Wasana Nyata
Jurnal Nasional ini adalah terbitan berkala ilmiah secara terbuka berbasis ilmu terapan, pengabdian kepada masyarakat dan kajian ilmiah yang diterbitkan oleh Bidang Publikasi Ilmiah STIE AUB Surakarta dengan nomer registrasi ISSN 2580-8443 (online) dan ISSN 2747-2876 (print). Jurnal pengabdian kepada masyarakat dimaksudkan sebagai media pertukaran gagasan, informasi karya ilmiah dari berbagai kalangan akademis, praktisi, dunia usaha, alumni, mahasiswa dan masyarakat secara umum. Selain itu, jurnal ini sebagai salah satu kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan partisipasi ilmiah secara umum. Redaksi menerima naskah yang belum pernah diterbitkan pada media lain baik terbitan Nasional maupun Internasional
Articles
206 Documents
Pendampingan Pembentuan Koperasi Sebagai Usaha Mewujudkan Kemandirian Ekonomi di Grogol Kabupaten Sukoharjo
Setyani Sri Haryanti;
Linda Nur Susila;
Purwito Kesdu
WASANA NYATA Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : STIE AUB Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (167.704 KB)
|
DOI: 10.36587/wasananyata.v4i2.744
Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Gogol Kabupaten Sukoharjo.Partisipasi keluarga sangat dibutuhkan dalam mendukung perekonomian yaitu dengan pembentukan kelompok- kelompok usaha mandiri yang mampu menghasilkan produk yang dapat dijual untuk menambah pendapatan keluarga. Koperasi adalah salah satu wadah yang dapat menghimpun dana dari anggota dan menyalurkannya kembali ke anggotanya. Koperasi memiliki banyak manfaat salah satunya adalah meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Permasalahan yang sering ditemui pada masyarakat adalah banyaknya masyarakat yang tidak memahami tujuan dan manfaat dari keikutsertaan dalam koperasi. Masyarakat di desa-desa banyak yang tidak memiliki koperasi unit desa (KUD) mau pun koperasi simpan pinjam. Padahal banyak potensi yang dimiliki desa Grogol, baik berupa hasil pertanian mau pun produk rumah tangga yang dihasilkan oleh kelompok-kelompok usaha kecil yang ada di masyarakat, yaitu industri gitar, kulit, tenun dan sebagainya. Khalayak dari pengabdian ini yaitu warga desa Grogol Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo, baik yang aktif dalam kegiatan PKK maupun warga sekitar. Keuntungan yang bisa didapat kepada koperasi yang sudah berbadan hukum diantaranya yaitu dilindungi oleh hukum, lebih aman, ada pembinaan serta jika ada alokasi dana untuk pembiayaan koperasi maka bisa mendapatkannya. Keberdayaan perempuan di bidang ekonomi adalah salah satu indicator meningkatnya kesejahteraan. Saat perempuan menjadi kaum terdidik, mempunyai hak-hak kepemilikan dan bebas untuk bekerja di luar rumah serta mempunyai pendapatan mandiri, inilah tanda kesejahteraan rumah tangga meningkat. Lebih dari itu, perempuan juga mempunyai andil besar dalam kegiatan penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat dan kelompok. Salah satu buktinya, bahwa perempuan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya dengan melakukan kegiatan usaha produktif rumah tangga. Perlu kiranya langkah-langkah jitu untuk menciptakan dari hal yang terkecil yaitu mensejahterakan keluarga dengan berpedoman kepada visi gerakan PKK. PKK Grogol Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu wadah organisasi perempuan. Latar belakang pendidikan ibu-ibu PKK tersebut beragam (lulusan SLTA dan perguruan tinggi), dan sebagian besar adalah ibu rumah tangga dengan keadaan ekonomi keluarga yang berada pada ekonomi menengah. Pendekatan yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi adalah dengan penyuluhan tentang koperasi dan pendampingan pembentukan koperasi berbadan hukum.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PERHITUNGAN HPP HOME INDUSTRI DI LINGKUNGAN KELURAHAN SUMBER KECAMATAN BANJARSARI KOTA SURAKARTA
