cover
Contact Name
Regan Vaughan
Contact Email
pharmindo19@gmail.com
Phone
+6281221604555
Journal Mail Official
decisionjournal.ap@unpas.ac.id
Editorial Address
Jl.Lengkong Besar No.68 FISIP Universitas Pasundan
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Decision: Jurnal Administrasi Publik
Published by Universitas Pasundan
ISSN : 2655884X     EISSN : 26564939     DOI : http://dx.doi.org/10.23969/decision
Jurnal ini menghimpun artikel ilmiah hasil penelitian maupun kajian dalam ilmu admministrasi publik yang terbit dua kali dalam setahun pada bulan Maret dan September dengan jumlah 5 artikel.
Articles 76 Documents
GERAKAN SOSIAL BURUH PEREMPUAN DALAM MENDAPATKAN HAK MATERNITAS DI PT AMOS INDAH INDONESIA ariana, ratu
Decision Vol 7 No 2 (2025): Decision: Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Prodi Administrasi Publik FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/decision.v7i2.30943

Abstract

ABSTRAK Ratu Ariana Zuariyah, NIM. 6670210033, Gerakan Sosial Buruh Perempuan dalam Mendapatkan Hak Maternitas di PT. Amos Indah Indonesia. Laeli Nur Khanifah, M.I.P, Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, 2025. Penelitian ini membahas mengenai gerakan sosial buruh perempuan, khususnya melalui Federasi Serikat Buruh Perempuan Indonesia (FSBPI) di PT. Amos Indah Indonesia, dalam memperjuangkan hak maternitas. Meskipun undang-undang ketenagakerjaan telah mengatur hak-hak maternitas, pelanggaran terhadap hak tersebut masih sering terjadi, terutama dalam bentuk kesulitan akses cuti haid, cuti keguguran dan cuti melahirkan. Teori yang digunakan adalah gerakan sosial Sidney Tarrow yang terdapat 4 indikator yakni mobilisasi sumber daya, struktur organisasi, aksi kolektif, framing. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Edmund Husserl. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa organisasi FSBPI berperan penting dalam memperjuangkan hak maternitas buruh perempuan melaui: Pertama, pendidikan memberikan berbagai kegiatan pembelajaran yang mendorong buruh perempuan untuk memahami hak-hak mereka dan berani melakukan perlawanan terhadap ketidakadilan di tempat kerja. Kedua, advokasi FSBPI aktif melibatkan buruh perempuan dalam proses penyelesaian pelanggaran hak maternitas baik melalui jalur litigasi maupun non-litigasi. Ketiga, kampanye media sosial, FSBPI menyebarluaskan informasi mengenai kasus pelanggaran hak buruh melalu Instagram dan Facebook. Namun, masih terdapat kendala seperti intimidasi perusahaan, beban kerja yang tinggi, serta status kerja kontrak yang membuat buruh perempuan sulit mengakses haknya secara penuh dan menempatkan mereka dalam posisi sulit. Kata Kunci: Gerakan Sosial, Buruh Perempuan, FSBPI, Hak Maternitas
THE INFLUENCE OF ASN BERAKHLAK CORE VALUES ON EMPLOYEE PERFORMANCE AT THE POPULATION AND CIVIL REGISTRATION SERVICE OF SERANG CITY Vedyra Jotha, Tinka; Widyastuti, Yeni
Decision Vol 7 No 2 (2025): Decision: Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Prodi Administrasi Publik FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/decision.v7i2.35048

