cover
Contact Name
Rini S. Saptaningtyas
Contact Email
sade@unram.ac.id
Phone
+6282144015740
Journal Mail Official
sade@unram.ac.id
Editorial Address
Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram Gedung D Lantai I Jln. Majapahit No. 62 Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SADE Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27762947     EISSN : 27764621     DOI : https://doi.org/10.29303/sade.v1i1
Core Subject : Engineering,
Jurnal SADE merupakan jurnal publikasi ilmiah yang menerbitkan artikel atau tulisan hasil penelitian serta kajian yang mencakup bidang keilmuan Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil. Jurnal SADE diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober oleh Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram terhitung sejak tahun 2021.
Articles 62 Documents
Terminal Pandaan di Kabupaten Pasuruan : Studi Kasus Peralihan menjadi Terminal Transit untuk Pariwisata Octavia Eka Putri Yuantika; Tigor Wilfritz Soaduon Panjaitan; Dadoes Soemarwanto
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2025): SADE Oktober 2025
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sade.v4i2.121

Abstract

Kabupaten Pasuruan yang ada di Provinsi Jawa Timur, memiliki potensi terkait pariwisata dengan berbagai destinasi wisatanya yang menarik. Terminal Pandaan yang bertipe A dan berfungsi sebagai terminal transit di Kabupaten Pasuruan, akan dialih fungsikan menjadi terminal transit untuk pariwisata. Perubahan fungsi terminal bertujuan untuk mendukung aksesibilitas wisatawan di Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi dan mengevaluasi potensi peralihan Terminal Pandaan menjadi terminal transit untuk pariwisata. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui studi pustaka, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Terminal Pandaan memiliki beberapa fasilitas, tetapi masih perlu adanya peningkatan dalam hal aksesibilitas, fasilitas untuk penyandang disabilitas, dan promosi terkait destinasi wisata. Oleh karena itu, disarankan untuk menambah fasilitas seperti area parkir, alternatif angkutan wisata, dan pusat informasi yang lebih informatif. Dengan adanya perbaikan ini, diharapkan Terminal Pandaan dapat berfungsi lebih optimal sebagai pusat transit yang mendukung sektor pariwisata yang ada di Kabupaten Pasuruan.
Analisis Studi Kesenjangan Infrastruktur di Kawasan Pusat Permukiman pada Kelurahan Dasan Agung dan Kekalik Jaya Kota Mataram Lalu Muhammad Faqih Firmansyah; Hilma Luthfia; Ferawati Fajrin; Muhammad Julfi Zahari; Iva Nur Ilmi; Giska Ayu Pradana Putri Kamase
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2025): SADE Oktober 2025
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sade.v4i2.130

Abstract

This study analyzes infrastructure disparities in the settlements of Dasan Agung and Kekalik in Mataram City. Although both are located in the city center, they exhibit different infrastructure conditions. The study compares the physical conditions and basic services in both areas and identifies the factors causing these disparities to support equitable and sustainable settlement planning. A qualitative-comparative case study method was used, involving observations and in-depth interviews. Quantitative analysis was conducted through scoring key infrastructure variables: roads, drainage, clean water, and electricity. The results show that Dasan Agung has an average score of 29% (poor), while Kekalik Jaya scores 54% (fair). Although the total aggregate scores appear similar, the distribution of scores across indicators reveals significant disparities. Dasan Agung performs better in road layout, but its physical condition is poor due to lack of maintenance. Its drainage system frequently floods due to open and clogged channels, in contrast to Kekalik's more efficient system. While clean water and electricity scores are identical, Kekalik provides more stable and legal services. These disparities are influenced by weak supervision and spatial planning policies that have not reached self-built settlements. The findings reflect Todaro and Smith’s theory and highlight obstacles to achieving SDGs 9 and 11.
Studi Penerapan Konsep Arsitektur Simbolik dalam Perancangan Galeri Budaya di Kota Denpasar Andru Aldino; Ibrahim Tohar; Joko Santoso
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2025): SADE Oktober 2025
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sade.v4i2.149