P, Yofhi Septian;
Sari, Cahyani Tunggal;
Yulia, Yosephine Angelina
WASANA NYATA Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : STIE AUB Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (41.118 KB)
|
DOI: 10.36587/wasananyata.v2i1.256
Kelurahan Sumber memiliki tingkat pertumbuhan jumlah warga yang cukup tinggi yaitu sekitar 4% dibandingkan perubahan pertumbuhan warga Kota Surakarta. Hal tersebut memunculkan permasalahan baru di Kelurahan Sumber yaitu banyaknya usia produktif yang tidak bekerja khususnya ibu-ibu rumah tangga.Pemerintah kota Surakarta melalui kelurahan-kelurahan sudah menggalakkan program kewirausahaan bagi ibu-ibu rumah tangga. Namun, program tersebut kurang mendalam hingga ke pelatihan persiapan usaha.Perhitungan Harga Pokok Produksi sangat penting sekali untuk dikuasai terutama sekali tentang cara perhitungannya. Karena ada banyak kasus usaha kecil yang salah dalam memasukkan komponen-komponen perhitungan harga pokok penjualan.Karena seyogyanya dalam membangun usaha dan menentukan harga jual, penjual dituntut untuk mampu menghitung.Bahkan skedul perhitungan harga pokok produksi merupakan bagian dari laporan rugi laba dan lazimnya dilaporkan secara tersendiri.Kata kunci: Harga Pokok Produksi, Home Industri
IbM PEMBENTUKAN USAHA KELOMPOK PEMBUATAN JAJANAN PASAR DAN DIGITAL MARKETING DI KECAMATAN JEBRES SURAKARTA
Dinna Riana;
I Gusti Putu Diva Awatara;
Yosephine Angelina Yulia
WASANA NYATA Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : STIE AUB Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (238.513 KB)
|
DOI: 10.36587/wasananyata.v3i2.516
Tujuan pengabdian kali ini adalah untuk membentuk kelompok usaha pembuatan jajanan pasar dan memasarkannya secara digital marketing (facebook).kelompok potensial yang dilatih adalah ibu-ibu PKK ataiibu rumah tangga yang gemar memasak. Dari kegemarannya itu, maka dapat diasah agar menghasilkan produk yang mempunyai nilai ekonomi untuk menambah penghasilan.Kelompok usaha pembuatan jajanan pasar ini terdiri dari empat sampai lima orang yang nantinya akan dibantu tim pengabdian dan mendatangkan seorang Chef. Hal ini untuk menarik minat para kelompok usaha pembuatan jajanan pasar agar lebih terpacu dan lebih semangat dalam membuat jajanan pasar yang layak dijual.jajanan pasar yang dibuat antara lain adalah jajanan pasar yang digemari oleh masyarakat Surakarta seperti wajik, arem-arem, lemper, klepon, onde-onde, dadar gulung, dan masih banyak sebagainya. Pembentukan kelompok usaha pembuatan jajanan pasar tidak hanya berhenti sampai produk jadi saja, namun akan didampingi bagaimana caranya agar menjual produk tersebut menggunakan digital marketing terutama facebook. Era digital saat ini tidak dapat dihindari, sehingga supaya tidak tertinggal, maka diadakanlah pelatihan penjualan jajanan pasar via facebook.Pengabdian ini telah dilaksanakan di Wilayah Kecamatan Jebres Surakarta. Peserta pelatihan diikuti sebanyak 30 Warga yaitu ibu –ibu rumah tangga, serta diikuti oleh 2 mahasiswa STIE AUB. Pelaksanaan ini dilaksanakan selama satu hari dengan memberikan sosialisasi dan pelatihan secara langsung. Luaran yang diharapkan dari pengadianmasyarkat ini ada dua hal, yang pertama adalah jurnal pengabdian kepada masyarakat yang nantinya dapat dipublikasikan dan yang kedua diharapkan setelah mengikuti sosialisasi dan pelatihan pembuatan jajanan pasar ini peserta diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu dan ketrampilan yang diperoleh untuk bisa dikembangkan dan di praktekkan dalam berwirausaha.
