cover
Contact Name
Komariah
Contact Email
komariah@trisakti.ac.id
Phone
+62271-648939
Journal Mail Official
sembio@fkip.uns.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Biologi FKIP Gedung D Lt 3 FKIP Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36 A Kentingan Surakarta 57126 Jawa Tengah INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Biology Education Conference
Core Subject : Health, Science,
Proceeding Biology Education Conference was published since 2003, with title Prosiding Seminar Nasional Biologi. The early number of the journal were published offline
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,234 Documents
Pengaruh Penerapan Media Berbasis Discovery Learning ECO AR 1-3 terhadap Pemahaman Konsep Ekologi Siswa SMA Ila Maryama1; Puguh Karyanto1; Yudi Rinanto1; Lanang Kuntadi2
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 15, No 1 (2018): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research was conducted to know the influence of media-based discovery learning ECO AR 1-3 towards understanding the ecology material concept at high school students. Research carried out by using the ex post facto method and posttest only control group design. The sampling used was cluster random sampling. They were the students of SMAN 2 Karanganyar who had received the ecosystem material. Data collection was done through observation, documentation, and tests. The data analysis techniques in qualitative and quantitative include instrument NEP attitude and knowledge, normality test, homogeneity test, and independent sample t-test test. Data analysis was assisted with IBM SPSS 21 program. The results showed that (1) ECO-AR 1-3 improves the understanding of the environmental literacy concept in high school students, (2) Both the attitude and knowledge questioner  through homogeneity and normality test show good results and decent as teaching material in order to increase environmental literacy in high school students, (3) the results of the independent sample t-test and both attitude and knowledge questioner show the significance value less than 0.05 so that H0 is rejected and the H1 is accepted.
CONDITIONED MEDIUM DARI KULTUR PRIMER SEL SYARAF Mus musculus Riris L. Puspitasari; Arief Boediono; Ferry Sandra
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara  in vitro,  Embryonic Stem Cell  (ESC) dapat diarahkan perkembangannya menjadi sel neuron dan sel glia. Conditionedmedium  dari kultur primer sel syaraf mengandung sejumlah faktor pertumbuhan antara lain  nerve growth factor (NGF), glial derived-neurotrophic factor (GDNF), nestin, dan glial fibrillary acidic protein (GFAP). Dengan melakukan purifikasi protein yang terkandung  di dalam CM, maka diharapkan spektrum protein yang ada menjadi lebih sempit sehingga protein target dapat terdeteksi. Penelitian ini mempelajari kultur primer sel syaraf yang berasal dari hemisfer Mus musculus. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan CM dari kultur primer sel syaraf  Mus musculus. Medium yang digunakan adalah Dulbecco’s Modified Eagle’s Medium (DMEM) highglucose FBS 10%. Penggantian medium kultur dilakukan setiap 2 hari sekali. Kepadatan sel sekitar 32x103 sel/2 cm2. Setelah hari ke-4 terlihat adanya pertumbuhan neuron bipolar dan neural progenitor cell (NPC). Sel-sel astrosit akan teramati ketika periode kultur diperpanjang. Sel mengalami konfluensi setelah 12 hari kultur. Sel-sel yang tumbuh berguna untuk penjelasan neurogenesis. Kultur primer sel syaraf secara monolayer yang berasal dari hemisfer neonatus mampu mendukung  pertumbuhan sel yang tergolong sebagai neurogenic dan nonneurogenic.  Kata kunci: kultur primer, sel syaraf, conditioned medium, neural progenitor cell, neurogenesis.
Penerapan Instruksi pada Tahap Orientation Pembelajaran Discovery untuk Meningkatkan Kemampuan Menemukan dan Menghubungkan Konsep Galuh Yuli Nurastuti; Joko Ariyanto; Sri Widoretno
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 14, No 1 (2017): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of the research is to improve the abilities of finding and correlating the concept by applicate the instruction of the orientation stage of discovery learning. The research is action class research with 2 cycles. The procedures are planning, implementation, observation and reflection. The subjects of the research are high school students that consist of 10 men and 25 women. The datas of research are the answers and students' note, and also the score of concept map based on expert concept map. The collection of the datas are using observation, interview, documentation and examination to measure the score of the concept map. The validity test is by triangulation technique method. The analyses of the data are by the data reduction, data presentation, and concluding process. The result of the research shows the score the students' ability to find and correlate the concept, measured by using concept map based on the expert concept map. The results of the pre-cycle are on the range 2,84%-18,04%, which the average score of the concept map on the pre-cycle is 9,12% with 16 students are above average. The first cycle has score range between 5,76%-46,3%, which the average score of the concept map is 22,75% with 14 students above average. The second cycle has score range between 5,00%-45,15% which the average score of the concept map is 26,52% with 18 students above average. Thus the implementation of the orientation stage of discovery learning improve the abilities of finding and correlating the concept, measured by the score of the concept map on the first and second cycle.
