cover
Contact Name
Berehme Adyatmo Purba
Contact Email
admopurba2@gmail.com
Phone
+6285371118460
Journal Mail Official
prodimusikgereja.iaknmanado@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bougenville, Tateli Satu, Mandolang, Minahasa
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Psalmoz: A Journal of Creative and Study of Church Music
ISSN : -     EISSN : 27748464     DOI : https://doi.org/10.51667/jpsalmoz.v2i2
Core Subject : Art,
Psalmoz adalah jurnal ilmiah berkala yang dikhususkan untuk mempublikasikan penelitian ilmiah yang kreatif, inovatif serta untuk mengembangkan kajian literatur musik gereja. Jurnal ini mencakup artikel penelitian asli, artikel review, dan analisis kinerja, termasuk : - Musik Gereja - Penciptaan Musik - Pengkajian Musik - Pertunjukan Musik - Musikologi - Etnomusikologi - Musik dan Teknologi - Psikologi Musik - Terapi Musik
Articles 39 Documents
Memahami Perkembangan Musik Gerejawi Dan Signifikansinya Bagi Pelayan Musik Ulva Yuliarti; Alon Mandimpu Nainggolan
Psalmoz : A Journal of Creative and Study of Church Music Vol. 2 No. 2 (2021): Psalmoz : Juli 2021
Publisher : Program Studi Musik Gereja, Fakultas Seni dan Ilmu Sosial Keagamaan, IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.854 KB) | DOI: 10.51667/jpsalmoz.v2i2.653

Abstract

Pemahaman mengenai perkembangan musik gerejawi memberi pengaruh positif bagi para pelayan musik dalam rangka membawa umat Tuhan untuk bersekutu dengan-Nya secara akrab di tengah peribadatan. Pelayan musik gerejawi memiliki kedudukan, peran dan fungsi strategis dalam ibadah, sehingga perlu kesiapan, keterampilan dan keseriusan dalam bermain musik ketika ibadah berlangsung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, kajian biblis, historis dan teologis. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa musik gerejawi memiliki dasar biblis dan teologis yang kuat, senantiasa berkembang dari masa ke masa, dan musik adalah bagian yang tidak terpisahkan dari peribadatan umat Kristen dalam sejarah. Dengan mengamati sikap umat secara langsung pada saat beribadah dan melalui studi dokumen disadari bahwa pemahaman pelayan musik tentang musik sebagai media yang utuh, mendorong, mendukung dan menguatkan sehingga hati dan pikiran umat tertuju kepada Tuhan, maka ia akan terpanggil dan bersemangat untuk melayani Tuhan melalui musik.
Hubungan Antara Kemampuan Bermain Musik Dengan Kecepatan Penyelesaian Soal Matematika Sederhana Ade John Nursalim; Berehme Adyatmo Purba; Siguti Aprinnostein Sianipar
Psalmoz : A Journal of Creative and Study of Church Music Vol. 2 No. 2 (2021): Psalmoz : Juli 2021
Publisher : Program Studi Musik Gereja, Fakultas Seni dan Ilmu Sosial Keagamaan, IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.492 KB) | DOI: 10.51667/jpsalmoz.v2i2.654

Abstract

Musik merupakan salah satu bentuk matematika. Musik sendiri merupakan suatu hasil dari getaran sebuah benda. Getaran tersebut kemudian Diterima oleh telinga diteruskan melalui mekanisme yang kompleks hingga dipersepsikan oleh otak dalam bentuk Nada dan kompleksitas persepsi yang lainnya. Proses komputasi ini berlangsung sangat cepat ini terjadi secara tidak sadar. composer Para komposer dunia sejak zaman dulu telah menggunakan matematika dalam rancang lagunya Hal ini dapat dibuktikan dalam beberapa jenis tuning dan komposisi musik barat. Matematika sebagai sebuah pelajaran wajib di kelas sekolah dasar dan lanjutan merupakan sebuah mata pelajaran penting yang seringkali dikaitkan dengan kecerdasan musik. Sekelompok orang yang diambil secara Random purposive sampling Dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok musisi dan kelompok dan musisi.Hasil penelitian ditemukan 21 orang Responden yang ikut dalam penelitian ini. waktu yang di perlukan oleh kelompok musisi lebih sedikit yaitu rata -rata 7,99 detik (SD 1,79678) dibanding kelompok non musisi dengan rata – rata 9,936 (SD 2,07559) Dan terdapat perbedaan bermakna antara waktu pengerjaan tes kelompok musisi dan kelompok non musisi.
Analisis Karya Penerapan 7 Modus (Stimulus Kreatifitas Membuat Karya Musik) Febryando
Psalmoz : A Journal of Creative and Study of Church Music Vol. 2 No. 2 (2021): Psalmoz : Juli 2021
Publisher : Program Studi Musik Gereja, Fakultas Seni dan Ilmu Sosial Keagamaan, IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.836 KB) | DOI: 10.51667/jpsalmoz.v2i2.655

