cover
Contact Name
Dyah Panuntun Utami
Contact Email
dyahpanuntunutami@gmail.com
Phone
+628112647952
Journal Mail Official
suryaagritama@umpwr.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo Alamat: Jl. KH.A. Dahlan 3 Purworejo, Jawa Tengah 54111
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan
ISSN : 2252990X     EISSN : 25986082     DOI : https://doi.org/10.37729/sa
Core Subject : Agriculture,
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan is a scientific journal of agriculture and animal husbandry that is published as a media of information that is published and publishes the research results of lecturers, researchers, and students. JRAP contains original manuscripts that have never been published. This journal was published 2 times per year in June and December by Universitas Muhammadiyah Purworejo. The Scopes of this journal, but not limited to, are: Agricultural Revolution Ancient civilizations Animal Feed Animal Food Supplementation Animal health Animal Husbandry Animal nutrition Animal welfare Aquaculture Arboriculture Avian feeding Basal Diet Breeding Heterosis High Fat Diet Insect Farming Insects Intensive animal farming Landscape restoration Livestock production systems Meat Medieval husbandry Nutrients Nutritional value Pig farming Plant breeding Cattle Feeding Columbian Exchange Crude Protein Dairy Domestication Entomophagy Environmental impact Feed Additive Feed conversion Feeding Feeding Patterns Fish Nutrition Food chains Plant conservation Plant hybridization Plant nutrition Poultry farming Poultry Nutrition Production systems Range of species Ruminant Animal Nutrition Selective breeding Sericulture Sheep farming Swine nutrition Trace Element Vertical farming Vitamins Wild Life Farming
Articles 113 Documents
Analisis Efisiensi Saluran Tataniaga Cabai di Kecamatan Onembute Kabupaten Konawe Leni Saleh
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : (1) saluran tataniaga yang dilakukan oleh lembaga-lembaga tataniaga di Desa Napoosi Kecamatan Onembute Kabupaten Konawe dan (2) efisiensi saluran tataniaga cabai berdasarkan margin tataniaga, farmer’s share, keuntungan dan biaya cabai di Desa Napoosi Kecamatan Onembute Kabupaten Konawe. Penelitian dilaksanakan di Desa Napoosi Kecamatan Onembute Kabupaten Konawe. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut salah satu daerah melakukan transaksi tataniaga cabai. . Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 31. Dimana jumlah petani responden adalah 25 orang petani dan 6 orang pedagang. Penentuan sampel petani dalam penelitian ini adalah menggunakan metode sensus (semua populasi di jadikan sampel). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat tiga saluran tataniaga dalam tataniaga cabai terdapat tiga jenis saluran tataniaga yaitu saluran I, saluran II dan saluran III. Berdasarkan analisis margin tataniaga menunjukkan saluran tataniaga I konsumen langsung membeli cabai pada petani dengan tujuan konsumsi sendiri dengan harga petani Rp.20.000,- jumlah persentase 83%. Pada saluran II menunjukkan persentase yaitu 40% dari harga di tingkat petani Rp.20.000,- dan harga ditingkat pedagang kecil Rp.50.000,-. Pada saluran III menunjukkan persentase yaitu 67% dan 60% dari harga ditingkat petani Rp.20.000,- dan harga ditingkat pedagang besar Rp.30.000,- dan pedagang kecil Rp.50.000,-. Efisiensi saluran tataniaga cabai yaitu pada saluran tataniaga I dan tataniaga III telah efisien dengan tingkat persentasi saluran tataniaga I sebesar 83% dan saluran tataniaga III sebesar 67% dan 60% sebab lebih dari 50%, sedangkan saluran tataniaga II belum efisien dengan tingkat persentase 40% sebab kurang dari 50%.
