cover
Contact Name
Firman Aulia Ramadhan
Contact Email
firmandhan99@gmail.com
Phone
+6285739937864
Journal Mail Official
akselerasi.iainjember@gmail.com
Editorial Address
HMPS PGMI FTIK IAIN Jember Jl. Mataram No.1, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur 68136
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
AKSELERASI: Jurnal Pendidikan Guru MI
ISSN : 27230643     EISSN : 27230740     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
AKSELERASI: Jurnal Pendidikan Guru MI (ISSN Online:2723-0740, ISSN Cetak: 2723-0643) adalah jurnal dengan peninjauan sebaya dan diterbitkan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) FakultasTarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Jember. Jurnal ini memuat manuskrip ilmiah pada kajian PGMI/PGSD baik kajian literatur maupun kajian lapang yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dengan dua abstrak: Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Jurnal ini terbit dua kali setahun, Juni dan Desember. Kami mengundang para peneliti, dosen, mahasiswa, guru, profesional, dan siapa saja untuk berbagi pengetahuan dalam bentuk naskah penelitian teorisitis dan empiris tentang PGMI/PGSD.
Articles 31 Documents
Konsep Model Example Non Example Relevansinya dengan Pembelajaran Tematik Bagi Siswa Madrasah Ibtidaiyah Feti Siti Fatimah
AKSELERASI: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 3 No. 1 (2022): AKSELERASI: Jurnal Pendidikan Guru MI
Publisher : HMPS PGMI FTIK IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/akselerasi.v3i1.73

Abstract

The purpose of this study was to determine: 1) to find out the application of the example non example model in research, 2) to find out thematic learning process in madrasah ibtidaiyah, 3) to find out relevance of example non example model with thematic learning for madrasah ibtidaiyah students. The method used in this research is library research. Data analysis used in qualitative thesis. Qualitative analysis has four methods, namely domain analysis, taxonomic, comparative, and cultural theme analysis, however the researcher will only discuss three methods, namely: domain analysis, taxonomy, and cultural theme analysis.  The result of study show that the example non example model has relevance to thematic learnig for madrasah ibtidaiyah students, including: 1) the example non example model is learning model that provides innovation in teaching and learning activities. In thematic learning, education is to develop active students in the learning process. 2) the purpose of the example non example makes it easier for students to choose one picture between the two options that are approriate according to the subject matter. Thematic learning objectives students can feel the benefits and meanings that exist in the material related to their lives. 3) the example non example model places students as subjects who are more active in the learning process, while the role of educators is as a facilitator, guide, dynamist, mediator, and motivator. 4) thematic learning places students at the center of teaching and learning activities, while the role of educators is as a facilitator, guide, motivator, and dynamist.     Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) Untuk mengetahui penerapan model example non example dalam penelitian, 2) proses pembelajaran tematik di madrasah ibtidaiyah, 3) Relevansi model example non example dengan pembelajaran tematik bagi siswa madrasah ibtidaiyah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pustaka (libraryresearch). Analisis data yang digunakan dalam skripsi kualitatif. Analisis kualitatif mempunyai empat metode yaitu analisis domain, taksonomi, kompensial, dan analisis tema kultural, akan tetapi peneliti hanya akan membahas tiga metode saja yaitu: analisis domain, taksonomi, dan analisis tema kultural. Hasil penelitian menunjukan model example non example mempunyai relevansi terhadap pembelajaran tematik bagi siswa madrasah ibtidaiyah, diantaranya: 1) Model example non example salah satu model pembelajaran yang memberikan inovasi dalam kegiatan belajar dan mengajar. Dalam pembelajaran tematik, pendidikan untuk mengembangkan peserta didik aktif dalam proses pembelajaran. 2) Tujuan model example non example memudahkan siswa dapat memilih satu gambar antara dua pilihan yang ada dengan tepat sesuai materi pelajaran. Tujuan pembelajaran tematik siswa dapat merasakan  manfaat dan makna yang ada dalam materi yang berkaitan dengan kehidupan mereka. 3) Model example non example menempatkan peserta didik sebagai subjek yang lebih aktif dalam proses pembelajaran , sedangkan peran pendidik sebagai fasilitator, pembimbing, dinamisator, mediator, dan motivator. 4) Pembelajaran tematik menempatkan peserta didik sebagai pusat dalam kegiatan belajar mengajar, sedangkan peran pendidik sebagai fasilitator, pembimbing, motivator, dan dinamisator.
Analisis Penggunaan Media Whatsapp Group Pembelajaran Tematik Kelas 1 SDN Tuwang 03 Pada Masa Pandemi Covid-19 Putri Diana Lestari; Elya Umi Hanik
AKSELERASI: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 3 No. 1 (2022): AKSELERASI: Jurnal Pendidikan Guru MI
Publisher : HMPS PGMI FTIK IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/akselerasi.v3i1.86