Abstract

Tujuan penelitian selain mengenalkan pembaca pada bidang penelitian penciptaan musik yang relatif baru dinegara kita adalah menunjukan dengan penguasaan 7 modus dapat menstimulus kreatifitas dalam membuat karya musik. Penelitian ini menggunakan kualitatif riset dilakukan dengan terlebih dahulu membuat karya musik dengan konsep 7 mudus/tangga nada, yang dibuat dengan menggunakan perangkat Sibelius dan mixing mastering dengan Fruty Loops 20. Teknik yang digunakan dalam menganalisa karya seni musik untuk mendapatkan kesimpulan yang valid dan reliabel terdiri atas; studi pustaka, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berupa verifikasi data. Teknik keabsahan data yaitu triangulasi data. Dari hasil penerapan tujuh modus/tangganada yang dilakukan dengan cara membentuk alur melodi dan harmoni yang di susun dari urutan modus Ionian, Dorian, Phrygian, Lydian, Mixolydian, Aeolian, dan Locrian kedalam karya musik memiliki fungsi dan efek meningkatkan kreatifitas berkarya dan memberikan varian dalam meningkat kualitas karakter karya musik.
Musik Dalam Pandangan Schopenhauer Daniel Sema; Markus Wibowo
Psalmoz : A Journal of Creative and Study of Church Music Vol. 2 No. 2 (2021): Psalmoz : Juli 2021
Publisher : Program Studi Musik Gereja, Fakultas Seni dan Ilmu Sosial Keagamaan, IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.682 KB) | DOI: 10.51667/jpsalmoz.v2i2.681

