cover
Contact Name
Siti Jamilatul Lailiyah
Contact Email
milasjlailiyah2602@gmail.com
Phone
+6285233469526
Journal Mail Official
preschool.iainjember@gmail.com
Editorial Address
HMPS PIAUD FTIK IAIN Jember Jl. Mataram No.1, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur 68136
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
PRESCHOOL: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : 27463435     EISSN : 27463443     DOI : -
Core Subject : Education,
PRESCHOOL: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini (ISSN online: 2746-3443, ISSN cetak: 2746-3435) adalah jurnal dengan peninjauan sebaya dan diterbitkan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) FakultasTarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Jember. Jurnal ini memuat manuskrip ilmiah pada kajian PAUD baik kajian literatur maupun kajian lapang yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dengan dua abstrak: Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun: Juni dan Desember. Kami mengundang para peneliti, dosen, mahasiswa, guru, profesional, dan
Articles 22 Documents
Pengaruh Metode Bercerita dengan Boneka Tangan untuk Mengenalkan Pakaian Adat Jawa pada Anak Usia 4-6 Tahun Utik Sukma Islawati; Mas’udah Mas'udah
PRESCHOOL: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 2 (2021): PRESCHOOL: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : HMPS PIAUD FTIK IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/preschool.v2i2.33

Abstract

Introducing traditional clothing to early childhood is an annual activity. However, in the last two years, Indonesia has experienced the COVID-19 pandemic, in which children are unable to carry out activities at school. The storytelling method using hand puppets is one solution in introducing traditional clothing to children. The purpose of this study was to determine the effect of the storytelling method with hand puppet media so that children aged 4-6 years introduce Javanese traditional clothes. This research uses quantitative methods with correlational research types. sample population in one RA in Surabaya. The number of samples is 70 children. In this study, the Cronbach's alpha formula was used to calculate the reliability test of the Cronbach's alpha value of the storytelling method of 0.969 > 0.60. It can be concluded that the variable of the storytelling method is variable or consistent and that the Cronbach's Alpha value of introducing Javanese traditional clothing is 0.793 > 0.60. that the variable of introducing Javanese traditional clothing is variable or consistent. The following are the results of the Pearson correlation test using the SPSS Statistics 28 program. The results of the data management above can be obtained by a calculated r value of 0.796 and an r table with a significance level of 5% (0.05) with an N 70 of 0.235, which means that r is greater than r table (0.796 > 0.235) so that there is a significant relationship between the storytelling method variable and the variable introducing Javanese traditional clothes.   ABSTRAK Mengenalkan pakaian adat pada anak usia dini merupakan kegiatan tahunan.  Namun dalam dua tahun terakhir Indonesia mengalami pandemi covid 19 yang dimana anak tidak dapat melakukan kegiatan di sekolah. Metode bercerita dengan menggunakan boneka tangan adalah salah satu solusi dalam mengenalkan pakaian adat pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode bercerita dengan media boneka tangan agar anak usia 4-6 tahun mengenalkan pakaian adat jawa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. populasi sempel pada salah satu RA di Surabaya. Jumlah sampel 70 anak. Dalam penelitian ini rumus cronbach’s alpha digunakan untuk menghitung uji reabilitas nilai cronbach’s alpha metode bercerita sebesar 0,969 > 0,60 dapat disimpulkan bahwa variabel metode bercerita adalah riabel atau konsisten dan bahwa nilai cronbach’s alpha mengenalkan pakaian adat jawa sebesar 0,793 > 0,60 dapat disipulkan untuk bahwa variabel mengenalkan pakaian adat jawa adalah riabel atau konsisten. Berikut hasil dari uji pearson correlation dengan menggunakan program SPSS Statistics 28. hasil pengelolaan data diatas dapat diperoleh nilai r hitung sebesar 0,796 dan r tabel dengan taraf signifikansi 5% (0,05) dengan jumlah N 70 sebesar 0,235 yang artinya r hitung lebih besar dari r tabel (0,796 > 0,235) sehingga antara variabel metode bercerita dan variabel mengenalkan pakaian adat jawa terdapat hubungan yang signifikan.
Metode Pembelajaran dalam Peningkatan Motorik Halus Anak Usia Dini Masruroh Masruroh; Zainal Abidin
PRESCHOOL: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2022): PRESCHOOL: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : HMPS PIAUD FTIK IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/preschool.v3i1.39