Abstract

ABSTRACT The existence of this disease outbreak is a factor that forces our country, Indonesia, and other countries affected by Covid-19 to jointly implement and carry out online learning or distance learning which is commonly called PJJ. One that was used by educators at SD N Tuwang 03 during this pandemic in teaching and learning activities carried out in their respective homes which made it easier for both the educators themselves, students and parents of students was WhatsApp Group-based media. This media was chosen because it was considered the most effective in helping students' learning process during online learning or learning from home. The purpose of this study was to describe the use of WhatsApp Group learning media in thematic grade 1 at SD N Tuwang 03 during the Covid-19 pandemic. The method in this research is descriptive qualitative research method with data collection techniques in the form of interviews. The subjects of this study were educators who taught at SD N Tuwang 03. The results obtained in this study were the use of appropriate media used in SD N Tuwang 03 during the online learning period, namely WhatsApp Group-based media where the media can help students to be able to carry out learning activities online or at home with the guidance of their parents. This media is very easy and flexible to use in learning activities, and can be used as a communication and information tool. ABSTRAK Adanya wabah penyakit tersebut menjadi faktor yang memaksa agar negara kita negara Indonesia maupun negara-negara lain yang terkena covid-19 secara bersama-sama menerapkan dan melaksanakan pembelajaran secara daring atau Pembelajaran jarak jauh yang biasa disebut PJJ. Salah satu yang digunakan oleh pendidik di SD N Tuwang 03 pada masa pandemi ini dalam kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di rumah masing-masing yang dirasa memudahkan baik bagi pendidik itu sendiri, peserta didik maupun orang tua dari peserta didik adalah media berbasis WhatsApp Group. Dipilihnya media tersebut karena dianggap paling efektif untuk membantu proses belajar peserta didik pada saat pembelajaran daring atau belajar dari rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan media WhatsApp Group pembelajaran dalam tematik kelas 1 di SD N Tuwang 03 di masa pandemi covid-19. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara. Subyek penelitian ini adalah pendidik yang mengajar di SD N Tuwang 03. Hasil yang diperolah dalam penelitian ini adalah penggunaan media yang tepat digunakan di SD N Tuwang 03 pada masa pembelajaran daring, yaitu media berbasis WhatsApp Group yang mana media tersebut dapat membantu peserta didik untuk dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring atau di rumah dengan bimbingan orang tuanya. Media ini sangatlah mudah dan fleksibel digunakan dalam kegiatan pembelajaran, dan dapt dijadikan sebagai alat komunikasi dan informasi kepada pendidik, peserta didik, maupun orang tua dari peserta didik. Kata kunci: Media Berbasis WhatsApp, Pembelajaran Tematik, Pandemi Covid-19
Pemanfaatan Aplikasi Kinemaster Dalam Pembuatan Vidio Pembelajaran Kreatif di SDN 22 Talamau Pada Kelas 4 SD Pada Masa Covid 19 Fadhila Astriani; Adam Mudinillah
AKSELERASI: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 3 No. 1 (2022): AKSELERASI: Jurnal Pendidikan Guru MI
Publisher : HMPS PGMI FTIK IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/akselerasi.v3i1.119

