cover
Contact Name
Karlina Dwijayanti
Contact Email
karlina.dwijayanti@lecture.utp.ac.id
Phone
+6285713051827
Journal Mail Official
jurnalpenjas.utp@gmail.com
Editorial Address
Jl. Walanda Maramis No.31, Nusukan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57135
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran)
ISSN : 24423874     EISSN : 27757609     DOI : https://doi.org/10.36728/jip.v7i1
Publikasi jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran atau gagasan konseptual serta hasil penelitian yang telah dicapai di bidang olahraga. JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) dipublikasikan 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan Juli. Jurnal ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) secara khusus menitikberatkan pada permasalahan utama dalam pengembangan ilmu-ilmu keorahragaan sebagai berikut : 1. Pendidikan Jasmani 2. Biomekanika Olahraga 3. Olahraga Rekreasi 4. Aktivitas Fisik 5. Fisiologi Olahraga 6. Pedagogi Olahraga 7. Modifikasi Olahraga 8. Psikologi Olahraga 9. Olahraga Tradisional 10. Pembinaan Olahraga
Articles 214 Documents
EFEKTIVITAS METODE LATIHAN FIRST TOUCH SHOOTING DALAM MENINGKATKAN AKURASI SHOOTING KE ARAH GAWANG PADA PEMAIN SSB BATC AMPEL U-13 Bakhtiar Ramadhan; Khoiril Anam
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Penjas
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jip.v12i2.6845

Abstract

Kemampuan shooting merupakan salah satu teknik dasar yang berperan penting dalam keberhasilan pemain mencetak gol pada permainan sepak bola. Hasil observasi pada pemain SSB BATC Ampel U-13 menunjukkan bahwa akurasi shooting masih belum optimal sehingga diperlukan metode latihan yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas metode latihan First Touch Shooting dalam meningkatkan akurasi shooting ke arah gawang. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 9 pemain yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Tes Shooting Bobby Charlton dan dianalisis dengan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, Paired Sample t-Test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor akurasi shooting meningkat dari 73,33 pada pretest menjadi 90,00 pada posttest. Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,028 (p<0,05), sedangkan nilai N-Gain sebesar 0,277 termasuk kategori rendah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode latihan First Touch Shooting efektif secara statistik dalam meningkatkan akurasi shooting pemain SSB BATC Ampel U-13 dan dapat dijadikan sebagai alternatif metode latihan dalam pembinaan sepak bola usia muda.
KONTRIBUSI DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI DAN KOORDINASI MATA DAN KAKI DENGAN AKURASI SHOOTING PADA SISWA EKSTRAKURIKULER FUTSAL SMP NEGERI 2 BANGUN PURBA Deni Kusuma; Riwaldi Putra; Lolia Manurizal
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Penjas
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jip.v12i2.6388

Abstract

This study aimed to determine the contribution of leg muscle explosive power and eye–foot coordination to shooting accuracy in futsal extracurricular students of SMP Negeri 2 Bangun Purba. This research used a quantitative method with a correlational approach. The sample consisted of 12 students selected using a total sampling technique. The research instruments included the vertical jump test to measure leg muscle explosive power, the soccer wall volley test to measure eye–foot coordination, and a shooting accuracy test to measure shooting ability. Data were analyzed using normality tests, simple correlation, and multiple linear regression with the help of SPSS software. The results showed that leg muscle explosive power had a significant contribution to shooting accuracy with a significance value of 0.000 (<0.05). Eye–foot coordination also showed a significant contribution to shooting accuracy with a significance value of 0.028 (<0.05). Simultaneously, both variables contributed significantly to shooting accuracy with a coefficient of determination of 97.5%. Therefore, improving leg muscle explosive power and eye–foot coordination can support the improvement of shooting accuracy in futsal games
ANALISIS TINGKAT STATUS GIZI SISWA EKSTRAKURIKULER SEPAKBOLA DI SMK NEGERI 1 TAMBUSAI Arham Hasibuan; Ardo Yulpiko Putra; Muhamad Prawibowo
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Penjas
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jip.v12i2.6403

Abstract

Kemampuan shooting merupakan salah satu teknik dasar yang sangat penting dalam permainan sepakbola karena berkaitan langsung dengan penciptaan gol. Salah satu faktor fisik yang mempengaruhi kemampuan shooting adalah kekuatan otot tungkai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kekuatan otot tungkai dengan kemampuan shooting pemain SSB Tambusai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh pemain SSB Tambusai yang berjumlah 50 orang, sedangkan sampel penelitian berjumlah 15 orang yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu standing broad jump untuk mengukur kekuatan otot tungkai dan tes shooting ke gawang untuk mengukur kemampuan shooting pemain. Analisis data menggunakan uji normalitas dan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kekuatan otot tungkai pemain adalah 227,93 cm, sedangkan rata-rata kemampuan shooting adalah 295. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai r = 0,705 dengan koefisien determinasi sebesar 49,73%, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kekuatan otot tungkai dengan kemampuan shooting pemain SSB Tambusai. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin baik kekuatan otot tungkai pemain, maka semakin baik pula kemampuan shooting yang dimiliki.
MINAT MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN REKREASI UNIVERSITAS ROKANIA TERHADAP PERMAINAN CATUR Debby Indah; Hamdi Wijaya Hasibuan; Ferri Hendriyanto; Deri Putra; Hendri Mulyadi
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Penjas
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jip.v12i2.6595

Abstract

Permasalahan penelitian adalah mengenai minat Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan Rekreasi terhadap permainan Catur. Waktu penelitian 16 s.d 21 Juni 2025 yang bertempat di Kampus Universitas Rokania. Populasi penelitian adalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan Rekreasi Universitas Rokania yang aktif Semester Genap Tahun akademin 2024/2024 yang berjumlah 200 orang dengan teknik nonprobability sampling aksidental sebanyak 30 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala likert dengan teknik analisa data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Nilai tertinggi minat Mahasiswa sebesar 83 dan nilai terendah minat Mahasiswa sebesar 65 dengan nilai rata-rata sebesar 74,8 dengan standar deviasi 4,17. (2) Dari 30 orang Mahasiswa, 2 orang Mahasiswa memiliki minat yang baik sekali terhadap permainan Catur, 4 orang Mahasiswa memiliki minat yang baik terhadap permainan Catur, 18 orang Mahasiswa memiliki minat yang cukup baik terhadap permainan Catur, 5 orang Mahasiswa memiliki minat yang kurang baik terhadap permainan Catur, dan 1 orang Mahasiswa memiliki minat yang kurang baik sekali terhadap permainan Catur. Disimpulkan, minat Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan Rekreasi Universitas Rokania terhadap permainan Catur diklasifikasikan cukup baik.