cover
Contact Name
Rani Ismiarti Ergantara
Contact Email
ergantararani@yahoo.com
Phone
+62811729009
Journal Mail Official
jurnalrts.ft@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jl Pramukan No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 25414720     EISSN : 2549984X     DOI : ttps://doi.org/10.33024/jrets.v4i1
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains (JRETS) adalah media yang mempublikasikan naskah/tulisan ilmiah orisinil hasil penelitian dan kerekayasaan, ulasan atau komunikasi singkat (review), analisis kebijakan atau catatan penelitian singkat serta pikiran dan pandangan dalam bidang rekayasa, teknologi, dan sains. Terbit 2 kali dalam setahun pada bulan Januari dan Agustus oleh Fakultas Teknik Universitas Malahayati. Naskah/tulisan yang masuk akan diseleksi oleh mitra bestari dan dewan redaksi.
Articles 128 Documents
ANALISA PENGENDALIAN KUALITAS BATUBARA DENGAN METODE SEVEN TOOLS DI RECEIVING LINE CPCT (COAL PREPARATION AND COKE TRANSPORTATION) PT KRAKATAU POSCO CILEGON sri mukti wirawati
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v3i1.1094

Abstract

Faktor utama yang menentukan suatu perubahan adalah kualitas barang dan jasa yang sesuai dengan apa yang diinginkan konsumennya. Oleh karena itu organisasi atau perusahaan perlu mengenal konsumen atau pelanggannya dan mengetahui kebutuhan dan keinginannnya. Peralatan (7 tools) pengendalian kualitas ; Histogram, Diagram pareto, Diagram SIPOC dan Diagram tulang ikan merupakan salah satu yang digunakan untuk menunjukan faktor, tingkat dan kuantitas secara umum dari suatu penyimpangan. Metode ini terbukti efektif untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas produk dan proses pada penanganan batubara, sehingga dengan demikian jumlah cacat yang merugikan perusahaan dapat ditekan seminimal mungkin dan akhirnya diharapkan keuntungan dari perusahaan akan meningkat pula. Oleh karena itu langkah-langkah ini merupakan langkah yang sangat terarah dan berkesinambungan.Kata Kunci : pengendalian kualitas, batubara, histogram, diagram pareto, sebab-akibatABSTRACT: The main factor that determines a change is quality of goods and service that are consistent with what the consumer follows. Therefore organizations or companies need to know their customers or customers and know their needs and desires. Quality qontrol equipmnet (7tools);Histogram, pareto diagram, sipoc diagram and fishbone diagram are one that is used to indicate the factors levels and quantities in general of a deviation. This methode has proven effective to improve and improve the quality of product and processes of coal handling . So that the number of defect that harm the company can be minimized to a minimum and eventually expected profits from the company will also increase.Therefore these steps are very directed ad continous steps.Keywords : quality control, coal, histogram, pareto, fishbone diagram
PERENCANAAN PIPA TRANSMISI DI KABUPATEN PRINGSEWU DENGAN SUMBER AIR BAKU DARI SUNGAI WAY SEPAGASAN, PLANNING OF TRANSMISSION PIPES IN PRINGSEWU DISTRICT WITH RAW WATER SOURCES FROM THE WAY SEPAGASAN RIVER Al Fikri, Muhammad Sidiq; Muhtadi, Muhtadi; Wulandari, Diah Ayu
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v5i1.3487