Abstract

Along with the development of the times, the world is increasingly vociferous in life, especially in the field of technology, where many people use or many are already dependent on this technology, even work and education have been done with technology, especially in the current covid 19 pandemic conditions all workers, schools and even lectures are done by using online or remotely. The process of teaching and learning that should be done face-to-face must be diverted with online systems or distance learning, and where the tools used for the continuity of teaching and learning activities are smartphones, leptop and other communication tools that can be used for distance learning or online. Learning during the current pandemic uses many applications and uses smartphones to carry out learning activities carried out where learning activities are carried out to help students in lessons in the classroom. Keywords: Learning, Media, pandemic.   Seiring berkembangnya zaman,dunia semakin gencar akan kehidupan terutama dalam bidang teknologi,dimana manusia banyak yang menggunakan atau banyak yang sudah ketergantungan dengan teknologi ini,bahkan pekerjaan dan juga pendidikan sudah dilakukan dengan teknologi,apalagi dalam kondisi pandemi covid 19  saat ini semua pekerjaa,sekolah bahkan perkuliahan dilakukan dengan menggunalkan daring atau jarak jauh. Proses belajar mengajar yang seharusnya dilakukan dengan tatap muka harus dialihkan dengan sistem daring atau pembelajaran jarak jauh,dan dimana alat yang digunakan untuk kelangsungan kegiatan belajar mengajar adalah smartphone,leptop dan alat komunikasi lainnya yang bisa digunakan untuk pembelajaran jarak jauh atau daring. Pembelajaran pada masa pandemi saat ini banyak menggunkan aplikasi dan memanfaatkan smartphone untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dimana kegiatan pembelajaran yang dilakukan ini mampu membantu siswa dalam pelajaran didalam kelas. Kata Kunci: Pembelajaran, Media, pandemic.
PERAN GURU DAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA ANAK SD/MI PADA MASA PANDEMI COVID-19 Rahmatia Alifah; Hilman Mangkuwibawa; Dede Rohaniawati
AKSELERASI: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 3 No. 1 (2022): AKSELERASI: Jurnal Pendidikan Guru MI
Publisher : HMPS PGMI FTIK IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/akselerasi.v3i1.121

Abstract

This research aims to determine children's reading interest and the role of teachers and parents in increasing children's reading interest during the Covid-19 pandemic. The method used in this research is descriptive with a quantitative approach. The research data were obtained through questionnaires sourced from students, teachers, and parents. The sample used in this research amounted to 186 people. The results of the research indicate that students have a high interest in reading books with an average of 74.9. Then the teacher's role in increasing children's reading interest is included in the very good category with an average of 86.2. The teacher's role in increasing student interest in reading during the Covid-19 pandemic includes being a motivator and facilitator. Meanwhile, the role of parents in increasing children's reading interest is included in the fairly good category with an average of 81.1. The role of parents in increasing children's interest in reading includes being a model for their children, an advisor, organizers, and educators in growing children's passion for reading.   Keywords: the role of teachers and parents, increased interest in reading   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat baca anak serta peran guru dan orang tua dalam meningkatkan minat baca anak pada masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data hasil penelitian diperoleh melalui kuesioner/angket yang bersumber dari siswa, guru, dan orang tua. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 186 orang. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki minat yang tinggi terhadap membaca buku dengan perolehan rata-rata 74,9. Kemudian peran guru dalam meningkatkan minat baca anak termasuk pada kategori sangat baik dengan perolehan rata-rata 86,2.  Peran guru dalam meningkatkan minat baca siswa pada masa pandemi Covid-19 diantaranya adalah sebagai motivator dan fasilitator. Sedangkan peran orang tua dalam meningkatkan minat baca anak termasuk pada kategori cukup baik dengan rata-rata 81,1. Peran orang tua dalam meningkatkan minat baca anak diantaranya adalah sebagai teladan atau contoh bagi anak-anaknya, sebagai pendamping atau penasihat anak, sebagai pengorganisasi, dan sebagai pendidik dalam menumbuhkan kegemaran anak terhadap membaca.   Kata Kunci: peran guru dan orang tua, peningkatan minat baca
Meningkatkan Hasil Belajar Tema 7 Matematika melalui Media Papan Puzzle Pecahan pada Siswa Kelas II SDN Bancaran 3 Bangkalan Izzatul Jannah; Agung Setyawan
AKSELERASI: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 3 No. 1 (2022): AKSELERASI: Jurnal Pendidikan Guru MI
Publisher : HMPS PGMI FTIK IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/akselerasi.v3i1.131

