cover
Contact Name
Henri Gunawan Pratama
Contact Email
henrigunawan92@gmail.com
Phone
+6285536888554
Journal Mail Official
penjaga@stkippgritrenggalek.ac.id
Editorial Address
Jl. Supriyadi 22 Trenggalek Jawa Timur – Indonesia Kode Pos 66319
Location
Kab. trenggalek,
Jawa timur
INDONESIA
PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Published by STKIP PGRI TRENGGALEK
ISSN : -     EISSN : 27743721     DOI : -
PENJAGA : Pendidikan Jasmani & Olahraga particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of sport areas as follows: 1. Physical Education 2. Sports 3. Development 4. Sports Biomechanics 5. Traditional Sports
Articles 43 Documents
Penerapan Metode Principal Component Analysis Terhadap Faktor Biomotor Yang Mempengaruhi Performa Atlet Atletik Sumatra Utara Fakhrur Rozy; Dio Alif Airlangga Daulay; Gosy Endra Vigriawan
PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol. 3 No. 1 (2022): PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : STKIP PGRI Trenggalek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55933/pjga.v3i1.459

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor biomotor yang mempengaruhi performa atlet atletik Sumatra Utara pada pelatihan daerah jangka panjang untuk pon 2024.penelitian ini menggunakan Principal Componen Analisys (PCA). Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat komponen utama biomotor utama yaitu Komponen utama nomer 1 yang berkontribusi adalah daya ledak otot tungkai, daya ledak otot lengan, tinggi badan, Komponen utama nomer 2 yang berkontribusi adalah IMT dan berat badan, Komponen utama nomer 3 yang berkontribusi adalah kelentukan, Komponen utama nomer 4 yang berkontribusi adalah core tes atau kekuatan. Kesimpulan penelitian ini yaitu agar pelatih lebih meningkatkan lagi latihan untuk daya tahan dan kecepatan, karena kedua komponen biomotor tersebut sangat penting untuk atlit atletik nomor lari jarak jauh dan lari sprint.
Survei Tingkat Sportivitas Siswa UPTD SDN Junganyar 1 Di Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan Tahun Ajaran 2021/2022 Zakaria W Hidayat; Basuki Basuki
PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol. 3 No. 1 (2022): PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : STKIP PGRI Trenggalek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55933/pjga.v3i1.462

Abstract

Sportivitas merupakan sesuatu yang dapat dilihat dari suatu pertandingan yang muncul dari sikap setiap pemain bahkan dalam sebuah tim ketika bertanding. Sportivitas adalah ungkapan moral  yang terkandung dalam norma etika dasar olahraga.Sportivitas mengacu pada kebaikan seperti kejujuran, kontrol diri, keteguhan hati, kegigihan dan diasosiasikan terhadap konsep-konsep interpersonal seperti memperlakukan orang lain dan diri sendiri dengan fair, mempertahankan kontrol diri ketika berurusan dengan orang lain, dan menghargai pihak berwenang dan  lawan. Pada tingkat sekolah, kegiatan olahraga yang bersifat kompetitif biasanya masuk dalam kegiatan ekstrakurikuler. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat sportivitas siswa dan dampak terhadap minat siswa mengikuti mata pelajaran penjas, Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Dimana penelitian ini memiliki tujuan untuk menggambarkan hal-hal yang berhubungan dengan keadaan atau status fenomena. Instruen yang digunakan berupa angket. Hasil penelitian yang terlihat pada tabel di atas dapat diperoleh informasi bahwa siswa dengan kategori baik sekali 0%, kategori Baik 13%, kategori Sedang 49%, kategori Kurang 29%, dan kategori Kurang Sekali 9%. berdasarkan data hasil penelitian pada tabel di atas menunjukkan bahwa sportifitas siswa siswi masuk kategori Sedang (49%).
Hubungan Keseimbangan Dan Koordinasi Mata-Tangan Terhadap Kemampuan Koordinasi Serangan Dalam Pencak Silat: (Studi Pada Ekstrakurikuler Pencak Silat di MTs Negeri 1 Sumenep) Winda Nuraisyah; Hamdani Hamdani; Andi Fepriyanto
PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol. 3 No. 1 (2022): PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : STKIP PGRI Trenggalek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55933/pjga.v3i1.475

