cover
Contact Name
Addin Kurnia Putr
Contact Email
addinkurniaputri@gmail.com
Phone
+6285725117255
Journal Mail Official
addinkurniaputri@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir. Sutami No. 36A, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Development and Social Change
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal ini memfokuskan pada hasil penelitian, review teori dan metodologi dan juga review buku dalam perspektif keilmuan sosiologi terutama terkait pokok persoalan pembangunan dan perubahan sosial dalam persepektif nasional maupun internasional, Masyarakat, Komunitas, Kelompok Sosial dan Hubungan antar Kelompok Sosial, Interaksi Sosial, Struktur Sosial, Lembaga Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, Metode Penelitian Sosial, Sosiologi Keluarga, Sosiologi Politik, Sosiologi Pendidikan, Sosiologi Ekonomi, Sosiologi Hukum, Sosiologi Agama, Sosiologi Budaya, Sosiologi Perkotaan, Sosiologi Pedesaan, Sosiologi Masalah Sosial, Sosiologi Klinik.
Articles 36 Documents
Kreativitas Mahasiswa dalam Turnamen Game Online Mobile Legends: Bang Bang pada Ormawa UNS E-sports Regita, Tatiana Pramudya
Journal of Development and Social Change Vol 8, No 1 (2025): Volume 8, No.1 (April 2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v8i1.99489

Abstract

The rapid development of E-sports in Indonesia is marked by the increasing number of tournaments and E-sports communities. This study aims to examine student creativity in Mobile legends: Bang Bang (MLBB) Online game tournaments within the UNS E-sports Organization and to understand the factors driving student participation in these competitions. This research employs a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving students actively participating in the UNS E-sports Organization. This study applies David McClelland’s Need for Achievement theory and Max Weber’s Social Action theory to explore how achievement motivation and social interaction shape student creativity.The results show that students join the UNS E-sports Organization due to their interest in E-sports, skill development, and the motivation to compete and network. Participation in MLBB tournaments is driven by the desire to test abilities, achieve success, and gain competitive experience. Student creativity in tournaments is reflected in four main aspects: fluency (idea generation and problem-solving), flexibility (adaptability in strategy), elaboration (idea development and refinement), and originality (unique and innovative approaches). These creative aspects are evident in strategic game planning, adaptation to match dynamics, and effective teamwork management. The outcomes of this creativity include achievements, real-life skill development, and increased self-confidence. This study concludes that MLBB Online game tournaments are not merely competitive arenas but also serve as platforms for students to actualize and enhance their creativity.
Biopower dalam Penggunaan Filter Instagram pada Mahasiswa UNS Kukuh, Maestu Kunma
Journal of Development and Social Change Vol 7, No 2 (2024): Volume 7, No.2, October 2024
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v7i2.98783

Abstract

Saat ini banyak orang khususnya mahasiswa dalam memanfaatkan media sosial. Mahasiswa memanfaatkan media sosial karena banyak fitur yang menarik, salah satunya fitur filter Instagram. Melalui penggunaan filter Instagram mereka dapat menutupi kekurangan dirinya dan mendapatkan identitas baru. Disaat yang bersamaan, penggunaan filter Instagram juga dapat memperlihatkan bagaimana seseorang memiliki biopower sebagai bentuk kuasa atas tubuh biologisnya dalam memilih penggunaan Instagram. Tujuan dari penelitian ini memperlihatkan bagaimana Biopower dalam penggunaan filter Instagram pada mahasiswa UNS dan kaitannya dengan identitas mereka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan fenomenologi. Ditemukan hasil dari penelitian ini adalah  adanya pendapat bahwa terdapat biopower serta krisis biopower terjadi penggunaan filter Instagram oleh mahasiswa UNS. Selain itu terdapat berbagai dampak penggunaan filter Instagram yang dipengaruhi standar kecantikan oleh mahasiswa UNS. Ditambah lagi dengan adanya pendapat mengenai adanya pengaruh dan tidak pengaruh pada identitas sosial mahasiswa UNS dalam penggunaan filter Instagram
Konstruksi Sosial Mahasiswa dalam Fenomena Childfree dan Konsep Keluarga Ideal di Indonesia Purnama, Anisa Sabrina; Pujihartati, M.Si, Dra. Sri Hilmi
Journal of Development and Social Change Vol 7, No 2 (2024): Volume 7, No.2, October 2024
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v7i2.91212