Abstract

This study aims to determine the improvement of student learning outcomes using fractional puzzle board media. Based on the results of observations made by researchers at SDN Bancaran 3 Bangkalan, there are problems, namely the media used in learning is still limited, namely using simple theme books and companion books. The method used by the author in this research is the Classroom Action Research (CAR) method and uses the Kemmis and Mc. Taggar method which is carried out in two cycles. Each cycle has four stages, namely planning, action, observation, and reflection. The research site is at SDN Bancaran 3 Bangkalan , with the research subject of class II B students as many as 8 students. The data collection techniques used were tests, observations, and documentation. This study used an instrument in the form of test questions. Based on the results of research data analysis, it showed an increase in student learning outcomes by using the fractional puzzle board media This can be seen from the results of tests carried out by students in each cycle, in cycle I students get an average pre-test of 45% and post-test of 60%. In cycle II students get an average of pre-test of 75% and post-test 93.75%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa menggunakan media papan puzzle pecahan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di SDN Bancaran 3 Bangkalan, terdapat permasalahan yaitu media yang digunakan dalam pembelajaran masih terbatas yakni menggunakan buku tema dan buku pendamping yang sederhana. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK dan menggunakan metode Kemmis dan Mc. Taggar yang dilakukan sebanyak dua siklus. Setiap siklus memiliki empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Tempat penelitian di SDN Bancaran 3 Bangkalan, dengan subjek penelitian siswa kelas II B sebanyak 8 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan instrument berupa soal tes. Berdasarkan hasil analisis data penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan media papan puzzle pecahan. Hal ini dapat dilihat dari hasil test yang dilakukan siswa pada setiap siklusnya, pada siklus I siswa mendapatkan rata-rata pre-test 45% dan post-test 60%. Pada siklus II siswa mendapatkan rata-rata pre-test 75% dan post-test 93,75%.
PENGEMBANGAN FILM ANIMASI KARTUN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS III DI MI KAHASRI PROBOLINGGO Syaifullah Syaifullah; Hartono Hartono
AKSELERASI: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 3 No. 2 (2022): AKSELERASI : Jurnal Pendidikan Guru MI
Publisher : HMPS PGMI FTIK IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/akselerasi.v3i2.161

Abstract

With the teacher's creativity in developing this animated film-based learning media, it will have a positive impact on students. Like the lack of development of animated film media at MI Kahasri, Probolinggo city. That animated cartoon films are one of the learning media that can be used as a bridge for the learning process to make it more interesting and provide a new environment for students. If educators are able to process learning using animation-based media, then the thematic learning described will be more efficient in using media that is more optimal. In addition to complete facilities, animated film media can also be used in schools where the facilities are incomplete, with the facilities provided by the teacher in the form of laptops or can be shared with student guardian groups so they can use the media at home or at school. This research on the development of instructional media aims to: 1) Produce a product in the form of cartoon animation film learning media for students' learning interests in class III thematic subjects at MI Kahasri Probolinggo. 2) Knowing the feasibility of cartoon animated film learning media for students' learning interest in class III thematic subjects at MI Kahasri Probolinggo. The type of research to be used is Research and Development (RnD) using two types of qualitative and quantitative data. This development research refers to the ADDIE research model with five development steps, namely: 1) Analysis, 2) Design, 3) Development, 4) Implementation, and 5) Evaluation. The results of research on the development of animated cartoon film media using the ADDIE method have met the criteria of several expert trials. The results of the trial by media experts showed a validity level of 92.5%, while the validity of material experts was 100% and learning experts were 95% with valid qualifications and were suitable for use. While the results of user trials showed that the level of interest of class III-A students reached 89% and the results of user trials of class III-B students' interest reached 87%. So it can be concluded that through a comparison of class III-A and III-B that animated film media The developed cartoons can be applied in classroom learning. Dengan adanya kreatifitas guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis film animasi ini akan berdampak positif bagi peserta didik. Seperti halnya minimnya pengembangan media film animasi di MI Kahasri kota Probolinggo. Bahwa Film animasi kartun merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan sebagai jembatan proses pembelajaran agar lebih menarik dan memberikan nuansa lingkungan yang baru bagi siswa. Apabila pendidik mampu mengolah pembelajaran dengan menggunakan media berbasis animasi, maka pemlajaran tematik yang di jelaskan akan lebih efisien dalam penggunaan media yang lebih maksimal. Di samping fasilitas yang lengkap media film animasi juga bisa di gunakan di sekolah yang fasilitas belum lengkap dengan fasilitas yang di sediakan oleh guru berupa laptop atau bisa di share di grub wali murid agar bisa menggunakan media di rumah maupun di sekolah. Penelitian pengembangan media pembelajaran ini bertujuan untuk : 1) Menghasilkan produk berupa media pembelajaran film animasi kartun terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran tematik kelas III di MI Kahasri Probolinggo. 2) Mengetahui kelayakan media pembelajaran film animasi kartun terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran tematik kelas III di MI Kahasri Probolinggo. Jenis penelitian yang akan digunakan adalah Research and Development (RnD) dengan menggunakan dua jenis data kualitatif dan kuantitatif. Penelitian pengembangan ini mengacu pada model penelitian ADDIE dengan lima langkah pengembangannya yaitu : 1) Analisis, 2) Desain, 3) Pengembangan, 4) Implementasi, dan 5) Evaluasi. Hasil penelitian pengembangan media film animasi kartun dengan menggunakan metode ADDIE telah memenuhi kriteria dari uji coba beberapa ahli. Hasil uji coba ahli media menunjukkan tingkat kevalidan sebesar 92.5%, sedangkan kevalidan ahli materi sebesar 100% dan ahli pembelajaran sebesar 95% dengan kualifikasi valid dan layak digunakan. Sedangkan hasil uji coba pengguna menunjukkan tingkat ketertarikan peserta didik kelas III-A mencapai 89% dan hasil uji coba pengguna ketertarikan peserta didik kelas III-B mencapai 87% Sehingga dapat disimpulkan bahwa melalui perbandingan kelas III-A dan III-B bahwa media film animasi kartun yang dikembangkan dapat di terapkan dalam pembelajaran kelas.  
PENGARUH HOME VISIT DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IV SD MUHAMMADIYAH 02 KENDALSARI PEMALANG PADA MASA PANDEMI COVID-19 Agung Wahyu Nugroho
AKSELERASI: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 3 No. 2 (2022): AKSELERASI : Jurnal Pendidikan Guru MI
Publisher : HMPS PGMI FTIK IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/akselerasi.v3i2.135