Abstract

The State Civil Apparatus has an important role in carrying out public service activities, both in government agencies or institutions in which there is a work culture that is adopted and implemented by ASN as actors in public organizations. To realize the work culture of the state civil apparatus as expected, it is necessary to strengthen the work culture of the state civil apparatus regularly and in a structured manner. For this reason, the Circular of the Minister of PANRB Number 20 of 2021 concerning the Implementation of Core Values and Employer Branding of the State Civil Apparatus was issued, in order to strengthen the work culture as one of the strategies for transforming ASN management towards a world-class government for the uniformity of the basic values of ASN that must be upheld by all ASN, namely the core values of ASN BerAKHLAK. The purpose of this study is to determine how much influence the core values of ASN BerAKHLAK have on employee performance at the Population and Civil Registration Service of Serang City. The research method used in this study is the associative research method using a quantitative approach. The population in this study were State Civil Apparatus working at the Population and Civil Registration Service of Serang City with a sample size of 27 people. The sampling technique used the Saturated Sampling technique. The results of this study indicate that there is a significant influence between the core values of ASN BerAKHLAK on employee performance with a magnitude of influence reaching 73.1% and the remaining 26.9% is estimated to be influenced by other factors. The suggestions in this study are to improve the understanding and implementation of the core values of ASN BerAKHLAK, and focus on improving the quality of service to the community, as well as providing training for employee competency development. Keywords : Core Values, ASN Ber-AKHLAK, Employee
KOMPETENSI PEGAWAI UNTUK PENGELOLAAN DESTINASI OBJEK PARIWISATA PADA BIDANG DESTINASI DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN PANGANDARAN Rachman Mahendra, Dhimas; Arifin, Rifqi Khairul; Busthomi Ariffin , R. Hari
Decision Vol 8 No 1 (2026): Decision: Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Prodi Administrasi Publik FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/decision.v8i1.7793

Abstract

Penelitian ini memiliki latar belakang mengenai kompetensi pegawai untuk pengelolaan destinasi objek pariwisata pada bidang destinasi dinas pariwasata dan kebudayaan kabupaten pangandaran.Penulis tertarik untuk meneliti masalah ini karena ingin mengetahui lebih dalam tentang Kompetensi Pegawai Untuk Pengelolaan Destinasi Objek Pariwisata Pada Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran. Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan terdapat beberapa masalah yaitu mengenai Pengetahuan, Pemahaman, Kemampuan/Keterampilan, Nilai, Sikap dan Minat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori menurut Gordon dalam Sutrisno (2011:204 ) Adapun tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui kompetensi pegawai untuk pengelolaan destinasi objek pariwisata pada bidang destinasi dinas pariwisata dan kebudayaan kabupaten pangandaran 2) Untuk mengetahui dimensi-dimensi yang dianalisis mengenai kompetensi pegawai untuk pengelolaan destinasi objek pariwisata pada bidang destinasi dinas pariwisata dan kebudayaan kabupaten pangandaran. Dengan penelitian ini, penulis menggunakan metode pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, yang dilakukan kepada kepala Kasubab Umum dan Kepegawaian, Kasubad Sub Destinasi UPT Wilayah Pangandaran dan Aparatur Sub- Umum dan Kepegawaian dinas pariwisata dan kebudayaan kabupaten pangadaran, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini diolah dengan prosedur kualitatif menurut Miles & Huberman (1992:16) meliputi teknik analisis Reduksi data, Penyajian data, dan Penarikan kesimpulan. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa kompetensi pegawai untuk pengelolaan destinasi objek pariwisata masih belum sepenuhnya berjalan baik dan masih kurang optimal dalam pengelolaannya yang karena mengingat sumber daya pegawai dinas yang masih kurang dan masih adanya kekurangan dalam penggunaan teknologi informasi pada pengelolaan objek pariwisata. Saran peneliti untuk dinas pariwisata dan kebudayaan kabupaten pangandaran dalam pengelolaan destinasi objek pariwisata di kabupaten pangandaran harus bisa lebih aktif dan berkembang lagi dalam peningkatan kompetensi pegawai dalam pengelolaan destinasi objek pariwisata agar dalam segi peningkatan yang berhubungan dengan objek pariwisata bisa berjalan baik dan lebih maju lagi dalam pengelolaan yang dilaksanakan oleh pegawai dinas untuk bisa meningkatkan berbagai promosi pengelolaan yang menggunakan media, internet dan media sosial dalam proses yang berhubungan dengan kompetensi pegawai untuk pengelolaan objek destinasi pariwisata di kabupaten pangandaran.
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PERENCANAAN PENATAAN PARIWISATA MENUJU WISATA DUNIA DI BAPPEDA KABUPATEN PANGANDARAN Pramuditiya, Angga; Ariesmansyah, Andre
Decision Vol 8 No 1 (2026): Decision: Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Prodi Administrasi Publik FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/decision.v8i1.7794