Abstract

Pencak silat merupakan seni beladiri yang lahir dari bangsa Indonesia. Dengan ekstrakurikuler pencak silat siswa dipupuk menjadi insan yang memiliki rasa disiplin, tanggung jawab, dan pemberani. Pada variabel keseimbangan instrumen yang digunakan adalah stork stand dan pada variabel koordinasi mata tangan instrumen yang digunakan adalah pass basket ball dan koordinasi serangan dalam pencak silat menggunakan penilaian. Jenis penelitian kuantitatif, untuk analisis data pengujian hipotesis digunakan product moment dan untuk pengujian regresi ganda. Penelitian ini dilakukan pada siswa putra ekstrakurikuler MTs Negeri 1 Sumenep. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keseimbangan mempunyai tingkat hubungan yang “sangat kuat” dengan kemampuan koordinasi serangan dalam pencak silat nilai korelasi sebesar 0,820. Koordinasi mata-tangan mempunyai tingkat hubungan “sedang” dengan kemampuan koodinasi serangan dalam pencak silat nilai korelasi sebesar 0,593. Keseimbangan dan koordinasi mata-tangan secara bersamaan mempunyai tingkat hubungan yang “sangat kuat” dengan kemampuan koordinasi serangan dalam pencak silat.
Pengembangan Video Tutorial Man To Man Defense Untuk Pelatih Bola Basket Di Kecamatan Trenggalek Muhammad Soleh Fudin; Tri Setio Budi
PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol. 3 No. 2 (2023): PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : STKIP PGRI Trenggalek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55933/pjga.v3i2.207

Abstract

Dalam man to man defense terdapat prinsip bertahan seperti, rotasi, help defense,triangle defense, bertahan itu sendiri memperlihatkan keseluruhan lapangan, posisi pemain dan bola yang menjadi dasar dalam mempelajari prinsip bertahan dalam bola basket.Pelatih bertanggungjawab terkait pemahaaman man to man defense kepada atletnya.Dalam melatih dibutuhkan media untuk menyampaikan terkait man to man defense.Dari studi analisis/studi pendahuluan pada pelatih terkendala oleh media dalam melatih terbatas.Tujuan dari penelitian  yaitu media video tutorial dapat menjadi alternatif referensi dalam melatih bola basket terkait man to man defense.Media berfungsi membantu pelatih dalam menyampaikan materi man to man defense. Untuk mendapatkan gambaran dari penelitian yang maksimal penulis melakukan penelitian pada pelatih di Kecamtan Trenggalek. Dengan obyek penelitian  pelatih  ada di kecamatan trenggalek sejumlah 7 pelatih.Pengumpulaan data menggunakan angket terbuka pada penelitian awal, angket semi terbuka pada ahli dan  angket tertutup pada uji coba lapangan.Pelatih menyetujui adanya pengembangan media video tutorial  karena media dalam melatih man to man defense terbatas.Media yang dikembangkan menggunakan metode ADDIE dan dibantu oleh 2 orang ahli untuk meningkatkan kualitas produk.Hasil uji coba produk dilapangan mendapatkan nilai 87% dari hasil pengumpulan data menggunakan kuisioner tertutup hasil penilaian termasuk dalam kategori baik/layak digunakan.Berdasarkan hasil penelitian uji ahli dan uji coba media video layak untuk digunakan.
Pengaruh Latihan Bermain Crossover Terhadap Keterampilan Menggiring Bola Di SSB Watu Kandang Trenggalek Kelompok Usia 9-12 Tahun Mochamad Sodiq Fauzi
PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol. 3 No. 2 (2023): PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : STKIP PGRI Trenggalek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55933/pjga.v3i2.413