Abstract

Fenomena childfree semakin marak di kalangan generasi muda yang masih berada dalam fase eksplorasi diri dan belum mantap menentukan sikap dalam memaknai anak serta mempersiapkan diri dalam membangun keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena tersebut dari perspektif mahasiswa yang akan menjadi calon pembentuk keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pandangan mereka mengenai fenomena childfree dan tanggapan mereka terhadap konsep keluarga ideal yang diinginkan di masa mendatang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa memiliki penafsiran yang sama mengenai fenomena childfree dan konsep keluarga ideal di Indonesia. Dari adanya fenomena childfree memberikan sudut pandang baru bahwa keluarga tidak selalu tentang keturunan, melainkan menekankan kualitas. Namun, terdapat perbedaan dalam cara mereka merespon keberadaan fenomena childfree yang berdampak pada konsep keluarga ideal. Sebagian melihat childfree sebagai sebuah fenomena positif yang mencerminkan pilihan akan kehadiran anak yang relatif dan terpilih. Di sisi lain, menganggap fenomena childfree sebagai pandangan yang negatif karena dianggap sebagai penolakan terhadap kebaikan memiliki anak yang sebenarnya bisa diupayakan.
Tindakan Sosial Perajin Gerabah dalam Ketahan Industri Gerabah di Desa Bentangan Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten Qodtrunada, Nurahadatul 'Aisy
Journal of Development and Social Change Vol 8, No 2 (2025): Volume 8, No.2 (October 2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v8i2.100278

Abstract

The pottery industry in Bentangan Village is one of the industries that has managed to survive amidst economic changes. However, its sustainability is at risk due to the declining number of artisans and the lack of regeneration. This study aims to analyze the resilience of artisans in facing challenges and examine the social actions underlying their choices. The research employs a qualitative descriptive approach, with data collected through interviews, observation, and documentation. The findings are analyzed using Max Weber's social action theory and resilience theory. The results indicate that the social action of pottery artisans can be categorized into Weber's four types of actions: affectual, traditional, instrumental-rational, and value-rational actions. Most artisans continue their work primarily due to economic factors, without considering long-term business development. Their resilience in overcoming challenges is largely individual, with little to no support from community systems or sustainable policies.
Pola Konsumsi Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta Pada Penggunaan Transaksi Dompet Digital (E-Wallet) (Studi Kasus Pada Mahasiswa Pengguna Dompet Digital di Universitas Sebelas Maret) Putra, Yosafat
Journal of Development and Social Change Vol 7, No 1 (2024): JODASC, Volume 7, No.1, 2024
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v7i1.82779

Abstract

Keberadaan dompet digital dengan pasar online yang beragam mengubah gaya hidup berbelanja mahasiswa. Kemudahan, kecepatan dan efisiensi yang ditawarkan dompet digital membuat mahasiswa menggunakannya sebagai alat pembayaran menggantikan metode pembayaran tunai. Kelengkapan layanan tersebut berdampak pada meningkatnya minat konsumsi mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan perubahan pola konsumsi mahasiswa Universitas Sebelas Maret saat memilih menggunakan dompet digital (e-wallet) serta menganalisis pemanfaatan transaksi yang digunakan saat menggunakan dompet digital. Metode penelitian ini adalah studi kasus kualitatif. Teknik analisis data interaktif, dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa Universitas Sebelas Maret menganggap dompet digital adalah suatu alat pembayaran yang mudah tanpa menggunakan uang tunai. Dalam penelitian ini ditemukan beberapa dompet digital yang banyak dipakai antara lain Shopeepay, Dana, Gopay, Ovo dan beberapa M-Banking dari bank. Mudah, praktis dan simple menjadi alasan paling sering ditemukan kenapa dompet digital digunakan. Dari alasan tersebutlah ditemukan adanya peningkatan dalam pola konsumsi para penggunanya. Pemanfaatan dalam dompet digital dalam penelitian ini terbagi menjadi 3. Kebutuhan, non-kebutuhan, dan lainnya. Intensitas penggunaannya beragam ada yang menggunakannya 2 kali dalam satu bulan hingga ada pula yang menggunakannya setiap hari. Begitu pula dengan ketergantungannya, ada yang tergantung dan bahkan tidak tergantung dengan penggunaannya. Walaupun begitu dalam hal penggunaan secara berlebihan hanya sedikit yang pernah menggunakan dompet digital secara berlebihan. Pemanfaatan layanan paylater masih sedikit yang menggunakan lantaran merasa terbeban dengan tanggungan setiap bulannya. Sedang kendala yang dialami dalam penggunaannya antara lain sinyal gadget yang tidak memadai hingga lupa password untuk mengakses dompet digital. Kata Kunci: Pola Konsumsi, Penggunaan Transaksi Dompet Digital 
Konstruksi Sosial Penerima Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Sebagai Identitas Sosial: Studi Kasus Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar Khalawati, Armeita
Journal of Development and Social Change Vol 8, No 1 (2025): Volume 8, No.1 (April 2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v8i1.100075