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of the home visit method and the family environment on the learning achievement of students in fourth grade mathematics at SD Muhammadiyah 02 Kendalsari Pemalang. The population of this research is fourth grade students of SD Muhammadiyah 02 Kendalsari Pemalang and parents of grade IV SD Muhammadiyah 02 Kendalsari Pemalang consisting of 37 students and 37 parents of students and 1 class teacher. The analytical tools used are correlation analysis, regression analysis, t hypothesis testing, f hypothesis testing and coefficient of determination assisted by SPSS 20 for Windows program. The results of the correlation analysis of the first hypothesis show that there is a positive and significant relationship from the home visit variable to the learning achievement of students with a correlation test value of 0.435 and a sig value. of 0.07 while the results of the t test show t count 2.860 > t table 1.692. The results of the analysis of the second hypothesis show a positive and significant relationship between the family environment variable and the learning achievement of students with the Pearson product moment correlation test value of 0.434 and the value of sig. 0.007 while the t test value is 2.470 > t table 1.633. The third hypothesis is that there is an effect of home visits and family environment together on the learning achievement of students with a calculated F value of 4.281 > F table of 3.25. The value of the coefficient of determination is 0.201, so it can be concluded that the effect of home visits and family environment on student learning achievement is 20.1%.   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode home visit dan lingkungan keluarga terhadap pretasi belajar peserta didik mata pelajaran matematika kelas IV  SD Muhammadiyah 02 Kendalsari Pemalang. Populasi penelitian ini siswa kelas IV SD Muhammadiyah 02 Kendalsari Pemalang dan orang tua kelas IV SD Muhammadiyah 02 Kendalsari Pemalang yang terdiri dari 37 peserta didik dan 37 orang tua peserta didikan serta 1 guru kelas. Alat analisis yang digunakan adalah analisis korelasi, analisia regresi, pengujian hipotesis t, pengujian hipotesis f dan koefisiaen determinasi berbantu program SPSS 20 for Windows. Hasil analisis korelasi hipotesis pertama menunjukan adanya hubungan yang positif dan signifikan dari variabel home visit terhadap prestasi belajar peserta didik dengan nilai uji korelasi sebesar 0,435 dan nilai sig. sebesar 0,07 sedangkan hasil uji t menunjukan t hitung 2,860 >t tabel 1,692. Hasil analisis hipotesis kedua menunjukan hubungan yang positif dan signifikan dari variabel lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar peserta didik dengan nilai uji korelasi pearson product moment sebesar 0,434 dan nilai sig. 0,007 sedangkan nilai uji t sebesar 2,470 > t tabel 1,633. Hipotesis ketiga terdapat pengaruh home visit dan lingkungan keluarga secara berama-sama terhadap prestasi belajar peseta didik dengan nilai F hitung 4,281> F tabel 3,25. Nilai koofesien determinasi sebesar 0,201, sehingga dapat disimpulkan pengaruh home visit dan lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar peserta didik sebesar 20,1%.  
ANALISIS LEARNING OBSTACLE SISWA PADA MATERI OPERASI PENJUMLAHAN PECAHAN DI KELAS IV SD NEGERI KALITLAGA Anggit Wahyu Imansyah; Badarudin Badarudin
AKSELERASI: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 3 No. 2 (2022): AKSELERASI : Jurnal Pendidikan Guru MI
Publisher : HMPS PGMI FTIK IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/akselerasi.v3i2.137