Abstract

Latihan Crossover  adalah sebuah gerakan bermanuver demand seorang pemain yang menggiring bola mampu memindahkan bola dari satu arah ke arah lainnya dengan sangat cepat. Penelitian ini digunakan untuk mengetahui pengaruh dari metode latihan crossover terhadap keterampilan menggiring bola di SSB Watu Kandang Trenggalek kelompok usia 9-12 tahun. Penelitian ini bersifat eksperimen dengan model pre-experimental design dengan desain one grub pretest-posttest design dan memberikan treatment untuk mengetahui hasil peningkatan yang dihasilkan peserta didik dengan jumlah sampel sebanyak 16 pemain. Data diperoleh melalui kegiatan pretest dan posttest yang dilakukan kepada pemain di SSB Watu Kandang Trenggalek kelompok usia 9-12 tahun. Hasil analisis data diketahui bahwa uji normalitas pretest 17,05 > 0,05 dan posttest 14,23 < 0,05), uji homogenitas nilai p (sig.) 9.194 > 0,05 dan hasil uji t menunjukkan bahwa t 5,758 > t(16) 2,228=, dan nilai sig. 0,000 < 0,05. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kedua variabel penelitian berdistribusi normal dan homogen. Hasil uji t menunjukkan bahwa Ha diterima atau proses treatment memberikan pengaruh yang signifikan sebesar 16,53%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian treatment latihan cressover terhadap keterampilan menggiring bola di SSB Watu Kandang Trenggalek kelompok usia 9-12 tahun memberikan pengaruh sebesar 16,53% dibandingkan sebelum dilakukan treatment.
Pengaruh Latihan Small Sided Game Terhadap Ketrampilan Dribbling Pemain SSB Yupiter Putra Usia 8-12 Tahun Gevin Syahraya
PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol. 3 No. 2 (2023): PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : STKIP PGRI Trenggalek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55933/pjga.v3i2.451

Abstract

Small Sided Game yaitu suatu bentuk latihan yang dibuat ke dalam bentuk permainan sepakbola yang ukuran tempatnya diperkecil sehingga sentuhan terhadap bola semakin banyak. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana teknik latihan SSD terhadap kemampuan dribbling pemain Jupiter SSB berusia 8–12 tahun. Jenis Penelitian ini bersifat eksperimen dengan model pre-experimental design dengan memberikan treatment untuk menentukan tingkat peningkatan yang ditunjukkan oleh peserta didik dengan jumlah sampel 10 pemain. Data diperoleh melalui kegiatan pretest dan posttest yang dilakukan kepada pemain SSB Yupiter usia 8-12 tahun. Hasil analisis data diketahui bahwa uji normalitas pretest 15,26> 0,05 dan posttest 12,50< 0,05), uji homogenitas nilai p (sig.) 17,502> 0,05 dan hasil uji t menunjukkan bahwa t5,758> t(10)2,228=, dan nilai sig. 0,000 < 0,05. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kedua variabel  penelitian berdistribusi normal dan homogen. Hasil uji t menunjukkan bahwa Ha diterima atau proses treatment memberikan pengaruh yang signifikan sebesar18,08%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian treatment latihan small sided game terhadap ketrampilan dribbling pemain SSB Yupiter usia 8-12 tahun dan  memberikan pengaruh sebesar 18,08% dibandingkan sebelum dilakukan treatment. Dengan mempertimbangkan betapa pentingnya keterampilan menggiring bola dalam permainan sepakbola, Selama latihan, pelatih diharapkan dapat membantu pemain menjadi lebih baik dalam menggiring bola
Efektivitas Model Pembelajaran Langsung, Kooperatif Tipe TGT Dan Media Audio Visual Terhadap Hasil Keterampilan Tendangan Lurus Pada Mata Kuliah Pencak Silat Winda Nuraisyah; Ainur Rasyid; Feri Weldani; Dyas Andry Prasetyo; Noer Wachid Riqzal Firdauz
PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol. 3 No. 2 (2023): PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : STKIP PGRI Trenggalek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55933/pjga.v3i2.514