Abstract

Kota Denpasar memiliki potensi budaya yang kuat, namun tantangan globalisasi dan perubahan pola interaksi generasi muda terhadap budaya lokal menyebabkan perlunya ruang edukasi budaya yang lebih kontekstual dan simbolis. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan konsep arsitektur simbolik dalam perancangan Galeri Budaya di Kota Denpasar untuk memperkuat identitas lokal melalui bentuk, orientasi, dan elemen budaya Bali yang memiliki makna filosofis. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian literatur mengenai simbolisme arsitektural, kosmologi Bali, serta standar perancangan galeri budaya. Selain itu, dilakukan analisis studi preseden untuk memahami penerapan konsep serupa pada bangunan galeri sejenis di berbagai daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan simbol budaya dalam bentuk massa, motif, orientasi ruang berdasarkan konsep kaja kelod dan sanga mandala, serta integrasi narasi visual mampu menciptakan ruang pamer yang komunikatif, imersif, dan bermakna. Penerapan arsitektur simbolik terbukti tidak hanya memperkuat identitas visual bangunan, tetapi juga meningkatkan keterlibatan emosional dan pemahaman pengunjung terhadap nilai budaya Bali. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar perancangan galeri budaya yang mampu menjembatani tradisi, teknologi, dan kebutuhan ruang modern secara berkelanjutan serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
Identifikasi Pengembangan Petroleum Geoheritage sebagai Wisata Edukasi di Kabupaten Bojonegoro Riadi; Ibrahim Tohar; Rahman Hakim
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2025): SADE Oktober 2025
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sade.v4i2.151

Abstract

Kawasan Petroleum Geoheritage Teksas Wonocolo di Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi geologi, sejarah industri minyak tradisional, serta nilai edukatif yang tinggi dan unik di Indonesia. Keberadaan sumur minyak tradisional yang masih beroperasi secara manual, temuan fosil fauna purba, serta lanskap geologi yang khas menjadikan kawasan ini layak dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi berbasis geoheritage. Namun demikian, pemanfaatan potensi kawasan tersebut masih belum optimal, terutama terkait keterbatasan fasilitas edukasi, kurangnya media interpretasi geologi, penataan ruang dan sistem sirkulasi yang belum terstruktur, serta pengelolaan kawasan yang belum terintegrasi secara berkelanjutan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi besar kawasan dan tingkat pemanfaatan aktual, sehingga diperlukan arah pengembangan yang terencana dan berbasis kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan studi arah pengembangan Petroleum Geoheritage sebagai wisata edukasi di Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik observasi lapangan, wawancara dengan pengelola dan masyarakat, studi literatur, serta dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan lima aspek kajian, yaitu kondisi eksisting kawasan, aksesibilitas, fasilitas dan sarana wisata, aktivitas dan kebutuhan pengunjung, serta regulasi kebijakan pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan memiliki potensi yang signifikan untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi berbasis geoheritage yang mendukung pelestarian warisan geologi, peningkatan literasi geosains, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Namun, pengembangan kawasan memerlukan peningkatan kualitas fasilitas edukasi, penataan sistem sirkulasi dan aksesibilitas, pengembangan jalur wisata tematik dan ruang interpretasi, serta penguatan sistem pengelolaan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan. Arah pengembangan yang dihasilkan dalam penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan dan perancangan kawasan pada tahap selanjutnya, serta mendukung pengembangan Petroleum Geoheritage Teksas Wonocolo sebagai destinasi wisata edukasi yang berdaya saing, berkelanjutan, dan berpotensi menuju pengakuan sebagai kawasan geopark berstandar internasional.
Perumusan Konsep Dasar pada Perancangan Rumah Susun Sederhana Sewa di Kota Semarang Adi Prayitno; Andarita Rolalisasi; Farida Murti
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2025): SADE Oktober 2025
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sade.v4i2.174