Abstract

Education is part of human life, with the COVID-19 pandemic, of course, education has changed in the way of doing learning which will cause a learning barrier. This study aims to describe the types and factors of learning barriers experienced by students and the solutions made by teachers in overcoming learning obstacles in learning addition operations material in class IV. In this study, the phenomenological hermeneutic method was used to analyze the learning of fourth grade students at SD Negeri Kalitlaga on the subject of addition operations. The technique used to collect data is the result of student answers, observations, interviews and documentation. There are three types of learning obstacles, namely: ontogeny obstacle, didactical obstacle, and epistemological obstacle. The results of this study suggest that ontogeny barriers are the lack of motivation obtained by students, the low ability of students in learning implementation plans that are not well planned, evaluations from teachers and the absence of learning development carried out by teachers. Then the epistemological barrier, namely the limitations of students to be associated with the context and concepts in a question. The factors that cause learning obstacles are caused by the implementation of the learning plan used by the teacher, the form of online learning to face-to-face learning. Solutions that can be used to minimize the occurrence of barriers to student learning are by continuing student motivation, implementing well-designed learning plans and using cooperative learning.  Pendidikan merupakan bagian dari kehidupan manusia, dengan adanya pandemi covid 19 tentunya pendidikan mengalami perubahan didalam cara melakukan pembelajaran yang mana akan menimbulkan suatu hambatan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan faktor hambatan belajar yang dialami oleh siswa dan solusi yang dilakukan guru dalam mengatasi learning obstacle pada pembelajaran materi operasi penjumlahan pecahan di kelas IV. Pada penelitian ini menggunakan metode fenomenologi hermeneutika untuk menganalisis learning obstacle siswa kelas IV SD Negeri Kalitlaga pada materi operasi penjumlahan pecahan. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu hasil dari jawaban siswa, observasi, wawancara dan dokumentasi. Terdapat tiga jenis learning obstacle yaitu: ontogeni obstacle, didactical obstacle, epistemologi obstacle. Hasil dari penelitian ini mengemukakan bahwa ontogeny obstacle yaitu kurangnya motivasi yang didapatkan oleh siswa, rendahnya kemampuan siswa dalam penjumlahan pecahan. sedangkan Didactical yaitu rencana pelaksanaan pembelajaran yang tidak terencana dengan baik, evaluasi dari guru dan tidak adanya pengembangan pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Kemudian epistemology obstacle yaitu keterbatasan siswa untuk mengaitkan konteks dan konsep dalam suaru soal. Faktor yang menyebabkan learning obstacle yaitu disebabkan dari rencana pelaksanaan pembelajaran yang digunakan oleh guru, peralihan bentuk pembelajaran daring ke pembelajaran tatap muka. Solusi yang dapat digunakan untuk meminimalisir terjadinya learning obstacle siswa yaitu dengan melakukan penguatan motivasi siswa, rencana pelaksanaan pembelajaran yang tersusun dengan baik dan menggunakan pembelajaran yang kooperatif.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) TYPE INQUIRY TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA DI MIN 4 JEMBRANA Depict Pristine; Ummu Ahyah
AKSELERASI: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 3 No. 2 (2022): AKSELERASI : Jurnal Pendidikan Guru MI
Publisher : HMPS PGMI FTIK IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/akselerasi.v4i1.169

