktivitas bimbingan guru yang muncul sebanyak 7,16%. Aktivitas tanya jawab yang muncul sebnayak 1,15%. Diakhir pembelajaran guru mebantu siswa melakukan refleksi (12,85%). Sejalan dengan akvitas guru, aktivitas dominan siswa adalah mendengarkan penjelasan guru (21,45%) dan mendemonstrasikan kegiatan yang ada pada LKS (20%). Dari hasil kuis pertama nilai yang diperoleh belum maksimal, karena dari 22 siswa yang mendapatkan nilai diatas 65 sebanyak 15 siswa (68,51%). Ini berarti dari pembelajaran siklus pertama ada 5 siswa yang tuntas belajarnya. Dari perolehan hasil belajar siswa pada siklus I diperoleh rata-rata sebesar 66,91 (66,91%). Hal ini masih berada dibawah KKM yang telah ditentukan sebesar 70 (70%). Dari perolehan hasil belajar siswa pada siklus II diperoleh rata-rata sebesar 68,51 (68,51%). Hal ini juga masih dibawa KKM yang telah ditentukan yaitu 70 (70%). Kemudian pada siklus III diperoleh rata-rata sebesar 82,06 (82,06%). Hal ini berada diatas KKM yang telah ditentukan sebesar 70 (70%). Maka dalam kegiatan penelitian ini tidak perlu dilakukan kegiatan penelitian pada siklus berikutnya. Sehingga pada kegiatan penelitian ini dapat dinyatakan Berhasil atau Tuntas.
Peningkatan Hasil Belajar Mengidentifikasi Karakteristik Geografis Dan Kehidupan Sosial Budaya, Ekonomi, Politik Di Wilayah Asean Pada Mata Pelajaran IPS Melalui Model Rotating Trio Exchange Siswa Kelas VI SDN 3 Karangpatihan Kecamatan BalongBerdasarkan h Murtini, S.Pd
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 1 No 2 (2020): Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi di Kelas VI SDN 3 Karangpatihan Balong Kabupaten Ponorogo, maka diperoleh data rendahnya hasil belajar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Hal ini dilihat dari data prestasi Ilmu Pengetahuan Sosial mencapai mean skor 57,20 dan siswa yang dinyatakan tuntas belajar hanya 52,00% dengan standar ketuntasan minimal ditetapkan 75. Diharapkan dengan adanya penerapan pembelajaran kooperatif model Rotating Trio Exchange ini terjadi peningkatan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial, mean skor meningkat menjadi 75 atau lebih dan siswa yang dinyatakan tuntas belajar mencapai 75% dari keseluruhan jumlah siswa di Kelas VI. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang dilaksanakan dalam 3 siklus, tiap siklus terdiri atas 2 pertemuan dan tiap pertemuan dilaksanakan selama 2 jam pelajaran (2 x 35 menit), dan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, wawancara dan jurnal. Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar Mengidentifikasi karakteristik geografis dan kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik di wilayah ASEAN pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial melalui Pembelajaran Kooperatif model Rotating Trio Exchange Siswa Kelas VI SDN 3 Karangpatihan Balong Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar dapat ditingkatkan dengan pembelajaran kooperatif model Rotating Trio Exchange. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya kenaikan nilai rerata kelas dalam setiap siklusnya. Masing-masing siklus I sebesar 73,40, siklus II sebesar 78,80 dan siklus III 84,80. Selain itu peningkatan ini juga didukung dengan adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar siswa yaitu pada siklus I sebesar 60,00%, siklus II meningkat menjadi 84,00% dan siklus III meningkat dengan pesat sebesar 96,00%.
Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Tentang Pengkajian Laporan Hasil Pengamatan Melalui Pendekatan Reciprocal Teaching Siswa Kelas VI SDN Purworejo Kecamatan Balong Sukiran, S.Pd, M.Pd
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 1 No 2 (2020): Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa alasan peneliti menggunakan pendekatan Reciprocal Teaching dengan media realita dalam mengajarkan materi ajar Bahasa Indonesia diantaranya: (1) asas aktivitas digunakan dalam semua jenis metode mengajar baik di dalam maupun di luar kelas, (2) asas aktivitas bertujuan mengembangkan ide-ide atau merealisasikan suatu ide dalam suatu bentuk tertentu, (3) asas aktivitas dapat menikmati pengalaman-pengalaman estetis, (4) memecahkan suatu kesulitan intelektual, dan (5) memperoleh pengalaman dan keterampilan tertentu. Tujuan penelitian ini adalah : (1) meningkatkan motivasi belajar melalui penggunaan pendekatan Reciprocal Teaching, (2) meningkatkan hasil belajar tentang Mendeskripskan isi dan teknik pengkajian suatu laporan hasil pengamatan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia melalui pendekatan Reciprocal Teaching. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus.Tiap siklus terdiri atas 2 kali pertemuan. Dalam setiap siklus mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil dari penelitian ini adalah pendekatan Reciprocal Teaching dengan media realita mampu meningkatkan hasil belajar Mendeskripskan isi dan teknik pengkajian suatu laporan hasil pengamatan. Hal ini didukung adanya peningkatan mean skor dalam setiap siklusnya yakni siklus I memperoleh 72,60, siklus II meningkat menjadi 81,00, dan siklus III meningkat lagi menjadi 84,60. Selain itu juga ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar tiap siklus yaitu siklus I sebanyak 64,00%, siklus II meningkat menjadi 88,00% dan siklus III mencapai maksimal peningkatan ketuntasan menjadi 100%.
Peningkatan Semangat Kerja Guru Melalui Supervisi Komunikasi Administrasi Oleh Pengawas Sekolah Di SMA Islam Parlaungan Waru Kabupaten Sidoarjo Dr. H. D. SANTOSA, M.Pd
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 1 No 2 (2020): Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sering dijumpai adanya guru yang kurang bersemangat dalam bekerja meskipun kebutuhan hidupnya, yang berupa gaji yang tinggi sudah dipenuhi. Hal ini disebabkan karena pihak sekolah kurang memperhatikan kebutuhan sosial psikologis para guru. Kebutuhan sosial psikologis ini bisa berupa komunikasi yang baik antara peneliti dengan kepala guru, guru dengan kepala sekolah selaku pimpinan lembaga pendidikan. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi komunikasi administrasi. Hasil dari pelaksanaan supervisi komunikasi administrasi ini ditengarai menjadikan situasi sekolah menjadi lebih kondusif apalagi jika didukung adanya lingkungan kerja yang memadai. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Tiap siklus melalui pentahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan Semangat Kerja Guru SMA Islam Parlaungan Waru Kabupaten Sidoarjo melalui Supervisi Komunikasi Administrasi pada Semester I Tahun Pelajaran 2019/2020. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan komunikasi administrasi dapat meningkatkan Semangat Kerja Guru, karena komunikasi administrasi mampu memperjelas tugas guru dalam melaksanakan manajemen sekolah yang akan selalu dikembangkan guru dalam melaksanakan tugas profesinya. Pada akhir penelitian, atas dasar data yang terkumpul diperoleh skor terendah 126, skor tertinggi 172. Setelah dilakukan analisis data, maka diketahui pula bahwa Mi = 148; SDi = 7,3. Dengan demikian kategori “rendah” untuk ubahan semangat kerja guru di bawah 22 atau <22; kategori “Kurang” berada pada 23 sampai 147, kategori “Cukup” di antara 148 sampai 170, dan kategori “Tinggi” berada pada >171 atau di atas 171. Persentase kecenderungan ubahan semangat kerja guru pada siklus III menunjukkan bahwa 50,00% pada kategori tinggi, 25,00% pada kategori cukup, dan kategori kurang sebesar 25,00%, sahingga dapat dikatakan bahwa semangat kerja guru SMA Islam Parlaungan Waru Kabupaten Sidoarjo adalah “Tinggi”.
Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK) Oleh Pengawas Sekolah Di SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo Drs. Agus Subekti, M.Si
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 1 No 2 (2020): Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenyataan yang terjadi di lapangan khususnya di SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo meskipun pemerintah melalu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program antara lain penataran-penataran, penyempurnaan kurikulum, pengadaan sarana prasarana dan alat belajar, peningkatan manajemen sekolah, dan sebagainya. Namun demikian upaya-upaya tersebut kurang mempunyai dampak yang nyata dalam kegatan pembelajaran di kelas apabila tidak diikuti dengan pembinaan profesional bagi para guru. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi dengan teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK). Hasil dari pelaksanaan DRK ini ditengarai dapat dijadikan pedoman bagi pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas dalam membina guru dan tenaga kependidikan di sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya secara nyata. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Tiap siklus melalui penatahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan peranan supervisi teknik DRK dalam upaya meningkatkan kemampuan profesional para guru, 2) Memberikan arahan atau pedoman bagi pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya sebagai supervisor sekolah dalam membina guru dan staf sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan dan profesinya secara berdaya guna dan berhasil guna. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampuan profesional guru SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo melalui penerapan supervisi teknik DRK. Hal ini ditandai adanya peningkatan kategori kemampuan profesional guru dalam setiap siklusnya yaitu pada siklus I berada pada kategori kurang dan pada siklus terakhir meningkat dan berada pada kategori tinggi.
Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Diskusi Kelompok Di SDN Bringin 3 Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020 Sudarmini, S.Pd
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 1 No 2 (2020): Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari hasil pantauan peneliti selaku kepala sekolah, selama ini para guru di Sekolah Dasar Negeri Bringin 3 Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi, sangat jarang dan bahkan tidak pernah memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Berdasarkan rumusan masalah tersebut di atas maka penelitian tindakan sekolah ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dan untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan pelaksanaan diskusi Kelompok Kerja Guru terhadap peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar di Sekolah Dasar Negeri Bringin 3 Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi. Penelitian ini dirancang dalam bentuk Penelitian Tindakan Sekolah yang direncanakan dilaksanakan dalam dua siklus,dimana setiap siklusnya dilaksanakan dalam dua sampai tiga kali pertemuan. Adapun subyek penelitian ini adalah guru-guru di Sekolah Dasar Negeri Bringin 3 Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi yang terdiri dari enam orang guru kelas dan dua orang guru bidang studi. Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh dari sikap guru berdiskusi diskusi adalah 70,00% katagori ”cukup”, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 90,00% katagori “baik”, Melihat nilai rata-rata yang diperoleh dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dari siklus I ke siklus II , terjadi peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh dari masing-masing komponen yang di observasi maupun yang dinilai, yang berarti pembinaan dan bimbingan melalui pendekatan diskusi kelompok kerja guru dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Berdasarkan keberhasilan tersebut diatas disarankan kepada guru-guru di Sekolah Dasar Negeri Bringin 3 Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi, agar lebih mengoptimalkan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dengan memperbanyak variasi metode pembelajaran dalam penyusunan skenario pembelajaran maupun dalam pelaksanaan pembelajaran.
Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Melalui Metode Teams Games Tournament (TGT) Pada Siswa Kelas XII IPS 2 Semester Ganjil SMA Negeri 2 Pasuruan Tahun Pelajaran 2018/2019 Dra.Hj. Sunarti, M. Pd
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 1 No 2 (2020): Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seperti yang terjadi di kelas XII IPS 2 Semester Ganjil SMA Negeri 2 Pasuruan Tahun Pelajaran 2018/2019 tempat penulis menjalankan tugas sehari-hari. Penulis menyaksikan banyak siswa kelas XII IPS 2 yang kesulitan dalam memahami pelajaran PKn dengan bukti masih rendahnya nilai mata pelajaran PKn sehingga tidak tercapainya nilai KKM, dari 36 siswa hanya 8 siswa (26,66%) yang tuntas, artinya memperoleh nilai setara nilai KKM atau di atasnya dan sisanya 28 orang (73,33%) dinyatakan tidak tuntas karena mendapat nilai dibawah KKM.Tujuan dari Penelitian ini adalah: 1) Untuk mendeskripsikan perencanaan penggunaan model belajar dengan pendekatan Team Games Tournament pada siswa kelas XII IPS 2 SMA Negeri 2 Pasuruan, 2) Untuk mendeskripsikan pelaksanaan penggunaan pendekatan Teams Games Tournament dalam meningkatkan hasil belajar PKn di kelas XII IPS 2 SMA Negeri 2 Pasuruan, 3) Untuk mendeskripsikan pelaksanaan penilaian pendekatan Teams Games Tournament dalam meningkatkan hasil belajar PKn di kelas XII IPS 2 SMA Negeri 2 Pasuruan, 4) Untuk mendeskripsikan seberapa besar peningkatan hasil belajar yang diperoleh dengan menggunakan pendekat Teams Games Tournamentdalam meningkatkan hasil belajar PKn di kelas XII IPS 2 SMA Negeri 2 Pasuruan Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan pada siswa Kelas XII IPS 2 SMA Negeri 2 Pasuruan Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019melalui metode TGT menunjukkan adanya peningkatan aktivitas siswa dan kinerja guru dalam proses pembelajaran. Peningkatan proses belajar berakibat positif pada hasil belajar siswa, hasil siswa mengalami peningkatan setiap siklusnya. Siklus I terlihat bahwa secara klasikal siswa yang dinyatakan tuntas belajar mencapai 25,58%, siklus II meningkat menjadi 82,50%, kemudian meningkat lagi pada siklus III menjadi 96,60%.
Peningkatan Hasil Belajar Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Pada Mata Pelajaran PPKn Melalui Pembelajaran Improve Siswa Kelas V B SDN 1 Balong Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo Joko, S.Pd, M.Pd
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 1 No 2 (2020): Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari data yang diperoleh peneliti diketahui bahwa hasil belajar siswa dalam bidang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan khususnya pada standar kompetensi Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sangat rendah dengan nilai rerata yang dicapai 54,44. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan Model Pembelajaran IMPROVE yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kreativitasnya. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan Hasil belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan melalui Model Pembelajaran IMPROVE pada siswa Kelas V SDN 1 Balong Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017. Peranan Model Pembelajaran IMPROVE dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan standar kompetensi Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 71,67; siklus II 77,22; dan siklus III 83,33. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 66,67%, siklus II meningkat menjadi 77,78%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%.
Peningkatan Hasil Belajar Menghargai Jasa Dan Peranan Tokoh Perjuangan Kemerdekaan Indonesia Pada Mata Pelajaran IPS Melalui Metode Modeling The Way Siswa Kelas V SDN Karangmojo Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo Miskun, S.Pd
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 1 No 2 (2020): Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan salah satu mata pelajaran pada jenjang Sekolah Dasar yang merupakan prasyarat yang harus dipenuhi dalam penentuan kenaikan kelas. Oleh karena itu siswa wajib mencapai ketuntasan belajar yang telah ditetapkan yakni 75. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa untuk dalam bidang Ilmu Pengetahuan Sosial khususnya pada kompetensi dasar Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia sangat rendah, yakni 50,00% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 60,00. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Modeling the Way. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Modeling the Way diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa memiliki hasil belajar Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia dengan baik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia melalui metode Modeling the Way pada siswa Kelas V SDN Karangmojo Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018. Peranan Model Pembelajaran Modeling the Way dalam meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : pada siklus I 72,50; siklus II 76,00; dan siklus III 83,00. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 70,00%, siklus II 90,00%, siklus III 100%.

Page 2 of 11 | Total Record : 108