Abstract

Kota Semarang menghadapi tantangan kepadatan penduduk dan tingginya angka backlog hunian yang mencapai 124.657 unit pada tahun 2024. Ketidakterjangkauan harga properti bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) memicu pertumbuhan permukiman tidak layak. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep perancangan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) dengan pendekatan arsitektur perilaku. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menghasilkan konsep utama "LUMPIA" (Lingkungan Utama Membentuk Perilaku Interaksi Akrab). Konsep ini mengintegrasikan karakteristik sosial penghuni dengan mitigasi kondisi geografis pesisir Semarang yang rawan banjir. Implementasi desain meliputi orientasi bangunan hemat energi, penggunaan bioswale, serta penyediaan koridor luas dan ruang komunal sebagai pemicu interaksi sosial. Hasil penelitian ini memberikan panduan desain hunian vertikal yang adaptif, manusiawi, dan berkelanjutan bagi peningkatan kualitas hidup MBR di wilayah pesisir.
SADE Vol.4 No.2 Oktober 2025 | Bagian Depan Editor SADE
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2025): SADE Oktober 2025
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian Koridor Pelabuhan Kota Tua Ampenan dalam Rangka Menjaga Nilai Sejarah Arsitektur nada putrie; Rini S. Saptaningtyas; Ismira Bulan Fadhila; Annisa Ayu Nur Saufitri; NS. Shahrastian Rashid
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 5 No 1 (2026): SADE April 2026
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sade.v5i1.132

Abstract

Abstract Urban spatial pattern plays a crucial role in shaping an efficient, organized, and sustainable city structure. The Cakranegara area in Mataram City exemplifies a grid-based spatial layout inherited from traditional HinduBalinese urban planning. This study aims to analyze the morphological characteristics of the Cakranegara area and its implications for urban development. A case study method with a descriptive qualitative approach was employed, including field observation, literature review, and spatial analysis using historical and recent map overlays. The findings reveal that Cakranegara’s grid spatial pattern facilitates mobility, spatial management, and the preservation of cultural and historical values. However, rapid economic growth has pressured open spaces and caused land-use conversions, posing challenges to maintaining the area's sustainability. This study recommends integrating the preservation of urban morphology heritage with adaptive urban development strategies to build a competitive and sustainable city. Kata kunci: urban morphology; spatial pattern; Cakranegara; spatial planning; urban development
Analisis Tinjauan Aksi pada Perencanaan Pengembangan Stadion Sepak Bola di Kabupaten Nganjuk Dion Ardian Oktaviano; Febby Rahmatullah Masruchin; Darmansjah Tjahja Prakasa
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 5 No 1 (2026): SADE April 2026
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sade.v5i1.146

Abstract

Stadion Anjuk Ladang sebagai fasilitas utama sepak bola di Kabupaten Nganjuk telah mengalami ketertinggalan infrastruktur dan ketidaksesuaian dengan standar prasarana dan sarana stadion sepak bola dalam Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 7 Tahun 2021, terutama pada aspek sirkulasi, zonasi keamanan, dan fasilitas pengguna, sehingga membatasi operasional pertandingan profesional. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan eksisting, mengevaluasi kendala keterbatasan lahan, serta merumuskan arah pengembangan stadion yang sesuai standar nasional dan kebutuhan masyarakat setempat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-analitik dengan data primer dari observasi lapangan dan data sekunder dari kajian regulasi serta pengukuran digital Google Earth sebagai perbandingan dan kebutuhan luasan lahan pengembangan, dianalisis melalui perbandingan standar (kualitatif-kuantitatif), benchmarking luas lahan stadion rujukan, serta sintesis rekomendasi aksi desain.​ Hasil menunjukkan ketidaksesuaian 81,48% dari 27 kriteria standar yang disandingkan, dengan luas lahan eksisting hanya 2,92 ha di bawah minimal ideal ≥3,5 ha berdasarkan studi banding Stadion Brawijaya (3,50 ha), Wilis (4,02 ha), dan Letjend H. Soedirman (3,97 ha). Kesimpulan merekomendasikan pembangunan ulang menyeluruh atau relokasi untuk membentuk zonasi aman, sirkulasi terpisah, dan fasilitas multipurpose. Implikasi penelitian mendukung pengembangan olahraga profesional Persenga Nganjuk dan ekonomi lokal melalui stadion modern yang aman serta inklusif.
Analisa Tapak pada Perancangan Sekolah Rakyat Menengah Atas di Bangkalan Enrico Rafi Marbella; Intan Kusumaningayu; Khoudiy Iffiyah
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 5 No 1 (2026): SADE April 2026
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sade.v5i1.153