Abstract

This study aims to reveal the various methods used by teachers in fine motor learning in early childhood, teacher and child interactions in fine motor learning, and the level of fine motor learning in early childhood. This research uses a qualitative approach with the type of case study. Data are obtained by observation, interviews, and document review. Data analysis used interactive analysis consisting of data reduction, data presentation, and verification/conclusion. This study reveals: First, the methods used in learning fine motor skills for early childhood are the demonstration method, the assignment method, and the combined method (demonstration method and assignment method). All of these methods can develop fine motor skills in early childhood. Second, teacher-child interactions in early childhood fine motor learning are open, democratic, and active participation and enthusiasm of children in improving fine motor learning. Third, the level of achievement of fine motor development in early childhood is Developing According to Expectations, which is indicated by the work of children in Group A receiving the BSH predicate as much as 59%. Kajian ini bertujuan untuk mengungkap ragam metode yang digunakan guru dalam pembelajaran motorik halus pada anak usia dini, interaksi guru dan anak dalam pembelajaran motorik halus, dan tingkat pembelajaran motorik halus anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh dengan observasi, wawancara, dan reviu dokumen. Analisis data menggunakan analisis interaktif yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/simpulan. Penelitian ini mengungkap: Pertama, metode-metode yang digunakan dalam pembelajaran motorik halus anak usia dini adalah metode demonstrasi, metode pemberian tugas, dan metode gabungan (metode demonstrasi dan metode pemberian tugas). Semua metode itu dapat mengembangkan motorik halus anak usia dini. Kedua, interaksi guru dengan anak dalam pembelajaran motorik halus anak usia dini adalah terbuka, demokratis, serta partisipasi dan antusias anak aktif dalam meningkatkan pembelajaran motorik halus. Ketiga, tingkat pencapaian perkembangan motorik halus anak usia dini adalah Berkembang Sesuai Harapan (BSH) yang ditunjukkan dengan hasil karya anak Kelompok A mendapat predikat BSH sebanyak 59%. Kata Kunci: metode pembelajaran, skill motorik halus, anak usia dini
Pengembangan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini Dalam Mengenal Angka Melaui Media Kartu Angka Bergambar Debi Ambarwati; Abdul Karim
PRESCHOOL: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2022): PRESCHOOL: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : HMPS PIAUD FTIK IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/preschool.v3i1.40