Abstract

ABSTRAKKabupaten Pringsewu yang baru terbentuk dan wilayah yang terus berkembang membutuhkan sebuah infrasruktur yang memadai. Terdapat 5 Kecamatan yang masih belum terjangkau sarana air bersih perpipaan. Sehingga, diperlukan peningkatan infrastruktur wilayah dalam hal ini jaringan perpipaan air bersih. Berdasarkan hal tersebut, pemerintah daerah merencanakan perluasan jaringan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan air bersih perpipaan yang bersumber dari air sungai Way Sepagasan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jumlah kebutuhan air bersih di 5 Kecamatan dari tahun 2019 hingga tahun 2030, merencanakan detail desain intake, dan merencanakan jaringan pipa transmisi. Proses pengumpulan data dilakukan dengan melakukan survey lapangan. Terdapat 2 jenis data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer meliputi data pengukuran debit air, data topografi (elevasi), data jalur tracking jaringan transmisi serta dokumentasi. Sedangkan, data sekunder meliputi data jumlah penduduk, data peta topografi sekitar lokasi, data kualitas air, dan data curah hujan. Data-data yang diperoleh selanjutnya akan dianalisa dengan metode analisa destruktif. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, terdapat 5 Kecamatan yang akan dilayani yaitu Kecamatan Pagelaran Utara, Kecamatan Pagelaran, Kecamatan Banyumas, Kecamatan Sukoharjo dan Kecamatan Adiluwih dengan total kebutuhan air dari tahun 2019 hingga tahun 2030 sebesar 90,79 liter per detik. Bangunan intake memiliki volume bak sebesar 120 m3, dengan dimensi panjang bak 12 meter, lebar bak 8 meter, dan kedalaman bak 1,25 meter. Jaringan pipa transmisi dapat di simulasikan dengan program Epanet 2.0 dengan tekanan di ujung pipa transmisi sebesar 16,22 meter dan memiliki kecapatan aliran sebesar 0,8 meter per detik.Kata kunci:  transmisi, epanet 2.0, way sepagasan ABSTRACTPlanning Of Transmission Pipes In Pringsewu District With Raw Water Sources From The Way Sepagasan River. The newly established Pringsewu Regency and the region which continues to develop need an adequate infrastructure. There are 5 Districts that are still not reached by water distribution system. Thus, it is necessary to improve regional infrastructure, in this case the water distribution system. Based on this, the local government plans to expand the clean water distribution system to meet the need for piped clean water sourced from the Way Sepagasan river water. The purpose of this study is to determine the amount of clean water demand in 5 Districts from 2019 to 2030, to plan detailed intake designs, and to plan transmission pipelines. The data collection process was carried out by conducting field surveys. There are 2 types of data collected, namely primary data and secondary data. Primary data includes water flow measurement data, topographic data (elevation), transmission line tracking data and documentation. Meanwhile, secondary data includes population data, topographic map data around the location, water quality data, and rainfall data. The data obtained will then be analyzed by destructive analysis methods. Based on the data analysis carried out, there are 5 Districts to be served, namely North Pagelaran District, Pagelaran District, Banyumas District, Sukoharjo District and Adiluwih District with total water needs from 2019 to 2030 of 90.79 liters per second. The intake building has a body volume of 120 m3, with dimensions of 12 meters long, 8 meters wide, and 1.25 meters deep. The transmission pipeline network can be simulated with the Epanet 2.0 program with a pressure at the end of the transmission pipe of 16.22 meters and a flow rate of 0.8 meters per second.Keywords: transmission, epanet 2.0, way sepagasan
PENGARUH TEGANGAN LISTRIK TERHADAP KETEBALAN LAPISAN DAN LAJU KOROSI (MPY) HASIL ELEKTTROPLATING PLAT BESI STRIP DENGAN PELAPIS TEMBAGA Arkha, Abdullah; Budiarta, Usman; Sofyan, Arief
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v2i1.1117