Abstract

Kabupaten Bangkalan mencatat angka Anak Tidak Sekolah (ATS), Drop Out (DO), dan Lulusan Tidak Melanjutkan (LTM) yang tinggi, sehingga dibutuhkan fasilitas pendidikan alternatif yang lebih inklusif dan mudah diakses. Perancangan Sekolah Rakyat Menengah Atas di Bangkalan diusulkan untuk memberikan kesempatan pendidikan bagi remaja yang tidak sekolah maupun putus sekolah. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu studi teori mengenai aspek tapak, penilaian lokasi menggunakan sistem skor, serta analisis hasil untuk menentukan tapak terbaik. Aspek yang dinilai meliputi zonasi, aksesibilitas, utilitas, fasilitas pendukung, elevasi tapak, kondisi lingkungan, serta potensi pengembangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tapak di Jl. Raya Telang, Kecamatan Kamal, memenuhi syarat sebagai zona pendidikan, memiliki akses jalan memadai, luas lahan cukup, serta regulasi tapak seperti GSB 2 meter, KLB 1,2, KDB 80%, dan KDH 15%. Secara keseluruhan, lokasi ini dinilai layak untuk pengembangan Sekolah Rakyat karena mampu mendukung kebutuhan ruang belajar, kegiatan luar ruang, dan fungsi sekolah sebagai pusat kegiatan masyarakat.
Studi Penerapan Prinsip Arsitektur Pesisir pada Perancangan Sentra Wisata Kuliner di Kota Balikpapan Ahmad Farhan; Tigor Wilfritz Soaduon Panjaitan; Suko Istijanto
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 5 No 1 (2026): SADE April 2026
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sade.v5i1.155

Abstract

Kawasan pesisir memiliki karakter lingkungan yang berbeda dengan wilayah daratan, seperti paparan angin laut, kelembapan tinggi, dan potensi korosi, yang menuntut pendekatan perancangan arsitektur yang adaptif. Kota Balikpapan sebagai kota pesisir memiliki potensi pengembangan sentra wisata kuliner yang berfungsi tidak hanya sebagai fasilitas komersial, tetapi juga sebagai ruang publik. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan prinsip arsitektur pesisir dalam perancangan sentra wisata kuliner di Kota Balikpapan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan studi preseden arsitektural tanpa observasi lapangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip arsitektur pesisir meliputi respon terhadap iklim dan angin laut, orientasi bangunan ke arah laut, penggunaan ruang transisi semi-outdoor, serta pemilihan bentuk, struktur, dan material yang adaptif terhadap lingkungan pesisir. Studi preseden Sydney Fish Market dan Gushan Fish Market memperlihatkan bahwa penerapan prinsip tersebut bersifat kontekstual terhadap kondisi tapak dan lingkungan sekitar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa prinsip arsitektur pesisir dapat menjadi landasan konseptual yang relevan dalam perancangan sentra wisata kuliner pesisir untuk meningkatkan kenyamanan, kualitas ruang, dan keberlanjutan bangunan. Kata kunci: Arsitektur Pesisir; Sentra Wisata Kuliner; Kawasan Pesisir; Ruang Publik; Kota Balikpapan