Abstract

The discussion in the research relates to the planning, implementation and evaluation of teachers in developing cognitive abilities in introducing numbers using picture number cards to group A students at PAUD Permata Jember. This research uses a qualitative research approach with the type of case study research. This research was conducted using observation, interviews, and documentation as data collection techniques. Data analysis uses data condensation, data presentation, and data verification. While the validity of the data using triangulation techniques and data sources. Based on the results of the study, it can be concluded: 1) Teacher planning in developing cognitive abilities in recognizing numbers with illustrated number cards media, namely: Formation of themes, compiling RPPH, preparing learning media, choosing teaching methods and materials to be implemented, and providing information to students before learning activities. 2) The form of teacher implementation in developing cognitive abilities in recognizing numbers with illustrated number cards media, namely: opening activities namely greetings, praying and asking students how they are, Second is the core activity, namely seating management, singing songs about number recognition, distributing illustrated number card media for students, implementation of number recognition, students take turns demonstrating on the blackboard. and then the third is the closing activity, namely the teacher instructs (recalling) the repetition of today's learning activities, and the last is the closing activity of learning (praying). 3) Evaluation of teachers in developing cognitive abilities in recognizing numbers using picture number card media, namely: observation (observation), performance (assignment) and checklist.. Pembahasan dalam penelitian berkaitan dengan perencanaan, pelakasanaan dan evaluasi guru dalam mengembangkan kemampuan kognitif dalam mengenalkan angka dengan media kartu angka bergambar pada peserta didik kelompok A di PAUD Permata Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian ini dilakukan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Analisis data menggunakan kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi data. Sedangkan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: 1) Perencanaan guru dalam mengembangkan kemampuan kognitif dalam mengenal angka dengan media kartu angka bergambar, yaitu: Pembentukan tema, menyusun RPPH, menyiapkan media pembelajaran, memilih metode dan bahan ajar yang akan dilaksanakan, serta memberikan informasi pada peserta didik sebelum kegiatan pembelajaran. 2) Bentuk pelaksanaan guru dalam mengembangkan kemampuan kognitif dalam mengenal angka dengan media kartu angka bergambar, yaitu: kegiatan pembukaan yaitu salam, berdo'a dan menanyakan kabar peserta didik, Kedua adalah kegiatan inti yaitu pengelolaan tempat duduk, menyanyikan lagu tentang pengenalan angka, membagikan media kartu angka bergambar pada peserta didik, pelaksanaan pengenalan angka, Peserta didik secara bergantian mendemonstrasikan dipapan tulis. dan selanjutnya ketiga adalah kegiatan penutupyaitu guru menginstruksikan kembali (recalling) pengulangan kegiatan pembelajaran hari ini, dan yang terakhir adalah kegiatan penutup pembelajaran (berdo'a). 3) Evaluasi guru dalam mengembangkan kemampuan kognitif dalam mengenal angka dengan media kartu angka bergambar, yaitu: observasi (pengamatan), unjuk kerja (penugasan) dan checklist.
Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Permainan Engklek Di Raudlotul Athfal Hasyim Asyari Puger Wiwik Fatmawati; Syamsi Rega Virgi Wulandari; Abdul Karim
PRESCHOOL: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2022): PRESCHOOL: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : HMPS PIAUD FTIK IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/preschool.v3i1.41