PENDAMPINGAN PEMBENTUKAN BADAN USAHA KOPERASI SIMPAN PINJAM “MAKMUR JAYA” KELURAHAN BANJARSARI KECAMATAN BANJARSARI SURAKARTA
Basuki Sri Rahayu;
Heriyanta Budi Utama
WASANA NYATA Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : STIE AUB Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (207.206 KB)
|
DOI: 10.36587/wasananyata.v4i1.583
Koperasi Simpan Pinjam “MAKMUR JAYA” sebagai koperasi sebagaimana Koperasi pada umumnya mempunyai tujuan untuk memajukan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional, dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 Koperasi simpan Pinjam “Makmur Jaya” berdomisili di wilayah kelurahan Banjarsari Kecamatan Banjarsari Surakarta. Landasan Hukum Koperasi mengacu pada Undang-undang nomor 25 Tahun 1992 : Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannnya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai grakan ekonomi rakyat berdasarkan atas asan kekeluargaan.Berdasarkan hasil observasi tim pengabdian, bahwa KSP Makmur Jaya koperasi ini beranggotakan dari Pra koperasi warga masyarakat dibawah lingkungan tingkat RT dan RW di kelurahan Banjarsari yang bertujuan untuk memberikan bantuan berurpa pinjaman dalam rangka pengenbangan pra koperasi dan pemenuhan kebutuhan masyarkat pada umunnya di wilayah kelurahan Banjarsari. Untuk itu kami selaku tim pengabdian kepada masyarakat mengajak dan mendorong dan melakukan pendampingan agar KSP “Makmur Jaya” segera memproses menuju terbentuknya Badan Hukum. Harapan kami dengan terbentuknya KSP yang sudah berbadan hukun diharapkandapat membentuk jejaring kerjasama dalam rangka untuk mengembangkan modal guna membantu peningkatan kegiatan usahanya sekaligus dapat meningkatkan kegiatan dan kesejahteraan para anggotanya.Kata Kunci : Koperasi Simpan Pinjam , Badan Hukum
STRATEGI PENGEMBANGAN PROGRAM KERJA DALAM PEMBIAYAAN USAHA KECIL MIKRO PADA KOPERASI SERBA USAHA “KELUARGA SUMBER BAHAGIA 210” KECAMATAN NUSUKAN KOTA SURAKARTA
Andri Octaviani;
Yenni Khristiana;
Endang Saryanti
WASANA NYATA Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : STIE AUB Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (383.379 KB)
|
DOI: 10.36587/wasananyata.v1i3.221
Pengembangan pembiayaan pada koperasi pada saat ini masih belum mencakup keseluruhan dari usaha kecil mikro. Para pelaku usaha kecil mikro kurang memahami adanya program kerja koperasi dalam pembiayaan usaha kecil. Banyak koperasi yang akhirnya tutp dengan kurangnya modal yang bisa diputar kembali, hanya dikarenakan berhenti pada program sinmpan pinjam saja.Koperasi pada tingkat warga biasanya terhambat oleh modal. Saat ini, produk yang dikeluarkan oleh koperasi serba usaha pada kenyataannya belum terlaksana sepenuhnya sebagai usaha bersama pada masyarakat. Oleh sebab itu, alangkah biknya jika para pengurus koperasi serba usaha di tingkat warga diberikan pemahaman tentang pembiayaan yang ada di koperasi, agar dapat membantu warga dalam permodalan bukan hanya sekedar simpan pinjam.Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman pembiayaan pada para anggota dan pengurus koperasi. Selain itu, pemaparan ini juga dapat mendorong untuk membuka peluang baru di bidang produk koperasi serba usaha. Pelatihan akan dilaksanakan di Kelurahan Sumber Kecamatan Nusukan Kota Surakarta, peserta pelatihan ditargetkan sebanyak 64 orang dari anggota dan pengurus koperas, Kecamati serba usaha, Kecamatan Nusukan Kota Surakarta.Kata kunci: Koperasi dalam pengambangan pembiayaan, usaha kecil mikro
MENCETAK WIRAUSAHA DI KELURAHAN NUSUKAN KECAMATAN BANJARSARI SURAKARTA
Eko Meiningsih Susilowati;
Erna Tiningrum
WASANA NYATA Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : STIE AUB Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (25.138 KB)
|
DOI: 10.36587/wasananyata.v3i1.457