Analisis SWOT Strategi Pengembangan Usaha Teh Kulit Manggis di Kelompok Wanita Tani Sri Lestari Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo Mukhlasin Mukhlasin; Dyah Panuntun Utami; Istiko Agus Wicaksono
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah: 1) Mengetahui faktor internal dalam pengembangan usaha teh kulit manggis, 2) mengetahui faktor eksternal dalam pengembangan usaha teh kulit manggis, 3) mengetahui strategi yang dapat dikembangkan dalam usaha teh kulit manggis. Pengambilan sampel daerah penelitian ditentukan berdasarkan purposive sampling. Sampel yang diambil yaitu Kwt Sri Lestari yaitu 3 orang informan kunci dan 4 informan pendukung. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket atau kuesioner. Analisis yan di gunakan adalah SWOOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor internal dan eksternal yang terbagi menjadi empat yaitu kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Kekuatan berupa (1) adanya ketepatan waktu dalam pengiriman produk, (2) harga yang lebih murah dibandingkan pesaing lain, (3) quality control bahan baku sudah baik, (4) kualitas produk teh kulit manggis yang dihasilkan baik, (5) Anggota memiliki keahlian dalam pembuatan teh kulit manggis. Kelemahan berupa, (1) masih lamanya pengujian teh kulit manggis, (2) kurangnya promosi, (3) alat transportasi yang masih terbatas, (4) sulit menentukan kebutuhan pasar, (5) pemasaran masih kurang luas. Peluang berupa (1) Permintaan konsumen yang tinggi, (2) harga teh kulit manggis yang relatif stabil, (3) manfaat kesehatan sebagai obat herbal, (4) perkembangan teknologi, (5) adanya hubungan baik antara kelompok wanita tani Sri Lestari dengan konsumen. Ancaman berupa (1) menurunnya daya saing produk, (2) jumlah pesaing sejenis, (3) menurunnya daya beli masyarakat, (4) masih kurangnya peran pemerintah dan; (5) jumlah bahan baku musiman. Strategi yang dapat diterapkan yaitu (1) meningkatkan penjualan teh kulit manggis, (2) meningkatkan pelatihan terhadap anggota agar termapil dalam pembuatan teh kulit manggis, (3) meningkatkan promosi agar produk di kenal oleh masyarakat luas, (4) menjadikan teh kulit manggis mempunyai kualitas yang lebih baik, (5) pemerintah melakukan pendampingan terhadap KWT Sri Lestari dalam pengolahan teh kulit manggis.
Strategi Pengembangan Serat Rami di CV Rabersa Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo Tegar Tiyasti; Istiko Agus Wicaksono; Isna Windani
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) faktor internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan pengembangan serat rami, 2) faktor eksternal yang menjadi peluang dan ancaman pengembangan serat rami, 3) alternatif strategi pengembangan serat rami yang diterapkan di CV Rabersa kecamatan Kalikajar kabupaten Wonosobo. Pengambilan sampel daerah penelitian ditentukan secara purposive sampling. Sampel yang diambil yaitu 3 orang informan kunci dan 6 informan pendukung. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Faktor internal kekuatan berupa (1) satu-satunya perusahaan serat rami; (2) Adanya kemitraan dengan petani; (3) Kualitas serat rami baik; (4) Kerja sama antar tenaga kerja; (5) Proses penanaman rami mudah. Kelemahan yaitu (1) Struktur organisasi belum lengkap; (2) Belum adanya pencegahan penyakit jamur; (3) Butuh penangan ekstra dimusim kemarau; (4) Mesin pengolah serat terbatas; dan; (5) Serat belum memiliki kemasan dan citra merek. Peluang berupa (1) Bermitra dengan perusahaan bahan jadi; (2) Perkembangan teknologi modern; (3) Peluang CV Rabersa untuk berinovasi; (4) Pangsa pasar serat rami terbuka, dan; (5) Berpotensi untuk tekstil, sedangkan ancaman yaitu (1) Serat belum memiliki SNI; (2) Alih fungsi lahan; (3) Kurangnya dukungan pemerintah; (4) Serat belum dikenal perusahaan lain, dan; (5) Persaingan serat sejenis. Alternatf strategi yang diperoleh : (1) Menggunakan teknologi oven pengering serat, (2) Memberikan pelatihan terhadap karyawan melalui kerja sama, (3) Meningkatkan promosi melalui sosialisasi.