Abstract

With the increase in gross motor skills through the crank locomotor movement in group A children in Raudlotul Athfal Hasyim Asyari Puger, it is expected to provide stimulation and experience an increase in students' gross motor skills. This research uses a qualitative approach and the type of research is descriptive. The technique of determining the research informants used purposive. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. Data analysis used a qualitative descriptive analysis of the Miles and Huberman model, which included data collection, data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The validity of the data using triangulation of sources and techniques. Based on the results of the study, it was concluded: 1) Efforts to improve gross motor skills through the locomotor movement of the ankle at RA Hasyim Asyari Puger, namely: a) Train the crank ability slowly by resting on one leg, with the aim of training the knee muscles to be strong and agile and practicing dynamic balance children. b) Train the child's ability to run properly and agilely, for example, by running small without balance disorders. b) Practice the ability to jump accompanied by landing and good balance. 2) The implementation of learning the crank movement in improving gross motor skills at RA Hasyim Asyari Puger, namely: a) the teacher prepares the place, 2) the teacher prepares the material to be delivered, for example using raffia as a start and finish line, c) the teacher conditions the children into 2 group d) the teacher gives an example of the crank locomotor movement e) the teacher provides an evaluation of the students to measure the extent to which the locomotor movement learning goes as expected, such as balance, maintaining the body, and agility in moving.   Dengan adanya peningkatan kemampuan motorik kasar melalui gerak lokomotor engklek pada anak kelompok A di Raudlotul Athfal Hasyim Asyari Puger diharapkan memberikan rangsangan dan mengalami peningkatan dalam kemampuan motorik kasar peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian berbentuk deskriptif. Teknik penentuan informan penelitian menggunakan purposive. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif model Miles dan Huberman, yang meliputi pengumpulan data, Kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan: 1) Upaya meningkatkan kemampuan motorik kasar melalui gerak lokomotor engklek di RA Hasyim Asyari Puger, yaitu: a) Melatih kemampuan engklek secara pelan dengan bertumpu pada satu kakinya, dengan tujuan melatih otot lutut agar kuat dan lincah serta melatih keseimbangan dinamik anak anak. b) Melatih kemampuan berlari anak dengan tepat dan lincah misalnya engklek dengan berlari kecil tanpa gangguan keseimbangan. b) Melatih kemampuan melompat dengan disertai pendaratan dan keseimbangan yang baik. 2) Pelaksanaan pembelajaran gerakan engklek dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar di RA Hasyim Asyari Puger, yaitu: a) guru menyiapkan tempat, 2) guru menyiapkan bahan yang akan disampaikan misalnya menggunakan tali rafia sebagai garis start dan finish, c) guru mengkondisikan anak menjadi 2 kelompok d) guru memberikan contoh gerakan lokomotor engklek e) guru memberikan evaluasi terhadap anak didik untuk mengukur sejauh mana pembelajaran gerak lokomotor tersebut berjalan sesuai harapan, seperti keseimbangan mempertahankan tubuh, dan kelincahan dalam bergerak
Penggunaan Metode Bermain Peran untuk Mengembangkan Kemampuan Sosial Emosional Anak Usia Dini Kelompok B di TK Darma Wanita Persatuan 2 Bayuglugur Situbondo Yati Nur Hafiyah; Mohammad Zaini
PRESCHOOL: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2022): PRESCHOOL: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : HMPS PIAUD FTIK IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/preschool.v3i1.42

Abstract

Early childhood education plays an important role in social and emotional development. The need for an educational method that makes learning more interesting and certainly effective. The right method used in early childhood is the role-playing method. This study aims to determine 1) the use of the role-playing method 2) the advantages and disadvantages of the role-playing method 3) The results of the use of the role-playing method. This study uses a descriptive qualitative approach and data collection methods using observation, interviews, and documentation. Data analysis uses data condensation, Data display, Drawing, and Verifying Conclusions. The validity of the data using source triangulation and technical triangulation. This research concludes 1) The use of the role-playing method in which there are several steps and the role-playing method used is as a police officer with the theme "understanding and obeying traffic signs" 2) The advantages of using the role-playing method are social and emotional training students and the weakness of the role-playing method, namely children who do not participate in role-playing tend to be less active and the role-playing process takes a long time 3) The results of using the role-playing method are: students who take part in activities are more active and can express themselves, but some children who do not participate in role-playing tend to be passive. Pendidikan anak usia dini sangat berperan penting dalam perkembangan sosial dan emosional. Perlunya sautu metode pendidikan yang membuat pembelajaran lebih menarik dan tentunya efektif. Metode yang tepat digunakan pada anak usia dini yakni metode bermain peran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Penggunaan metode bermain peran 2) kelebihan dan kekurangan metode bermain peran 3) Hasil penggunaan metode bermain peran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan data condensation (kondensasi data), Data display (penyajian data), Drawing and Verifying Conclusions (Penarikan Kesimpulan danVerifikasi). Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi tehnik. Peneitian ini memperoleh kesimpulan 1) Penggunaan metode bermain peran di dalamnya terdapat beberapa langkah-langkah dan metode bermain peran yang digunakan yakni sebagai polisi dengan tema “memahami dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas” 2) Kelebihan penggunaan metode bermain peran yakni melatih sosial dan emosional peserta didik dan kelemahan metode bermain peran yaitu anak yang tidak ikut dalam bermain peran cenderung menjadi kurang aktif  dan proses bermain peran membutuhkan waktu yang cukup lama    3) Hasil penggunaan metode bermain peran yakni: peserta didik yang mengikuti kegiatan lebih aktif dan bisa mengekspresikan diri, namun sebagian anak yang tidak ikut dalam bermain peran cenderung menjadi pasif.
Pengaruh Pendampingan Orang Tua dalam Belajar terhadap Kemampuan Anak Mengenali Diri di Masa Pandemi COVID-19 Dwiyanti Setyaningsih; Mas’udah Mas’udah
PRESCHOOL: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 2 (2021): PRESCHOOL: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : HMPS PIAUD FTIK IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/preschool.v2i2.32