Wirausaha merupakan kegiatan yang penting dalam masyarakat. Kegiatan ini mempunyai peran yang besar dalam negara kita antara lain yaitu mengurangi jumlah pengangguran, mengurangi kemiskinan, meningkatkan daya beli masyarakat dan dapat menciptakan lapangan usaha baru yang semua itu dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi khususnya di Kelurahan Nusukan Kecamatan Banjarsari Surakarta. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan pada tanggal 16 Februari 2019 di wilayah Kelurahan Nusukan Kecamatan Banjarsari Surakarta. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan memberikan pelatihan dan pembinaan kepada masyarakat. Hasil dari kegiatan ini adalah para peserta memperoleh bekal ilmu tentang cara berwira usaha dan dapat memulai usaha dengan perencanaan yang matang dan dilakukan dengan baik.Kata kunci: wirausaha, kebutuhan
Pendampingan Pedagang Ikan Di Pasar Depok Surakarta Dalam Pelaporan Pajak Online
Irwan Christanto Edy;
Shandy Marsono;
Heriyanta Budi Utama
WASANA NYATA Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : STIE AUB Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (540.849 KB)
|
DOI: 10.36587/wasananyata.v5i1.856
Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada para pedagang pasar ikan Depok Surakarta tentang perpajakan, memberikan kesadaran tentang arti pentingnya pajak bagi para pedagang dan meningkatkan pemahaman bagi para pedagang tentang PP No.46 Tahun 2013 dan memberikan pemahaman tentang pencatatan keuangan, menghitung pajak, serta pelaporan pajak secara online. Khalayak sasaran dalam pengabdian masyarakat ini adalah para pedagang ikan di Pasar Depok Surakarta. Permasalahan yang diselesaikan dalam 3 tahapan yaitu 1)persiapan, 2)pelaksanaan dan 3)evaluasi. Tahap persiapan dilaksanakan dengan melakukan surve pendahuluan untuk melihat kondisi di lapangan dan menentukan para pedagang ikan di Pasar Depok Surakarta. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan seorang demi seorang dengan mempertimbangkan protokol kesehatan yaitu pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Untuk menghidari kontak langsung dengan pedagang maka tim pelaksana membagikan makalah setiap pedagangan. Adapun materi yang disampaikan mencakup tentang pengertian dan pemahaman tentang pajak dan pelaporan pajak secara online. Tahap evaluasi dilakukan atas hasil yang telah dicapai oleh para pedagang dengan melakukan kunjungan yang terjadwal. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukan keberhasilan dan sebagai indikatornya adalah peningkatan pemahaman pedagang tentang perpajakan dan adanya respon positif yang terlihat dari antusiasme pedagang dalam pelaporan pajak
PELATIHAN DASAR “MANAJEMEN ORGANISASI” BAGI PENGURUSKELOMPOK PENERIMA MANFAAT (DEBITUR) PINJAMAN DANA BERGULIR DANA AMANAH PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PDB DAPM) DI KECAMATAN KALIJAMBE KABUPATEN SRAGEN
Etty Indriani;
Adi Penawan;
Tri Nurdyastuti
WASANA NYATA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : STIE AUB Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (194.779 KB)
|
DOI: 10.36587/wasananyata.v1i1.188
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan agar terbentuknya struktur organisasi yang tertata dan terciptanya budaya organisasi yang kondusif, tim kerja yang solid dalam kompak sehingga akan lebih mudah dalam mencapai tujuan organisasi serta tertib administrasi dalam pengelolaan organisasi dan mengelola keuangan kelompok.Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini berbentuk pelatihan tentang manajemen organisasi bagi pengurus kelompok penerima manfaat (debitur) Pinjaman Dana Bergulir Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (PDB DAPM) di Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen.Dari hasil Pelatihan menunjukkan bahwa rata-rata pemahaman terhadap materi sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan pada peserta kelompok I,sebelum pelatihan rata-rata pemahaman terhadap materi dari 51 orang peserta adalah sebesar 40,3, sementara setelah diberikan pelatihan rata-rata pemahaman peserta sebesar 90,6.Nilai thitung adalah sebesar -24.761 dengan sig 0.000 < 0.05, artinya rata-rata pemahaman sebelum dan sesudah pelatihan manajemen organisasi terhadap peserta terdapat perbedaan. Sedangkan untuk kelompok II menunjukkan bahwa sebelum pelatihan rata-rata pemahaman terhadap materi dari 32 orang peserta adalah sebesar 37,8, sementara setelah diberikan pelatihan rata-rata pemahaman peserta sebesar 93,1.Nilai thitung adalah sebesar -24.051 dengan sig 0.000 < 0.05, artinya rata-rata pemahaman sebelum dan sesudah pelatihan manajemen organisasi terhadap peserta terdapat perbedaan.Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa penyampaian materi tentang manajemen organisasi sangat mempengaruhi terhadap pemahaman peserta pelatihan. Kata kunci: Manajemen Organisasi, Dana Bergulir