Saluran Pemasaran Jagung di Desa Mulyosari Kecamatan Prembun Kabupaten Kebumen Tri Yuli Isnuryadin; Didik Widiyantono; Isna Windani
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana proses penjualan jagung pipilan kering di desa Mulyosari kecamatan Prembun kabupaten Kebumen, (2) Bagaimana Pola saluran pemasaran jagung pipilan kering didesa Mulyosari kecamatan Prembun kabupaten Kebumen , (3) Bagaimana Fungsi- fungsi oleh pola pemasaran jagung pipilan kering di desa Mulyosari kecamatan Prembun kabupaten Kebumen. Jenis Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan metode Purposive Sampling. Pengambilan sampel petani dan pedagang menggunakan rumus Snowbal Sampling . Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dilapangan faktor-faktor yang di temui pada Saluran Pemasaran Jagung di desa Mulyosari dikecamatan Prembun kabupaten Kebumen. adalah: 1. bagaimana cara penjualan jagung, 2. Bagaimana pola saluran pemasara jagung dan yang ke 3. Fungsi-fungsi pola pemasarannya jagung yang intinya dari penelitiann tersebut adalah cara pendistribusian jagung dari petani sampai dengan konsumen ini melalui beberapa lembaga-lembaga yang terlibat seperti: Petani, Pedagang Pengepul,Pedagang pengecer, dan industri pakan ternak dan konsumen akhir . Jenis Pola saluran pemasaran jagung yang terlibat terdapat 2 jenis yaitu : 1. Pola pemasaran mulai dari: Petani – Pedagang Pengumpul – pedagang Pengecer-konsumen akhir dan jenis Pola Pemasaran ke 2 adalah : Petani- Pedagang Pengumpul –Pengusaha industri-konsumen akhir. Adanya kegiatan fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan pada judul skripsi Saluran Pemasaran Jagung didesa Mulyosari kecamatan Prembun Kabupaten Kebumen. Dimana dalam proses pemasaran tersebut didukung berbagai proses pemasaran jagung sampai ketangan konsumen akhir yaitu: 1. Proses pendistribusian, 2. Proses Pengemasan, 3. Proses pengangkutan, 4. Proses Transaksi Pembelian/jual beli, 4. Proses Sortasi/Penyortiran, 4. Proses Penyimpanan, 5. Proses Pengukuran berat bersih jagung siap jual sebelum jagung sampai ketangan konsumen.
Motivasi Petani Berusahatani Jeruk Siam Desa Pucang Agung Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo Abiyanto Prabowo; Arta Kusumaningrum; Uswatun Hasanah
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang 1.) Karakteristik petani jeruk siam Desa Pucang Agung. 2.) Tingkat motivasi petani jeruk siam Desa Pucang Agung. 3.) Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi motivasi petani dalam berusahatani jeruk siam Desa Pucang Agung. Metode penelitian menggunakan deskriptif analisis. Pemilihan lokasi penelitian secara purposive. Penentuan jumlah responden penelitian menggunakan metode sampling jenuh. Jumlah responden yang dija dikan sampel penelitian sebanyak 47 petani. Penelitian menggunakan analisis deskriptif, skala likert, kelas interval dan regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian, karakteristik petani Desa Pucang Agung yang sampai dengan saat ini (tahun 2020) masih menjalankan kegiatan usahatani jeruk siam sebagian besar berusia produktif antara 33-64 tahun (91,49%), tingkat pendidikan formal SD-SMP, pengalaman berusahatani jeruk siam sedang diantara 11-20 tahun, luas lahan antara 501-1.000 m², tingkat motivasi kuat dengan skor interval (28.01-36.00), faktor pendidikan formal, faktor pendidikan non formal, faktor pengalaman usahatani, faktor luas lahan, dan faktor harga jual jeruk berpengaruh terhadap motivasi petani Desa Pucang Agung dalam menjalankan usahatani jeruk siam. Kata Kunci : motivasi petani, usahatani jeruk siam
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Bengkuang di Desa Pejagatan Kecamatan Kutowinangun Kabupaten Kebumen Desi Damayanti; Isna Windani; Uswatun Hasanah
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan keuntungan pada usahatani bengkuang, 2) Kelayakan usahatani bengkuang, dan 3) Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi bengkuang. Sampel penelitian berjumlah 73 petani yang ditentukan dengan mengaplikasikan rumus Yamane, pengambilan sampel di Desa Pejagatan dilakukan dengan sengaja (purposive) dengan mempertimbangkan alasan sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan fungsi produksi Cobb Douglas, biaya produksi, keuntungan dan kelayakan usahatani. Hasil analisis menunjukkan bahwa usahatani bengkuang di Desa Pejagatan memerlukan rata-rata total biaya sebesar Rp. 2.523.787/MT, rata-rata penerimaan sebesar Rp.10.459.041/MT, rata-rata pendapatan sebesar Rp.9.444.197/MT, dan rata-rata keuntungan sebesar Rp. 7.935.253/MT. Hasil analisis R/C Ratio, produktivitas modal dan produktivitas tenaga kerja menunjukan bahwa usahatani bengkuang di Desa Pejagatan layak untuk diusahakan. Faktor produksi yang secara individual (parsial) berpengaruh secara signifikan terhadap produksi bengkuang yaitu luas lahan, benih, pupuk urea dan tenaga kerja sedangkan untuk pengalaman berusahatani dan dummy variabel pupuk kandang tidak berpengaruh secara signifikan atau nyata. Kata Kunci: produksi, bengkuang, kelayakan, Cobb Douglas