Abstract

Penelitian ini deskriptif kuantitatif untuk mengetahui efektivitas pembelajaran langsung, Kooperatif tipe TGT dan media audio visual terhadap hasil keterampilan tendangan lurus pada mata kuliah pencak silat. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah non eksperimen. Populasi pada penelitian ini berjumlah 129 sebanyak 4 kelas PJKR STKIP PGRI Sumenep angkatan 2022. Penelitian ini adalah semua kelas PJKR angkatan 2022. Hasil tes keterampilan tendangan lurus pencak silat model pembelajaran langsung 3 mahasiswa (laki-laki) presentase 12,5% dalam kategori “Baik Sekali”, 10 mahasiswa (laki-laki) presentase 41,7% kategori “Baik” dan 11 mahasiswa (laki-laki) presentase 45,8% kategori “Cukup”. Hasil tes keterampilan tendangan lurus pencak silat model pembelajaran kooperatif tipe TGT 19 mahasiswa presentase 54,3% dan 4 mahasiswi sebesar 11,4% kategori “Baik Sekali”, 7 mahasiswa presentase 20% dan 2 mahasiswi presentase 5,7% kategori “Baik” serta 3 mahasiswa presentase 8,6% kategori “Cukup”. Hasil tes keterampilan tendangan lurus pencak silat menggunakan media audio visual 6 mahasiswa presentase 17,1% dan 3 mahasiswi presentase 8,6% kategori “Baik Sekali” dan 26 mahasiswa presentase 74,2% kategori “Baik”. Hasil tes keterampilan tendangan lurus pencak silat model pembelajaran kelompok kontrol 16 mahasiswa persentase 53,3% dan 3 mahasiswi persentase 10% kategori “Baik” serta 9 mahasiswa persentase 30% dan 2 mahasiswi persentase 6,7% kategori “Cukup”.
Menjaga Indek Massa Tubuh Dengan Latihan Freeletics Suharti Suharti; Harwanto Harwanto
PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol. 3 No. 2 (2023): PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : STKIP PGRI Trenggalek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55933/pjga.v3i2.526

Abstract

Kegiatan sehari-hari dan rutinitas bekerja memiliki tugas yang harus diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat. Aktivitas yang padat dapat menyebabkan kurangnya intensitas waktu beristirahat, yang dapat menyebabkan berbagai penyakit dan stres yang lebih tinggi, yang dapat menyebabkan kelebihan berat badan. 13,5% orang dewasa usia 18 tahun ke atas mengalami kelebihan berat badan, dan 28,7% orang dewasa mengalami obesitas (IMT lebih dari 25). Freeletics, sebuah komunitas olahraga di Surabaya, memiliki banyak manfaat, termasuk meningkatkan minat seseorang untuk berolahraga, memperkenalkan teman baru, meningkatkan hubungan kerja sama di tempat kerja, dan mencegah rasa bosan saat berolahraga sendirian. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan program latihan Freeletics berdasarkan indeks massa tubuh (IMT) di komunitas Freeletics di Surabaya. Penelitian ini akan menggunakan metode kuantitatif. menggunakan dukungan untuk eksperimen pra-eksperimen dengan satu kelompok pra-eksperimen-postest. Berdasarkan klasifikasi berdasarkan sampling purposive yang memenuhi, 8 orang tergabung dalam Batch 8 Program 12 minggu. Uji analisis seperti uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t digunakan untuk mengolah data. Hasil uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t adalah sebagai berikut: (a) Uji Normalitas: (1) Indeks Massa Tubuh Pretest dan Postest (IMT) memperoleh skor 0,181 lebih besar dari 0,05, sehingga berdasarkan uji normalitas.
Analisis Pengetahuan Atlet Terhadap Penanganan Pertama Cedera Ankle Pada UKM Hockey Dengan Metode RICE Di Universitas Negeri Surabaya Aulia Nur Aprianti; Lukas Susanto; Ghon Lisdiantoro
PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol. 3 No. 2 (2023): PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : STKIP PGRI Trenggalek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55933/pjga.v3i2.588