Abstract

Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) aims to accelerate the resolution of uninhabitable housing issues under the Directorate General (Ditjen) of Housing, Ministry of Public Works and Public Housing. This objective is carried out through a scheme that enhances self-sufficiency among low-income communities to improve the quality of habitable housing. This study aims to understand how social construction is formed regarding beneficiaries, how the social identity of beneficiaries develops, and the factors influencing the social construction of BSPS recipients in Pendem Village, Mojogedang District, Karanganyar Regency. This research employs Peter L. Berger’s Social Construction Theory to comprehensively explore the data. A qualitative method with a case study approach was used to highlight processes and meanings by deeply understanding, exploring, and describing data obtained from informants. The focus of this case study research lies in contemporary phenomena within real-life contexts. Data sources consist of primary data collected through interviews, observations, and documentation involving the local community surrounding BSPS beneficiaries, as well as secondary sources from relevant literature. The findings indicate that the BSPS program fosters diverse forms of social construction, including social participation, changes in stigma, and a more positive social recognition of beneficiaries. The social identity of recipients emerges through greater acknowledgment, self-sufficiency, and participation in community cooperation. The key factors influencing social construction toward beneficiaries include economic, social, political, and religious aspects.
Nilai-Nilai Dalam dan Luar Keluarga pada Film “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” Karya Angga Dwimas Sasongko Lasmoro, Diva Putri; Mundayat, Aris Arif
Journal of Development and Social Change Vol 8, No 1 (2025): Volume 8, No.1 (April 2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v8i1.98744

Abstract

Mass media is a means of disseminating information and communication, one of which is film. Movies are very interesting media because they combine audio and visual. Not only does it provide entertainment, but also as an informative moral message, history, and solutions to themes that develop in society. This research was conducted with the aim of knowing the values inside and outside the family represented socially in the movie “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” by Angga Dwimas Sasongko. The research method used descriptive qualitative method with the unit of analysis of the scenes in the movie Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. This research uses Serge Moscovici's Social Representation Theory. The results of this study show values from inside and outside the family that are qualified in the concepts of anchorage, objectivation, and naturalization. Then there are concepts that do not exist in Serge Moscovici's social representation theory, namely de-objectivation and de-naturalization.
Konstruksi Sosial Kecantikan Pada Mahasiswi Pengguna Perawatan Rambut Smoothing Keratin di Surakarta Sari Wibisono, Zeta Azerine Kusuma Indira
Journal of Development and Social Change Vol 7, No 2 (2024): Volume 7, No.2, October 2024
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v7i2.98526

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi kecantikan yang terbentuk pada mahasiswi di kota Surakarta yang melakukan perawatan rambut Smoothing Keratin : dan faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswi dalam melakukan perawatan rambut Smoothing Keratin. Teori yang digunakan konstruksi realitas Peter L.Berger dan Thomas Luckmann, melalui 3 (tiga) momen dialektis yaitu: Eksternalisasi, Obyektifasi, dan Internalisasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik Pengumpulan Data dengan In-Depth Interview, Observasi dan Dokumentasi. Teknik Analisis Data menggunakan teknik analisis Miles and Huberman. Hasil penelitian bahwa mahasiswi di Kota Surakarta mengeksternalkan diri mereka dengan mengikuti konsep kecantikan memiliki rambut yang halus dan lurus dengan Smoothing Keratin. Hal ini merupakan proses obyektivasi makna cantik di kalangan mahasiswi di Surakarta. Tahap internalisasi dengan menerapkan secara rutin dalam merawat kecantikan rambut dengan Smoothing Keratin sehingga mampu menjadi konstruksi sosial, menginternalisasikan makna kecantikan dengan keindahan rambut. Dampak positif yaitu lebih percaya diri, mendapat pujian, tampil cantik, rambut sehat dan rapi. Dampak negatif yaitu biaya mahal, alokasi waktu, rasa panas di kulit kepala saat catok, bau obat menyengat, dan kerontokan rambut.
Transformasi Tradisi Sembogo pada Tata Rias Pengantin Jawa: Studi Kasus Komunitas Rias Paes Ayu Surakarta Dewanti, Virginnia Kusuma; Pujihartati, Sri Hilmi
Journal of Development and Social Change Vol 8, No 2 (2025): Volume 8, No.2 (October 2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v8i2.100533