Pengembangan Sentra Wisata Berbasis Potensi Lokal Melalui Program Pengembangan Desa Mitra
Iin Purnamasari;
Ikhwanudin Ikhwanudin;
Ndaru Hario Sutaji;
Ekasari Setianingsih
WASANA NYATA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STIE AUB Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (327.356 KB)
|
DOI: 10.36587/wasananyata.v2i2.363
Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) secara khusus bertujuan untuk menghilirisasikan hasil riset unggulan Universitas PGRI Semarang antara lain penelitian kaji tindak di Fakultas Teknik seperti penataan kawasan permukiman untuk melakukan penataan desa Sepakung sebagai kawasan wisata berbasis potensi alam. Hasil penelitian lain adalah bidang pendidikan yang diterapkan untuk pendidikan wisata, serta pemberdayaan masyarakat menuju desa wisata mandiri. Metode PPDM dilakukan dengan tahap persiapan, tahap pemberdayaan masyarakat yang meliputi pembinaan, pendampingan, dan evaluasi dalam semua kegiatan serta tahap menuju desa wisata. Kegiatan dilaksanakan dalam waktu tiga (3) tahun, dengan fokus utama pada tahun ke-1 adalah pengembangan sentra usaha kecil berbahan ketela mangul bagi kelompok UKM, pembentukan Kelompok Guidance Tourism (GT) bagi kelompok Karang Taruna, dan pembuatan Site/Master Plan Kawasan wisata cagar alam Desa Sepakung bagi Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS).Kata Kunci: sentra wisata, potensi lokal, desa mitra
Penguatan Manajemen Usaha Digital Design
Tri Purwani;
Alexander Dharmawan;
Yani Prihati
WASANA NYATA Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : STIE AUB Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (336.735 KB)
|
DOI: 10.36587/wasananyata.v3i2.562
AbstrakUsaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu penggerak perekonomian negara sekaligus sebagai tulang punggung penanggulangan kemiskinan dan pengangguran. Walaupun begitu, UMKM cenderung rentan terhadap tekanan baik dari pihak internal maupun eksternal sehingga agar tetap bisa bertahan dan berkembang, dibutuhkan dukungan dari pemerintah terutama berkaitan dengan permodalan, akses pasar dan perijinan usaha. Sebagai salah satu UMKM, usaha disain dan konveksi WE Clothing menghadapi beberapa permasalahan yaitu bagaimana memperkuat usaha yang selama ini sudah berjalan dan bagaimana meningkatkan dan memperluas pangsa pasar. Permasalahan pertama disebabkan oleh belum lengkapnya peralatan produksi yang tersedia sehingga proses produksi yang membutuhkan peralatan tersebut tidak bisa ditangani sendiri dan harus diserahkan ke pihak lain. Untuk itu solusi yang ditawarkan adalah meningkatkan pengelolaan pengembangan usaha melalui pelatihan dan pendampingan manajemen usaha dan meningkatkan kemandirian produksi dengan menyediakan alat tambahan. Masih terbatasnya pangsa pasar disebabkan oleh belum dilakukannya beberapa aktifitas dengan optimal dan masih kurangnya kepercayaan konsumen terhadap produk. Oleh karena itu solusi yang ditawarkan adalah mengembangkan web untuk memasarkan produk secara online.Hasil yang deperoleh dari solusi yang diberikan tersebut, membawa dampak positif bagi perkembangan usaha We Clothing yaitu a)ada perbaikan manajemen usaha, yaitu adanya laporan keuangan; b)adanya perbaikan kualitas produk yang lebih baik pada saat menggunakan mesin lama dibandingkan dengan pada saat menggunakan mesin baru, serta c) ada peningkatan order baik dari sisi kuantitas maupun dari sisi perluasan wilayah. Keywords: manajemen, digital, design