PERTUMBUHAN VEGETATIF DAN GENERATIF Stachytarpeta jamaicensis(L.) Vahl Solikin Solikin
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 1 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stachytarpeta jamaicensis  belongs to  family   Verbenaceae believed to cure malaria, scabies, headaches,stimulant, tonic, expectorant and fever. The research aims to determine  vegetative and generative growth of Stachytarpeta jamaicensis was conducted in Purwodadi Botanic Garden  in October 2012  -  June 2013 by observing 9 plants  grouped in 3 replications. Seedlings with 6-12 leaves were  planted in polybags  with diameter 13 cm,  height 16 cm   filled  with soil media ‘katel’ (soil stream  sediment).  The plants placed outside the glass house with  light penetration  about 20%. Growth observations conducted every week to high, leaf  number, shoot/branch number,  spike number, spike  length, early flowering and fruit maturity of the plants.  The results showed that  the plant height,  the leaf number, the shoot  and branch and  the spik s number  of the plants was  increasing linearly  up to the age of 90 days after planting (DAP). Early and late flowering varied  each   20-40 DAP  and 69-83 DAP.  The length of spikes  growth following the sigmoid curve and the   fruits mature  at   the age of 38 days after  fertilization.  Keywords: Growth, Stachytarpeta Jamaicensis, Vegetative, Generative
Artikel Kajian PERANAN DAN POLA AKUMULASI PROLINE TANAMAN PADA ADAPTASI CEKAMAN KEKERINGAN Erma Prihastanti
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Para ahli klimatologi memperkirakan dampak pemanasan global akan menyebabkan terjadinya periode kekeringan yang lama. Periode kekeringan sering berasosiasi dengan peristiwa ENSO (El Nino Southern Oscillation). Dibanding dekade sebelumnya, peristiwa ENSO diramalkan akan lebih sering terjadi di masa datang.  Saat musim kering panjang dan berasosiasi dengan peristiwa ENSO sering diiringi oleh penurunan pertumbuhan bahkan kematian tanaman. Tanaman yang mengalami cekaman kekeringan akan berusaha untuk melakukan perubahan-perubahan fisiologi sebagai bentuk adaptasinya. Salah satu bentuk adaptasi tersebut adalah kemampuan tanaman untuk mempertahankan tekanan osmotik dengan mengakumulasi senyawa osmolit  sel sebagai respon terhadap perubahan potensial air dari lingkungan sel. Sebagai konsekuensi dari akumulasi ini, potensial osmotik sel lebih rendah dan cenderung untuk menjaga tekanan turgor. Proline bebas sering terakumulasi selama tanaman mengalami kekeringan yang disebabkan oleh aktivasi biosintesa  dan inaktivasi  degradasi proline. Seringkali peningkatan jumlah proline  dianggap merupakan indikasi toleransi terhadap  kekeringan. Namun demikian masih terjadi kontrovesi tentang fungsi proteksi dari akumulasi proline karena beberapa kasus menunjukkan jika terjadi  over produksi proline justru dapat berakibat buruk saat tanaman menghadapi kondisi cekaman kekeringan. Tulisan ini bertujuan mengkaji peranan dan pola akumulasi proline pada tanaman dalam menghadapi cekaman kekeringan.   Kata Kunci : Proline, pola akumulasi prolin, cekaman kekeringan
