cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
june_30ops@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Health Reproductive
ISSN : 25281585     EISSN : 25281585     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Health Reproductive merupakan salah satu wadah bagi peneliti, dosen dan mahasiswa untuk menerbitkan artikel-artikel hasil penelitian. Jurnal ini berisikan artikel terkait tentang kesehatan reproduksi perempuan sepanjang siklus kehidupan dengan kaidah-kaidah penulisan yang baik dan benar. Ruang Lingkup 1. kesehatan ibu dimulai sejak prakonsepsi, kehamilan, persalinan dan nifas 2. kesehatan anak dimulai dari bayi baru lahir, neonatus, balita dan prasekolah 3. keluarga berencana 4. pencegahan dan penanganan infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS 5. kesehatan reproduksi remaja 6. pencegahan dan penanganan komplikasi aborsi 7. pencegahan dan penangann infertilitas 8. kesehatan reproduksi usia lanjut 9. deteksi dini kanker saluran reproduksi 10. kesehatan reproduksi lainnya seperti kekerasan seksual, kekerasan pada anak dan kekerasan dalam rumah tangga
Arjuna Subject : -
Articles 275 Documents
HUBUNGAN PILATES DAN HIPNOTERAPY DENGAN PROSES PERSALINAN PADA DI DESA PASAR VI KUALANAMU DELI SERDANG Friska Sitorus; Surya Anita; Yuni Fadillah; Rut Enjelika
Jurnal Reproductive Health Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Terapi komplementer yang diberikan pada ibu hamil dalam penelitian ini yaitu gabungan dari Pilates dan Hipnoterapi, penggunaan terapi komplementer ini sebagai upaya untuk ibu -ibu hamil malaui proses persalinan normal Tujuan: Untuk mengetahui adakah hubungan pilates dan hipnoterapi dengan proses persalinan Metode: Penelitian ini penelitian dengan desain kasus kontrol dengan jumlah sampel penelitian 24 orang  Data dianalisis dengan Univariat dan Bivariat, untuk Bivariat menggunakan uji Chi Square dan membaca Odd Ratio Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang melakukan metode Pilates, dan Hipnoterapi memiliki peluang 6 kali lebih besar untuk mengalami persalinan normal dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak melakukan metode tersebut (OR = 6, p < 0,05). Hal ini berarti intervensi Pilates dan Hipnoterapi efektif dalam meningkatkan kemungkinan persalinan normal. Odds Ratio yang tinggi mencerminkan adanya hubungan kuat antara penerapan Pilates dan Hipnoterapi dengan keberhasilan persalinan normal Kesimpulan:  Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Pilates dan Hipnoterapi secara signifikan meningkatkan kemungkinan persalinan normal hingga enam kali lipat. Temuan ini sejalan dengan teori-teori yang ada dan penelitian sebelumnya, serta menawarkan intervensi non-farmakologis yang menjanjikan untuk mendukung persalinan normal.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN METODE PEER GROUP TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI Surya Anita; Friska Sitorus; Dewi R Bancin; Rut Enjelika; Yuni Fadilla
Jurnal Reproductive Health Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v11i1.6419

Abstract

Latar belakang: Hubungan seks pranikah adalah permasalahan yang sangat serius karena intensitasnya semakin meningkat seiring dengan meningkatnya toleransi masyarakat terhadap perilaku menyimpang tersebut. . Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan metode peer group terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang kesehatan reproduksi Metode: Desain penelitian eksperimental dengan rancangan pretest-posttest control group design. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan metode peer group terhadap pengetahuan (p-value = 0,000 < α = 0,05) dan sikap (p-value = 0,017 < α = 0,05) remaja tentang kesehatan reproduksi. Pendekatan kelompok sebaya sangat bermakna secara kolektif, komunikasi menjadi lebih lancar dan terjadi perubahan sikap di kalangan siswa terhadap kesehatan reproduksi. Selain itu proses tukar piklira juga dapat berjalan lebih lancar karena perasaan malu untuk bertanya tidak terlalu besar
PENGARUH TUMMY TIME EXERCISE TERHADAP DURASI LAMA MENGANGKAT KEPALA PADA BAYI USIA 1-3 BULAN DI PMB MORINA NERI Eva Hotmaria Simanjuntak; Suci Nanda Resti Tarigan; Friska Margareth Parapat; Fitrah Manis Waruwu
Jurnal Reproductive Health Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v11i1.6450

Abstract

Latar Belakang : Tummy time exercise merupakan sebuah latihan penumpuan berat badan dengan memposisikan bayi dalam posisi tengkurap. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh tummy time exercise terhadap durasi lama mengangkat kepala pada bayi usia 1-3 bulan di PMB Morina Neri. Metode : penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Pengumpulan data dengan data primer dan dianalisis dengan menggunakan uji wilcoxon dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil : Penelitian menunjukkan bahwa bayi usia 1 bulan diperoleh nilai p-value sebesar 0,012, bayi usia 2 bulan diperoleh nilai p-value sebesar 0,028 dan bayi usia 3 bulan diperoleh nilai p-value sebesar 0,028. Kesimpulan : terdapat pengaruh tummy time exercise terhadap durasi lama mengangkat kepala pada bayi usia 1-3 bulan di PMB Morina Neri.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN SENSORY PLAY MAT TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK BAYI USIA 6–12 BULAN DI PMB RONNI SIREGAR Ronni Naudur Siregar; Elisa Silvia Aritonang; Lampita Sitorus; Enni Halawa
Jurnal Reproductive Health Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v11i1.6510