Abstract

Artur Schopenhauer lebih dikenal sebagai filsuf pesimis karena pandangan-pandangan filosofisnya dipenuhi oleh nuansa penderitaan yang berkesinambungan. Penderitaan ini disebabkan dunia dan segala isinya dikendalikan oleh suatu energi besar tak terkendalikan, yang oleh Schopenhauer disebut sebagai “Kehendak” atau Will. Kehendak ini memerangkap dan menyetir benda dan makhluk hidup dalam eksistensinya hingga mereka tak mampu melawannya. Dalam berfilsafat Schopenhauer dipengaruhi oleh Plato, Kant dan Budha. Pada Plato, Schopenhauer meminjam gagasan ide; pada Kant, ia menyoroti filsafat transendental dan mengadopsi gagasan fenomena dan nomena yang sekaligus disangkalinya; pada agama Budha, ajaran pengendalian dan pemusnahan nafsu untuk mencapai ketenangan dan kedamaian abadi (nirwana) diadopsi oleh Schopenhauer dengan sudut pandang agak berbeda. Walaupun kehidupan pribadinya sangat unik, eksentrik dan kontroversial, Artur Schopenhauer dimasukkan sebagai filsuf besar sepanjang jaman. Gagasan Schopenhauer sangat mempengaruhi filsuf, komposer dan sastrawan besar khususnya pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20: Nietzsche, Wagner, Brahms, Freud, Wittgenstein, Horkheimer, Hardy, Mann, Rilke, Proust, Tolstoy, Borges, Mahler, Langer, Schoenberg, dll. Selain berteori, Schopenhauer juga menawarkan jalan keluar kepada manusia untuk lepas dari tirani Kehendak yang mengukunginya, yaitu dengan cara estetis dan etis. Cara estetis sifatnya temporer, sedangkan cara etis lebih permanen. Salah satu cara estetis ialah dengan mendengarkan musik. Musik dikategorikan sebagai seni dengan derajad paling tinggi dibandingkan dengan jenis seni yang lain. Dengan musik manusia sanggup melupakan representasi (Vorstelugen) dunia yang membawa penderitaan.
Deteritorialisasi Musik Klonthong : Analisis Eksperimental Instrumen Pada Komposisi “Angon” karya Nanang Karbito Nanang Karbito; Eki Satria; Yudi Novrian Komalig
Psalmoz : A Journal of Creative and Study of Church Music Vol. 2 No. 2 (2021): Psalmoz : Juli 2021
Publisher : Program Studi Musik Gereja, Fakultas Seni dan Ilmu Sosial Keagamaan, IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni musik telah banyak mengalami perkembangan seperti dalam hal yang bersifat teknis, maupun yang terlebih khusus pada perkembangan objek ide/gagasan, pola-pola penggarapan, tempo serta irama. Usaha-usaha pengembangan tersebut berangkat dari subjek kemudian dikomunikasikan dengan subjek-subjek yang lain. Kemudian akhirnya menghasilkan suatu kegiatan yang bersifat atau mempunyai tujuan penciptaan karya seni musik yang berorientasi pada bentuk klasik, komposisi musik, arransemen maupun ciptaan baru, bahkan ada yang bergerak keluar dari teritori penggarapan komposisi musik pada umumnya. Sama halnya seperti yang dikemukakan oleh Deluze bahwa adanya suatu deteritorialsasi. Deleuze mendefenisikan deteritorialisasi sebagai pergerakan untuk meninggalkan teritori. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membahas lebih kepada analisis eksperimentasi instrumen pada komposisi karya Angon yang dibuat oleh Nanang Karbito. Metode yang digunakan dalam penelitian mengenai deteritorialisasi musik klonthong ini yaitu menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan pendekatan studi komparatif atau studi perbandingan. Proses mengamati, eksplorasi, improvisasi, komposisi dalam penciptaan musik klonthong menemukan kesimpulan yaitu yang pertama, penuangan berdasarkan pengalaman empiris, pengetahuan, dan wawasan yang didapatkan penulis dapat diaplikasikan ke suatu karya yang berdasarkan dari pola-pola yang ada dalam seni karawitan dan musik lain. Memahami suatu objek dengan mengeksplorasi objek tersebut menimbulkan suatu keinginan atau stimulus untuk membuat karya disertai dengan kreativitas.
Peran & Fungsi Iringan Musik Dalam Khotbah Di Gereja Pantekosta Di Indonesia (GPdI) Imanuel Karowa Tompaso Baru Markus Bona Tangkas Sirait; Ananda Putri Milita Christy Korinus
Psalmoz : A Journal of Creative and Study of Church Music Vol. 3 No. 1 (2022): Psalmoz : Januari 2022
Publisher : Program Studi Musik Gereja, Fakultas Seni dan Ilmu Sosial Keagamaan, IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iringan musik pada saat khotbah merupakan sebuah fenomena musikal yang hadir pada saat pelaksanaan ibadah terkhusus pada gereja-gereja yang berhaluan karismatik maupun Pantekosta. GPdI adalah salah satu denominasi gereja yang memiliki liturgi peribadatan yang terdiri dari pujian penyembahan, khotbah serta doa berkat. Pada denominasi ini, iringan musik pada khotbah dianjurkan tetapi tidak diwajibkan. Akan tetapi, pada GPdI Imanuel Karowa Tompaso Baru ternyata mewajibkan iringan musik pada saat khotbah berlangsung untuk membawa pengaruh (fokus) pada Pendeta, Musisi maupun Jemaat yang hadir secara afektif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran & fungsi iringan musik saat khotbah yang dilakukan oleh GPdI Imanuel Karowa Tompaso Baru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif-fenomenologi. Sampel informan dilakukan dengan purposive sampling dan teknik snowball pada 6 orang subyek. Teknik pengumpulan data menggunakan participant observation, wawancara terstruktur dan in depth interview, studi pustaka dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik triangulasi untuk menguji kredibiltas dan validitas data yang didapatkan dari berbagai sumber.