Kualitas dan Daya Simpan Kerang Hijau pada Variasi Jenis Pengawet Alami dan Lama Perendaman Titik Suryani; Farida Hikmawati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 13, No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerang hijau (Perna viridis) merupakan salah satu komoditas sumber daya laut yang memiliki nilai ekonomis dan termasuk hidangan yang banyak diminati. Daya simpan kerang hijau tidak lebih dari 12 jam, kulit kerang berlendir dan bau amis yang sangat menyengat karena sudah rusak dan membusuk. Pengawet alami daun jeruk bali, daun kecombrang, dan daun pandan mengandung senyawa flavonoid, tannin, saponin, alkaloid, dan triterpenoid yang berfungsi sebagai zat antimikroba untuk mengawetkan kerang hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dan daya simpan kerang hijau pada variasi jenis  pengawet alami dan lama perendaman. Rancangan penelitian ini  menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor. Faktor 1 pengawet alami: ekstrak daun jeruk bali 150 g (J1), ekstrak daun kecombrang 150 g(J2), ekstrak daun pandan 150g (J3) dan faktor 2:  lama perendaman 13 jam (L1) dan 17 jam (L2). 0,1 ml suspensi(daging kerang) ditebarkan (spread plate ) pada media nutrien agar (NA) yang di inkubasikan 24 jam pada suhu 37oC untuk mengamati jumlah populasi  bakteri  Vibrio sp. yang tumbuh.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kerang hijau terbaik pada perlakuan J2L1 (perendaman ekstrak daun kecombrang selama 13 jam) dengan jumlah populasi bakteri Vibrio sp.   2.1 x105 CFU/g, pH 6.3, kadar air 73,8%, dan daya simpan selama 3 hari.  Hasil uji sensoris menunjukkan bahwa kerang hijau yang direndam dengan ekstrak daun (jeruk bali, kecombrang, dan pandan) selama 13 jam dan 17 jam masih dapat dikonsumsi.Keywords: daun jeruk bali, daun kecombrang, daun pandan, kerang hijau ,populasi bakteri
MEKANISME PERTAHANAN OKSIDATIF SELAMA CEKAMAN KEKERINGAN FASE VEGETATIF PADA PADI LOKAL NTT Yustina Carolina Febrianti Salsinha
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 16, No 1 (2019): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekeringan merupakan faktor abiotik utama yang mempengaruhi penurunan produktivitas tanaman pertanian. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi varietas padi lokal NTT toleran kekeringan melalui mekanisme pertahanan oksidatifnya. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan 17 varietas padi lokal NTT dan 2 varietas pembanding(‘Ciherang’ dan ‘Situ Bagendit’). Perlakuan kekeringan dilakukan metode FTSW(Fraction of transpirable soil water) dengan 3 level perlakuan: FTSW 1(kontrol); 0,5 (sedang) dan 0,2 (tercekam) selama 46 HST (Hari setelah tanam). Berdasarkan parameter yang diamati, varietas padi Seratus-malam Boawae (BSM) dan Gogo Sikka(GS) memiliki persentase peningkatan aktivitas enzim superoksida dismutase (SOD), catalase (CAT) dan askorbat peroksidase (APX) terbesar ketika dipaparkan pada kekeringan. Sementara berdasarkan karakter fenotipik, tampak bahwa varietas BSM dan Kisol (CK) memiliki tingkat reduksi tinggi tanaman, jumlah anakan dan jumlah daun terkecil pada kondisi kekeringan yang menunjukkan ketahanan terhadap cekaman kekeringan. Berdasarkan ANAVA dan uji Duncan dengan tingkat kepercayaan 95%, diperoleh perbedaan signifikan(P<0,05) antar setiap varietas. Sehingga berdasarkan karakter pertahanan oksidatifnya, dapat disimpulkan bahwa varietas Seratus-malam Boawae, Gogo-Sikka dan Kisol Manggarai memiliki ketahanan tinggi terhadap cekaman kekeringan.