Abstract

Proses pelapisan dengan cara listrik atau elektroplating adalah proses pelapisan logam dan non logam yang menggunakan listrik arus searah melalui metode elektrolisis. Lapis listrik memberikan suatu perlindungan logam dengan memanfaatkan logam-logam tertentu sebagai lapis lindung misalnya tembaga, nikel, seng krom, emas, perak, kuningan, perunggu, dan lain sebagainya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan pengaruh tegangan yang digunakan terhadap ketebalan lapisan tembaga pada plat besi serta laju korosi yang terjadi pada pada variasi variabel tegangan sebesar 6, 9, 12, 15 volt, dan menentukan hasil pelapisan yang paling baik dan paling tebal serta memiliki laju korosi terendah. Material yang digunakan untuk menjadi spesimen pada penelitian ini adalah plat besi dengan dimensi berurutan panjang x lebar x tebal adalah 80 x 22 x 2 dalam satuan milimeter. Untuk bahan pelapis menggunakan larutan tembaga sianida (CUCN) dengan waktu pencelupan selama 20 menit. Untuk perhitungan laju korosi menggunakan metode pengurangan berat dari perendaman di larutan korosif, dan larutan korosif yang dipilih adalah campuran larutan asam nitrat (HNO3) 40 ml dan aquades 60 ml. Dari hasil pengaruh tegangan yang diberikan pada proses elektroplating terhadap ketebalan lapisan pada spesimen, tebal lapisan rata-rata tertinggi di dapat pada spesimen yang berlabel 5 yaitu 0,12mm (120 mikron) yang mana tegangan yang diberikan sebesar 15 volt. Dari hasil pengkorosian yang dilakukan, laju korosi rata-rata terendah di dapat juga pada spesimen yang berlabel 5 yaitu 213,67 Mpy.Kata kunci : elektroplating, laju korosi (Mpy), pelapisan tembaga, variasi tegangan elektroplating.ABSTRACT: The Effect Of Electric Voltage On The Layer Thickness And Corrosion Rate (Mpy) Elekttroplating Results Plat Iron Strip With Copper Copper. Electrical coating process or electroplating is a process of coating a metal object by electrolytic deposition with another metal. Electroplating enables metal protection by utilizing certain metals as a protective metal like copper, nickel, zinc, chromium, gold, silver, brass, bronze etc. The objective of this study was to identify the effect of electricity voltage for electroplating process towards copper layer thickness on iron plate and corrosion rates for voltage variations on 6, 9, 12 and 15 volt. As addition, this study tried to find out the best coating result, the thickest and the lowest corrosion rate. The material used as specimen for this study was an iron plate with dimension length x width x thick, 80 x 22 x 2, respectively (in millimeter). The coat was made by immersing the plate into cyanide solution (CUCN) for 20 minutes. For calculating rate of corrosion through weight reduction method by submersing it into corrosive solution; the corrosive solution was compound from 40 ml nitric acid (HNO3) and 60 ml water. Result showed that the thickest layer was achieved on specimen with 5 label, 0.12 mm (120 micron) with 15 volt. The corrosion process revealed that the lowest rate of corrosion happened on specimen with label 5 for 213.67 Mpy.Keywords : electroplating, rate of corrosion (Mpy), copper coating, electroplating voltage variation.
PENURUNAN KADAR BESI (FE) MENGGUNAKAN VARIASI SUDUT KEMIRINGAN DENGAN METODE CASCADE AERATOR Natalina, Natalina; Atmono, Atmono; kumaidi, dodo
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v3i2.2045

Abstract

 AbstrakPenelitian ini menggunakan metode cascade aerator yaitu air disebarkan dengan cara mengalirkan pada lempengan tipis yang disusun seperti tangga atau sekat agar terjadi turbulensi untuk mencampur udara yang terabsorpsi dalam cairan tarhadap sampel air sumur gali yang berlokasikan di Kelurahan Rajabasa Pemuka Kecamatan Rajabasa Bandar Lampung.   Sampel dilakukan 2 (dua) kali pengulangan dengan variasi sudut kemiringan cascade yaitu dengan cascade ∠ 600, ∠ 900 dan ∠ 1200, waktu pengambilan sampel 10 menit, 20 menit, 30 menit, 40 menit, 50 menit dan 60 menit.   Hasil dari penelitian kemiringan cascade ∠ 600 rata-rata sebesar 0,96 mg/l dengan penurunan sebesar 3,12 mg/l dan persentase rata-rata penurunan sebesar 76,48 %, kemiringan cascade ∠ 900 rata-rata sebesar 0,83 mg/l dengan penurunan sebesar 3,25 mg/l dan persentase rata-rata penurunan sebesar 79,61 %, kemudian kemiringan cascade ∠ 1200 rata-rata sebesar 0,72 mg/l dengan penurunan sebesar 3,36 mg/l dan persentase rata-rata penurunan sebesar 82,43 %.   Simpulan dari hasil adalah dengan memvariasikan sudut kemiringan cascade aerator dapat menurunkan kandungan zat besi (Fe) dalam air sumur gali sesuai dengan peraturan Permenkes No.416/Menkes/Per/IX/1990 dibawah angka 1,0 mg/l.Kata Kunci: Sumur gali, kandungan zat besi (Fe), aerasi,  cascade aeratorAbstract This research in a cascade aerator namely water propagated by means of flow to the thin arranged as staircase or bulkhead that happened turbulence to mix of air terabsorpsi in a liquid water sample a well at the Rajabasa his in Rajabasa Lampung.  Sample done 2 (two) times repetition with variations the angle of inclination of cascade through the cascade ∠ 600 , ∠ 900and ∠ 1200, when the sample 10 minutes, 20 minutes, 30 minutes, 40 minutes, 50 minutes and 60 minutes.   The result of research slope cascade ∠ 600 an average of 0,96 mg / l with decrease by 3,12 mg/l and the percentage the average decrease by 76,48 %, the slope of the cascade ∠ 900 the average 0.83 mg/l with decrease by 3.25 mg/l and the percentage the average decrease by 79,61 %, then slope cascade ∠ 1200 an average of stood at 0.72 mg/l with decrease by 3.36 mg/l and the percentage the average decrease by 82,43 %. Drawing conclusions from the results is by varying the angle of inclination of a cascade aerator can be lowered ingredients of iron ( fe ) in water a well according to the ordinance Permenkes No.416/Menkes/Per/IX /1990 1.0 in the mg/l. Keywords: Dug-well, content of iron (Fe), aeration, cascade aerator
ANALISIS PRODUKTIVITAS MESIN PRESS DENGAN PENDEKATAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS(OEE) PADAPT. JAPFA COMFEED INDONESIA LAMPUNG Anggraini, Melani; Khikmawati, Emy; Widiastuti, Heni
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v1i2.1107