Abstract

Kajian ini dimaksudkan guna memahami sejauh mana pengetahuan atlet dalam menghadapi cedera pergelangan kaki pertama pada UKM Hockey di Universitas Negeri Surabaya dengan penerapan metode RICE. Tujuan utama pada penelitian ini adalah memberikan relasi kepada atlet Hockey tentang pentingnya penanganan pertama pada cedera ankle dengan menggunakan metode RICE. Sejauh ini mereka hanya melakukan kesalahan yang biasa dilakukan dalam pertandingan. Metode studi pada kajian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif. Sampel yang digunakan sejumlah 40 atlet UKM Hockey di Universitas Negeri Surabaya. Metode penghimpunan data melalui penggunaan kuesioner dan wawancara. Hasil dari kuesioner menyatakan bahwasannya pengetahuan aspek pengertian cedera 78,75% masuk kedalam kategori Baik, aspek katagori cedera 59,09% masuk kedalam katagori Sedang dan aspek metode penanganan pertama cedera ankle dengan menggunakan metode RICE 72,5% masuk kedalam katagori Sedang. Berdasarkan hasil analisis data kuesioner keseluruhan aspek dapat di simpulkan bahwa Pengetahuan Atlet Terhadap Penanganan Pertama Cedera Ankle Pada UKM Hockey Dengan Metode RICE Di Universitas Negeri Surabaya 66,6% masuk dalam katagori sedang
Pelatihan Menumbuhkan Rasa Motivasi Kegiatan Olahraga Permainan Tradisional Bentengan Terhadap Masyarakat Kota Serang Pratama, Octavian Serka Yudha; Janah, Maftuhatul; Mulyana, Tubagus Nana; Meliani, Fenti Nur; Sina, Ibnu
PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol. 6 No. 1 (2025): PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : STKIP PGRI Trenggalek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55933/pjga.v6i1.874

Abstract

Anak-anak di Indonesia, terutama di sekolah atau perkampungan, sangat menyukai olahraga bentengan, permainan tradisional yang dimainkan dalam kelompok. Meskipun menyenangkan, permainan ini mengajarkan strategi, kerja sama tim, kecepatan, dan ketangkasan. Dalam permainan, tujuan menjaga benteng sendiri biasanya berupa tiang, pohon, atau tanda tertentu. Tujuannya adalah menyerang benteng lawan dan mencapai titik di mana pemain lawan tidak dapat menangkap tim lawan. Jumlah pemain biasanya terdiri dari dua tim, masing-masing terdiri dari 5–10 orang, tergantung pada tempat bermain. Penelitian ini mencoba menjelaskan kerja sama dalam masyarakat kota serang. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini melibatkan 35 perempuan dan 13 laki-laki. Observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data. Data yang dihasilkan tersebut selanjutnya diteliti dan analisis menggunakan reduksi data, display data, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa dalam kegiatan permainan tradisional masyarakat sudah melakukan dengan baik sesuai indikator kerja sama. Kegiatan permainan tradisional ini dapat dijadikan salah satu alternatif pengembangan kemampuan kerja sama dan sarana pengembangan berbagai aspek perkembangan bagi masyarakat kota serang. Peneliti menemukan bahwa olahraga tradisional adalah salah satu pendekatan alternatif yang mungkin memengaruhi karakter masyarakat kota Serang. Olahraga tradisional benar-benar mempengaruhi masyarakat untuk mempertahankan warisan budayanya.