PENGGUNAAN JURNAL BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP EMBRIOLOGI HEWAN MAHASISWA PRODI P.BIOLOGI FKIP UNS Harlita Harlita; Riezky Maya Probosari
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian  untuk mengetahui apakah penggunaan jurnal belajar  dapat meningkatkan penguasaan konsep  embriologi hewan mahasiswa prodi P. Biologi FKIP UNS.            Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dimulai dengan identifikasi permasalahan yang ada di kelas. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan tindakan berupa penyusunan langkah-langkah pembelajaran melalui penerapan penggunaan jurnal belajar metakognisi, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, analisis serta refleksi untuk tindakan berikutnya. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester VI Prodi P. Biologi  Tahun Pelajaran 2007/2008. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Kualitas pembelajaran dilihat dari penguasaan konsep mahasiswa. Refleksi belajar mahasiswa diukur menggunakan angket, sedangkan penguasaan konsep mahasiswa diukur melalui tes kognitif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jurnal belajar metakognisi dapat meningkatkan penguasaan konsep mahasiswa dalam mata kuliah Embriologi Hewan. Hal ini  terbukti dengan meningkatnya mahasiswa yang mendapat nilai A dan B,  dengan prosentase nilai A dan B sebesar 80%. Kata kunci: jurnal belajar, penguasaan konsep, embriologi Hewan
Analisis Kemampuan Literasi Lingkungan Siswa SMA Kelas X di Samboja dalam Pembelajaran Biologi Ruqoyyah Nasution
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 13, No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paper ini mengkaji tentang literasi lingkungan yang sudah menjadi isu global di dunia. Penelitian ini di lakukan di kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Hal yang menjadi tolak ukur Literasi lingkungan ialah tes soal yang di berikan kepada siswa SMA di Samboja yang merupakan salah satu area tambang batubara di kabupaten Kutai Kartanegara. Cara mengukur kemampuan literasi lingkungan ini dengan soal literasi lingkungan yang meliputi pengetahuan, keterampilan kognitif, sikap dan perilaku bertanggung jawab terhadap lingkungan. Instrumen alam penelitian ini menggunakan indikator dari North American Association for Environment Education (NAAEE). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa dari SMA Negeri 1 dan 2 kelas X jurusan IPA di Kecamatan Samboja pada tahun ajaran 2015/2016. Hal ini dilihat dari beberapa domain literasi lingkungan yang sudah dipisahkan dalam soal yang di buat. Hasil penelitian memperlihatkan hasil yang berbeda dari dua sekolah yang dijadikan empat penelitian. Sekolah A memiliki literasi Lingkungan yang Tinggi dan Sekolah B memiliki literasi lingkungan yang rendah. Hal ini terlihat dari pensekoran yang dilakukan menggunakan pensekoran Middle School Environment Literasi Survey (MSELS). Sekolah A memperlihatkan skor yang berbeda-beda pada setiap tesnya nilai pengetahuan pada tes 1 Pengetahuan 40,70 tinggi, pada Keterampilan Kognitif 30,82 rendah, sikap 42,57 tinggi, perilaku 44,36 tinggi. Terjadi peningkatan di tes 2. Pada tes ke 2 siswa telah dijelaskan materi pencemaran lingkungan oleh guru. Sekolah B memperlihatkan skor yang berbeda-beda pada setiap tesnya nilai pengetahuan pada tes 1 Pengetahuan 30,99 rendah, pada Keterampilan Kognitif 21,34 rendah, sikap 39,87 rendah, perilaku 42,56 tinggi. Terjadi peningkatan di tes 2. Pada tes ke 2 siswa telah dijelaskan materi pencemaran lingkungan oleh guruKata kunci:    Literasi lingkungan, siswa di Samboja
STRATEGI PEMBELAJARAN BIOLOGI, GENDER DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Susriyati Mahanal
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Berpikir kritis sebagai isu penting terkini telah menjadi fokus dari banyak penelitian di tahun terakhir. Sampai saat ini, banyak usaha telah dilakukan untuk  menunjukkan pentingnya berpikir  kritis  dalam kehidupan masyarakat.   Banyak penelitian telah dilakukan untuk menjelaskan pengaruh berbagai faktor terhadap kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan mengkaji: 1) pengaruh strategi pembelajaran biologi terhadap kemampuan berpikir kritis, 2) pengaruh gender terhadap kemampuan berpikir kritis, dan 3) pengaruh interaksi strategi pembelajaran biologi dan gender terhadap kemampuan berpikir kritis. Rancangan penelitian eksperimen semu (quasi) Non-equivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas X SMA Malang. Sampel penelitian ditetapkan dengan teknik purposive sample. Sekolah yang dijadikan sampel penelitian yaitu SMAN 7 Malang, SMAN 9 Malang dan SMAN Gondanglegi. Penentuan sampel dengan mempertimbangkan kesetaraan NUN SMP siswa kelas X. Hasil penelitian menunjukkan hal-hal berikut. 1) Strategi pembelajaran biologi berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA di Malang. 2) Gender berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA di Malang. 3) Interaksi antara strategi pembelajaran biologi dengan gender tidak berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA di Malang.   Kata kunci:  strategi pembelajaran biologi, gender, kemampuan berpikir kritis.