Abstract

Tradisi sembogo merupakan salah satu prosesi dalam tata rias pengantin adat Jawa yang dilakukan oleh perias sembogo dengan meniupkan asap rokok ke bagian tertentu pada pengantin. Ritual ini dipercaya dapat memancarkan aura kecantikan dan memberikan keberkahan bagi pernikahan. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, sembogo mengalami transformasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan yang terjadi pada tradisi sembogo, faktor-faktor yang menyebabkan transformasi, serta dampaknya terhadap tata rias pengantin Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus Komunitas Rias Paes Ayu di Surakarta. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sembogo mengalami pergeseran dari praktik tata rias pengantin Jawa menjadi wacana budaya yang lebih sering diajarkan dalam seminar atau kursus rias dibandingkan dipraktikkan langsung dalam pernikahan. Faktor-faktor utama yang mempengaruhi transformasi ini meliputi perubahan pola pikir terhadap konsep kecantikan, pergeseran gaya hidup yang lebih efisien, meningkatnya religiusitas, pengaruh globalisasi dan media sosial, serta perubahan lingkungan sosial yang semakin modern. Dampaknya, praktik sembogo semakin jarang dilakukan dalam pernikahan adat Jawa, profesi perias sembogo beralih lebih kepada edukasi dan pelestarian budaya, serta tata rias pengantin lebih banyak mengadopsi tren riasan modern tanpa ritual adat. Transformasi ini menunjukkan bahwa tradisi budaya dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa sepenuhnya kehilangan makna simboliknya. 
Reproduksi Kultural Pada Masyarakat Petani Kampung Miliarder Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar Wibowo, B.Mayang Sada; Naredia, Shubuha Pilar
Journal of Development and Social Change Vol 7, No 1 (2024): JODASC, Volume 7, No.1, 2024
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v7i1.88564

Abstract

Pembangunan Bendungan Jlantah dilaksanakan pada salah satu desa di Kabupaten Karanganyar, yaitu Desa Tlobo sangat berdampak pada kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah kemunculan hunian mewah sebagai perwujudan kompensasi yang diterima oleh masyarakat kemudian tersematlah identitas Kampung Miliarder. Pada Kampung Miliarder itulah masyarakat menjalankan ativitasnya dengan berbagai bentuk reproduksi kultural. Maka penelitian ini berfokus pada bagaimana reproduksi kultural pada masyarakat petani Kampung Miliarder Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis tentang praktik reproduksi kultural pada masyarakat petani Kampung Miliarder Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar dengan menggunakan skema praktik reproduksi kultural yang dikembangkan oleh Pierre Bourdieu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus tunggal. Data yang diperoleh bersumber dari informasi secara langsung dari narasumber dan data pendukung lain diperoleh melalui studi kepustakaan mengenai literatur yang satu linear dengan fokus penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Narasumber dipilih menggunakan teknik snowball yang memungkinkan untuk informasi terus berkembang dan mendalam. Data dianalisis menggunakan model interaktif yang berjalan berkesinambungan dengan pengumpulan data. Untuk menjaga keabsahan data digunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat reproduksi kultural yang terjadi pada masyarakat petani Kampung Miliarder Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Pada masyarakat petani tersebut melekat habitus dan kepemilikan akan modal. Praktik reproduksi kultural terjadi akibat kontestasi aktor dalam arena dengan akumulasi habitus dan modal yang melekat. Bentuk reproduksi kultural pada masyarakat petani yang ditemukan dalam penelitain ini berupa; penggunaan Bahasa, tradisi sredekan, dan kegiatan bertani. 

Page 3 of 4 | Total Record : 36