Sikap Produsen terhadap Penggunaan Kedelai pada Industri Rumah Tangga Tempe di Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo Fatih Hidayat Shafarudin; Isna Windani; Dyah Panuntun Utami
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisitik industri rumah tangga tempe di kecamatan Purworejo kabupaten Purworejo, mengetahui sikap produsen terhadap penggunaan kedelai pada industri rumah tangga tempe di kecamatan Purworejo kabupaten Purworejo, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi tempe pada industri rumah tangga tempe di kecamatan Purworejo kabupaten Purworejo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Pemilihan lokasi penelitian menggunakan metodologi penelitian secara sengaja (purposive sampling). Teknik yang digunakan untuk pengambilan responden ini dengan metode sampling jenuh. Jumlah sampel yang diambil yaitu sebanyak 32 responden. Dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, analisis multi atribut Fishbein dan analisis Cobb Douglas. Hasil penelitian ini adalah karakteristik industri rumah tangga tempe di 3 desa (desa Cangkrep Kidul, Cangkrep Lor dan Sidorejo) di kecamatan Purworejo dijalankan secara turun-temurun dengan mayoritas pelaku industri rumah tangga tempe adalah perempuan, bahan baku diperoleh dengan mudah dan jumlah (Kg) bahan baku yang digunakan pelaku industri rumah tangga tempe per bulan rata-rata 306,625 Kg dan menghasilkan 2191,9 potong tempe, sebagian besar industri rumah tangga tempe melakukan usaha diatas 10 tahun, tingkat pendidikan responden pelaku industri tempe terbilang sedang karena mayoritas responden pelaku industri tempe berpendidikan SMP, rata-rata pemasaran dijual ke pasar tradisional dengan jangkauan wilayah satu kecamatan Purworejo, sikap (Ao) produsen terhadap penggunaan kedelai pada industri rumah tangga tempe adalah baik dengan nilai sikap (Ao) sebesar 16,53, faktor-faktor yang mempengaruhi produksi tempe pada industri rumah tangga tempe adalah (kedelai, ragi, tenaga kerja, lama usaha). Kata Kunci : kedelai, tempe, sikap industri rumah tangga
Analisis Keuntungan dan Kelayakan Usaha Produksi Tahu di Desa Tamanan Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso Fefi Nurdiana Widjayanti
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor industri pengolahan merupakan salah satu penyumbang dalam memantapkan perekonomian di Indonesia (Holle & Dewi, 2014). Kedelai merupakan bahan baku utama pembuatan tahu yang sangat dibutuhkan bagi berlangsungnya suatu proses produksi. Usaha pembuatan tahu dirasa memberikan kontribusi pendapatan yang baik bagi produsen karena permintaan tahu tidak pernah turun, sehingga meningkatkan taraf hidup pengusaha serta banyak dari produsen ingin mengembangkan usaha untuk kedepannya melalui pemasaran yang optimal (Mubaranto et al., 2019). Penelitian ini berjudul Analisis Keuntungan dan Kelayakan Usaha Produksi Tahu di Desa Tamanan Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui keuntungan produksi tahu, (2) untuk menghitung nilai titik impas produksi tahu dan (3) untuk mengetahui kelayakan usaha produksi tahu di Desa Tamanan, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso. Penentuan daerah penelitian tersebut dilakukan secara sengaja (purposive) berdasarkan pertimbangan bahwa Desa Tamanan, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso merupakan salah satu sentra industri pembuatan tahu di Kabupaten Bondowoso. Metode analisis yang digunakan adalah (1) untuk menghitung keuntungan menggunakan pendekatan teori keuntungan (2) untuk menghitung nilai titik impas menggunakan analisis titik impas (3) untuk mengetahui kelayakan usaha produksi tahu menggunakan analisis kelayakan. Hasil dari penelitian ini adalah (1) rata-rata keuntungan produksi tahu di Desa Tamanan sebesar Rp 1.817.472 per produksi (2) rata-rata BEP (unit) sebesar 27 unit setiap produksinya di Desa Tamanan Kabupaten Bondowoso, artinya industri tahu di Desa Tamanan Kabupaten Bondowoso perlu menjual 27 unit / potong tahu agar terjadi Break Even Point. Pada pejualan unit ke 48, baru mulai memperoleh keuntungan. Sedangkan rata-rata BEP (Rupiah) sebesar Rp 5.429, artinya industri tahu di Desa Tamanan Kabupaten Bondowoso perlu mendapatkan Rp 5.429 setiap produksi agar terjadi Break Even Point (3) usaha tahu di Desa Tamanan, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso layak diusahakan atau dengan kata lain menguntungkan dan layak di kembangkan dengan rata-rata R/C ratio nya adalah 2,00. Kata kunci : keuntungan, BEP, produksi tahu, tahu.