Abstract

This research is motivated by the assistance of parents in learning activities from home which is not optimal because both parents work, so that the ability to know themselves in children is not stimulated properly. This study aims to determine the effect of parental assistance in learning activities from home on the ability to recognize self in early childhood. This study uses a quantitative approach with a survey research design. The sampling technique was total sampling, ie the entire population in TK Kurnia Surabaya was used as a sample. The sample of this study consisted of 36 guardians of Kurnia Kindergarten Surabaya students. The data collection technique in this study was using a questionnaire or questionnaire. Based on the results of the t-test on the SPSS application, it explains that the significance value (Sig) is 0.035 <0.05, which means Ha is accepted and H0 is rejected so that Parental Assistance (X) affects the Ability to Know Yourself in Children (Y). The result of the calculation of the Coefficient of Determination (R2) on SPSS is 0.124 or the equivalent of 12.4%. so that it can be concluded that the ability to know oneself in children 12.4% is influenced by Parental Assistance, the rest is influenced by other variables that are not known by the researcher. Penelitian  ini dilatarbelakangi oleh pendampingan orang tua dalam kegiatan belajar dari rumah yang tidak maksimal karena kedua orang tua bekerja, sehingga kemampuan mengenal diri pada anak tidak terstimulasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan  untuk  mengetahui  pengaruh  pendampingan orang tua dalam kegiatan belajar dari rumah terhadap kemampuan mengenal diri anak usia dini. Penelitian  ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian survei. Teknik  sampling  dilakukan  secara total  sampling,  yakni  seluruh  populasi  di  TK Kurnia Surabaya dijadikan sebagai  sampel.  Sampel penelitian ini  terdiri atas  36  wali murid TK Kurnia Surabaya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan angket atau kuisoner. Berdasarkan hasil uji t pada aplikasi SPSS memaparkan bahwa nilai signifikansi (Sig) 0.035 < 0.05 yang artinya Ha diterima dan H0 ditolak sehingga pendampingan orang tua (X) berpengaruh pada kemampuan mengenal diri pada anak (Y).  Hasil perhitungan koefisien determinasi (R2) pada SPSS ialah 0.124 atau setara 12.4%. sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa kemampuan mengenal diri pada anak 12.4% dipengaruhi oleh pendampingan orangt sisanya dipengaruhi oleh variable lainnya yang tidak diketahui oleh peneliti.
Children's Spatial Imagination when Playing with Lego Blocks Ervina Damayanti; Evi Resti Dianita
PRESCHOOL: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2022): PRESCHOOL: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : HMPS PIAUD FTIK IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/preschool.v3i1.51