Abstract

PT. Japfa Comfeed Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam pembuatan pakan ayam. Produktivitas dari mesin yang rendah dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar untuk perusahaan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat produktivitas dari mesin press menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada tahun 2014 dan 2015, dan mengidentifikasi Six Big Losess berdasarkan diagram Pareto. Metode OEE merupakan suatu metode pengukuran tingkat efektivitas pemakaian suatu mesin dengan menghitung tingkat availlability, performance efficiency, dan rate of quality product, selanjutnya menghitung dengan Six Big Lossesuntuk mengetahui kerugian yang mengakibatkan rendahnya nilai OEE. Pada tahun 2014 dengan kapasitas mesin press 20 ton/jam memiliki nilai OEE 73,18%, sementara pada tahun 2015 dengan kapasitas mesin press 15 ton/jam memiliki nilai OEE 88,86%, dimana selisih peningkatan nilai produktivitas tersebut sebesar 15,68%. Kontribusi utama yang mengakibatkan nilai OEE rendah pada tahun 2014 yaitu akibat reduced speed losses yaitu waktu yang hilang akibat kecepatan operasi aktual lebih kecil dari kecepatan mesin yang telah dirancang beroperasi dalam kecepatan normal.Kata Kunci:overall equipment effectiveness (OEE), sixbiglossesABSTRACT: Analysis Productivity Of Press Machine With Overall Equipment Effectiveness (OEE) At PT.Japfa Comfeed Indonesia Lampung.PT. Japfa Comfeed Indonesia is one of the companies engaged in the manufacture of chicken feed. The low productivity of the machine can incur huge losses for the company. The objectives of this research is to know the productivity level of press machine using Overall Equipment Effectiveness (OEE) method in 2014 and 2015, and to identify Six Big Losess based on Pereto diagram. The OEE method is a method of measuring the effectiveness of a machine, and rate of quality product, then counting with Six Big Losses to find out the losses that result in low OEE values. At 2014 with a capacity of 20 tons/hour press machine has an OEE value of 73.18%, while in 2015 with a capacity of 15 tons/hour press machine has an OEE of 88.86%, where the difference in the increase in productivity value was 15.68%. The main contribution resulting in low OEE value at 2014 was due to reduced speed losses (lost time due to actual operating speed smaller than engine speed that has designed to operate in normal speed). Keywords: overall equipment effectiveness (OEE), sixbiglosses
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR PENCELUPAN TERHADAP SIFAT MEKANIK PADA BAJA KARBON RENDAH (0.02% C) DENGAN METODE PELAPISAN HOT DIP GALVANIZING R, Tumpal Ojahan; Sumardi, Slamet; Yoga, Dwi
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v1i1.987