Distribusi Benih Jagung Manis “VIRGINIA” Pada Masa Pandemi Covid-19 di PT Tunas Agro Persada Kabupaten Boyolali Esti Rahmaningsih; Dyah Panuntun Utami; Didik Widiyantono
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui penjualan benih jagung manis Virginia sebelum dan saat pandemic covid-19; 2) mengetahui saluran distribusi benih jagung manis Virginia pada masa pandemi covid-19; dan 3) mengetahui kendala dan solusi distribusi benih jagung manis Virginia di masa pandemi covid-19. Metode penelitian adalah studi kasus di PT Tunas Agro Persada Kabupaten Boyolali. Pemilihan sampel lokasi secara purposive sampling. Responden yang dijadikan sampel adalah Kepala Cabang, Manajer Pemasaran, Manajer Produksi, Staf Pemasaran, dan Bagian Personalia. Analisis data secara deskriptif analitis. Data yang diambil adalah data penjualan tahun 2019 (sebelum pandemic covid-19) dan data penjualan tahun 2020 (masa pandemi covid-19). Hasil analisis menunjukkan bahwa penjualan benih jagung manis Virginia sebelum pandemi dan masa pandemi mengalami kenaikan dengan daerah penjualan tertinggi Jawa Timur. Saluran distribusi yang digunakan PT Tunas Agro Persada adalah saluran distribusi langsung dan saluran distribusi tidak langsung. Kendala yang dihadapi PT Tunas Agro Persada adalah keterlambatan pengiriman, kemacetan lalu lintas, dan infrastruktur yang kurang baik. Solusi untuk mengatasi kendala dengan menggunakan penyedia kurir distribusi yang tersedia di daerah penjualan, sosial media, dan melalui jalan tol yang bebas hambatan agar barang lebih cepat sampai ke konsumen. Kata Kunci: benih jagung manis Virginia, masa pandemi, distribusi
Analisis Quality Control dalam Meningkatkan Kualitas Wortel Organik di PO. Sayur Organik Merbabu Kabupaten Semarang Isna Windani; Uswatun Hasanah; Siti Rochimah
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui penanganan pengendalian kualitas (quality control) wortel organik di PO.SOM ; 2) hambatan dalam pelaksanaan pengendalian kualitas (quality control) wortel organik di PO.SOM ; dan 3) mengetahui quality control dalam meningkatkan kualitas produk wortel organik di PO.SOM. Metode penelitian adalah studi kasus di PO. Sayur Organik Merbabu Kabupaten Semarang. Pemilihan sampel lokasi secara purposive sampling. Responden yang dijadikan sampel adalah Owner PO.SOM dan Kepala Bagian Quality Control PO.SOM. Analisis data secara deskriptif analitis. Data yang diambil adalah data penjualan bulan Januari tahun 2021, data ketersediaan benih dan data selisih kerusakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penanganan quality control wortel organik di PO. SOM Semarang ada 9 tahap yaitu, 1) Penerimaan dari petani mitra, 2) Pencatatan, 3) Sortasi, 4) Perlakuan ozon, 5) Grading, 6) Penimbangan, 7) Pengemasan, 8) Labeling, 9) Distribusi. Dalam proses produksi terdapat beberapa kendala baik internal maupun eksternal. Pelaksanaan pengendalian kualitas (quality control) dalam meningkatkan kualitas produk wortel organik PO. Sayur Organik Merbabu telah dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Perusahaan untuk menghasilkan produk sesuai dengan spesifikasi, dimulai dari kedatangan bahan baku, proses pensortiran sampai pengemasan. Kata Kunci: quality control, SOM, wortel organik

Page 5 of 12 | Total Record : 113