Abstract

Children's spatial imagination in games using lego blocks can be a supporting factor for developing creativity and innovation. However, many adults have not realized the importance of understanding spatial imagination when playing, especially in spatial games using lego blocks. For this reason, this research aims to reveal children's spatial imagination in playing activities with lego blocks. The research approach used is an approach to the type of phenomenology. The research was conducted on several children aged 3-6 years. The results showed that children are interested in practicing their visual-spatial skills by playing with lego blocks. In addition, there are no indications of the existence of a stereotypical form of spatial imagination from the activity of building Lego blocks in children. Abstrak Imajinasi spasial anak dalam permainan dengan menggunakan balok lego dapat menjadi faktor pendukung pengembangan kreativitas dan inovasinya. Namun, banyak orang dewasa belum menyadari pentingnya memahami imajinasi spasial anak ketika mereka sedang bermain, khususnya dalam permainan spasial menggunakan balok lego. Untuk itu riset ini bertujuan untuk mengungkap tentang imajinasi spasial anak dalam kegiatan bermain dengan balok lego. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Riset dilakukan pada beberapa anak usia dini yang berusia 3-6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak mempunyai ketertarikan untuk melatih kemampuan visual-spasialnya dengan bermain balok lego. Selain itu tidak terdapat petunjuk adanya bentuk imajinasi spasial yang bersifat stereotipikal dari aktivitas membangun balok lego pada anak.  
Father Involvement as A Parent Figure In Children's Cognitive Development Nur Afifah
PRESCHOOL: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2022): PRESCHOOL: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : HMPS PIAUD FTIK IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/preschool.v3i2.30

Abstract

Father involvement in parenting is the father's positive participation in activities in the form of direct interaction with his child, providing warmth, supervising and controlling the child's activities, and being responsible for the child's needs. Fathers are equal parenting partners, meaning they have the same rights and responsibilities as mothers. Fathers have different characteristics from mothers. It means that fathers also have an essential role in the growth and development, and formation of positive characters in children that mothers may not obtain. The father's role will increase children's intelligence and social-emotional, motor, and cognitive abilities. Cognitive development is vital in children's learning success because most learning activities are always related to problems with remembering and thinking. Children will learn from parents about the ability to solve problems and recognize problems in children as a figure that shows the formation of behavior, including exemplary, conditioning, and insight. ABSTRAK Father Involvement/keterlibatan ayah dalam pengasuhan adalah partisipasi positif ayah dalam  kegiatan berupa interaksi langsung dengan anaknya, memberikan kehangatan, mengawasi dan mengontrol kegiatan anak, serta bertanggung jawab atas kebutuhan anak. Ayah adalah mitra setara dalam pengasuhan anak, yang berarti mereka memiliki hak dan tanggung jawab yang sama sebagai ibu. Ayah memiliki karakteristik yang berbeda dengan ibu. Artinya ayah juga memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan serta pembentukan karakter positif pada anak yang mungkin tidak didapatkan dari ibu. Peran ayah akan meningkatkan perkembangan kecerdasan, sosial emosional, motorik dan kemampuan kognitif pada anak. Perkembangan kognitif mempunyai peranan penting bagi keberhasilan anak dalam belajar, karena sebagian besar aktivitas dalam belajar selalu berhubungan dengan masalah mengingat dan berfikir.anak akan belajar dari orangtua tentang kemampuan memecahkan masalah dan mengenali masalah pada diri anak, Dalam kaitannya dengan pengembangan diri anak, orang tua sebagai figur yang menunjukkan pembentukan perilaku meliputi keteladanan, pengkondisian, dan wawasan.
Analisis Hambatan Perkembangan Motorik Pada Anak Berkebutuhan Khusus (Kajian Pada Perspektif Psikologi dan Neurologi) Sefriyanti Sefriyanti; Khamim Zarkasih Putro
PRESCHOOL: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2022): PRESCHOOL: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : HMPS PIAUD FTIK IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/preschool.v3i2.34