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh temperatur pencelupan terhadap nilai kekerasan, nilai ketebalan lapisan, struktur mikro serta pengamatan SEM. Proses penelitian ini menggunakan metode pelapisan Hot Dip Galvanizing dengan variasi temperatur 420 oC, 440 oC, 460 oC, 480 oC serta waktu pencelupan selama 6 menit. Untuk mengetahui hasil penelitian diatas maka dilakukan beberapa pengujian yaitu uji komposisi kimia, uji kekerasan HRb, uji ketebalan lapisan, uji struktur mikro serta uji SEM. Hasil uji kekerasan tertinggi pada variasi temperatur 480 oC sebesar 76.51 HRb, hasil uji ketebalan lapisan tertinggi pada variasi temperatur 440 oC sebesar 200.09 μm dan hasil uji struktur mikro menunjukkan susunan struktur lapisan Zn dengan baja terbentuk Eta, Zeta, Delta dan Gamma. Pengamatan SEM terdapat unsur yang terkandung pada material yang dilapisi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variasi temperatur juga mempengaruhi hasil dari sifat mekanik.Kata kunci : baja karbon rendah, sifat mekanik, variasi temperatur pencelupan, hot dip galvanizing. ABSTRACT: The Immersion Temperature Variations Influence Of Mechanical Properties In Steel Low Carbon (0,02% C) With The Coating Hot Dip Galvanizing Method.The objective of the study was to identify the effect of temperature variation on dip process towards hardness index, layer thickness rate, micro structure and SEM observation. This study occupied Hot Dip Galvanizing with 420 oC, 440 oC, 460 oC, 480 oC temperature variations and 6 minutes dip process duration. To achieve the above objectives, some test were done, they are chemical composition, HRb Hardness test, layer thickness test, micro structure test and SEM test. The highest hardness test on 480 oC was 76.51 HRb, the thickest was on 440 oC temperature with 200.09 μ m, and the result of micro structure showed structural composition consisting of Eta, Zeta, Delta and Gamma. SEM observation revealed elements contained in coated material. This study concluded that temperature variation effected mechanica l properties.Keywords : low carbon steel, mechanical, dip temperature variation, hot dip galvanizing 
PENURUNAN KADAR BAKTERI E.COLI DENGAN METODE BIOSAND FILTER PADA AIR SUNGAI UNTUK PENYEDIAAN AIR BERSIH DI RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG Diah Ayu Wulandari; Panisean Nasoetion; Martina Letare
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v3i1.1136

Abstract

Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung memiliki Instalasi Pengolahan Air yang digunakan untuk mengolah air baku dari sungai menjadi air bersih yang digunakan untuk keperluan sarana sanitasi. Kualitas air baku yang akan diolah mengandung pencemar total coliform. Salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk menyaring air adalah Biosand Filter. Biosand Filter adalah saringan air yang menggunakan media pasir dengan penumbuhan lapisan biofilm. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja Biosand Filter dalam menyisihkan pencemar total coliform dari air sungai. Prosedur dalam penelitian ini menggunakan aliran Upflow secara kontinu. Dimensi reaktor yang digunakan berukuran 15cmx15cmx90cm. Diameter media penyaring seperti kerikil 6mm-15mm, pasir silika 1mm-6mm dan karbon aktif 1mm. Variasi ketebalan yang digunakan untuk mencari konsentrasi dan presentase penurunan kadar bakteri E.Coli adalah 15 cm, 30 cm, 45 cm, 60 cm dan  75cm. Laju alir di set-up sebesar 125 ml/menit. Pengambilan sampel dilakukan pada jam ke 0, 2, 4, 6, 8, 10 dan 12. Analisa dilakukan terhadap kadar bakteri E.Coli. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, penurunan kadar bakteri E.Coli pada Biosand Filter sebesar 91,2% terjadi pada jam ke 8 pada tiap-tiap Biosand Filter dengan presentase terbesar terjadi pada ketinggian 75 cm.Kata kunci : air sungai, bakteri E.Coli, biosand filter, aliran upflow. ABSTRACT: Decrease Of E. Coli Bacterial With Biosand Filter Methods At River Water For Clean Water Supply In Pertamina Bintang Amin Lampung Hospital. Pertamina Bintang Amin Lampung Hospital has a Water Treatment that used for processing raw water from river into clean water used for sanitation facilities. The Raw Water has deficient quality of water because the total pollutant of coliform. One of the technologies that can be used to filter the raw water is Biosand Filter. Biosand Filter is a water filter uses sand media with the growth of biofilm layer. This research aims to test the performance of Biosand Filter in eliminating total pollifers of total coliform from river water. The procedures in this research use the currents upflow continuously. Dimension of reactor used size 15cmx15cmx90cm. The diameter of filter media such as gravel 6 mm-15 mm, 1mm-6mm silica sand and 1 mm active carbon. The thickness variations used percentage decrease of E.Coli bacteria is 15 cm, 30 cm, 45 cm, 60 cm and 75cm. The rate of flow in set-up by 125 ml/minutes. Sampling was performed at hours 0, 2, 4, 6, 8, 10 and 12. Analysis was performed on E.Coli bacteria content. Based on the results obtained, the decrease of E.Coli bacteria on Biosand Filter of 91,2% occurred at the 8 th houron each Biosand Filter with the largest percentage occurring at a height of 75 cm.Keywords : river water, E.Coli bacteria, biosand filter, upflow flow
PERBANDINGAN KUALITAS AIR DANAU TOBA DARI SEGI FISIKA KIMIA TAHUN 2018 DENGAN 2019 Setiajaya, Arif; Siringoringo, Trivani Octavia; Hasiany, Sillak
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v5i1.4399