Abstract

Latar belakang: Masa bayi usia 6–12 bulan merupakan periode kritis perkembangan karena terjadi percepatan pematangan sistem saraf dan otot yang menjadi dasar perkembangan motorik kasar dan halus. Pada periode ini, tingginya neuroplastisitas menjadikan stimulasi sensorik dan motorik berulang sangat penting dalam pembentukan koneksi saraf, sedangkan keterlambatan perkembangan dapat berdampak pada aspek kognitif, sosial-emosional, dan meningkatkan risiko gangguan neurologis di kemudian hari. Tujuan: untuk mengetahui efektivitas penggunaan Sensory play mat terhadap perkembangan motorik bayi usia 6–12 bulan di PMB Ronni Siregar. Metode: menggunakan desain kuantitatif dengan metode quasi-experimental (eksperimen semu). Desain yang digunakan adalah one group pretest–posttest design, yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mengukur perkembangan motorik bayi sebelum diberikan intervensi (pretest), kemudian memberikan perlakuan berupa penggunaan Sensory play mat , dan selanjutnya melakukan pengukuran kembali setelah intervensi (posttest). Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara perkembangan motorik bayi sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai signifikansi p = 0,002. Dengan demikian, penggunaan sensory play mat efektif terhadap perkembangan motorik bayi usia 6–12 bulan di PMB Ronni Siregar. Kesimpulan: Karakteristik responden dalam penelitian ini terdiri dari 17 bayi usia 6–12 bulan, dengan distribusi usia terbanyak pada kelompok 6–8 bulan dan 9–11 bulan, masing-masing 7 bayi (41,2%), serta didominasi oleh bayi laki-laki sebanyak 9 bayi (52,9%). Sebelum diberikan intervensi sensory play mat, perkembangan motorik menunjukkan 7 bayi (41,2%) berada pada kategori sesuai, 7 bayi (41,2%) kategori meragukan, dan 3 bayi (17,6%) kategori penyimpangan. Setelah intervensi, terjadi peningkatan perkembangan motorik, dengan 15 bayi (88,2%) berada pada kategori sesuai, 2 bayi (11,8%) kategori meragukan, dan tidak ada lagi bayi yang berada pada kategori penyimpangan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEIKUTSERTAAN PASANGAN USIA SUBUR (PUS) MENJADI AKSEPTOR KB Julia Mahdalena Siahaan; Ernawati Barus; Ida Ria Royentina Sidabukke; Rifyanti Yuni Arta Silalahi
Jurnal Reproductive Health Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v11i1.6521

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan hasil survei awal dari data rekam medik yang dilakukan di wilayah kerja Klinik Pratama Matahar, ditemukan bahwa pada tahun 2025 terdapat 1.259 pasangan usia subur yang menjadi pengguna jasa keluarga berencana. Data yang diperoleh dari hasil rekam medik menunjukkan bahwa sebanyak 168 orang pasangan usia subur menjadi akseptor keluarga berencana. Dari jumlah tersebut, ada 10 orang yang menggunakan kondom, 30 orang menggunakan pil, 41 orang menggunakan suntik, 4 orang menggunakan alat kontrasepsi dalam rahim, 78 orang menggunakan implan, dan 2 orang menggunakan metode operasi wanita. Tidak ada yang menggunakan metode operasi pria. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti tingkat pengetahuan, usia, tingkat pendidikan, dan dukungan dari keluarga. Tujuan:Untuk mengetahui hal-hal apa saja yang memengaruhi keikutsertaan pasangan usia subur menjadi pengguna alat kontrasepsi di wilayah kerja Klinik Pratam Matahari tahun 2026. Metode:  Penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional Hasil: Jumlah responden PUS yang di dukung oleh keluarga untuk menjadi akseptor KB ada 28 responden, dan yang tidak didukung ada 34 responden, didapatkan dukungan keluarga pasangan usia subur (PUS) didukung 25,8% keikutsertaan menjadi akseptor aktif dan 19,4 % keikutsertaa menjadi akseptor tidak aktif, dukungan keluarga PUS tidak 12,9% menjadi akseptor aktif dan 41.9% keikutsertaan menjadi akseptor tidak aktif. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian pada 62 responden PUS tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keikutsertaan pus menjadi akseptor keluarga berencana (KB) di wilayah kerja tidak terdapat pngruh faktor tingkat umur, sedangkan faktor tingkat pendidikan, dukungan keluarga, dan tingkat pengetahuan berpegaruh terhadap keikutsertaan PUS akseptor KB.