Strategi Pembelajaran Pada Mata Kuliah Teori Musik Dengan Menggunakan Aplikasi Kahoot Steve Limin
Psalmoz : A Journal of Creative and Study of Church Music Vol. 3 No. 1 (2022): Psalmoz : Januari 2022
Publisher : Program Studi Musik Gereja, Fakultas Seni dan Ilmu Sosial Keagamaan, IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran dapat berjalan sesuai yang diharapkan apabila berada dalam suatu kondisi keadaan yang tidak membuat para siswa tertekan serta menyenangkan sehingga diperlukan strategi dalam mencapai tujuan pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran di kelas diperlukan suatu media pembelajaran. Maksud tujuan penelitian ini yakni menganalisis pemanfaatan salah satu teknologi pembelajaran yang gratis yaitu platform Kahoot merupakan salah satu media dalam pembelajaran yang digunakan pada mata kuliah Teori Musik. Dengan penggunaan media dalam pembelajaran kiranya mahasiswa dapat lebih mudah menyerap dan memahami materi yang disampaikan oleh dosen didalam maupun diluar kelas. Setiap tahun mata kuliah ini disajikan dalam bentuk pembelajaran yang konvensional dan monoton sehingga banyak mahasiswa cenderung jenuh dan sulit menangkap materi yang diberikan. Untuk mengukur tingkat keberhasilan kegiatan proses pembelajaran didalam kelas, maka dosen dapat melakukan evaluasi diantaranya berupa kuis, presentasi secara pribadi atau kelompok, pengujian secara tertulis pun juga bisa menggunakan salah satu media pembelajaran ini. Caranya mudah serta pengajarnya pun lebih ditunjang dalam proses pembelajarannya dengan menggunakan media ini, sehingga peserta lebih termotivasi dalam belajar ketika proses pembelajaran sedang berlangsung. Metode Penelitian kualitatif yang digunakan oleh peneliti dengan teknik wawancara, obersvasi langsung, dan studi kepustakaan. Tujuan penelitian ini akan mendeskrpsikan langkah pemanfaatan kahoot! sebagai media pembelajaran yang menjadikan alternatif pembelajaran sehingga situasi terasa tidak monoton, lebih bervariasi dan enjoy.
Penggunaan Musik Ambient Dalam Tata Ibadah Di Gereja IFGF Manado Siguti Aprinnostein Sianipar; Markus Bona Tangkas Sirait
Psalmoz : A Journal of Creative and Study of Church Music Vol. 3 No. 1 (2022): Psalmoz : Januari 2022
Publisher : Program Studi Musik Gereja, Fakultas Seni dan Ilmu Sosial Keagamaan, IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik ambient selalu ada hadir pada setiap peristiwa kegiatan masyarakat yang melibatkan suatu kelompok musik untuk mengiringi rangkaian kegiatan atau pun menjadi bagian inti dari kegiatan tersebut. Musik Suasana juga dapat kita temui pada musik latar dari sebuah film untuk menciptakan dan membangun emosi penonton yang mengikuti rangkaian cerita dari awal hingga akhir film. Penggunaan musik di dalam gereja umumnya untuk mengiringi nyanyian jemaat, hal ini digunakan untuk membantu jemaat dalam menyanyikan lagu – lagu gereja dan menikmati syair dari lagu tersebut yang belum menekankan pada musik ambient. Di beberapa gereja khususnya IFGF Manado dalam proses tata ibadah dari awal hingga akhir, musik ambient selalu hadir untuk mengisi setiap aktifitas proses ibadah. Musik Suasana pada tata ibadah di gereja merupakan musik latar yang menekankan atau membangun suasana ketika musik dimainkan kepada para pendengar khususnya jemaat gereja. Penggunaan musik tersebut umumnya menggunakan synthesizer dengan berbagai bunyi instrumen musik di dalamnya untuk menciptakan latar suara untuk lingkungan sekitar.
Manajemen Musik Gereja Dalam Mata Kuliah Pengantar Layanan Musik Gereja Rolfi Junyanto Is Natonis; Viktor Jusuf Arnold; Rebeka Filda Hawali
Psalmoz : A Journal of Creative and Study of Church Music Vol. 3 No. 1 (2022): Psalmoz : Januari 2022
Publisher : Program Studi Musik Gereja, Fakultas Seni dan Ilmu Sosial Keagamaan, IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan strategi eksplorasi subjektif yang diharapkan dapat memahami kekhasan apa yang mampu dimiliki oleh subjek penelitian secara komprehensif melalui penggambaran sebagai kata-kata dan bahasa serta dengan menggunakan teknik konteks yang berbeda sebagai metode ilmiah. Hasil penelitian yang dilakukan, peneliti menyampaikan kesimpulan dari hasil observasi serta wawancara tentang proses pengelolaan dan perbandingan dengan landasan teori yang ada. Proses pengelolaan pelayanan pemutar musik dan pemimpin ibadah dilakukan secara kreatif, efisien dan efektif serta ibadah berjalan lancar setiap minggunya. Hingga saat ini para pengurus dan penyembah musik merasa nyaman dan tidak ada keluhan dengan segala aturan yang dibuat. UPP Musik Gereja menggunakan banyak kombinasi varian teori manajemen dan semua proses manajemen berjalan dengan baik dan berhasil sesuai dengan tujuan yang diinginkan.
Harmoni Pancasila : Sebuah Komposisi Akapela Untuk Vokal Grup Jalu Tegar Prastawa
Psalmoz : A Journal of Creative and Study of Church Music Vol. 3 No. 2 (2022): Psalmoz : Juli 2022
Publisher : Program Studi Musik Gereja, Fakultas Seni dan Ilmu Sosial Keagamaan, IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harmoni Pancasila merupakan sebuah komposisi paduan suara dewasa akapela yang memiliki ide musikal keadaan Bangsa Indonesia saat ini. Komposisi ini terdiri dari 5 bagian atau lagu. Bagian-bagian tersebut menceritakan setiap sila dalam Pancasila. Komposisi ini disusun untuk Format paduan suara dewasa yang terdiri dari sopran, alto, tenor dan bas.

Page 2 of 4 | Total Record : 39