Abstract

 ABSTRAKAir air baku minum layak digunakan sebagai air bersih yang saat ini semakin langka ditemukan. Dewasa ini air menjadi masalah krusial yang perlu mendapatkan perhatian yang seksama dan cermat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kualitas air Danau Toba pada tahun 2018 dengan tahun 2019 dan mengidentifikasi penyebab perubahan kualitas pada jangka waktu tersebut. Data yang digunakan adalah data sekunder, dan dikumpulkan dengan metode studi pustaka. Setelah itu dianalisis dengan teknik Data display dan conclusion drawing. Jika dibandingkan ke baku mutu kualitas air minum Kriteria mutu air kelas 1 Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 492 tahun 2010, ada beberapa parameter yang melebihi baku mutu seperti klor bebas, phospat, kekeruhan dan COD. Sumber-sumber pencemaran dapat disebabkan oleh keramba jaring apung, limbah domestik, irigasi pertanian maupun kegiatan perhubungan. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder. Data tersebut telah dikumpulkan oleh lembaga pengumpulan data dan dipublikasikan kepada masyarakat pengguna data. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data pada kerja praktik ini adalah studi pustaka (referensi), yaitu pencarian data dan informasi melalui dokumen-dokumen, baik tertulis, gambar, maupun dokumen elektronik yang dapat mendukung dalam proses penulisan. Kata kunci: danau toba, bahan pencemar, baku mutu. ABSTRACTComparison Of Lake Toba Water Quality From Chemical Physics In 2018 With 2019. Drinking raw water is suitable for use as clean water which is currently increasingly scarce. Today water is a crucial problem that needs careful and careful attention. This study aims to analyze the comparison of Lake Toba water quality in 2018 with 2019 and identify the causes of changes in quality during that time period. The data used are secondary data, and were collected using the literature study method. After that, it is analyzed using data display techniques and conclusion drawing. When compared to drinking water quality standards Class 1 water quality criteria Government Regulation Number 82 of 2001 and Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 492 of 2010, there are several parameters that exceed quality standards such as free chlorine, phosphate, turbidity and COD. Sources of pollution can be caused by floating net cages, domestic waste, agricultural irrigation and transportation activities. The type of data used in this study is secondary data. The data has been collected by data collection agencies and published to the data user community. The method used in collecting data in this practical work is literature study (reference), namely searching for data and information through documents, both written, pictures, and electronic documents that can support the writing process.Keywords: Lake Toba, pollutants, quality standards.
ANALISIS PENYEBAB TERJADINYA KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PROYEK MENGGUNAKAN METODE ANALISIS FAKTOR Yan Juansyah; Karlia Dirangga; Rahmadi Rahmadi
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v2i2.1122