Abstract

This research was conducted at MIN 4 Jembrana Bali with the object target, namely the lower class or class 3, which aims to (1) get an idea of the application of the CTL Type Inquiry learning model in IPS learning (2) to find an overview of students' IPS learning outcomes taught using the CTL inquiry type learning model (3) knowing the influence on IPS learning outcomes between those taught and the CTL Type Inquiry learning model. This research shows that the CTL Type Inquiry learning model is very influential on students' IPS learning outcomes, the application of the CTL type inquiry learning model in class 3 in this study makes learners or students more active in the learning process. The type of research conducted is experimental research. However, this study shows that the learning model affects the improvement of students' IPS learning outcomes. The influence is due to: First learners of the experimental learning process class are more active and meaningful than the control class. Second, the application of the learning model (CTL) in class three in this study makes learners more active in the learning process. The third one of the principles of CTL learning is constructivists. The essence of the constructivist process is that learners must be able to find and transform a rmasi info into a real situation. the fourth is a discussion activity carried out in the experimental class. Discussion activities in CTL learning build the creation of a Learning Community, so that students who have more abilities will help other learners who are lacking in their compactness. Penelitian ini dilakukan di MIN 4 Jembrana Bali dengan sasaran objek yaitu kelas bawah atau kelas 3, yang dimana bertujuan untuk (1) memperoleh gambaran tentang penerapan model pembelajaran CTL Type Inquiry dalam pembelajaran IPS (2) mendapati gambaran hasil belajar IPS siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran CTL type Inquiry (3) mengetahui pengaruh tentang hasil belajar IPS antara yang diajarkan dengan model pembelajaran CTL Type Inquiry. Penelitian ini memperlihatkan bahwa model pembelajaran CTL Type Inquiry ini sangat berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa, penerapan model pembelajaran CTL type inquiry di kelas 3 pada penelitian ini membuat peserta didik atau siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen. Namun, dalam penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar IPS siswa. Pengaruh tersebut disebabkan oleh: Pertama,  peserta didik kelas eksperimen proses pembelajaran lebih aktif dan bermakna daripada kelas kontrol. Kedua, penerapan model pembelajaran (CTL) dikelas tiga pada penelitian ini membuat peserta didik lebih aktif dalam proses pembelajaran. Ketiga salah satu prinsip pembelajaran CTL adalah konstruktivisme. Esensi dari proses konstruktivisme adalah bahwa peserta didik harus dapat menemukan dan mentransformasikan suatu informasi ke situasi nyata. keempat adalah kegiatan diskusi yang dilaksanakan dikelas eksperimen. Kegiatan diskusi dalam pembelajaran CTL membangun terciptanya Learning Community, sehingga siswa yang memiliki kemampuan lebih akan membantu peserta didik lain yang kurang dalam kekompakannya.
PENINGKATAN PEMAHAMAN BELAJAR SISWA KELAS IV MATERI ENERGI BUNYI MELALUI METODE EKSPERIMEN DI MI NURUL ISLAM KALIBENDO Annida Zulfia Hanum; Muhammad Suwignyo Prayogo
AKSELERASI: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 3 No. 2 (2022): AKSELERASI : Jurnal Pendidikan Guru MI
Publisher : HMPS PGMI FTIK IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/akselerasi.v3i2.172

Abstract

The purpose of this study was to determine the increase in student learning activity through the experimental method in the science subject on sound energy. This research was conducted at MI Nurul Islam Kalibendo consisting of 26 students, 10 male students and 16 female students. This research uses descriptive research with a qualitative approach. The data collected was analyzed descriptively qualitatively. The conclusion from this study is that the application of experimental learning can increase student learning activities in learning which has an impact on improving student learning outcomes as well. The things that support the increase in student activity are teachers who are more proficient in experimental learning on sound energy material so that they can explain, direct, and guide students well. Student learning activities increased, which was initially quite good. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa melalui metode eksperimen pada mata pelajaran IPA materi energi bunyi. Penelitian ini dilaksanakan di MI Nurul Islam Kalibendo yang terdiri dari 26 siswa, 10 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, penerapan pembelajaran eksperimen dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa pula. Hal-hal yang mendukung peningkatan aktivitas siswa adalah guru lebih menguasai pembelajaran eksperimen pada materi energi bunyi sehingga dapat menjelaskan, mengarahkan, dan membimbing siswa dengan baik. Aktivitas belajar siswa meningkat yang semula cukup menjadi baik

Page 3 of 4 | Total Record : 31