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui Collaborative Governance Dalam Perencanaan Penataan Pariwisata menuju wisata Dunia di Bappeda Kabupaten Pangandaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dimana jenis data terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi langsung dilapangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari data yang telah dikumpulkan peneliti melalui dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Teknik analisis dalam penelitian ini yaitu reduksi data (Data Reduction), penyajian data (Data Display), dan penarikan kesimpulan (Conclusion Drawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses Collaborative Governance dalam Perencanaan Penataan Pariwisata menuju wisata Dunia di Bappeda Kabupaten Pangandaran sudah berjalan sejak Pangandaran mulai memisahkan diri dari Ciamis. Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan bahwa proses Collabrative Governance dalam perencanaan Penataan Pariwisata di Kabupaten Pangandaran sudah tertata dan juga mengajak masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran.
DAMPAK PERALIHAN PENGELOLAAN DESA WISATA KETAPANG URBAN AQUACULTURE TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT Kamila, Bintang
Decision Vol 8 No 1 (2026): Decision: Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Prodi Administrasi Publik FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/decision.v8i1.34730

Abstract

Penelitian ini membahas dampak peralihan pengelolaan Desa Wisata Ketapang Urban Aquaculture terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan studi kasus dan teori struktural fungsional Talcott Parsons dengan indikatr AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integracy, Latency). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peralihan pengelolaan Desa Wisata Ketapang Urban Aquaculture dari pemerintah ke BUMD PT. Mitra Kerta Raharja berdampak signifikan terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Analisis menggunakan teori AGIL Talcott Parsons mengungkapkan lemahnya Adaptation, Goal Attainment, Integracy, Latency akibat naiknya biaya, menurunnya wisatawan, terbatasnya partisipasi, serta pudarnya nilai lokal. Pengelolaan yang berorientasi korporat cenderung mengabaikan kesejahteraan warga dan memicu ketimpangan sosial ekonomi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan kolaboratif dan partisipatif dalam pengembangan desa wisata agar keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga. Kata kunci : Peralihan pengelolaan, Desa wisata, Sosial ekonomi.
RELASI KUASA PADA EKSPLOITASI SEKSUAL DI DUNIA KERJA (STUDI KASUS: EKSPLOITASI BURUH DI KAWASAN BERIKAT NUSANTARA (KBN) CILINCING, JAKARTA UTARA) harnum wulandari; Gilang Ramadhan
Decision Vol 8 No 1 (2026): Decision: Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Prodi Administrasi Publik FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/decision.v8i1.34742

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi kuasa terhadap eksploitasi seksual di dunia kerja dengan fokus pada kasus buruh perempuan di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cilincing. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus serta teori relasi kuasa Michel Foucault. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan buruh, lembaga advokasi, dan pihak pemerintah, serta diperkuat dengan studi dokumentasi dan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan kekuasaan di lingkungan kerja, budaya patriarki, serta lemahnya pengawasan hukum menyebabkan buruh perempuan berada dalam posisi rentan terhadap pelecehan verbal, fisik, dan simbolik. Selain itu, stigma sosial membuat korban enggan melapor, memperkuat siklus eksploitasi. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa eksploitasi seksual di dunia kerja merupakan konsekuensi dari struktur kekuasaan yang timpang, sehingga diperlukan penguatan sistem perlindungan hukum dan kesadaran gender di lingkungan kerja. Kata kunci: Relasi Kuasa, Eksploitasi Seksual, Buruh Perempuan, Dunia Kerja