Abstract

Keterlambatan waktu pelaksanaan proyek merpakan suatu peristiwa yang sering terjadi pada setiap proyek. Hal ini dapat berakibat pada ketidaksesuaian rencana awal yang telah ditargetkan oleh kontraktor, konsultan maupun pemilik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan waktu pada proyek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Bakauheni – Terbanggi Besar (Paket 3 Kota baru – Metro Sta. 80+000 - Sta. 109+000). Penelitian ini dilakukan dengan observasi lapangan dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul data, sebagai pengolah data menggunakan metode analisis faktor.Metode analisis data yang digunakan yaitu Uji Validitas, Uji Reliabilitas, dan Analisis Faktor. Dari 30 variabel awal setelah analisis dapat disimpulkan terbentuk 8 faktor baru . Faktor baru yang terbentuk yaitufaktor tenaga kerja, faktor lapangan, faktor manajemen proyek, faktor bahan material, kejadian tak terduga, faktor biaya, faktor alat, dan faktor tanggapan sosial. Dari 8 faktor baru tersebut merupakan penyebab keterlambatan pelaksanaan pekerjaan proyek Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Bakauheni – Terbanggi Besar.Kata Kunci : validitas, reliabilitas, metode analisis faktor, keterlambatan pekerjaan.ABSTRACT: Analysis Of Causes In The Implementation Of Delays Of Implementation Project Jobs Factor Analysis Method. Project time delay are an event that often happens on every project. This can result in theincompatibility of the original plan being targetedby contractor, consultant and owner.The aim of this research is to identify the factors are cause project time delay in highway toll construction Trans Sumatra section Bakauheni - Terbanggi Besar (Package 3 Kota Baru - Metro Sta 80 + 000 - Sta 109 + 000). This research constructed using field observation and using questionnaire as collection data, as data processor using factor analysis method.Data Analysis method used are Validity Test, Reliability Test, and Analysis Factor. From 30 initial variables after analysis can be concluded to form 8 new factor. New factors are appear labor factor, field factor, project management factor, material factor, unexpected events, cost factor, tool factor, and social response factor. These 8 new factors are the cause of delay in the implementation of toll road construction project Trans Sumatra Section Bakauheni - Terbanggi Besar.Keywords :validity, reliability, factor analysis method, delay of project work.
PERHITUNGAN LAJU PENGENDAPAN SILIKA DAN WAKTU PENGURASAN DENGAN METODE OPEN CANAL DAN POND PADA LAPANGAN PANAS BUMI RL Martasari, Rial Dwi; Nugroho, Fahmi; Sukamto, Haris
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v4i1.2446

Abstract

ABSTRAK Sumber panas bumi di lapangan RL adalah sistem dua fasa dominasi air (water dominated system) dengan perbandingan uap dan air sebesar 40% dibanding 60%. Silika merupakan sebuah mineral yang terlarut dalam brine saat produksi panas bumi yang memiliki dominasi air dan sering menimbulkan masalah yaitu scaling. Masalah scaling ini biasa terjadi di sekitar pipa produksi maupun injeksi sehingga perlu dilakukan perawatan untuk mempertahankan jumlah produksi. Perawatan yang digunakan yaitu metode open canal dan pond yang berfungsi untuk mengurangi dampak scaling pada jalur pipa injeksi. Urutan proses perhitungan untuk mendapatkan data scaling antara lain kelarutan silika, laju alir masa silika, kecepatan mengendapnya silika, kecepatan penuhnya open canal dan pond. Hasil perhitungan kecepatan pengendapan silika dalam open canal dan pond  pada tanggal 19 Oktober 2015 sebesar 73738,35 cc/jam, kecepatan mengendapnya silika dalam pond sebesar 20626.60 cc/jam. Waktu pembersihan open canal dan pond dapat ditentukan dengan mengetahui kapan open canal dan pond penuh. Pada tanggal 19 Oktober 2015 kecepatan penuhnya silika dalam open canal 8,15 bulan, kecepatan penuhnya silika dalam pond 121.2 bulan. Kadar SSI (silica saturation index) pada open canal pada tanggal 19 Oktober 2015 sebesar 2,119 dan pond pada tanggal 19 Oktober 2015 sebesar 0,524. Kata kunci : Geothermal, scaling dan metode open canal dan pond ABSTRACT Calculation Of Deposition Silica Rate And Draining Time By Open Canal And Pond Method In RL Geothermal Field. The geothermal source in RL field is a two-phase water dominated system with a vapor and water ratio of 40% compared to 60%. Silica is a mineral that is dissolved in the brine during geothermal production which has water dominance and often causes problems, namely scaling. This scaling problem is common around the production and injection pipes, so maintenance needs to be taken to maintain the amount of production. The treatments used are the open canal and pond method which serves to reduce the impact of scaling on the injection pipeline. The order of calculation process to get silica data is silica solubility, silica flow rate, silica settling speed, full velocity of open canal and pond. The calculation result of silica deposition rate in open canal and pond on October 19, 2015 is 73738,35 cc / hour, the speed of settling silica in pond is 20626.60 cc / hour. Cleaning time of open canal and pond can be determined by knowing when open canal and pond are full. On October 19, 2015 the full speed of silica in the open canal was 8.15 months, the full speed of silica in the 121.2-month pond. The level of SSI (silica saturation index) on the open canal on October 19, 2015 was 2.119 and the pond on October 19, 2015 was 0,524. Keywords : Geothermal, scaling and open canal and pond method

Page 6 of 13 | Total Record : 128