Abstract

This study aimed to identify and analyze barriers to motor development in children with special needs from a neurological and psychological perspective. The data collection techniques are observation and interviews by asking parents open-ended questions to discover the obstacles to children's motor development. The subject of this study was one three-year-old child in Central Java, Malang district. Data analysis techniques through data triangulation. The results of the study show that developmental barriers experienced by children are not only correlated with motor development. Children experience developmental barriers found in more than one aspect. One is called Global Delay Development (GDD), caused by the TORCH virus. It makes children experience abnormalities in brain development, namely Brain Atrophy and Infantile Spasm disorder, a variant of epilepsy, so the child experiences several developmental barriers such as language, cognitive, and social or the ability to interact with the environment. ABSTRAK Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui dan menganalisa hambatan perkembangan motorik pada anak berkebutuhan khusus perspektif neurologi dan psikologi. Teknik pengumpulan data  melalui observasi dan wawancara dengan memberikan pertanyaan terbuka kepada orang tua untuk mengetahui hambatan perkembangan motorik anak. Subyek Penelitian ini pada satu orang anak berusia 3 tahun yang berada di Jawa Tengah kabupaten Malang. Teknik analisis data melalui triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan perkembangan yang dialami oleh anak tidak hanya perkembangan motoriknya saja, akan tetapi anak mengalami hambatan perkembangan lebih dari satu aspek atau yang disebut Global Delay Development (GDD) yang disebabkan oleh virus TORCH, sehingga anak mengalami kelainan perkembangan otak yaitu Brain Atrophy dan kelainan Spasme Infantil varian dari epilepsi, maka anak mengalami beberapa hambatan perkembangan seperti bahasa, kognitif, dan sosial atau kemampuan berinteraksi dengan lingkungan.
Hubungan Pengetahuan Orang Tua Terhadap Gizi Seimbang Dengan Kebiasaan Membawa Bekal Sehat Pada Anak Usia Dini Studi Kasus di RA Al Amin Pesanggrahan Jakarta Selatan Rokimin Rokimin; Arie Rijanti; Ayu Mutmainah
PRESCHOOL: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2022): PRESCHOOL: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : HMPS PIAUD FTIK IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/preschool.v3i2.47

Abstract

This study aims to determine the relationship between parental knowledge of balanced nutrition through the habit of bringing healthy provisions to early childhood at RA Al Amin. The research method used is a survey method with a quantitative approach, as well as analysis techniques using correlation and simple regression. The research sample was all students of RA Al Amin with 33 respondents. Based on the research, it can be concluded that: there is a significant relationship between parental knowledge of balanced nutrition and the habit of bringing lunch. The linear value of Sig level is 0.825> 0.05, so there is a linear relationship. The value of df 2 and 29 seen from table f obtained a value of 3.33. F calculated from table 0.194, 0.194 <3.33 there is a linear relationship between parents' knowledge of balanced nutrition significantly with the habit of bringing lunch. The results of the determination of the summary model, the value of R = 0.256 and the coefficient of determination (Rsquare) of 0.065 = measurement of the correlation coefficient. The coefficient of determination shows that 6.5% of Parental Knowledge contributes to the Habit of Carrying Supplies and the remaining 93.5% is influenced by other variables.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan orang tua gizi seimbang melalui kebiasaan membawa bekal sehat pada anak usia dini di RA Al Amin. Metode penelitian yang digunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif, serta teknik analisis menggunakan korelasi dan regresi sederhana. Sampel penelitian adalah seluruh siswa dan siswi RA Al Amin dengan 33 responden. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa: terdapat hubungan antara variabel pengetahuan orang tua terhadap gizi seimbang secara signifikan dengan kebiasaan membawa bekal makan. Nilai linear taraf Sig 0,825> 0,05 maka ada hubungan linier. Nilai df 2 dan 29 dilihat dari tabel f didapatkan nilai 3,33. F hitung dari tabel 0,194 maka 0,194 <3,33 terdapat hubungan linear variabel pengetahuan orang tua terhadap gizi seimbang secara signifikan dengan kebiasaan membawa bekal makan. Hasil determinasi dari model summary, nilai R= 0,256 dan koefisien determinasi (Rsquare) sebesar 0,065 = pengukuran dari koefisien korelasi. Koefisien  determinasi menunjukkan bahwa 6,5 % Pengetahuan Orang tua berkontibusi terhadap Kebiasaan Membawa Bekal dan sisanya 93,5% dipengaruhi oleh variabel lain.

Page 2 of 3 | Total Record : 22